#2095 – Rotterdam and the Spring This Week

ENGLISH

Rotterdam

I went to Rotterdam this Wednesday to attend the PhD defense and graduation of a good friend of mine there! 😀 The short trip made me realize that it had been awhile since I was in Rotterdam, more than a year actually!

Anyway, so I took an Intercity Direct service to Rotterdam Centraal, and from there a metro to Erasmus Medical Centre (MC) where my friend’s defense would take place. It was quite tricky to find exactly where the defense hall was (It had never been to Erasmus MC before; and the building was integrated with a hospital (pretty much) so there were a lot of doctors going around too, haha) but in the end finally I found it.

The photographer my friend had hired bailed last minute so I lent a hand in this department. Before the defense started, we were briefed by the beadle. Then we went to a “Walls of Fame” room where every graduating PhD candidate left their signature. Damn TU Delft doesn’t have this and I wish they had one!

Erasmus MC’s “Walls of Fame”

Anyway then the defense started at exactly 11:30 AM. Overall the defense went quite similarly with my PhD defense at TU Delft, with the biggest difference being the mandatory 15-minute presentation at the start of the defense hence leaving the defense part to be 45 minutes long (At TU Delft, the presentation part was optional, 30 minutes long, and prior to the (mandatory) 60 minutes defense session). I could sense my friend was a little bit nervous but overall she handled it well.

After 60 minutes was over, the beadle entered the room, chanted “Hora est!”, and the defense had to officially end. The committee went out of the room to discuss; and came back some 15 minutes later to award my friend with her PhD diploma and, hence, degree. A small reception then followed in the common area of the building.

Chicken club sandwich and polenta chips at Jamie’s Italian

My friend actually organized a dinner and a party in the evening; but unfortunately I had to go back to Amsterdam in the afternoon so I had to miss both ☹️. On my way back to Amsterdam, though, I made a stop at Blaak to have lunch at my favorite Jamie’s Italian at Rotterdam’s awesome Markthal! 😀 I had a chicken club sandwich with polenta chips; and a serving of ice cream because the weather was so warm today. My outfit choice of a denim long sleeve shirt wasn’t the best for the weather as well, lol 😆 . Anyway, as usual, Jamie’s Italian did not disappoint! 🙂

Otherwise…

this week has been another busy (but fun) week at work to me! As I said above, the weather was great, albeit being in the “warmer” side for my liking (the temperature was in the 20s (Celsius) during the day for most of the week). And at times it was verging on being “too warm” for me, as it felt much more like Summer than Spring; just like the temperature in Los Angeles this December,, lol 😆 . To think that the real feel was reaching –20°C at some point just about 1.5 months ago 😅.

Yeah, it seems that the Netherlands has finally moved on from the prolonged Winter! 🙂

Dessert goodness in this warm weather

BAHASA INDONESIA

Rotterdam

Aku pergi ke Rotterdam hari Rabu kemarin untuk menghadiri sidang dan wisuda PhD (S3)-nya seorang teman baikku di sana! 😀 Kunjungan singkat ini membuatku sadar bahwa sudah lumayan lama lho semenjak terakhir kali aku ke Rotterdam, sudah lebih dari satu tahun!

Anyway, aku naik kereta Intercity Direct ke Rotterdam Centraal, dan dari sana naik metro ke Erasmus Medical Centre (MC) dimana sidangnya temanku akan berlangsung. Agak tricky untuk bisa menemukan ruangan sidangnya (Aku belum pernah ke Erasmus MC sebelumnya; dan gedungnya sendiri terintegrasi dengan rumah sakit sehingga ada banyak dokter berseliweran di sana, haha) tetapi toh akhirnya aku berhasil menemukannya.

Ceritanya fotografer sudah disewa temanku tiba-tiba batal last minute dan jadilah aku membantu temanku untuk urusan foto-foto. Sebelum sidang dimulai, kami di-briefing oleh beadle-nya. Lalu kami pergi ke ruangan “Walls of Fame” dimana setiap kandidat PhD meninggalkan tanda-tangannya. Ahhh, kok TU Delft nggak punya ruangan beginian ya, kan keren ya padahal!

