General Life · Life in Holland · Zilko's Life

#2018 – The Second DST, Utrecht and Monday

ENGLISH

This post has sat in the Draft section for too long, since the beginning of November just after this year’s second DST, actually, haha. And so I figure it is time to publish it πŸ˜€ .

The somehow “negative” effect of the second DST this year.Β 

Speaking of the DST, normally the second DST is my favorite where, at the very least, there is no effect to me. This year, however, somehow it has been different. If anything, I feel like the DST has more of a “negative” effect on my daily life, which I found weird. After thinking about it for some time, I believe I have found an explanation for this, that actually is reasonable!

Up to two years ago, my life in the Netherlands was revolving around the university at this time of the year. Actually, my last second DST while in university was three years ago, because two years ago I was in India this time aroundΒ where DST was, of course, not observed, haha. And you probably know how life as a PhD in a (reputable) university was, haha. To me, I almost always worked at least until around 8 PM or so, when it was already dark anyway so there was no effect made by the DST, haha.

It was dark already anyway when I finished day at the university

Last year, while I already left university, I still lived in Delft and had to commute everyday to Amsterdam for work. At this time, the DST really helped a lot because before the DST, it was still dark when I left for work from Delft but after the DST, it became bright! It certainly lifted my mood and energy to start the day!

This year, however, the “brighter” morning did not matter because I could leave for work much later than when I was still in Delft. And so it was already bright anyway in my “morning” with or without the DST. The difference, however, was when I finished my day at work. Before the DST, I normally left my office before sunset so it was still quite bright outside. The DST, however, would mean that the exact same time would fall just after sunset, where it was already quite dark outside. And somehow, this made my day suddenly felt more “tiring” because (probably) unconsciously my brain thought I was suddenly working longer than usual, haha…

Oh well…

Utrecht and Monday, possibly not the best pair

Anyway, that week I also went to Utrecht to catch up with a friend. And here is one thing I learned from that.

It appeared to us that probably Monday was not the best day to eat out in Utrecht. Why? Because most restaurants were closed! Haha πŸ˜› You see, during the day I was googling for possible good restaurants to eat. I actually found a few, but only to find out that all of them were indeed closed on Monday! Haha…

I ended up having this iron steak that day.

Btw, yes, it is common for restaurants in the Netherlands to not open everyday (Chains are, of course, different). Usually they take one day of the week as a “day off”; but, of course, usually this day is not Friday or Saturday, arguably the “busiest” days for restaurants πŸ˜› . And it appears that Monday might be the slowest day for restaurant business in Utrecht and so many of them choose this day as their day off, hmm.

BAHASA INDONESIA

Posting ini sudah duduk manis di bagian Draft kelamaan nih, semenjak awal November setelah DST keduaΒ tahun ini, haha. Jadi aku rasa sudah waktunya untuk dipublikasikan lah ya πŸ˜€ .

Efek yang entah mengapa “negatif” dari DST kedua tahun iniΒ 

Ngomongin DST, biasanya DST kedua adalah favoritku dimana, setidaknya, DSTnya tidak berefek bagiku. Tetapi tahun ini, entah mengapa DST ini rasanya berbeda. Bahkan, aku merasa DSTnya justru memiliki efek “negatif” bagi kehidupan sehari-hariku, yang mana aku rasa aneh lho. Setelah kupikir-pikir sekian waktu, sepertinya aku sudah menemukan penjelasannya, yang mana masuk akal!

Hingga dua tahun yang lalu, hidupku di Belanda berkutat di sekitar universitas kan di waktu-waktu ini. Sebenarnya, DST kedua terakhirku ketika di universitas adalah tiga tahun yang lalu sih, karena dua tahun yang lalu kanΒ aku sedang berada di India di waktu iniΒ dimana DST tidak diberlakukan, haha. Dan tahu lah kehidupan sebagai mahasiswa PhD di universitas (ternama) itu kayak apa, haha. Untukku, aku hampir selalu bekerja sampai setidaknya jam 8 malam setiap hari, jadi ya toh memang sudah gelap juga sih ketika pulang dan DSTnya tidak mengubah apa pun, haha.

Toh sudah gelap ketika aku pulang dari kerjaanku di universitas

Tahun lalu, aku sudah meninggalkan universitas tetapi aku masih tinggal di Delft sehingga aku harusΒ nglaju setiap hari ke AmsterdamΒ untuk ngantor. Waktu itu, DSTnya membantu sekali karena sebelum DST, masih gelap dong ketika aku berangkat kerja dari Delft tetapi setelah DST, tiba-tiba suasananya jadi terang! Ini jelas mengangkat mood dan energiku untuk memulai hari kan ya!

