#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

#1869 – The Williamses at the Australian Open 2017

ENGLISH

It is not a secret that my two most favorite female tennis players, ever, are Venus Williams and Serena Williams. Currently, they are in their mid-30s and still play great tennis; especially Serena who is considered to be the greatest female tennis player of all time.

This January, the first grandslam tournament of the year was held, the Australian Open in Melbourne, Australia. Fortunately, both Venus and Serena were drawn into different halves, meaning they could only meet each other in the final (to be honest, nowadays I do feel like they are more often drawn in the same half of the draw than not, which is annoying to me, haha).

After six rounds, the tournament’s draw looked like this:

The women's singles draw of Australian Open 2017, after the semifinals

The women’s singles draw of Australian Open 2017, after the semifinals. Source: Wikipedia

Yes people, both Venus and Serena Williams made the final!! This Venus’ reaction after winning her semifinals match against the 25 year-old Coco Vandeweghe pretty much summed up my emotion as well:

Australian Open GIF - Find & Share on GIPHY

You might wonder why a player of Venus Williams’ calibre was that excited just by reaching a grandslam final. There is a reason why.

In 2011, Venus announced to the world that she was diagnosed with Sjögren’s syndrome, an auto-immune disease which zapped energy and caused pains. This was definitely not ideal for someone whose profession was a professional athlete. Consequently, she struggled with her tennis since then, losing matches to players she should have never lost and her ranking dropped. Many people wondered why she did not just retire, because to that point she had won so much anyway (be in tennis or financially (she already owned a few companies as well)). But she loved tennis. So much to the point that she was not going to let the incurable disease stop her.

Slowly she learned how to manage her disease while competing professionally. In the past two years or so, it started to pay off. She won more matches and bigger tournaments, ended 2015 ranked no.7, and spent much of 2016 in the top 10. But one thing was still missing: deep runs in the grandslams. She reached the semifinals of Wimbledon last year, but lost there to Angelique Kerber. Finally, her time came at this Australian Open, where she reached the final!!

Australian Open GIF - Find & Share on GIPHY

Better, in the final she played her sister, Serena Williams! Yes, the first all-Williams grandslam final since Wimbledon 2009, which happened to be Venus’ last singles grandslam final prior to this one as well!

I took it for granted in 2009, though, confident that another all-Williams grandslam final would, for sure, happen again. Oh, little did I know that I would have to wait seven and a half years before the next one! At one point, I already made a peace with myself that it might never come to reality, haha. However, this made me enjoy this moment even more!

It was difficult for me to pick a side for the final, really. As I wanted both to win, haha. Amazingly, though, both played for different historical tennis record. For Venus, obviously, to win her eighth grandslam at the age of 36 would be amazing. For Serena, a victory would earn her her 23rd grandslam singles title, thus surpassing Steffi Graf’s 22 and becoming the winningest tennis player, male or female, in the open-era!

So it was indeed a win-win situation to me, haha. The only thing I could do was to watch the match and enjoy this moment!! Not that I was complaining, of course! Watching the match felt quite weird, though, where I was genuinely happy with every single point, as all of them were won by the player I was supporting! Lol 😆

In the end, the result was as expected where Serena Williams ended up winning 6–4, 6–4. Thus surpassing Steffi Graf’s record and putting herself just one shy of Margaret Court’s all-time 24 grandslam singles title record. As a cherry on top, she also returned to world no.1 due to the victory, replacing Angelique Kerber from the top of the ranking.

Yup, overall, I am super happy with the result of this year’s women’s singles of the Australian Open!!

Serena Williams won her 7th Australian Open singles title and returned to world no.1. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac

Serena Williams won her 7th Australian Open singles title and returned to world no.1. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac

BAHASA INDONESIA

Bukan rahasia lagi bahwa dua petenis wanita favoritku, sepanjang masa, adalah Venus Williams dan Serena Williams. Sekarang ini, mereka berada di pertengahan umur 30an dan masih bermain tenis dengan ciamik; terutama Serena yang dianggap sebagai petenis wanita terhebat sepanjang masa.

Januari ini, turnamen grandslam pertama diadakan, Australian Open di Melbourne, Australia. Beruntung, Venus dan Serena berada di sisi undian yang berlawan, artinya mereka hanya bisa bertanding di babak final saja (sejujurnya, akhir-akhir ini kok aku merasa mereka lebih sering berada di sisi undian yang sama ya, yang mana menyebalkan bagiku, haha).

Setelah enam ronde, undian turnamennya nampak seperti ini:

The women's singles draw of Australian Open 2017, after the semifinals

Undian tunggal putri Australian Open 2017 setelah babak semifinal. Sumber: Wikipedia

Iyaaa, Venus dan Serena Williams masuk final doong!! Reaksinya Venus setelah memenangi pertandingan semifinalnya melawan Coco Vandeweghe yang berumur 25 tahun ini mewakili emosiku banget:

Australian Open GIF - Find & Share on GIPHY

Haha, mungkin ada yang heran mengapa kok pemain sekaliber Venus Williams se-excited itu padahal cuma baru masuk babak final saja (kan belum juara). Ada alasannya.

Di tahun 2011, Venus mengumumkan bahwa ia didiagnosa menderita sindrom Sjögren, sebuah penyakit kekebalan tubuh yang menghisap energi penderitanya dan menyebabkan nyeri tubuh luar biasa. Kondisi begini jelas tidak ideal bagi seseorang yang profesinya adalah atlet profesional. Sebagai akibatnya, prestasi tenis Venus menurun, kalah dari pemain-pemain yang seharusnya tidak akan pernah menang melawannya, dan peringkatnya otomatis juga jatuh. Banyak yang heran mengapa ia tidak pensiun saja, toh sampai waktu itu dia sudah banyak menang juga kan (baik di tenis maupun secara finansial (ia sudah memiliki beberapa perusahaan sendiri)). Tetapi ia cinta tenis. Cinta sekali sampai-sampai ia tidak akan membiarkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini menghentikannya.

Perlahan-lahan ia belajar bagaimana mengelola penyakitnya sambil bertanding secara profesional. Dua tahun belakangan, usahanya mulai membuahkan hasil. Ia mulai lebih banyak memenangi pertandingan dan turnamen-turnamen cukup besar, mengakhiri tahun 2015 dengan peringkat 7, dan berada di peringkat 10 besar di hampir sepanjang tahun 2016. Tetapi ada satu hal yang masih hilang: prestasi yang baik di turnamen grandslam. Ia masuk babak semifinalnya Wimbledon tahun lalu, tetapi kalah dari Angelique Kerber. Akhirnya, waktunya tiba juga di Australian Open ini, dimana ia masuk final!!

Australian Open GIF - Find & Share on GIPHY

Lebih seru lagi, di final ia bertanding melawan adiknya, Serena Williams! Iyaaa, final grandslam all-Williams pertama semenjak Wimbledon 2009, yang mana kebetulan juga kali terakhir Venus masuk babak final tunggal putri grandslam sebelum ini!!

