#1886 – The Railway Industry in the Netherlands

ENGLISH

In this post I would like to share some knowledge about rail transport industry in the Netherlands which even quite many Dutch people (at least based on those I know) are not really aware of 🙂 . As this is just a blog post, obviously I will not get to too much details as there are a lot of parties that are involved, and some politics as well 🙂 .

Anyway, let us just start…

When we think about “rail transport”, I bet most of us immediately think about “trains”, which is understandable of course because we have to board a train to travel with a rail transport. But of course rail transport does not only involve the trains. We also need the hard infrastructure such as the train stations, the railroad, and the overhead (electric) line; and also the soft infrastructure such as the timetable and traffic control.

Rotterdam Centraal Station

Rotterdam Centraal Station

In the Netherlands, when people think about rail transport, they immediately associate it with “NS” (Nederlandse Spoorwegen/Netherlands Railways) to represent the whole industry. Here, I can say that this is, actually, definitely WRONG. As a matter of fact, NS is only one part of the industry; despite, indeed, being a big part of it.

So who is NS?

Actually, NS is just ONE train operator in the Dutch railway network; meaning that it only operates the trains[1] that run on the railroad. Yes, just the trains. Moreover, NS is NOT the only train operator in the Netherlands; even though indeed it is the largest one. There are more than 20 other train operators in the country, for instance Arriva, NS International, Connexxion, Veolia, and DB Schenker (freight train). And just like NS, they just operate the trains too.

An Intercity train entering platform 1 of Delft station.

An NS Intercity train entering platform 1 of the old Delft station.

So who are responsible for the train stations? For the railroad? For the overhead line? For the timetable? For the traffic control? Well, it is a separate organization called ProRail. In principal, ProRail is responsible for the non-train aspect of train operation.

NS and the other operators are clients of ProRail. And as clients, they have to pay ProRail for using the infrastructure. In return, ProRail provides the infrastructure and processes the schedules for the operators; and manages the train traffic too, of course.

The new Delft Station

Though, confusingly, the railway stations in the Netherlands are marked with NS logo. This is actually an artefact of the history and politic that are out of this post’s scope.

“Okay, I get it. So we can basically group the stakeholders of the railway industry into two groups: ProRail as the infrastructure owner and the train operators?” Well, the answer is, unfortunately, NO. This is where it gets more complicated. Being such a complex and advanced railway network, there are more parties that are involved in the Dutch railway industry. For instance, ProRail does not actually maintain the infrastructure themselves and nor does NS with their trains. Third parties are employed to do these jobs. Yes, third parties, plural. And as they are companies, obviously in some sense they are “competing” against each other; which makes the matter even more complicated.

***

Maliebaan Station

Maybe someone needs to watch these bags at Maliebaan Station too? 😛

Okay, I have to stop this post here before it gets too complicated and confusing to follow, haha. But at least, hopefully, it has provided the very general idea about the railway industry in the Netherlands.

To sum up, NS does not cover the entire railway industry in the Netherlands because NS is just one (of many) train operator. The infrastructure and traffic are the responsibility of a separate company, ProRail. However, they outsource some of their jobs to several third companies. 🙂

 

BAHASA INDONESIA

Melalui posting ini aku ingin sedikit berbagi pengetahuanku akan dunia industri transportasi kereta-api di Belanda yang bahkan cukup banyak orang Belanda (setidaknya berdasarkan yang aku kenal sih) pun juga nggak tahu 🙂 . Karena ini hanya lah sebuah posting blog saja, jelas aku tidak akan menuliskan banyak detail di sini karena ada banyak pihak yang terlibat, dan juga politik, haha 🙂 .

Anyway, mari kita langsung mulai…

Ketika kita mendengar “transportasi rel”, aku tebak kebanyakan pasti berpikir “kereta api”, yang mana tidak mengherankan karena kita harus menaiki kereta kan kalau mau bepergian melalui rel. Tetapi tentu saja mode transportasi ini tidak hanya melibatkan kereta apinya saja. Kita juga membutuhkan infrastruktur kerasnya seperti stasiun kereta, rel kereta apinya sendiri, dan juga kabel listrik di atas; dan juga infrastuktur lunaknya seperti jadwal kereta api dan kontrol lalu-lintas.

Rotterdam Centraal Station

Rotterdam Centraal Station

Di Belanda, ketika kebanyakan orang berpikir tentang transportasi kereta, mereka langsung mengasosiasikannya dengan “NS” (Nederlandse Spoorwegen/Kereta Api Belanda) untuk merepresentasikan keseluruhan industrinya. Di sini, aku bisa bilang bahwa ini, sebenarnya, amat sangat SALAH. Bahkan, NS hanya lah satu bagian saja dari industri ini; walaupun memang adalah bagian yang besar sih.