Tahun ini, tapinya, pagi yang “lebih terang” tidak berefek karena aku toh bisa berangkat kerja lebih siang daripada ketika aku masih di Delft. Jadilah toh pagiku juga terus “terang” baik dengan ataupun tanpa DST. Namun, perbedaannya ada ketika aku pulang kerja. Sebelum DST, biasanya aku pulang kerja sebelum matahari terbenam sehingga di luar masih lumayan terang lah. Dengan DST, artinya waktu pulangku yang sama jadi berada setelah matahari terbenam, artinya di luar juga sudah gelap. Dan menurutku, ini tiba-tiba membuat hariku terasa lebih “melelahkan” karena (mungkin) alam tidak sadarku mengira bahwa aku bekerja lebih lama daripada biasanya dengan cara lembur, haha…

Yah…

Utrecht dan Senin, mungkin bukan kombinasi terbaik

Anyway, minggu itu aku juga pergi ke Utrecht untuk catch up dengan seorang temanku. Dan berikut ini satu hal yang kupelajari dari hari itu.

Kami baru sadar bahwa sepertinya hari Senin bukanlah hari terbaik untuk makan di luar di Utrecht. Mengapa? Karena kebanyakan restorannya tutup! Haha πŸ˜› Jadi ceritanya hari itu sebenarnya aku sudah googling beberapa restoran yang oke gitu. Aku menemukan beberapa, tetapi ternyata restoran-restoran itu tutup dong di hari Senin! Haha…

Pada akhirnya aku makan iron steak ini hari itu.

Btw, iya, lumrah kok bagi restoran-restoran di Belanda untuk tidak buka setiap hari (Kalau restoran chains mah lain cerita tentunya ya). Biasanya, mereka mengambil satu hari dalam seminggu untuk “libur”; tetapi tentu saja biasanya hari libur ini bukan hari Jumat atau Sabtu, yang mana hari “teramai” untuk restoran kan ya, haha πŸ˜› . Dan mungkin Senin adalah hari paling sepi untuk bisnis restoran di Utrecht sehingga kebanyakan dari mereka memilih hari ini sebagai hari libur, hmm.

Advertisements
working life · Zilko's Life

#2016 – Some Recent Work Stories

ENGLISH

I notice that after more than a year now, I feel like the variety of my tasks at work has gradually become more diverse. Aside from my main function, there are other tasks which I have been asked or invited to do. Technically those are still parts of my position’s general responsibility anyway so it is not like I am being asked to do things I am not supposed to πŸ˜› .

And to me … so far I find it fun!

You see, of course having wider variety of tasks makes my job much less likely to ever become boring. Well, not that my main function is prone to ever becoming boring, as to me I find it challenging nonetheless. But I mean, having diversity in the type of tasks is also a type of challenge, no? πŸ™‚

Two challenges coming from this diversity, to me, is the ability to quickly “switch” my brain from one task to another, which are very different from each other, and good time management. I realize that time management is not solely about being able to fit as many tasks as possible within my work schedule, but also how to arrange my work effectively such that it allows me to “stream smoothly” between consecutive tasks, be it for my mind-sake (easier “brain switch”) and also physically (arranging two consecutive meetings with 5 minutes of break between them is a bad idea if the two meetings are in different buildings, for instance). This of course can be very tricky when the task is meeting with other colleagues, as we would often have to adjust our schedule to theirs too; which means sometimes compromise needs to be made, haha…

Two weeks ago I volunteered my team and myself to onboard a new hire into the company. My manager was quite surprised by this but he was actually happy that I took this initiative. I have never done this before, though, and so I am still kind of “in the dark” on how things would go to be honest, haha. And so this will certainly be a challenge, but I will try to do my best. I had a pleasant (despite rather “astray”, in a small way) onboarding experience last year; so I have the experience and a vision on how a good onboarding should go. I guess this is also my chance to implement that.

Yeah, so how is work? Well, it has been fun! πŸ™‚

BAHASA INDONESIA

Aku perhatikan bahwa setelah lebih dari setahun sekarang, aku merasa bahwa pekerjaanku di kantor menjadi semakin bervariasi. Di samping fungsi utamaku, ada beberapa tugas lain yang mana aku diminta atau diajak untuk mengerjakannya. Secara teknis sih tugas-tugas itu toh masih merupakan tanggung jawab umum dari posisiku juga sih jadi juga bukannya aku diminta melakukan tugas di luar kapasitasku πŸ˜› .

Dan … sejauh ini rasanya seru bagiku!

Jelas memiliki tugas yang bervariasi juga membuat peluang pekerjaanku menjadi membosankan semakin kecil. Ya bukannya fungsi utamaku rawan untuk menjadi membosankan sih, justru aku merasa fungsi utamaku itu sangat menantang dan seru. Tapi toh keberadaan tugas jenis lain toh juga lah sejenis tantangan juga kan ya? πŸ™‚

