#1926 – A Month(-Ish) in Amsterdam

ENGLISH

So it has been about one month since I started to live in Amsterdam. So how is everything? Well, everything is generally fine. Here are a couple of them.

Much Shorter Commute!!

One aspect which I totally do not miss from living in Delft while working in Amsterdam is the commute! Well, of course I still have to commute now but instead of spending three hours every day, I only need to spend about one hour in total! Yeay!! So suddenly I have two hours extra in my everyday life which I can do whatever I want with! Hahaha…

So what do I do with it? Well, even though in March I said my body had adapted to the three-hour commute, I knew it was not ideal at all especially in the longer-run. And so I used about one hour of that for: extra sleep! Hahaha 😆 . Trust me, it is much nicer now that I can get up basically at the ideal time my body would like to get up! I feel much fresher everyday, which translates to generally better mood and sharper mind!

And the other one hour? Well, I keep it as a “flexible hour” which I can do whatever I want with. If needed, possibly a longer hour during busy days at work, or just to do something fun, haha 🙂 .

The bottom line is, I am super happy that I don’t have to spend three hours of my life every day just to commute!

So Many Expenses!

This is actually one consequence of buying an apartment, so I just need to accept it. And I do, by the way. It is just that I feel like there is a never-ending stream of things I need to buy/pay/subscribe to, haha.

Obviously it started with the basic furnitures, then the many smaller furnitures, then even more of smaller furnitures, then a smart TV, then a robot (lol 😆 ). Beside those stuffs were also the subscriptions: from the extremely important internet connection, then a cable TV subscription, then the gym membership, then the public transportation package (more on this, possibly, in a later post). And not to mention the service I decided to use to help me install a lot of those stuffs. And I feel like this is not done yet! Haha 😆

So, to you who have been through a similar situation, do you have any tips for me on this department? I am, happily, all ears! 😂

Though, possibly the good side of that was that I had an excuse to go to IKEA and so had their meatballs while I was there 😛

BAHASA INDONESIA

Jadi ceritanya sudah sebulanan semenjak aku mulai tinggal di Amsterdam. Bagaimanakah semuanya? Hmm, secara umum baik-baik saja sih. Berikut ini dua buah cerita tentangnya.

Nglaju yang jauh lebih singkat!!

Satu aspek yang sama sekali tidak aku kangeni dari tinggal di Delft sementara bekerja di Amsterdam adalah nglaju-nya! Ya, tentu saja aku masih harus nglaju sih sekarang tetapi tidak tiga jam setiap hari kayak dulu, cukup sekitar satu jam kurang aja sekarang! Jadi tiba-tiba dong setiap hari aku mendapatkan waktu ekstra dua jam yang bisa bebas aku gunakan untuk apa pun! Hahaha…

Nah, trus waktu ekstranya itu untuk apa saja? Hmm, walaupun di bulan Maret aku bilang tubuhku mulai beradaptasi dengan tiga jam cuma di jalan itu, sebenarnya aku tahu itu bukanlah situasi yang ideal terutama untuk jangka panjang. Dan jadilah satu jam waktu ekstranya kugunakan untuk: tidur lebih lama! Hahaha 😆 . Beneran loh, rasanya enak dan damai banget sekarang aku bisa bangun di waktu ideal bangun bagi tubuhku! Aku merasa lebih segar setiap hari, yang mana berefek ke mood dan pikiran yang jauh lebih segar pula!

Dan satu jam lainnya? Yah, satu jam ini aku pergunakan sebagai “jam fleksibel” yang mana bisa aku pakai untuk apa pun. Jika dibutuhkan, bisa saja bekerja sejam lebih lama di hari-hari sibuk di kantor, atau aku gunakan untuk kegiatan apa kek yang seru gitu, haha 🙂 .

Tetapi intinya adalah, aku senang banget sekarang tidak lagi harus menghabiskan tiga jam hidupku setiap hari di jalan aja!

Kok banyak pengeluaran ya!

