#2084 – A New “Theme” for My March

ENGLISH

There is a new, big theme for my March starting from this year, that is: doing my tax! Lol 😆

In the Netherlands, in around March many residents get the invitations from the belastingdienst (tax department) to declare their financial situation of the previous year. Aside from the obvious (your income, savings, investment, etc.), you also declare your personal situation with it (as based on your situation, you might qualify for some tax-deductible stuffs, such as the interest part of your mortgage, etc.).

Also, in the Netherlands when you work for a company, your employer normally withholds part of your gross salary that would be paid for tax. In other words, you receive your “nett” salary every month as your employer “has taken care of” your tax for you. But of course the withheld amount is calculated only based on the tax break and your personal situation is not considered.

Therefore, declaring your financial situation is very important because it might be that, due to your personal situation, you are actually qualified for some tax-deductible matters which are not taken into the account yet. In this case, you are paying too much tax and, as a result, you will get a tax refund! 😀

The cool thing is that this can be done online, making it very convenient! Beside, some elements have been “automatically” filled already as the tax department, naturally, has some access to your information via some official bodies.

I got the invitation from the tax department in late February; and I declared my 2017 situation in a weekend this month. It was quite some work, though, as it took me more than one hour to finish my declaration; because there were a lot of detailed questions about some of my expenses, mostly related to my apartment which I bought last year, haha. But it was all “worth it” because at the end of it, it turned out that indeed I paid too much tax last year (as I was eligible for some tax-deductible matters) and so I would get a refund on this amount later on this year! Haha 😛 .

***

So, does this mean that I did not do my tax before this year? Well, I actually did. However, before last year my life here was much “simpler” as a PhD candidate who rent a place to live. So basically the tax withheld by the university from my gross salary was indeed the correct amount of tax I would need to pay anyway; as I didn’t really qualify for anything tax-deductible. So even if I did fill in the declaration (which I did last year), at the end of it I was told I would get a €0 refund, haha 😆 .

***

Though, the tax department was not the only body I needed to deal taxes with. As a home-owner in Amsterdam, I needed to also deal with the Amsterdam municipality, haha. Earlier this month, I got a “bill” from the municipality for this year’s sewage, garbage, and real estate taxes, hahaha.

Oh well, I know what to expect with March now; and welcome to real life, I guess, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Ada tema besar dan penting untuk bulan Maretku mulai tahun ini, yaitu: mengurus pajak! Hahaha 😆

Di Belanda, di sekitar bulan Maret banyak penduduk yang mendapatkan undangan dari Belastingdienst (Departemen Perpajakan) untuk mendeklarasikan situasi finansial mereka di tahun sebelumnya. Selain yang jelas adanya (pendapatan, tabungan, investasi, dll), kita juga diminta mendeklarasikan situasi personal kita (karena berdasarkan situasi personal ini, kita mungkin qualified untuk beberapa pemotongan pajak lho, misalnya dari bunga dari hipotek kita, dll).

Juga, di Belanda ketika kita kerja ikut orang, biasanya kantor kita akan menahan bagian dari gaji kotor kita yang toh semestinya akan dibayarkan untuk pajak. Dengan kata lain, kita hanya menerima gaji “bersih” kita setiap bulan karena kantor sudah “menguruskan” pajak untuk kita. Tetapi tentu saja besarnya yang ditahan ini hanyalah berdasarkan tabel dan besaran pajaknya saja tanpa mempertimbangkan situasi personal kita.

Makanya mendeklarasikan situasi finansial kita itu penting banget karena mungkin saja, karena situasi tersebut, sebenarnya kita qualified untuk mendapatkan beberapa pemotongan pajak yang belum terhitung. Dalam kasus ini, artinya kita membayar terlalu banyak pajak dan, sebagai akibatnya, kita akan mendapatkan tax refund (pengembalian pajak)! 😀 .

Yang keren dari proses ini adalah semuanya bisa dilakukan online, sehingga praktis dan nggak ribet banget dah! Di samping itu, ada beberapa informasi yang sudah “otomatis” terisi karena departemen pajak, tentu saja, memiliki beberapa akses terhadap informasi kita untuk urusan-urusan formal kan.