Dua tantangan besar yang muncul dari keberagaman ini, untukku, adalah kemampuan untuk dengan cepat “mengalihkan” pikiranku dari satu tugas ke tugas lain, yang sangat amat berbeda satu sama lain, dan manajemen waktu yang baik. Aku tahu bahwa manajemen waktu itu bukan sekedar kemampuan untuk dapat memasukkan sebanyak mungkin tugas ke dalam jam kerjaku, tetapi juga bagaimana mengatur pekerjaanku dengan efisien sehingga aku bisa “mengalir dengan mulus” di tugas-tugas yang berturutan, baik mulus untuk otak (“pengalihan” pikiran yang lancar) dan juga secara fisik (mengatur dua meeting dengan jeda 5 menit di antaranya tentu adalah ide yang buruk jika meeting-nya berada di gedung yang berbeda, misalnya). Ini tentu saja semakin kompleks lagi apabila tugasnya melibatkan meeting dengan kolega lain, karena sering kita harus menyesuaikan jadwal agar pas dengan jadwal mereka juga; yang mana berarti terkadang toh kita harus berkompromi juga, haha…

Dua minggu yang lalu aku menyuka-relakan timku dan aku untuk meng-onboard seorang karyawan baru ke kantor. Manajerku kaget dengan ini tetapi toh dia senang juga aku mengambil inisiatif ini. Aku belum pernah melakukan ini sih sebelumnya, jadi ya aku masih nggak tahu juga ini bakal bagaimana, haha. Jadi jelas ini akan menjadi sebuah tantangan yang baru, tetapi toh aku akan berusaha yang terbaik juga. Aku memiliki pengalaman onboarding yang baik tahun lalu (walaupun agak sedikit “terkatung-katung” sih dari satu sisi) jadi aku memiliki pengalaman dan visi bagaimana pengalaman onboarding yang baik itu seharusnya.Β Aku rasa ini adalah kesempatanku untuk mengimplementasikannya kan ya.

Ya, jadi gimana nih kerjaanku? Oh, seru banget! πŸ™‚

General Life · Random Thoughts · Zilko's Life

#2013 – 11 November, Today and 18 Years Ago

ENGLISH

11 November 2017

So today is 11 November 2017, a Saturday. Today has been a quiet and uneventful day for me. Partly because the Dutch weather has not been very kind today, though it was typical Dutch Fall, haha. But also partly because I have decided to use today as my resting day πŸ˜€ . I was actually able to get a good nap this afternoon, yeay! Hahaha πŸ˜† .

Even so, I still managed to get a few things done today. I got a haircut in the morning and stopped by at a supermarket to buy stuffs that have been running out at home. I have also started packing for a big trip that is coming really soon πŸ˜‰ . On top of that, this evening I have just finished watching Endgame, the last episode of Star Trek: Voyager which I have been remarathoning in the past two or three months! πŸ˜› Okay, granted, there are a few episodes which I have chosen to skip along the way, though, but there were not many πŸ˜› .

So yeah, despite being a quiet and uneventful day, somehow I feel like today has been quite productive! πŸ˜›

11 November 1999

Anyway, speaking of 11 November, for whatever reason this date has stuck out more in my memory than any other “ordinary” dates. And I am quite sure it was caused by a random event happening exactly 18 years ago in 1999.

11 November 1999. Source: https://www.dayoftheweek.org/date-scroll/Thursday-11-November-1999-tcef0f1fb0d2599de1ffc62e4cba331364e0bc8e1ccda3749bea124ac16a44c08k-lq.png

I still remember that it was a Thursday; and my memory of that day is only of a few minutes time window some time in the afternoon. I had my extra out-of-school English class after school time that day. As usual, I made some notes during the class which, as a habit which I generally still have up to now which apparently I have developed since two decades ago πŸ˜› , I wrote the date on the top of the page of my notebook that day.

I remember thinking I was writing a lot of consecutive “1”s for the date and it would be the last time I would be able to do so (11-11-1999). Somehow, this thought is preserved in my brain up to now; and also vaguely the general surrounding at the time. I was sitting in a class with 10-15 other children on a chair with white writing pad, circling a room with an English teacher in front.

I know, it is quite a random memory. But that is the point. I find it interesting that a random day-to-day memory like this, without anything else seemingly “special” going on that day, somehow is preserved in my mind! Haha πŸ˜›

BAHASA INDONESIA

11 November 2017

Hari ini adalah 11 November 2017, sebuah hari Sabtu. Hari ini adalah hari yang tenang dan uneventfulΒ untukku sih sebenarnya. Setengahnya memang karena cuaca Belanda yang kurang bersahabat hari ini, ya memang begini sih yang namanya tipikal musim gugur di Belanda, haha. Tetapi juga setengahnya karena memang aku telah memutuskan untuk menggunakan hari ini untuk beristirahat πŸ˜€ . Tadi siang bahkan aku bisa tidur siang dengan nyenyak loh, hore! Hahaha πŸ˜† .