Loh, lalu siapa dong NS itu?

Sebenarnya, NS hanyalah SATU operator kereta saja di jaringan per-kereta-apian Belanda; yang mana artinya mereka hanya mengoperasikan kereta-kereta yang berjalan di atas rel itu. Iya, hanya kereta-keretanya saja. Terlebih lahi, NS bukanlah satu-satunya operator kereta di Belanda; walaupun memang mereka lah yang terbesar. Ada lebih dari 20 operator kereta lainnya di negeri ini, misalnya Arriva, NS International, Connexxion, Veolia, dan DB Schenker (kereta kargo). Dan sama seperti NS, mereka hanya mengoperasikan keretanya saja.

An Intercity train entering platform 1 of Delft station.

Sebuah kereta Intercity-nya NS memasuki jalur 1 stasiun kereta api Delft lama.

Nah, terus siapa dong yang bertanggung-jawab atas stasiunnya? Atas relnya? Atas kabel listriknya? Atas jadwalnya? Atas kontrol lalu-lintasnya? Yah, jawabannya adalah sebuah organisasi lain yang bernama ProRail. Secara singkat, bisa dibilang ProRail bertanggung-jawab akan semua sisi non-kereta di operasi kereta api, haha.

NS dan operator-operator lain adalah kliennya ProRail. Dan sebagai klien, mereka harus membayar ProRail untuk menggunakan infrastruktur keretanya. Sebaliknya, ProRail bertugas menyediakan infrastruktur dan memproses jadwal kereta bagi operator-operator ini; dan tentu juga harus mengatur lalu-lintasnya juga.

The new Delft Station

Walaupun, yang membuat semakin rancu nih, stasiun-stasiun kereta api di Belanda ditandai dengan logonya NS. Ini adalah pengaruh sejarah dan politik yang berada di luar cakupan posting ini.

“Okay, mengerti deh. Jadi pada dasarnya kita bisa membagi stakeholders dari industri kereta api ke dua grup: ProRail sebagai pemilik infrastruktur dan operator-operator kereta?” Hmm, sayangnya jawabannya adalah TIDAK. Di sini lah dimana situasi menjadi semakin rumit. Saking ruwet dan majunya jaringan kereta api di Belanda, ada banyak pihak yang ikut terlibat di industri kereta api Belanda. Misalnya, ProRail sebenarnya tidak langsung turun tangan dalam merawat infrastrukturnya, begitu pula NS tidak langsung merawat kereta-keretanya sendiri. Beberapa pihak ketiga dipekerjakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan ini. Iya, beberapa pihak ketiga, plural. Dan karena mereka adalah perusahaan, mereka juga “berkompetisi” satu sama lain; yang mana membuat situasi semakin ruwet.

***

Maliebaan Station

Mungkin mesti ada yang dipekerjakan untuk mengawasi tas-tas di Stasiun Maliebaan ini juga ya? 😛

Oke, nampaknya aku harus berhenti di sini deh sebelum cerita menjadi semakin rumit dan membingungkan, haha. Tetapi setidaknya, mudah-mudahan secara umum ide akan industri perkereta-apian di Belanda sudah tersampaikan lah ya.

Untuk merangkum posting ini, NS tidak lah mewakili keseluruhan industri kereta api di Belanda karena NS hanyalah satu (dari banyak) operator kereta. Infrastruktur dan lalu-lintasnya adalah tanggung-jawab dari perusahaan lain yang terpisah, ProRail. Namun, beberapa pekerjaan mereka limpahkan ke beberapa perusahaan pihak ketiga. 🙂

 

#1883 – Wintery February

ENGLISH

As usual, this February has been the coldest month this winter 😛 . While in Amsterdam it was also snowing in January (only for a little bit, though), it was much more frequent in February. In fact, it was more than enough for the snow to pile up!

And those who have experienced snow would fully understand that, indeed, this is the best feeling ever:

Haha 😆

This winter is my seventh winter in the Netherlands. Even then, I still find snow to be really beautiful and magical! Haha 😆 And so obviously I am glad that the winter of 2013/2014 still remains as my only snowless winter 😛 .

BAHASA INDONESIA

Seperti biasa, Februari ini adalah bulan terdingin di musim dingin kali ini 😛 . Walaupun di Amsterdam juga bersalju sih Januari lalu (sedikit doang sih tapinya), saljunya lebih banyak turun di bulan Februari. Dan banyaknya cukup loh untuk saljunya cukup menumpuk gitu! Jadi kan kece ya.