Aku mendapatkan undangan dari departemen pajak di akhir bulan Februari; dan situasi 2017ku aku deklarasikan di salah satu akhir pekan bulan ini. Walaupun praktis, tapi tetap aja aku membutuhkan lebih dari satu jam untuk menyelesaikannya; karena ada banyak banget pertanyaan mendetail mengenai pengeluaranku, terutama berkaitan dengan apartemen yang kubeli tahun lalu, haha. Tetapi toh semuanya “worth it” sih karena pada akhirnya, ternyata aku beneran membayar terlalu banyak pajak tahun lalu (sehingga aku qualified untuk mendapatkan pemotongan pajak dari beberapa hal) sehingga aku akan mendapatkan refund sejumlah ini nanti! Haha 😛 .

***

Nah, apakah ini berarti sebelum ini aku tidak mengurus perpajakanku? Hmm, sebenarnya aku mengurusnya sih. Tetapi masalahnya sebelum tahun lalu kehidupanku di sini itu “sederhana” sekali hanya sebagai kandidat PhD yang menyewa tempat tinggal. Sehingga pada dasarnya besarnya pajak yang ditahan universitas dari gaji kotorku ya memang sudah benar besar pajak yang harus aku bayarkan; karena aku tidak qualified untuk pemotongan pajak apa pun. Jadilah biarpun jika aku mengisi deklarasinya (yang mana kulakukan tahun lalu), pada akhirnya aku diberi-tahu akan mendapatkan refund sebesar €0, haha 😆 .

***

Nah, aku tidak hanya berurusan dengan masalah pajak dengan Departemen Perpajakan saja loh. Sebagai pemilik rumah di Amsterdam, aku juga harus mengurus pajak dengan pemerintah kota Amsterdam, haha. Awal bulan ini, aku mendapatkan “tagihan” dari kota untuk pajak air limbah, sampah, dan real-estate untuk tahun ini, hahaha.

Oh ya gitu deh, aku tahu apa yang harus aku siapkan untuk bulan Maret sekarang; dan selamat datang ke dunia nyata deh ini, haha 😆 .

Advertisements

#2059 – Sporting in January

ENGLISH

Needless to say that January was quite an eventful month for me. While it was certainly fun, the downside of that was that it was a little bit challenging to get my “sporting rhythm” back! Lol 😆 .

The month started off with the terrible jetlag I got after coming back from my year end trip to California. It took awhile before my body adjusted to the Central European Time (CET). Once it did, some interesting special events took place at work, haha. And then of course there was the two trips in a week I did at the end of the month to two places with great food like the following 😛 .

Another amazing brunch in Copenhagen

A tortellini bolognese with ragu in Bologna!

All of these made my sporting pattern to be quite “sporadic”. It was a little bit annoying because a few times I felt like I started to get some of the “groove” back (via the combination of my visit to the gym and a new tennis lesson season (which will be longer this season)), but then an “elongated break” must follow hence killing off some of the groove, haha 😛 . But hey, a sporadic pattern was better than nothing, right? Beside, looking at the positives, it was actually really nice to have these events “spicing up” what otherwise would have been a dull winter month of January (a cold winter month following a festive Christmas and New Year holiday season), haha 😛 .

Nonetheless, I am glad that my schedule in February thus far and what have been planned ahead seem to look more “regular”. And so I hope I would get my rhythm back as soon as possible!

BAHASA INDONESIA

Sudah jelas ya bulan Januariku kemarin adalah bulan yang cukup berwarna untukku. Walaupun jelas seru, di sisi lain warna-warna itu menjadi tantangan tersendiri untukku mendapatkan kembali “ritme berolahraga”-ku! Hahaha 😆 .