Walaupun begitu, aku masih tetap bisa menyelesaikan beberapa hal sih hari ini. Tadi pagi aku potong rambut dan mampir di supermarket untuk membeli beberapa barang yang stoknya di rumah sudah habis. Aku juga mulai packing untuk sebuah perjalanan besar yang akan segera datang πŸ˜‰ . Di atas itu semua, malam ini aku menonton Endgame, episode terakhir dariΒ Star Trek: VoyagerΒ yangΒ sudah aku tonton ulangΒ di dua hingga tiga bulan belakangan ini! πŸ˜› Oke, memang sih sebenarnya ada beberapa episode yang sengaha aku loncati, tetapi nggak banyak kok πŸ˜› . i

Jadi, ya, walaupun dibilang hari tenang dan uneventful, toh secara umum aku masih merasa hari ini cukup produktif! πŸ˜›

11 November 1999

Anyway, ngomongin 11 November, entah untuk alasan apa tanggal ini mencuat unik loh di ingatanku dibandingkan tanggal-tanggal “biasa” lainnya. Dan aku cukup yakin ini disebabkan sebuah event acak yang terjadi tepat 18 tahun lalu di tahun 1999.

11 November 1999. Sumber: https://www.dayoftheweek.org/date-scroll/Thursday-11-November-1999-tcef0f1fb0d2599de1ffc62e4cba331364e0bc8e1ccda3749bea124ac16a44c08k-lq.png

Aku masih ingat hari itu adalah hari Kamis; dan ingatanku ini adalah dari jendela waktu sekian menit di siang harinya. Hari itu aku ada kelas les tambahan bahasa Inggris setelah jam sekolah. Seperti biasa, aku menulis beberapa catatan di kelas hari itu dimana, seperti kebiasaan yang masih aku miliki hingga saat ini yang mana ternyata sudah aku bentuk semenjak dua dekade yang lalu πŸ˜› , aku menuliskan tanggal hari itu di atas halaman notebook-ku.

Aku ingat waktu itu aku menulis banyak angka “1” yang berurutan dan kali itu adalah terakhir kalinya aku akan bisa menulisnya seperti itu (11-11-1999). Entah mengapa, pikiran itu tersimpat di dalam otakku hingga hari ini; yang mana juga membuatku sedikit ingat suasana hari itu. Aku duduk di sebuah kursi bersama 10-15an anak lainnya yang dilengkapi dengan writing pad berwarna putih, duduk melingkar di dalam ruangan dengan seorang guru bahasa Inggris di depan.

Iya, iya, memang ingatan yang random banget kok ini. Tapi justru di sini lah poinnya. Aku merasa menarik juga bahwa ingatan sehari-hari biasa yang random seperti ini, tanpa apa pun yang “spesial” yang terjadi di hari itu, kok bisa-bisanya masih teringat hingga saat ini! Haha πŸ˜› .

My Interest · TV Show

#2012 – Fall TV Season

ENGLISH

Traditionally the Fall TV season has been my favorite because new seasons of series are, usually, premierred at this time. And this season, thankfully, is no different πŸ˜› .

For once, obviously there is Star Trek: Discovery!! Anyway, I feel like the focus of this series has been more on the “action” side rather than on the “social/interpersonal/intrapersonal conflict” that is easy to relate to our daily lives normally present in other series. So this is why I have been feeling different “vibes” from this series. Having said that, thankfully the writers do not forget on the character development side, I feel. Nonetheless, all in all, I still enjoy this series, though!

Speaking about Star Trek, actually when I was wondering what should I watch after I finished remarathoning the entire nine seasons of HIMYM, I decided to remarathon Star Trek: Voyager, haha. There were seven seasons of Voyager and because each episode was around 45 minutes (each episode was made for a one-hour show, thus 15-ish minutes for advertisement which I could entirely skip thanks to Netflix, yeay!) so I knew it would take some time before I finished them all. Well, now I am already at the last season, though, haha πŸ˜› .

Fall also means the return of one of my most favorite reality show: The Apprentice UK! Yes, BBC One runs its thirteenth series this year (including its spin-off, The Apprentice: You’re Fired, on BBC Two)!! And as always, it has been as interesting as ever!! πŸ˜€

These three shows have kept me “busy” enough that I don’t have the time to watch some other series at the moment! Haha πŸ˜€ . Anyway, another good news for a reality show (to me) is that The Amazing Race 30 started filming about a month ago, indicating that a 30th season is, well, a reality! Yeay πŸ˜€ . It will probably air next Spring, though; but with these three other series already keeping myself busy, I am actually glad it is for next year! Haha πŸ˜›

BAHASA INDONESIA

Biasanya musim gugur untuk urusan per-TV-an adalah musim favoritku karena biasanya musim-musim terbaru dari beberapa acara TV kan dimulai di waktu ini ya. Dan musim gugur kali ini, untungnya, juga begitu πŸ˜› .

Pertama-tama, jelas dong ya ada Star Trek: Discovery!! Ngomong-ngomong, aku kok merasa fokus dari acara ini berada lebih di sisi “action“-nya ya daripada “urusan konflik sosial/interpersonal/intrapersonal” yang mudah kita kaitkan dengan kehidupan sehari-hari kita seperti yang sering diangkat di seri-seri Star Trek lainnya. Oleh karenanya, aku merasa “aura” seri ini agak berbeda dari seri-seri lainnya itu. Walaupun begitu, untungnya setidaknya penulisnya masih tidak melupakan urusan perkembangan karakternya sih. Namun, secara keseluruhan aku masih menikmati seri ini kok!

