Nostalgia · TV Show

#1984 – HIMYM, Three Years Later

ENGLISH

In June I shared about my new subscription with Netflix and how I found it surprising that I could not find Friends or The Big Bang Theory there but, at least, I got How I Met Your Mother (HIMYM). Anyway, because of this, since then I have been running a marathon on HIMYM and, as of recently, I finally finished all nine seasons! Haha 🙈.

I have quite a “long” history with HIMYM. I first watched it in Star World in 2007, quite possibly at this time, and was immediately captivated by its brilliant Pilot episode. I watched its first three seasons sporadically in Star World before moving to the Netherlands in 2010. And then, I learned about the possibility to catch it up online that was highly supported by the amazing internet speed, haha 😆 . So I went on a marathon to catch up (Star World was behind by two seasons, btw, as HIMYM was premierred in 2005 actually). And early in 2014, I watched its final episode.

And that, kids, is how I met your mother.

– Ted Mosby

You see, at the time I was very disappointed with the ending. I mean, I am all in with twists or surprises, as long as those “worked”; but this twist the writers chose for the ending of such a wonderful sitcom did not feel like “working”, at least to me. I mean, I understood the “logic” behind it but this did not mean that I would like it, right? And I really didn’t.

I thought time might change my mind. You know, afterall people change anyway. But here I am, after re-marathoning the entire nine seasons of HIMYM more than three years after the conclusion of its last season, I can say that my position on the show’s finale turns out to still be the same. I still feel disappointed with the ending #consistency, haha 😆 .

Nonetheless, the show is not only about how it ends. There are a lot of gems in the show. And I am especially glad I got to watch the first a few seasons because I, honestly, had apparently forgotten quite many details about those so watching some of those episodes still felt like watching new ones at times, haha. So even though I am disappointed with the ending, I still enjoyed Ted’s super long story on how he met his children’s mother (read: his wife).

And so, despite the disappointing ending, I still can say this show is one of my favorites 🙂 .

Well, now that I have finished the entire nine seasons, I guess I need to find another (long) series to watch. Too bad the Game of Thrones is not on Netflix (My new colleague has become like the 5437th person who has recommended me to start watching this series, btw, haha 😆 ), hmm…

BAHASA INDONESIA

Juni lalu aku bercerita mengenai keanggotaan baruku dengan Netflix dan bagaimana aku cukup kaget aku tidak bisa menemukan Friends atau The Big Bang Theory di sana tetapi, setidaknya, masih ada How I Met Your Mother (HIMYM) sih. Nah, karena ini, semenjak waktu itu aku sudah marathon nonton HIMYM dan baru-baru ini aku sudah selesai menonton ulang semua sembilan musimnya dong! Haha 🙈.

Sejarahku dengan HIMYM ini cukup “panjang”. Aku pertama kali menontonnya di Star World di tahun 2007, kurang lebih waktu ini, dan aku langsung terpesona dengan episode Pilot-nya yang brilian banget. Aku menonton tiga musim pertamanya secara loncat-loncat di Star World sebelum aku kemudian pindah ke Belanda di tahun 2010. Dan kemudian, aku menemukan yang namanya menonton acaranya online yang mana didukung dengan kecepatan internet yang oke banget untuk itu, haha 😆 . Jadilah aku menontonnya marathon untuk catch-up (Star World tertinggal selama dua musim, btw, karena HIMYM sebenarnya mulai ditayangkan di tahun 2005). Dan di awal tahun 2014, aku menonton episode terakhirnya.

And that, kids, is how I met your mother.

– Ted Mosby

Waktu itu aku merasa amat kecewa dengan akhir ceritanya. Maksudku, aku oke-oke saja sih dengan yang namanya plot twists atau kejutan-kejutan gitu, tentunya selama kejutannya “bekerja” dengan baik ya; tetapi aku merasa twist yang dipilih penulis naskahnya untuk akhir dari sitcom yang keren banget ini rasanya malah “gagal” gitu deh, setidaknya untukku. Maksudku, aku bisa memahami “logika” di baliknya sih tetapi bukan berarti aku akan menyukainya kan? Dan aku benar-benar tidak menyukainya waktu itu.

Waktu itu aku berpikir mungkin waktu akan mengubah pikiranku. Tahu kan, toh setiap orang itu bisa berubah, haha. Tetapi di sini lah aku, setelah marathon sepanjang sembilan musimnnya HIMYM lagi lebih dari tiga tahun semenjak akhir acaranya ditayangkan, aku bisa bilang bahwa pendapatku akan akhir dari acara ini ternyata masih sama. Aku masih merasa kecewa dengan akhirnya #konsisten, haha 😆 .