Bulan kemarin ini aku mulai dengan jetlag parah akibat dari perjalanan akhir tahunku ke California. Badanku membutuhkan waktu cukup lama untuk membiasakan kembali dengan zona waktu Central European Time (CET). Begitu adaptasinya selesai, beberapa acara menarik diadakan di kantor, haha. Dan tentu saja adanya dua perjalanan dalam seminggu di akhir bulan ke dua tempat yang makanannya enak-enak seperti berikut ini 😛 .

Brunch yang enak banget di Kopenhagen

Tortellini bolognese dengan ragu di Bologna!

Semua ini membuat pola olahragaku di bulan ini “sporadis”. Rasanya sedikit menyebalkan soalnya beberapa kali begitu aku merasa mulai mendapatkan “groove“-nya kembali (melalui kunjunganku ke gym dan kelas les tenis baru (yang mana kali ini akan lebih panjang dari semester yang lalu)), eh aku harus “absen lumayan panjang” yang mana mengurangi level groove-nya, haha 😛 . Ah, tetapi pola yang sporadis masih mendingan daripada tidak berolahraga sama sekali kan ya? Di samping itu, kalau dilihat dari sisi positifnya, sebenarnya acara-acara itu justru membuat Januari menjadi seru sih, bukannya bulan yang menyebalkan di musim dingin (bulan musim dingin yang, hmm, dingin setelah musim liburan Natal dan Tahun Baru yang seru), haha 😛 .

Tapi bagaimana pun juga, sekarang aku merasa lega dengan jadwalku di bulan Februari ini yang sejauh ini dan ke depannya nampak akan lebih “reguler”. Jadi mudah-mudahan ritmeku segera aku dapatkan kembali!

#2031 – Wintery December

ENGLISH

December 2017, so far, has been really wintery. Perhaps it is the most wintery December of the past three or four years in the Netherlands!

When it was snowing hard in Amsterdam

You know, it all started last weekend when it snowed for the first time this winter. The last time it snowed in December was way back in 2012 if I am not mistaken! And then the snow went overboard over the weekend which messed my weekend trip to London up, haha. It was still snowing quite hard in Amsterdam on Monday. In fact, that day the KNMI (the Dutch meteorological body) issued a red snow warning! Things have started to go back to “normal winter” since then, thankfully.

Aside from the snow, the Christmas vibe has also been getting stronger and stronger now. The Amsterdam Light Festival has officially started and so the city looks really cool now in the evening with all the pretty lights! A few big Christmas trees are also erected in several squares across the city, for instance at the famous Dam Square.

The Christmas tree at Amsterdam’s Dam Square

Also at the office, a lot of my colleagues brought a lot of cakes and cookies and desserts and those sweet stuffs everyday to celebrate the festive season! Oh wow the temptation was indeed super strong this week! I really needed super strong self control so that I did not consume too much of those evil sweet things! Lol 😛 I also got my hair cut this afternoon and upon leaving, I was given a bottle of white wine as a Christmas gift! 😀

Speaking of this week, finally I had the time to start going back to they gym again! I found it interesting btw that after being absent for only about three and a half weeks, I did feel like my body had “weakened” a little bit. The weight which I used to lift with little to no problem posed a bit of a challenge this week, haha! Oh well…

Anyway, so yeah it has been festive here in Amsterdam nowadays!

Amsterdam Light Festival

BAHASA INDONESIA

Desember 2017, sejauh ini, sudah berasa banget nih musim dinginnya. Mungkin ini adalah Desember yang paling “musim dingin” di Belanda dalam tiga atau empat tahun belakangan!

Ketika bersalju lebat di Amsterdam

Semuanya dimulai akhir pekan yang lalu dimana untuk pertama kalinya salju turun musim dingin ini. Terakhir kali bersalju di bulan Desember adalah di tahun 2012 loh kalau nggak salah! Dan kemudian saljunya terus turun dengan lebay di sepanjang akhir pekan itu sampai-sampai mengacaukan perjalanan akhir pekanku ke London, haha. Di hari Senin, salju masih turun dengan lebatnya di Amsterdam. Bahkan, hari itu KNMI (badan meteorologinya Belanda) mengeluarkan peringatan salju level merah! Setelah hari itu, cuaca mulai kembali ke cuaca musim dingin sebagaimana biasanya, untungnya.