“Walls of Fame” di Erasmus MC

Anyway lalu sidangnya dimulai tepat jam 11:30 pagi. Secara umum sidangnya berlangsung mirip dengan sidang PhDku di TU Delft, dengan perbedaan terbesar adalah sesi wajib presentasi sepanjang 15 menit di awal sidang sehingga bagian sidang (tanya-jawabnya) adalah sepanjang 45 menit (Di TU Delft, presentasi itu tidak wajib, panjangnya 30 menit, dan berlangsung sebelum sesi sidang (yang jelas wajib) sepanjang 60 menit). Aku perhatikan temanku cukup grogi di sidang ini tetapi secara umum ia menjalaninya dengan baik.

Setelah 60 menit berlalu, beadle masuk ke ruangan, mengucapkan “Hora est!”, dan sidang diharuskan berakhir. Komitenya kemudian keluar dari ruangan untuk berdiskusi; dan kembali sekitar 15 menit kemudian untuk menganugerahi temanku dengan diploma dan titel PhD-nya. Resepsi kecil kemudian berlangsung di bagian common area gedungnya.

Chicken club sandwich dan polenta chips di Jamie’s Italian

Temanku sebenarnya mengadakan acara makan malam dan party di malam harinya. Tetapi sayangnya aku harus kembali ke Amsterdam di sore harinya sehingga aku harus melewatkan keduanya ☹️. Di perjalanan kembali ke Amsterdam, aku mampir di Blaak untuk makan siang dulu di restoran favoritku: Jamie’s Italian di Markthal-nya Rotterdam yang kece banget itu! 😀 Aku memesan chicken club sandwich dan, jelas, polenta chips; dan seporsi es krim soalnya cuacanya panas banget nih hari itu. Pas juga sepertinya aku salah memilih kostum, kemeja lengan panjang berbahan denim jelas tidak cocok untuk cuaca hangat kayak gini lah ya, hahaha 😆 . Anyway, seperti biasa, Jamie’s Italian tidak mengecewakan lah! 🙂

Selain itu…

minggu ini adalah minggu yang menyibukkan (tapi asyik) di kantor untukku! Seperti yang kubilang di atas, cuacanya juga oke, walaupun tergolong lumayan “panas” sih untukku (temperaturnya berada di kisaran 20an Celsius di siang hari). Dan sempat beberapa kali temperaturnya cenderung “panas banget” untukku, yang mana membuatku merasa seperti sudah di Musim Panas bukan lagi Musim Semi; mirip lah seperti temperatur di Los Angeles Desember kemarin, hahahaha 😆 . Apalagi kalau ingat bahwa real feel-nya sempat mencapai –20°C sekitar 1.5 bulan yang lalu 😅.

Ya gitu deh, sepertinya Belanda akhirnya sudah move on juga dari Musim Dingin berkepanjangan kemarin! 🙂

Yang mana pencuci mulut ini cocok banget untuk cuaca kayak gini lah ya

Advertisements

#2093 – One Year in Amsterdam

ENGLISH

Having been a home owner for one year also means that I have lived in Amsterdam for (about) a year now!! How time flies! This month last year I was busy (and almost went crazy, lol) with moving from Delft to Amsterdam on top of making my Amsterdam apartment “habitable”, lol 😆 .

But it was all worth the effort! It has been a great year in Amsterdam to me; especially that I do not have to face three hours of commuting every day anymore. Though, as humanly as I have been, there were times in the past one year where I felt a bit annoyed during my (short, 30 minutes one-way) commute to my office (I wish it was much shorter). But everytime I had this feeling, I just reminded myself of the commuting life I had to endure for about half a year before moving here!

I don’t miss commuting during rush hour at all.

Despite having been in this amazing city for a year, to be honest I feel like I haven’t really “maximized” my Amsterdam experience. You know, in the past year I went on a lot of trips, mostly in weekends 🙈. The result of this was less time and opportunity for me to actually explore Amsterdam. The problem is that I have argued that since I live in Amsterdam, technically I can enjoy the city at any time anyway. But this argument has actually been counterproductive because it pushes Amsterdam way down in my priority list instead, lol 😆 .

Though, I guess this is a common problem. During my 6.5 years of life in Delft, I actually never went to the super famous Vermeer Museum; and I only climbed the Nieuwe Kerk tower once and it was only because a good friend of mine was visiting, lol 😆 .

