Life in Holland · Zilko's Life

#1924 – My Favorite Season: Spring


I have shared before that I do not like Fall. So a relevant follow-up question is “What is your favorite, then?“. Well, to that, the answer is: definitely Spring! Haha 😆 .

First of all, here is a (good) Spring day in the Netherlands:

Yep, those are all flowers, not carpets! Lol 😆

Anyway, Spring is the opposite of Fall in many different levels, from the clear-cut scientific definition to how (my) life here is in general.

It is true, though, that even in Spring, the weather isn’t always perfect like in the video above. In fact, it is not most of the time. However, despite that, overall it is still “net positive”.

I think the fact that Winter preceeds Spring helps a lot. First of all, days are getting longer and longer each day. And I personally like longer days. Secondly, the same temperature as in Fall is perceived as “warmer”, haha.

This also affects people too. I observe that people are more in cheerful mood during the Spring, which sometimes is also reflected in how they dress. Ultimately, life feels much better and, as a consequence, I feel more productive at work too, which is always a good thing, haha 😛 .

Yeah, so, indeed, Spring is my most favorite season!!


Sebelumnya telah kubagikan bahwa aku tidak suka musim gugur. Jadi pertanyaan berikutnya yang memang relevan adalah “Kalau begitu musim favoritmu musim apa dong?“. Untuk itu, jawabannya jelas adalah: musim semi! Haha 😆 .

Pertama-tama, hari (baik) musim semi di Belanda itu kayak gini:

Iyaa, itu semua bunga loh, bukan karpet! Haha 😆

Anyway, musim semi itu kebalikan dari musim gugur di banyak sisi, mulai dari definisi ilmiahnya yang jelas hingga bagaimana kehidupan(ku) secara umum di sini.

Memang sih, cuaca musim semi itu tidak selalu sempurna seperti di video di atas. Malahan, seringnya sih cuacanya nggak oke, haha. Toh walaupun begitu, secara keseluruhan masih “positif”.

Aku kira musim dingin yang mendahului musim semi jelas membantu banget. Pertama-tama, siang hari bertambah panjang terus setiap harinya. Dan aku sendiri suka banget dengan siang hari yang panjang. Yang kedua, suhu udara yang sama dengan di musim gugur jadi terasa “lebih hangat” gitu deh, haha.

Ini juga mempengaruhi orang-orang. Aku amati orang-orang ber-mood lebih ceria di musim semi, yang mana terkadang terpancar juga di pemilihan pakaiannya, haha. Jelas, ini membuat hidup terasa lebih enak dan, sebagai akibatnya, aku lebih produktif di kantor juga, yang mana jelas bagus dong ya, haha 😛 .

Jadi, iya, musim semi adalah musim favoritku!!

Life in Holland · my apartment · Zilko's Life

#1920 – Meet … Sucker 🙊


One matter I needed to think about after buying an apartment, which obviously came empty, was the maintenance. And one of the many aspects of maintenance was how to keep it clean.

And I know myself. I know that cleaning my apartment regularly is not a hobby of mine, lol 😆 , as I would rather use the time and energy for something else (travelling, for instance 😛 ). On the other hand, at the moment I do not feel like hiring someone to regularly clean the apartment in relatively high frequency (It is quite expensive in the Netherlands).

And you don’t think there is any solution for this dilemma, then? Well, welcome to the 21st century because there is:

Yep, a solution for that is: a cleaning ROBOT!! And I named it Sucker (for the obvious reason) 🙊.

So what Sucker does is to roam around the apartment and suck stuffs 🙊. In simple terms, it is an automated vacuum cleaner that is really smart. Say it is in the middle of sucking something (🙈) and it is low on energy, it will stop and return to its station to recharge. And, of course, it is programmable too where I can schedule when it should work. It also comes with a “Virtual Wall Lighthouse”, a device which as a beacon can assist Sucker in cleaning multiple rooms (in Lighthouse mode) and can block an area that we don’t want to be cleaned (in Virtual Wall mode).

A Virtual Wall Lighthouse

Isn’t it really awesome? Haha 😆

Obviously it does not tackle all aspects of cleaning, mopping for instance. There is another type of robot that is designed for that actually. However, given that I have wooden floor that should not be mopped that often anyway, I choose not to get that one, haha 😆 .

