Indonesia Trip · Long Trip · Vacation

#2015 – November 2017 Big Trip (The Destination)

ENGLISH

I have mentioned it a few times that I have some big trips planned for this year, including my post this past Saturday where I mentioned that I have started packing for one that was coming soon. There are two big trips, actually; and now is the time to reveal the first of the two that will take place really soon.

So this November, I am going to: Indonesia!

Indonesia, here I come!

Last year I mentioned about my brother’s engagement party which I unfortunately must miss. Well, since then the wedding has been planned for this November. I knew that I would never, ever miss this one and so ever since I was told the date many months ago, I have been keeping my eyes on flight tickets to Indonesia at around the date, haha.

As the destination of this trip was definitely Indonesia, I knew that I would like to fly Garuda Indonesia to get there. Actually, at some point I almost gave up with this idea because I found the Garuda ticket to be expensive while I saw some interesting offers from Air France/KLM (one of which would be to fly Amsterdam – Paris – Singapore – Jakarta with KLM, Air France, and Garuda Indonesia, respectively, on the departure leg). But then, luckily not too long ago I found the trick with BookWithMatrix which provided me a Garuda ticket with only little fare difference with what Air France/KLM offered. So I quickly booked the ticket 🙂 .

I am excited to fly long-haul with Garuda Indonesia again this year!

I also recently learned that Garuda would deploy their two-class Boeing 777-300ER to Amsterdam this winter. This means there would be a chance for me to possibly fly one of their latest four Boeing 777-300ER (PK-GIH, PK-GII, PK-GIJ, and PK-GIK). This is certainly good for my logbook! Haha 😛 And of course, me being me, I choose their non non-stop flight from Jakarta to Amsterdam on my way back, i.e. one with a transit in Singapore, haha.

I am wondering if Garuda still provides this transfer service (including a S$30 voucher, as you can see) during the short stop-over in Singapore for economy class passengers, though…

I am also lucky that my office acknowledges a close (direct) family’s wedding as a special event. This means that I get one extra special day off for this trip. This certainly helps, yeay! While on this, I will not stay in Indonesia for too long as I am constrained with my holiday allowance as I need to make some “room” for my other big trip, haha. And as I expect myself to be quite occupied with the wedding anyway, I am also not planning any other extended trips within Indonesia or the nearby region this time. Well, nonetheless I think I will appreciate some relaxing time in Indonesia 🙂 .

Anyway, so, Indonesia, here I come (again)! 🙂

Gili Air. Well, I am not going to Lombok this time. This photo is only for illustration purpose…

BAHASA INDONESIA

Sudah beberapa kali aku sebutkan di sini bahwa aku telah memiliki beberapa rencana untuk perjalanan besar tahun ini, termasuk posting-ku Sabtu kemarin dimana kusebutkan bahwa sebenarnya aku sudah mulai packing untuk satu yang akan segera datang. Ada dua perjalanan besar, sebenarnya; dan saat ini adalah waktunya untuk mengungkapkan identitas tujuan yang pertama dari dua itu yang akan segera berlangsung.

Jadi, di bulan November ini aku akan pergi ke: Indonesia!

Indonesia, aku datang!

Tahun lalu aku sebutkan mengenai pesta pertunangannya adikku yang mana dengan sangat menyesal harus aku lewatkan. Nah, jadi ceritanya semenjak waktu itu, tanggal pernikahannya sudah ditetapkan yaitu di bulan November ini. Dan jelas dong aku tahu aku tidak akan mungkin melewatkan acara ini sehingga semenjak aku diberi-tahu tanggalnya berbulan-bulan yang lalu, aku langsung mulai memasang mata untuk tiket ke Indonesia di sekitar tanggal itu, haha.

Karena tujuan dari perjalanan ini jelas adalah Indonesia, aku tahu bahwa jika memungkinkan aku ingin terbang dengan Garuda Indonesia kesana. Nah sebenarnya, aku nyaris menyerah lho dengan keinginan ini karena aku merasa harga tiketnya Garuda mahal sementara aku melihat penawaran yang oke dari Air France/KLM (yang mana salah satunya adalah di rute Amsterdam – Paris – Singapura – Jakarta dengan KLM, Air France, dan Garuda Indonesia, berturutan di penerbangan keberangkatan). Tetapi kemudian, untungnya tidak seberapa yang lalu aku menemukan trik dengan BookWithMatrix yang memberikanku tiket Garuda yang beda harganya tidak banyak dari penawarannya Air France/KLM. Jadilah tiketnya langsung aku beli 🙂 .