Di samping salju, suasana Natal juga sudah semakin terasa lebih kuat sekarang. Festival Lampu Amsterdam (Amsterdam Light Festival) juga sudah resmi dimulai sehingga kotanya nampak kece sekarang di malam hari dengan semua hiasan lampunya! Beberapa pohon Natal besar juga sudah dipasang di beberapa lapangan utama di seluruh penjuru kota, seperti misalnya di Lapangan Dam yang terkenal itu.

Pohon Natal di Lapangan Dam (Dam Square) di Amsterdam

Belum lagi di kantor ada banyak kolega yang membawa kue-kue yang manis-manis ke kantor setiap hari untuk merayakan suasana ini! Ya gimana ini godaannya kok banyak bener gini ya! Aku benar-benar membutuhkan kontrol diri yang kuat nih supaya nggak terlalu banyak ngemil yang manis-manis itu! Hahaha 😛 Aku juga potong rambut siang ini dan ketika akan pulang, aku bahkan diberikan sebotol white wine sebagai hadiah Natal loh! 😀

Ngomongin minggu ini, akhirnya aku ada waktu juga nih untuk kembali ke gym! Aku rasa menarik juga dimana aku absen hanya selama tiga setengah minggu tetapi terasa sekali tubuhku kok kayak sudah sedikit “melemah”, haha. Beban yang biasanya bisa aku angkat tanpa masalah jadi terasa sedikit lebih berat nih minggu ini, haha!

Anyway, jadi ya memang di Amsterdam akhir-akhir suasananya sungguh meriah!

Amsterdam Light Festival

#2018 – The Second DST, Utrecht and Monday

ENGLISH

This post has sat in the Draft section for too long, since the beginning of November just after this year’s second DST, actually, haha. And so I figure it is time to publish it 😀 .

The somehow “negative” effect of the second DST this year. 

Speaking of the DST, normally the second DST is my favorite where, at the very least, there is no effect to me. This year, however, somehow it has been different. If anything, I feel like the DST has more of a “negative” effect on my daily life, which I found weird. After thinking about it for some time, I believe I have found an explanation for this, that actually is reasonable!

Up to two years ago, my life in the Netherlands was revolving around the university at this time of the year. Actually, my last second DST while in university was three years ago, because two years ago I was in India this time around where DST was, of course, not observed, haha. And you probably know how life as a PhD in a (reputable) university was, haha. To me, I almost always worked at least until around 8 PM or so, when it was already dark anyway so there was no effect made by the DST, haha.

It was dark already anyway when I finished day at the university

Last year, while I already left university, I still lived in Delft and had to commute everyday to Amsterdam for work. At this time, the DST really helped a lot because before the DST, it was still dark when I left for work from Delft but after the DST, it became bright! It certainly lifted my mood and energy to start the day!

This year, however, the “brighter” morning did not matter because I could leave for work much later than when I was still in Delft. And so it was already bright anyway in my “morning” with or without the DST. The difference, however, was when I finished my day at work. Before the DST, I normally left my office before sunset so it was still quite bright outside. The DST, however, would mean that the exact same time would fall just after sunset, where it was already quite dark outside. And somehow, this made my day suddenly felt more “tiring” because (probably) unconsciously my brain thought I was suddenly working longer than usual, haha…

Oh well…

Utrecht and Monday, possibly not the best pair

Anyway, that week I also went to Utrecht to catch up with a friend. And here is one thing I learned from that.

It appeared to us that probably Monday was not the best day to eat out in Utrecht. Why? Because most restaurants were closed! Haha 😛 You see, during the day I was googling for possible good restaurants to eat. I actually found a few, but only to find out that all of them were indeed closed on Monday! Haha…

I ended up having this iron steak that day.

Btw, yes, it is common for restaurants in the Netherlands to not open everyday (Chains are, of course, different). Usually they take one day of the week as a “day off”; but, of course, usually this day is not Friday or Saturday, arguably the “busiest” days for restaurants 😛 . And it appears that Monday might be the slowest day for restaurant business in Utrecht and so many of them choose this day as their day off, hmm.

