My Interest · TV Show

#2012 – Fall TV Season

ENGLISH

Traditionally the Fall TV season has been my favorite because new seasons of series are, usually, premierred at this time. And this season, thankfully, is no different ๐Ÿ˜› .

For once, obviously there is Star Trek: Discovery!! Anyway, I feel like the focus of this series has been more on the “action” side rather than on the “social/interpersonal/intrapersonal conflict” that is easy to relate to our daily lives normally present in other series. So this is why I have been feeling different “vibes” from this series. Having said that, thankfully the writers do not forget on the character development side, I feel. Nonetheless, all in all, I still enjoy this series, though!

Speaking about Star Trek, actually when I was wondering what should I watch after I finished remarathoning the entire nine seasons of HIMYM, I decided to remarathon Star Trek: Voyager, haha. There were seven seasons of Voyager and because each episode was around 45 minutes (each episode was made for a one-hour show, thus 15-ish minutes for advertisement which I could entirely skip thanks to Netflix, yeay!) so I knew it would take some time before I finished them all. Well, now I am already at the last season, though, haha ๐Ÿ˜› .

Fall also means the return of one of my most favorite reality show: The Apprentice UK! Yes, BBC One runs its thirteenth series this year (including its spin-off, The Apprentice: You’re Fired, on BBC Two)!! And as always, it has been as interesting as ever!! ๐Ÿ˜€

These three shows have kept me “busy” enough that I don’t have the time to watch some other series at the moment! Haha ๐Ÿ˜€ . Anyway, another good news for a reality show (to me) is that The Amazing Race 30 started filming about a month ago, indicating that a 30th season is, well, a reality! Yeay ๐Ÿ˜€ . It will probably air next Spring, though; but with these three other series already keeping myself busy, I am actually glad it is for next year! Haha ๐Ÿ˜›

BAHASA INDONESIA

Biasanya musim gugur untuk urusan per-TV-an adalah musim favoritku karena biasanya musim-musim terbaru dari beberapa acara TV kan dimulai di waktu ini ya. Dan musim gugur kali ini, untungnya, juga begitu ๐Ÿ˜› .

Pertama-tama, jelas dong ya ada Star Trek: Discovery!! Ngomong-ngomong, aku kok merasa fokus dari acara ini berada lebih di sisi “action“-nya ya daripada “urusan konflik sosial/interpersonal/intrapersonal” yang mudah kita kaitkan dengan kehidupan sehari-hari kita seperti yang sering diangkat di seri-seri Star Trek lainnya. Oleh karenanya, aku merasa “aura” seri ini agak berbeda dari seri-seri lainnya itu. Walaupun begitu, untungnya setidaknya penulisnya masih tidak melupakan urusan perkembangan karakternya sih. Namun, secara keseluruhan aku masih menikmati seri ini kok!

Ngomong-ngomong tentang Star Trek, sebenarnya ketika aku galau mesti nonton apa setelah aku selesai menonton ulang keseluruhan sembilan musimnya HIMYM, aku memutuskan untuk menonton ulangย Star Trek: Voyager, haha. Voyager terdiri dari tujuh musim dan karena setiap episode mengambil waktu 45an menit (setiap episode dibuat untuk penayangan satu jam di TV, jadi 15an menit untuk iklan gitu yang mana bisa aku lewatkan berkat Netflix, hore!) sehingga aku tahu akan memakan waktu lumayan juga lah ya sampai menamatkannya. Eh tetapi sekarang aku sudah sampai di musim terakhir sih, haha ๐Ÿ˜› .

Musim gugur juga berarti kembalinya dari salah satu reality show favoritku: The Apprentice UK! Iya, BBC One menayangkan musim ketiga-belasnya tahun ini (dan juga termasuk spin-off-nya The Apprentice: You’re Fired di BBC Two)!! Dan seperti biasa, acara ini selalu menarik untukku!! ๐Ÿ˜€

Tiga acara ini sudah membuatku cukup “sibuk” sehingga aku tidak memiliki waktu untuk menonton acara-acara lain! Haha ๐Ÿ˜€ . Ngomong-ngomong, ada berita baik loh (untukku sih) dimana The Amazing Race 30 sudah mulai filming nih sebulanan yang lalu, yang berarti sudah ada kepastian akan musim ke-30 lah ya! Hore ๐Ÿ˜€ . Acaranya mungkin baru ditayangkan musim semi tahun depan sih; tetapi dengan tiga acara lain ini yang sudah memakan semua waktuku, sebenarnya aku justru lega deh ini baru ditayangkan tahun depan! Haha ๐Ÿ˜›

Advertisements
My Interest · TV Show

#1998 – Star Trek: Discovery

ENGLISH

Not too long ago, I mentioned about the (what I had thought) neutral Star Trek: Voyager topic which suddenly “lost” its neutrality so I, to some degree, was “forced” to publish it asap. And here is the reason why:

In an unexpected (for me) turn of event of the year, it turned out that a new Star Trek series was released this September: Star Trek: Discovery!!ย ๐Ÿ˜ฑ

Yes people, there was a new Star Trek series!! As in a new one after Star Trek: Enterprise that was aired in the early 2000s!