Aku senang karena aku akan terbang jarak-jauh lagi dengan Garuda Indonesia tahun ini!

Juga, aku baru-baru ini tahu bahwa ternyata Garuda akan mengirimkan pesawat Boeing 777-300ER yang dikonfigurasi dua kelas ke Amsterdam di musim dingin ini. Ini artinya ada kemungkinan bagiku untuk terbang dengan salah satu dari empat Boeing 777-300ER terbarunya (PK-GIH, PK-GII, PK-GIJ, dan PK-GIK). Ini jelas berita baik untuk logbook-ku kan ya! Haha 😛 . Dan jelas dong aku memilih penerbangannya mereka yang tidak non-stop dari Jakarta ke Amsterdam di penerbangan kepulangannya, yaitu penerbangan yang transit satu kali dulu di Singapura, haha.

Eh aku penasaran juga apakah Garuda masih memberikan layanan ini (yang mana termasuk voucher senilai S$30 seperti yang terlihat di atas) untuk penumpang transit di Singapura di kelas ekonomi.

Aku juga beruntung kantorku mengakui pernikahan keluarga dekat (inti) adalah event spesial. Ini artinya aku diberi satu jatah cuti ekstra loh untuk perjalanan ini. Lumayan lah ya, hore! Selagi ngomongin ini, perjalanan ini tidak akan berlangsung lama-lama amat sih karena aku dibatasi oleh jatah cuti dan juga aku harus “menyisakan ruang” untuk perjalanan besarku yang satunya kan, haha. Dan karena aku kira aku akan cukup disibukkan dengan urusan pernikahan ini, aku sendiri tidak merencanakan perjalanan lain di dalam Indonesia ataupun sekitarnya kali ini. Ah, toh aku rasa aku juga akan menikmati waktu bersantai di Indonesia kok! 🙂

Anyway, jadi, Indonesia, aku datang (lagi)! 🙂

Gili Air. Eh, aku nggak pergi ke Lombok kok kali ini. Foto ini cuma ilustrasi aja, haha…
Advertisements
Asia Trip · Long Trip · Southeast Asia · Vacation

#1859 – Back in the Netherlands

ENGLISH

Two weeks went by really fast. Now, I am already back in the Netherlands; back in the winter after tasting two weeks of (eternal) summer in Indonesia, despite the raining season there, haha 😆 .

This time, my routing to go back to the Netherlands was as interesting as my departure, with only slight difference. Here it is:

My routing this time to go back to Amsterdam. Created with gcmap.com
My routing this time to go back to Amsterdam. Created with gcmap.com

Yep, I was flying Yogyakarta – Bali – Shanghai PVG – Paris CDG – Amsterdam on four different airlines: Garuda Indonesia, China Eastern, Air France, and KLM. Haha 😆

Garuda Indonesia's Boeing 737-800 reg PK-GMO
My first flight of 2017 was with Garuda Indonesia

Choosing to transit in Paris CDG instead of Rome FCO made this routing about 800 km shorter than the departure actually. But in the grand scheme of thing, it made little to no difference as I felt tired with both! Tired but happy, though. Well, especially that I got upgraded to Europe business class on the Paris CDG – Amsterdam sector!! 😍

Dinner service on board KLM's Europe business class
Upgraded to KLM’s Europe business class!!

I arrived at Schiphol on Saturday evening. However, I did not immediately go back to Delft because I had one of my best friends visiting. He just finished his study in Scotland and was on his way to go back for good to Indonesia, so he made a one night stop in Amsterdam.

Rijksmuseum, Amsterdam
Amsterdam for the weekend

So I stayed in Amsterdam that evening; and basically spent most of my weekend there, haha. And now I am (finally) back in Delft and Amsterdam (for work). Damn, back to reality! 😣 .