Overall, so far I am quite impressed with my new robot :P. It does help me a lot by tackling the one cleaning action that needs to be done most frequently! It is much easier to maintain it once in a while than having to actually vacuum the entire apartment myself, regularly, haha 😛 .

I would rather empty its dustbin than having to do all the vacuuming myself 😛


Satu hal yang perlu kupikirkan setelah membeli apartemenku sendiri, yang mana jelas aku dapatkan nyaris kosong, adalah perawatannya. Dan satu dari banyak aspek perawatan adalah bagaimana menjaga kebersihannya.

Dan aku kenal diriku sendiri. Aku tahu membersihkan apartemen secara reguler bukanlah hobiku, haha 😆 , aku lebih suka memanfaatkan waktu dan energiku untuk yang lain (jalan-jalan misalnya, haha 😛 ). Di sisi lain, saat ini aku juga tidak ingin membayar seseorang untuk membersihkan apartemenku secara reguler dengan frekuensi cukup sering (Kan mahal di Belanda).

Dan apakah kemudian artinya tidak ada solusi untuk dilema ini? Hmm, selamat datang di abad ke-21, karena ada loh solusinya:

Yep, solusinya adalah: ROBOT bersih-bersih!! Dan robotnya aku namai “Sucker” (untuk alasan yang jelas) 🙊.

Jadi yang Sucker lakukan adalah berkeliling apartemen dan menyedot-nyedot gitu deh 🙊. Secara sederhananya, ia adalah vacuum cleaner otomatis yang amat pintar. Misalnya nih ia sedang menyedot apa kek gitu dan kemudian merasa lemas (energinya hampir habis 🙈), ia akan berhenti dan otomatis kembali ke stasiunnya untuk me-recharge dirinya. Dan, tentu saja, ia bisa diprogram juga dimana aku bisa menjadwalkan kapan ia harus bekerja. Aku juga mendapatkan sebuah “Virtual Wall Lighthouse”, sebuah alat yang bisa menuntun Sucker untuk membersihkan beberapa ruangan dengan sinyal (dalam mode Mercusuar) dan juga bisa memblok satu area yang tidak ingin kita bersihkan (dalam mode Virtual Wall).

Sebuah Virtual Wall Lighthouse

Keren ya? Haha 😆

Jelas ia tidak mengerjakan semua aspek dari bersih-bersih, mengepel misalnya. Nah, sebenarnya ada loh robot lain yang didisain untuk mengepel. Namun, dengan mengingat lantai apartemenku adalah dari kayu yang mana toh tidak boleh sering-sering dipel, aku tidak membelinya deh, haha.

Secara keseluruhan, aku cukup terkesan dengan robot baruku 😛 . Ia sangat membantuku dengan mengerjakan satu aktivitas bersih-bersih yang memang harus dikerjakan paling sering! Aku rasa sih lebih mudah untuk merawat robotnya sesekali ya daripada harus mengerjakan sendiri pekerjaan mem-vacuum seluruh apartemenku dengan reguler, haha 😛 .

Aku lebih memilih untuk mengosongkan penampungan debunya ini daripada harus mem-vacuum sendiri apartemenku 😛
Life in Holland · Zilko's Life

#1914 – My Koningsdag 2017 Story


This Thursday was King Willem Alexander II’s birthday so it was a public holiday in the entire country of the Netherlands, yeay!!

Coincidentally, this Koningsdag (King’s Day) took place right after I completely moved to Amsterdam earlier this week, so it was really nice, haha. And because Koningsdag just started in 2014 (before that year, this festivity was known as the Koninginnedag (Queen’s Day) because it was Queen Beatrix’s reign), technically this was my first ever Koningsdag in Amsterdam (in 2011 I went to the Koninginnedag in Amsterdam, though).

Koninginnedag in Amsterdam in 2011

Last year, I was quite looking forward to this year’s Koningsdag for the fact that it would take place on a Thursday so a long weekend would follow. While the Thursday part was a fact, the long weekend part would only be true if I did something for it, i.e. I took a Friday off. But this would take one day of my (now relatively limited) holiday allowances. Considering my upcoming plans for the rest of the year, I refrained myself from it and so: I worked on Friday! Lol 😆 .

