Life in Holland, Zilko's Life

#2149 – An Electric Flyswatter and Another OV-Chipkaart Drama

ENGLISH

Yep, I am still going to talk about this year’s uncharacteristically hot Summer in the Netherlands, haha 😀 . Yep, “uncharacteristically” which of course means it worths writing here in this blog! 😛 Anyway

An electric flyswatter

One persistent “problem” every Summer is the “summer bugs”. Last year I mentioned that I found “less” flies here in Amsterdam than in Delft. However, while still “less” than in Delft, this year I have been bothered quite many times by those annoying flies here in Amsterdam!

And so last weekend, inspired by a lunch talk with a colleague of mine the week before, I decided to buy an electric flyswatter! Yep, I knew I wanted the electrical one, not the conventional typical non-electrical flyswatter which you would need the presence of a hard surface to kill the bugs.

Though up to now I still haven’t really needed it, I feel like this is such a good investment for my life and sanity during the Summer here, hahaha 😆 .

A new electric flyswatter

Another OV-Chipkaart Mini-Drama

While this one wasn’t directly related to the Summer, this year’s uncharacteristically hot Summer, sort of, caused this annoying incident to happen. So, for the third time this year, I had to ask for a new ov-chipkaart! 😱

On Friday morning just before going to work last week, I couldn’t find my ov-chipkaart. I looked for it “everywhere” in my apartment and couldn’t find it. Because I would have an important meeting in the morning that day, I quickly assumed it might, again, have accidentally fallen off somewhere the day before; similarly to the second incident earlier this May when I put it in my jeans pocket. So I took my “back-up” regular ov-chipkaart to go to the office that day; and the first thing I did after arriving at the office was to block the ov-chipkaart which I just lost and to ask for a replacement (and paid €11 for it) 😤.

But then, after having my morning coffee which triggered my brain to function at higher capacity, I realized that I had not looked for the card “everywhere” in my apartment. I thought of a very possible scenario of what might have happened with a hypothesis on where the card might be. The day before, despite being tired from work and the heat, I “forced” myself to go the gym. As it was in the evening, as usual I picked up my jacket. And at this time, it was possible that I was on “auto-pilot” mode when leaving the apartment where I took the ov-chipkaart and put it in my jacket’s pocket. That morning, I did NOT think of checking this jacket’s pocket because I assumed the likelihood of the card being there was non-existent as I only wore the jacket to the gym and I didn’t need the card to go there.

So upon returning home from work that day, I tested this theory, and it turned out to be the CORRECT one! DAMN!!!! Yeah, I just asked for a replacement, and paid €11 for it, for literally nothing! Plus, now I would still need to use my backup card for my Monday commute because this ov-chipkaart had been deactivated (I have a public transportation subscription in my regular ov-chipkaart but not in the backup one).

But I learned something valuable from this incident, though; that sometimes it is good to not make a decision too impulsively and to give yourself enough time (and energy) to think and analyze the situation. Otherwise, you might end up with a sub-optimal solution like myself in this incident! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Yep, aku masih akan ngomongin musim panas di Belanda tahun ini yang sungguh nggak biasa dah puanasnya, haha 😀 . Iya, karena “nggak biasa” jadi jelas layak untuk dituliskan di blog ini kan ya! 😛 Ngomong-ngomong,

Pemukul lalat elektrik

Satu “masalah” yang selalu muncul setiap musim panas adalah “serangga musim panas”. Tahun lalu aku sebutkan bahwa rasanya aku menghadapi “lebih sedikit” lalat di Amsterdam ini daripada di Delft. Namun, walaupun masih “lebih sedikit” daripada Delft, tahun ini aku sudah cukup sering terganggu dengan yang namanya lalat yang menyebalkan itu di Amsterdam!

Jadilah akhir pekan yang lalu, terinspirasi dari perbincangan ketika makan siang dengan seorang kolegaku di kantor seminggu sebelumnya, aku memutuskan untuk membeli sebuah pemukul lalat elektrik! Iya, aku maunya yang elektrik deh, bukan yang tipikal biasa nggak eleketrik itu yang mana kita membutuhkan kehadiran suatu permukaan yang keras (misalnya tembok) untuk membunuh serangganya.

Walaupun sejauh ini aku masih belum terlalu membutuhkannya sih, haha. Tapi walaupun begitu, aku rasa ini adalah sebuah investasi yang bagus untuk kehidupan dan kewarasanku di waktu musim panas di sini, hahaha 😆 .