Anyway, yeah, that is all for now! 🙂

BAHASA INDONESIA

Dua minggu berlalu sungguh cepat. Sekarang ini, aku sudah kembali lagi di Belanda; kembali di musim dingin setelah merasakan dua minggu musim panas (abadi) di Indonesia, walaupun lagi musim hujan juga sih di sana, haha 😆 .

Kali ini, ruteku untuk kembali ke Belanda sama menariknya seperti rute keberangaktanku, hanya dengan sedikit perbedaan saja. Berikut ini rutenya:

My routing this time to go back to Amsterdam. Created with gcmap.com
Ruteku kali ini untuk kembali ke Amsterdam. Dibuat dengan gcmap.com

Yep, aku menerbangi Yogyakarta – Bali – Shanghai PVG – Paris CDG – Amsterdam dengan empat maskapai yang berbeda: Garuda Indonesia, China Eastern, Air France, dan KLM. Huahaha 😆

Garuda Indonesia's Boeing 737-800 reg PK-GMO
Penerbangan pertamaku di tahun 2017 adalah dengan Garuda Indonesia

Memilih untuk transit di Paris CDG bukannya di Roma FCO membuat rute ini sekitar 800 km lebih singkat daripada rute keberangkatanku sebenarnya. Tetapi di big picture-nya sih, perbedaannya tidak begitu signifikan karena toh di keduanya aku juga merasa capek! Eh, capek tapi senang ding. Terutama juga karena aku di-upgrade ke kelas bisnis Eropa di penerbangan Paris CDG – Amsterdamnya!! 😍

Dinner service on board KLM's Europe business class
Di-upgrade ke kelas bisnis Eropanya KLM!!

Aku tiba di Schiphol di hari Sabtu malam. Namun, aku tidak langsung kembali ke Delft karena kebetulan salah satu teman baikku sedang berkunjung. Ia baru saja menyelesaikan studinya di Skotlandia dan sedang dalam perjalanan balik (for good) ke Indonesia, jadilah dia sekalian mampir di Amsterdam.

Rijksmuseum, Amsterdam
Akhir pekan di Amsterdam

Jadilah aku menginal di Amsterdam malam itu; dan pada dasarnya akhir pekan ini aku habiskan di sana sih, haha. Barulah sekarang (akhirnya) aku kembali di Delft dan Amsterdam (untuk kerjaan maksudnya). Ah, kembali ke dunia nyata nih!  😣 .

Anyway, yah, segini dulu deh untuk sekarang! 😀

Asia Trip · Indonesia Trip · Long Trip · Southeast Asia · Vacation

#1848 – 2016 Year End Trip (The Destination)

ENGLISH

Every year since I moved to the Netherlands, with the exception of 2011, I always went on a trip at the end of the year: 2010 (Italy), 2012 (France and Italy), 2013 (England), 2014 (India), and 2015 (USA and Mexico).

I did not want to break the streak this year; so earlier this year I started thinking about what my options were. At first, the seemingly best candidate was to go to USA again. However, if in 2015 I went to the East Coast (Boston and New York), this time it was the West Coast, more specifically California (Los Angeles and San Francisco; and maybe a few other destinations nearby). I seriously considered this option.

However, at the time I kept failing in finding a good deal return ticket to either LAX or SFO; mainly because I was very constraint with time (due to my new job 😛 ). This went on for months in which I started to also get a more clear picture of my general (travelling) plan for 2017. As a result, another destination candidate started to look better and more optimal while California started to look less and less.

The turning point was that in July I found a return ticket with very interesting flights routing and affordable price to this other destination. So in the end, I decided to drop California this year, and instead I am going to:

Indonesia

Hahaha 😆 .

You know, I could not go to Indonesia this summer because I had to make use of all my remaining contract period at TU Delft to finish my PhD dissertation. Nonetheless, this allowed me to go there for Christmas and New Year this year, which means it will be the first time since 2009 I will be in Indonesia for this occassion 🙂 .

Speaking of the interesting routing this year, here is my routings to Yogyakarta, Indonesia in 2013, 2014, and 2015.