Di tahun 2009 aku meremehkan situasi, dimana aku percaya banget final grandslam all-Williams selanjutnya pasti akan terjadi lagi. Oh, nggak tahu bahwa aku harus menunggu tujuh setengah tahun sampai yang selanjutnya! Di satu waktu, aku sudah rela untuk menerima kemungkinan bahwa mungkin itu tidak akan menjadi kenyataan, haha. Ah, tapi ini justru membuatku untuk lebih menikmati waktu ini sih!

Sulit bagiku untuk memihak di babak final ini, beneran. Aku ingin keduanya menang aja deh, haha. Kerennya, keduanya bermain untuk menorehkan rekor bersejarah di tenis. Untuk Venus, memenangi gelar grandslam kedelapannya di usia 36 tahun tentu keren banget. Untuk Serena, kemenangan akan memberikannya gelar tunggal grandslam ke-23, artinya melewati rekor 22nya Steffi Graf dan menjadi petenis, putra atau pun putri, yang paling banyak menang di sepanjang sejarah Era Terbuka tenis!

Haha, jadi memang situasinya win-win sih untukku. Yang bisa aku lakukan adalah menonton pertandingannya dan menikmati waktu dan kesempatan ini!! Tentu saja aku tidak komplain! Menonton pertandingan ini rasanya aneh sih, dimana aku merasa senang di setiap poin, karena semuanya dimenangi oleh pemain yang aku dukung! Haha 😆

Namun, pada akhirnya hasilnya sih sesuai dengan perkiraan banyak orang dimana Serena Williams menang 6–4, 6–4. Artinya ia telah memecahkan rekornya Steffi Graf dan sekarang kurang satu saja untuk menyamai rekor all-time-nya Margaret Court sebanyak 24 gelar tunggal grandslam. Sebagai bonus, ia juga kembali ke posisi peringkat 1 dunia akibat kemenangan ini, melengserkan Angelique Kerber dari puncak ranking.

Yup, secara keseluruhan, aku sungguh merasa senang banget dengan hasil tunggal putri Australian Open tahun ini!!

#1838 – Some Stories This Week

ENGLISH

Here are some stories from this week.

A Future Plan

Lol, “a future plan” might sound so serious yet funny at the same time, indeed.

Anyway, when a plan exists, it means there is a goal that we (I) want to achieve. This is the case here. And I am really grateful that my company has played a bit of a role to make this the case. A near-term goal which I have had in mind for a while now, at least, has come to a less vague state. At least now I know some concrete steps which I want to take to achieve this goal.

So what goal that is? Well, as always, I like to be so cryptic and won’t share it here now; as it might jynx it 😛 . However, I have to say it is quite a big life goal. But as usual, when the time comes, for sure I will share what that goal is 😉 .

Having said that, it is still a long process from where I stand now. I guess I need to just make that first step soon and try to enjoy the process as much as possible, as for sure there will be valuable lessons and experiences along the way 😛

Tennis Lesson

Anyway, I have also had my tennis lesson started this week. So this summer I extended my Sports Card membership at TU Delft, making use of the student discount that was, then, still valid as I was still registered as a TU Delft employee 😛 . It was nice to finally hit some tennis balls again after a few weeks off; even though my rhythm was nowhere to be found this week 😛 .

Andy Murray = 2016 Year-End World Number 1!!

Speaking of tennis, I am really happy that by winning the year-end championships (ATP World Tour Finals) in London last week, Andy Murray officially ends 2016 as the world number 1 male tennis player!!

You know, two weeks prior he reached the world number 1 position for the first time ever in his career. To be honest, I had a bit of a worry this stint would only short-live because he had such a tough draw in London, at least on paper, while on the other hand, Novak Djokovic, the other player who could potentially snatch the number 1 ranking back, had an easier draw. So I am super glad he managed to get through that!

Congratulations, Andy! 😀

Andy Murray ended 2016 as the world number 1. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe

Andy Murray ended 2016 as the world number 1. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe

BAHASA INDONESIA

Berikut ini beberapa cerita dari minggu ini.

Sebuah Rencana Masa Depan

Huahaha, “sebuah rencana masa depan” terdengar serius banget tapi lucu juga ya.

Anyway, ketika sebuah rencana terbentuk, artinya ada tujuan yang ingin kita (aku) capai. Memang ini sih kasusnya di sini. Dan aku sungguh bersyukur kantorku sedikit membantuku untuk membuat ini terjadi. Sebuah tujuan jangka menengah yang sudah aku pertimbangkan selama beberapa waktu sekarang, setidaknya, sudah memasuki bentuk yang sedikit lebih jelas. Setidaknya sekarang aku sudah memiliki beberapa langkah kongkrit untuk mencapai tujuan ini.

Memang tujuan apa sih? Ah, mau tau aja atau mau tau banget? Haha. Ah, tapi seperti biasanya, aku mau sok misterius dulu deh sekarang dan tidak akan membagikan ceritanya dulu; takut nge-jynx euy 😛 . Namun, harus kubilang bahwa ini adalah sebuah tujuan yang besar banget lah. Tapi seperti biasa, nanti jika saatnya sudah tiba, tentu sebuah tujuan ini akan kuceritakan di sini 😉 .

Walaupun begitu, prosesnya masih panjang banget dari posisiku sekarang ini. Aku rasa memang aku sebaiknya menutup mata dan langsung membuat langkah pertama itu sih; dan kemudian berusaha menikmati prosesnya semaksimal mungkin karena aku yakin akan ada banyak pelajaran dan pengalaman berharga sepanjang jalan 😛 .

Les Tenis

Anyway, minggu ini les tenisku dimulai lagi. Jadi musim panas lalu aku memperpanjang keanggotaanku di pusat olahraganya TU Delft, memanfaatkan diskon mahasiswa ketika aku masih terdaftar resmi bekerja di TU Delft kan 😛 . Asyik aja akhirnya bisa memukul bola tenis lagi setelah absen beberapa minggu; walaupun ritmeku kacau banget sih minggu ini 😛 .

Andy Murray = Peringkat 1 Dunia Akhir Tahun 2016!!

Ngomongin tenis, aku senang sekali bahwa dengan memenangi turnamen tutup tahun (ATP World Tour Finals) di London minggu lalu, Andy Murray resmi mengakhiri tahun 2016 sebagai petenis pria peringkat 1 dunia!!

Tahun kan, dua minggu sebelumnya ia mencapai peringkat 1 dunia untuk pertama kalinya di kariernya. Sejujurnya, aku sedikit khawatir pencapaian ini akan berlangsung sebentar saja kali ini karena ia mendapatkan undian yang berat di London, setidaknya di atas kertas. Sementara itu, Novak Djokovic, pemain lainnya yang secara matematis bisa merebut peringkat 1 kembali, mendapatkan undian yang lebih ringan. Jadi aku lega deh ia berhasil melalui itu semua!

Selamat, Andy! 😀

 

#1769 – A Weekend with Wimbledon

ENGLISH

The main theme of my weekend was definitely the final stage of this year’s Wimbledon, the third grandslam tournament of the year, haha 😆 .