Dan mereka yang memiliki pengalaman dengan salju, pasti memahami banget deh bahwa yang berikut ini adalah best feeling ever:

Haha 😆

Musim dingin kali ini adalah musim dingin ketujuhku di Belanda. Walaupun begitu, bagiku salju itu masih nampak indah, keren, dan kece banget! Haha 😆 Jadi jelas lah ya tentu aku merasa lega bahwa musim dingin tahun 2013/2014 masih bertahan sebagai satu-satunya musim dinginku yang tanpa salju 😛 .

#1851 – NS’ New Timetable and Disruptions

ENGLISH

New Timetable

Last week, the Netherlands Railway (Nederlandse Spoorwegen/NS) released their new timetable. Actually, they do this in December every year. However, this year is special because the change was the biggest one in recent years.

Station Den Haag Holland Spoor

An NS train at Den Haag HS

And as a commuter between Delft and Amsterdam, this change has a significant impact on me. Now, there are only two per hour direct services between Delft and Amsterdam (previously four per hour). The other two services now require a one-minute transfer in Leiden Centraal Station. This is actually not a big deal, if the services are on time, as the two connecting trains stop at adjacent platforms, making transfer really convenient (we just need to walk like 10 meter).

Nonetheless, direct service is still, overall, more comfortable and actually more reliable. Last week was the first week of implementation for the timetables, so unsurprisingly there were a lot of small disturbances (delays due to variance in service length) here and there. And quite a few times I missed my connection in Leiden or I had to run a lot because the two connecting trains could not stop at adjacent platforms because the platforms were being used by other trains.

An Intercity train entering platform 1 of Delft station.

An Intercity train.

Well, I guess for my convenience, it is better to adjust my schedule with the direct services now 😛 .

Train Disruptions

Speaking of train operation, it is unavoidable that unexpected incidents would occur, causing train disruptions. When this happens, this causes a lot of inconvenience to everyone involved.

Last week was quite an unfortunate week for me, where I encountered two quite big disruptions in the same week!!

Disruption #1

On Monday, I was travelling back to Delft with a direct service going Amsterdam – Haarlem – Leiden – Delft. But then, as I was travelling between Amsterdam and Haarlem, a person decided to commit a suicide on the track between Haarlem and Leiden (suicide by jumping into a moving train is quite a common problem in the Netherlands, btw).

A train disruption due to suicide between Haarlem and Leiden

A train disruption due to suicide between Haarlem and Leiden

Consequently, the track between Haarlem and Leiden needs to be closed for operation. So my train had to end its service in Haarlem and could not continue towards Leiden.

So there I was, stuck in Haarlem, lol. The solution to this was that I needed to go BACK to Amsterdam, changed trains at Amsterdam Sloterdijk and took a Sprinter train to Leiden. Then, changed trains at Leiden to an Intercity to Delft.

I had no other option. So there I was, going back and forth between Amsterdam and Haarlem for nothing, lol 😆 . Consequently? The 1.5 hour one-way commute became 2.5 hours that evening. And I was so hungry along the way too as it was passing my dinner time. Lol 😆 .

Disruption #2

On Thursday, I was travelling to Amsterdam in the morning with a direct Delft – Leiden – Haarlem – Amsterdam service. Upon approaching Haarlem, a viaduct between Haarlem and Amsterdam got defect, forcing all train operation to stop between the two cities.

A train disruption due to defect viaduct between Haarlem and Amsterdam Sloterdijk

A train disruption due to defect viaduct between Haarlem and Amsterdam Sloterdijk

Again, for the second time in a week, there I was, stuck in Haarlem, lol 😆 . The alternative, though, was to go BACK to Leiden and transferred there to a service travelling to Amsterdam via Schiphol.

Thinking I had no other option (Actually I did, I just didn’t realize it, which was to wait in Haarlem. But this would have been a gamble, though), I took this alternative. When I reached Leiden, it turned out that the viaduct had been repaired; and the first possible service to Amsterdam was to take a Leiden – Haarlem – Amsterdam service.

Lol 😆 .

So there I was, taking this service, which meant I was going BACK to Haarlem. The caveat, though, I had to stand all the way to Amsterdam because the train was overloaded with affected passengers.

Yep, that morning, I travelled Delft – Leiden – Haarlem – Leiden – Haarlem – Amsterdam. Total one-way travel time door to door: 2.5 hours. As a result, I was late for a meeting at my office, lol 😆 .