BAHASA INDONESIA

Posting ini sudah duduk manis di bagian Draft kelamaan nih, semenjak awal November setelah DST kedua tahun ini, haha. Jadi aku rasa sudah waktunya untuk dipublikasikan lah ya 😀 .

Efek yang entah mengapa “negatif” dari DST kedua tahun ini 

Ngomongin DST, biasanya DST kedua adalah favoritku dimana, setidaknya, DSTnya tidak berefek bagiku. Tetapi tahun ini, entah mengapa DST ini rasanya berbeda. Bahkan, aku merasa DSTnya justru memiliki efek “negatif” bagi kehidupan sehari-hariku, yang mana aku rasa aneh lho. Setelah kupikir-pikir sekian waktu, sepertinya aku sudah menemukan penjelasannya, yang mana masuk akal!

Hingga dua tahun yang lalu, hidupku di Belanda berkutat di sekitar universitas kan di waktu-waktu ini. Sebenarnya, DST kedua terakhirku ketika di universitas adalah tiga tahun yang lalu sih, karena dua tahun yang lalu kan aku sedang berada di India di waktu ini dimana DST tidak diberlakukan, haha. Dan tahu lah kehidupan sebagai mahasiswa PhD di universitas (ternama) itu kayak apa, haha. Untukku, aku hampir selalu bekerja sampai setidaknya jam 8 malam setiap hari, jadi ya toh memang sudah gelap juga sih ketika pulang dan DSTnya tidak mengubah apa pun, haha.

Toh sudah gelap ketika aku pulang dari kerjaanku di universitas

Tahun lalu, aku sudah meninggalkan universitas tetapi aku masih tinggal di Delft sehingga aku harus nglaju setiap hari ke Amsterdam untuk ngantor. Waktu itu, DSTnya membantu sekali karena sebelum DST, masih gelap dong ketika aku berangkat kerja dari Delft tetapi setelah DST, tiba-tiba suasananya jadi terang! Ini jelas mengangkat mood dan energiku untuk memulai hari kan ya!

Tahun ini, tapinya, pagi yang “lebih terang” tidak berefek karena aku toh bisa berangkat kerja lebih siang daripada ketika aku masih di Delft. Jadilah toh pagiku juga terus “terang” baik dengan ataupun tanpa DST. Namun, perbedaannya ada ketika aku pulang kerja. Sebelum DST, biasanya aku pulang kerja sebelum matahari terbenam sehingga di luar masih lumayan terang lah. Dengan DST, artinya waktu pulangku yang sama jadi berada setelah matahari terbenam, artinya di luar juga sudah gelap. Dan menurutku, ini tiba-tiba membuat hariku terasa lebih “melelahkan” karena (mungkin) alam tidak sadarku mengira bahwa aku bekerja lebih lama daripada biasanya dengan cara lembur, haha…

Yah…

Utrecht dan Senin, mungkin bukan kombinasi terbaik

Anyway, minggu itu aku juga pergi ke Utrecht untuk catch up dengan seorang temanku. Dan berikut ini satu hal yang kupelajari dari hari itu.

Kami baru sadar bahwa sepertinya hari Senin bukanlah hari terbaik untuk makan di luar di Utrecht. Mengapa? Karena kebanyakan restorannya tutup! Haha 😛 Jadi ceritanya hari itu sebenarnya aku sudah googling beberapa restoran yang oke gitu. Aku menemukan beberapa, tetapi ternyata restoran-restoran itu tutup dong di hari Senin! Haha…

Pada akhirnya aku makan iron steak ini hari itu.

Btw, iya, lumrah kok bagi restoran-restoran di Belanda untuk tidak buka setiap hari (Kalau restoran chains mah lain cerita tentunya ya). Biasanya, mereka mengambil satu hari dalam seminggu untuk “libur”; tetapi tentu saja biasanya hari libur ini bukan hari Jumat atau Sabtu, yang mana hari “teramai” untuk restoran kan ya, haha 😛 . Dan mungkin Senin adalah hari paling sepi untuk bisnis restoran di Utrecht sehingga kebanyakan dari mereka memilih hari ini sebagai hari libur, hmm.