This Wimbledon was great for my favorites. While it was not surprising at all that Serena Williams went deep in the tournament, I was very happy that Venus Williams also reached the semifinal stage! It was her first grandslam semifinal appearance since US Open 2010, and first in Wimbledon since Wimbledon 2009! So for this reason I had a mixed feeling after the semifinal stage: Serena advanced to the final while Venus was stopped by Angelique Kerber. Obviously I was sad that there would be no all-Williams final this year. On the other hand, I knew I would have felt a really huge and deep regret had both Williams reached the final because I would have not been able to go to London and watch the match live because I did not have a valid UK visa! Haha 😆 . I was thinking of applying for one a few months ago but I ended up not doing that. #Indonesianpassportholdersproblem

Back in Wimbledon this year!!

I wish I was in Wimbledon this year!! This was from last year

Anyway, here is the plot: Prior to Wimbledon, Serena had reached the finals of the two other grandslams this year. However, the results were untypical: she lost both. To Kerber in Australia and to Garbiñe Muguruza in France (a match which I actually witnessed with my own eyes 😦 ). So while she was still the favorite coming to this final, a bigger question mark had formed.

Serena and Kerber played a great ladies singles final where both players pretty much went toe to toe. Kerber, especially, was very impressive with her defensive skill where she was able to handle the barrage of Serena’s attack. This was one of the main reasons how she beat Serena in Australia, though. However, Serena was ready for it this time and was in a very solid mental state. Kerber showed glimpse of lapse of concentration in both sets, which cost her the match. Serena won 7–5, 6–3. Finally, she won her 22nd grandslam singles title and, thus, tying the open-era record set by Steffi Graf in 1999. This released huge amount of pressure from herself, and I love her reaction after the victory:

Yess!! 22 Baby!!

Meanwhile in the ladies doubles draw’, the Williams sisters, ranked 251st in the world (due to inactivity), also made the final. Later on that evening, they beat the fifth seed Timea Babos and Yaroslava Shvedova 6–3, 6–4 to win their sixth Wimbledon doubles title!!

So, yeah, all in all I am very happy with the outcome but I still feel just a little bit sad for not being able to witness that day myself 😛 . I mean, my last-minute visit to Wimbledon last year was amazing so I imagine that had I been able to come to London this year, it would probably have been even more amazing!! But well…

Serena and Venus Williams won the ladies doubles title in 2016. Their first grandslam doubles title since Wimbledon 2012! Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Serena and Venus Williams won the ladies doubles title in 2016. Their first grandslam doubles title since Wimbledon 2012! Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

In the men’s singles draw, Novak Djokovic surprisingly fell in the third round, suddenly making Andy Murray, my favorite male tennis player now, the big favorite to win the title. Funnily, though, Murray’s plot this year was very similar with Serena’s. Murray reached the final in Australia and France where he lost both to Djokovic (in Paris, I also witnessed this match myself 😦 ).

Murray reached the final where he faced Milos Raonic on Sunday. It was Murray’s 11 grandslam finals and for the first time ever, he did not have to face either Djokovic or Roger Federer. In the end, Murray won in straight sets to win his second Wimbledon and third grandslam title overall!!

Yeah, this weekend was a good weekend for my favorite!! 😀 Collectively, this result is the best one (to me) since the US Open 2012! haha 😛 .

Serena Williams won Wimbledon 2016. Photo credit: Adam Pretty/Getty Images Europe

Serena Williams won Wimbledon 2016. Photo credit: Adam Pretty/Getty Images Europe

Andy Murray won Wimbledon 2016. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe

Andy Murray won Wimbledon 2016. Photo credit: Julian Finney/Getty Images Europe

BAHASA INDONESIA

Tema utama akhir pekanku kemarin jelas adalah babak finalnya Wimbledon, turnamen grandslam ketiga tahun ini, haha 😆 .

Wimbledon kali ini baik bagi petenis favoritku. Ketika jelas tidak mengagetkan bahwa Serena Williams masuk babak akhir dari turnamen ini, aku senang banget Venus Williams masuk ke babak semifinal! Ini adalah semifinal grandslam pertamanya semenjak US Open 2010, dan pertama di Wimbledon semenjak Wimbledon 2009! Oleh karena alasan itu lah perasaanku campur aduk dengan hasil babak semifinalnya: Serena maju ke final sementara Venus kalah di semifinal dari Angelique Kerber. Jelas aku sedih lah ya final all-Williams tidak terjadi tahun ini. Di sisi lain, aku tahu aku sungguh akan merasa sangat amat menyesal andaikata kedua Williams masuk ke final karena aku tidak akan bisa pergi ke London untuk menonton finalnya langsung karena aku nggak punya visa UK yang masih berlaku! Haha 😆 . Beberapa bulan lalu aku sempat kepikiran untuk mengajukan visa UK lagi tetapi nggak aku lakukan. #Masalahpemegangpasporijo

Back in Wimbledon this year!!

Ugh, andaikata aku pergi ke Wimbledon tahun ini!! Foto ini dari tahun lalu

Anyway, berikut ini jalan ceritanya: Sebelum Wimbledon ini, Serena mencapai babak final di dua turnamen grandslam sebelumnya. Masalahnya, hasilnya nggak biasa banget: ia kalah di keduanya. Kalah dari Kerber di Australia dan dari Garbiñe Muguruza di Prancis (sebuah pertandingan yang kusaksikan langsung dengan mata kepala sendiri 😦 ). Jadi walaupun ia masih lah favorit untuk menang di final ini, ada sebuah tanda tanya besar yang menggantung.

Serena dan Kerber bermain final tunggal putri yang sangat seru dimana kedua pemain bermain seimbang. Kerber, terutama, impresif banget dengan kemampuan defensifnya dimana ia bisa melayani hujan serangannya Serena. Ini adalah satu alasan mengapa ia bisa menang dari Serena di Australia. Namun, kali ini Serena sudah siap untuk itu dan berada pada kondisi fokus mental yang tepat. Konsentrasi Kerber hilang sebentar di kedua set, dan ini menyebabkan kekalahannya. Serena menang 7–5, 6–3. Akhirnya, gelar grandslam ke-22 ia dapatkan juga dan, dengan ini, ia menyamai rekor era terbuka yang ditorehkan Steffi Graf di tahun 1999. Ini melepaskan banyak sekali tekanan dari dirinya, dan aku sukaaa banget reaksinya setelah kemenangannya:

Iyaaaa!! 22 Baby!!

Sementara itu, di sisi ganda putri, Williams bersaudari yang berperingkat 251 sedunia (karena sudah lama nggak main ganda) juga masuk di babak final. Di malam harinya, mereka mengalahkan Timea Babos dan Yaroslava Shvedova 6–3, 6–4 untuk memenangi gelar ganda Wimbledon keenam mereka!!

Jadi, ya, secara keseluruhan jelas aku senang sekali dengan hasil ini walaupun agak sedih juga sih nggak bisa menontonnya secara langsung 😛 . Maksudku, perjalanan dadakanku ke Wimbledon tahun lalu kan seru banget ya sehingga aku bayangkan andaikata tahun ini aku juga bisa ke London, pasti bakal lebih seru lagi deh dengan hasil yang seperti ini!! Ah, sudahlah…

Serena and Venus Williams won the ladies doubles title in 2016. Their first grandslam doubles title since Wimbledon 2012! Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Serena dan Venus Williams menjuarai gelar ganda putri Wimbledon 2016. Gelar grandslam ganda pertama mereka semenjak Wimbledon 2012!  Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images Europe

Di sisi tunggal putra, secara mengejutkan Novak Djokovic kalah di babak ketiga sehingga Andy Murray, petenis putra favoritku sekarang, adalah favorit untuk juara. Lucunya, jalan cerita Murray tahun ini mirip dengan jalan cerita Serena. Murray mencapai babak final di Australia dan Prancis dimana di keduanya ia kalah dari Djokovic (di Paris, pertandingan ini juga kusaksikan dengan mata kepala sendiri 😦 ).