Toh walaupun begitu, acara ini bukanlah sekedar akhirnya saja kan. Ada banyak kok momen-momen seru dan bagus banget di sepanjang acara ini. Dan aku merasa senang aku bisa menonton lagi beberapa musim awal-awal karena aku, sejujurnya, ternyata sudah lupa beberapa detail ceritanya sehingga beberapa episodenya masih terasa baru untukku, haha. Jadi walaupun aku kecewa dengan akhir ceritanya, aku masih menikmati cerita super panjangnya Ted tentang pertemuannya dengan ibu dari anak-anaknya (baca: istrinya).

Dan jadilah, walaupun aku kecewa dengan akhirnya, aku masih bisa berkata bahwa acara ini adalah salah satu acara TV favoritku 🙂 .

Yah, sekarang dimana aku sudah menyelesaikan sembilan musim HIMYM, aku rasa aku membutuhkan acara (panjang) lainnya nih. Sayang Games of Thrones nggak ada di Netflix (Kolega baruku barusan menjadi orang ke-5437 yang merekomendasikanku untuk menonton acara ini nih, btw, haha 😆 ), hmm…

Advertisements
My Interest · TV Show

#1934 – The Amazing Race 29

ENGLISH

One of the current TV shows (well, if not the “only” show 😛 ) I have been following lately is The Amazing Race 29. And last week, this season was concluded with its final leg in Chicago!

This has been another amazing season of The Amazing Race. Its unique concept of pairing 22 strangers turned out to be a nice one, where some teams got in fights (unsurprisingly) because of their “unfamiliarity” between partners and the personality difference between them. However, this did not really change the overall dynamic in the show, in my opinion, because even teams with pre-existing relationship could still get into fights just because of the stressful environment of the race.

Acropolis was the pitstop of the Athens leg
I also really liked it that the teams were not shy of using the three double u-turns throughout the race! Surely this would make the show more interesting where some teams got pressed because they were being u-turned, or that another team u-turned their “ally” team so to help them they u-turned another team, lol 😆 .

The “design” of the tasks and race, however, felt a little bit clumsy especially in the first half of the season, though this improved a lot towards the end. For instance, it was a no brainer at the Lake Como leg that whoever got u-turned would get eliminated due to the five minutes interval between the one team per ferry ride they had to take. However, the Ninh Binh leg was an extremely brutal leg physically, and so “fun” to watch (but not fun for the racers to race, obviously; and I felt bad for Floyd). It was followed up with the awesome Seoul leg where all of the tasks were “so Korean”, even including playing a video game match against professional!

The racers had to go to Gangnam in the Seoul leg.
*** Spoilers alert, but it has been more than a week anyway so perhaps nothing are “spoilers” anymore 😛 ***

My favorite team of this season was: Brooke and Scott, haha 😆 . This might come as a “surprise” given the “villain” stamp the editors appeared to give them; and that Brooke was a total drama panicky queen. But I did find the dynamic between the two interesting because Scott tried to calm Brooke down and they strategized really well throughout the race, clearly “students” of the show! And in the end, Brooke and Scott ended up winning the 29th season!!

I am glad that The Amazing Race has been renewed to, at least, one more season!! The drop in TV ratings and the more than one year distance between the premiere of season 28 and 29 had “worried” me a little bit, to be honest. Well, now I just can’t wait for the next season!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Satu dari acara TV baru (eh, kalau bukan “satu-satunya” sih 😛 ) yang aku ikuti baru-baru ini adalah The Amazing Race 29. Dan minggu lalu, musim ini berakhir dengan babak terakhirnya di Chicago!

Musim ini adalah musim yang seru lagi dari The Amazing Race. Konsep uniknya dimana mereka memasangkan 22 orang yang tidak mengenal satu sama lain ternyata oke juga, dimana beberapa tim jadi bertengkar (nggak heran) karena “ketidak-kenalan” mereka satu sama lain. Namun, menurutku ini tidak terlalu mengubah dinamik acaranya sih, karena toh walaupun sudah mengenal rekan satu tim sebelumnya pun mereka masih bisa bertengkar kok, ya karena suasana yang stressful dari race-nya kan.

Acropolis adalah pitstop di babak Athena
Aku juga suka banget tim-timnya nggak malu-malu untuk menggunakan tiga double u-turn di sepanjang musim ini! Jelas ini membuat acaranya semakin menarik ya dimana beberapa tim sebel banget dan kemudian marah-marah dong kena u-turn, atau satu tim me-u-turn satu tim “teman”-nya mereka sehingga untuk menolong tim “teman” ini, mereka me-u-turn tim yang lain, haha 😆 .

