#1910 – Furniture Shopping

ENGLISH

The two months or so, I have been busy with, well, furniture shopping! This is certainly what comes with buying my own apartment, haha.

As I knew that this would be a big shopping spree, I needed to follow some rigorous planning on how I would proceed with it. This was because, clearly, my time was limited and, more importantly, so was my budget, haha 😆 .

Planning

I started with the most fun part of it. I asked my agent the floormap of my apartment and then listed what I would want to have in each room. The floormap allowed me to have quite precise estimate on the size of the stuffs that I wanted. Btw, this was the most fun part because at this stage I was not thinking of my budget yet, lol 😆 .

When I was, sort of, done, I started to attach rough numbers to each of the item. I summed them all, added some percentage of it on top as my “margins”, and ended up with such a big number! Lol 😆 .

Clearly this could potentially be a problem if I wasn’t careful. So I needed a strategy…

A Strategy

A strategy briefly entered my mind where I would buy a lot of “cheap” stuffs (possibly from Ikea 😛 ) so I would have a fully furnished apartment that would still be within my budget. However, I quickly dismissed this strategy as I did not think this would be the best, especially in the long run. This apartment would literally be mine so it would be wiser to invest in better quality furniture! Haha…

As I would live here in longer-term, all I needed at this point were the “necessities”, i.e. the basic furnitures I would need to have to make this apartment, at least, livable. I did not need everything I wanted by now; as I would be able to buy the others along the way. Without blowing my budget, this would allow me to buy “better” products.

Execution

A strategy set up, I then executed it. In order to get “better” products, I also asked around (read: my friends and colleagues). They gave me really valuable advices on which stores and (type of) products they would recommend. I seriously studied those advices, especially on the very necessary furnitures (e.g. bed, washing machine, fridge, sofa).

Though this meant I would need to invest more time (as there were several stores to check out (instead of one)), it was actually quite fun and I enjoyed it! Haha 😆 . While doing so I needed to watch my budget, though. I wouldn’t say I had a small budget for furniture, but of course it was also not infinite 😛 .

While it was certainly super comfortable and awesome and stuffs (I tried it), obviously I was not going to buy this €5000 (after discount price) bed.

About two weeks ago, most of those furnitures were delivered and assembled, and so I could start living in my own apartment. But still, this is all not done yet! It feels like there are still more things that I need!! Haha 😆 . But well, I don’t need to hurry and it is better to do it slowly, I think 😀 .

BAHASA INDONESIA

Dua bulanan terakhir, aku telah disibukkan dengan belanja mebel! Yah, ini mah jelas apa yang menjadi bonus dari yang namanya membeli apartemenku sendiri lah ya, haha.

Karena aku tahu belanja ini akan menjadi belanja yang besar banget, jelas aku membutuhkan perencanaan yang matang untuknya. Ini karena, jelas, waktuku terbatas dan, yang lebih penting, budget-ku juga, haha 😆 .

Perencanaan

Perencanaan aku mulai dengan bagian paling menyenangkan. Aku meminta kopian denah apartemenku dan kemudian mendaftar apa saja yang ingin aku miliki di setiap ruangan. Denah ini membantuku membuat estimasi yang cukup akurat mengenai ukuran barang-barang yang kuinginkan. Btw, ini adalah bagian paling menyenangkan karena aku masih belum mempertimbangkan budget-ku, haha 😆 .

Ketika aku sudah selesai, aku mulai mengaitkan perkiraan biaya kasar ke masing-masing item. Aku menjumlahkan semuanya dan menambahkan sekian persen di atasnya untuk “jaga-jaga”, dan hasilnya aku mendapatkan bilangan yang besar banget! Huahaha 😆 .