However, on Thursday I felt really tired for whatever reason; possibly because of all the moving and my new apartment related activities I had been busy with in the past two months or so (I used almost every weekend in March to do furniture shopping). I guess my body was screaming for a well-deserved rest it was craving for, haha. It also turned out that the weather was not very cooperative during the day as well. And so I did not feel like going out and decided to just rest and stay at home for the entire day, haha.

Next year maybe I will go, as I do think it is exciting to experience this event in Amsterdam again. But next year it will be on a Friday so I might plan a weekend trip somewhere, though, as it will be an uninterrupted long weekend, then, haha 😆 . Well, we will see…

Koninginnedag in Amsterdam in 2011



Hari Kamis ini adalah hari ulang-tahunnya Raja Willem Alexander II jadilah satu negara Belanda libur karenanya, hore!!

Kebetulan, Koningsdag (Hari Raja) ini berlangsung setelah pindahanku ke Amsterdam selesai awal minggu ini, jadi kan asyik gitu ya, haha. Dan karena Koningsdag baru dimulai tahun 2014 (sebelum tahun itu, acara ini dikenal dengan nama Koninginnedag (Hari Ratu) karena Ratu Beatrix yang masih sedang berkuasa), secara teknis ini adalah Koningsdag pertamaku di Amsterdam (di tahun 2011 aku pergi ke Koninginnedag di Amsterdam sih).

Koninginnedag di Amsterdam di tahun 2011

Tahun lalu, aku cukup menantikan Koningsdag tahun ini karena akan berlangsung di hari Kamis, sehingga akan diikuti long weekend kan ya. Walaupun libur di hari Kamisnya itu adalah fakta, long weekend-nya hanya akan terjadi apabila aku menjadikannya demikian, yaitu dengan mengambil cuti di hari Jumat. Tapi ini akan mengurangi satu hari jatah cutiku (yang kini relatif terbatas). Dengan mempertimbangkan rencana-rencanaku di sepanjang sisa tahun ini, aku memutuskan untuk tidak melakukannya sehingga: aku masuk kerja dong di hari Jumat! Haha 😆 .

Nah, di hari Kamis itu aku merasa capek banget entah mengapa; mungkin akibat kesibukanku dengan pindahan dan urusan apartemen dua bulan belakangan ini ya (Aku menggunakan hampir setiap akhir pekan di bulan Maret untuk belanja mebel). Jadi aku duga tubuhku sedang berteriak meminta istirahat yang memang ia butuhkan, haha. Kebetulan juga cuaca seharian itu juga kurang begitu kooperatif sih. Jadilah aku merasa malas keluar dan memutuskan untuk beristirahat di rumah saja seharian, haha.

Tahun depan mungkin aku akan mengunjunginya deh, karena aku kira seru aja untuk berpartisipasi di acara ini di Amsterdam lagi. Tetapi tahun depan acaranya jatuh di hari Jumat nih sehingga mungkin aku akan merencanakan perjalanan akhir pekan kemana gitu, karena long weekend yang tidak terputus kan, haha 😆 . Yah, kita lihat saja deh…

Koninginnedag di Amsterdam di tahun 2011
Life in Holland · Life in the Netherlands · Rubric

#1886 – The Railway Industry in the Netherlands


In this post I would like to share some knowledge about rail transport industry in the Netherlands which even quite many Dutch people (at least based on those I know) are not really aware of 🙂 . As this is just a blog post, obviously I will not get to too much details as there are a lot of parties that are involved, and some politics as well 🙂 .

Anyway, let us just start…

When we think about “rail transport”, I bet most of us immediately think about “trains”, which is understandable of course because we have to board a train to travel with a rail transport. But of course rail transport does not only involve the trains. We also need the hard infrastructure such as the train stations, the railroad, and the overhead (electric) line; and also the soft infrastructure such as the timetable and traffic control.

Rotterdam Centraal Station
Rotterdam Centraal Station

In the Netherlands, when people think about rail transport, they immediately associate it with “NS” (Nederlandse Spoorwegen/Netherlands Railways) to represent the whole industry. Here, I can say that this is, actually, definitely WRONG. As a matter of fact, NS is only one part of the industry; despite, indeed, being a big part of it.

So who is NS?