Ngomong-ngomong tentang Star Trek, sebenarnya ketika aku galau mesti nonton apa setelah aku selesai menonton ulang keseluruhan sembilan musimnya HIMYM, aku memutuskan untuk menonton ulangΒ Star Trek: Voyager, haha. Voyager terdiri dari tujuh musim dan karena setiap episode mengambil waktu 45an menit (setiap episode dibuat untuk penayangan satu jam di TV, jadi 15an menit untuk iklan gitu yang mana bisa aku lewatkan berkat Netflix, hore!) sehingga aku tahu akan memakan waktu lumayan juga lah ya sampai menamatkannya. Eh tetapi sekarang aku sudah sampai di musim terakhir sih, haha πŸ˜› .

Musim gugur juga berarti kembalinya dari salah satu reality show favoritku: The Apprentice UK! Iya, BBC One menayangkan musim ketiga-belasnya tahun ini (dan juga termasuk spin-off-nya The Apprentice: You’re Fired di BBC Two)!! Dan seperti biasa, acara ini selalu menarik untukku!! πŸ˜€

Tiga acara ini sudah membuatku cukup “sibuk” sehingga aku tidak memiliki waktu untuk menonton acara-acara lain! Haha πŸ˜€ . Ngomong-ngomong, ada berita baik loh (untukku sih) dimana The Amazing Race 30 sudah mulai filming nih sebulanan yang lalu, yang berarti sudah ada kepastian akan musim ke-30 lah ya! Hore πŸ˜€ . Acaranya mungkin baru ditayangkan musim semi tahun depan sih; tetapi dengan tiga acara lain ini yang sudah memakan semua waktuku, sebenarnya aku justru lega deh ini baru ditayangkan tahun depan! Haha πŸ˜›

working life · Zilko's Life

#2011 – Some Dining Events

ENGLISH

Team Dinner

To close the previous quarter cycle, my team at work decided to throw a team wide dinner at a nice fine-dining restaurant in Amsterdam Centrum.

A bit of a back story to this event, in the invitation that was sent around a few weeks prior, we were also asked to mention if we really did not ask fish. To me, well, to be honest I am not the biggest fan of fish but having said that, I also wouldn’t say I really don’t like it, haha. So I ended up rsvp-ing the event without mentioning anything about the presumably fish dish they would serve at the restaurant.

The appetizer was a salmon tartar

On the D-day, we went first to a bar nearby the office before going to the restaurant. To much of my delight, it turned out we were having a three-course meal with two options for the main course where, unsurprisingly, one of those was a seabass dish. But of course I ended up picking the other option, that was a boar tenderloin dish! (Anything but the fish, please! πŸ˜› ).

I opted for the boar tenderloin for my main course

As I said it was a three-course fine dining dinner, where wine was free flowing (there was no moment during my stay there when my wine glass was emptyΒ πŸ™ˆ). It started with a plate of delicious salmon tartar as the appetizer. Then, the main course came, which actually was my first time ever consuming a boar meat and it turned out to be delicious! After that, a chocolaty dessert was served, which was just okay but good nonetheless.

The chocolaty dessert

Utrecht Catch Up

Last week, a good friend of mine and I decided to catch up over dinner. Upon discussion, we decided to meet in Utrecht because it had been awhile since I went there and the last time we caught up was in Amsterdam; so it was due for a change, haha.

We went to a restaurant we had been after for months but, mistakenly, without making any reservation. Consequently there was quite a long waiting list already and we decided to eat somewhere else. And so we chose the top rated restaurant provided in Google maps (well, not the actual “top” one as that one was our original restaurant which was already full, haha); which turned out to be just okay. Nonetheless, it was such a fun night catching up with a friend!

Iron steak in Utrecht

BAHASA INDONESIA

Makan Malam Satu Tim

Untuk menutup siklus kuarter (tiga bulanan) yang lalu, timku di kantor memutuskan untuk mengadakan acara makan malam untuk satu tim di sebuah restoran fine dining di Amsterdam Centrum.

Sedikit cerita di balik acara ini. Di undangan yang dikirimkan beberapa minggu sebelumnya, kami diminta untuk menyebutkan apabila kami sangat tidak suka ikan. Untukku, sejujurnya ikan bukanlah makanan yang paling aku favoritkan (*Eh bisa dimarahin Menteri Susi ini ya? Haha πŸ˜› *) tapi biar pun begitu, bukan berarti aku sangat tidak suka ikan juga sih, haha. Jadilah aku meng-rsvp acaranya tetapi aku juga tidak menyebutkan apa-apa mengenai menu yang aku asumsikanΒ akan melibatkan ikan di restorannya.

Makanan pembukanya adalah salmon tartar

Di hari-H, awalnya kami pergi ke bar dulu sebelum berangkat bareng-bareng ke restorannya. Yang aku suka, ternyata malam ini modelnya adalah menu three course gitu dengan dua pilihan untuk menu utama dimana, tidak mengejutkan, salah satunya adalah menu ikan sea bass. Tetapi jelas pada akhirnya aku memilih menu yang satunya, yang mana merupakan daging babi hutan tenderloin! (Ya apa pun lah pokoknya bukan ikan! Haha πŸ˜› ).

