General Life · Life in Holland · Zilko's Life

#2018 – The Second DST, Utrecht and Monday

ENGLISH

This post has sat in the Draft section for too long, since the beginning of November just after this year’s second DST, actually, haha. And so I figure it is time to publish it πŸ˜€ .

The somehow “negative” effect of the second DST this year.Β 

Speaking of the DST, normally the second DST is my favorite where, at the very least, there is no effect to me. This year, however, somehow it has been different. If anything, I feel like the DST has more of a “negative” effect on my daily life, which I found weird. After thinking about it for some time, I believe I have found an explanation for this, that actually is reasonable!

Up to two years ago, my life in the Netherlands was revolving around the university at this time of the year. Actually, my last second DST while in university was three years ago, because two years ago I was in India this time aroundΒ where DST was, of course, not observed, haha. And you probably know how life as a PhD in a (reputable) university was, haha. To me, I almost always worked at least until around 8 PM or so, when it was already dark anyway so there was no effect made by the DST, haha.

It was dark already anyway when I finished day at the university

Last year, while I already left university, I still lived in Delft and had to commute everyday to Amsterdam for work. At this time, the DST really helped a lot because before the DST, it was still dark when I left for work from Delft but after the DST, it became bright! It certainly lifted my mood and energy to start the day!

This year, however, the “brighter” morning did not matter because I could leave for work much later than when I was still in Delft. And so it was already bright anyway in my “morning” with or without the DST. The difference, however, was when I finished my day at work. Before the DST, I normally left my office before sunset so it was still quite bright outside. The DST, however, would mean that the exact same time would fall just after sunset, where it was already quite dark outside. And somehow, this made my day suddenly felt more “tiring” because (probably) unconsciously my brain thought I was suddenly working longer than usual, haha…

Oh well…

Utrecht and Monday, possibly not the best pair

Anyway, that week I also went to Utrecht to catch up with a friend. And here is one thing I learned from that.

It appeared to us that probably Monday was not the best day to eat out in Utrecht. Why? Because most restaurants were closed! Haha πŸ˜› You see, during the day I was googling for possible good restaurants to eat. I actually found a few, but only to find out that all of them were indeed closed on Monday! Haha…

I ended up having this iron steak that day.

Btw, yes, it is common for restaurants in the Netherlands to not open everyday (Chains are, of course, different). Usually they take one day of the week as a “day off”; but, of course, usually this day is not Friday or Saturday, arguably the “busiest” days for restaurants πŸ˜› . And it appears that Monday might be the slowest day for restaurant business in Utrecht and so many of them choose this day as their day off, hmm.

BAHASA INDONESIA

Posting ini sudah duduk manis di bagian Draft kelamaan nih, semenjak awal November setelah DST keduaΒ tahun ini, haha. Jadi aku rasa sudah waktunya untuk dipublikasikan lah ya πŸ˜€ .

Efek yang entah mengapa “negatif” dari DST kedua tahun iniΒ 

Ngomongin DST, biasanya DST kedua adalah favoritku dimana, setidaknya, DSTnya tidak berefek bagiku. Tetapi tahun ini, entah mengapa DST ini rasanya berbeda. Bahkan, aku merasa DSTnya justru memiliki efek “negatif” bagi kehidupan sehari-hariku, yang mana aku rasa aneh lho. Setelah kupikir-pikir sekian waktu, sepertinya aku sudah menemukan penjelasannya, yang mana masuk akal!

Hingga dua tahun yang lalu, hidupku di Belanda berkutat di sekitar universitas kan di waktu-waktu ini. Sebenarnya, DST kedua terakhirku ketika di universitas adalah tiga tahun yang lalu sih, karena dua tahun yang lalu kanΒ aku sedang berada di India di waktu iniΒ dimana DST tidak diberlakukan, haha. Dan tahu lah kehidupan sebagai mahasiswa PhD di universitas (ternama) itu kayak apa, haha. Untukku, aku hampir selalu bekerja sampai setidaknya jam 8 malam setiap hari, jadi ya toh memang sudah gelap juga sih ketika pulang dan DSTnya tidak mengubah apa pun, haha.

Toh sudah gelap ketika aku pulang dari kerjaanku di universitas

Tahun lalu, aku sudah meninggalkan universitas tetapi aku masih tinggal di Delft sehingga aku harusΒ nglaju setiap hari ke AmsterdamΒ untuk ngantor. Waktu itu, DSTnya membantu sekali karena sebelum DST, masih gelap dong ketika aku berangkat kerja dari Delft tetapi setelah DST, tiba-tiba suasananya jadi terang! Ini jelas mengangkat mood dan energiku untuk memulai hari kan ya!