BAHASA INDONESIA

Jadwal kereta baru

Minggu lalu, Kereta Api Belanda (Nederlandse Spoorwegen/NS) merilis jadwal kereta api baru mereka. Sebenarnya, ini mereka lakukan bulan Desember setiap tahun sih. Hanya saja, tahun ini cukup spesial karena perubahan di jadwalnya adalah yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Station Den Haag Holland Spoor

Sebuah keretanya NS di Den Haag HS

Dan sebagai penglaju antara Delft dan Amsterdam, perubahan ini memiliki dampak besar juga bagiku. Sekarang, hanya ada dua layanan kereta per jam yang langsung menghubungkan Delft dan Amsterdam (sebelumnya ada empat per jam). Dua layanan lainnya kini membutuhkan transit selama satu menit di Stasiun Leiden Centraal. Ini nggak masalah sih sebenarnya, dengan catatan keretanya tepat waktu, karena dua kereta yang dihubungkan berhenti di jalur yang bersebelahan sehingga pindah keretanya sungguh nyaman (kita hanya perlu berjalan sejauh 10an meter saja).

Toh walaupun begitu, layanan yang langsung, secara umum, masih jauh lebih nyaman dan lebih dapat diandalkan sih sebenarnya. Minggu lalu adalah minggu pertama implementasi jadwal baru ini sehingga tidak mengherankan ada banyak gangguan kecil di sana-sini (keterlambatan akibat variansi dari lama waktu layanan kereta). Dan beberapa kali lho aku ketinggalan koneksiku di Leiden atau aku harus berlari-lari menyeberangi peron karena dua keretanya tidak bisa berhenti di jalur bersebelahan akibat jalurnya dipakai kereta lain.

An Intercity train entering platform 1 of Delft station.

Sebuah kereta Intercity.

Yah, kayaknya sih untuk kenyamananku, sebaiknya aku menyesuaikan jadwalku dengan layanan yang langsung sih ya 😛 .

Gangguan Layanan Kereta Api

Yang namanya operasi kereta api, jelas gangguan yang tidak terduga tidak dapat dihindari dan ini menyebabkan terganggunya jadwal layanan kereta. Ketika ini terjadi, ini menyebabkan ketidak-nyamanan ke semua pihak yang terlibat, tidak hanya penumpang saja.

Kebetulan minggu lalu adalah minggu yang cukup sial untukku, dimana aku harus menghadapi dua gangguan cukup besar di minggu yang sama!!

Gangguan #1

Di hari Senin, aku sedang kembali ke Delft dengan layanan langsung di rute Amsterdam – Haarlem – Leiden – Delft. Tetapi kemudian, ketika aku sedang bergerak dari Amsterdam ke Haarlem, seseorang memutuskan untuk bunuh diri di rel kereta di antara Haarlem dan Leiden (kasus bunuh diri dengan melompat ke kereta yang sedang berjalan itu cukup sering terjadi di Belanda).

A train disruption due to suicide between Haarlem and Leiden

Gangguan kereta akibat bunuh diri di antara Haarlem dan Leiden.

Sebagai akibatnya, jalur kereta di antara Haarlem dan Leiden harus ditutup. Jadilah keretaku harus mengakhiri layanannya di Haarlem dan tidak bisa lanjut ke Leiden.

Yup, jadilah aku terjebak di Haarlem kan, haha. Solusinya adalah aku harus KEMBALI ke Amsterdam, transit di Stasiun Amsterdam Sloterdijk dan menaiki layanan Sprinter ke Leiden. Di sana, aku harus transit lagi ke kereta Intercity tujuan Delft.

Berhubung nggak ada pilihan lain, ya sudah deh hari itu aku bolak-balik antara Amsterdam dan Haarlem, haha 😆 . Sebagai akibatnya? Waktu tempuh yang biasanya 1,5 jam satu jalan molor menjadi 2,5 jam malam itu. Dan aku juga kelaparan sepanjang jalan karena melewati jam makan malamku, haha 😆 . w

Gangguan #2

Di hari Kamis, aku berangkat kerja menuju Amsterdam di pagi hari dengan rute langsung Delft – Leiden – Haarlem – Amsterdam. Ketika sedang mendekati Haarlem, sebuah viaduct di antara Haarlem dan Amsterdam rusak, sehingga semua kereta di antara dua kota ini harus dihentikan.

A train disruption due to defect viaduct between Haarlem and Amsterdam Sloterdijk

Gangguan kereta akibat viaduct yang rusak di antara Haarlem dan Amsterdam Sloterdijk

Lagi, untuk kali kedua minggu itu, aku terjebak lagi di Haarlem, haha 😆 . Alternatifnya, aku harus KEMBALI ke Leiden dan di sana transit ke kereta tujuan Amsterdam via Schiphol.

Karena aku pikir tidak ada pilihan lain (Ada sih sebenarnya, hanya saja aku tidak kepikiran waktu itu, yaitu dengan menunggu saja di Haarlem. Tapi ini sedikit ada pertaruhannya sih), aku mengikuti alternatif ini. Ketika aku sampai di leiden, ternyata viaduct-nya telah selesai diperbaiki; dan layanan pertama ke Amsterdam adalah kereta dengan rute Leiden – Haarlem – Amsterdam.