Delft’s Nieuwe Kerk

Ah, speaking of Delft, I actually have not been back there since this month a year ago when I finalized my move to Amsterdam, haha. I don’t know, thus far I haven’t had a reason to visit the beautiful town (Well, actually there was. In the summer last year I was invited to a barbeque by a friend in Delft on a Saturday. The problem was at the time I was travelling to London to watch Venus Williams at Wimbledon). But it appears that I will have one later on this year. We will see…

Anyway, yeah, it has been a great year in Amsterdam! 🙂 Cheers to many more of it!

BAHASA INDONESIA

Telah menjadi pemilik rumah selama setahun juga berarti aku sudah tinggal di Amsterdam selama sekitar setahunan sekarang!! Waktu benar-benar cepat berlalu! Bulan ini tahun lalu aku sibuk (stress banget dah, haha ) dengan pindahan dari Delft ke Amsterdam, dan ini pun di samping kesibukan membuat apartemenku di Amsterdam “bisa dihuni”, haha 😆 .

Tapi itu semua worth it banget kok! Satu tahun di Amsterdam ini adalah satu tahun yang baik untukku; apalagi aku tidak harus lagi nglaju selama tiga jam setiap hari kan. Walaupun yang namanya manusia ya, ada lho beberapa kali dalam setahun belakangan dimana aku agak sebal dengan nglaju-ku (yang singkat, cuma 30an menit saja sekali jalan) ke kantor (Maksudnya aku berharap lebih singkat lagi gitu). Tapi setiap kali aku merasa demikian, aku selalu mengingatkan diriku akan kehidupan nglaju-ku yang harus aku jalani selama setengah tahun sebelum pindah ke kota ini!

Aku sama sekali nggak kangen dengan yang namanya nglaju di waktu rush hour dah.

Walaupun sudah tinggal di kota keren ini selama setahun, sejujurnya aku merasa aku belum terlalu “memaksimalkan” pengalaman Amsterdamku. Tahu kan setahun belakangan ini aku juga sering banget pergi jalan-jalan, terutama di akhir pekan 🙈. Akibat dari ini adalah waktu dan kesempatan untuk menjelajahi Amsterdam yang otomatis berkurang. Masalahnya adalah karena aku tinggal di Amsterdam, aku berargumen bahwa kan aku bisa menikmati kotanya kapan aja. Tapi argumen ini justru kontraproduktif karena malah membuat prioritas Amsterdam menjadi turun, hahaha 😆 .

Ah tapi ini masalah umum sih sebenarnya. Selama tinggal 6,5 tahun di Delft, tidak pernah sekali pun lho aku mengunjungi Museum Vermeer yang terkenal itu; dan hanya satu kali saja aku memanjat menaikit menaranya Nieuwe Kerk, itu pun karena pas waktu itu temanku sedang mengunjungiku, hahaha 😆 .

Nieuwe Kerk-nya Delft

Ah, ngomongin Delft nih, sebenarnya aku belum lagi mengunjunginya nih semenjak aku pindah ke Amsterdam bulan ini tahun lalu, haha. Ya habis gimana, sejauh ini aku belum ada alasan untuk mengunjungi kota yang cantik ini (Sebenarnya ada sih. Di musim panas tahun lalu aku diundang barbeque-an di Delft oleh temanku di suatu hari Sabtu. Masalahnya waktu itu aku sedang pergi ke London untuk menonton Venus Williams di Wimbledon). Tetapi sepertinya tidak lama lagi akan ada alasannya sih, haha. Kita lihat saja…

Anyway, ya intinya mah setahun terakhir di Amsterdam ini adalah setahun yang baik! 🙂 Jadi, tos untuk tahun-tahun selanjutnya yang lebih baik lagi!

#2088 – Some Stories This Week

ENGLISH

On Monday earlier this week I was back from my 2018 Spring Trip to New Orleans and Chicago. And with seven hours of time difference between Chicago and Amsterdam (New Orleans was in the same time zone as Chicago), I have been battling the jetlag this week! Lol 😆

And the jetlag is not over yet, though, as I am still pretty much recovering from it. While thus far this jetlag hasn’t been as bad as the previous one, it has been very tricky to handle because I went back straight to work on Tuesday! Haha 😆 . But my tennis lesson on Thursday evening helped a lot in the recovery process! So indeed exercise actually helps a lot in jetlag fighting!