Jelas banget ini bisa menjadi masalah apabila aku tidak berhati-hari. Jadilah jelas aku membutuhkan sebuah strategi…

Sebuah Strategi

Sebuah strategi sempat memasuki pikiranku dimana aku akan membeli banyak barang-barang “murah” (mungkin dari Ikea 😛 ) sehingga aku akan memiliki apartemen dengan mebel lengkap tetapi biayanya terjangkau. Namun, tidak lama strategi ini langsung kubuang karena aku rasa ini bukanlah strategi terbaik, terutama untuk jangka panjang. Apartemen ini akan menjadi milikku sehingga lebih bijak apabila aku membeli barang-barang yang berkualitas lebih baik! Haha…

Karena aku akan tinggal disini untuk jangka panjang, yang kubutuhkan saat ini adalah “yang esensial-esensial” dulu, yaitu mebel-mebel yang harus ada supaya apartemen ini, setidaknya, bisa ditinggali. Aku toh tidak membutuhkan semuanya sekarang kan; dan yang lain-lain itu bisa kubeli sembari jalan. Tanpa membuat budget-ku membengkak, ini memungkinkanku untuk membeli produk-produk yang “lebih baik”.

Eksekusi

Sebuah strategi sudah terbentuk, saatnya untuk melaksanakannya. Untuk mendapatkan produk yang “lebih baik”, aku juga mengumpulkan informasi dari sekitarku (baca: teman-teman dan kolega-kolega). Mereka benar-benar memberikan saran yang berguna banget untuk toko-toko dan (tipe) produk yang mereka rekomendasikan. Aku sungguh-sungguh mempertimbangkan masukan-masukan itu, terutama untuk mebel-mebel utama (misalnya ranjang, mesin cuci, kulkas, sofa).

Walaupun ini berarti aku harus menghabiskan lebih banyak waktu (karena ada beberapa toko yang harus aku cek (bukannya satu)), toh ini rasanya seru dan aku menikmatinya! Haha 😆 . Ketika melakukannya aku harus memperhatikan budget-ku sih. Sebenarnya menurutku budget-ku sih nggak kecil-kecil amat, tetapi kan juga bukan berarti tak terbatas ya 😛 .

Walaupun memang sangat nyaman, enak, dan keren banget lah (aku sudah cobain), jelas dong aku tidak membeli ranjang seharga €5000an ini (sekitar Rp 75 juta), ini pun harga setelah diskon.

Sekitar dua minggu yang lalu, sebagian mebel itu sudah diantar dan sudah dipasang, sehingga kini aku sudah bisa meninggali apartemenku. Tapi tetap aja, ini semua belum selesai! Rasanya masih ada aja yang mesti dibeli!! Hahaha 😆 . Tapi mah sebaiknya jangan buru-buru dan pelan-pelan aja lah ya 😀 .

#1905 – Two Moving Stuffs

ENGLISH

I am moving to my own apartment in Amsterdam this month. Here are a couple of things about that.

Moving = opportunity to throw away stuffs

This one is a little bit different than the ones before (since I moved to the Netherlands, obviously; where I only had to move within Delft). Because I am moving to another city, I would like to move as little stuffs as possible. I mean, I don’t want to spend a lot of time and energy in moving stuffs I do not use nor need anymore. In other words, this is a perfect opportunity to throw away “my garbage stuffs”!

So in some weekends of February and March, I sorted all my stuffs. It was not that surprising (to me) that I was able to gather a lot of stuffs which I did not use nor need anymore; including old clothes, sweaters, jackets, coats, documents, and many other random stuffs, haha. It certainly looked like a lot and would have filled about two big suitcases. So I am super glad that now I don’t have to move two big suitcases of stuffs I won’t even use nor need! 🙂

Moving = a time optimization problem

Now, I still live in Delft. While this weekend I worked hard to make my apartment “livable”, at the moment it is still not ready (even though, the bed, sofa, curtains, essential lamps, fridge, washing machine, etc are already installed). One crucial basic thing is still not installed yet, that is:

the internet connection

Huahaha 😆

I mean, I just can’t live in a place with no internet connection! Haha 😆 . You see, as shown in the (modified) Maslow’s pyramid of need as follows:

Maslow’s pyramid of needs. Source: http://boingboing.net/2013/04/19/mazlow-xxi-c.html

internet is the most basic need of all these days 😛 .

I have made an appointment with a mechanic from an internet provider later on this week. So basically after that, I can start living in Amsterdam.

BAHASA INDONESIA

Aku pindah ke apartemen milikku di Amsterdam bulan ini. Berikut ini dua hal yang berkaitan dengannya.