Murray mencapai babak final dimana ia menghadapi Milos Raonic di hari Minggu. Ini adalah final grandslamnya Murray yang kesebelas dimana untuk pertama kalinya, ia tidak harus menghadapi Djokovic atau Roger Federer. Pada akhirnya, Murray menang straight sets untuk memenangi gelar Wimbledon kedua dan grandslam ketiganya!!

Iyaa, akhir pekan ini adalah akhir pekan yang baik untuk favoritku!! 😀 Secara keseluruhan, hasil ini adalah hasil terbaik (untukku) semenjak US Open 2012! haha 😛 .

#1760 – My 2016 Roland Garros Trip (Part III: Roland Garros (Sunday))

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

While I arrived at Stade Roland Garros some 20 minutes later than my Saturday visit, I was still one of the first spectators to enter the site today, haha 😆 . Anyway, today I got a Ring 3 ticket (the furthest ring from the tennis court but offered the cheapest price) at Court Philippe Chatrier. These were the matches scheduled today:

  1. Women’s Doubles Final: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)
  2. Men’s Singles Final: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Exciting!

After entering the site, I went to my seat in Court Philippe Chatrier to see how the view would be from my seat. Well, it turned out it was okay but I knew it would be a bit more challenging to take good photos from up there, haha 😆 . Btw, this was my outfit today:

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore

Yeah, #TeamMurray #TeamGB

I bought a couple cups of cappuccino and a couple of French pastries for breakfast today. For some reason I wasn’t feeling that hungry this morning. Upon checking the schedule, it turned out that the women’s doubles match was scheduled to start at 11:30 AM so I decided to come back to Court Philippe Chatrier after finishing my coffees.

Then, I saw an announcement in French. Okay, I don’t speak French but I was guessing it stated that for the women’s doubles final, the seating inside Court Philippe Chatrier was free, i.e. we could sit literally anywhere. But then of course I was not sure. So when I entered Philippe Chatrier, I asked the ticket checker girl if that was the case. She confirmed it and actually said that I could sit in one of the green boxes that were literally next to Court Philippe Chatrier if I wanted to!! 😱😱😱😱😱 I mean, those seats were even closer to the court than the Ring 1 seats and those were those super expensive premium seats for premium ticket holders!! 😱😱😱😱😱 So of course I did!! I mean, who wouldn’t?

I chose one box that was still empty that was just next to the court and I quickly settled into a seat in the first row. Yeah, so I was sitting literally in the first row of Court Philippe Chatrier for a grandslam final match!! 😱😱😱😱😱 IT. WAS. SO. AWESOME!!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier this morning!!

1. Women’s Doubles Final: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)

First of all, to be consistent, from hereon I will call the team of Makarova/Vesnina as Makarova/Ayah. The reason why I am calling Elena Vesnina “Ayah” can be read in this post of my visit to Wimbledon final last year 😛 .

Anyway, the match did not start evenly where Mladenovic/Garcia were solid while Makarova/Ayah were kinda shaky. In just about 20 minutes, Makarova/Ayah found themselves trailing 0–5 in the first set. But then, they started to find their groove while Mladenovic/Garcia started to make some more errors, allowing Makarova/Ayah more into the first set. However, Mladenovic/Garcia had built too much of a lead and still secured the first set 6–3. In the second set, Makarova/Ayah kept their newly found momentum while Mladenovic/Garcia struggled to find some form. Makarova/Ayah took the second set 6–2. The third set went toe to toe until 4–4. Makarova’s serve was broken and Caroline Garcia held her serve. Hence the French team won their first grandslam title together 6–3, 2–6, 6–4

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title

After the match, I tried to get some lunch but everything was super busy. I was queuing for the gourmet restaurant but the queue went super slow. So I left and decided to just buy a French sandwich and wrap (which I also had to queue for some time).

2. Men’s Singles Final: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

This match is the highlight of the tournament, I guess. I mean, a match between the number 1 vs number 2 player in the world! Both had never won Roland Garros before so whoever won would do so. Even for Djokovic, the stake was higher as (1) Roland Garros was the only grandslam title missing in his collection and (2) After winning Wimbledon 2015, US Open 2015, and Australian Open 2016, he now had a chance to complete the “Nole Slam” by winning Roland Garros 2016.

Andy Murray started the match strongly

Andy Murray started the match strongly

Murray started the match strong where he was being more aggressive. He took the first set 6–3. But then, for some reasons, the situation completely flipped since the start of the second set. Somehow, Murray found himself in defensive position almost all the time allowing Djokovic to dictate most points. I knew that Murray realized this and tried to change the momentum. But it was difficult to do so against the already on-fire world number 1. As a result, Murray started to throw in a bit of more errors.

In the end, Novak Djokovic won his 12th grandslam title, completed the Career Grand Slam, and won the Nole Slam after defeating Andy Murray in four sets 3–6, 6–1, 6–2, 6–4. Murray gave a really heartwarming runner-up speech btw, where he said that we were very lucky to be in the attendance of the completion of the Nole Slam which was such a rarity in men’s tennis; but it sucked very much for him to be in the opposite site of the net today. Awwww….

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016

After the match, I went to buy a new pair of tennis racket dampers. Then, I left Stade Roland Garros and my 2016 visit to this grandslam tournament this year officially ended 🙂 .

THE END.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Walaupun aku tiba di Stade Roland Garros 20 menit lebih siang daripada kunjungan hari Sabtuku, toh aku masih termasuk salah satu yang pertama yang masuk loh, haha 😆 . Ngomong-ngomong, hari ini aku hanya memiliki tiket Ring 3 saja (Ring terjauh dari lapangan tenisnya tetapi harga tiketnya juga yang termurah) di Lapangan Philippe Chatrier. Berikut ini jadwal pertandingan hari ini:

  1. Final Ganda Putri: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)
  2. Final Tunggal Putra: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Seruuu!

Begitu masuk, aku mengecek kursiku di Court Philippe Chatrier untuk mengetes bagaimana kah view yang akan kudapatkan nantinya. Ternyata masih oke-oke saja sih walaupun memang jelas akan lebih sulit untuk mendapatkan foto yang bagus dari atas sana, haha 😆 . Btw, berikut ini outfit-ku hari ini:

Making it clear regarding my side later on in the afternoon with what I wore

Membuat jelas mengenai sisi yang kudukung siang nanti dengan apa yang aku pakai

Yeah, #TeamMurray #TeamGB

Aku membeli dua cangkir kopi cappuccino dan dua buah roti Prancis untuk sarapan. Pagi ini memang aku tidak merasa begitu lapar. Kemudian ketika mengecek jadwalnya, ternyata final ganda putri akan dimulai jam 11:30 pagi di Philippe Chatrier. Jadilah aku langsung kembali ke Philippe Chatrier setelah menyelesaikan kopi dan rotiku.