“Disain” dan tugas-tugas di musim ini nampak cukup ceroboh terutama di setengah pertama musim ini, walaupun ini menjadi jauh lebih baik di akhir-akhir. Misalnya saja, jelas banget di babak Danau Como, siapa yang di-u-turn sudah hampir pasti tereliminasi akibat interval lima menit di antara kapal ferry yang dinaiki masing-masing tim. Namun, babak Ninh Binh adalah babak yang sangat brutal dalam hal fisik, sehingga “seru” untuk ditonton (walaupun jelas tentunya nggak seru untuk racers-nya sih, aku merasa iba terhadap Floyd). Babak ini diikuti dengan babak Seoul yang mana semua tugas-tugasnya “Korea banget”, bahkan termasuk main video game melawan profesional!

Racers harus pergi ke area Gangnam di babak Seoul.
*** Spoilers alert, eh tetapi sudah seminggu lebih ya jadi mungkin sudah nggak ada yang namanya “spoilers” lagi 😛 ***

Tim favoritku musim ini adalah: Brooke dan Scott, haha 😆 . Ini mungkin cukup “mengagetkan” karena label “tokoh jahat” yang ditempelkan editor-nya kepada mereka; dan juga Brooke nampak seperti seorang drama queen yang gampang panik. Tetapi aku merasa dinamik di antara keduanya sangat menarik karena Scott selalu berusaha menenangkan Brooke dan mereka juga berstrategi amat baik di sepanjang musim, jelas deh mereka “mempelajari” acara ini! Dan pada akhirnya, Brooke dan Scott juara!!

Aku merasa lega bahwa The Amazing Race sudah diperpanjang, minimal, satu musim lagi!! Turunnya rating di TV dan adanya jarak setahun lebih di antara mulai ditayangkannya musim 28 dan musim 29 sempat membuatku sedikit “khawatir”, sejujurnya. Dan sekarang, aku sudah nggak sabar nih menunggu musim selanjutnya!! 🙂

TV Show

#1803 – My 9 Favorite Recent(-ish) JFL Videos

Just like last summer, here are seven more recent Just For Laughs videos which I really liked and enjoyed 😀 .

(1) Kid Uses Baguette for his Stick Up

What can I say? I just like a prank with a twist like this. Do you expect the twist btw? 😛

(2) Jurassic Park Prank!

The idea of this prank was actually very simple and common. However, what impressed me the most was just how real the dinosaur looked!! 😱😱😱😱😱 That was damn scary! 😆

(3) Coffin Blocks Cars from Driving By

As I said above, I like a storyline that has a twist 😛

(4) It’s Raining Teddy Bears!

If it worked, I wonder how much the dollar sign umbrella would cost though, lol 😆

(5) Instant Top Secret Mission Prank!

I mean, after all the drama and suspense… 😅😅😅

(6) Woman Proposes Live on FaceTime!

The jealous reaction of some of the girls was hilarious! 😛

(7) Fake Amputee Asks for Money

I think in Indonesia this actually is not a prank 😛 .

(8) Stealing Customers’ Grocery Bags !

The idea is really brilliant!! 😛

(9) The Worst Paramedics in History

I mean … 😅😅😅

Aviation · My Interest · TV Show

#1683 – Air Crash Investigation: GA 200

ENGLISH

My most favorite documentary show on TV is the long-running Air Crash Investigation (also titled “Mayday” in certain regions). This January, they premiered their 15th season with their first episode being a documentary of the Garuda Indonesia flight GA200 accident in Yogyakarta on 7 March 2007.

A cgi rendering of PK-GZC
A cgi rendering of PK-GZC

The accident being in Indonesia and in this case, even more specifically, it was in my hometown, made me a little bit more excited to watch the episode. Obviously if I really wanted to know, investigation of this accident has been done years ago and I could just look for the report somewhere. However, still, it feels more fun to watch it as an episode of a documentary show 🙂 .

Btw, it was probably the second time my excitement level was more than average of an upcoming Air Crash Investigation. The first time was in the seventh season in 2009 where they made an episode of Adam Air’s KI 574 crash on 1 January 2007.

Synopsis

Garuda Indonesia’s Boeing 737-400 reg PK-GZC at KLIA. Photo credit: TK/Airliners.net

In the morning of 7 March 2007 [1], a Garuda Indonesia’s Boeing 737-400 reg PK-GZC was approaching runway 09 of Adisucipto Airport, Yogyakarta as flight GA 200 from Jakarta. The plane touched down 860 meter beyond the runway threshold at much faster speed than normal, then it overshot the runway into the paddy field beyond runway 27, and burst into flames.

The investigation led to the conclusion that the main cause of the accident was pilot’s error; mainly rooting from a logical fallacy called “fixation”, where one is so focused on finishing a “task” (in this case, landing the plane) and ignores many signs to not do so (in this case, a lot of warnings in the cockpit) and do something else (in this case, to abort the landing attempt). For more details explanation, please just watch the episode 😉 .