Huahaha 😆 .

Yup, jadilah aku menaiki layanan ini, yang mana artinya aku KEMBALI lagi ke Haarlem. Ditambah lagi, kondisinya aku harus berdiri di sepanjang perjalanan karena keretanya kepenuhan oleh penumpang yang terimbas gangguan ini.

Yep, pagi itu, aku bepergian dengan rute Delft – Leiden – Haarlem – Leiden – Haarlem – Amsterdam. Total waktu tempuh satu arahnya: 2,5 jam. Akibatnya, aku terlambat di sebuah meeting deh di kantor, haha 😆 .

#1850 – Winter Solstice

ENGLISH

If I mentioned one of the reasons I do not like Fall was the shorter days, then I must also not like Winter as well from this perspective. In fact, today is the Winter solstice, i.e. the shortest day and longest night of the year.

This was how it looked like outside when I was on my way to work at around 07:45 AM:

07:45 during winter solstice

07:45 during winter solstice

And here is how it was when I was on my way back from work at around 05:00 PM in Amsterdam:

5 PM during winter solstice

5 PM during winter solstice

Yep, technically I did not work overtime today but I went to work before the sun rose and left after the sun set! Lol 😆 . In fact, there was only 7 hours and 40 minutes of sunlight today:

Only 7 hours and 40 minutes of daylight today

Only 7 hours and 40 minutes of daylight today

And to top it off, the cloud cover was 99% above Amsterdam today! Yep, those little amount of sunlight was even covered by (thick) cloud! Haha 😦 .

From the perspective of length of day, today is the most depressing day of the year, haha 😆 . On the flip side, though, this means that it is going to get better from now on, where the days are getting longer and longer, until we hit the Summer solstice in June.

This reminds me, though, that it has been exactly half a year since this year’s Summer solstice. Wow, time really went by really, really fast!!

Santa selfie

At least I met Santa today :mrgreen:

BAHASA INDONESIA

Jika aku menyebutkan bahwa salah satu alasan aku tidak suka musim gugur adalah siang hari yang pendek, maka aku semestinya tidak suka musim dingin juga dari sudut pandang ini. Malahan, hari ini adalah Winter solstice loh, yaitu hari dengan siang terpendek dan malam terpanjang tahun ini.

Begini lah suasana di luar ketika aku dalam perjalanan ke kantor sekitar jam 07:45 pagi:

07:45 during winter solstice

Jam 7:45 pagi ketika winter solstice

Dan begini lah suasananya ketika aku pulang kerja, sekitar jam 05:00 sore di Amsterdam:

5 PM during winter solstice

Jam 5 sore ketika winter solstice

Yep, secara teknis aku tidak bekerja lembur hari ini tetapi aku berangkat kerja sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam! Haha 😆 . Malahan, hari ini Belanda hanya mendapatkan sinar matahari selama 7 jam 40 menit saja loh:

Only 7 hours and 40 minutes of daylight today

Hari ini matahari cuma bersinar selama 7 jam 40 menit saja.

Dan yang semakin melengkapinya lagi, langit Belanda hari ini adalah 99% berawan dong! Yep, sinar matahari yang cuma sedikit itu pun ditutupi oleh awan (tebal)! Haha 😦

Dari sudut pandang lamanya siang, hari ini adalah hari paling memuramkan tahun ini, haha 😆 . Sisi positifnya sih ini berarti situasi akan menjadi semakin dan semakin enak dari sekarang, dimana siang akan bertambah panjang setiap hari, hingga kita mencapai Summer solstice di bulan Juni.

Wah, jadi teringat nih, artinya sekarang sudah tepat setengah tahun semenjak Summer solstice tahun ini. Wow, waktu benar-benar cepat berlalu!!

#1843 – Staying Warm in Winter

ENGLISH

Life in winter means we have to find the resources to stay warm. This is important in the Netherlands now as winter has officially come. Aside from, obviously, wearing winter clothes (thus adding extra minutes to get ready in the morning as there are many different stuffs to wear, lol 😆 ), here are some of the others:

Warm Shower

Generally, I like warm shower anyway; but actually even more so during winter. It just feels so good to enter the shower cubicle where warm water was already pouring!! Even more so last night, when I showered after my outdoor tennis lesson for one hour!

But then, of course, I have to face the harsh reality where I need to find the courage to get off the cubicle and back in the cold, lol 😆 .

Heater

To be honest I have a love and hate relationship with heater. I love it because, obviously, it keeps the room temperature comfortable enough for me to be in. On the other hand, it makes the air in the room to be really dry.