Speaking of work, this week has also been really busy to me. Especially yesterday where my entire day was pretty much filled with meetings! Lol 😆 . Anyway, I am glad now that it is a weekend already so I can finally have some rest 😀 . It also helps that Spring appears to have finally kicked in in the Netherlands 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Di hari Senin awal minggu ini aku kembali dari perjalanan musim semi 2018ku ke New Orleans dan Chicago. Dan perbedaan waktu tujuh jam antara Chicago dan Amsterdam (New Orleans berada di zona waktu yang sama dengan Chicago) berarti aku harus bertarung melawan jetlag minggu ini! Haha 😆

Dan jetlag-nya masih belum pulih benar nih, karena aku masih merasakan efeknya. Walaupun sejauh ini jetlag-nya tidak separah yang lalu, jetlag ini lumayan tricky karena aku langsung kembali kerja di hari Selasa! Haha 😆 . Tetapi les tenisku hari Kamis kemarin membantu sekali sih dalam proses pemulihannya! Jadi memang benar adanya bahwa olahraga itu membantu tubuh memulihkan diri dari jetlag!

Ngomongin kerjaan, minggu ini adalah minggu yang sibuk di kantor. Terutama kemarin dimana satu hariku penuh terisi dengan meeting dan meeting! Haha 😆 . Dan jadilah aku lega sekarang adalah akhir pekan sehingga akhirnya aku bisa beristirahat 😀 . Membantu juga dimana akhirnya sepertinya Musim Semi mulai berlangsung di Belanda 🙂 .

#2085 – A New Camera

ENGLISH

I bought a new pocket camera in July 2016. This purchase was an experiment, to some degree, as I switched to a (big) brand I had never tried before. To be honest, I had high expectation of it because of the brand. Unfortunately, thus far it hasn’t really lived up to it in terms of the photo quality. On top of that, its dimension was slightly larger than all my previous pocket cameras so it wasn’t as practical to hold, haha. Nonetheless, it worked well and so I decided to deal with this “limitation”.

This was all until the end of my weekend trip to Bordeaux.

At the very end of the trip, I stopped by at a toilet at Schiphol after getting off my flight KL1416 from Lyon. I put my camera in my pocket, which turned out to be not that deep. In the toilet booth, my lower arm nudged this pocket and pushed the camera out … into the toilet!

Yep, of all the space in that toilet booth, it decided to fall into the toilet bowl! I mean … talking about luck here 😅. At least at the time I hadn’t used the toilet so it was still clean, lol 😆 .

I quickly took it off, took out the battery and also the memory card. Some time later I found out that, thankfully, the memory card was alright. The camera, however, appeared to have a problem with the lenses even though I still could turn it on (after letting it dry, of course).

Then it occurred to me that it was time for, yet, a new camera.

The timing couldn’t be “better” actually. My camera decided to “retire” (or, rather, “killed itself” lol 😆 ) at the very end of a weekend trip without damaging the memory card. It was also about two weeks before the start of my 2018 Spring Trip so there was plenty of time for me to get a new one. I mean, of course this incident wasn’t pleasant; but if it had to happen anyway, I felt like this was one of the better time for it.

Of course, I was looking for another pocket camera as a replacement; because I still felt like this type was the most “optimal” one for me: a good balance between quality and practicality to carry around, haha 😆 . About the brand, I decided to go back to my previous pocket cameras’ brand: Sony.

I browsed the selection online and at one point I almost purchased one model. But then I hesitated a little bit and did not complete the purchase at the time. About a week later when I was more certain with it, I went back to the online store. It still remembered my previous selection, but for whatever reason the price had been lowered by €14, lol 😆 . This certainly made things easier and I finalized the purchase, haha 😆 . And one day later, my new camera was delivered to my office.

So yeah, March was quite interesting to me in terms of my electronics. A new power bank and a new pocket camera, lol 😆 .