Sebenarnya sih ini adalah satu konsekuensi dari membeli sebuah apartemen, jadi ya memang seharusnya aku terima. Dan sebenarnya sih memang aku terima sih, haha. Cuma rasanya kok ini ada arus pengeluaran tak berujung untuk membeli/membayar/mendaftarkan-diri ke sesuatu ya, haha.

Jelas dong semuanya dimulai dari mebel-mebel dasar, lalu barang-barang printilan, lalu lebih banyak barang-barang printilan lagi, lalu sebuah smart TV, lalu sebuah robot (huahaha 😆 ). Di samping itu semua, ada juga keanggotaan-keanggotaan yang aku daftar, misalnya: koneksi internet yang jelas sangat amat penting banget, lalu langganan TV kabel, lalu keanggotaan di gym, lalu abonemen transportasi umum (ini akan kutulis di sebuah posting yang terpisah, mungkin). Dan belum lagi biaya layanan yang aku gunakan untuk membantuku memasang banyak dari barang-barang tersebut. Dan rasanya masih belum habis aja ini! Hahaha 😆

Jadi, bagi yang sudah pernah melewati fase serupa nih, apakah ada tips untukku di bidang ini? Aku pengen mendengar semuanya nih! 😂

Walaupun, mungkin sisi positif dari itu semua adalah aku jadi ada alasan untuk pergi ke IKEA sehingga bisa sekalian makan baksonya, hahaha 😛

#1925 – A Saturday Story

ENGLISH

Time for a haircut

The time has come for me to have another haircut. There was, however, one problem: I have just moved to Amsterdam, meaning that I had to start from scratch in the quest of finding my “perfect” barbershop, hahaha 😆 .

You see, after 6.5 years living in Delft, about three years ago I finally found my “perfect” barbeshop. It was in Den Haag, lol 😆 . It was cheap but the quality was really, really good (for me). So no wonder I always went there everytime I needed a haircut.

However, it is obviously no longer feasible to go to this barbershop in Den Haag given that I now live in Amsterdam. The almost one hour (one-way) trip and train ticket cost certainly do not justify it. Not to mention it sounds ridiculous to not be able to find another “perfect” barbershop in Amsterdam, haha 😆 .

So yesterday I went to a barbershop nearby my place. It was a bit of a gamble because I would never know whether a barbershop was a “perfect” one for me or not until I paid a visit, haha. It was a busy place, which was a good sign; but then I had to wait for about 3.5 hours before they had a vacant slot. Obviously I did not just sit there waiting for 3.5 hours (I went back home and hit the gym). Anyway, it turned out that I really liked their work and result. It was significantly more expensive than my “perfect” Den Haag barbershop, though, but the service was also much better and the assistant consulted me often throughout the work to make sure that I really liked the result.

So overall, I guess I like this barbershop.

More Apartment Stuffs

The quest for furnitures for my apartment has not ended, yet. I actually doubt that it will eventually end, to be honest, haha.

Anyway, the next urgent thing in my list to buy was a coat hanger. And so earlier this week I bought it online at IKEA, along with a kitchen carpet, an anti-slip carpet for the kitchen carpet, a trash can, a big mirror, and a package of wardrobe organizer mini boxes, lol 😆 . I calculated my order placement to be at the right time so that they would get delivered on Saturday, much to my convenience, haha 😛 .

More stuffs!

Well, now I feel like I have already had most of the stuffs that I want for my apartment. But I don’t know if within the coming days, suddenly something else pop out in my mind, haha 😆 .
BAHASA INDONESIA

Waktunya potong rambut

Waktunya sudah tiba untukku potong rambut. Namun, ada satu masalah: aku baru saja pindah ke Amsterdam, yang mana artinya petualangan pencarian tempat potong rambut yang “sempurna” harus kumulai dari nol, hahaha 😆 .