Aku memilih menu babi hutan tenderloin untuk makanan utamanya.

Seperti yang kubilang ini adalah makan malam fine dining, dimana anggur juga mengalir terus gitu nggak berhenti-berhenti (tidak ada satu waktu pun selama aku disana dimana gelas anggurku kosong dongΒ πŸ™ˆ). Makan malam dimulai dengan sepiring salmon tartar yang enak banget sebagai makanan pembuka. Kemudian menu utama disajikan, yang mana adalah kali pertama aku makan daging babi hutan dan ternyata enak juga ya rasanya! Setelahnya, pencuci mulut yang terbuat dari cokelat diberikan, yang mana rasanya tidak terlalu spesial namun masih enak-enak saja kok.

Pencuci mulut cokelat

Catch Up di Utrecht

Minggu lalu, aku dan seorang teman baikku memutuskan untuk catch up sambil makan malam. Ketika berdiskusi masalah lokasi, kami memutuskan untuk bertemu di Utrecht saja karena sudah lumayan lama semenjak terakhir kali aku ke sana dan terakhir kali kami catch up adalah di Amsterdam; jadi sekarang kami memilih tempat lain gitu, haha.

Kami pergi ke sebuah restoran yang sudah lumayan lama kami incar tetapi, salahnya kami, tanpa membuat reservasi terlebih dahulu. Akibatnya waktu itu waiting list-nya sudah panjang banget dan kami memutuskan untuk makan di tempat lain. Jadilah kami memilih restoran yang berada di peringkat rekomendasi teratas di Google maps (yah, bukan yang “teratas” sih sebenarnya karena yang teratas adalah restoran yang awalnya kami incar tetapi sudah penuh itu, haha); yang mana ternyata biasa-biasa saja deh. Toh walaupun begitu, tetap seri rasanya catch up bersama seorang teman lama!

Iron steak di Utrecht
Aviation · My Interest

#2009 – KLM’s Fokker 70

ENGLISH

I believe I have mentioned this a few times here in this blog. And finally, the time has come. This weekend, KLM officially retired all their Fokker 70s from operation, with the last flight being flight KL1070 from London-Heathrow operated by, fittingly, PH-KZU.

KLM Cityhopper’s Fokker 70 reg PH-KZU in Anthony Fokker special livery.

Here is the official special video from KLM of their Fokker 70’s last ever commercial flight that day:

As a true avgeek, obviously the thought of flying with one of these last flights one more time had crossed my mind. In fact, in September KLM officially published the final schedules of these beauty. But then, I also quickly learned the fact that the ticket price for these flights had significantly soared. For instance, here is how the ticket for the last Fokker 70 flight KL1070 was in comparison to the other KLM’s (many) daily flights from London-Heathrow to Amsterdam:

The ticket price for the last Fokker 70 flight

I mean, as much as I would have loved to be a part of this, I still had some sense as well, thankfully, haha. I decided to give it a pass. Nevertheless, I just flew with a Fokker 70 not too long ago anyway πŸ™‚ .

My last flight with a KLM Cityhopper’s Fokker 70 was with this PH-KZB on the way to Cardiff in September.

However, I will surely miss these Fokkers! I mean, of course they are of the older planes. In fact, Fokker 70’s launch customer was Indonesia’s Sempati Air! But to be honest, these days flying an older plane isn’t actually always bad. You see, Fokker 70 was developed in the 1990s, way before the boom of LCCs. And my conjecture is that Fokker 70 was, understandably, not designed for LCC airlines. This means: in the designing process, they took into the account passengers’ comfort more (In very simplified terms, with LCC airlines, you would want to fit as many people as possible in the plane). As an evidence of this, here is the legroom in a standard economy seat on board a KLM Cityhopper’s Fokker 70:

The regular economy seat legroom on board PH-WXD.

Yep, it even allowed me to stretch my legs! Haha πŸ˜›

On the other hand, of course being from an older generation means that this type is not the quiettest plane ever built; especially when you are seated at the rear of the plane where the two engines are located. However, I would definitely miss the following view from a window seat at the rear of the plane:

Taking off from runway 04R of Copenhagen Airport (CPH) with a Fokker 70.

Aside from the view, another aspect of the plane design which I will definitely miss is the integrated door and stairs design! I don’t know, I just really like this combo design! Okay, a few other plane types, such as the Bombardier CRJ series, are also equipped with main doors like this. But still, this means that this already “vulnurable” design has become even more endangered! Haha πŸ˜›

I adore Fokker 70’s stairs-door!!

Yeah, it is definitely quite a sad time for me when a plane type is being retired from the fleet of an airline, especially if the type is rather “anti-mainstream” (like the retirement of KLM’s MD11 three years ago). Even though in this case, unlike the MD11, several airlines are still operating the Fokker 70s. In fact, the Fokker 70s KLM Cityhopper just retired are now still active with a few other airliners, namely Air Niugini of Papua New Guinea and fly AllWays of Suriname, haha.