My Review

Positives

I think it was a good episode of Air Crash Investigation and it started season 15 in a good note (unlike the first episode of season 11 which I really, really, hated as it was so poorly produced).

The story and the narratives were both clear and rather easy to follow. The CGI was good as well and provided good details (even the Boeing 737-400 was wearing Garuda’s livery back then and the registration, PK-GZC, was there as well).

A cgi rendering of PK-GZC
A cgi rendering of PK-GZC

However, what I really liked the most about this episode was its fairness. In a way, this GA 200 accident was a turning point for Garuda Indonesia. One of its direct implication was the European Union’s ban on all Indonesian airlines to fly in the EU air space in 2007. Since then, Garuda had reformed and restructured the entire company as an airline. As a result, the ban was lifted (only for Garuda and three other Indonesian airlines) in 2009 and they reinstated the Jakarta – Amsterdam route in 2010 (which I flew in August 2010 😛 ). Their safety track record has been much better since then. As of December 2014, they are one of the only few 5-star airline in the world. And they have been steadily in the top 10 airlines in the world (by SkyTrax) in the last couples of years.

And this was portrayed at the end of the episode as well, where it was shown how Garuda Indonesia has changed and is now one of the most respected airlines in the world.

Negatives

However, there were also a couple of things from the episode which bothered me as well. First of all, it was portrayed as if Australia was leading/doing all the investigation of the crash. Okay, to be honest, I do not know for sure how the investigation went. However, what I do know is that Indonesia has our own National Transportation Safety Committee (NTSC) who would be responsible for this kind of task. If Australia took part in the investigation, I would think their role would be more of a supportive role. The investigation still should have been led by Indonesia because the accident involved an Indonesian airline and it occurred on a domestic flight in Indonesia. This raised my eyebrows a little bit.

The second thing was more of a minor thing though, haha 😆 . As mentioned above, Garuda has reformed since the accident where one of the key program was to clean up its brand identity. To do that, they intoduced new look in the form of new livery in 2009 and new flight attendants’ uniform in 2010.

Just take a look at the following screenshot:

Garuda flight attendant's "uniform" portrayed in the documentary
Garuda flight attendant’s “uniform” portrayed in the documentary

You see, the flight attendant’s uniform was portrayed to resemble current Garuda’s flight attendant uniform. However, back then in 2007, obviously they still wore the older uniform. I mean, it should have looked more like this:

Garuda's old flight attendant uniform. Photo credit: Sam Chui. Source: http://www.samchuiphotos.com/Indonesia09/
Garuda’s old flight attendant uniform. Photo credit: Sam Chui. Source: http://www.samchuiphotos.com/Indonesia09/

haha 😆

Yeah, but I am just cherry-picking here. These small problems did not take away the fact that I enjoyed watching the episode (aside from the first negative point I raised above).

BAHASA INDONESIA

Salah satu acara dokumenter favoritku di TV adalah Air Crash Investigation (yang juga dijuduli “Mayday” di beberapa negara) yang sudah bermusim-musim itu. Nah, Januari ini, mereka mulai menayangkan eisode pertama musim ke-15nya yang mana merupakan dokumenter dari kecelakaan pesawat Garuda Indonesia penerbangan GA200 di Yogyakarta tanggal 7 Maret 2007.

A cgi rendering of PK-GZC
Gambar grafik komputer PK-GZC

Kecelakaannya berlangsung di Indonesia dan untuk kasus ini, lebih spesifik lagi, di kota asalku, membuatku sedikit lebih tertarik dari biasanya untuk menonton episode ini. Tentu saja sih jika aku beneran ingin tahu, toh investigasinya sudah selesai bertahun-tahun yang lalu dan aku bisa mencari laporannya kan. Namun, tetap aja rasanya lebih seru ketika menontonnya sebagai satu episode dokumenter 🙂 .

Btw, mungkin ini adalah kali kedua dimana level ketertarikanku jauh di atas rata-rata loh untuk menonton episode yang akan datang dari Air Crash Investigation. Yang pertama adalah  di musim ketujuhnya di tahun 2009 dimana mereka menayangkan episode mengenai kecelakaannya Adam Air KI 574 tanggal 1 Januari 2007.

Sinopsis

Boeing 737-400 milik Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GZC di KLIA. Photo credit: TK/Airliners.net

Di pagi hari tanggal 7 Maret 2007 [1], sebuah Boeing 737-400 milik Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GZC akan mendarat di landasan pacu 09 Bandara Adisucipto, Yogyakarta, sebagai penerbangan GA 200 dari Jakarta. Pesawatnya menyentuh landasan pacu 860 meter dari ujung landasan dengan kecepatan jauh di atas normal, kemudian overshooting landasan pacunya, terperosok ke area persawahan di luar landasan pacu 27, dan terbakar.