BAHASA INDONESIA

Aku membeli sebuah kamera saku baru di bulan Juli 2016. Pembelian ini adalah sebuah percobaan, di satu sisi, dimana aku mencoba produk sebuah merk (besar) yang belum pernah kugunakan sebelumnya. Sejujurnya, ekspektasiku tinggi karena merknya. Sayangnya, sejauh ini produknya tidak memenuhi ekspektasiku itu dalam hal kualitas foto. Di samping itu, ukuran kameranya sedikit lebih besar daripada kamera-kamera sakuku sebelumnya sehingga pegangannya kurang begitu nyaman, haha. Tetapi biarpun begitu kameranya bekerja dengan baik sih sehingga aku membiasakan dengan “keterbatasan” ini.

Situasi ini bertahan hingga akhir dari perjalanan akhir pekanku ke Bordeaux.

Di penghujung banget perjalanan ini, aku mampir di toilet di Bandara Schiphol setelah turun dari penerbangan KL1416ku dari Lyon. Kameraku aku simpan di kantong jaket, yang mana ternyata kantongnya nggak dalam-dalam amat. Di dalam bilik toiletnya, lenganku menyenggol kantong ini sehingga kameranya terjatuh keluar dan … tercemplung ke dalam toiletnya!

Iya dong ya itu dari semua ruangan di dalam bilik toiletnya, kenapa harus jatuhnya ke dalam jamban toiletnya! Kok bisa sih 😅. Setidaknya waktu itu aku masih belum menggunakan toiletnya sih sehingga masih bersih, haha 😆 .

Langsung kameranya kuambil, baterainya aku lepas dan juga memory card-nya. Beberapa waktu kemudian, aku cek, untungnya, memory card-nya masih baik-baik saja. Namun, kameranya nampak bermasalah dengan lensanya walaupun sebenarnya masih bisa aku nyalakan (setelah aku keringkan, tentu saja).

Dan langsung lah aku sadar bahwa sudah saatnya untukku membeli kamera baru.

Timing nggak bisa “lebih baik” daripada ini sih. Kameraku memutuskan untuk “pensiun” (eh, atau “mematikan dirinya sendiri” ya? Haha 😆 ) di penghujung sebuah perjalanan akhir pekan tanpa merusak memory card-nya. Waktunya juga lah dua minggu sebelum permulaan perjalanan musim semi 2018ku sehingga aku memiliki banyak waktu untuk mencari penggantinya. Maksudku, jelas lah ya insiden ini tidak menyenangkan; tetapi kalau harus terjadi, waktu kejadiannya adalah termasuk yang paling baik deh ini.

Tentu saja aku juga mencari kamera saku untuk penggantinya; karena aku merasa tipe ini masih lah yang paling “optimal” untukku: seimbang lah antara kualitas dan kepraktisan untuk dibawa-bawa, haha 😆 . Untuk merk, aku memutuskan untuk kembali ke merk yang sebelumnya saja: Sony.

Aku melihat-lihat produk-produknya online dan di satu waktu nyaris membeli satu model. Tetapi kemudian aku ragu sehingga pembeliannya tidak aku selesaikan. Sekitar seminggu kemudian ketika aku sudah lebih yakin, aku mengecek toko online-nya kembali. Tokonya masih ingat pilihanku sebelumnya dan entah mengapa harga produknya sudah diturunkan €14 (sekitar Rp 240 ribu) loh, haha 😆 . Lumayan lah ya. Ini jelas mempermudah untukku membuat keputusannya lah ya dan pembeliannya langsung aku finalisasi, haha 😆 . Dan sehari kemudian, kameranya diantar ke kantorku.

Jadi, ya, Maret kemarin adalah bulan yang menarik untukku dalam hal barang elektronik. Sebuah power bank baru dan sebuah kamera saku baru, hahaha 😆 .

#2076 – A Tale of Power Bank Hunting

ENGLISH

I have previously mentioned that not too long ago I bought a new power bank because my older one was broken; and I had found power bank to be very useful. At the time I wasn’t very happy with it because I found it to be too large and was rather heavy, thus making it quite inconvenient for my travels. Yeah, I bought the product online and it was, indeed, my mistake that I did not carefully check these dimensions; the downside of online shopping, haha. On the other hand it had a lot of capacity and was still well within the allowed range to be brought to a flight cabin.