Tahun ini, tapinya, pagi yang “lebih terang” tidak berefek karena aku toh bisa berangkat kerja lebih siang daripada ketika aku masih di Delft. Jadilah toh pagiku juga terus “terang” baik dengan ataupun tanpa DST. Namun, perbedaannya ada ketika aku pulang kerja. Sebelum DST, biasanya aku pulang kerja sebelum matahari terbenam sehingga di luar masih lumayan terang lah. Dengan DST, artinya waktu pulangku yang sama jadi berada setelah matahari terbenam, artinya di luar juga sudah gelap. Dan menurutku, ini tiba-tiba membuat hariku terasa lebih “melelahkan” karena (mungkin) alam tidak sadarku mengira bahwa aku bekerja lebih lama daripada biasanya dengan cara lembur, haha…

Yah…

Utrecht dan Senin, mungkin bukan kombinasi terbaik

Anyway, minggu itu aku juga pergi ke Utrecht untuk catch up dengan seorang temanku. Dan berikut ini satu hal yang kupelajari dari hari itu.

Kami baru sadar bahwa sepertinya hari Senin bukanlah hari terbaik untuk makan di luar di Utrecht. Mengapa? Karena kebanyakan restorannya tutup! Haha πŸ˜› Jadi ceritanya hari itu sebenarnya aku sudah googling beberapa restoran yang oke gitu. Aku menemukan beberapa, tetapi ternyata restoran-restoran itu tutup dong di hari Senin! Haha…

Pada akhirnya aku makan iron steak ini hari itu.

Btw, iya, lumrah kok bagi restoran-restoran di Belanda untuk tidak buka setiap hari (Kalau restoran chains mah lain cerita tentunya ya). Biasanya, mereka mengambil satu hari dalam seminggu untuk “libur”; tetapi tentu saja biasanya hari libur ini bukan hari Jumat atau Sabtu, yang mana hari “teramai” untuk restoran kan ya, haha πŸ˜› . Dan mungkin Senin adalah hari paling sepi untuk bisnis restoran di Utrecht sehingga kebanyakan dari mereka memilih hari ini sebagai hari libur, hmm.

Advertisements
General Life · Random Thoughts · Zilko's Life

#2013 – 11 November, Today and 18 Years Ago

ENGLISH

11 November 2017

So today is 11 November 2017, a Saturday. Today has been a quiet and uneventful day for me. Partly because the Dutch weather has not been very kind today, though it was typical Dutch Fall, haha. But also partly because I have decided to use today as my resting day πŸ˜€ . I was actually able to get a good nap this afternoon, yeay! Hahaha πŸ˜† .

Even so, I still managed to get a few things done today. I got a haircut in the morning and stopped by at a supermarket to buy stuffs that have been running out at home. I have also started packing for a big trip that is coming really soon πŸ˜‰ . On top of that, this evening I have just finished watching Endgame, the last episode of Star Trek: Voyager which I have been remarathoning in the past two or three months! πŸ˜› Okay, granted, there are a few episodes which I have chosen to skip along the way, though, but there were not many πŸ˜› .

So yeah, despite being a quiet and uneventful day, somehow I feel like today has been quite productive! πŸ˜›

11 November 1999

Anyway, speaking of 11 November, for whatever reason this date has stuck out more in my memory than any other “ordinary” dates. And I am quite sure it was caused by a random event happening exactly 18 years ago in 1999.

11 November 1999. Source: https://www.dayoftheweek.org/date-scroll/Thursday-11-November-1999-tcef0f1fb0d2599de1ffc62e4cba331364e0bc8e1ccda3749bea124ac16a44c08k-lq.png

I still remember that it was a Thursday; and my memory of that day is only of a few minutes time window some time in the afternoon. I had my extra out-of-school English class after school time that day. As usual, I made some notes during the class which, as a habit which I generally still have up to now which apparently I have developed since two decades ago πŸ˜› , I wrote the date on the top of the page of my notebook that day.

I remember thinking I was writing a lot of consecutive “1”s for the date and it would be the last time I would be able to do so (11-11-1999). Somehow, this thought is preserved in my brain up to now; and also vaguely the general surrounding at the time. I was sitting in a class with 10-15 other children on a chair with white writing pad, circling a room with an English teacher in front.

I know, it is quite a random memory. But that is the point. I find it interesting that a random day-to-day memory like this, without anything else seemingly “special” going on that day, somehow is preserved in my mind! Haha πŸ˜›

BAHASA INDONESIA

11 November 2017

Hari ini adalah 11 November 2017, sebuah hari Sabtu. Hari ini adalah hari yang tenang dan uneventfulΒ untukku sih sebenarnya. Setengahnya memang karena cuaca Belanda yang kurang bersahabat hari ini, ya memang begini sih yang namanya tipikal musim gugur di Belanda, haha. Tetapi juga setengahnya karena memang aku telah memutuskan untuk menggunakan hari ini untuk beristirahat πŸ˜€ . Tadi siang bahkan aku bisa tidur siang dengan nyenyak loh, hore! Hahaha πŸ˜† .