Actually, NS is just ONE train operator in the Dutch railway network; meaning that it only operates the trains[1] that run on the railroad. Yes, just the trains. Moreover, NS is NOT the only train operator in the Netherlands; even though indeed it is the largest one. There are more than 20 other train operators in the country, for instance Arriva, NS International, Connexxion, Veolia, and DB Schenker (freight train). And just like NS, they just operate the trains too.

An Intercity train entering platform 1 of Delft station.
An NS Intercity train entering platform 1 of the old Delft station.

So who are responsible for the train stations? For the railroad? For the overhead line? For the timetable? For the traffic control? Well, it is a separate organization called ProRail. In principal, ProRail is responsible for the non-train aspect of train operation.

NS and the other operators are clients of ProRail. And as clients, they have to pay ProRail for using the infrastructure. In return, ProRail provides the infrastructure and processes the schedules for the operators; and manages the train traffic too, of course.

The new Delft Station
Though, confusingly, the railway stations in the Netherlands are marked with NS logo. This is actually an artefact of the history and politic that are out of this post’s scope.

“Okay, I get it. So we can basically group the stakeholders of the railway industry into two groups: ProRail as the infrastructure owner and the train operators?” Well, the answer is, unfortunately, NO. This is where it gets more complicated. Being such a complex and advanced railway network, there are more parties that are involved in the Dutch railway industry. For instance, ProRail does not actually maintain the infrastructure themselves and nor does NS with their trains. Third parties are employed to do these jobs. Yes, third parties, plural. And as they are companies, obviously in some sense they are “competing” against each other; which makes the matter even more complicated.


Maliebaan Station
Maybe someone needs to watch these bags at Maliebaan Station too? 😛

Okay, I have to stop this post here before it gets too complicated and confusing to follow, haha. But at least, hopefully, it has provided the very general idea about the railway industry in the Netherlands.

To sum up, NS does not cover the entire railway industry in the Netherlands because NS is just one (of many) train operator. The infrastructure and traffic are the responsibility of a separate company, ProRail. However, they outsource some of their jobs to several third companies. 🙂



Melalui posting ini aku ingin sedikit berbagi pengetahuanku akan dunia industri transportasi kereta-api di Belanda yang bahkan cukup banyak orang Belanda (setidaknya berdasarkan yang aku kenal sih) pun juga nggak tahu 🙂 . Karena ini hanya lah sebuah posting blog saja, jelas aku tidak akan menuliskan banyak detail di sini karena ada banyak pihak yang terlibat, dan juga politik, haha 🙂 .

Anyway, mari kita langsung mulai…

Ketika kita mendengar “transportasi rel”, aku tebak kebanyakan pasti berpikir “kereta api”, yang mana tidak mengherankan karena kita harus menaiki kereta kan kalau mau bepergian melalui rel. Tetapi tentu saja mode transportasi ini tidak hanya melibatkan kereta apinya saja. Kita juga membutuhkan infrastruktur kerasnya seperti stasiun kereta, rel kereta apinya sendiri, dan juga kabel listrik di atas; dan juga infrastuktur lunaknya seperti jadwal kereta api dan kontrol lalu-lintas.

Rotterdam Centraal Station
Rotterdam Centraal Station

Di Belanda, ketika kebanyakan orang berpikir tentang transportasi kereta, mereka langsung mengasosiasikannya dengan “NS” (Nederlandse Spoorwegen/Kereta Api Belanda) untuk merepresentasikan keseluruhan industrinya. Di sini, aku bisa bilang bahwa ini, sebenarnya, amat sangat SALAH. Bahkan, NS hanya lah satu bagian saja dari industri ini; walaupun memang adalah bagian yang besar sih.

Loh, lalu siapa dong NS itu?

Sebenarnya, NS hanyalah SATU operator kereta saja di jaringan per-kereta-apian Belanda; yang mana artinya mereka hanya mengoperasikan kereta-kereta yang berjalan di atas rel itu. Iya, hanya kereta-keretanya saja. Terlebih lahi, NS bukanlah satu-satunya operator kereta di Belanda; walaupun memang mereka lah yang terbesar. Ada lebih dari 20 operator kereta lainnya di negeri ini, misalnya Arriva, NS International, Connexxion, Veolia, dan DB Schenker (kereta kargo). Dan sama seperti NS, mereka hanya mengoperasikan keretanya saja.