Lalu, aku melihat sebuah pengumuman dalam bahasa Prancis. Oke, aku nggak bisa bahasa Prancis tetapi dengan ilmu tebak-menebak arti, aku kira pengumuman itu berarti untuk final ganda putri, penonton dibebaskan duduk dimana pun di dalam Philippe Chatrier. Tetapi tentu saja dong ya aku masih nggak yakin. Jadilah ketika memasuki Philippe Chatrier, aku menanyakan ini ke petugas pemeriksa tiketnya. Petugasnya mengiyakan dan bahkan berkata kalau mau, aku juga boleh loh duduk di kotak-kotak hijau di sebelah lapangan tennisnya itu!! 😱😱😱😱😱 Aku syok dong karena kursi-kursi itu kan bahkan lebih dekat ke lapangan tenisnya daripada kursi Ring 1 dan kursi-kursi itu adalah kursi-kursi premium super mahal yang bisa diakses dengan pemegang tiket premium!! 😱😱😱😱😱 Ya jelas aku mau dong ya!! Siapa yang nggak mau coba?

Aku memilih satu kotak yang masih kosong tepat di samping lapangannya dan aku langsung duduk di kursi di barisan pertama. Iya, pagi itu aku duduk di barisan pertama Lapangan Philippe Chatrier untuk menonton sebuah pertandingan final turnamen grandslam!! 😱😱😱😱😱 GILA. KEREN. ABISSS!!!

I secured one of the VIP seats at Court Philippe Chatrier!!

Aku diperbolehkan duduk di salah satu kursi VIP di Lapangan Philippe Chatrier pagi ini!!

1. Final Ganda Putri: [7] Ekaterina Makarova/Elena Vesnina (RUS/RUS) vs [5] Kristina Mladenovic/Caroline Garcia (FRA/FRA)

Pertama-tama, supaya konsisten, mulai sekarang aku akan menyebut tim Makarova/Vesnina sebagai Makarova/Ayah. Alasan mengapa aku memanggil Elena Vesnina “Ayah” bisa dibaca di posting ini mengenai kunjunganku ke final Wimbledon tahun lalu 😛 .

Anyway, pertandingannya tidak dimulai dengan level yang seimbang dimana Mladenovic/Garcia bermain solid sementara Makarova/Ayah masih belum klik. Dalam 20 menit, Makarova/Ayah langsung tertinggal 0–5 di set pertama. Tetapi kemudian, mereka mulai menemukan momentum sementara Mladenovic/Garcia mulai membuat error, sehingga Makarova/Ayah mulai mendapatkan kontrol di set pertama. Tetapi, Makarova/Garcia sudah terlanjur unggul jauh sehingga set pertama berhasil mereka amankan 6–3. Di set kedua, Makarova/Ayah memanfaatkan momentum tersebut sementara Mladenovic/Garcia mulai kesulitan sendiri. Makarova/Ayah memenangi set kedua 6–2. Set ketiga berlangsung berimbang hingga posisi 4–4. Servisnya Makarova kemudian terpatahkan dan Caroline Garcia bisa mempertahankan servisnya. Akhirnya tim Prancis ini memenangi gelar grandslam pertama mereka 6–3, 2–6, 6–4

Caroline Garcia and Kristina Mladenovic won their first grandslam title

Caroline Garcia dan Kristina Mladenovic menjuarai gelar grandslam pertama mereka

Setelah pertandinganya, aku mencoba mencari makan siang tetapi semua tempat makannya ramai. Aku mengantri di restoran gourmet tetapi antriannya maju dengan sangat amat pelan. Jadilah aku membatalkan rencana makan disana dan memutuskan membeli sandwich dan wrap ala Prancis aja (yang mana untuk itu aku juga harus cukup mengantri).

2. Final Tunggal Putra: [1] Novak Djokovic (SRB) vs [2] Andy Murray (GBR)

Pertandingan ini adalah highlight dari turnamen ini. Maksudku, pertandingan antara pemain peringkat 1 dan 2 dunia gitu! Keduanya belum pernah menang Roland Garros sebelumnya. Bahkan untuk Djokovic, yang dipertaruhkan lebih tinggi karena (1) Roland Garros adalah satu-satunya gelar grandslam yang belum ia menangi dan (2) Setelah menjuarai Wimbledon 2015, US Open 2015, dan Australian Open 2016, ia berkesempatan untuk membuat “Nole Slam” menjadi kenyataan dengan titel Roland Garros 2016.

Andy Murray started the match strongly

Andy Murray memulai pertandingan dengan kuat

Murray memulai pertandingan dengan kuat dimana ia bermain agresif. Akibatnya, set pertama ia amankan 6–3. Tetapi kemudian, entah mengapa, situasinya berbalik mulai di set kedua. Entah bagaimana, Murray bermain lebih defensif sehingga Djokovic bisa mengontrol lebih banyak poin. Aku tahu Murray menyadari ini sehingga ia mencoba mengubah ritme pertandingan untuk mengubah momentum. Masalahnya, tidak mudah untuk melakukan ini ketika lawannya adalah petenis peringkat 1 dunia yang sedang on fire. Sebagai akibatnya Murray mulai membuat lebih banyak kesalahan sendiri.

Pada akhirnya, Novak Djokovic memenangi gelar grandslam ke-12nya, melengkapi Career Grand Slam, dan mencetak Nole Slam dengan mengalahkan Andy Murray dalam empat set 3–6, 6–1, 6–2, 6–4. Murray memberikan ucapan yang menyentuh btw, dimana ia berkata bahwa kami semua beruntung berada di sana sebagai audiens untuk menyaksikan terciptanya Nole Slam yang mana sangat amat jarang terjadi di tenis putra; tetapi baginya ini terasa sakit sekali sebagai seseorang yang berada di sisi lain dari net hari ini. Awwww….

Novak Djokovic completed the Nole Slam at Roland Garros 2016

Novak Djokovic membuat Nole Slam menjadi kenyataan di Roland Garros 2016

Setelah pertandingannya, aku membeli sepasang dampers untuk raket tenisku. Kemudian, aku meninggalkan Stade Roland Garros dan kunjungan tahun 2016ku ke sana resmi berakhir 🙂 .

SELESAI.

#1757 – My 2016 Roland Garros Trip (Part I: Roland Garros (Saturday))

ENGLISH

Posts in the My 2016 Roland Garros Trip series:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Today, I got a Ring 1 ticket in Court Philippe Chatrier so the view from my seat was very good because the seat was quite close to the court. And so naturally today I was feeling very excited because these were the scheduled matches in Philippe Chatrier:

  1. Women’s Singles Final: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)
  2. Men’s Doubles Final: [15]Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

And you all know that Serena Williams and Bob/Mike Bryan are amongst my favorite players! It was awesome!!

Anyway so I left my hotel at a few minutes passed 8 AM. After buying a few French pastries for breakfast, I took the metro to get to Stade Roland Garros.

Back at Roland Garros!

Back at Roland Garros!