Sebuah pemukul lalat elektrik baru

Mini-Drama dengan OV-Chipkaart lagi

Walaupun sebenarnya ini tidak langsung berhubungan dengan musim panasnya, aku cukup yakin musim panas tahun ini yang panas banget ini merupakan salah satu penyebab insiden menyebalkan ini untuk terjadi. Jadi, untuk ketiga kalinya tahun ini, aku harus meminta ov-chipkaart baru dong! 😱

Di hari Jumat pagi sebelum berangkat ke kantor minggu lalu, aku tidak bisa menemukan ov-chipkaart-ku. Aku sudah mencarinya di “semua tempat” di apartemenku tapi aku tidak bisa menemukannya. Karena aku akan ada meeting penting pagi itu di kantor, dengan cepat aku asumsikan kemungkinan, untuk kedua kalinya, kartunya tidak sengaja jatuh entah dimana gitu sehari sebelumnya; mirip seperti insiden kedua di bulan Mei kemarin ketika aku menaruhnya di dalam kantong celana jeans-ku. Jadilah aku mengambil kartu ov-chipkaart reguler “cadangan”-ku untuk berangkat ke kantor hari itu. Hal pertama yang kulakukan setelah tiba di kantor adalah untuk memblok ov-chipkaartku yang hilang itu dan meminta penggantinya (dan membayar €11 untuknya) 😤.

Tapi kemudian, setelah meminum kopiku pagi itu yang merangsang otakku untuk bekerja dengan kapasitas lebih tinggi, aku baru menyadari bahwa sepertinya aku belum mencari kartunya di “semua tempat” di apartemenku pagi itu. Terpikirkan olehku sebuah skenario yang sangat mungkin terjadi yang di dalamnya terkandung hipoteas akan dimana kartunya berada. Sehari sebelumnya, walaupun capek banget setelah pulang kerja dan melalui hari yang super panas, aku tetap “memaksakan” diriku untuk pergi ke gym. Karena sudah malam, seperti biasa aku juga mengambil jaketku untuk keluar. Dan di waktu ini, mungkin sekali otakku berada dalam mode “auto-pilot” ketika meninggalkan apartemen dimana aku mengambil ov-chipkaartku dan memasukannya ke dalam jaket. Pagi itu, aku TIDAK mengecek jaket ini karena aku berpikir kemungkinan kartunya berada di dalam jaket ini hampir pasti nol karena aku hanya mengenakan jaketnya untuk pergi ke gym dan untuk pergi kesana kan aku tidak membutuhkan kartunya.

Jadilah setelah pulang ke rumah hari itu, aku mengetes teori ini, dan ternyata BENAR dong! SIAL!!!! Ya gitu deh, aku sudah terlanjur meminta kartu pengganti, dan membayar €11 untuknya, yang mana ternyata sebenarnya tidak perlu! Plus, sekarang aku jadi harus juga menggunakan kartu cadanganku untuk ngantor di hari Senin karena ov-chipkaart ini sudah terlanjur diblokir kan (Aku memiliki abonemen transportasi umum di ov-chipkaart regulerku tetapi tidak di ov-chipkaart cadanganku).

Tapi ada pelajaran penting sih dari insiden ini; dimana terkadang bijaksana untuk tidak membuat suatu keputusan dengan terlalu cepat sebelum memberi diri kita cukup waktu (dan energi) untuk memikirkan dan menganalisa situasi yang sedang kita hadapi. Jika tidak, amat mungkin kita akan memasukkan diri kita ke situasi sub-optimal, seperti yang aku alami dari kejadian ini! Haha 😆

Advertisements
Life in Holland, Zilko's Life

#2146 – When A Heatwave Strikes

ENGLISH

Three weeks ago I have mentioned how this year’s Summer, up to that point, had been really warm. It turned out that, well, we hadn’t yet the “peak” of it because last week Europe was hit by heatwave apparently due to the jetstream that flowed a little bit more north than usual this year. As a result, at one point it was like this in Amsterdam:

Heatwave in summer 2018

Yep, 36°C real feel temperature!! I can tell you that, from my experience, this Summer has been not “normal”. Usually, throughout a Summer in the Netherlands, there would indeed be a few days here and there where it could be really warm; but it was never “consecutive” for a long period like this year. The heat was so “bad” (to me) that I was actually feeling happy when it was raining briefly on Saturday this weekend! Yep, this comes from someone whose least favorite weather ever is the rain!