Obviously as a self-proclaimed Trekkies, I was very excited about this! Luckily to me, I could find this series in the Dutch Netflix! So I guess afterall I would not need to worry about finding a new series to follow after marathoning the entire nine seasons of HIMYM anyway, haha ๐Ÿ˜› .

***

The first two episodes of the series were actually just “prologue”, where not even all of the main characters were introduced yet. I found it interesting that watching those first two episodes actually felt more like watching a Star Trek movie (though with a cliff-hanger ending) rather than a two-part episode of a Star Trek TV-series. But I guess this was intended ๐Ÿ™‚ .

This made the start of the show and the general outlook a “breathe of fresh air”, IMO. The main character of the show, Michael Burnham, was sentenced for life at the end of the prologue. We entered the main setting of the show, USS Discovery, in the third episode following her point of view, as a “newbie” and an “outcast” (Remember that she is a prisoner) in an already established crew and ship in the middle of their mission. She was invited to join the crew by the USS Discovery’s captain, Gabriel Lorca, himself who was, obviously, well aware of Burnham’s status which he didn’t care about.

Indeed it is interesting that the captain here arguably is not the lead character of the show, unlike other Star Trek series!! On top of that, casting Jason Isaacs, the actor who played Lucius Malfoy in the Harry Potter movies, as the captain was a brilliant decision because the captain was depicted, somehow, like a “freak” at the beginning of the series. So I think it was a perfect match ๐Ÿ™ˆ.

Anyway, the storyline took place at about 10 years before Star Trek: The Original Series timeline, and about 100 years before The Next Generation and Voyager. And so it felt a little bit funny to me that the technology in this series, due to the latest and more advanced CGI technique, appeared to be more advanced than those three other series while in the story, this series should have been much less advanced, haha ๐Ÿ˜› .

***

When I first learned about the timeline, to be honest I was a little bit disappointed. I mean, the “reboot” movie installments (which three movies have been produced since 2009) also “anchored” themselves around The Original Series. And so I wish for the TV series, the writers would have chosen to fall closer to The Next Generation or Voyager timeline. But this was probably me being biased, as I was more familiar with The Next Generation or Voyager.

Oh, and one more thing, somehow I don’t really like the design of USS Discovery.

Ah well, there is no use in complaining for now. I guess, it is better for me to just sit back, relax, and enjoy this unexpected surprise!! ๐Ÿ™‚

BAHASA INDONESIA

Belum berapa lama yang lalu, aku sebutkan bahwa topik yang (dulunya kukira) netral: Star Trek: Voyager tiba-tiba kehilangan “kenetralannya” sehingga “memaksaku” untuk mempublikasikan posting itu segera. Nah, ini lah alasan di balik itu:

Ternyata, tidak disangka-sangka (bagiku), sebuah seri baru Star Trek dirilis dong bulan September ini: Star Trek: Discovery!!ย ๐Ÿ˜ฑ

Iyaaa, satu seri baru dari Star Trek!! Baru dalam artian sekarang ada seri selanjutnya setelah Star Trek: Enterprise di awal 2000an!

Jelas dong sebagai orang yangย mengaku-aku sebagai Trekkies, aku excited banget dengan ini! Beruntungnya aku, aku bisa menemukan seri ini di Netflix-nya Belandaย loh! Jadi sepertinya memang aku tidak perlu galau mau menonton seri baru apa setelah selesai maraton menonton kesemua sembilan musim dari HIMYM, haha ๐Ÿ˜› .

***

Dua episode pertama dari seri ini ternyata hanyalah “prolog” saja, dimana bahkan belum semua karakter utamanya diperkenalkan. Bagiku menarik dimana menonton dua episode pertama justru serasa seperti menonton filmnya Star Trek (walaupun denganย cliff hanger di ending-nya) bukannya episode dengan dua bagian dari serial TV-nya Star Trek. Tetapi mungkin memang sengaja dibeginikan sih ya ๐Ÿ™‚ .

Ini membuat permulaan serinya dan serinya secara umum terasa “segar” untukku. Karakter utama seri ini, Michael Burnham, ceritanya dihukum penjara seumur hidup di akhir prolog. Nah, kita diajak memasuki setting seri ini, USS Discovery, di episode ketiga dengan mengikuti sudut pandangnya, sebagai “anak baru” dan “anak yang dijauhi/ditakuti/dibenci” (Ingat, dia ini berstatus tahanan penjara/napi) di dalam kru dan kapal yang sudah cukup “mapan” di tengah-tengah misi mereka. Ia diajak bergabung ke dalam kru langsung oleh kapten USS Discovery sendiri, Gabriel Lorca, yang mana tentu tahu mengenai status tahanan Burnham ini tetapi tidak ia pedulikan.

Memang menarik bahwa di seri ini, kaptennya bisa dikatakan bukan karakter paling utama dari acaranya, tidak seperti seri-seri Star Trek lainnya!! Di atas itu semua, pemilihan Jason Isaacs, aktor yang memainkan Lucius Malfoy di film-film Harry Potter, sebagai kaptennya juga adalah pilihan yang brilian karena kaptennya digambarkan seperti seorang yang “freak” gitu di awal serinya, haha. Jadi cocok kan ya ๐Ÿ™ˆ.