The consequence of the latter is that I need to drink water more frequently. Despite this, in the night I still turn my heater on when I sleep; I mean, for the obvious reason. Consequently, though, I almost always wake up in the middle of the night because I need to drink something. Even so, it does not mean that my body actually needs the water; sometimes it is just the dry throat due to the dry air. So sometimes, I also wake up just because of the urge to go to the toilet 😆 . This means that I rarely have an uninterrupted 7 – 8 hours of sleep every night, haha 😆 .

Warm Food/Drink

And, obviously, warm drink or (liquidy) food, like soup, taste even better in winter months!

***

And you, what do you do to stay warm? 🙂

A big portion of corn soup

This bowl corn soup would have tasted so good now!! 😣

BAHASA INDONESIA

Hidup di musim dingin berarti kita harus mencari sumber-sumber agar kita tetap hangat. Ini penting nih di Belanda sekarang karena musim dingin telah resmi datang. Di samping, jelas, memakai pakaian musim dingin (yang mana artinya kita harus menyisihkan sekian menit ekstra di pagi hari karena ada banyak banget yang harus dipakai, huahaha :lol :), berikut ini beberapa lainnya:

Mandi dengan air hangat

Secara umum, aku suka mandi (pakai shower maksudnya) dengan air hangat; tetapi terlebih lagi di musim dingin. Rasanya nikmat banget deh masuk ke kotak tempat shower itu ketika air hangatnya sudah mengucur!! Apalagi semalam, ketika aku mandi setelah les tenis outdoor selama satu jam!

Tetapi tentu saja sih, di satu waktu ketika mandi itu aku harus menghadapi kenyataan kejam dimana aku harus menemukan keberanian untuk selesai mandi dan kembali ke udara dingin di luar sana, hahaha 😆 .

Pemanas ruangan

Sejujurnya, aku memiliki hubungan yang manis dan pahit dengan pemanas ruangan. Aku menyukainya karena, jelas, pemanas ruangan itu membuat suhu udara di dalam ruangan cukup nyaman untuk berada di dalamnya kan ya. Di sisi lain, ini membuat udara di dalam kamar menjadi amat kering.

Konsekuensi dari yang kedua adalah, aku jadi harus minum air putih lebih sering. Walaupun begini, di malam hari aku masih menyalakan pemanas ruanganku ketika tidur; maksudku, jelas lah ya. Konsekuensinya, aku hampir selalu terbangun di tengah malam karena aku merasa kehausan. Walaupun begitu, ini bukan berarti tubuhku membutuhkan airnya loh; sering ini hanya karena tenggorokan yang kering saja akibat udara kamar yang kering. Jadi, lumayan sering juga aku terbangun di tengah malam karena aku kebelet untuk ke toilet, haha 😆 . Iya, ini berarti jarang aku tidur selama 7 – 8 jam non-stop tanpa terbangun di malam hari, haha 😆 .

Makanan/minuman hangat

Dan, jelas, minuman atau makanan (berkuah) hangat, misalnya sup, itu rasanya lebih nikmat di bulan-bulan musim dingin!

***

Dan kamu, apa yang kamu lakukan agar tetap hangat? 🙂

#1837 – Why I Don’t Like Fall

ENGLISH

A lot of people say they love Fall/Autumn, mainly because of something like this:

Autumn in Delft Schie

Autumn in Delft five years ago (I am too lazy to take a more recent picture this year 😛 )

, which is correct, btw, and I agree with this particular condition. However, I actually put this season as my least favorite of the four. Here is why. (#antimainstream #SEO)

One word which, to me now, describes this season the best is: gloomy.

And it applies to many things.

In the Netherlands, Fall weather usually means a lot of cloud and, sometimes, mist and, thus, it is wet too. Just like what I recently shared. Therefore, if you look outside, usually what you see is grayness. Dark cloudy sky with thick cloud hanging and people walking with their umbrellas or coat.

The fact that Summer precedes the season also does not help. While usually it also rains quite a lot in the Netherlands in Summer too (this year was an exception though, it was pleasantly rainless! 😛 ), at least the days are longer. And personally, I like longer days. I like it when the sun is up from 5 AM to 10 PM.I feel more energized.

10:30 PM in Delft on 21 June 2015

10:30 PM in Delft on 21 June 2015

And my conjecture is (I haven’t bothered looking for actual research on this 😛 ) that this has some collective effect on the people as well. Consciously or not, the gloomy weather affects people’s mood. When many of these people are together (like, e.g. at work), the gloominess radiates in many different forms.