Investigasinya mengarah ke kesimpulan dimana penyebab utama kejadian ini adalah kesalahan pilot; terutama yang bersumber dari kesalahan berpikir yang disebut “fixation“, dimana saking fokusnya seseorang dalam menyelesaikan suatu “tugas” (dalam hal ini, mendaratkan pesawatnya), ia kemudian mengabaikan tanda-tanda yang menyatakan ia harus berhenti (dalam hal ini, banyak sekali peringatan dari komputer pesawat di kokpit) dan harus melakukan hal lain (dalam hal ini, membatalkan pendaratan). Untuk penjelasan lebih lengkapnya, tonton episodenya saja deh 😉 .

Review-ku

Segi Positif

Aku rasa ini adalah episode yang bagus dari Air Crash Investigation dan episode ini memulai musim 15-nya dengan baik (nggak kayak episode pertamanya musim 11 yang aku benar-benar tidak suka karena produksinya jelek banget).

Cerita dan narasinya jelas dan mudah diikuti. Gambar grafik komputernya juga bagus dan cukup mendetail (bahkan Boeing 737-400nya mengenakan livery-nya Garuda waktu itu dan registrasi pesawatnya, PK-GZC, turut pula digambarkan).

A cgi rendering of PK-GZC
Gambar grafik komputer PK-GZC

Namun, yang paling aku suka dari episode ini adalah keadilannya (atau keobyektivitasannya). Di satu sisi, kecelakaan GA 200 ini adalah titik balik bagi Garuda Indonesia. Salah satu efek langsungnya adalah larangan dari Uni Eropa terhadap semua maskapai penerbangan Indonesia untuk terbang di langit Eropa di tahun 2007. Semenjak itu, Garuda Indonesia berbenah, memperbaiki dan merestrukturisasi perusahaannya sebagai sebuah maskapai penerbangan. Hasilnya, larangan terbang dicabut (hanya untuk Garuda dan tiga maskapai Indonesia lainnya) di tahun 2009 dan mereka membuka kembali rute Jakarta – Amsterdam di tahun 2010 (yang aku terbangi Agustus 2010 😛 ). Rekam jejak keselamatan mereka juga semakin baik. Per Desember 2014, mereka juga diberi gelar sebagai satu dari sedikit maskapai penerbangan berbintang 5 di dunia. Juga, mereka stabil berada di peringkat 10 besar dari semua maskapai penerbangan (berdasarkan SkyTrax) beberapa tahun belakangan.

Dan ini ditampilkan di akhir episodenya juga, dimana tunjukkan bagaimana Garuda Indonesia sudah berubah dan sekarang menjadi salah satu maskapai yang paling disegani di dunia.

Segi Negatif

Namun, ada juga beberapa hal di episode ini yang menggangguku. Pertama-tama, digambarkan seakan-akan Australia lah yang memimpin/melakukan investigasi kecelakaan ini. Oke, sejujurnya, memang sih aku tidak tahu bagaimana investigasnya berlangsung. Hanya saja, yang aku tahu pasti adalah bahwa Indonesia memiliki Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang berwenang akan investigasi semacam ini. Jika Australia turut ambil bagian dalam investigasi, seharusnya perannya hanyalah sebagai peran pendukung. Seharusnya investigasinya masih tetap dipimpin oleh Indonesia karena kecelakaannya melibatkan maskapai Indonesia dan pun terjadi di sebuah penerbangan domestik di Indonesia. Ini membuatku sedikit mengernyitkan dahi.

Hal kedua adalah hal kecil aja sih, haha 😆 . Seperti yang aku bilang di atas, Garuda sudah merestrukturisasi penerbangannya semenjak itu dan satu perubahan vital yang mereka lakukan adalah pembenahan identitas brand. Untuk itu, mereka mengubah penampilan mereka dengan mengenalkan livery baru di tahun 2009 dan seragam baru bagi pramugari/a di tahun 2010.

Lihat deh screenshot berikut ini:

Garuda flight attendant's "uniform" portrayed in the documentary
“Seragamnya”seorang pramugari Garuda di dokumenternya

Nah kan, seragam pramugarinya ditampilkan mirip seperti model seragam pramugarinya sekarang. Padahal, jelas di tahun 2007 mereka masih mengenakan seragam lama. Maksudku, seharusnya seragamnya nampak lebih seperti ini kan:

Garuda's old flight attendant uniform. Photo credit: Sam Chui. Source: http://www.samchuiphotos.com/Indonesia09/
Seragam lamanya pramugari Garuda. Photo credit: Sam Chui. Source: http://www.samchuiphotos.com/Indonesia09/

haha 😆

Yaa, tapi ini mah cuma menunjuk hal-hal kecil sampingan aja ya. Masalah kecil ini tidak memiliki efek terhadap fakta bahwa aku menikmati menonton episodenya kok (kecuali poin negatif pertama yang kusebutkan di atas ya).