Anyway, jalan ceritanya berlangsung kurang lebih 10 tahun sebelum masanya Star Trek: The Original Series, dan sekitar 100an tahun sebelum masanya The Next Generation dan Voyager. Jadilah rasanya lucu juga dimana aku merasa teknologi di seri ini, akibat CGInya yang jelas lebih modern dan canggih di zaman sekarang kan, nampak lebih “maju” daripada di tiga seri lainnya itu; padahal dari segi lini masa kan seharusnya masih belum semaju itu ya ๐Ÿ˜› .

***

Btw, ketika aku pertama kali tahu mengenai lini masa ini, sejujurnya aku sedikit kecewa. Maksudku, seri film “reboot“-nya (yang mana tiga film layar lebar sudah diproduksi sampai saat ini) kan juga “berpatokan” pada The Original Series. Jadilah bagiku seri TV ini akan lebih oke andaikata lebih dekat ke linimasanya The Next Generation atau Voyager kan; supaya adil gitu. Tetapi pendapatku ini mungkin sedikit bias sih, karena aku lebih familier dengan The Next Generation atau Voyager.

Oh iya, penting banget nih. Entah mengapa aku kurang menyukai disain pesawat USS Discovery, haha.

Ah sudahlah, nggak ada gunanya komplain sekarang kan. Aku rasa, sekarang ini lebih baik aku duduk manis, bersantai, dan menikmati kejutan tak terduga ini!! ๐Ÿ™‚

Nostalgia · TV Show

#1984 – HIMYM, Three Years Later

ENGLISH

In June I shared about my new subscription with Netflix and how I found it surprising that I could not find Friends or The Big Bang Theory there but, at least, I got How I Met Your Mother (HIMYM). Anyway, because of this, since then I have been running a marathon on HIMYM and, as of recently, I finally finished all nine seasons! Haha ๐Ÿ™ˆ.

I have quite a “long” history with HIMYM. I first watched it in Star World in 2007, quite possibly atย this time, and was immediately captivated by its brilliant Pilot episode. I watched its first three seasons sporadically in Star World before moving to the Netherlands in 2010. And then, I learned about the possibility to catch it up onlineย that was highly supported by the amazing internet speed, haha ๐Ÿ˜† . So I went on a marathon to catch up (Star World was behind by two seasons, btw, as HIMYM was premierred in 2005 actually). And early in 2014, I watched its final episode.

And that, kids, is how I met your mother.

โ€“ Ted Mosby

You see, at the time I was very disappointed with the ending. I mean, I am all in with twists or surprises, as long as those “worked”; but this twist the writers chose for the ending of such a wonderful sitcom did not feel like “working”, at least to me. I mean, I understood the “logic” behind it but this did not mean that I would like it, right? And I really didn’t.

I thought time might change my mind. You know, afterall people change anyway. But here I am, after re-marathoning the entire nine seasons of HIMYM more than three years after the conclusion of its last season, I can say that my position on the show’s finale turns out to still be the same. I still feel disappointed with the ending #consistency, haha ๐Ÿ˜† .

Nonetheless, the show is not only about how it ends. There are a lot of gems in the show. And I am especially glad I got to watch the first a few seasons because I, honestly, had apparently forgotten quite many details about those so watching some of those episodes still felt like watching new ones at times, haha. So even though I am disappointed with the ending, I still enjoyed Ted’s super long story on how he met his children’s mother (read: his wife).

And so, despite the disappointing ending, I still can say this show is one of my favorites ๐Ÿ™‚ .

Well, now that I have finished the entire nine seasons, I guess I need to find another (long) series to watch. Too bad the Game of Thrones is not on Netflix (My new colleague has become like the 5437th person who has recommended me to start watching this series, btw, haha ๐Ÿ˜† ), hmm…

BAHASA INDONESIA

Juni lalu aku bercerita mengenai keanggotaan baruku denganย Netflixย dan bagaimana aku cukup kaget aku tidak bisa menemukan Friends atau The Big Bang Theory di sana tetapi, setidaknya, masih ada How I Met Your Mother (HIMYM) sih. Nah, karena ini, semenjak waktu itu aku sudah marathonย nonton HIMYM dan baru-baru ini aku sudah selesai menonton ulang semua sembilan musimnya dong! Haha ๐Ÿ™ˆ.

Sejarahku dengan HIMYM ini cukup “panjang”. Aku pertama kali menontonnya di Star World di tahun 2007, kurang lebihย waktu ini, dan aku langsung terpesona dengan episode Pilot-nyaย yang brilian banget. Aku menonton tiga musim pertamanya secara loncat-loncat di Star World sebelum aku kemudian pindah ke Belanda di tahun 2010. Dan kemudian, aku menemukan yang namanyaย menonton acaranya onlineย yang mana didukung dengan kecepatan internet yang oke banget untuk itu, haha ๐Ÿ˜† . Jadilah aku menontonnya marathon untuk catch-up (Star World tertinggal selama dua musim, btw, karena HIMYM sebenarnya mulai ditayangkan di tahun 2005). Dan diย awal tahun 2014, aku menonton episode terakhirnya.

And that, kids, is how I met your mother.