I have only started my current job this October, which was Fall already, so I cannot really say anything about it. However, I have had four Falls during the course of my PhD; and in my experience, this season had always consistently been the most “depressing” periods of my PhD years. Specifically, the toughest period of my PhD years (so far) was the Fall of 2014, i.e. the Fall of my third PhD year, many referred to as the toughest year of PhD in the Netherlands. More or less, this was radiated into some posts in this blog as well.

One of those misty mornings in Delft lately

One of those Fall days here.

It might be a spurious correlation we are observing here; as there are other factors as well which can influence this as well, for instance the end of the year is near so the higher workload, no public holiday (while there are Christmas and New Year in the winter), etc.

As I said, I haven’t bothered looking deepert into this matter. So for this post, it would do even if a spurious correlation, haha 😆 . What is important is, this is generally what I feel about Fall 😛 .

Piles of fallen leaves

Piles of fallen leaves in October, 2011

BAHASA INDONESIA

Banyak orang berkata bahwa mereka suka banget dengan yang namanya Musim Gugur, terutama karena pemandangan kayak begini:

Autumn in Delft Schie

Musim gugur di Delft lima tahun yang lalu (tahun ini malas nih mengambil foto yang lebih up-to-date kekinian gitu 😛 )

, yang mana benar juga sih, btw, dan aku sendiri setuju dengan satu kondisi khusus ini. Namun, sebenarnya secara umum aku harus bilang bahwa musim ini adalah musim yang paling tidak aku sukai dari empat musim yang ada loh. Berikut ini alasannya. (#antimainstream #SEO)

Satu kata yang, untukku saat ini, mendeskripsikan musim ini dengan paling baik adalah: muram (gloomy).

Dan ini mewakili banyak sekali hal loh.

Di Belanda, cuaca musim gugur itu biasanya berarti awan mendung tebal dan, kadang-kadang, berkabut yang mana artinya juga basah. Yah, seperti apa yang aku ceritakan beberapa waktu lalu lah. Makanya, jika kita melihat ke luar, yang terlihat biasanya adalah suasana abu-abu. Langit yang mendung dengan awan-awan tebal dan orang-orang berjalan-kaki dengan payung atau mantelnya.

Kondisi dimana musim panas mendahului musim ini juga tidak membantu. Walaupun di musim panas juga banyak hujan sih di Belanda (tahun ini pengecualian sih, hujannya sedikit! 😛 ), setidaknya hari-harinya kan panjang gitu. Dan untukku pribadi, aku suka dengan hari yang panjang. Kan asyik ya matahari bersinar dari jam 5 subuh sampai jam 10 malam gitu. Aku merasa sungguh berenergi.

10:30 PM in Delft on 21 June 2015

Jam 10:30 malam di Delft tanggal 21 Juni 2015

Dan konjekturku adalah (malas nih untuk meriset lebih mendalam 😛 ), ini mempengaruhi manusia juga. Sadar ataupun tidak, cuaca yang muram ini mempengaruhi mood orang-orang. Dan ketika banyak orang-orang ini berdekatan (misalnya di kantor), kemuramannya cenderung tersebar dalam berbagai macam bentuk.

Aku baru saja memulai pekerjaanku saat ini di bulan Oktober, yang mana artinya sudah masuk musim gugur, makanya aku tidak bisa menyimpulkan apa pun darinya. Namun, aku sudah melalui empat musim gugur sepanjang masa studi PhD (S3)-ku; dan dari pengalamanku, musim ini terus-terusan menjadi bagian dari periode paling “memuramkan” dari tahun-tahun PhD-ku itu. Lebih spesifik lagi, periode tersulit dari tahun-tahun PhD-ku (sejauh ini) adalah musim gugur 2014, yaitu musim gugur dari tahun ketiga PhDku, yang banyak disebut orang-orang sebagai tahun tersulit dari sebuah studi PhD di Belanda. Sedikit banyak, ini teradiasikan di beberapa posting di blog ini juga.

One of those misty mornings in Delft lately

Kadang suasana musim gugur disini itu begini

Memang bisa jadi ini adalah sebuah korelasi palsu (spurious correlation); karena bisa saja kan ada faktor yang juga mempengaruhi ini, misalnya akhir tahun yang dekat sehingga banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tidak adanya hari libur (kalau di musim dingin setidaknya kan ada Natal dan Tahun Baru), dll.

Seperti yang kubilang, aku malas untuk melihat hal ini lebih jauh. Jadi untuk posting ini, andaikata benar pun korelasi palsu mah nggak apa-apa ya, haha 😆 . Intinya adalah, ini lah yang kurasakan secara umum tentang musim gugur 😛 .

#1836 – My Luck with Rain Lately

ENGLISH

Let’s just say, it has not been great.

Weather-wise, this Fall has not been that great in the Netherlands. It has been a bit colder than usual, really gloomy, and, worst of all, really wet!