If you think, “Well, the weather in Indonesia can also be as hot as this, right?”. The answer would be “Yes“, indeed. However, there is one fundamental difference between Indonesia and the Netherlands: the Indonesian climate means that this kind of weather is expected. Consequently, everything there is designed and sort-of optimized for this kind of weather: for instance, many buildings are equipped with air-conditioners. In Europe, nope, most buildings do NOT have air-conditioners (Thankfully my office does, though 😛 ).

Anyway, I am not quite sure if this was related or not, btw, but I had insomnia on a few nights last week too. I found this insomnia quite strange because I genuinely felt tired while going to bed yet I had difficulties in getting good night sleep. And then once over lunch some of my colleagues shared about their insomnia problems too, and they were sure it was related to the heat. And I was actually one of the luckier ones because my apartment building was new so those warm Summer nights were much more “bearable”, haha.

Btw, the trams in Amsterdam were certainly not designed for hot Summer days like these! The trams were basically like tubes of moving greenhouses which trapped heat inside; which intensified the “real feel temperature” if you were travelling with it during one of these days! I wish they were equipped with some air-conditioners.

I think the trams in Amsterdam were not designed for hot days.

To be honest, this Summer thus far makes the idea of installing an air-conditioner in my apartment very tempting! However on the other hand, it is commonly known that an air-conditioner also contributes to global warming. And, citing from the article I quoted above:

What we call an ‘extreme heatwave’ today we will simply call ‘summer’ in a matter of decades if we do not sharply reduce carbon emissions.” — Michael Mann, a US climate scientist.

So, do you see the dilemma I am facing now? What do you think I should do then? Hahaha…

BAHASA INDONESIA

Tiga minggu yang lalu aku ceritakan mengenai bagaimana musim panas tahun ini, sampai waktu itu, yang mana panas banget. Ternyata, waktu itu kami di Eropa masih belum mencapai “puncak” dari kepanasannya karena minggu lalu Eropa diterjang oleh gelombang panas yang ternyata disebabkan oleh posisi jetstream yang tahun ini mengalir lebih ke utara daripada biasanya. Sebagai akibatnya, di satu waktu cuacanya kayak gini dong di Amsterdam minggu lalu:

Gelombang panas di musim panas 2018

Yep, 36°C real feel temperature!! Bisa aku bilang bahwa dari pengalamanku, musim panas tahun ini sangat “tidak biasa”. Biasanya, di sepanjang musim panas di Belanda memang akan ada beberapa hari di sana-sini yang mana suhu udaranya bisa jadi panas; tapi nggak pernah deh “berturut-turut” di periode yang lama kayak tahun ini. Panasnya ini “parah” banget (bagiku) sampai-sampai aku merasa bahagia lho ketika hujan turun sebentar di hari Sabtu kemarin ini! Iya, pernyataan ini datang dari seseorang yang cuaca yang paling tidak disukainya adalah hujan!

Jika ada yang berpikir, “Lah, toh cuaca di Indonesia pun juga bisa sepanas ini kan?“. Jawabannya memang “Ya, betul“. Tapi, ada satu perbedaan mendasar dari Indonesia dan Belanda: iklim di Indonesia berarti memang cuaca seperti ini itu “makanan sehari-hari”. Sebagai akibatnya, semuanya ya sudah didisain dan dioptimasi untuk menghadapinya: misalnya saja, banyak bangunan yang dilengkapi dengan AC. Di Eropa sih, kebanyakan bangunan itu TANPA AC ya (Untungnya di kantorku ada ACnya sih, haha 😛 ).

Anyway, aku nggak yakin sih ini ada hubungannya atau tidak, btw. Minggu lalu selama beberapa malam aku juga sulit tidur. Aku merasa kesulitan-tidur ini agak aneh karena aku sebenarnya sudah merasa capek lho ketika beranjak tidur tapi kok susah ya mendapatkan tidur yang lelap. Dan ketika makan siang, beberapa kolegaku juga bercerita mereka mengalami kesulitan-tidur yang sama, dan mereka yakin kesulitan-tidur ini disebabkan oleh panasnya itu. Dan sebenarnya aku bisa dibilang beruntung karena gedung apartemenku adalah bangunan baru sehingga malam-malam musim panas yang panas banget itu masih bisa lebih “ditoleransi” lah, haha.