โ€“ Ted Mosby

Waktu itu aku merasa amat kecewa dengan akhir ceritanya. Maksudku, aku oke-oke saja sih dengan yang namanya plot twists atau kejutan-kejutan gitu, tentunya selama kejutannya “bekerja” dengan baik ya; tetapi aku merasa twist yang dipilih penulis naskahnya untuk akhir dari sitcom yang keren banget ini rasanya malah “gagal” gitu deh, setidaknya untukku. Maksudku, aku bisa memahami “logika” di baliknya sih tetapi bukan berarti aku akan menyukainya kan? Dan aku benar-benar tidak menyukainya waktu itu.

Waktu itu aku berpikir mungkin waktu akan mengubah pikiranku. Tahu kan, toh setiap orang itu bisa berubah, haha. Tetapi di sini lah aku, setelah marathon sepanjang sembilan musimnnya HIMYM lagi lebih dari tiga tahun semenjak akhir acaranya ditayangkan, aku bisa bilang bahwa pendapatku akan akhir dari acara ini ternyata masih sama. Aku masih merasa kecewa dengan akhirnya #konsisten, haha ๐Ÿ˜† .

Toh walaupun begitu, acara ini bukanlah sekedar akhirnya saja kan. Ada banyak kok momen-momen seru dan bagus banget di sepanjang acara ini. Dan aku merasa senang aku bisa menonton lagi beberapa musim awal-awal karena aku, sejujurnya, ternyata sudah lupa beberapa detail ceritanya sehingga beberapa episodenya masih terasa baru untukku, haha. Jadi walaupun aku kecewa dengan akhir ceritanya, aku masih menikmati cerita super panjangnya Ted tentang pertemuannya dengan ibu dari anak-anaknya (baca: istrinya).

Dan jadilah, walaupun aku kecewa dengan akhirnya, aku masih bisa berkata bahwa acara ini adalah salah satu acara TV favoritku ๐Ÿ™‚ .

Yah, sekarang dimana aku sudah menyelesaikan sembilan musim HIMYM, aku rasa aku membutuhkan acara (panjang) lainnya nih. Sayang Games of Thrones nggak ada di Netflix (Kolega baruku barusan menjadi orang ke-5437 yang merekomendasikanku untuk menonton acara ini nih, btw, haha ๐Ÿ˜† ), hmm…

My Interest · TV Show

#1934 – The Amazing Race 29

ENGLISH

One of the current TV shows (well, if not the “only” show ๐Ÿ˜› ) I have been following lately is The Amazing Race 29. And last week, this season was concluded with its final leg in Chicago!

This has been another amazing season of The Amazing Race. Its unique concept of pairing 22 strangers turned out to be a nice one, where some teams got in fights (unsurprisingly) because of their “unfamiliarity” between partners and the personality difference between them. However, this did not really change the overall dynamic in the show, in my opinion, because even teams with pre-existing relationship could still get into fights just because of the stressful environment of the race.

Acropolis was the pitstop of the Athens leg
I also really liked it that the teams were not shy of using the three double u-turns throughout the race! Surely this would make the show more interesting where some teams got pressed because they were being u-turned, or that another team u-turned their “ally” team so to help them they u-turned another team, lol ๐Ÿ˜† .

The “design” of the tasks and race, however, felt a little bit clumsy especially in the first half of the season, though this improved a lot towards the end. For instance, it was a no brainer at the Lake Como leg that whoever got u-turned would get eliminated due to the five minutes interval between the one team per ferry ride they had to take. However, the Ninh Binh leg was an extremely brutal leg physically, and so “fun” to watch (but not fun for the racers to race, obviously; and I felt bad for Floyd). It was followed up with the awesome Seoul leg where all of the tasks were “so Korean”, even including playing a video game match against professional!

The racers had to go to Gangnam in the Seoul leg.
*** Spoilers alert, but it has been more than a week anyway so perhaps nothing are “spoilers” anymore ๐Ÿ˜› ***

My favorite team of this season was: Brooke and Scott, haha ๐Ÿ˜† . This might come as a “surprise” given the “villain” stamp the editors appeared to give them; and that Brooke was a total drama panicky queen. But I did find the dynamic between the two interesting because Scott tried to calm Brooke down and they strategized really well throughout the race, clearly “students” of the show! And in the end, Brooke and Scott ended up winning the 29th season!!

I am glad that The Amazing Race has been renewed to, at least, one more season!! The drop in TV ratings and the more than one year distance between the premiere of season 28 and 29 had “worried” me a little bit, to be honest. Well, now I just can’t wait for the next season!! ๐Ÿ™‚

BAHASA INDONESIA

Satu dari acara TV baru (eh, kalau bukan “satu-satunya” sih ๐Ÿ˜› ) yang aku ikuti baru-baru ini adalah The Amazing Race 29. Dan minggu lalu, musim ini berakhir dengan babak terakhirnya di Chicago!

Musim ini adalah musim yang seru lagi dari The Amazing Race. Konsep uniknya dimana mereka memasangkan 22 orang yang tidak mengenal satu sama lain ternyata oke juga, dimana beberapa tim jadi bertengkar (nggak heran) karena “ketidak-kenalan” mereka satu sama lain. Namun, menurutku ini tidak terlalu mengubah dinamik acaranya sih, karena toh walaupun sudah mengenal rekan satu tim sebelumnya pun mereka masih bisa bertengkar kok, ya karena suasana yang stressful dari race-nya kan.