#2008 – October Summary

ENGLISH

Oh wow, somehow it is November already; which means that we have passed the entire month of October. Speaking of October …

… three weekend trips

I went on three weekend trips during the month. Interestingly, though, they were on three consecutive weekends and they were all Avgeek Weekend Trips! Haha 😛

1. Avgeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)
2. Avgeek Weekend Trip #12 (AMS – CDG – LHR – CDG – AMS)
3. Avgeek Weekend Trip #13 (AMS – CDG – MUC – AMS)

Despite all three trips being “only” Avgeek Weekend Trip (in the sense that the focus was more on the flights so I tend to do much less (physically-taxing) activities (i.e. walking I mean, haha) during those kind of trips), their consecutive nature apparently still made those tiring overall! Haha 😛 In fact, I was uncharacteristically tired already during the third one and so in the aftermath I was craving for more sleep. Luckily I still had the whole Sunday for that purpose that weekend. And I actually suspect if these trips had something to do with me also feeling quite tired this past weekend! Nevertheless, those trips were certainly really fun and I enjoyed them a lot 🙂 .

Especially that I got to fly Air France’s brand new (not even a month old) Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC this October.

… Fall

And October means the Fall season has also begun. And I have also expressed that Fall is my least favorite season of all. So far this year, it has not been different. It has been raining quite a lot in the Netherlands, most days were at the very least cloudy, and the general “mood” has been gloomy. You know, normal Fall, haha 😛 .

In fact, here is how the weather was like while I was taking off from Schiphol during my first Avgeek Weekend Trip in October:

Yeah, I am actually looking forward for the next season! Or that I hope the second half of the season will (uncharacteristically) turn better! 😛

BAHASA INDONESIA

Oh wow, tiba-tiba sekarang sudah bulan November aja ya; yang mana artinya kita sudah melewati satu bulan Oktober secara penuh. Ngomongin tentang Oktober …

… tiga perjalanan akhir pekan

Aku pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan sepanjang bulan itu. Menariknya, ketiganya adalah di tiga akhir pekan berturutan dan ketiganya adalah Avgeek Weekend Trips! Haha 😛

1. Avgeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)
2. Avgeek Weekend Trip #12 (AMS – CDG – LHR – CDG – AMS)
3. Avgeek Weekend Trip #13 (AMS – CDG – MUC – AMS)

Walaupun ketiganya “hanya” Avgeek Weekend Trip (dalam artian fokusnya adalah di penerbangan-penerbangannya sehingga aku cenderung untuk tidak terlalu banyak beraktivitas (secara fisik) (maksudnya tidak terlalu banyak jalan kaki, haha) di perjalanan ini), ternyata karena berturutan toh ternyata masih melelahkan juga! Haha 😛 Malahan, tidak biasanya aku sudah mulai merasa capek ketika sedang berada di perjalanan yang ketiga sehingga sepulangnya aku merasa ingin banyak tidur banget! Untungnya, di akhir pekan itu aku masih memiliki satu hari Minggu penuh yang bisa kumanfaatkan untuk itu. Dan sebenarnya aku agak curiga bahwa mungkin perjalanan-perjalanan ini juga sedikit menyebabkanku merasa lumayan lelah akhir pekan kemarin ini! Eh walaupun begitu, perjalanan-perjalanan iu sungguh seru dan aku amat menikmatinya 🙂 .

Terutama kan aku berkesempatan terbang dengan pesawat super barunya (bahkan usianya belum ada satu bulan) Air France ini, Boeing 787-9 Dreamliner rego F-HRBC Oktober kemarin.