An Intercity train entering platform 1 of Delft station.
Sebuah kereta Intercity-nya NS memasuki jalur 1 stasiun kereta api Delft lama.

Nah, terus siapa dong yang bertanggung-jawab atas stasiunnya? Atas relnya? Atas kabel listriknya? Atas jadwalnya? Atas kontrol lalu-lintasnya? Yah, jawabannya adalah sebuah organisasi lain yang bernama ProRail. Secara singkat, bisa dibilang ProRail bertanggung-jawab akan semua sisi non-kereta di operasi kereta api, haha.

NS dan operator-operator lain adalah kliennya ProRail. Dan sebagai klien, mereka harus membayar ProRail untuk menggunakan infrastruktur keretanya. Sebaliknya, ProRail bertugas menyediakan infrastruktur dan memproses jadwal kereta bagi operator-operator ini; dan tentu juga harus mengatur lalu-lintasnya juga.

The new Delft Station
Walaupun, yang membuat semakin rancu nih, stasiun-stasiun kereta api di Belanda ditandai dengan logonya NS. Ini adalah pengaruh sejarah dan politik yang berada di luar cakupan posting ini.

“Okay, mengerti deh. Jadi pada dasarnya kita bisa membagi stakeholders dari industri kereta api ke dua grup: ProRail sebagai pemilik infrastruktur dan operator-operator kereta?” Hmm, sayangnya jawabannya adalah TIDAK. Di sini lah dimana situasi menjadi semakin rumit. Saking ruwet dan majunya jaringan kereta api di Belanda, ada banyak pihak yang ikut terlibat di industri kereta api Belanda. Misalnya, ProRail sebenarnya tidak langsung turun tangan dalam merawat infrastrukturnya, begitu pula NS tidak langsung merawat kereta-keretanya sendiri. Beberapa pihak ketiga dipekerjakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan ini. Iya, beberapa pihak ketiga, plural. Dan karena mereka adalah perusahaan, mereka juga “berkompetisi” satu sama lain; yang mana membuat situasi semakin ruwet.


Maliebaan Station
Mungkin mesti ada yang dipekerjakan untuk mengawasi tas-tas di Stasiun Maliebaan ini juga ya? 😛

Oke, nampaknya aku harus berhenti di sini deh sebelum cerita menjadi semakin rumit dan membingungkan, haha. Tetapi setidaknya, mudah-mudahan secara umum ide akan industri perkereta-apian di Belanda sudah tersampaikan lah ya.

Untuk merangkum posting ini, NS tidak lah mewakili keseluruhan industri kereta api di Belanda karena NS hanyalah satu (dari banyak) operator kereta. Infrastruktur dan lalu-lintasnya adalah tanggung-jawab dari perusahaan lain yang terpisah, ProRail. Namun, beberapa pekerjaan mereka limpahkan ke beberapa perusahaan pihak ketiga. 🙂


Life in Holland · Zilko's Life

#1883 – Wintery February


As usual, this February has been the coldest month this winter 😛 . While in Amsterdam it was also snowing in January (only for a little bit, though), it was much more frequent in February. In fact, it was more than enough for the snow to pile up!

And those who have experienced snow would fully understand that, indeed, this is the best feeling ever:

Haha 😆

This winter is my seventh winter in the Netherlands. Even then, I still find snow to be really beautiful and magical! Haha 😆 And so obviously I am glad that the winter of 2013/2014 still remains as my only snowless winter 😛 .


Seperti biasa, Februari ini adalah bulan terdingin di musim dingin kali ini 😛 . Walaupun di Amsterdam juga bersalju sih Januari lalu (sedikit doang sih tapinya), saljunya lebih banyak turun di bulan Februari. Dan banyaknya cukup loh untuk saljunya cukup menumpuk gitu! Jadi kan kece ya.

Dan mereka yang memiliki pengalaman dengan salju, pasti memahami banget deh bahwa yang berikut ini adalah best feeling ever:

Haha 😆

Musim dingin kali ini adalah musim dingin ketujuhku di Belanda. Walaupun begitu, bagiku salju itu masih nampak indah, keren, dan kece banget! Haha 😆 Jadi jelas lah ya tentu aku merasa lega bahwa musim dingin tahun 2013/2014 masih bertahan sebagai satu-satunya musim dinginku yang tanpa salju 😛 .