Acropolis adalah pitstop di babak Athena
Aku juga suka banget tim-timnya nggak malu-malu untuk menggunakan tiga double u-turn di sepanjang musim ini! Jelas ini membuat acaranya semakin menarik ya dimana beberapa tim sebel banget dan kemudian marah-marah dong kena u-turn, atau satu tim me-u-turn satu tim “teman”-nya mereka sehingga untuk menolong tim “teman” ini, mereka me-u-turn tim yang lain, haha ๐Ÿ˜† .

“Disain” dan tugas-tugas di musim ini nampak cukup ceroboh terutama di setengah pertama musim ini, walaupun ini menjadi jauh lebih baik di akhir-akhir. Misalnya saja, jelas banget di babak Danau Como, siapa yang di-u-turn sudah hampir pasti tereliminasi akibat interval lima menit di antara kapal ferry yang dinaiki masing-masing tim. Namun, babak Ninh Binh adalah babak yang sangat brutal dalam hal fisik, sehingga “seru” untuk ditonton (walaupun jelas tentunya nggak seru untuk racers-nya sih, aku merasa iba terhadap Floyd). Babak ini diikuti dengan babak Seoul yang mana semua tugas-tugasnya “Korea banget”, bahkan termasuk main video game melawan profesional!

Racers harus pergi ke area Gangnam di babak Seoul.
*** Spoilers alert, eh tetapi sudah seminggu lebih ya jadi mungkin sudah nggak ada yang namanya “spoilers” lagi ๐Ÿ˜› ***

Tim favoritku musim ini adalah: Brooke dan Scott, haha ๐Ÿ˜† . Ini mungkin cukup “mengagetkan” karena label “tokoh jahat” yang ditempelkan editor-nya kepada mereka; dan juga Brooke nampak seperti seorang drama queen yang gampang panik. Tetapi aku merasa dinamik di antara keduanya sangat menarik karena Scott selalu berusaha menenangkan Brooke dan mereka juga berstrategi amat baik di sepanjang musim, jelas deh mereka “mempelajari” acara ini! Dan pada akhirnya, Brooke dan Scott juara!!

Aku merasa lega bahwa The Amazing Race sudah diperpanjang, minimal, satu musim lagi!! Turunnya rating di TV dan adanya jarak setahun lebih di antara mulai ditayangkannya musim 28 dan musim 29 sempat membuatku sedikit “khawatir”, sejujurnya. Dan sekarang, aku sudah nggak sabar nih menunggu musim selanjutnya!! ๐Ÿ™‚

TV Show

#1803 – My 9 Favorite Recent(-ish) JFL Videos

Just like last summer, here are sevenย more recent Just For Laughs videos which I really liked and enjoyed ๐Ÿ˜€ .

(1) Kid Uses Baguette for his Stick Up

What can I say? I just like a prank with a twist like this. Do you expect the twist btw? ๐Ÿ˜›

(2) Jurassic Park Prank!

The idea of this prank was actually very simple and common. However, what impressed me the most was just how real the dinosaur looked!! ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑย That was damn scary! ๐Ÿ˜†

(3) Coffin Blocks Cars from Driving By

As I said above, I like a storyline that has a twist ๐Ÿ˜›

(4) It’s Raining Teddy Bears!

If it worked, I wonder how much the dollar sign umbrella would cost though, lol ๐Ÿ˜†

(5) Instant Top Secret Mission Prank!

I mean, after all the drama and suspense… ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

(6) Woman Proposes Live on FaceTime!

The jealous reaction of some of the girls was hilarious! ๐Ÿ˜›

(7) Fake Amputee Asks for Money

I think in Indonesia this actually is not a prank ๐Ÿ˜› .

(8) Stealing Customers’ Grocery Bags !

The idea is really brilliant!! ๐Ÿ˜›

(9) The Worst Paramedics in History

I mean … ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Aviation · My Interest · TV Show

#1683 – Air Crash Investigation: GA 200

ENGLISH

My most favorite documentary show on TV is the long-running Air Crash Investigation (also titled “Mayday” in certain regions). This January, they premiered their 15th season with their first episode being a documentary of the Garuda Indonesia flight GA200 accident in Yogyakarta on 7 March 2007.

A cgi rendering of PK-GZC
A cgi rendering of PK-GZC

The accident being in Indonesia and in this case, even more specifically, it was in my hometown, made me a little bit more excited to watch the episode. Obviously if I really wanted to know, investigation of this accident has been done years ago and I could just look for the report somewhere. However, still, it feels more fun to watch it as an episode of a documentary show ๐Ÿ™‚ .

Btw, it was probably the second time my excitement level was more than average of an upcoming Air Crash Investigation. The first time was in the seventh season in 2009 where they made an episode of Adam Air’s KI 574 crash on 1 January 2007.

Synopsis

Garuda Indonesia’s Boeing 737-400 reg PK-GZC at KLIA. Photo credit: TK/Airliners.net

In the morning of 7 March 2007 [1], a Garuda Indonesia’s Boeing 737-400 reg PK-GZC was approaching runway 09 of Adisucipto Airport, Yogyakarta as flight GA 200 from Jakarta. The plane touched down 860 meter beyond the runway threshold atย much faster speed than normal, then it overshot the runway into the paddy field beyond runway 27, and burst into flames.