Walaupun begitu, aku masih tetap bisa menyelesaikan beberapa hal sih hari ini. Tadi pagi aku potong rambut dan mampir di supermarket untuk membeli beberapa barang yang stoknya di rumah sudah habis. Aku juga mulai packing untuk sebuah perjalanan besar yang akan segera datang πŸ˜‰ . Di atas itu semua, malam ini aku menonton Endgame, episode terakhir dariΒ Star Trek: VoyagerΒ yangΒ sudah aku tonton ulangΒ di dua hingga tiga bulan belakangan ini! πŸ˜› Oke, memang sih sebenarnya ada beberapa episode yang sengaha aku loncati, tetapi nggak banyak kok πŸ˜› . i

Jadi, ya, walaupun dibilang hari tenang dan uneventful, toh secara umum aku masih merasa hari ini cukup produktif! πŸ˜›

11 November 1999

Anyway, ngomongin 11 November, entah untuk alasan apa tanggal ini mencuat unik loh di ingatanku dibandingkan tanggal-tanggal “biasa” lainnya. Dan aku cukup yakin ini disebabkan sebuah event acak yang terjadi tepat 18 tahun lalu di tahun 1999.

11 November 1999. Sumber: https://www.dayoftheweek.org/date-scroll/Thursday-11-November-1999-tcef0f1fb0d2599de1ffc62e4cba331364e0bc8e1ccda3749bea124ac16a44c08k-lq.png

Aku masih ingat hari itu adalah hari Kamis; dan ingatanku ini adalah dari jendela waktu sekian menit di siang harinya. Hari itu aku ada kelas les tambahan bahasa Inggris setelah jam sekolah. Seperti biasa, aku menulis beberapa catatan di kelas hari itu dimana, seperti kebiasaan yang masih aku miliki hingga saat ini yang mana ternyata sudah aku bentuk semenjak dua dekade yang lalu πŸ˜› , aku menuliskan tanggal hari itu di atas halaman notebook-ku.

Aku ingat waktu itu aku menulis banyak angka “1” yang berurutan dan kali itu adalah terakhir kalinya aku akan bisa menulisnya seperti itu (11-11-1999). Entah mengapa, pikiran itu tersimpat di dalam otakku hingga hari ini; yang mana juga membuatku sedikit ingat suasana hari itu. Aku duduk di sebuah kursi bersama 10-15an anak lainnya yang dilengkapi dengan writing pad berwarna putih, duduk melingkar di dalam ruangan dengan seorang guru bahasa Inggris di depan.

Iya, iya, memang ingatan yang random banget kok ini. Tapi justru di sini lah poinnya. Aku merasa menarik juga bahwa ingatan sehari-hari biasa yang random seperti ini, tanpa apa pun yang “spesial” yang terjadi di hari itu, kok bisa-bisanya masih teringat hingga saat ini! Haha πŸ˜› .

General Life · Life in Holland · Zilko's Life

#2008 – October Summary

ENGLISH

Oh wow, somehow it is November already; which means that we have passed the entire month of October. Speaking of October …

… three weekend trips

I went on three weekend trips during the month. Interestingly, though, they were on three consecutive weekends and they were all Avgeek Weekend Trips! Haha πŸ˜›

1. Avgeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)
2.Β Avgeek Weekend Trip #12 (AMS – CDG – LHR – CDG – AMS)
3.Β Avgeek Weekend Trip #13 (AMS – CDG – MUC – AMS)

Despite all three trips being “only” Avgeek Weekend Trip (in the sense that the focus was more on the flights so I tend to do much less (physically-taxing) activities (i.e. walking I mean, haha) during those kind of trips), their consecutive nature apparently still made those tiring overall! Haha πŸ˜› In fact, I was uncharacteristically tired already during the third one and so in the aftermath I was craving for more sleep. Luckily I still had the whole Sunday for that purpose that weekend. And I actually suspect if these trips had something to do with me also feeling quite tired this past weekend! Nevertheless, those trips were certainly really fun and I enjoyed them a lot πŸ™‚ .

Especially that I got to fly Air France’s brand new (not even a month old) Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC this October.

… Fall

And October means the Fall season has also begun. And I have also expressed that Fall is my least favorite seasonΒ of all. So far this year, it has not been different. It has been raining quite a lot in the Netherlands, most days were at the very least cloudy, and the general “mood” has been gloomy. You know, normal Fall, haha πŸ˜› .