I noticed a significant improvement has been done in this year’s edition of the tournament (compared to previous years):

  1. There are more security checks to enter Stade Roland Garros. Well, considering those infamous events which have happened multiple time in Europe within the last one year or so, this is hardly surprising and I am extremely glad they did so. This certainly made me feel much safer during my visit.
  2. Free wifi was now provided in certain areas in Stade Roland Garros!! Yeay!! 😛

As usual, the gate was opened just a few minutes before 10 AM. The weather was not the best this morning where it was very cloudy and a few drops of rain fell here and there but at least it was not raining (it was not even drizzling). I immediately went to Court Suzanne Lenglen and I bought myself a hotdog package for breakfast (the few French pastries were certainly not enough for the longer run 😛 ).

The main event at Court Philippe Chatrier would start just at 3 PM. And so to start the day I decided to watch two matches (well, one and half actually) in Court Suzanne Lenglen which started at 11 AM. They are:

1. Women’s Legends Doubles Final: Lindsay Davenport/Martina Navratilova (USA/USA) vs Conchita Martinez/Nathalie Tauziat (ESP/FRA)

It was nice to see these retired players played some tennis. Obviously they were not as fast nor athletic nor powerful as they used to be but even so, I felt like none of the four women were at their potential best during the day. In the end, Davenport/Navratilova won the match rather easily, 6–3, 6–2.

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women's legends event

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women’s legends event

2. Men’s Legends Over 45 Doubles Round Robin: Yannick Noah/Cedric Pioline (FRA/FRA) vs Mansour Bahrami/Richard Krajicek (FRA/NED)

This experience was my first time watching a men’s legends match. And here, I have to say that these men knew how to put up a very entertaining show in the form of a tennis match. The match was just a legends’ event so it was like “just” an exhibition match and there was no need to be extremely serious. And this was even more true especially when Mansour Bahrami was playing.

Mansour Bahrami

Mansour Bahrami

You see, nowadays Mansour Bahrami has the reputation as “fun” and “funky” in an exhibition match. And now I could see, with my own eyes, why. He was very funny on the court! Moreover, the other three players also played along so it became such an entertaining exhibition tennis “match” display.

For instance, at 5-all in the tiebreak of the first set, Yannick Noah hit a really good pass which neither Krajicek or Bahrami could chase. So while failingly trying to chase the ball, Bahrami threw a ball he kept in his pocket back to his opponents’ side. Obviously by this rule this was illegal and Bahrami/Krajicek lost the point. But the umpire played along with this stint and awarded the point to Bahrami/Krajicek. Obviously Noah and Pioline “protested” and so this happened:

So this happened

A protest

Haha 😆 .

Yeah, it was very funny!!

***

I decided to leave Court Suzanne Lenglen after the first set because I was hungry for lunch. So I went to the gourmet restaurant and ordered my favorite dish at Roland Garros: steak with Mediterranean ratatouille.

After lunch, I went to Court Philippe Chatrier and settled in my seat. I was quite early there and at that time, Novak Djokovic was still practicing for his tomorrow’s men’s singles final against Andy Murray. A few minutes later, he left the court.

At Court Philippe Chatrier

At Court Philippe Chatrier. I carefully chose this outfit of mine. Can you guess why so?

The main event today started with a ceremony of the induction of Amelie Mauresmo to the International Tennis Hall of Fame. After that, the main showdown of today, the women’s singles final, started.

3. Women’s Singles Final: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)

This women’s singles final was a rematch of last year’s Wimbledon final, which I also watched live 😛 . Anyway, I was very excited when Serena Williams entered the court:

And I noticed that my hand was shaking when I was taking that short video. I don’t know if it was because I was being nervous or just due to my excitement, haha 😆 .

You all know that Serena Williams is one of my most favorite tennis players, ever. But you might not know that actually I also like Garbiñe Muguruza. Moreover, I do think that she can be on the top of the women’s game some day (sidelining very bad injury of course), and that some day might actually come quite soon. However, in the battle between these two, obviously I would have to go with which of the two which I liked the more; and in this case it was Serena, haha 😆 .

Serena William serving

Serena Williams. Yes so I chose my outfit so that the color would match Serena’s dress #truefans

But as you might already know by now, Muguruza won 7–5, 6–4. Serena did not play at her best (her first serve percentage was quite low which allowed Muguruza too much look on her second serve) but it was obvious that she was fighting hard, including saving four championships points in the second set. However, it was not enough as Muguruza was in the zone today. Muguruza’s strategy today was clear to me: to go for her shots, playing high risk tennis. This was reasonable because if she did not do so, she would most definitely lose the match given her opposition in the final. And her strategy paid off where she basically “painted the lines” in many occassions during the match.

The reward for Muguruza? Well, her first grandslam singles title!!

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Congratulations, Garbiñe!!

As for Serena, I do hope she wakes up just in time for Wimbledon and the upcoming US Open this year. Come on Serena, you can do it!!

4. Men’s Doubles Final: [15] Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Following the women’s singles final was the men’s doubles final between Feliciano López/Marc López and Mike Bryan/Bob Bryan.

The López got an early break in the first set which they managed to hold upon until the end of the set, thus winning it 6–4. The second set was much tighter that a tiebrak was forced to be played. The Bryans saved one championships point during the tiebreak and took claimed the set by winning the tiebreak (8–6).

Feliciano López and Marc López

Feliciano López and Marc López

After the second set, somehow I felt very tired. I think I was more affected by the disappointment of Serena’s loss than I thought I was, haha 😆 . And so I decided to leave the stadium. Well, I still had one day the next day so my justification was that I needed to have a good rest 😛 .

Anyway, it turned out that Feliciano López/Marc López won the third set 6–3 thus the Spaniards won their first grandslam title.

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri My 2016 Roland Garros Trip:

1. Introduction
2. Part I: Roland Garros (Saturday)
3. Part II: Paris
4. Part III: Roland Garros (Sunday)

***

Hari ini, aku memiliki sebuah tiket Ring 1nya Lapangan Philippe Chatrier sehingga pandangan dari kursiku oke banget karena lokasi kursinya yang cukup dekat dengan lapangan tenisnya. Dan jelas dong sebagai akibatnya hari ini aku amat bersemangat karena pertandingan-pertandingan yang dijadwalkan di Philippe Chatrier adalah sebagai berikut:

  1. Final Tunggal Putri: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)
  2. Final Ganda Putral: [15]Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Dan pasti sudah pada tahu deh Serena Williams dan Bob/Mike Bryan adalah salah sekian dari petenis favoritku! Seruu!!

Anyway jadilah aku berangkat dari hotelku jam 8 pagi lewat sedikit. Setelah membeli beberapa roti Prancis untuk sarapan, aku menaiki metro untuk pergi ke Stade Roland Garros.

Back at Roland Garros!

Kembali di Roland Garros!