Setelah tinggal selama 6,5 tahun di Delft, sekitar tiga tahun yang lalu aku telah menemukan tempat potong rambut yang “sempurna”. Lokasinya di Den Haag, hahaha 😆 . Harganya murah tetapi kualitas potongannya oke banget (untukku sih). Jadi tidak heran aku selalu pergi kesana setiap kali potong rambut

Masalahnya, jelas tidak lagi memungkinkan lah ya untukku pergi ke tempat potong rambut di Den Haag ini mengingat aku kini tinggal di Amsterdam. Perjalanan sekitar satu jam (satu arah) plus harga tiket keretanya jelas tidak membuatnya worth it. Tentu saja di samping pemikiran: masa iya sih tidak ada tempat potong rambut yang juga “sempurna” di Amsterdam? Haha 😆

Jadilah kemarin aku pergi ke sebuah tempat potong rambut di dekat apartemen. Untung-untungan sih karena yang namanya tempat potong rambut kan mesti dicobain dulu ya untuk tahu apakah “sempurna” atau tidak? Haha. Tempatnya ramai banget, yang mana pertanda baik nih; tetapi juga akibatnya aku harus menunggu 3,5 jam dong sebelum mereka memiliki slot waktu yang kosong. Jelas aku tidak duduk menunggu selama 3,5 jam di sana (aku pulang dan nge-gym), haha. Anyway, ternyata aku suka dengan hasil potongannya. Jauh lebih mahal daripada tempat potong rambut “sempurna”-ku di Den Haag sih, tetapi pelayanannya juga lebih baik dan asistennya juga rajin mengonsultasikan model potongannya di sepanjang waktu untuk memastikan aku suka dengan hasilnya, haha.

Jadi secara keseluruhan, kayaknya aku suka deh dengan tempat potong rambut ini.

Barang-barang untuk apartemen lagi

Perburuan mebel untuk apartmenku masih belum berakhir. Sekarang aku malah jadi ragu sendiri apakah ini ada akhirnya, haha.

Anyway, barang super penting berikutnya di dalam daftar untuk dibeliku adalah gantungan mantel. Jadilah awal minggu ini aku membelinya online dari IKEA, sekalian dengan karpet untuk dapur, lapisan anti-slip untuk karpet untuk dapur itu, tempat sampah, cermin yang besar, dan satu paket kotak-kotak kecil untuk mengatur lemari pakaian, haha 😆 . Waktu pembelianku sudah kuhitung agar barang-barangnya diantarkan di hari Sabtu, sehingga enak kan waktunya untukku, haha 😛 .

Barang-barang baru lagi!

Lumayan deh. Rasanya sekarang hampir semua yang aku butuhkan sudah kumiliki. Tapi ntah deh jika dalam beberapa hari ke depan, tiba-tiba aku ingin apa lagi gitu, haha 😆 .

#1923 – TV Cable and Internet Speed

ENGLISH

About two weeks ago when I just got my new smart TV, I said I still had not decided yet whether I would subscribe to a cable TV provider or not. Actually it did not take long before I decided that I would, haha 😆 .

At the time, I was mainly using my smart TV for Youtube and Netflix (a free month with Netflix, yeay!). It was really fun and I found a lot of good stuffs in Netflix; even though I found the library to not be as large as I expected. Nonetheless, I still felt like there was something “missing” with my TV: the more “traditional” live channels with news and stuffs (including the sport channel (read: tennis, of course)), haha.

So I was searching for options and concluded that, indeed, the best solution for me was to top off my subcription with my internet provider with cable TV subscription. With this, I also got an upgrade on my internet speed from 60 Mbps to 100 Mbps, hahah 😛 . The area of my apartment is supported with fiber-optic which allows super fast internet connection. So why not? 😛 Well, actually I can upgrade the speed to 500 Mbps too; even though at the moment I still feel like it doesn’t justify the extra monthly cost, hahah 😛 . But we will see. As I have kept saying, it is nice to have the option.

Anyway, as per this week, the upgrade kicks in! So now I have live cable TV on my smart TV and faster wifi at home! Yeay!! Actually, somehow I also get a new home telephone (with a new number) with this as well. Though, I am not sure if a traditional telephone is as important nowadays. But well, it is still nice to have it. Yeay! 😎

BAHASA INDONESIA

Sekitar dua minggu yang lalu ketika aku baru saja mendapatkan smart TVku, aku bilang aku masih belum memutuskan apakah aku akan berlangganan TV kabel atau tidak. Sebenarnya tidak membutuhkan banyak waktu sih sampai aku memutuskan bahwa aku ingin berlangganan, haha 😆 .