… Musim Gugur

Dan Oktober juga berarti musim gugur sudah dimulai. Dan sudah kusebutkan bahwa musim gugur adalah musim yang paling tidak aku favoritkan. Sejauh ini tahun ini, ternyata juga masih begitu kok. Di Belanda sering banget hujan di musim gugur ini, kebanyakan hari-harinya bercuaca berawan (tebal), sehingga “mood” umumnya juga terasa gloomy gitu. Ya gitu kan, musim gugur mah memang begini, haha 😛 .

Malahan, berikut ini contoh cuacanya ketika aku lepas landas dari Schiphol di Avgeek Weekend Trip pertamaku Oktober ini:

Ya gitu deh, aku sudah nggak sabar untuk masuk ke musim selanjutnya aja deh! Atau ya mudah-mudahan paruh kedua musim ini akan (tidak biasanya) berubah menjadi lebih oke gitu! 😛

#1924 – My Favorite Season: Spring

ENGLISH

I have shared before that I do not like Fall. So a relevant follow-up question is “What is your favorite, then?“. Well, to that, the answer is: definitely Spring! Haha 😆 .

First of all, here is a (good) Spring day in the Netherlands:

Yep, those are all flowers, not carpets! Lol 😆

Anyway, Spring is the opposite of Fall in many different levels, from the clear-cut scientific definition to how (my) life here is in general.

It is true, though, that even in Spring, the weather isn’t always perfect like in the video above. In fact, it is not most of the time. However, despite that, overall it is still “net positive”.

I think the fact that Winter preceeds Spring helps a lot. First of all, days are getting longer and longer each day. And I personally like longer days. Secondly, the same temperature as in Fall is perceived as “warmer”, haha.

This also affects people too. I observe that people are more in cheerful mood during the Spring, which sometimes is also reflected in how they dress. Ultimately, life feels much better and, as a consequence, I feel more productive at work too, which is always a good thing, haha 😛 .

Yeah, so, indeed, Spring is my most favorite season!!

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya telah kubagikan bahwa aku tidak suka musim gugur. Jadi pertanyaan berikutnya yang memang relevan adalah “Kalau begitu musim favoritmu musim apa dong?“. Untuk itu, jawabannya jelas adalah: musim semi! Haha 😆 .

Pertama-tama, hari (baik) musim semi di Belanda itu kayak gini:

Iyaa, itu semua bunga loh, bukan karpet! Haha 😆

Anyway, musim semi itu kebalikan dari musim gugur di banyak sisi, mulai dari definisi ilmiahnya yang jelas hingga bagaimana kehidupan(ku) secara umum di sini.

Memang sih, cuaca musim semi itu tidak selalu sempurna seperti di video di atas. Malahan, seringnya sih cuacanya nggak oke, haha. Toh walaupun begitu, secara keseluruhan masih “positif”.

Aku kira musim dingin yang mendahului musim semi jelas membantu banget. Pertama-tama, siang hari bertambah panjang terus setiap harinya. Dan aku sendiri suka banget dengan siang hari yang panjang. Yang kedua, suhu udara yang sama dengan di musim gugur jadi terasa “lebih hangat” gitu deh, haha.

Ini juga mempengaruhi orang-orang. Aku amati orang-orang ber-mood lebih ceria di musim semi, yang mana terkadang terpancar juga di pemilihan pakaiannya, haha. Jelas, ini membuat hidup terasa lebih enak dan, sebagai akibatnya, aku lebih produktif di kantor juga, yang mana jelas bagus dong ya, haha 😛 .

Jadi, iya, musim semi adalah musim favoritku!!

#1920 – Meet … Sucker 🙊

ENGLISH

One matter I needed to think about after buying an apartment, which obviously came empty, was the maintenance. And one of the many aspects of maintenance was how to keep it clean.

And I know myself. I know that cleaning my apartment regularly is not a hobby of mine, lol 😆 , as I would rather use the time and energy for something else (travelling, for instance 😛 ). On the other hand, at the moment I do not feel like hiring someone to regularly clean the apartment in relatively high frequency (It is quite expensive in the Netherlands).

And you don’t think there is any solution for this dilemma, then? Well, welcome to the 21st century because there is:

Yep, a solution for that is: a cleaning ROBOT!! And I named it Sucker (for the obvious reason) 🙊.