Life in Holland · Zilko's Life

#1851 – NS’ New Timetable and Disruptions


New Timetable

Last week, the Netherlands Railway (Nederlandse Spoorwegen/NS) released their new timetable. Actually, they do this in December every year. However, this year is special because the change was the biggest one in recent years.

Station Den Haag Holland Spoor
An NS train at Den Haag HS

And as a commuter between Delft and Amsterdam, this change has a significant impact on me. Now, there are only two per hour direct services between Delft and Amsterdam (previously four per hour). The other two services now require a one-minute transfer in Leiden Centraal Station. This is actually not a big deal, if the services are on time, as the two connecting trains stop at adjacent platforms, making transfer really convenient (we just need to walk like 10 meter).

Nonetheless, direct service is still, overall, more comfortable and actually more reliable. Last week was the first week of implementation for the timetables, so unsurprisingly there were a lot of small disturbances (delays due to variance in service length) here and there. And quite a few times I missed my connection in Leiden or I had to run a lot because the two connecting trains could not stop at adjacent platforms because the platforms were being used by other trains.

An Intercity train entering platform 1 of Delft station.
An Intercity train.

Well, I guess for my convenience, it is better to adjust my schedule with the direct services now 😛 .

Train Disruptions

Speaking of train operation, it is unavoidable that unexpected incidents would occur, causing train disruptions. When this happens, this causes a lot of inconvenience to everyone involved.

Last week was quite an unfortunate week for me, where I encountered two quite big disruptions in the same week!!

Disruption #1

On Monday, I was travelling back to Delft with a direct service going Amsterdam – Haarlem – Leiden – Delft. But then, as I was travelling between Amsterdam and Haarlem, a person decided to commit a suicide on the track between Haarlem and Leiden (suicide by jumping into a moving train is quite a common problem in the Netherlands, btw).

A train disruption due to suicide between Haarlem and Leiden
A train disruption due to suicide between Haarlem and Leiden

Consequently, the track between Haarlem and Leiden needs to be closed for operation. So my train had to end its service in Haarlem and could not continue towards Leiden.

So there I was, stuck in Haarlem, lol. The solution to this was that I needed to go BACK to Amsterdam, changed trains at Amsterdam Sloterdijk and took a Sprinter train to Leiden. Then, changed trains at Leiden to an Intercity to Delft.

I had no other option. So there I was, going back and forth between Amsterdam and Haarlem for nothing, lol 😆 . Consequently? The 1.5 hour one-way commute became 2.5 hours that evening. And I was so hungry along the way too as it was passing my dinner time. Lol 😆 .

Disruption #2

On Thursday, I was travelling to Amsterdam in the morning with a direct Delft – Leiden – Haarlem – Amsterdam service. Upon approaching Haarlem, a viaduct between Haarlem and Amsterdam got defect, forcing all train operation to stop between the two cities.

A train disruption due to defect viaduct between Haarlem and Amsterdam Sloterdijk
A train disruption due to defect viaduct between Haarlem and Amsterdam Sloterdijk

Again, for the second time in a week, there I was, stuck in Haarlem, lol 😆 . The alternative, though, was to go BACK to Leiden and transferred there to a service travelling to Amsterdam via Schiphol.

Thinking I had no other option (Actually I did, I just didn’t realize it, which was to wait in Haarlem. But this would have been a gamble, though), I took this alternative. When I reached Leiden, it turned out that the viaduct had been repaired; and the first possible service to Amsterdam was to take a Leiden – Haarlem – Amsterdam service.

Lol 😆 .

So there I was, taking this service, which meant I was going BACK to Haarlem. The caveat, though, I had to stand all the way to Amsterdam because the train was overloaded with affected passengers.

Yep, that morning, I travelled Delft – Leiden – Haarlem – Leiden – Haarlem – Amsterdam. Total one-way travel time door to door: 2.5 hours. As a result, I was late for a meeting at my office, lol 😆 .