Waktu itu, smart TVku hanya kugunakan untuk Youtube dan Netflix saja (satu bulan gratis dengan Netflix, hore!). Seru juga kok sebenarnya dan aku menemukan banyak banget acara yang keren di Netflix; walaupun ternyata library-nya tidak sebesar yang aku sangka. Toh walaupun begitu, aku masih merasa ada yang “kurang” gitu dari TVku: kanal-kanal langsung yang lebih “tradisional” seperti kanal berita dan lain-lain gitu (termasuk olahraga (baca: tennis, tentunya)), haha.

Jadilah aku melihat-lihat apa saja pilihanku dan memutuskan bahwa, memang, solusi terbaik adalah menambahkan TV kabel ke dalam paket dari perusahaan penyedia internetku. Dengan ini, sekalian kecepatan internetku aku upgrade dari 60 Mbps menjadi 100 Mbps, hahah 😛 . Area apartemenku disokong dengan koneksi fiber-optic yang memungkinkan koneksi internet super cepat. Jadi mengapa tidak kan? 😛 Sebenarnya aku masih bisa meng-upgrade kecepatannya hingga 500 Mbps sih; tetapi sekarang ini aku masih merasa ini belum worth it jika dibandingkan dengan biaya per bulannya, hahah 😛 .Tapi kita lihat saja deh. Seperti yang sering kubilang kan, enak kalau ada pilihannya begini.

Anyway, per minggu ini, upgrade-nya mulai berjalan loh! Jadilah sekarang aku juga memiliki TV kabel live dan wifi yang lebih cepat di rumah! Hore!! Ternyata, aku juga mendapatkan telepon rumah baru (bersama dengan nomor) juga. Walaupun aku nggak begitu yakin bahwa telepon tradisional begini penting sih di zaman sekarang. Tetapi, toh masih tetap enak-enak aja untuk memilikinya kan ya. Hore! 😎

#1920 – Meet … Sucker 🙊

ENGLISH

One matter I needed to think about after buying an apartment, which obviously came empty, was the maintenance. And one of the many aspects of maintenance was how to keep it clean.

And I know myself. I know that cleaning my apartment regularly is not a hobby of mine, lol 😆 , as I would rather use the time and energy for something else (travelling, for instance 😛 ). On the other hand, at the moment I do not feel like hiring someone to regularly clean the apartment in relatively high frequency (It is quite expensive in the Netherlands).

And you don’t think there is any solution for this dilemma, then? Well, welcome to the 21st century because there is:

Yep, a solution for that is: a cleaning ROBOT!! And I named it Sucker (for the obvious reason) 🙊.

So what Sucker does is to roam around the apartment and suck stuffs 🙊. In simple terms, it is an automated vacuum cleaner that is really smart. Say it is in the middle of sucking something (🙈) and it is low on energy, it will stop and return to its station to recharge. And, of course, it is programmable too where I can schedule when it should work. It also comes with a “Virtual Wall Lighthouse”, a device which as a beacon can assist Sucker in cleaning multiple rooms (in Lighthouse mode) and can block an area that we don’t want to be cleaned (in Virtual Wall mode).

A Virtual Wall Lighthouse

Isn’t it really awesome? Haha 😆

Obviously it does not tackle all aspects of cleaning, mopping for instance. There is another type of robot that is designed for that actually. However, given that I have wooden floor that should not be mopped that often anyway, I choose not to get that one, haha 😆 .

Overall, so far I am quite impressed with my new robot :P. It does help me a lot by tackling the one cleaning action that needs to be done most frequently! It is much easier to maintain it once in a while than having to actually vacuum the entire apartment myself, regularly, haha 😛 .