Raining in Delft

Raining in Delft

And the last one really annoyed me, be when it happened or when it did not. Two times, recently, I had to soldier through the rain because I forgot to bring an umbrella. When this happened, of course, it reminded me of the old Indonesian saying which roughly translates to “Prepare an umbrella before it starts to rain“. The meaning of this saying can be both figurative or literal; but in this case of course the literal one was applicable 😛 . So the next days, I decided to bring an umbrella just in case it would rain. And guess what? It did not. Moreover, it was sunny! Lol 😆 .

Speaking of rain, one app which I find really useful for living peacefully in handling the rain is the Buienalarm. The app provides prediction of the rain precipitation in your chosen area for the coming hour so. This really helps me in my decision-making process. For instance, I did not just blindly “soldier through” the rain in the previous paragraph. I decided to based on the information that I got from the app, as follows:

Buienalarm

Buienalarm

It was about 6:02 PM in Delft station. A lot of people were stuck due to heavy rain (well, the app said moderate; but from my perspective, moderate rain was basically heavy when I did not have an umbrella with me 😛 ), including myself. It was predicted that the rain would last for the next 45 minutes or so. However, I saw a small opening there. For about five minutes starting from 6:05 PM, the rain would die down a little bit (it would still be raining, but not as hard). So I had an option to make use of this five minutes time-window or to wait 45 minutes before the rain was predicted to completely stop. Well, I chose the former 😛 .

So what I did was just to wait for three minutes more at Delft station. And at 6:05 PM, when the rain died down a little, I soldiered through the rain and ran to my apartment. I was still quite wet, of course, but not as much and I certainly did not have to get stuck at Delft station for another 45 minutes. In my opinion, that helped a lot! 😀

BAHASA INDONESIA

Begini aja deh ya, keberuntunganku dengan hujan akhir-akhir ini tidak lah begitu baik.

Dalam hal cuaca, musim gugur kali ini tidak lah begitu mengasyikkan di Belanda. Suhu udaranya lebih dingin daripada biasa, cuacanya sungguh gloomy, dan, yang paling nyebelin nih, sering hujan!

Raining in Delft

Hujan di Delft

Dan yang terakhir ini sungguh menyebalkanku, baik ketika terjadi maupun tidak. Dua kali, akhir-akhir ini, aku harus berjalan-kaki nekad menembus hujan karena aku lupa membawa payung. Ketika ini terjadi, tentu saja dong aku langsung teringat pepatah “Sedia payung sebelum hujan“. Haha, dalam kasus ini makna pepatah ini mah tersurat banget ya 😛 . Jadilah keesokan harinya, aku memutuskan untuk membawa payung unuk jaga-jaga andaikata hujan. Dan apa yang terjadi? Nggak hujan dong. Malahan, cuacanya cerah! Huahaha 😆 .

Ngomongin hujan, satu app yang aku rasa sungguh berguna untuk hidup damai tentram di Belanda dalam menghadapi hujan adalah Buienalarm. App ini memberikan prediksi curah hujan di tempat pilihan kita sepanjang satu jam-an ke depan. Ini sungguh membantu proses pembuatan-keputusanku. Contohnya, sebenarnya aku nggak hanya sekedar modal nekad aja sih dalam menembuh hujan yang kuceritakan di paragraf sebelumnya. Aku memutuskan begitu berdasarkan informasi yang kudapatkan dari app ini, sebagai berikut:

Buienalarm

Buienalarm

Waktu itu jam 6:02 sore di stasiun Delft. Banyak orang terjebak di sana karena hujan yang deras (yah, menutup app hujannya cuma sedang aja sih; tetapi dari sudut pandangku, hujan yang sedang aja mah sudah aku anggap deras ya soalnya aku kan harus berjalan-kaki dan aku tidak membawa payung 😛 ), termasuk aku. Hujannya diprediksi akan berlangsung selama 45an menit ke depan. Namun, aku melihat sebuah celah di sana. Selama sekitar lima menit mulai dari jam 6:05 sore, hujannya akan sedikit mereda (masih hujan sih, tapi nggak deras). Aku memiliki pilihan untuk menggunakan waktu lima menit ini atau menungguh 45 menit hingga hujannya diprediksikan berhenti. Aku memilih pilihan pertama 😛 .

Jadilah aku memutuskan untuk menunggu selama tiga menitan di Stasiun Delft. Jam 6:05 sore, ketika hujannya sedikit mereda, baru deh aku menembus hujan dan berlari menuju apartemenku. Jelas lah aku masih basah, tetapi nggak parah-parah amat dan jelas aku jadi tidak harus terjebak di Stasiun Delft selamat 45 menit kan. Menurutku, ini mah membantu banget! 😀