TV Show

#1671 – South Park 19 and The Apprentice UK 11

ENGLISH
South Park 19

Okay, to me, the newest season of South Park (season 19) has certainly been the best season ever!! First of all, it turned out that all ten episodes were related to each other in term of a general big story arc. I love something like this.

But moreso, I do love the main topic that they brought forward this season. Okay, two main topics actually: political correctness and ads. Yeah, ads as in advertisements, haha 😆 . So in the story they mention that ads have evolved along with technological advancement in people’s life and at some point, they have gained intelligence. Okay the intelligence part certainly makes no sense but this is South Park so what do you expect? 😛

Do you know why I like this topic so much? Because this is the same feeling which I have been having lately in the past a few months, especially with Youtube. I feel like now the frequency of advertisement there has become more and more; and it starts to get really annoying to me, haha 😛 . Also, indeed it is true that there are a lot of articles in the internet which are actually advertisements of some products and they disguise themselves well. If we do not really pay close attention, we will not be aware of them! Really!

I have no comment on the political correctness theme here though (no pun intended) 😛 .

Anyway, yeah, that is even more reason for me to like South Park. Now I cannot wait for season 20 😀 .

The Apprentice UK Series 11

The newest series of The Apprentice UK was also concluded last week where Lord Sugar chose Joseph Valente as his new business partner over Vana Koutsomitis.

First of all, so for the fifth year in a row, the candidate which I supported in the final became the runner-up, haha. In 2011, it was Susan/Helen, in 2012 it was Tom, in 2013 it was Luisa, in 2014 it was Bianca, and this year, Vana, haha 😆 .

This series has been another really good and entertaining series of The Apprentice UK to me. This show made my Wednesday an exciting one for the past two and a half months. I really like their concept and decision to stick with the real business-theme of the show, unlike the original American one which adjusted itself to a celebrity-centered show raising money for charity. Gosh I hate those swift of concet in the American version. It was such a shame.

Anyway, congratulations Joseph, and I cannot wait for series twelve next year! 🙂

BAHASA INDONESIA

South Park 19

Oke, untukku, musim terbaru dari South Park (musim 19) jelas adalah salah satu musim terkerennya!! Pertama-tama, ternyata keseluruhan sepuluh episodenya itu terhubung satu sama lain lho dalam hal jalan cerita utamanya. Dan aku suka banget yang kayak gini nih.

Tetapi lebih dari itu, aku suka banget topik yang mereka angkat musim ini. Oke, dua topik sih sebenarnya: tentang political correctness dan ads. Yang aku maksud dengan ads adalah iklan btw, haha 😆 . Jadi diceritakan bahwa iklan sudah berevolusi sesuai dengan perkembangan teknologi manusia dan di satu waktu, mereka sudah memiliki inteligensianya sendiri. Oke, bagian inteligensianya mah jelas nggak masuk akal lah ya tapi ini kan South Patk, jadi ya memang begitu kan? 😛

Tahukah mengapa kok aku suka topik ini? Ya karena aku merasakan perasaan yang sama selama beberapa bulan terakhir, terutama dengan Youtube. Aku rasa kok akhir-akhir ini frekuensi iklan di Youtube itu semakin dan semakin sering aja yah; dan semakin kesini semakin bikin sebel nih, haha 😛 . Juga, aku rasa benar juga bahwa memang ada banyak artikel di internet yang sebenarnya adalah iklan dan mereka menyamarkan diri dengan baik lho. Jika kita tidak berhati-hati, kita tidak akan sadar deh! Beneran!

Kalau untuk topik political correctness-nya mah aku tidak ada komentar lah ya (no pun intended) 😛 .

Anyway, ya, semakin banyak deh alasan bagiku untuk suka South Park ini. Sekarang aku sudah nggak sabar nih menunggu season 20nya 😀 .

The Apprentice UK Series 11

Seri terbaru dari The Apprentice UK juga berakhir minggu lalu dimana Lord Sugar memilih Joseph Valente sebagai partner bisnis terbarunya dan bukannya Vana Koutsomitis.

Pertama-tama, untuk kelima tahunnya berturut-turut, kandidat yang aku dukung di final berakhir menjadi runner-up-nya dong, haha. Di tahun 2011, waktu itu adalah Susan/Helen, di tahun 2012 adalam Tom, di tahun 2013 adalah Luisa, di tahun 2014 adalah Bianca, dan tahun ini adalah Vana, haha 😆 .