I would rather empty its dustbin than having to do all the vacuuming myself 😛

BAHASA INDONESIA

Satu hal yang perlu kupikirkan setelah membeli apartemenku sendiri, yang mana jelas aku dapatkan nyaris kosong, adalah perawatannya. Dan satu dari banyak aspek perawatan adalah bagaimana menjaga kebersihannya.

Dan aku kenal diriku sendiri. Aku tahu membersihkan apartemen secara reguler bukanlah hobiku, haha 😆 , aku lebih suka memanfaatkan waktu dan energiku untuk yang lain (jalan-jalan misalnya, haha 😛 ). Di sisi lain, saat ini aku juga tidak ingin membayar seseorang untuk membersihkan apartemenku secara reguler dengan frekuensi cukup sering (Kan mahal di Belanda).

Dan apakah kemudian artinya tidak ada solusi untuk dilema ini? Hmm, selamat datang di abad ke-21, karena ada loh solusinya:

Yep, solusinya adalah: ROBOT bersih-bersih!! Dan robotnya aku namai “Sucker” (untuk alasan yang jelas) 🙊.

Jadi yang Sucker lakukan adalah berkeliling apartemen dan menyedot-nyedot gitu deh 🙊. Secara sederhananya, ia adalah vacuum cleaner otomatis yang amat pintar. Misalnya nih ia sedang menyedot apa kek gitu dan kemudian merasa lemas (energinya hampir habis 🙈), ia akan berhenti dan otomatis kembali ke stasiunnya untuk me-recharge dirinya. Dan, tentu saja, ia bisa diprogram juga dimana aku bisa menjadwalkan kapan ia harus bekerja. Aku juga mendapatkan sebuah “Virtual Wall Lighthouse”, sebuah alat yang bisa menuntun Sucker untuk membersihkan beberapa ruangan dengan sinyal (dalam mode Mercusuar) dan juga bisa memblok satu area yang tidak ingin kita bersihkan (dalam mode Virtual Wall).

Sebuah Virtual Wall Lighthouse

Keren ya? Haha 😆

Jelas ia tidak mengerjakan semua aspek dari bersih-bersih, mengepel misalnya. Nah, sebenarnya ada loh robot lain yang didisain untuk mengepel. Namun, dengan mengingat lantai apartemenku adalah dari kayu yang mana toh tidak boleh sering-sering dipel, aku tidak membelinya deh, haha.

Secara keseluruhan, aku cukup terkesan dengan robot baruku 😛 . Ia sangat membantuku dengan mengerjakan satu aktivitas bersih-bersih yang memang harus dikerjakan paling sering! Aku rasa sih lebih mudah untuk merawat robotnya sesekali ya daripada harus mengerjakan sendiri pekerjaan mem-vacuum seluruh apartemenku dengan reguler, haha 😛 .

Aku lebih memilih untuk mengosongkan penampungan debunya ini daripada harus mem-vacuum sendiri apartemenku 😛

#1917 – TV Shopping

ENGLISH

After living in the apartment for about two weeks, I noticed that I needed a (smart) TV. Actually I don’t watch TV that often anyway in the last a few years, but it is still nicer to have the option to do so and choose to not do it than not having the option in the first place, haha 😆 .

So last weekend I went to an electronic shop and purchased a smart 43-inch Ultra HD LG one that was really cool! Haha.

TV shopping

There was a problem with the delivery because of the store’s fault, though, which annoyed me. I wasted literally one day of my time because of this, where I spent the whole day waiting for the delivery and installation on the promised date, but noone came. I tried to call the store but noone answered, and the general call centre could not help me because I made the transaction in a store, not online. 😣 So I went to the store that evening to complain and ask for a solution; and we found out the fault the store made. Consequently, I should have received my TV by the weekend but I just got it delivered this Wednesday!

Anyway, I still need to decide whether I want to subscribe to a cable TV provider, though (I can add that on top of my internet subscription), but I guess I will play around with it first! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Setelah dua mingguan tinggal di apartemenku, aku perhatikan aku ternyata membutuhkan (smart) TV, haha. Sebenarnya aku nggak sering nonton TV sih beberapa tahun belakangan, tetapi tentu lebih baik memiliki opsi untuk menonton TV dan kemudian memilih untuk tidak menontonnya daripada tidak memiliki opsinya kan ya, haha 😆 .