Btw, tram di Amsterdam juga jelas banget tidak didisain untuk hari-hari panas kayak gini deh! Tramnya berasa kayak tabung rumah kaca berjalan deh yang memerangkap panas di dalamnya; yang mana artinya suhu udara “real feel” juga semakin terintensifikasi jika kita menaikinya di hari-hari itu! Ah, aku berharap tram-nya akan dilengkapi dengan AC juga nih nantinya.

Aku duga tram di Amsterdam tidak didisain untuk hari-hari yang panas banget.

Sejujurnya, musim panas ini sejauh ini telah membuat ide untuk memasang AC di apartemenku menjadi nampak menggoda sekali! Namun di sisi lain, kan sudah diketahui secara luas ya bahwa yang namanya AC itu juga berkontribusi terhadap pemanasan global. Dan, kutipan dari artikel yang aku tautkan di atas nih:

What we call an ‘extreme heatwave’ today we will simply call ‘summer’ in a matter of decades if we do not sharply reduce carbon emissions.” — Michael Mann, ilmuwan klimatologi Amerika.

Nah, jadi dilema banget kan ini ceritanya? Menurut kalian, sebaiknya bagaimana ini? Hahaha…

General Life, Life in Holland, Zilko's Life

#2145 – A New Metro Line and A Catch Up

ENGLISH

A New Metro Line in Amsterdam

This last weekend, the long-awaited new Metro Line 52 in Amsterdam was, finally, open for service. I use the terms “long-awaited” and “finally” because this Metro line was, apparently, originally supposed to be opened seven years ago, i.e. 2011, haha 😛 . This new line is exciting mainly because it connects Amsterdam-Noord with the city centre of Amsterdam. Geographically, Amsterdam-Noord is separated from the rest of Amsterdam by the “IJ”, a large body of water in Amsterdam which used to be a bay.

The IJ (to the left is Amsterdam Centraal and to the right is Amsterdam-Noord)

Before the opening of this new Metro line, one would need to take a ferry service to cross the IJ between Amsterdam-Noord and the city centre; or to detour via some of the bridges connecting the two regions. So you could perhaps now imagine how exciting this new Metro line is for Amsterdammers! 😀

The IJ as seen from the Centraal Station; and that is the ferry boat I mentioned above.

Anyway, from Amsterdam-Noord the line runs through Amsterdam Centraal and extends all the way to the business area in Amsterdam Zuid (Zuid means “south”, btw, whereas noord means “north”). For now, actually this line does not really serve my daily commuting route so I guess I wouldn’t use this line that often, though, haha. But it is still nice to have a new line as it expands the options that I have as an Amsterdammer, right? 😉

And several brand new Metro stations were also constructed for this new line, including this Rokin station.

A Catch Up

A completely unrelated matter, on Wednesday I caught up with an old friend of mine, who used to be my officemate during my PhD years in Delft. She now works in Limburg (the southeastern most province of the Netherlands which borders Belgium and Germany) but once in awhile she has to work in her Amsterdam office too. And this time we decided to catch up after all these years!

A metro serving the new Noord/Zuidlijn (Line 52) in Amsterdam

Her office was in Amsterdam Zuid so we decided to meet there after work. I was actually the one proposing for us to meet there because this way I would have a legitimate reason to try out the new Metro line! Haha 😆 . I walked from my office to the nearest Metro station of this line, and took the metro to Amsterdam Zuid, which was just an ~10 minutes ride. It was convenient!

Anyway, we decided to have dinner at Oliver’s, a modern European-style restaurant in Amsterdam Zuid. I ordered a medium-rare steak (In case you haven’t noticed, I love steak!! 😋) . And the steak was great!! It was really nice, and more importantly, it was great to catch up with an old friend! 😀

A medium-rare steak at Olivier’s

BAHASA INDONESIA

Satu jalur Metro baru di Amsterdam

Akhir pekan yang kemarin ini (minggu lalu maksudnya), Jalur 52 Metro (kereta bawah tanah) di Amsterdam yang sudah lama ditunggu-tunggu, akhirnya, dibuka juga. Aku menggunakan istilah “yang sudah lama ditunggu-tunggu” dan “akhirnya” karena, ternyata, seharusnya jalur ini sudah dibuka semenjak tujuh tahun yang lalu, alias di tahun 2011, haha 😛 . Jalur baru yang satu ini exciting terutama karena jalurnya menghubungkan Amsterdam-Noord dengan pusat kota Amsterdam. Jadi ceritanya secara geografis, Amsterdam-Noord ini terpisahkan dari semua bagian kota Amsterdam lainnya oleh “IJ” (cara membacanya “Ay“), sebuah “badan air” besar di Amsterdam yang dulunya adalah pantai.