In fact, here is how the weather was like while I was taking off from Schiphol during my first Avgeek Weekend Trip in October:

Yeah, I am actually looking forward for the next season! Or that I hope the second half of the season will (uncharacteristically) turn better! πŸ˜›

BAHASA INDONESIA

Oh wow, tiba-tiba sekarang sudah bulan November aja ya; yang mana artinya kita sudah melewati satu bulan Oktober secara penuh. Ngomongin tentang Oktober …

… tiga perjalanan akhir pekan

Aku pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan sepanjang bulan itu. Menariknya, ketiganya adalah di tiga akhir pekan berturutan dan ketiganya adalah Avgeek Weekend Trips! Haha πŸ˜›

1. Avgeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)
2.Β Avgeek Weekend Trip #12 (AMS – CDG – LHR – CDG – AMS)
3.Β Avgeek Weekend Trip #13 (AMS – CDG – MUC – AMS)

Walaupun ketiganya “hanya” Avgeek Weekend Trip (dalam artian fokusnya adalah di penerbangan-penerbangannya sehingga aku cenderung untuk tidak terlalu banyak beraktivitas (secara fisik) (maksudnya tidak terlalu banyak jalan kaki, haha) di perjalanan ini), ternyata karena berturutan toh ternyata masih melelahkan juga! Haha πŸ˜› Malahan, tidak biasanya aku sudah mulai merasa capek ketika sedang berada di perjalanan yang ketiga sehingga sepulangnya aku merasa ingin banyak tidur banget! Untungnya, di akhir pekan itu aku masih memiliki satu hari Minggu penuh yang bisa kumanfaatkan untuk itu. Dan sebenarnya aku agak curiga bahwa mungkin perjalanan-perjalanan ini juga sedikit menyebabkanku merasa lumayan lelah akhir pekan kemarin ini! Eh walaupun begitu, perjalanan-perjalanan iu sungguh seru dan aku amat menikmatinya πŸ™‚ .

Terutama kan aku berkesempatan terbang dengan pesawat super barunya (bahkan usianya belum ada satu bulan) Air France ini, Boeing 787-9 Dreamliner rego F-HRBC Oktober kemarin.

… Musim Gugur

Dan Oktober juga berarti musim gugur sudah dimulai. Dan sudah kusebutkan bahwa musim gugur adalah musim yang paling tidak aku favoritkan. Sejauh ini tahun ini, ternyata juga masih begitu kok. Di Belanda sering banget hujan di musim gugur ini, kebanyakan hari-harinya bercuaca berawan (tebal), sehingga “mood” umumnya juga terasa gloomy gitu. Ya gitu kan, musim gugur mah memang begini, haha πŸ˜› .

Malahan, berikut ini contoh cuacanya ketika aku lepas landas dari Schiphol di Avgeek Weekend Trip pertamaku Oktober ini:

Ya gitu deh, aku sudah nggak sabar untuk masuk ke musim selanjutnya aja deh! Atau ya mudah-mudahan paruh kedua musim ini akan (tidak biasanya) berubah menjadi lebih oke gitu! πŸ˜›

General Life · Zilko's Life

#2005 – Two New(-ish) Stuffs

ENGLISH

A New Airplane Model

Not too long ago, I decided to buy a new airplane model for decoration purpose for my apartment. Okay, that was the “fake” (though, not wrong) reason. The real reason was actually to grow my collection of plane models, haha πŸ˜† . Obviously as a self-proclaimed avgeek, decorating my own apartment with plane models is, sort of, trivial, haha. Though this statement might still be a stretch for now because at the moment my “collection” consists of only five model planes, lol πŸ˜† . Β Yeah, you can laugh πŸ˜› .

Actually, since the last time I talked about thisΒ (at the time I just bought my KLM’s Boeing 787-9 Dreamliner model), I have added a new smaller model to my collection: a KLM’s Boeing 737-900 in SkyTeam livery. But somehow I did not share that story here, though, hmmm.

Anyway, this time I bought a model of one of my most favorite airplane types: Boeing 777-300ER in 1:200 scale. And as for the airline, I chose to get a “new” one to add to my collection: Air France. To be honest, I originally planned to get this model back in March or April this year. However, at the time this model was not in stock. Instead, the shop only had the Boeing 777-200ER model. Well, it was the -200ER, not -300ER, so it was a no go for me, haha πŸ˜› .

I really like the product, btw. It is clear that it is of the better quality, though this, of course, is reflected in the price as well. This Air France’s Boeing 777-300ER model of Air France’s “real” F-GZND is the most expensive one I have ever bought! Haha πŸ˜› .

A new Air France’s Boeing 777-300ER reg F-GZND model

Memory Card

Anyway, since my previous laptop broke down about a year ago, I have been thinking of a way to store the photos I take everytime I am on a trip, which I do often, haha. Simply copying the data to the drive of my laptop doesn’t seem like a robust plan because if the laptop breaks, it requires some effort to “save” the photos (And even this is assuming the data is still retrievable).

Of course one way would be to upload the data to the “cloud” so it actually becomes accessible from anywhere, and more secure I feel. But with the amount of photos I am taking, sometimes I feel lazy to do this, haha (Usually I do this for the “more important” trips, though).