Jadilah akhir pekan kemarin aku pergi ke sebuah toko elektronik dan membeli sebuah smart TV Ultra HD-nya LG berukuran 43 inci yang mana keren banget dah! Haha.

Belanja TV

Ada satu masalah dengan pengantarannya akibat kesalahan tokonya, sih, yang mana membuatku jengkel. Aku jadi menyia-nyiakan satu hari waktuku karena ini, dimana aku menghabiskan sepanjang hari menunggu pengiriman dan pemasangan TVku di hari yang dijanjikan tetapi tidak ada yang datang. Aku mencoba menelepon tokonya tetapi tidak ada yang mengangkat, dan call centre umumnya juga tidak bisa membantuku karena transaksiku berlangsung di toko, bukan online. 😣 Malamnya aku pergi ke tokonya untuk komplain; dan akhirnya kesalahan yang dibuat pihak toko itu ditemukan. Sebagai akibatnya, yang mana seharusnya aku sudah memiliki TV di akhir pekan, aku baru mendapatkan TVnya di hari Rabu kemarin!

Anyway, aku masih harus memutuskan apakah aku ingin berlangganan tv kabel juga sih (Aku bisa menambahkan paket itu ke paket internetku), tetapi aku akan mencoba TVnya dulu deh! Haha 😆

#1910 – Furniture Shopping

ENGLISH

The two months or so, I have been busy with, well, furniture shopping! This is certainly what comes with buying my own apartment, haha.

As I knew that this would be a big shopping spree, I needed to follow some rigorous planning on how I would proceed with it. This was because, clearly, my time was limited and, more importantly, so was my budget, haha 😆 .

Planning

I started with the most fun part of it. I asked my agent the floormap of my apartment and then listed what I would want to have in each room. The floormap allowed me to have quite precise estimate on the size of the stuffs that I wanted. Btw, this was the most fun part because at this stage I was not thinking of my budget yet, lol 😆 .

When I was, sort of, done, I started to attach rough numbers to each of the item. I summed them all, added some percentage of it on top as my “margins”, and ended up with such a big number! Lol 😆 .

Clearly this could potentially be a problem if I wasn’t careful. So I needed a strategy…

A Strategy

A strategy briefly entered my mind where I would buy a lot of “cheap” stuffs (possibly from Ikea 😛 ) so I would have a fully furnished apartment that would still be within my budget. However, I quickly dismissed this strategy as I did not think this would be the best, especially in the long run. This apartment would literally be mine so it would be wiser to invest in better quality furniture! Haha…

As I would live here in longer-term, all I needed at this point were the “necessities”, i.e. the basic furnitures I would need to have to make this apartment, at least, livable. I did not need everything I wanted by now; as I would be able to buy the others along the way. Without blowing my budget, this would allow me to buy “better” products.

Execution

A strategy set up, I then executed it. In order to get “better” products, I also asked around (read: my friends and colleagues). They gave me really valuable advices on which stores and (type of) products they would recommend. I seriously studied those advices, especially on the very necessary furnitures (e.g. bed, washing machine, fridge, sofa).

Though this meant I would need to invest more time (as there were several stores to check out (instead of one)), it was actually quite fun and I enjoyed it! Haha 😆 . While doing so I needed to watch my budget, though. I wouldn’t say I had a small budget for furniture, but of course it was also not infinite 😛 .

While it was certainly super comfortable and awesome and stuffs (I tried it), obviously I was not going to buy this €5000 (after discount price) bed.

About two weeks ago, most of those furnitures were delivered and assembled, and so I could start living in my own apartment. But still, this is all not done yet! It feels like there are still more things that I need!! Haha 😆 . But well, I don’t need to hurry and it is better to do it slowly, I think 😀 .

BAHASA INDONESIA

Dua bulanan terakhir, aku telah disibukkan dengan belanja mebel! Yah, ini mah jelas apa yang menjadi bonus dari yang namanya membeli apartemenku sendiri lah ya, haha.