IJ (di sebelah kiri adalah Amsterdam Centraal dan di sebelah kanan adalah Amsterdam-Noord)

Sebelum pembukaan jalur Metro baru ini, kita harus menaiki kapal ferry untuk menyebrangi IJ antara Amsterdam-Noord dan pusat kota, atau harus memutar jauh melalui beberapa jembatan yang menghubungkan dua daerah ini. Jadi terbayang dong ya bagaimana exciting-nya jalur Metro baru ini bagi para Amsterdammers! 😀

IJ seperti yang terlihat dari Centraal Station; dan kapal itu adalah kapal ferry yang aku maksud di atas.

Anyway, dari Amsterdam-Noord, jalurnya melewati Amsterdam-Centraal dan kemudian terus menyambung ke Amsterdam Zuid (Zuid berarti selatan, btw, sementara noord berarti utara) yang merupakan area perkantoran dan bisnis. Untuk sekarang, sebenarnya aku tidak membutuhkan rute yang dilayani jalur terbaru ini sih sehari-harinya. Jadi sepertinya sebenarnya aku tidak akan terlalu sering menggunakan jalur ini, haha. Tapi tetap asyik lah ya sekarang ada jalur baru yang tentu menambah pilihan untuk berkeliling bagi warga dan pengunjung Amsterdam? 😉

Tentu saja beberapa stasiun kereta bawah tanah Metro juga dibangun untuk jalur baru ini, salah satunya adalah Stasiun Rokin ini.

Sebuah Catch Up

Mari beralih ke topik yang sama sekali berbeda. Di hari Rabu aku catch up dengan seorang teman lama, yang dulu merupakan rekan sekantorku di tahun-tahun PhD (S3)-ku di Delft. Sekarang ini ia bekerja di Limburg (provinsinya Belanda yang paling tenggara yang berbatasan dengan Belgia dan Jerman) tapi sesekali ia harus bekerja di kantor Amsterdamnya juga. Dan kali ini kami memutuskan untuk catch up karena sudah lama banget kami nggak bertemu!

Sebuah kereta bawah tanah yang melayani jalur Noord/Zuidlijn (Jalur 52) yang baru ini di Amsterdam

Kantornya temanku ini berlokasi di Amsterdam Zuid sehingga kami memutuskan untuk bertemu di sana saja sepulang kerja. Aku sih sebenarnya yang mengusulkan untuk bertemu di sana karena dengan begini kan aku jadi alasan yang kuat dong ya untuk akhirnya mencoba jalur terbaru dari Metro-nya! Huahaha 😆 . Sepulang kerja, dari kantor aku berjalan-kaki ke stasiun Metro yang terdekat dari jalur ini, dan kemudian menaiki kereta bawah tanah ke Amsterdam Zuid, yang mana hanya memakan waktu sekitar 10 menit-an saja. Memang nyaman banget deh!

Anyway, kami memutuskan untuk makan malam di Oliver’s, sebuah restoran Eropa bergaya modern, di Amsterdam Zuid. Aku memesan medium-rare steak (Aku memang anaknya suka steak!! 😋) . Dan steak-nya enak!! Asyik deh kemarin ini, dan terutama catch up dengan seorang teman lama itu selalu seru banget ya! 😀

Sebuah medium-rare steak di Olivier’s
Life in Holland, Zilko's Life

#2139 – The World Cup 2018

ENGLISH

In the past month or so, a lot of pairs of eyes in the world have been focused on Russia because of … well, the World Cup! Haha 😛 .

As you might have noticed, I haven’t really talked about this festive event this year. This is very different from four years ago where apparently I wrote six posts related to that year’s World Cup. And the main reason for this was because the Netherlands did not qualify for this year’s World Cup!

Consequently it felt like the atmosphere here was not anything like four years ago. I mean, of course you could go to bars and watch some matches and still have great time, especially in Amsterdam. And actually a lot of my colleagues did this. But the level of excitement just wasn’t the same; not like this time in Delft, for example, when the Dutch team was playing Costa Rica in the quarterfinals (and won).

The celebration in Delft when the Dutch team beat Costa Rica in the quarterfinals in 2014.