My previous routings. Created with gcmap.com
My previous routings. Created with gcmap.com

In 2013 I flew with Emirates to Singapore via Dubai (to catch their Airbus A380 flights) and continued with Indonesia AirAsia’s Singapore – Yogyakarta flight. In 2014 and 2015 I took the quickest possible flights between Amsterdam and Yogyakarta, with Garuda Indonesia via Jakarta.

This time, here is my routing:

My routing this year. Created with gcmap.com
My routing this year. Created with gcmap.com

Huahaha 😆 .

Yes, to go to Yogyakarta, I am flying via Rome, Shanghai PVG, and Bali 😛 . As a comparison, with Garuda Indonesia the total one way distance is 7,448 miles (11,809 km) while with this routing, it is 9,624 miles (15,488 km).

This routing will be operated with three different airlines, two of them are new to me (You see, another factor which makes this even more interesting!): Alitalia, China Eastern Airlines, and NAM Air. To be honest I do not put too much of an expectation on my China Eastern legs of this trip, as I have read mixed reviews about them, haha. But we will see!

A China Eastern's Airbus A330-200
A China Eastern’s Airbus A330-200 I spotted at Frankfurt Airport this summer. I will fly the same type.

To go back to the Netherlands, I will take a slightly different route and airlines. It will be Yogyakarta – Bali – Shanghai  PVG – Paris CDG – Amsterdam; and operated by four different airlines: Garuda Indonesia, China Eastern Airlines, Air France, and KLM. This will be slightly shorter than the departure routing, at 9,127 miles (14,688 km).

***

Anyway, unlike in 2013, 2014, and 2015 where I could spend one month, each, in Indonesia (or around), I do not have that privilege this time. I no longer work in a university so I do not have as many holiday allowances as before, haha 😆 . Well, technically I could this time, but I would not have enough allowance left for next year, which I do not want to happen 😛 . So this time I will only spend about less than two weeks there 🙂 .

I cannot wait already!! 😀

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak aku pindah ke Belanda, kecuali tahun 2011, aku selalu pergi dalam sebuah perjalanan di akhir tahun: 2010 (Italia), 2012 (Prancis dan Italia), 2013 (Inggris), 2014 (India), dan 2015 (Amerika dan Meksiko).

Tahun ini aku tidak ingin mematahkan tradisi ini; jadilah semenjak awal tahun ini aku mulai mempertimbangkan pilihan-pilihanku. Awalnya, yang nampak sebagai kandidat terbaik adalah pergi ke Amerika lagi. Namun, jika di tahun 2015 aku pergi ke sisi Pantai Timur (Boston dan New York), kali ini aku mau pergi ke Pantai Barat, lebih tepatnya California (Los Angeles dan San Francisco; dan mungkin beberapa tempat di sekitarnya). Aku sungguh mempertimbangkan pilihan ini.

Masalahnya, waktu itu aku gagal terus dalam mencari tiket-tiket pp yang oke ke LAX atau SFO; terutama karena aku sungguh terikat oleh waktu (karena pekerjaan baruku 😛 ). Ini berlangsung berbulan-bulan dimana aku juga mulai mendapatkan bayangan yang lebih jelas akan rencana (jalan-jalan)-ku secara umum untuk tahun 2017. Sebagai akibatnya, sebuah destinasi lain mulai nampak sebagai kandidat yang lebih baik dan optimal sementara California nampak semakin kurang menarik.

Titik baliknya adalah di bulan Juli dimana aku menemukan tiket pp dengan rute yang amat menarik dengan harga tiket yang oke ke sebuah destinasi lain ini. Jadilah pada akhirnya, aku resmi membatalkan niatku pergi ke California tahun ini, dan aku akan pergi ke:

Indonesia

Hahaha 😆 .

Tahu kan, aku tidak bisa pergi ke Indonesia di musim panas ini karena aku harus menggunakan keseluruhan sisa masa kontrakku di TU Delft untuk menyelesaikan disertasi S3-ku. Toh walaupun begitu, ini justru membuatku bisa pergi ke sana di masa-masa Natal dan Tahun Baru kali ini, yang mana artinya untuk pertama kalinya semenjak tahun 2009, aku akan berada di Indonesia untuknya 🙂 .

Ngomongin rute yang menarik tahun ini, berikut ini rute-ruteku yang lalu untuk pergi ke Yogyakarta di tahun 2013, 2014, dan 2015.