A new power bank (left) and the old one (right)

However, after some (quick) consideration I decided to return the product because I couldn’t look past the inconvenience of it on my travels .Yeah, the cool thing about purchasing stuffs in the Netherlands is the “cooling off” period where we can return a product we have just bought (and, of course, get a refund)! But of course this is not for all products. This was my first time, ever, returning a product because I changed my mind, though, haha 😆 . Btw, I bought the power bank from a big electronic store in the Netherlands who had a cooperation with the postal service, so returning the product was free of charge! Haha 😀 .

The process went very smoothly, btw. I got a confirmation from the store in about 24 hours that they had received my shipment (Even they bothered to take two pictures of the shipment 😅) and that my payment would be fully refunded. Technically the process was much quicker than that as the part which took the most time of that 24 hours was the shipping back, haha 😆 . The refund took place about three working days later where I got it in my credit card account.

But of course at the end of the day I still needed a new power bank; and so I went to the store one day after work (No online shopping this time around! I felt like I needed to touch and see the product first before buying one! Lol 😆 ). Long story short, I bought one with much smaller capacity but with convenient size and weight to carry around. It actually was roughly similar, dimension-wise, to my old one, haha.

A new(er) power bank (left) and the old one (right)

Thus far, I am quite happy with it!

Yeah, this is the story of me getting a new power bank this month 😆.

BAHASA INDONESIA

Sudah kuceritakan sebelumnya belum lama ini bahwa aku membeli power bank baru karena yang lama rusak; dan sejauh ini aku merasa power bank itu sungguh berguna. Waktu itu aku tidak terlalu puas dengan produk baru ini karena bagiku terasa terlalu besar dan agak berat, sehingga kurang praktis untuk dibawa-bawa ketika jalan-jalan. Iya, barangnya aku beli online dan memang sih salahku aku tidak mengecek dua dimensi ini dengan teliti; ya sisi buruk dari belanja online memang ini, haha. Di sisi lain, sebenarnya produk ini berkapasitas besar banget dan dimensinya masih di dalam batas untuk diperbolehkan dibawa ke kabin pesawat sih.

Power bank baru (kiri) dan yang lama (kanan)

Namun, setelah pertimbangan (kilat), akhirnya aku memutuskan untuk mengembalikan (retur) produk ini karena bagiku ketidak-praktisannya untuk dibawa jalan-jalan itu mengganggu banget. Iya, asyiknya belanja di Belanda adalah adanya periode “cooling off” dimana kita bisa mengembalikan produk yang baru saja kita beli (dan, tentu saja, uangnya dikembalikan)! Eh setahuku ini nggak berlaku untuk semua produk sih tapinya. Biarpun begini, ini adalah pertama kalinya sih aku mengembalikan suatu produk karena aku berubah pikiran, haha 😆 . Btw, aku membeli power bank-nya dari toko elektronik besar di Belanda yang bekerja-sama dengan layanan pos, sehingga ongkir pengembalian produknya pun gratis loh! Haha 😀 .

Proses returnya pun berjalan dengan amat mulus, btw. Aku mendapatkan konfirmasi dari tokonya dalam waktu 24 jam bahwa barangnya sudah mereka terima kembali (Bahkan mereka mengirimkan dua foto barangnya segala loh 😅) dan pembayaranku akan dikembalikan penuh. Secara teknis sebenarnya prosesnya jauh lebih cepat daripada itu karena yang memakan waktu paling banyak dari 24 jam itu adalah pengirimannya, haha 😆 . Pengembalian pembayarannya sendiri berlangsung sekitar tiga hari kerja kemudian dimana pembayaranku dikembalikan di akun kartu kreditku.

Tetapi tentu saja ya pada akhirnya toh aku masih membutuhkan power bank baru; jadilah suatu sore aku mampir di tokonya sepulang kerja (Nggak mau belanja online deh kali ini! Aku merasa perlu untuk memegang dan melihat barangnya dulu sebelum membeli! Haha 😆 ). Singkat cerita, aku membeli satu yang kapasitasnya lebih kecil tetapi ukuran dan beratnya praktis banget untuk dibawa jalan-jalan. Ukurannya kurang lebih sama sih dengan power bank lamaku, haha.