And so I came up with a (lazy) idea: Don’t empty the memory cards even after all the data is transferred to the laptop! That way, I have, at least, two copies of data. And this certainly is already much more robust! The downside of this, though, is that once in awhile I would have to buy a new memory card. But well, this certainly is only a small price for having robustness with my files, no?

And not too long ago, I started to run out of space in my current memory cards, so I had to buy a new one! Haha πŸ˜›

I am wondering, though. Do you have any other idea worth considering?

A new memory card

BAHASA INDONESIA

Model Pesawat Baru

Belum lama ini, aku memutuskan untuk membeli sebuah model pesawat baru untuk dekorasi apartemenku. Oke, ini adalah alasan “palsu” (eh, tapi nggak salah sih sebenarnya). Alasan yang sebenarnya adalah untuk menambah koleksi model pesawatku, hahaha πŸ˜† . Jelas dong ya, sebagai seseorang yang mengaku-aku seorang avgeek, mendekorasi apartemenku sendiriΒ dengan model pesawat itu mah jelas trivial banget, haha. Walaupun pernyataan ini mungkin masih agak berlebihan sih sekarang karena saat ini, “koleksi”-ku baru terdiri dari hanya lima model pesawat saja, hahaha πŸ˜† . Iya, silakan tertawa πŸ˜› .

Sebenarnya, semenjakΒ terakhir kali aku bercerita tentang hal iniΒ (waktu itu aku baru saja membeli model pesawat Boeing 787-9 Dreamlinernya KLM), aku sudah menambah satu model yang agak kecil ke dalam koleksiku: sebuah Boeing 737-900nya KLM dengan livery SkyTeam. Tetapi entah kenapa aku tidak menceritakannya di sini deh, hmmm.

Anyway, kali ini aku membeli model salah satu tipe pesawat yang paling kusukai: Boeing 777-300ER dengan skala 1:200. Dan untuk maskapainya, aku memilih satu maskapai “baru” untuk koleksiku: Air France. Sejujurnya, sebenarnya aku berencana membeli model ini Maret atau April lalu gitu deh. Tetapi waktu itu stok model yang ini di tokonya lagi kosong. Waktu itu, yang ada adalah model Boeing 777-200ER. Ya, karena tipenya -200ER bukannya -300ER, waktu itu niatku untuk membelinya aku urungkan deh, haha.

Aku suka produk ini, btw. Jelas kualitasnya termasuk yang baik walaupun, jelas, ini juga berdampak di harganya sih. Model Boeing 777-300ER Air France berdasarkan pesawat “asli” F-GZNDnya ini adalah yang termahal yang pernah aku beli! Haha πŸ˜› .

Model pesawat Boeing 777-300ER rego F-GZNDnya Air France baru milikku.

Memory Card

Anyway, semenjakΒ laptopku yang sebelumnya rusak sekitar satu tahun yang lalu, aku telah berpikir mengenai cara/metode untuk menyimpan foto-foto yang kuambil ketika sedang jalan-jalan, yang mana aku sering lakukan, haha. Mengkopi datanya ke laptop sepertinya bukan lah ide yang baik dan “kuat” karena jika laptopnya rusak, kan upaya “penyelamatan” foto-fotonya agak repot ya (Dan ini pun dengan asumsi datanya masih bisa diselamatkan).

Tentu saja satu kemungkinan adalah dengan meng-upload datanya ke “cloud” sehingga datanya juga bisa diakses dari mana pun, dan juga lebih aman rasanya. Tetapi dengan jumlah foto yang biasanya aku ambil, kok aku agak malas ya melakukannya (Biasanya cara ini aku lakukan untuk perjalanan-perjalanan yang “lebih penting” sih).

Dan jadilah aku mendapatkan ide (malas): Jangan mengosongi memory card setelah semua datanya dikopi ke laptop! Dengan begini, minimal aku jadi memiliki dua kopi data. Dan sistem ini tentu jelas lebih “kuat” lah ya! Sisi negatifnya adalah, beberapa waktu sekali aku jadi harus membeli memory card baru. Tapi ini nggak apa-apa juga kan ya asalkan datanya juga menjadi lebih aman?

Dan belum lama ini, aku mulai kehabisan memory di memory-memory card-ku, jadila aku harus membeli satu yang baru! Haha πŸ˜›

Aku jadi penasaran, ada ide lain kah yang layak dipertimbangkan?

Memory card baru
General Life · Zilko's Life

#1983 – Finally, Tennis!

ENGLISH

Finally, this week the tennis lesson at my new tennis clubΒ started! “Finally” because, you know, I have been a member of the club since June but the lesson starts just now, haha πŸ˜† . Plus, the last time I played tennis was actually back in December 2016 in Delft, meaning that prior to this week I literally had not played at all this year!! On top of that, I mistakenly thought the tennis lesson would have started two weeks ago. And so it felt like I had been waiting for even longer! Haha πŸ˜†

Obviously I was really rusty during my first lesson this week. This was unsurprising as this was the longest “tennis-free” streak I have had since I first picked up a tennis racket in 2011, haha. I am sure I am going to (maybe slowly) get my rhythm back, I just need more time. Even though admittedly it was quite frustrating to miss a lot of easy shots, haha.