My previous routings. Created with gcmap.com
Rute-ruteku sebelumnya. Dibuat dengan gcmap.com

Di tahun 2013 aku terbang dengan Emirates ke Singapura via Dubai (untuk nyobain Airbus A380nya mereka) dan dilanjutkan dengan penerbangan Singapura – Yogyakartanya Indonesia AirAsia. Di tahun 2014 dan 2015 aku menaiki rute penerbangan paling singkat yang mungkin dari Amsterdam ke Yogyakarta, yaitu dengan Garuda Indonesia via Jakarta.

Nah, untuk yang kali ini, berikut ini ruteku nanti:

My routing this year. Created with gcmap.com
Ruteku tahun ini. Dibuat dengan gcmap.com

Huahaha 😆 .

Iyaa, untuk pergi ke Yogyakarta, aku transit di Roma, Shanghai PVG, dan Bali 😛 . Sebagai perbandingan, dengan Garuda Indonesia total jarak satu arahnya adalah 7.448 mil (11.809 km) sementara dengan rute ini, totalnya adalah 9.624 mil (15.488 km).

Rute ini akan dioperasikan oleh tiga maskapai yang berbeda, dua di antaranya baru untukku (Nah kan, satu faktor lagi yang membuat rute ini semakin menarik buatku!): Alitalia, China Eastern Airlines, dan NAM Air. Sejujurnya sih aku sekarang tidak berekspektasi tinggi-tinggi amat dengan China Eastern di penerbangan ini karena dari review-review yang kubaca, semuanya cenderung mixed dalam hal layanan, haha. Tapi kita lihat saja deh ya!

A China Eastern's Airbus A330-200
Sebuah Airbus A330-200nya China Eastern di Bandara Frankfurt musim panas ini. Aku akan terbang dengan pesawat bertipe sama.

Untuk kembali ke Belanda, rute dan maskapai yang akan kunaiki sedikit berbeda. Rutenya adalah Yogyakarta – Bali – Shanghai PVG – Paris CDG – Amsterdam; dan akan dioperasikan oleh empat maskapai yang berbeda: Garuda Indonesia, China Eastern Airlines, Air France, dan KLM. Rute ini sedikit lebih pendek daripada rute keberangkatannya, yaitu sejauh 9.127 mil (14.688 km).

***

Anyway, tidak seperti di tahun 2013, 2014, dan 2015 dimana aku bisa menghabiskan satu bulan, per perjalanan, di Indonesia (atau sekitarnya), kali ini aku tidak memiliki kemewahan itu. Aku tidak lagi bekerja di universitas sehingga jatah cutiku lebih terbatas, haha 😆 . Eh, sebenarnya bisa-bisa aja sih kalau mau, hanya saja akibatnya sisa jatah cutiku untuk tahun depan tidak akan banyak, yang mana jelas aku nggak mau dong ya 😛 . Jadilah kali ini aku akan berada di sana selama kurang dari dua minggu saja 🙂 .

Ah, sudah nggak sabar nih!! 😀

Asia Trip · Long Trip · Vacation

#1594 – One Month South East Asia Trip

ENGLISH

Just like last year, I am also taking a one month holiday this summer, huahaha 😆 . Of course this is possible thanks to my 50 working days holiday allowance that I have this year 😛 . And just like last year and the year before (when I also took a one month holiday), Indonesia is involved in this trip.

However, unlike last year where I stayed the whole time in Indonesia (and went on a ten day trip to Eastern Indonesia), this time I will go to some neighboring countries around Indonesia with some of my good old friends 🙂 . These countries are pretty much mainstream destinations for Indonesian travelers/tourists/visitors to visit though (thanks to the affordable flight tickets 😛 ) so they won’t be that surprising for you: Malaysia and Singapore, haha 🙂 . Actually I did propose Vietnam to my friends but we couldn’t find cheapish ticket to go there. Anyway, as usual, I will not get to the details of this trip just yet, so stay tuned 😉 .