Aku amati ada perubahan signifikan di edisi tahun ini dari turnamen ini (dibandingkan tahun-tahun sebelumnya):

  1. Ada beberapa pemeriksaan sekuriti ekstra untuk memasuki Stade Roland Garros. Yaa, mengingat apa yang terjadi di Eropa beberapa kali selama setahun belakangan ini, ini nggak mengherankan lah ya. Ini jelas membuatku merasa jauh lebih aman ketika di sana.
  2. Sekarang ada wifi gratisannya loh di beberapa area di Stade Roland Garros!! Horee!! *penting ini* 😛

Seperti biasa, gerbang masuk dibuka beberapa menit sebelum jam 10 pagi. Cuaca hari ini kurang begitu baik deh dimana langit berawan tebal dan beberapa butiran air terasa jatuh di sana-sini. Tetapi untungnya nggak sampai hujan sih (bahkan nggak gerimis juga). Aku langsung pergi ke area Lapangan Suzanne Lenglen dan membeli satu paket hotdog untuk sarapan (roti Prancisnya jelas cuma mengganjal perut aja kan ya 😛 ).

Pertandingan utama di Philippe Chatrier baru dijadwalkan jam 3 sore. Jadilah hari ini aku mulai dengan menonton dua pertandingan (satu setengah sih sebenarnya) di Suzanne Lenglen yang dimulai jam 11 pagi. Dua pertandingan ini adalah:

1. Final Legenda Putri: Lindsay Davenport/Martina Navratilova (USA/USA) vs Conchita Martinez/Nathalie Tauziat (ESP/FRA)

Seru deh rasanya melihat petenis yang sudah pensiun bermain tenis. Tentu mereka sudah tidak secepat, seatletis, atau sekuat dulu ya. Namun, walaupun begitu aku merasa keempat pemainnya tidak bermain yang terbaik deh hari ini. Pada akhirnya, Davenport/Navratilova menang dengan cukup mudah, 6–3, 6–2.

Martina Navratilova and Lindsay Davenport won the women's legends event

Martina Navratilova dan Lindsay Davenport memenangi gelar ganda legenda putri

2. Babak Round Robin Legenda Putra Di Atas 45 Tahun: Yannick Noah/Cedric Pioline (FRA/FRA) vs Mansour Bahrami/Richard Krajicek (FRA/NED)

Pengalaman ini adalah kali pertama aku menonton pertandingan legenda putra. Dan dengan ini, harus kubilang bahwa pemain-pemain ini tahu bagaimana mengadakan pertunjukan yang amat menghibur dalam rupa sebuah pertandingan tenis. Karena hanya turnamen legenda saja, di satu sisi pertandingan ini seperti pertandingan ekshibisi gitu sehingga tentu mereka tidak perlu serius-serius amat. Dan pernyataan ini benar sekali terutama ketika Mansour Bahrami berpartisipasi.

Mansour Bahrami

Mansour Bahrami

Mansour Bahrami sekarang terkenal sebagai pemain yang “seru” dan “lucu” di pertandingan ekshibisi. Dan sekarang bisa kusaksikan sendiri bahwa pernyataan ini benar adanya. Dia lucu bangett! Lebih jauh lagi, ketiga pemain lainnya juga ikutan tampil lucu sehingga sebuah pertunjukan ekshibisi tenis yang lucu dan menghibur terciptakan.

Misalnya, di posisi 5-sama di tiebreak set pertama, Yannick Noah memukul sebuah pukulan pass yang bagus sehingga Krajicek atau Bahrami tidak bisa mencapainya. Jadilah ketika berusaha mencoba mengejar bolanya (tentu ia gagal), Bahrami melemparkan sebuah bola tenis yang ia simpan di kantong celananya ke sisi lawan. Jelas dong menurut aturan ini ilegal dan Bahrami/Krajicek kehilangan poin ini. Tetapi wasit pertandingannya ikutan bermain dengan skemanya Bahrami ini adan memberikan poin untuk Bahrami/Krajicek. Nah, jelas dong Noah dan Pioline “protes” sehingga ini terjadi:

So this happened

Sebuah protes

Haha 😆 .

Iyaa, lucu banget memang!!

***

Aku meninggalkan Lapangan Suzanne Lenglen setelah set pertama karena aku merasa lapar. Jadilah aku pergi ke restoran gourmet untuk makan siang disana dan memesan menu favoritku di Roland Garros: steak dengan ratatouille ala Mediteranea.

Setelah makan siang, aku ke Philippe Chatrier untuk duduk di kursiku. Aku datang agak awal dan waktu itu, Novak Djokovic sedang berlatih untuk pertandingan finalnya keesokan harinya melawan Andy Murray. Beberapa menit setelah aku datang, ia meninggalkan lapangannya.

At Court Philippe Chatrier

Di Philippe Chatrier. Outfit ini aku pilih sedemikian rupa lho. Ada yang bisa menebak mengapa aku memilihnya?

Hari ini acara dimulai dengan upacara masuknya Amelie Mauresmo ke International Tennis Hall of Fame. Setelahnya, acara dimulai dengan event utama: final tunggal putri.

3. Final Tunggal Putri: [1] Serena Williams (USA) vs [4] Garbiñe Muguruza (ESP)

Final tunggal putri ini adalah ulangan final Wimbledon tahun lalu, yang mana juga aku tonton 😛 . Anyway, aku merasa bersemangat banget loh ketika Serena Williams memasuki lapangannya:

Dan kuperhatikan ternyata tanganku bergetar juga ketika video singkat di atas aku ambil. Entah karena aku grogi atau saking senangnya, haha 😆 .

Tentu sudah pada tahu bahwa Serena Williams adalah salah satu petenis favoritku sepanjang masa. Tetapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa aku juga suka Garbiñe Muguruza. Lebih jauh lagi, aku kira ia bisa menjadi petenis nomor satu di sisi putri suatu hari (dengan mengesampingkan faktor cedera tentunya), dan suatu hari itu mungkin akan segera datang. Namun, di pertandingan antara dua petenis ini, jelas aku memihak yang lebih kufavoritkan dong ya, yang mana dalam hal ini adalah Serena, haha 😆 .

Serena William serving

Serena Williams. Iya, outfit-ku aku pilih supaya warnanya kembaran dengan dress-nya Serena #fanssejati

Tetapi seperti yang mungkin sudah pada tahu sekarang, Muguruza menang 7–5, 6–4. Serena tidak dalam performa terbaiknya (persentasi servis pertamanya terlalu rendah sehingga Muguruza mendapatkan banyak kesempatan di servis kedua) tetapi jelas bahwa ia berjuang segigih mungkin, termasuk ketika menyelamatkan empat championships points di set kedua. Namun, itu tidak cukup karena Muguruza sedang in the zone banget hari ini. Aku bisa membaca jelas strateginya Muguruza: untuk mengambil risiko tinggi. Ini strategi yang masuk akal sih karena kalau tidak, ia sudah hampir dipastikan kalah mengingat siapa lawannya. Dan strateginya berhasil dimana ia “menyapu garis” beberapa kali di momen-momen penting pertandingan ini.

Hadiahnya bagi Muguruza? Yah, gelar grandslam pertamanya!!

Garbiñe Muguruza won her first grandslam title at Roland Garros 2016

Garbiñe Muguruza memenangi gelar grandslam pertamanya di Roland Garros 2016

Selamat, Garbiñe!!

Untuk Serena, mudah-mudahan ia segera bangun deh sebelum Wimbledon dan US Open tahun ini. Ayo Serena, kamu bisa!!

4. Final Ganda Putra: [15] Feliciano López/Marc López (ESP/ESP) vs [5] Mike Bryan/Bob Bryan (USA/USA)

Mengikuti final tunggal putri adalah final ganda putra antara Feliciano López/Marc López dan Mike Bryan/Bob Bryan.