Power bank yang (lebih) baru (kiri) dan yang lama (kanan).

Sejauh ini, aku cukup puas dengannya!

Yak, begini lah ceritaku membeli power bank bulan ini, huahaha 😆.

#2074 – “Warm” Temperature and A Power Bank

ENGLISH

Warm, because of the cold!

You know, last week the Netherlands was hit by the Beast from the East where, at one point, the real feel of the temperature was –20°C.

The Beast from the East

In short, it was really, really cold, haha. However, since last week’s Sunday, thankfully the temperature has started to go back to normal; and it helped that the weather has generally been really nice too.

There turns out to be a side effect of that, though. While the Beast from the East only hit Amsterdam for about half a week, apparently it was enough to alter my perception of “cold”. I was really surprised when earlier this week the temperature’s real feel was in the 5°–10°C range, I found it really, really warm! It felt like I did not need my coat! Haha 😆 . Well, technically, it was 25°–30° “warmer” than last week so perhaps this was less surprising, but still! Haha 😆 .

Power bank

Anyway, just before my weekend trip to Nice I realized that my power bank, which I bought in August 2014 in Yogyakarta, was apparently broken. All this time this power bank had been very useful on my (many) trips so I knew I would like and need to buy a new one. I decided to buy one online and earlier this week the product was delivered to me.

A new power bank (left) and the old one (right)

However, I was surprised by its size because it was: huge (and kind of heavy)! To be honest I did not really check the size indeed when placing the order; and so my mistake indeed. And so I checked if a power bank with this specification was allowed in a plane cabin. Luckily, it was still well within the limit and so this was fine, I guess, haha…

BAHASA INDONESIA

Hangat, karena dingin!

Tahu kan, minggu lalu Belanda diterjang oleh Beast from the East dimana, di satu waktu, real feel dari suhu udaranya mencapai –20°C.

The Beast from the East

Singkatnya, waktu itu dingin banget, haha. Namun, untungnya semenjak hari Minggu yang lalu, temperaturnya mulai berangsur kembali ke rentang normal; dan cuaca yang secara umum oke juga membantu banget dah.

Tetapi ternyata ada efek sampingnya juga lho. Walaupun Beast from the East hanya menerjang Amsterdam selama sekitar setengah minggu saja, ternyata ini pun sudah cukup untuk menggeser perspektifku akan yang namanya “dingin”. Aku merasa kaget awal minggu ini ketika merasa bahwa real feel temperatur di rentang 5°–10°C itu terasa hangat banget! Rasanya aku pengen melepas mantel aja dan pakai baju pantai aja deh *lebay*! Haha 😆 . Yah, secara teknis mah suhu segitu memang 25°–30° “lebih hangat” daripada minggu lalu sih jadi mungkin ini tidak begitu mengherankan ya! Hahaha 😆 .

Power bank

Anyway, tepat sebelum perjalanan akhir pekanku ke Nice aku baru menyadari bahwa power bank-ku, yang aku beli di bulan Agustus 2014 di Yogyakarta, ternyata rusak dong. Sejauh ini power bank ini telah berguna sekali di (banyak) perjalanan-perjalananku sehingga aku tahu aku perlu membeli yang baru. Aku memutuskan untuk memesan satu online dan awal minggu ini barangnya diantar.

Sebuah power bank baru (kiri) dan yang lama (kanan)

Namun, aku dikagetkan sekali dengan ukurannya karena rasanya besar sekali (dan agak berat)! Sejujurnya memang sih aku lupa mengecek ukurannya ketika memesan; jadi sebenarnya ini salahku sendiri sih. Jadilah kemudian aku cek apakah power bank dengan ukuran ini diperbolehkan untuk dibawa ke kabin pesawat. Untungnya, spesifikasinya masih berada di dalam batas limit yang diizinkan sehingga sebenarnya tidak begitu masalah sih ya, haha…

#2072 – The Beast from the East

ENGLISH

I have mentioned it a little bit last week that it was extremely cold in Europe. This was caused by what was dubbed as the “Beast from the East”, or locally known as the “Siberian Bear” in the Netherlands, where cold air from Western Russia was “pushed” towards Europe. And by cold, it was really cold. Here is how it was in Amsterdam at some point (at 7 PM-ish) last week:

The Beast from the East

Yep, while the measured temperature was –8°C, the real feel (basically how our skin/body would perceive the temperature, which could be very different from the measured temperature because of other factors, such as cloud coverage, wind, humidity, etc) was –20°C!! 😱😱😱 You know, this winter was my eighth winter, and actually I think this was the coldest I have ever experienced in the Netherlands!