I am really glad, though, that finally the tennis lesson has started. To be honest, I have been feeling quite worried with my exercise routine because before this week, I only went to the gym. This meant the lack of variety and I actually went to the gym about four to five times a week. While it was working fine this past a few months, I was slightly concerned with how this would pan out in the longer term. Of course, occassionally I also jogged or biked on weekends, which added some variety, but these activities could not be done regularly given my frequent weekend trips ( πŸ˜› ) and that sometimes I felt the need to just rest and recharge myself on weekends.

I am quite confident this tennis lesson will help a lot. Not only that I get to regularly do a sport exercise that I love, this also provides me the opportunity of meeting other tennis enthusiasts nearby and hence perhaps even more occassional friendly tennis activities outside of the lesson hour! πŸ™‚

So, yeah, I am excited about this! πŸ™‚

BAHASA INDONESIA

Akhirnya, minggu iniΒ les tenis di klub tenis barukuΒ dimulai juga! “Akhirnya” karena, tahu lah, aku sudah mendaftar menjadi anggota klubnya semenjak Juni kemarin tetapi lesnya baru dimulai sekarang, haha πŸ˜† . Ditambah lagi, terakhir kali aku main tenis adalah di bulan Desember 2016 di Delft, artinya sebelum minggu ini aku belum pernah sekali pun bermain tenis tahun ini dong!! Apalagi, awalnya aku salah ingat dimana kukira lesnya bakal dimulai dua minggu yang lalu. Jadilah “penantianku” semakin panjang rasanya ya, haha.

Tentu saja permainanku karatan banget di les pertamaku minggu ini. Nggak mengherankan lah karena ini adalah “tennis-freestreakΒ terpanjang semenjakΒ aku pertama kali belajar les tenis di tahun 2011, haha. Aku yakin kok aku akan (perlahan-lahan) mendapatkan ritmeku kembali, aku hanya butuh waktu saja. Walaupun harus kuakui, sebal banget rasanya ketika membuat kesalahan sendiri di banyak pukulan-pukulan yang sebenarnya gampang, haha πŸ˜› .

Aku lega lho akhirnya les tenis ini dimulai juga. Sejujurnya, aku sudah mulai merasa agak khawatir dengan rutinitas olahragaku karena sebelum minggu ini, aku hanya pergi ke gym saja. Ini berarti tidak ada banyak varietas dan aku pergi ke gym sebanyak empat sampai lima kali seminggu. Walaupun kondisi ini bukanlah masalah selama beberapa bulan terakhir ini, aku sedikit khawatir bagaimana rutinitas semacam ini bisa bertahan dalam jangka panjang. Memang sih, kadang-kadang aku jogging atau sepedaan juga di akhir pekan, yang mana lumayan dalam hal varietas. Masalahnya, aktivitas-aktivitas ini tidak bisa kulakukan secara rutin akibat perjalanan akhir pekanku yang sering itu ( πŸ˜› ) dan terkadang aku merasa perlu untuk beristirahat saja di akhir pekan.

Jadi aku merasa percaya diri les tenis ini akan membantu banget. Selain aku jadi bisa berolahraga permainan favoritku secara reguler, les ini juga memberiku kesempatan untuk berkenalan dengan beberapa penyuka tenis lainnya di dekatku sehingga mungkin kadang-kadang kan bisa main tenis sendiri di luar jam les gitu! πŸ™‚

Jadi, ya, aku sungguh bersemangat akan hal ini! πŸ™‚

General Life · Zilko's Life

#1976 – Some Summer Stories

ENGLISH

Overall, we in the Netherlands have been quite lucky with the weather this summer. It feels like there have been quite a lot of days (for Dutch standards) where the weather is really, really nice; and also only a few rains. Even though one of those few days was yesterday when it rained for the entire day thus creating this gloomy atmosphere. The tram service in Amsterdam was also disturbed yesterday, though I am not sure if this had something to do with the rain or not 😣.

Anyway, enough for the boring talk about the weather. Another aspect that is tightly related to summer is the summer bugs. As this is my first summer in Amsterdam, I just realized that despite Delft is not that far away, the summer bugs situation is actually quite different here, haha. I feel like there is much less fly flying around here than in Delft, which I find really, really nice. However, there is something else which I have encountered more here in Amsterdam: spiders! Yeah, I feel like there are more spiders here than in Delft! At least I have killed three (big-ish) spiders at home in the past month or so.