Jadwal kereta baru

Minggu lalu, Kereta Api Belanda (Nederlandse Spoorwegen/NS) merilis jadwal kereta api baru mereka. Sebenarnya, ini mereka lakukan bulan Desember setiap tahun sih. Hanya saja, tahun ini cukup spesial karena perubahan di jadwalnya adalah yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Station Den Haag Holland Spoor
Sebuah keretanya NS di Den Haag HS

Dan sebagai penglaju antara Delft dan Amsterdam, perubahan ini memiliki dampak besar juga bagiku. Sekarang, hanya ada dua layanan kereta per jam yang langsung menghubungkan Delft dan Amsterdam (sebelumnya ada empat per jam). Dua layanan lainnya kini membutuhkan transit selama satu menit di Stasiun Leiden Centraal. Ini nggak masalah sih sebenarnya, dengan catatan keretanya tepat waktu, karena dua kereta yang dihubungkan berhenti di jalur yang bersebelahan sehingga pindah keretanya sungguh nyaman (kita hanya perlu berjalan sejauh 10an meter saja).

Toh walaupun begitu, layanan yang langsung, secara umum, masih jauh lebih nyaman dan lebih dapat diandalkan sih sebenarnya. Minggu lalu adalah minggu pertama implementasi jadwal baru ini sehingga tidak mengherankan ada banyak gangguan kecil di sana-sini (keterlambatan akibat variansi dari lama waktu layanan kereta). Dan beberapa kali lho aku ketinggalan koneksiku di Leiden atau aku harus berlari-lari menyeberangi peron karena dua keretanya tidak bisa berhenti di jalur bersebelahan akibat jalurnya dipakai kereta lain.

An Intercity train entering platform 1 of Delft station.
Sebuah kereta Intercity.

Yah, kayaknya sih untuk kenyamananku, sebaiknya aku menyesuaikan jadwalku dengan layanan yang langsung sih ya 😛 .

Gangguan Layanan Kereta Api

Yang namanya operasi kereta api, jelas gangguan yang tidak terduga tidak dapat dihindari dan ini menyebabkan terganggunya jadwal layanan kereta. Ketika ini terjadi, ini menyebabkan ketidak-nyamanan ke semua pihak yang terlibat, tidak hanya penumpang saja.

Kebetulan minggu lalu adalah minggu yang cukup sial untukku, dimana aku harus menghadapi dua gangguan cukup besar di minggu yang sama!!

Gangguan #1

Di hari Senin, aku sedang kembali ke Delft dengan layanan langsung di rute Amsterdam – Haarlem – Leiden – Delft. Tetapi kemudian, ketika aku sedang bergerak dari Amsterdam ke Haarlem, seseorang memutuskan untuk bunuh diri di rel kereta di antara Haarlem dan Leiden (kasus bunuh diri dengan melompat ke kereta yang sedang berjalan itu cukup sering terjadi di Belanda).

A train disruption due to suicide between Haarlem and Leiden
Gangguan kereta akibat bunuh diri di antara Haarlem dan Leiden.

Sebagai akibatnya, jalur kereta di antara Haarlem dan Leiden harus ditutup. Jadilah keretaku harus mengakhiri layanannya di Haarlem dan tidak bisa lanjut ke Leiden.

Yup, jadilah aku terjebak di Haarlem kan, haha. Solusinya adalah aku harus KEMBALI ke Amsterdam, transit di Stasiun Amsterdam Sloterdijk dan menaiki layanan Sprinter ke Leiden. Di sana, aku harus transit lagi ke kereta Intercity tujuan Delft.

Berhubung nggak ada pilihan lain, ya sudah deh hari itu aku bolak-balik antara Amsterdam dan Haarlem, haha 😆 . Sebagai akibatnya? Waktu tempuh yang biasanya 1,5 jam satu jalan molor menjadi 2,5 jam malam itu. Dan aku juga kelaparan sepanjang jalan karena melewati jam makan malamku, haha 😆 . w

Gangguan #2

Di hari Kamis, aku berangkat kerja menuju Amsterdam di pagi hari dengan rute langsung Delft – Leiden – Haarlem – Amsterdam. Ketika sedang mendekati Haarlem, sebuah viaduct di antara Haarlem dan Amsterdam rusak, sehingga semua kereta di antara dua kota ini harus dihentikan.

A train disruption due to defect viaduct between Haarlem and Amsterdam Sloterdijk
Gangguan kereta akibat viaduct yang rusak di antara Haarlem dan Amsterdam Sloterdijk

Lagi, untuk kali kedua minggu itu, aku terjebak lagi di Haarlem, haha 😆 . Alternatifnya, aku harus KEMBALI ke Leiden dan di sana transit ke kereta tujuan Amsterdam via Schiphol.