Karena aku tahu belanja ini akan menjadi belanja yang besar banget, jelas aku membutuhkan perencanaan yang matang untuknya. Ini karena, jelas, waktuku terbatas dan, yang lebih penting, budget-ku juga, haha 😆 .

Perencanaan

Perencanaan aku mulai dengan bagian paling menyenangkan. Aku meminta kopian denah apartemenku dan kemudian mendaftar apa saja yang ingin aku miliki di setiap ruangan. Denah ini membantuku membuat estimasi yang cukup akurat mengenai ukuran barang-barang yang kuinginkan. Btw, ini adalah bagian paling menyenangkan karena aku masih belum mempertimbangkan budget-ku, haha 😆 .

Ketika aku sudah selesai, aku mulai mengaitkan perkiraan biaya kasar ke masing-masing item. Aku menjumlahkan semuanya dan menambahkan sekian persen di atasnya untuk “jaga-jaga”, dan hasilnya aku mendapatkan bilangan yang besar banget! Huahaha 😆 .

Jelas banget ini bisa menjadi masalah apabila aku tidak berhati-hari. Jadilah jelas aku membutuhkan sebuah strategi…

Sebuah Strategi

Sebuah strategi sempat memasuki pikiranku dimana aku akan membeli banyak barang-barang “murah” (mungkin dari Ikea 😛 ) sehingga aku akan memiliki apartemen dengan mebel lengkap tetapi biayanya terjangkau. Namun, tidak lama strategi ini langsung kubuang karena aku rasa ini bukanlah strategi terbaik, terutama untuk jangka panjang. Apartemen ini akan menjadi milikku sehingga lebih bijak apabila aku membeli barang-barang yang berkualitas lebih baik! Haha…

Karena aku akan tinggal disini untuk jangka panjang, yang kubutuhkan saat ini adalah “yang esensial-esensial” dulu, yaitu mebel-mebel yang harus ada supaya apartemen ini, setidaknya, bisa ditinggali. Aku toh tidak membutuhkan semuanya sekarang kan; dan yang lain-lain itu bisa kubeli sembari jalan. Tanpa membuat budget-ku membengkak, ini memungkinkanku untuk membeli produk-produk yang “lebih baik”.

Eksekusi

Sebuah strategi sudah terbentuk, saatnya untuk melaksanakannya. Untuk mendapatkan produk yang “lebih baik”, aku juga mengumpulkan informasi dari sekitarku (baca: teman-teman dan kolega-kolega). Mereka benar-benar memberikan saran yang berguna banget untuk toko-toko dan (tipe) produk yang mereka rekomendasikan. Aku sungguh-sungguh mempertimbangkan masukan-masukan itu, terutama untuk mebel-mebel utama (misalnya ranjang, mesin cuci, kulkas, sofa).

Walaupun ini berarti aku harus menghabiskan lebih banyak waktu (karena ada beberapa toko yang harus aku cek (bukannya satu)), toh ini rasanya seru dan aku menikmatinya! Haha 😆 . Ketika melakukannya aku harus memperhatikan budget-ku sih. Sebenarnya menurutku budget-ku sih nggak kecil-kecil amat, tetapi kan juga bukan berarti tak terbatas ya 😛 .

Walaupun memang sangat nyaman, enak, dan keren banget lah (aku sudah cobain), jelas dong aku tidak membeli ranjang seharga €5000an ini (sekitar Rp 75 juta), ini pun harga setelah diskon.

Sekitar dua minggu yang lalu, sebagian mebel itu sudah diantar dan sudah dipasang, sehingga kini aku sudah bisa meninggali apartemenku. Tapi tetap aja, ini semua belum selesai! Rasanya masih ada aja yang mesti dibeli!! Hahaha 😆 . Tapi mah sebaiknya jangan buru-buru dan pelan-pelan aja lah ya 😀 .

#1905 – Two Moving Stuffs

ENGLISH

I am moving to my own apartment in Amsterdam this month. Here are a couple of things about that.