And not being a football fan myself, I also haven’t been actively looking to be part of it this year. Though, of course I followed the progress from time to time. Aside from pure curiosity (Generally speaking World Cup is the football event I tend to follow the most, haha 😆 ), this was also purely because some colleagues and I played a bracket challenge in the office, haha. You know, just for the sake of it 😛 . Even though in the end I also didn’t win, haha…

Anyway, so let’s hope that the Netherlands will qualify in 2022!! (OMG that is still four years from now? 😱). For once, I cannot wait to listen to and sing to this song again!! 😀

And congratulations France for the victory! Did any of you succesfully predict France to be the winner? 😛

France won the 2018 FIFA World Cup. Photo credit: Shaun Botterill/Getty Images

BAHASA INDONESIA

Satu bulan belakangan ini, banyak mata di dunia ini terfokus ke Rusia karena … Piala Dunia yang diadakan di sana! Haha 😛 .

Dan seperti mungkin apa yang sudah pada perhatikan, tahun ini aku sama sekali belum menulis tentang event yang meriah ini. Ini berbeda sekali dari empat tahun yang lalu dimana (ternyata) aku menulis enam posting yang berhubungan dengan Piala Dunia tahun itu. Dan alasan utama dari ini adalah karena Belanda tidak lolos kualifikasi untuk berpartisipasi di Piala Dunia tahun ini!

Sebagai akibatnya atmosfernya di sini nggak kayak empat tahun yang lalu deh. Maksudku, memang sih sebenarnya masih bisa-bisa aja kita pergi ke bar dan menonton beberapa pertandingannya dan suasananya toh bakalan seru juga, apalagi di Amsterdam. Banyak kolegaku yang melakukan cara ini. Tapi tetap aja dong ya level keseruan dan keriaannya mah nggak akan sama; tidak seperti waktu ini di Delft gitu, misalnya, ketika tim Belanda bermain melawan Kosta Rika di babak perempat-final (dan menang pula).

Selebrasi di Delft ketika tim Belanda mengalahkan Kosta Rika di babak perempat-final di tahun 2014.

Dan karena aku sendiri nggak begitu ngefans dengan sepak bola, aku juga tidak aktif untuk berpartisipasi di keriaannya tahun ini gitu deh. Walaupun, tentu saja, aku tetap mengikuti perkembangan turnamennya. Selain karena murni ingin-tahu (Secara umum Piala Dunia adalah acara sepakbola yang biasanya paling aku ikuti, haha 😆 ), ini juga karena aku dan beberapa kolegaku memainkan sebuah bracket challenge gitu di kantor, haha. Untuk seru-seruan aja gitu mumpung lagi masanya kan 😛 . Walaupun pada akhirnya aku juga tidak menang sih, haha.

Anyway, Jadi mari berharap Belanda lolos kualifikasi di tahun 2022 deh!! (Ya ampun itu mah masih empat tahun lagi ya? 😱). Jadi kan aku bakalan bisa mendengarkan dan bernyanyi lagu ini nih:

Dan selamat Prancis untuk kemenangannya!! Btw, apakah ada yang dengan sukses memprediksikan Prancis sebagai pemenangnya tahun ini? 😛

Life in Holland, Zilko's Life

#2136 – This Summer Thus Far in Amsterdam

ENGLISH

From my experience, this Summer has been a rather unusual Summer in the Netherlands. “Unusual” as in it hasn’t rained that often, the temperature has, in many days, been in the warmer scale, and, most surprisingly, the weather has been sunny in many days too!! This trend has occurred since around May though which, after a long Winter, made me feel like we skipped Spring and jumped immediately from Winter to Summer! Lol 😆 .

And this was great news (and surprise) to many people. But not to me, haha 😆 . You know I generally prefer colder than warmer temperature. And warm temperature actually makes me feel a little bit uncomfortable! Okay, to be fair, it hasn’t been that “bad” in Amsterdam as thus far I can still “tolerate” it; as thankfully the humidity has not been as extreme as, say, in Indonesia, haha…

You know, but this made me glad for my decision to move to an apartment in a new building in Amsterdam last year. I mean, had I lived in one of those super cute and beautiful old buildings from the 18th or 19th century (like my previous apartment in Delft), this Summer would have felt like Hell (As I notice that those buildings tend to preserve heat, which obviously is a good thing in Winter, though)!! Lol 😆

So yeah, let’s just say that weather-wise, this Summer hasn’t been my favorite. And unfortunately for me, the next season will be the Fall, that is my least favorite season of the four, haha.

Summer in Amsterdam this year.