Anyway, here are some photos from the trips I have taken with this beauty over the years with KLM Cityhopper:

BAHASA INDONESIA

Aku yakin hal ini sudah aku sebutkan beberapa kali di blog ini. Dan akhirnya, waktunya tiba juga. Akhir pekan kemarin, KLM secara resmi memensiunkan semua pesawat Fokker 70nya, dengan penerbangan terakhirnya adalah penerbangan KL1070 dari London-Heathrow yang dioperasikan dengan, seperti selayaknya, PH-KZU.

Fokker 70nya KLM Cityhopper rego PH-KZU dengan livery spesial Anthony Fokker.

Berikut ini video spesial resmi dari KLM yang berisikan penerbangan komersil terakhir mereka dengan Fokker 70 hari itu:

Sebagai avgeek sejati, jelas dong aku sempat kepikiran untuk terbang dengan salah satu penerbangan terakhir ini. Malahan, September kemarin KLM resmi mengumumkan jadwal terakhirΒ dari si ganteng ini. Tetapi kemudian, aku juga disadarkan bahwa harga tiket untuk penerbangan-penerbangan terakhir ini juga sudah naik banyak banget dong. Misalnya saja, berikut ini harga tiket untuk penerbangan terakhir Fokker 70 KL1070 dibandingkan dengan penerbangan-penerbangan KLM lainnya dari London-Heathrow ke Amsterdam:

Harga tiket untuk penerbangan terakhir dengan pesawat Fokker 70

Ya walaupun suka tapi aku mah, untungnya, masih realistis dan berakal-sehat lah ya, haha. Aku memutuskan untuk melewatkan kesempatan ini. Toh aku juga baru saja terbang dengan sebuah Fokker 70 belum lama ini kan πŸ™‚ .

Penerbangan terakhirku dengan Fokker 70nya KLM Cityhopper adalah dengan PH-KZB ini di perjalananku ke Cardiff September kemarin.

Namun, aku tahu pasti bahwa aku akan kangen dengan para Fokker ini! Memang sih mereka adalah pesawat tua. Malahan, launch customer-nya Fokker 70 itu adalah maskapai IndonesiaΒ Sempati Air loh! Tetapi sebenarnya, sekarang-sekarang ini mah terbang dengan pesawat tua itu tidak lah selalu buruk. Mengapa? Jadi disain pesawat Fokker 70 ini dikembangkan di tahun 1990an, artinya sebelum maskapai LCC menjamur dan booming. Dan konjekturku adalah Fokker 70 didisain bukan untuk maskapai LCC. Ini berarti: dalam disainnya, perancangnya lebih mempertimbangkan kenyamanan penumpang (Secara sederhananya, untuk maskapai LCC, pokoknya kita ingin memasukkan sebanyak mungkin penumpang ke dalam pesawat). Sebagai tanda dari ini, berikut ini ruang kaki di kursi ekonomi reguler di dalam pesawat Fokker 70nya KLM Cityhopper:

Ruang kaki di kursi kelas ekonomi reguler di dalam PH-WXD.

Iya loh, bahkan bisa selonjoran! Haha πŸ˜› .

Di sisi lain, tentu saja pesawat tua juga berarti memang tipe ini bukanlah yang bermesin paling senyap sih; apalagi kalau duduknya pas di belakang di dekat dua mesinnya itu, haha. Eh, tapi duduk di kursi belakang Fokker 70 itu juga memberikan pemandangan yang jelas akan aku kangeni ini loh:

Lepas landas dari landasan pacu 04R Bandara Kopenhagen (CPH) dengan sebuah Fokker 70.

Di samping pemandangannya, satu aspek lain dari disain pesawatnya yang akan aku kangeni adalah pintunya yang terintegrasi dengan tangga! Nggak tahu ya, aku suka aja gitu dengan disain kombo ini! Oke, memang sih ada sedikit tipe pesawat lainnya, misalnya Bombardier seri CRJ, yang juga dilengkapi dengan pintu berjenis ini. Tapi tetap aja lah, ini artinya disain yang sudah “langka” ini menjadi semakin terancam punah kan! Haha πŸ˜› .

Aku suka banget pintu-tangganya Fokker 70!!

Iya, memang adalah waktu sedih bagiku ketika sebuah tipe pesawat dipensiunkan oleh sebuah maskapai, apalagi kalau tipenya cukup “anti-mainstream” kan ya (seperti misalnya ketika KLM memensiunkan MD11 tiga tahun yang lalu). Walaupun dalam kasus ini, nggak seperti ketika MD11 dulu, masih ada beberapa maskapai lain yang mengoperasikan Fokker 70 sih. Malahan, sebenarnya Fokker 70-Fokker 70nya yang dipensiunkan KLM Cityhopper ini sekarang masih aktif beroperasi untuk beberapa maskapai lain loh, misalnya Air Niugini di Papua Nugini dan fly AllWays di Suriname, haha.