The investigation led to the conclusion that the main cause of the accident was pilot’s error; mainly rooting from a logical fallacy called “fixation”, where one is so focused on finishing a “task” (in this case, landing the plane) and ignoresย many signs to not do so (in this case, a lot of warnings in the cockpit) and do something else (in this case, to abort the landing attempt). For more details explanation, please just watch the episode ๐Ÿ˜‰ .

My Review

Positives

I think it was a good episode of Air Crash Investigation and it started season 15 in a good note (unlike the first episode of season 11 which I really, really, hated as it was so poorly produced).

The story and the narratives were both clear and rather easy to follow. The CGI was good as well and provided good details (even the Boeing 737-400 was wearing Garuda’s livery back then and the registration, PK-GZC, was there as well).

A cgi rendering of PK-GZC
A cgi rendering of PK-GZC

However, what I really liked the most about this episode was its fairness. In a way, this GA 200 accident was a turning point forย Garuda Indonesia. One of its direct implication was the European Union’s ban on all Indonesian airlines to fly in the EU air space in 2007. Since then, Garudaย had reformed and restructured the entire company as an airline. As a result, the ban was lifted (only for Garuda and three other Indonesian airlines) in 2009 and they reinstated the Jakarta – Amsterdam route in 2010 (which I flew in August 2010 ๐Ÿ˜› ). Their safety track record has been much better since then. As of December 2014, they are one of the only few 5-star airline in the world. And they have been steadily in the top 10 airlines in the world (by SkyTrax) in the last couples of years.

And this was portrayed at the end of the episode as well, where it was shown how Garuda Indonesia has changed and is now one of the most respected airlines in the world.

Negatives

However, there were also a couple of things from the episode which bothered me as well. First of all, it was portrayed as if Australia was leading/doing all the investigation of the crash. Okay, to be honest, I do not know for sure how the investigation went. However, what I do know is that Indonesia has our own National Transportation Safety Committee (NTSC) who would be responsible for this kind of task. If Australia took part in the investigation, I would think their role would be more of a supportive role. The investigation still should have been led by Indonesia becauseย the accident involved an Indonesian airline and it occurred on a domestic flight in Indonesia. This raised my eyebrows a little bit.

The second thing was more of a minor thing though, haha ๐Ÿ˜† . As mentioned above, Garuda has reformed since the accident where one of the key program was to clean up its brand identity. To do that, they intoduced new look in the form of new livery in 2009 and new flight attendants’ uniform in 2010.

Just take a look at the following screenshot:

Garuda flight attendant's "uniform" portrayed in the documentary
Garuda flight attendant’s “uniform” portrayed in the documentary

You see, the flight attendant’s uniform was portrayed to resemble current Garuda’s flight attendant uniform. However, back then in 2007, obviously they still wore the older uniform. I mean, it should have looked more like this:

Garuda's old flight attendant uniform. Photo credit: Sam Chui. Source: http://www.samchuiphotos.com/Indonesia09/
Garuda’s old flight attendant uniform. Photo credit: Sam Chui. Source: http://www.samchuiphotos.com/Indonesia09/

haha ๐Ÿ˜†

Yeah, but I am just cherry-picking here. These small problems did not take away the fact that I enjoyed watching the episode (aside from the first negative point I raised above).

BAHASA INDONESIA

Salah satu acara dokumenter favoritku di TV adalah Air Crash Investigation (yang juga dijuduliย “Mayday”ย di beberapa negara) yang sudah bermusim-musim itu. Nah, Januari ini, mereka mulai menayangkan eisode pertama musim ke-15nya yang mana merupakan dokumenter dari kecelakaan pesawat Garuda Indonesia penerbangan GA200ย di Yogyakarta tanggal 7 Maret 2007.

A cgi rendering of PK-GZC
Gambar grafik komputerย PK-GZC

Kecelakaannya berlangsung di Indonesia dan untuk kasus ini, lebih spesifik lagi, di kota asalku, membuatku sedikit lebih tertarik dari biasanya untuk menonton episode ini. Tentu saja sih jika aku beneran ingin tahu, toh investigasinya sudah selesai bertahun-tahun yang lalu dan aku bisa mencari laporannya kan. Namun, tetap aja rasanya lebih seru ketika menontonnya sebagai satu episode dokumenter ๐Ÿ™‚ .

Btw, mungkin ini adalah kali kedua dimana level ketertarikanku jauh di atas rata-rata loh untuk menonton episode yang akan datang dari Air Crash Investigation. Yang pertama adalah ย di musim ketujuhnya di tahun 2009ย dimana mereka menayangkan episode mengenai kecelakaannya Adam Air KI 574ย tanggal 1 Januari 2007.

Sinopsis

Boeing 737-400 milik Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GZC di KLIA. Photo credit: TK/Airliners.net

Di pagi hari tanggalย 7 Maret 2007 [1], sebuah Boeing 737-400 milik Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GZC akan mendarat di landasan pacu 09 Bandara Adisucipto, Yogyakarta, sebagai penerbangan GA 200 dari Jakarta. Pesawatnya menyentuh landasan pacu 860 meter dari ujung landasan dengan kecepatan jauh di atas normal, kemudian overshooting landasan pacunya, terperosokย ke area persawahan di luar landasan pacu 27, dan terbakar.