BAHASA INDONESIA

Dari pengalamanku, Musim Panas kali ini di Belanda agak tidak biasa dibandingkan biasanya. “Tidak biasa” dalam artian sejauh ini cuacanya jarang hujan, suhu udaranya, di banyak hari, tergolong panas, dan, yang paling mengejutkan, cukup banyak hari yang mana cuacanya cerah dong!! Tren ini sebenarnya sudah mulai nampak semenjak Mei yang lalu sih yang mana, setelah Musim Dingin yang panjang, membuatku merasa seperti kita kemarin meloncati Musim Semi dimana musim berganti dari Musim Dingin langsung ke Musim Panas! Haha 😆 .

Sebenarnya ini adalah berita (dan kejutan) yang baik bagi banyak orang. Tapi tidak untukku, haha 😆 . Tahu kan secara umum aku lebih suka suhu udara yang dingin daripada panas. Dan suhu udara panas itu bagiku terasa tidak nyaman! Oke, sejujurnya nih, sebenarnya suhu udara panas di Amsterdam ini masih bisa aku toleransi sih; karena untungnya kelembaban-udaranya tidak tinggi-tinggi amat kayak di, misalnya, Indonesia, haha…

Ini membuatku bersyukur akan keputusanku untuk pindah ke sebuah apartemen di bangunan yang baru di Amsterdam tahun lalu. Maksudku, andaikata aku tinggal di suatu bangunan yang imut dan indah tapi tua banget karena dibangun di abad ke-18 atau 19 itu (kayak apartemenku sebelumnya di Delft), Musim Panas kali ini bakal terasa seperti Neraka deh (Aku perhatikan bangunan-bangunan tua di sini cenderung didisain untuk memerangkap panas, yang mana jelas adalah suatu hal yang menguntungkan di Musim Dingin)!! Haha 😆 .

Jadi ya gitu deh, bisa dibilang dari segi cuaca, Musim Panas kali ini bukan favoritku dah. Dan, sialnya, untukku, musim yang selanjutnya kan Musim Gugur ya, yang mana merupakan musim yang paling tidak aku sukai, haha.

Life in Holland, Zilko's Life

#2119 – Where Was My Spring?

ENGLISH

Now that it is June already, this means that we in the Netherlands have pretty much entered Summer this year. This would imply that we have just passed Spring, my favorite season of the four. However to be honest, this year has been quite unusual because …

it feels like Spring did not happen here and we just jumped from Winter to Summer! Lol 😆 .

Snowy Amsterdam earlier this year.

You know, we had quite an extended Winter the last time; as enforced by the Beast from the East which made it snow in (early) March and the real feel temperature to reach –20°C!! And then, Summer felt like coming early because the temperature has been warm (for Dutch standard) since late April and this was extended through May as well.

May in Amsterdam

You see, and so this would explain why I perceived Spring to not happen this year (or, it did but only for a very short period of time)! In a way, I feel cheated! Lol 😆 . And now that it is June already, I guess it is futile to hope that the “real” Spring weather would come back. It would be “wiser” (so that I would be less likely to get disappointed) to wait until next year for that to happen, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Karena sudah bulan Juni sekarang, artinya Belanda sudah kurang lebih memasukin Musim Panas tahun ini. Ini berarti kami di Belanda baru saja melewati yang namanya Musim Semi kan, musim favoritku dari keempat musim itu. Tapi sejujurnya, rasanya tahun ini adalah tahun yang agak tidak biasa karena …

rasanya Musim Semi itu tidak terjadi deh di negeri ini dimana kami melompat langsung dari Musim Dingin ke Musim Panas! Huahaha 😆 .

Amsterdam yang bersalju awal tahun ini.

Masih ingat kan, Musim Dingin kemarin berlangsung lumayan lama di Belanda; yang mana ditegaskan oleh the Beast from the East yang membuat cuaca bersalju di (awal) bulan Maret dan real feel suhu udaranya mencapai –20°C!! Dan kemudian, Musim Panas rasanya cepat datang tahun ini dimana suhu udaranya lumayan panas (untuk standar Belanda) semenjak akhir April dan situasi ini berlangsung demikian di sepanjang bulan Mei pula.

Mei di Amsterdam

Ya sekarang jelas kan mengapa aku merasa Musim Semi itu tidak terjadi tahun ini (atau, terjadi sih, tapi singkat banget)! Di satu sisi, rasanya kok kayak dicurangi ya! Huahaha 😆 . Dan karena sekarang sudah bulan Juni, rasanya sia-sia lah untuk berharap cuaca “selayaknya” Musim Semi akan kembali. Rasanya lebih “bijak” (sehingga aku tidak akan dikecewakan dengan harapan palsu) untuk menunggu tahun depan saja deh, haha 😆 .