Seri ini merupakan sebuah seri The Apprentice UK yang bagus dan sangat menghibur untukku. Acara ini membuat hari Rabu menjadi hari yang aku tunggu-tunggu lho selama 2,5 bulan belakanan ini. Aku amat suka konsepnya dan keputusan mereka untuk tetap berpegang-teguh dengan tema bisnis yang sebenarnya, tidak seperti versi asli Amerikanya yang mengubah konsepnya menjadi acara yang fokus di para selebriti yang berusaha mengumpulkan uang untuk amal. Ah, aku benci banget perubahan konsep di versi Amerika itu. Sayang banget.

Anyway, selamat Joseph, dan aku sudah tidak sabar menunggu seri kedua-belasnya tahun depan! 🙂

Tennis · TV Show · Zilko's Life

#1649 – Stories from Last Week

ENGLISH

The Amazing Race 27

You know this Fall, one TV show which I am following is The Amazing Race 27. And last week’s episode was a leg in Rotterdam with a pitstop in the Peace Palace, Den Haag!!

To me, it was probably the second time a leg in the Amazing Race felt so personal after their legs in Yogyakarta in season 19 four years ago. It is true that I don’t live in Den Haag or Rotterdam, but I go to these two cities from time to time so I am quite familiar with the whereabouts, especially around the central train stations of course 🙂 . I did feel bad for Denise and James Earl when they decided to wait for the direct train to Den Haag HS instead of an earlier one (by 7 minutes) but with two stops in Schiedam and Delft; because I knew that the first train would reach Den Haag earlier nevertheless despite the extra stops.

And I did a part of their route too last month when I was applying for my Indian visa. After arriving at Den Haag (be at Centraal or HS Station), teams had to go to the Peace Palace (het Vredespaleis) with tram no.1. This was indeed what I did when applying for the visa where the service centre was located just by the Peace Palace! Haha 😆 . Well, too bad though I did not know when it was filming because I saw some people in the episode being there and took some pictures. I would have done the same!

Anyway, I know they also visited Bandung in season 23 two years ago, but somehow those episodes did not feel nearly as personal as it was this time or those two legs in Yogyakarta.

Venus Williams

It is no secret that one of my most favorite female tennis players is Venus Williams. She has had tough a few years where, in 2011, she was diagnosed with the Sjögren’s syndrome which for someone who made a living as a world class professional athlete, must have been a huge blow. But she refused to give up despite the challenge and the tough losses she had to face. Last week, she was playing in a tournament in Zhuhai, China and won it! And as a result, her ranking this week is catapulted back into the world’s top 10, at world number 7, and she ends this year with this rank!!

As a fans, I am so happy and proud!!

Go Venus!

Venus Williams won her 48th singles title at Zhuhai, and returned to the world's top 10! Photo Source: WTA
Venus Williams won her 48th singles title at Zhuhai, and returned to the world’s top 10! Photo Source: WTA

BAHASA INDONESIA

The Amazing Race 27

Tahu kan Musim Gugur ini, satu acara TV yang juga aku ikuti adalah The Amazing Race 27. Dan episode minggu lalu adalah sebuah babak yang setting-nya adalah di kota Rotterdam dengan pitstop di Peace Palace, Den Haag!!

Untukku, episode minggu lalu itu adalah yang kedua kalinya sebuah babak di The Amazing Race terasa begitu personal setelah dua babak mereka di Yogyakarta di musim 19 empat tahun lalu. Memang sih aku tidak tinggal di Den Haag ataupun Rotterdam, tetapi aku cukup sering pergi ke dua kota ini sehingga aku cukup familier dengan seluk-beluknya, terutama di daerah di sekitar stasiun keretanya 🙂 . Aku sampai merasa kasihan lho dengan Denise dan James Earl ketika mereka memutuskan untuk menunggu kereta yang langsung ke Den Haag HS bukannya mengambil kereta yang lebih awal (7 menit) tetapi dengan dua pemberhentian di Schiedam dan Delft; karena aku tahu kereta yang pertama akan tiba di Den Haag lebih cepat walaupun dengan dua pemberhentian ekstra tersebut.

Dan kebetulan aku juga mengikuti sebagian rute mereka bulan lalu ketika sedang mengajukan permohonan visa Indiaku. Setelah tiba di Den Haag (Centraal atau HS), peserta diminta untuk pergi ke Peace Palace (het Vredespaleis) dengan tram nomor 1. Dan memang inilah rute yang juga aku ambil untuk mengurus visa itu karena pusat pengurusannya berada di dekatnya Peace Palace! Haha 😆 . Ya, sayang sih aku nggak tahu ketika mereka sedang merekamnya musim panas lalu karena aku lihat di episode ini ada banyak orang disana dan juga foto-foto. Ih, aku kan pengen begitu juga ya!