Pasangan López berhasil mematahkan servis lawan di awal pertandingan dan berhasil mempertahankannya sampai akhir set, dan menang 6–4. Set kedua berlangsung lebih ketat dimana tiebreak harus dimainkan. Si kembar Bryan menyelamatkan satu championships point di tiebreak ini dan berhasil mengamankannya dengan memenangi tiebreak-nya (8–6).

Feliciano López and Marc López

Feliciano López dan Marc López

Setelah set kedua, entah mengapa aku merasa amat lelah. Aku kira pengaruh dari kekecewaanku karena kalahnya Serena lebih kuat daripada yang kukira deh, haha 😆 . Dan jadilah setelahnya aku memutuskan untuk pulang. Yaa, aku kan masih memiliki satu hari lagi besoknya ya sehingga justifikasiku adalah aku perlu istirahat 😛 .

Anyway, ternyata Feliciano López/Marc López memenangi set ketiga 6–3 sehingga petenis Spanyol ini memenangi grandslam pertama mereka.

BERSAMBUNG…

#1713 – My 2016 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Since 2012, I have always gone to Paris every year to watch the French Open (or Roland Garros), the second grandslam tennis tournament of the year. And it turns out that this year is no exception! :mrgreen: Yes, that means that I have booked my 2016 Roland Garros tickets!! 😀 Earlier today, I secured my tickets (yes plural) to the tournament’s edition this year! 😀

My experience last year, where they changed the sales system a little bit, helped a lot though. As a result, when I accessed the website, I was only the 570th person in the queue (compared to being the 50,000+th something person last year! 😢). So instead of having to wait for 3.5 hours like last year, this morning I had to wait for about 15 minutes only, haha 😆 .

I was only the 570th person in the queue this year 😎

I was only the 570th person in the queue this year 😎

This also meant that a selection of much better seats were still available when I got the access!! 😍😍😍 This further meant there were a lot more possibilities for me to tailor the trip this year ;).

My experience of watching the women’s singles final last year, where my favorite tennis player, Serena Williams, won her 20th grandslam singles title, was so amazing that I decided to go there for the women’s singles final again this year. But this time, though,  I was able to secure a much much much better seat than last year!! 😍😍😍 This year my seat will be much closer to the tennis court!! Plus, the view and the angle are also much better!

Me with Serena Williams, haha

Myself with Serena Williams in 2015, haha 😎

Furthermore, this year it will be even more amazing because I also decided to buy a ticket for the men’s singles final as well!! 😍😍😍 The men’s tickets got sold out quicker though so I was only able to secure a seat quite up in the stadium. But it was okay as the view was still actually quite descent; plus it was much cheaper anyway 🙂 .

Yeah, so it is going to be fun!! 🙂 I am now hoping that my favorite players will make the finals!! 🙂

***

Speaking of the trip, I have also arranged my accommodation in Paris. Just like the last two years, I decided to (obviously and unsurprisingly) fly to get there (points collectors here 😛 ). I was able to book cheap return flights between Amsterdam and Paris (which turned out to be cheaper than the cheapest return high-speed train ticket! 😱)

I have also reserved a three-night stay at a Parisian hotel 🙂 . Unlike the past three years though, where I mostly stayed around Gare du Nord, I decided to stay in another region of Paris this year 🙂 . Yeah, a little bit of change for once! 🙂

So, yeah, Paris, I am back this year! 😀

BAHASA INDONESIA

Semenjak tahun 2012, aku selalu pergi ke Paris setiap tahun untuk menonton French Open (alias Roland Garros), turnamen tenis berlevel grandslam kedua setiap tahunnya. Dan ternyata, tahun ini pun bukanlah pengecualian! :mrgreen: Iya, memang artinya aku telah mendapatkan tiket Roland Garros tahun 2016 ini!! 😀 Pagi tadi, aku berhasil mengamankan tiket-tiketku (iya, jamak) untuk edisi tahun ini dari turnamen bergengsi ini! 😀

Pengalamanku tahun lalu, dimana waktu itu sistem penjualan tiketnya sedikit diubah, sangat amat membantuku loh. Sebagai akibatnya, ketika aku mengakses website-nya, aku hanyalah orang ke-570 di antrian (bandingkan dengan tahun lalu dimana aku adalah orang ke-50.000+ di antrian! 😢). Jadilah aku tidak perlu mengantri selama 3,5 jam seperti tahun lalu, dimana tadi pagi aku cukup menunggu selama 15 menit saja, haha 😆 .

I was only the 570th person in the queue this year 😎

Aku hanyalah orang ke-570 di antrian tahun ini 😎

Ini juga berarti pilihan kursi yang masih tersedia ketika aku mendapatkan aksesnya juga masih bervariasi banget!! 😍😍😍 Ini juga lebih jauh berarti ada lebih banyak kemungkinan untuk mendisain perjalanan ini tahun ini ;).

Pengalamanku menonton final tunggal putri tahun lalu, dimana petenis favoritku, Serena Williams, memenangi gelar grandslam ke-20nya, sungguh amat sureal dan seru sekali sehingga aku memutuskan untuk menonton final tunggal putri lagi tahun ini. Bedanya, tahun ini aku berhasil mendapatkan kursi yang jauuuuuh lebih asyik dan keren daripada tahun lalu!! 😍😍😍 Tahun ini kursiku akan berlokasi jauh lebih dekat ke lapangan tenisnya!! Plus, view dan sudut-nya oke banget juga!

Me with Serena Williams, haha

Aku dan Serena Williams di tahun 2015, haha 😎

Lebih jauh lagi, perjalanan tahun ini akan jauh lebih seru lagi karena aku juga memutuskan untuk membeli tiket final tunggal putra!! 😍😍😍 Tiket final tunggal putranya habis lebih cepat sih sehingga aku hanya bisa mendapatkan kursi di bagian agak atas dari stadionnya. Ah, tetapi masih nggak masalah sih karena dari situ toh pandangannya masih oke juga; ditambah lagi tiketnya juga lebih murah 🙂 .

Yaa, kayaknya bakal seru banget ya!! 🙂 Aku sekarang berharap petenis favoritku masuk ke babak final!! 🙂

***

Ngomongin perjalanan ini, aku juga sudah mengatur akomodasiku di Paris. Seperti dua tahun belakangan, aku memutuskan untuk (jelas, dan tidak mengherankan) naik pesawat kesana (sekalian ngumpulin poin kan 😛 ). Aku beruntung mendapatkan tiket pesawat pp murah dari Amsterdam ke Paris (yang mana ternyata lebih murah daripada tiket termurah kereta berkecepatan tinggi (high-speed train) loh! 😱)

Aku juga sudah memesan kamar selama tiga malam di sebuah hotel di Paris 🙂 . Tetapi tidak seperti tiga tahun belakangan, dimana aku menginap di area sekitar Gare Du Nord, kali ini aku memutuskan untuk menginap di sebuah area lain di kota Paris 🙂 . Yaa, sekalian ganti suasana gitu kan ya sekali-sekali! 🙂

Jadi, yup, Paris, aku kembali lagi tahun ini! 😀