Life in Holland, working life, Zilko's Life

#2106 – A “Long” Weekend and Chitato

ENGLISH

A “Long” Weekend

This Thursday was the Ascension Day which was a public holiday in the Netherlands. So technically, this weekend could become a “long” weekend if one decided to take Friday off, which many of my colleagues did.

I, however, didn’t and so I worked as usual on Friday, even though it was a bridging day, haha 😆 . The main reason for it was that I couldn’t find a good deal for a trip this weekend, on top of still having to take one day off nonetheless if I would make use of the opportunity. I felt like my holiday allowance was more valuable when used for a “bigger” trip than for “just” a long weekend.

So there I was, still having to work on Friday when quite many of my colleagues were away somewhere. As a result, my office felt “peaceful” and quier that day, haha 😆 . But it was fine, though, as I could finish off one project I was busy week and so tomorrow I can start my week on a cleaner state for the other projects in my backlog, haha 😆 .

Chitato in the Netherlands

Anyway, I was very excited when I spotted Chitato Indomie Goreng the last time I was in Indonesia. Btw here are the main posts of this most recent trip there:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Indonesia
3. Part II: Jakarta
4. Part III: Yogyakarta
5. Part IV: The Wedding
6. Part V: Solo
7. Part VI: Back to Europe

At the time I even mentioned that it was practically impossible to get this product in Europe. This statement, however, turned out to be quite premature. Earlier this week when I went to the orientalmarkt, I spotted the following:

Yes, Chitato Indomie Goreng was, for now, available too in the Netherlands 😍!

I was really excited about it and actually impulsively decided to buy two of them. Indeed I went to the shop before having my dinner, lol 😆 . But well, it was worth it and certainly cheat days were allowed here and there, no? 😛

And so how was it? I actually liked it, even though I also found it to be spicy! Hahaha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Sebuah “Long” Weekend

Hari Kamis kemarin adalah Hari Kenaikan Isa Al-Masih yang merupakan tanggal merah di Belanda. Jadi sebenarnya akhir pekan ini bisa dibuat menjadi “long” weekend jika kita mengambil cuti di hari Jumat, yang mana banyak dilakukan oleh kolegaku.

Aku, tapinya, tidak dan jadilah aku bekerja seperti biasa di hari Jumat, biarpun hari itu sebenarnya adalah hari kejepit, haha 😆 . Alasan utamanya adalah karena aku tidak menemukan tiket promo yang oke, di samping toh masih harus mengambil cuti satu hari kalau mau memanfaatkannya. Aku merasa jatah cutiku lebih berharga untuk digunakan di perjalanan yang “lebih besar” daripada “hanya sekedar” long weekend, haha.

Jadi ya gitu deh, aku masih harus bekerja di hari Jumat ketika banyak kolegaku yang sedang berlibur kemana gitu. Sebagai akibatnya, kantorku terasa “sepi” banget, haha 😆 . Tapi nggak apa-apa sih, dengan begini justru aku bisa menyelesaikan satu proyek yang menyibukkanku sebelumnya dan besok aku bisa memulai minggu baru dengan bersih untuk proyek-proyek lain yang berada di backlog-ku, haha 😆 .

Chitato di Belanda

Anyway, aku merasa excited ketika aku melihat Chitato Indomie Goreng terakhir kali aku di Indonesia. Btw, berikut ini posting-posting utama cerita dari perjalananku ini kesana:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Indonesia
3. Part II: Jakarta
4. Part III: Yogyakarta
5. Part IV: The Wedding
6. Part V: Solo
7. Part VI: Back to Europe

Waktu itu aku sebutkan bahwa bisa dibilang mustahil untuk bisa mendapatkan produk ini di Eropa. Pernyataan ini, ternyata, aku keluarkan terlalu dini. Awal minggu ini ketika aku pergi ke orientalmarkt, aku melihat ini dong:

Iya, Chitato Indomie Goreng, untuk saat ini, juga tersedia di Belanda 😍!

Aku merasa excited sehingga aku spontan membeli dua bungkus. Memang sih aku pergi ke tokonya sebelum makan malam, haha 😆 . Ah, tapi worth it kok dan toh cheat days juga sekali-sekali nggak apa-apa kan 😛

Dan bagaimanakah rasanya? Aku suka loh, walaupun agak terlalu pedas sih untukku! Hahaha 😆 .