Moving = opportunity to throw away stuffs

This one is a little bit different than the ones before (since I moved to the Netherlands, obviously; where I only had to move within Delft). Because I am moving to another city, I would like to move as little stuffs as possible. I mean, I don’t want to spend a lot of time and energy in moving stuffs I do not use nor need anymore. In other words, this is a perfect opportunity to throw away “my garbage stuffs”!

So in some weekends of February and March, I sorted all my stuffs. It was not that surprising (to me) that I was able to gather a lot of stuffs which I did not use nor need anymore; including old clothes, sweaters, jackets, coats, documents, and many other random stuffs, haha. It certainly looked like a lot and would have filled about two big suitcases. So I am super glad that now I don’t have to move two big suitcases of stuffs I won’t even use nor need! 🙂

Moving = a time optimization problem

Now, I still live in Delft. While this weekend I worked hard to make my apartment “livable”, at the moment it is still not ready (even though, the bed, sofa, curtains, essential lamps, fridge, washing machine, etc are already installed). One crucial basic thing is still not installed yet, that is:

the internet connection

Huahaha 😆

I mean, I just can’t live in a place with no internet connection! Haha 😆 . You see, as shown in the (modified) Maslow’s pyramid of need as follows:

Maslow’s pyramid of needs. Source: http://boingboing.net/2013/04/19/mazlow-xxi-c.html

internet is the most basic need of all these days 😛 .

I have made an appointment with a mechanic from an internet provider later on this week. So basically after that, I can start living in Amsterdam.

BAHASA INDONESIA

Aku pindah ke apartemen milikku di Amsterdam bulan ini. Berikut ini dua hal yang berkaitan dengannya.

Pindahan = kesempatan untuk membuang barang

Pindahan kali ini agak berbeda daripada yang sebelum-sebelumnya (semenjak aku pindah ke Belanda, tentunya; dimana aku hanya pindah di dalam Delft saja). Karena aku pindah ke kota lain, aku ingin memindahkan sesedikit mungkin barang. Maksudnya, ogah kan menghabiskan banyak waktu dan energi memindahkan barang-barang yang toh tidak lagi aku gunakan atau butuhkan. Dengan kata lain, pindahan adalah kesempatan emas untuk membuang “barang-barang sampahku”!

Jadilah di beberapa akhir pekan di Februari dan Maret, aku menyortir barang-barangku. Tidak mengherankan (untukku) ada banyak barang yang aku anggap tidak akan lagi aku pakai atau butuhkan; termasuk pakaian-pakaian tua, sweater, jaket, mantel, dokumen-dokumen, dan barang-barang random lainnya, haha. Nampak banyak banget loh dan barang-barang itu akan mengisi setidaknya dua koper besar lah. Jadi aku merasa senang aku tidak harus memindahkan dua koper besar yang berisi barang-barang yang bahkan tidak aku perlukan atau gunakan lagi! 🙂

Pindahan = masalah optimasi waktu

Sekarang ini, aku masih tinggal di Delft. Walaupun akhir pekan kemarin ini aku bekerja keras untuk membuatnya “bisa dihuni”, saat ini sayangnya apartemennya masih belum siap (walaupun ranjang, sofa, gorden, lampu-lampu penting, kulkas, mesin cuci, dll sudah dipasang). Ini dikarenakan ada satu hal penting dan mendasar yang masih belum terpasang, yaitu:

koneksi internet

Huahaha 😆

Maksudku, aku ogah dong tinggal di tempat yang nggak ada koneksi internetnya! Haha 😆 . Yah, kan sesuai dengan yang ditunjukkan piramida kebutuhan dasarnya Maslow (yang dimodifikasi) berikut ini:

Piramida kebutuhan dasarnya Maslow. Sumber: http://boingboing.net/2013/04/19/mazlow-xxi-c.html

internet adalah kebutuhan dasar banget sekarang-sekarang ini 😛 .

Aku sudah membuat janji dengan mekanik dari sebuah perusahaan penyedia layanan internet minggu ini. Jadi pada dasarnya setelah itu sih aku sudah bisa tinggal di Amsterdam.