Pindahan = kesempatan untuk membuang barang

Pindahan kali ini agak berbeda daripada yang sebelum-sebelumnya (semenjak aku pindah ke Belanda, tentunya; dimana aku hanya pindah di dalam Delft saja). Karena aku pindah ke kota lain, aku ingin memindahkan sesedikit mungkin barang. Maksudnya, ogah kan menghabiskan banyak waktu dan energi memindahkan barang-barang yang toh tidak lagi aku gunakan atau butuhkan. Dengan kata lain, pindahan adalah kesempatan emas untuk membuang “barang-barang sampahku”!

Jadilah di beberapa akhir pekan di Februari dan Maret, aku menyortir barang-barangku. Tidak mengherankan (untukku) ada banyak barang yang aku anggap tidak akan lagi aku pakai atau butuhkan; termasuk pakaian-pakaian tua, sweater, jaket, mantel, dokumen-dokumen, dan barang-barang random lainnya, haha. Nampak banyak banget loh dan barang-barang itu akan mengisi setidaknya dua koper besar lah. Jadi aku merasa senang aku tidak harus memindahkan dua koper besar yang berisi barang-barang yang bahkan tidak aku perlukan atau gunakan lagi! 🙂

Pindahan = masalah optimasi waktu

Sekarang ini, aku masih tinggal di Delft. Walaupun akhir pekan kemarin ini aku bekerja keras untuk membuatnya “bisa dihuni”, saat ini sayangnya apartemennya masih belum siap (walaupun ranjang, sofa, gorden, lampu-lampu penting, kulkas, mesin cuci, dll sudah dipasang). Ini dikarenakan ada satu hal penting dan mendasar yang masih belum terpasang, yaitu:

koneksi internet

Huahaha 😆

Maksudku, aku ogah dong tinggal di tempat yang nggak ada koneksi internetnya! Haha 😆 . Yah, kan sesuai dengan yang ditunjukkan piramida kebutuhan dasarnya Maslow (yang dimodifikasi) berikut ini:

Piramida kebutuhan dasarnya Maslow. Sumber: http://boingboing.net/2013/04/19/mazlow-xxi-c.html

internet adalah kebutuhan dasar banget sekarang-sekarang ini 😛 .

Aku sudah membuat janji dengan mekanik dari sebuah perusahaan penyedia layanan internet minggu ini. Jadi pada dasarnya setelah itu sih aku sudah bisa tinggal di Amsterdam.

#1904 – A (Long) Weekend Story

ENGLISH

The theme of this weekend of mine was to make my apartment in Amsterdam habitable, haha.

The apartment comes “empty”, i.e. I have to fill it in with furnitures so that it becomes livable. Well, at least I am “lucky” that I already get the flooring (in many cases in the Netherlands, often an apartment/house does not come with flooring, even the rental ones!) and the walls are already painted (plain white, though, but I am fine with that 😛 ). So these two factors definitely help a lot!

By furnitures, btw, those are not only the bed, tables, sofa (I ended up getting a sofa bed, btw 😛 ), cupboards, chairs, fridge, washing machine, etc; but also the curtains, lamps, etc that need to be taken care of, haha. Many of my weekends in March were filled with preparing for these stuffs; and I was able to get them all delivered this weekend, haha 😛 .

The delivery of some of my furnitures

I took a special day off on Friday (it did not take away from my regular holiday allowance 😀 ), so that I would have a lot of time for this. Obviously, knowing myself I also arranged for some helpers from the stores to help me set up many of those furnitures. Of course I had to pay extra for these services but to me this was super worth it.

So this weekend I was, basically, supervising these works. And of course I helped myself too, so that more work would be finished. Yep, the hammer drill I bought two weeks ago was for this purpose indeed.

Obviously I had to selfie

So is the work finished already? No, not at all, lol 😆 . Quite far from it, actually, lol 😆 . First of all, I just realized I did not properly measure all the dimensions in my apartment and so I bought the wrong stuffs, lol 😆 . This means there are a few things I still need to buy. Secondly, as expected, though, the work took so much time and energy; especially for me who do not do (nor like doing) this kind of activities in a regular basis, haha. And third of all, especially with the ceiling lamps, I find some of the cabling quite confusing and difficult to handle. It needed lots of creativity.