Anyway, memang sih mereka juga mengunjungi Bandung di musim 23 dua tahun lalu, tetapi entah mengapa episode itu tidak terasa sepersonal episode kali ini ataupun episode dua babak itu di Yogyakarta.

Venus Williams

Bukan rahasia lagi bahwa salah satu petenis putri yang paling aku sukai adalah Venus Williams. Beberapa tahun terakhir ini adalah tahun yang sulit baginya setelah, di tahun 2011, ia didiagnosa terkena penyakit Sindrom Sjögren yang mana untuk seseorang yang pekerjaannya adalah seorang atlet profesional kelas dunia, ini tentu adalah sebuah berita yang sungguh amat tidak menyenangkan. Tetapi ia menolak untuk menyerah dan walaupun harus menghadapi tantangan berat dan menelan banyak kekalahan pahit. Minggu lalu, ia berpartisipasi di sebuah turnamen besar di Zhuhai, China, dan memenanginya!! Sebagai akibatnya, peringkatnya minggu ini kembali lagi ke dalam 10 besar dunia, di peringkat tujuh, dan ia mengakhiri tahun ini dengan peringkat ini!!

Sebagai seorang fans, jelas aku merasa amat senang dan bangga!!

Ayo Venus!

TV Show

#1638 – Fall Season

ENGLISH

I am not going to talk about the actual season, like season in the weather definition, but more on the Fall TV season, haha 😆 . So there are a few shows which have just started recently which I follow. Well, actually nothing is really ‘new’ though, just the new season of each show 😛

The Amazing Race 27

So I have been a long fan of this show and obviously I am not going to miss this new installment, haha 😆 . I think some of the casts, thus far, are quite interesting even though none has “stepped up” yet, but we will see 🙂 .

South Park 19

I have followed this animated series since 2012, and I love it! I also notice that as of late (the past two seasons), there is a recurring theme and some sort of connectivities between the episodes. I think it is actually a good twist and makes the show even more interesting 🙂 . And the theme for this season is “political correctness”; something that is, well, quite sensitive but relevant nowadays 🙂 .

The Apprentice UK Series Eleven

The Apprentice UK is now my favorite installment of The Apprentice, haha. The new series actually started last week; and a new twist they have now is Lord Sugar’s new advisor, Claude Littner, who is replacing the long-running Nick Hewer. This should be interesting. I mean, being used to seeing Claude as the mean interviewer during the interview week; now he has a different role of observing the candidates during the tasks. I am intrigued to see how this would fold 😀 .

BAHASA INDONESIA

Aku tidak akan ngomongin tentang musim, maksudnya musim dalam arti definisi cuaca gitu, tetapi lebih ke musim acara-acara TV yang dimulai musim gugur ini, haha 😆 . Jadi, berikut ini adalah beberapa acara yang baru saja dimulai dan sedang aku ikuti sekarang. Yaa, sebenarnya nggak ada yang ‘baru-baru’ amat sih, hanya musim baru dari masing-masing acara TV aja kok 😛

The Amazing Race 27

Kan ceritanya aku adalah seorang fans lama dari acara ini ya jadi jelas dong aku tidak akan melewatkan musim terbarunya ini, haha 😆 . Sejauh ini beberapa kontestannya cukup menarik walaupun belum ada yang “menonjol” banget sih menurutku, tetapi kita lihat saja nantinya gimana 🙂 .

South Park 19

Aku sudah mengikuti acara animasi ini semenjak tahun 2012, dan aku sukaa! Aku perhatikan akhir-akhir ini (dua musim belakangan maksudnya), mereka memiliki satu tema umum dan semacam kebersambungan antara episode-episodenya di dalam satu musim. Aku rasa ini adalah ide yang bagus ya dan membuat acaranya semakin menarik 🙂 . Dan tema untuk musim kali ini adalah “political correctness” (bingung nih menerjemahkannya); sebuah tema yang, yah, cukup sensitif tetapi relevan akhir-akhir ini 🙂 .

The Apprentice UK Seri Sebelas

The Apprentice UK sekarang adalah adaptasi The Apprentice yang paling aku suka, haha. Seri terbarunya baru saja dimulai minggu lalu; dan twist baru yang mereka perkenalkan musim ini adalah penasehat barunya Lord Sugar, Claude Littner, yang menggantikan Nick Hewer. Ini bakal menjadi menarik. Maksudku, terbiasa melihat Claude sebagai seorang pewawancara yang sadis nan kejam di minggu wawancara; sekarang perannya berubah menjadi pengamat para kandidatnya selama tugas-tugas diberikan. Aku penasaran bagaimana ya ini jadinya 😀 .