Karena aku pikir tidak ada pilihan lain (Ada sih sebenarnya, hanya saja aku tidak kepikiran waktu itu, yaitu dengan menunggu saja di Haarlem. Tapi ini sedikit ada pertaruhannya sih), aku mengikuti alternatif ini. Ketika aku sampai di leiden, ternyata viaduct-nya telah selesai diperbaiki; dan layanan pertama ke Amsterdam adalah kereta dengan rute Leiden – Haarlem – Amsterdam.

Huahaha 😆 .

Yup, jadilah aku menaiki layanan ini, yang mana artinya aku KEMBALI lagi ke Haarlem. Ditambah lagi, kondisinya aku harus berdiri di sepanjang perjalanan karena keretanya kepenuhan oleh penumpang yang terimbas gangguan ini.

Yep, pagi itu, aku bepergian dengan rute Delft – Leiden – Haarlem – Leiden – Haarlem – Amsterdam. Total waktu tempuh satu arahnya: 2,5 jam. Akibatnya, aku terlambat di sebuah meeting deh di kantor, haha 😆 .

Life in Holland · Zilko's Life

#1850 – Winter Solstice


If I mentioned one of the reasons I do not like Fall was the shorter days, then I must also not like Winter as well from this perspective. In fact, today is the Winter solstice, i.e. the shortest day and longest night of the year.

This was how it looked like outside when I was on my way to work at around 07:45 AM:

07:45 during winter solstice
07:45 during winter solstice

And here is how it was when I was on my way back from work at around 05:00 PM in Amsterdam:

5 PM during winter solstice
5 PM during winter solstice

Yep, technically I did not work overtime today but I went to work before the sun rose and left after the sun set! Lol 😆 . In fact, there was only 7 hours and 40 minutes of sunlight today:

Only 7 hours and 40 minutes of daylight today
Only 7 hours and 40 minutes of daylight today

And to top it off, the cloud cover was 99% above Amsterdam today! Yep, those little amount of sunlight was even covered by (thick) cloud! Haha 😦 .

From the perspective of length of day, today is the most depressing day of the year, haha 😆 . On the flip side, though, this means that it is going to get better from now on, where the days are getting longer and longer, until we hit the Summer solstice in June.

This reminds me, though, that it has been exactly half a year since this year’s Summer solstice. Wow, time really went by really, really fast!!

Santa selfie
At least I met Santa today :mrgreen:


Jika aku menyebutkan bahwa salah satu alasan aku tidak suka musim gugur adalah siang hari yang pendek, maka aku semestinya tidak suka musim dingin juga dari sudut pandang ini. Malahan, hari ini adalah Winter solstice loh, yaitu hari dengan siang terpendek dan malam terpanjang tahun ini.

Begini lah suasana di luar ketika aku dalam perjalanan ke kantor sekitar jam 07:45 pagi:

07:45 during winter solstice
Jam 7:45 pagi ketika winter solstice

Dan begini lah suasananya ketika aku pulang kerja, sekitar jam 05:00 sore di Amsterdam:

5 PM during winter solstice
Jam 5 sore ketika winter solstice

Yep, secara teknis aku tidak bekerja lembur hari ini tetapi aku berangkat kerja sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam! Haha 😆 . Malahan, hari ini Belanda hanya mendapatkan sinar matahari selama 7 jam 40 menit saja loh:

Only 7 hours and 40 minutes of daylight today
Hari ini matahari cuma bersinar selama 7 jam 40 menit saja.

Dan yang semakin melengkapinya lagi, langit Belanda hari ini adalah 99% berawan dong! Yep, sinar matahari yang cuma sedikit itu pun ditutupi oleh awan (tebal)! Haha 😦

Dari sudut pandang lamanya siang, hari ini adalah hari paling memuramkan tahun ini, haha 😆 . Sisi positifnya sih ini berarti situasi akan menjadi semakin dan semakin enak dari sekarang, dimana siang akan bertambah panjang setiap hari, hingga kita mencapai Summer solstice di bulan Juni.

Wah, jadi teringat nih, artinya sekarang sudah tepat setengah tahun semenjak Summer solstice tahun ini. Wow, waktu benar-benar cepat berlalu!!