As a result, I am physically very exhausted, now. I actually don’t think this is a good use of my free time and weekend, both for my physical and mental well-being, lol 😆 . And so I am thinking of getting a handyman’s help to do the rest of the work for me, hahaha 😆 . This might cost some fortune (Obviously. What is expensive in the Netherlands is the wage!), but it is worth it!

The assembly extra service was so worth it!!

Nonetheless, at least I can say I learned a few new skills over this (long) weekend. While, to be honest, I didn’t really enjoy it a lot, at least I felt the joy and satisfaction when the stuffs I assembled worked! Lol 😆 .

BAHASA INDONESIA

Tema akhir pekanku kali ini adalah membuat apartemenku di Amsterdam bisa dihuni, haha.

Jadi ceritanya apartemenku ini aku dapatkan “kosong”, artinya aku harus mengisinya dengan mebel-mebel agar bisa aku tempati. Yah, setidaknya aku “beruntung” sih apartemennya sudah berlantai (cukup umum di Belanda, apartemen/rumah itu belum ada lantainya, termasuk yang untuk disewakan!) dan temboknya juga sudah dicat (putih polos sih, tapi aku nggak apa-apa sih dengan warna ini 😛 ). Jadi kedua faktor ini jelas membantu banget!

Dengan mebel-mebel, btw, bukan hanya ranjang, meja-meja, sofa (akhirnya aku membeli sofa bed sih, 😛 ), kursi-kursi, lemari, kulkas, mesin cuci, dll; tetapi juga gorden, lampu-lampu, dll yang juga harus diurus kan, haha. Nah, kebanyakan akhir pekanku bulan Maret lalu aku gunakan untuk mengurus ini nih. Dan aku meminta semuanya untuk diantar akhir pekan ini, haha 😛 .

Pengantaran sebagian dari mebel-mebelku

Aku mengambil cuti spesial di hari Jumat (jadi jatah cuti biasaku tidak berkurang 😀 ), sehingga aku memiliki banyak waktu untuk ini. Jelas, dengan mengetahui diriku sendiri, aku juga membayar jasa beberapa orang untuk membantuku memasang barang-barang ini. Jelas aku harus membayar ekstra tetapi bagiku ini worth it banget.

Jadilah akhir pekan ini aku mengawasi pekerjaan ini. Dan tentu saja aku juga ikutan membantu, sehingga semakin banyak pekerjaan yang terselesaikan. Iya, memang bor perkusi yang kubeli dua minggu yang lalu untuk ini kok.

Jelas mesti selfie dulu dong

Apakah sekarang pekerjaannya sudah selesai? Ya belum lah! Haha 😆 . Masih jauh dari selesai, haha 😆 . Pertama-tama, aku baru menyadari bahwa aku tidak mengukur dengan benar semua dimensi dari apartemenku sehingga beberapa barang yang kubeli salah dong, haha 😆 . Ini artinya ada beberapa barang lain yang masih mesti aku beli. Yang kedua, sesuai dugaanku sih, kegiatan ini sungguh memakan banyak waktu dan energi; terutama untukku yang memang nggak pernah melakukan (dan memang nggak suka) aktivitas beginian, haha. Dan yang ketiga, untuk lampu plafon, aku merasa beberapa kabelnya agak membingungkan dan sulit untuk dikerjakan. Butuh kreativitas banget!

Sebagai akibatnya, sekarang aku merasa lelah banget secara fisik. Aku rasa ini bukanlah ide yang baik untuk menghabiskan waktu senggang dan akhir pekanku, baik untuk kesehatan fisik dan mentalku, haha 😆 . Jadilah sekarang aku berniat untuk memanggil tukang aja untuk menyelesaikan semua sisa pekerjaannya untukku, hahaha 😆 . Mahal sih (Ya iya lah, di Belanda yang mahal kan memang biaya tenaga kerja!) tapi memang worth it!

Layanan ekstra pemasangannya worth it banget!!

Toh walaupun begitu, setidaknya sekarang aku bisa bilang bahwa aku mempelajari ilmu baru akhir pekan (panjang) ini. Walaupun, jujur, aku nggak begitu menikmatinya, setidaknya aku juga merasakan kebahagiaan dan kepuasan ketika aku berhasil memasang sesuatu dan itu bekerja dengan baik! Hahaha 😆 .