Speaking of summer in Amsterdam, now I do have the first-hand experience of the busy tourist season, that is the summer, haha πŸ˜› . Indeed Amsterdam feels different in the summer than in the winter, in the sense that there are more tourists flocking the city, even during the weekdays! The direct result which affects me is that the more crowded public transportation these days! Lucky I have moved to Amsterdam so that I do not have to deal with this potential problem while commuting between Delft and Amsterdam! Hahaha πŸ˜†

A crowded tram in a summer afternoon

BAHASA INDONESIA

Secara umum, kami di Belanda cukup beruntung dalam hal cuaca di musim panas kali ini. Rasanya ada cukup banyak hari (untuk standar Belanda) dimana cuacanya asyik banget; dan cuma relatif sedikit hari dimana hujan turun. Walaupun salah satu dari sedikit hari itu kemarin sih dimana hujan turun seharian sehingga suasananya juga jadi gloomy gitu. Layanan tram di Amsterdam juga lumayan kacau lah kemarin, walaupun aku nggak yakin sih ini ada kaitannya dengan cuaca atau tidak 😣.

Anyway, cukup deh dengan omongan cuaca yang membosankan itu. Satu aspek lain yang berkaitan dengan musim panas adalah serangga musim panas. Karena ini adalah musim panas pertamaku di Amsterdam, ternyata walaupun Delft itu nggak jauh-jauh amat, situasinya berbeda banget loh, haha. Rasanya ada jauh lebih sedikit lalat di sini daripada di Delft, yang mana tentu situasi ini aku syukuri banget (Aku sebal banget sama lalat, haha πŸ˜† ). Namun, ada satu makhluk lain yang sepertinya ada lebih banyak di Amsterdam: laba-laba! Iya, rasanya kok ada lebih banyak laba-laba gitu di sini daripada di Delft! Setidaknya aku sudah membunuh tiga (ekor?) laba-laba deh di rumah selama sebulanan terakhir ini.

Ngomongin musim panas di Amsterdam, sekarang aku sudah memiliki pengalaman langsung dengan musim padat turis, yaitu musim panas, haha πŸ˜› . Memang Amsterdam terasa banget berbeda di musim panas daripada di musim dingin, dimana rasanya ada jauh lebih banyak turis yang mengunjungi kota ini, bahkan di hari-hari kerja! Akibat yang aku rasakan langsung adalah transportasi umum yang jadi jauh lebih ramai sekarang ini! Untung deh aku sudah pindah ke Amsterdam sehingga aku tidak perlu menghadapi situasi ini untuk nglaju dari Delft ke Amsterdam!Β Hahaha πŸ˜† .

General Life · Zilko's Life

#1964 – The First Weekend of August

ENGLISH

Saturday was a very busy day for me. After breakfast, I went to the gym at around 11 AM for my leg day. It was quite early (for me) to go to the gym on Saturday, actually. And this was because I had something planned for the rest of the day.

About two months ago, some friends and I decided that we would like to catch up some time. So after looking for weekend possibilities (It could be tricky especially with my “busy” period with lots of weekend trips πŸ˜› ), we chose this first weekend of August, haha. And because the last time was in Rotterdam, this time we would catch up in Eindhoven in the southern part of the Netherlands.

So after my gym session, I showered and then went to the centraal station. We would meet at 4 PM but I departed at 1:15 PM because a one-way trip to Eindhoven would take about 2 hr 40 minutes from my place (Well, Eindhoven is about 130 km from Amsterdam anyway). Especially that it was quite unfortunate there was a planned railway maintenance today so there would be no train running between Boxtel and Eindhoven. And so I had to transfer three times (at Amsterdam Centraal to an Intercity, at Utrecht Centraal to another Intercity, and at Boxtel to the replacement bus service).

I had to take the replacement bus service between Boxtel and Eindhoven. The good part of this was that it was free, so I “only” had to pay for a return fare from Amsterdam Centraal and Boxtel instead of Eindhoven, haha πŸ˜† .

Anyway, we met at around 4 PM at a cafe slash bar slash club, haha πŸ˜† . Then at 6:30 PM we went to a burger place in the centrum. It was a small place but (or “and so”?) was always very crowded, a good sign of a restaurant though, and apparently it had been like that since they opened like three years ago. We also had to wait for a bit before we got our table. I ordered a lamb burger with extra truffle chips and a side salad, which was really tasty!

A tasty lamb burger in Eindhoven (the side salad had not been served yet).

It was very nice and fun to catch up with some good friends. Though us living in different cities now make it not quite as easyΒ to organize a meet up or anything. Even though still in the same country, certainly it cannot be as spontaneous and have to be planned in advance! Haha πŸ˜† . An extra constraint also surfaced from this situation. I had to leave at 9:20 PM on Saturday so I could still avoid the much less frequent night train service (that would have prolonged my trip back to Amsterdam). And so I took the replacement bus to Boxtel, changed to an Intercity to Utrecht Centraal, then changed to another Intercity to Amsterdam Centraal, and then took the tram home.