To go to Indonesia (and back), I decided to make the same plan as last year: I am flying Garuda Indonesia because I will need just one transfer to go to/from Amsterdam from/to Yogyakarta, in Jakarta. And Garuda Indonesia is part of SkyTeam too so I can collect some frequent flyer miles as well. But then of course I bought the ticket before Garuda decided to readjust their Jakarta – Amsterdam – London service, haha. It turns out my return flight to Amsterdam will be one that gets readjusted with an extra stopover in Singapore. So on my way back, I will have to stop twice between Yogyakarta and Amsterdam. Well, not that I am complaining about this of course, as this means more time spent on flying! Haha 😆

Anyway, so I can’t wait already!!

Btw, this trip is not one of the two big trips I was talking with my friends here last May 😉 . Yes, indeed aside from my planned year-end trip to the States (and a mystery destination), I have another big trip planned in my agenda this year 😉 . And yes, I am travelling hell a lot this year 🙂 .

Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GIA at Schiphol Airport
Will I get PK-GIA again this year? I hope not (and not PK-GIC, PK-GID, or PK-GIE as well 😛 )

BAHASA INDONESIA

Seperti tahun lalu, musim panas ini aku juga mengambil cuti selama sebulan loh, huahaha 😆 . Tentu saja ini bisa kulakukan berkat jatah cutiku yang sebanyak 50 hari kerja tahun ini 😛 . Dan seperti setahun yang lalu dan setahun sebelumnya (yang mana aku juga cuti sebulan), Indonesia terlibat pula dalam liburan kali ini.

Namun, tidak seperti tahun lalu dimana aku hanya di Indonesia aja selama sebulan itu (dan jalan-jalan sepuluh hari ke Indonesia Timur), kali ini aku akan pergi ke dua negara tetangga juga bersama dengan teman-teman lama baikku 🙂 . Kedua negara ini adalah tujuan yang mainstream sih bagi traveler/turis/pengunjung dari Indonesia (berkat tiket pesawat murah 😛 ) jadi nggak akan mengejutkan banget lah: Malaysia dan Singapura, haha 🙂 . Sebenarnya aku sempat mengusulkan untuk pergi ke Vietnam sih tetapi kami nggak menemukan tiket yang murah untuk kesana. Anyway, seperti biasa, aku masih belum akan menceritakan detail rencana perjalanan ini, jadi ditunggu aja 😉 .

Untuk pergi ke Indonesia (dan kembali), aku memutuskan untuk menggunakan rencana yang sama seperti tahun lalu: aku akan terbang dengan Garuda Indonesia karena aku hanya perlu satu transit aja untuk pergi dari/ke Amsterdam ke/dari Yogyakarta, di Jakarta. Dan Garuda Indonesia jugalah anggota dari SkyTeam sehingga aku bisa mengumpulkan frequent flyer miles sekalian dong ya. Tetapi tentu aku membeli tiket ini jauh sebelum Garuda memutuskan untuk menyesuaikan rute Jakarta – Amsterdam – London mereka, haha. Ternyata penerbanganku kembali ke Amsterdam adalah penerbangan yang disesuaikan dengan satu pemberhentian ekstra di Singapura. Jadi nanti pulangnya aku harus transit dua kali deh di antara Yogyakarta dan Amsterdam. Yaaaa, nggak masalah juga sih ya tentu saja, karena ini artinya kan aku bakal terbang lebih lama! Haha 😆

Anyway, sudah nggak sabar nih!!

Btw, perjalanan ini bukanlah satu dari dua rencana perjalanan besar yang aku bicarakan dengan teman-temanku disini Mei lalu 😉 . Ya, memang di samping rencana perjalanan akhir tahunku ke Amerika (dan sebuah destinasi misteri) nanti, aku sudah merencanakan sebuah perjalanan besar lainnya di agendaku tahun ini 😉 . Dan iya, memang aku banyak banget jalan-jalannya tahun ini 🙂 .

Asia Trip · East Asia · Long Trip · Vacation

#1543 – 2015 Spring Trip (Part I: Tokyo (1))

ENGLISH

Previous post on the 2015 Spring Trip to Japan series:
1. Getting to Japan

Previously on 2015 Spring Trip: Zilko went to Japan for a conference where he would later extend his stay in Japan for a trip after the conference. After flying for 15 hours (including a transit time in Paris) from Schiphol, he finally arrived in Tokyo.