So what Sucker does is to roam around the apartment and suck stuffs 🙊. In simple terms, it is an automated vacuum cleaner that is really smart. Say it is in the middle of sucking something (🙈) and it is low on energy, it will stop and return to its station to recharge. And, of course, it is programmable too where I can schedule when it should work. It also comes with a “Virtual Wall Lighthouse”, a device which as a beacon can assist Sucker in cleaning multiple rooms (in Lighthouse mode) and can block an area that we don’t want to be cleaned (in Virtual Wall mode).

A Virtual Wall Lighthouse

Isn’t it really awesome? Haha 😆

Obviously it does not tackle all aspects of cleaning, mopping for instance. There is another type of robot that is designed for that actually. However, given that I have wooden floor that should not be mopped that often anyway, I choose not to get that one, haha 😆 .

Overall, so far I am quite impressed with my new robot :P. It does help me a lot by tackling the one cleaning action that needs to be done most frequently! It is much easier to maintain it once in a while than having to actually vacuum the entire apartment myself, regularly, haha 😛 .

I would rather empty its dustbin than having to do all the vacuuming myself 😛

BAHASA INDONESIA

Satu hal yang perlu kupikirkan setelah membeli apartemenku sendiri, yang mana jelas aku dapatkan nyaris kosong, adalah perawatannya. Dan satu dari banyak aspek perawatan adalah bagaimana menjaga kebersihannya.

Dan aku kenal diriku sendiri. Aku tahu membersihkan apartemen secara reguler bukanlah hobiku, haha 😆 , aku lebih suka memanfaatkan waktu dan energiku untuk yang lain (jalan-jalan misalnya, haha 😛 ). Di sisi lain, saat ini aku juga tidak ingin membayar seseorang untuk membersihkan apartemenku secara reguler dengan frekuensi cukup sering (Kan mahal di Belanda).

Dan apakah kemudian artinya tidak ada solusi untuk dilema ini? Hmm, selamat datang di abad ke-21, karena ada loh solusinya:

Yep, solusinya adalah: ROBOT bersih-bersih!! Dan robotnya aku namai “Sucker” (untuk alasan yang jelas) 🙊.

Jadi yang Sucker lakukan adalah berkeliling apartemen dan menyedot-nyedot gitu deh 🙊. Secara sederhananya, ia adalah vacuum cleaner otomatis yang amat pintar. Misalnya nih ia sedang menyedot apa kek gitu dan kemudian merasa lemas (energinya hampir habis 🙈), ia akan berhenti dan otomatis kembali ke stasiunnya untuk me-recharge dirinya. Dan, tentu saja, ia bisa diprogram juga dimana aku bisa menjadwalkan kapan ia harus bekerja. Aku juga mendapatkan sebuah “Virtual Wall Lighthouse”, sebuah alat yang bisa menuntun Sucker untuk membersihkan beberapa ruangan dengan sinyal (dalam mode Mercusuar) dan juga bisa memblok satu area yang tidak ingin kita bersihkan (dalam mode Virtual Wall).

Sebuah Virtual Wall Lighthouse

Keren ya? Haha 😆

Jelas ia tidak mengerjakan semua aspek dari bersih-bersih, mengepel misalnya. Nah, sebenarnya ada loh robot lain yang didisain untuk mengepel. Namun, dengan mengingat lantai apartemenku adalah dari kayu yang mana toh tidak boleh sering-sering dipel, aku tidak membelinya deh, haha.

Secara keseluruhan, aku cukup terkesan dengan robot baruku 😛 . Ia sangat membantuku dengan mengerjakan satu aktivitas bersih-bersih yang memang harus dikerjakan paling sering! Aku rasa sih lebih mudah untuk merawat robotnya sesekali ya daripada harus mengerjakan sendiri pekerjaan mem-vacuum seluruh apartemenku dengan reguler, haha 😛 .

Aku lebih memilih untuk mengosongkan penampungan debunya ini daripada harus mem-vacuum sendiri apartemenku 😛