I used Sunday as my resting day, haha. I had been working all week with a packed Saturday, and I was travelling to Berlin all weekend the weekend before. So clearly my body started to scream for some rest πŸ˜€ . Well, but still a grocery shopping was essential because I was running out of food πŸ˜› .

BAHASA INDONESIA

Sabtu kemarin adalah hari yang cukup menyibukkan untukku. Setelah sarapan, aku pergi ke gym sekitar jam 11 pagi untuk latihan leg day hari itu. Pergi ke gym jam segini di hari Sabtu bisa dibilang cukup awal sih (untukku). Dan ini dikarenakan aku sudah ada rencana lain untuk sepanjang sisa hari itu.

Sekitar dua bulan yang lalu, beberapa teman dan aku memutuskan untuk catch up gitu kapan-kapan. Nah, setelah melihat weekend-weekend yang mungkin (Ini bisa menjadi cukup tricky karena aku sedang berada di periode “sibuk” dengan banyak perjalanan akhir pekan πŸ˜› ), akhirnya kami memilih akhir pekan pertama di bulan Agustus ini, haha. Dan karena kali terakhir adalah di Rotterdam, kali ini kami akan ketemuan di Eindhoven di Belanda bagian selatan.

Jadilah setelah dari gym, aku mandi dan kemudian pergi ke stasiun Amsterdam Centraal. Kami baru akan ketemua jam 4 sore tetapi aku harus berangkat jam 1:15 siang untuk itu karena perjalanan satu arah ke Eindhoven memakan waktu sekitar 2 jam 40 menit dari tempatku (Yah, Eindhoven sendiri berjarak sekitar 130 km gitu dari Amsterdam). Kebetulan pula hari ini sedang ada maintenance di jalur rel kereta api antara Boxtel dan Eindhoven sehingga tidak ada layanan kereta yang dijalankan di antara dua kota ini. Sebagai akibatnya aku harus transit tiga kali deh (di Amsterdam Centraal untuk naik kereta Intercity, di Utrecht Centraal untuk berganti kereta Intercity, dan di Boxtel untuk berganti ke layanan bus pengganti akibat maintenance ini).

Aku harus menaiki layanan bus pengganti di antara Boxtel dan Eindhoven. Sisi positif dari ini adalah layanannya gratis, jadi aku “hanya” perlu membayar harga tiket pp dari Amsterdam Centraal ke Boxtel bukannya Eindhoven, haha πŸ˜† .

Anyway, kami bertemu sekitar jam 4 sore di sebuah kafe-bar-club, haha πŸ˜† . Lalu jam 6:30 sore kami pergi ke sebuah restoran burger di centrumnya. Restorannya berukuran mini tetapi (atau “sehingga”?) tempatnya ramai banget, yang mana pertanda baik untuk sebuah restoran sih ya, dan ternyata memang restorannya sudah selalu ramai seperti ini semenjak pertama kali buka tiga tahunan yang lalu. Kami harus menunggu sebentar sebelum ada meja yang kosong. Aku memesan burger daging domba dengan ekstra keripik truffleΒ plus side salad, yang mana rasanya enak!

Seporsi burger domba yang enak di Eindhoven (side saladΒ belum diantarkan).

Seru dan asyik rasanya untuk catch up dengan beberapa teman baikku. Hanya saja sekarang kami tinggal di kota-kota yang berlainan membuat situasi menjadi tidak mudah untuk ketemuan gitu. Walaupun masih di satu negara yang sama, tetap aja sulit dan tidak bisa spontan seperti dulu ya; harus direncanakan jauh-jauh hari! Haha πŸ˜† . Satu batasan lain yang muncul akibat situasi ini adalah: aku harus pulang jam 9:20 malam di hari Sabtu supaya aku bisa menghindari jadwal layanan kereta malam hari yang mana jauh lebih jarang (yang mana artinya waktu tempuhku kembali ke Amsterdam akan menjadi berkali-lipat lebih lama). Jadilah aku menaiki layanan bus pengganti itu ke Boxtel lagi, lalu naik Intercity ke Utrecht Centraal, berganti Intercity ke Amsterdam Centraal, dan kemudian naik tram untuk kembali ke rumah.

Hari Minggu aku gunakan sebagai hari istirahat dah, haha. Aku sudah bekerja terus di sepanjang minggu dan hari Sabtuku juga padat, apalagi seminggu sebelumnya aku jalan-jalan ke Berlin di sepanjang akhir pekan. Jadilah badanku kemudian mengkode minta istirahat gitu, haha πŸ˜€ . Ah, tetapi aku masih tetap harus belanja kebutuhan sehari-hari juga sih soalnya aku mulai kehabisan bahan-bahan makanan di rumah πŸ˜› .