Investigasinya mengarah ke kesimpulan dimana penyebab utama kejadian ini adalah kesalahan pilot; terutama yang bersumber dari kesalahan berpikirย yang disebut “fixation“, dimana saking fokusnya seseorang dalam menyelesaikan suatu “tugas” (dalam hal ini, mendaratkan pesawatnya), ia kemudian mengabaikan tanda-tanda yang menyatakan ia harus berhenti (dalam hal ini, banyak sekali peringatan dari komputer pesawat di kokpit) dan harus melakukan hal lain (dalam hal ini, membatalkan pendaratan).ย Untuk penjelasan lebih lengkapnya, tonton episodenya saja deh ๐Ÿ˜‰ .

Review-ku

Segi Positif

Aku rasa ini adalah episode yang bagus dari Air Crash Investigation dan episode ini memulai musim 15-nya dengan baik (nggak kayak episode pertamanya musim 11 yang aku benar-benar tidak suka karena produksinya jelek banget).

Cerita dan narasinya jelas dan mudah diikuti. Gambar grafik komputernya juga bagus dan cukup mendetail (bahkan Boeing 737-400nya mengenakan livery-nya Garuda waktu itu dan registrasi pesawatnya, PK-GZC, turut pula digambarkan).

A cgi rendering of PK-GZC
Gambar grafik komputerย PK-GZC

Namun, yang paling aku suka dari episode ini adalah keadilannya (atau keobyektivitasannya). Di satu sisi, kecelakaan GA 200 ini adalah titik balik bagi Garuda Indonesia. Salah satu efek langsungnya adalah larangan dari Uni Eropa terhadap semua maskapai penerbangan Indonesia untuk terbang di langit Eropa di tahun 2007. Semenjak itu, Garuda Indonesia berbenah, memperbaiki dan merestrukturisasi perusahaannya sebagai sebuah maskapai penerbangan. Hasilnya, larangan terbang dicabut (hanya untuk Garuda dan tiga maskapai Indonesia lainnya) di tahun 2009 dan mereka membuka kembali rute Jakarta – Amsterdam di tahun 2010 (yangย aku terbangi Agustus 2010ย ๐Ÿ˜› ). Rekam jejak keselamatan mereka juga semakin baik. Per Desember 2014, mereka juga diberi gelar sebagai satu dari sedikit maskapai penerbangan berbintang 5 di dunia. Juga, mereka stabil berada di peringkat 10 besar dari semua maskapai penerbangan (berdasarkan SkyTrax) beberapa tahun belakangan.

Dan ini ditampilkan di akhir episodenya juga, dimana tunjukkan bagaimana Garuda Indonesia sudah berubah dan sekarang menjadi salah satu maskapai yang paling disegani di dunia.

Segi Negatif

Namun, ada juga beberapa hal di episode ini yang menggangguku. Pertama-tama, digambarkan seakan-akan Australia lah yang memimpin/melakukan investigasi kecelakaan ini. Oke, sejujurnya, memang sih aku tidak tahu bagaimana investigasnya berlangsung. Hanya saja, yang aku tahu pasti adalah bahwa Indonesia memiliki Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang berwenang akan investigasi semacamย ini. Jika Australia turut ambil bagian dalam investigasi, seharusnya perannya hanyalah sebagai peran pendukung. Seharusnya investigasinya masih tetap dipimpin oleh Indonesia karena kecelakaannya melibatkan maskapai Indonesia dan pun terjadi di sebuah penerbangan domestik di Indonesia. Ini membuatku sedikit mengernyitkan dahi.

Hal kedua adalah hal kecil aja sih, haha ๐Ÿ˜† . Seperti yang aku bilang di atas, Garuda sudah merestrukturisasi penerbangannya semenjak itu dan satu perubahan vital yang mereka lakukan adalah pembenahan identitas brand. Untuk itu, mereka mengubah penampilan mereka dengan mengenalkan livery baru di tahun 2009 dan seragam baru bagi pramugari/a di tahun 2010.

Lihat deh screenshot berikut ini:

Garuda flight attendant's "uniform" portrayed in the documentary
“Seragamnya”seorang pramugari Garudaย di dokumenternya

Nah kan, seragam pramugarinya ditampilkan mirip seperti model seragam pramugarinya sekarang. Padahal, jelas di tahun 2007 mereka masih mengenakan seragam lama. Maksudku, seharusnya seragamnya nampak lebih seperti ini kan:

Garuda's old flight attendant uniform. Photo credit: Sam Chui. Source: http://www.samchuiphotos.com/Indonesia09/
Seragam lamanya pramugari Garuda. Photo credit: Sam Chui. Source: http://www.samchuiphotos.com/Indonesia09/

haha ๐Ÿ˜†

Yaa, tapi ini mah cuma menunjuk hal-hal kecil sampingan aja ya. Masalah kecil ini tidak memiliki efek terhadap fakta bahwa aku menikmati menonton episodenya kok (kecuali poin negatif pertama yang kusebutkan di atas ya).

TV Show

#1671 – South Park 19 and The Apprentice UK 11

ENGLISH
South Park 19

Okay, to me, the newest season of South Park (season 19) has certainly been the best season ever!! First of all, it turned out that all ten episodes were related to each other in term of a general big story arc. I love something like this.