Coincidentally, last week was a school vacation week (de krokusvakantie) so my outdoor tennis lesson was also taking a break! It could be a very “interesting” challenge to play outdoor tennis under such weather; which I have no problem of missing it, haha 😛 . Speaking of an outdoor activity, the following was popular in the Netherlands last week:

Yep, it was so cold that some canals in Amsterdam literally froze! And so many people ice skated there. Even some of my colleagues said they would skate to go to work (Though I am not sure if this actually materialized or not, haha).

I also feel quite lucky to not have arranged any travelling plan (which would surely have involved some flights 😛 ) during the weekend. With this weather, there was a higher chance for an operational delay, of course, or even cancellation. So I am glad I did not have to worry about this at all!

On the more positive side, it was also snowing last week in the Netherlands. And after eight winters, I still find snow really beautiful!! (Even though I have also learned about and experienced first hand many troubles snow could cause, like this experience not too long ago.)

Snowy Amsterdam

BAHASA INDONESIA

Minggu lalu sudah sedikit kusebutkan bahwa Eropa dilanda suhu udara yang dinginnya ekstrim. Ini disebabkan oleh apa yang disebut “Beast from the East“, atau disebut “Siberian Bear” di Belanda, dimana udara dingin dari Rusia Barat “terdorong” ke Eropa. Dan dengan dingin, maksudnya beneran dingin banget loh. Berikut ini bagaimana kondisi di Amsterdam di satu waktu (sekitar jam 7 malam) minggu lalu:

Beast from the East

Yep, walaupun suhu yang terukur di termometer adalah –8°C, real feel-nya (pada dasarnya persepsi kulit/badan kita akan suhunya, yang mana bisa jadi berbeda dari suhu yang terukur karena adanya faktor-faktor lain kan ya, misalnya keberadaan awan, angin, kelembaban udara, dll) adalah –20°C doong!! 😱😱😱 Tahu kan musim dingin ini adalah musim dingin kedelapanku, dan rasanya minggu lalu ini adalah yang terdingin yang pernah aku alami di Belanda lho!

Kebetulan, minggu lalu adalah minggu libur sekolah (de krokusvakantie) sehingga les tenis outdoor-ku juga memang sudah dijadwalkan ikutan libur! Sepertinya bakal menjadi tantangan yang “menarik” ya untuk bermain tenis outdoor ketika cuacanya sedang kayak gitu; yang mana sebenarnya aku lega juga tidak harus aku lakukan sih, haha 😛 . Ngomongin kegiatan outdoor, aktivitas ini populer loh di Belanda minggu lalu:

Iya, saking dinginnya, ada beberapa kanal di Amsterdam yang membeku! Jadilah banyak yang main ice skating di sana. Bahkan beberapa kolegaku ada yang cerita mereka mau berangkat ke kantor dengan cara ice skating (Nggak tahu sih akhirnya beneran atau engga, haha).

Aku juga merasa beruntung untuk tidak memiliki rencana jalan-jalan di akhir pekan (yang mana jika ada pasti sudah akan melibatkan beberapa penerbangan 😛 ). Dengan cuaca kayak begini, jelas ada peluang yang cukup besar untuk delay, bahkan mungkin pembatalan penerbangan. Jadilah aku merasa lega aku tidak harus khawatir dengan hal ini sama sekali!

Di sisi yang lebih positif, minggu lalu bersalju loh di Belanda. Setelah delapan musim dingin, aku masih suka dengan yang namanya salju!! (Walaupun aku juga sudah belajar dan mengalami sendiri masalah besar yang bisa disebabkan oleh yang namanya salju sih, seperti misalnya pengalaman ini belum lama yang lalu.)

Amsterdam bersalju