Anyway, di atas aku buat sebuah galeri berisi foto-foto dari perjalanan-perjalananku dengan si ganteng ini beberapa tahun belakangan dengan KLM Cityhopper.

General Life · Life in Holland · Zilko's Life

#2008 – October Summary

ENGLISH

Oh wow, somehow it is November already; which means that we have passed the entire month of October. Speaking of October …

… three weekend trips

I went on three weekend trips during the month. Interestingly, though, they were on three consecutive weekends and they were all Avgeek Weekend Trips! Haha πŸ˜›

1. Avgeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)
2.Β Avgeek Weekend Trip #12 (AMS – CDG – LHR – CDG – AMS)
3.Β Avgeek Weekend Trip #13 (AMS – CDG – MUC – AMS)

Despite all three trips being “only” Avgeek Weekend Trip (in the sense that the focus was more on the flights so I tend to do much less (physically-taxing) activities (i.e. walking I mean, haha) during those kind of trips), their consecutive nature apparently still made those tiring overall! Haha πŸ˜› In fact, I was uncharacteristically tired already during the third one and so in the aftermath I was craving for more sleep. Luckily I still had the whole Sunday for that purpose that weekend. And I actually suspect if these trips had something to do with me also feeling quite tired this past weekend! Nevertheless, those trips were certainly really fun and I enjoyed them a lot πŸ™‚ .

Especially that I got to fly Air France’s brand new (not even a month old) Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC this October.

… Fall

And October means the Fall season has also begun. And I have also expressed that Fall is my least favorite seasonΒ of all. So far this year, it has not been different. It has been raining quite a lot in the Netherlands, most days were at the very least cloudy, and the general “mood” has been gloomy. You know, normal Fall, haha πŸ˜› .

In fact, here is how the weather was like while I was taking off from Schiphol during my first Avgeek Weekend Trip in October:

Yeah, I am actually looking forward for the next season! Or that I hope the second half of the season will (uncharacteristically) turn better! πŸ˜›

BAHASA INDONESIA

Oh wow, tiba-tiba sekarang sudah bulan November aja ya; yang mana artinya kita sudah melewati satu bulan Oktober secara penuh. Ngomongin tentang Oktober …

… tiga perjalanan akhir pekan

Aku pergi dalam tiga perjalanan akhir pekan sepanjang bulan itu. Menariknya, ketiganya adalah di tiga akhir pekan berturutan dan ketiganya adalah Avgeek Weekend Trips! Haha πŸ˜›

1. Avgeek Weekend Trip #11 (AMS – LYS – CDG – AMS)
2.Β Avgeek Weekend Trip #12 (AMS – CDG – LHR – CDG – AMS)
3.Β Avgeek Weekend Trip #13 (AMS – CDG – MUC – AMS)

Walaupun ketiganya “hanya” Avgeek Weekend Trip (dalam artian fokusnya adalah di penerbangan-penerbangannya sehingga aku cenderung untuk tidak terlalu banyak beraktivitas (secara fisik) (maksudnya tidak terlalu banyak jalan kaki, haha) di perjalanan ini), ternyata karena berturutan toh ternyata masih melelahkan juga! Haha πŸ˜› Malahan, tidak biasanya aku sudah mulai merasa capek ketika sedang berada di perjalanan yang ketiga sehingga sepulangnya aku merasa ingin banyak tidur banget! Untungnya, di akhir pekan itu aku masih memiliki satu hari Minggu penuh yang bisa kumanfaatkan untuk itu. Dan sebenarnya aku agak curiga bahwa mungkin perjalanan-perjalanan ini juga sedikit menyebabkanku merasa lumayan lelah akhir pekan kemarin ini! Eh walaupun begitu, perjalanan-perjalanan iu sungguh seru dan aku amat menikmatinya πŸ™‚ .

Terutama kan aku berkesempatan terbang dengan pesawat super barunya (bahkan usianya belum ada satu bulan) Air France ini, Boeing 787-9 Dreamliner rego F-HRBC Oktober kemarin.

… Musim Gugur

Dan Oktober juga berarti musim gugur sudah dimulai. Dan sudah kusebutkan bahwa musim gugur adalah musim yang paling tidak aku favoritkan. Sejauh ini tahun ini, ternyata juga masih begitu kok. Di Belanda sering banget hujan di musim gugur ini, kebanyakan hari-harinya bercuaca berawan (tebal), sehingga “mood” umumnya juga terasa gloomy gitu. Ya gitu kan, musim gugur mah memang begini, haha πŸ˜› .

Malahan, berikut ini contoh cuacanya ketika aku lepas landas dari Schiphol di Avgeek Weekend Trip pertamaku Oktober ini:

Ya gitu deh, aku sudah nggak sabar untuk masuk ke musim selanjutnya aja deh! Atau ya mudah-mudahan paruh kedua musim ini akan (tidak biasanya) berubah menjadi lebih oke gitu! πŸ˜›