But moreso, I do love the main topic that they brought forward this season. Okay, two main topics actually: political correctness and ads. Yeah, ads as in advertisements, haha ๐Ÿ˜† . So in the story they mention that ads have evolved along with technological advancement in people’s life and at some point, they have gained intelligence.ย Okay the intelligence part certainly makes no sense but this is South Park so what do you expect? ๐Ÿ˜›

Do you know why I like this topic so much? Because this is the same feeling which I have been having lately in the past a few months, especially with Youtube. I feel like now the frequency of advertisement there has become more and more; and it starts to get really annoying to me, haha ๐Ÿ˜› . Also, indeed it is true that there are a lot of articles in the internet which are actually advertisements of some products and they disguise themselves well. If weย do not really pay close attention, we will not be aware of them! Really!

I have no comment on the political correctness theme here though (no pun intended) ๐Ÿ˜› .

Anyway, yeah, that is even more reason for me to like South Park. Now I cannot wait for season 20 ๐Ÿ˜€ .

The Apprentice UK Series 11

The newest series of The Apprentice UK was also concluded last week where Lord Sugar chose Joseph Valente as his new business partner over Vanaย Koutsomitis.

First of all, so for the fifth year in a row, the candidate which I supported in the final became the runner-up, haha. In 2011, it was Susan/Helen, in 2012 it was Tom, in 2013 it was Luisa, in 2014 it was Bianca, and this year, Vana, haha ๐Ÿ˜† .

This series has been another really good and entertaining series of The Apprentice UK to me. This show made my Wednesday an exciting one for the past two and a half months. I really like their concept and decision to stick with the real business-theme of the show,ย unlike the original American one which adjusted itself to a celebrity-centered show raising money for charity. Gosh I hate those swift of concet in the American version. It was such a shame.

Anyway, congratulations Joseph, and I cannot wait for series twelve next year! ๐Ÿ™‚

BAHASA INDONESIA

South Park 19

Oke, untukku, musim terbaru dari South Park (musim 19) jelas adalah salah satu musim terkerennya!! Pertama-tama, ternyata keseluruhan sepuluh episodenya itu terhubung satu sama lain lho dalam hal jalan cerita utamanya. Dan aku suka banget yang kayak gini nih.

Tetapi lebih dari itu, aku suka banget topik yang mereka angkat musim ini. Oke, dua topik sih sebenarnya: tentang political correctness dan ads. Yang aku maksud dengan ads adalah iklan btw, haha ๐Ÿ˜† . Jadi diceritakan bahwa iklan sudah berevolusi sesuai dengan perkembangan teknologi manusia dan di satu waktu, mereka sudah memiliki inteligensianya sendiri. Oke, bagian inteligensianya mah jelas nggak masuk akal lah ya tapi ini kan South Patk, jadi ya memang begitu kan? ๐Ÿ˜›

Tahukah mengapa kok aku suka topik ini? Ya karena aku merasakan perasaan yang sama selama beberapa bulan terakhir, terutama dengan Youtube. Aku rasa kok akhir-akhir ini frekuensi iklan di Youtube itu semakin dan semakin sering aja yah; dan semakin kesini semakin bikin sebel nih, haha ๐Ÿ˜› . Juga, aku rasa benar juga bahwa memang ada banyak artikel di internet yang sebenarnya adalah iklan dan mereka menyamarkan diri dengan baik lho. Jika kita tidak berhati-hati, kita tidak akan sadar deh! Beneran!

Kalau untuk topik political correctness-nya mah aku tidak ada komentar lah ya (no pun intended) ๐Ÿ˜› .

Anyway, ya, semakin banyak deh alasan bagiku untuk suka South Park ini. Sekarang aku sudah nggak sabar nih menunggu season 20nya ๐Ÿ˜€ .

The Apprentice UK Series 11

Seri terbaru dari The Apprentice UK juga berakhir minggu lalu dimana Lord Sugar memilih Joseph Valente sebagai partner bisnis terbarunya dan bukannya Vanaย Koutsomitis.

Pertama-tama, untuk kelima tahunnya berturut-turut, kandidat yang aku dukung di final berakhir menjadi runner-up-nya dong, haha. Di tahun 2011, waktu itu adalah Susan/Helen, di tahun 2012 adalam Tom, di tahun 2013 adalah Luisa, di tahun 2014 adalah Bianca, dan tahun ini adalah Vana, haha ๐Ÿ˜† .

Seri ini merupakan sebuah seri The Apprentice UK yang bagus dan sangat menghibur untukku. Acara ini membuat hari Rabu menjadi hari yang aku tunggu-tunggu lho selama 2,5 bulan belakanan ini. Aku amat suka konsepnya dan keputusan mereka untuk tetap berpegang-teguh dengan tema bisnis yang sebenarnya, tidak seperti versi asli Amerikanya yang mengubah konsepnya menjadi acara yang fokus di para selebriti yang berusaha mengumpulkan uang untuk amal. Ah, aku benci banget perubahan konsep di versi Amerika itu. Sayang banget.

Anyway, selamat Joseph, dan aku sudah tidak sabar menunggu seri kedua-belasnya tahun depan! ๐Ÿ™‚