Because I stayed in Tokyo and the surrounding for twelve days, I split the story from Tokyo into three different posts with this post being the first where I focus on the first week, the week of the conference.

***

The Conference

The main reason this trip happened in the first place was this conference. So obviously this conference was an integral part of this trip which was basically the theme of the entire first week of my stay in Japan (and Tokyo).

I was very happy when I got the final scheduling of the conference a few weeks before the trip started. It turned out my presentation was assigned on the first day AND actually in the first session! To me, this was the best that could happen in a conference because (1) the pressure would go immediately just after the conference started so I would not need to bear with it for the rest of the conference and could just enjoy my time there ( 😆 ) and (2) usually people were fresh and well-aware when the conference just started (as opposed to the end of the conference where most people would have been tired) so I could get good feedbacks for my work. So I was very excited.

Presenting my work, obviously I was wearing my suit
Presenting my work, obviously I was wearing my suit

My presentation went well where I received good comment from the attendees and a few colleagues; and some people were curious in knowing my research further than what I presented in 15 minutes (there was just so much of 2+ year of work which I could present in 15 minutes obviously). So I was very happy and satisfied.

The conference itself was a very good conference for me because I found many interesting presentations which stimulated my curiosity or were quite related to my theoretical/mathematical research. “Many” because the number was more than I expected. So it was actually a very nice surprise for me.

The food the conference provided, however, was sub-par. The lunch was just a bento box and even on the last day it was only two boxes of sandwich. The conference dinner, however, was much better; obviously not as good as the one I had in London in 2013 (hell it would be extremely difficult to beat that one IMO) but it was still good. It was in a five star hotel nearby with a buffet of Japanese food. And what I especially liked from the dinner was that it was a standing party so there was a lot of opportunity to talk to many different people which was equal to more networking opportunity, which was indeed one important aspect of attending a conference 😉 .

My first ever sushi I had in Japan
My first ever sushi I had in Japan

Btw, being held in Japan, the conference also organized a tour to a secret place in Tokyo. It was a “secret” place because by expressing my interest in joining the tour, I had to sign a form where I would not take pictures or videos, write, or share anything about it, haha 😆 . Even on the day of the tour itself, they kept reminding us about it. Even they specified further that we could not: blog about it (this was actually the first thing they said, lol 😆 ); posted about it in Twitter, Instagram (well if we were not allowed to take any pictures how could we post in Instagram anyway), or any other social media platfors; checked-in in Facebook, etc. Yes, they were even secretive of the location of this secret place! Haha 😆 .

So, being regulated by the form which I signed, I can not mention anything about this secret place here.

Chiba

A Japanese road
A street in Chiba

The venue of the conference made it more convenient for me to stay in Chiba, a city to the south east of Tokyo (but because Tokyo was SO big, to me basically it looked like Chiba was already a part of Tokyo, haha 😆 ). So in my spare time I explored the city as well.

I found Chiba, well, quiet especially compared to the bustling Tokyo. In the morning and afternoon during rush hour it was quite crowded with people commuting btw. So I assumed a lot of people lived in Chiba and worked in Tokyo.

But Chiba has this super cool suspended monorail!!
But Chiba has this super cool suspended monorail!!

I visited a few places of interest in Chiba, namely the Chiba Castle and the Chiba Port Tower. At first I could not find the entrance to the tower so I thought the tower was closed. But then it turned out that the entrance was in the basement of the building. And the tower was interesting too in the sense that the sole purpose of the tower was the observation floors at the top of the tower. There was nothing in the “body” of the tower as I could see from the elevator.

The Chiba Castle in Chiba
The Chiba Castle in Chiba

The Food

To get to/from Chiba station from/to my hotel, I had to pass a shopping centre with a complete selection of restaurants. So obviously during my one week stay there, I tried a lot of these restaurants, haha 😆 . My first dinner in Japan, however, was not inside this shopping centre but just outside the railway station.

I tried quite a lot of varieties of Japanese food there in my first week, like udon, tempura, bento box, ramen, and some other Japanese food which I did not know the name, haha 😆 . And they were all delicious!!

Ichiran ramen in Chiba
Ichiran ramen in Chiba

Btw, I also tried the Japanese KFC there. And to me I did not really like it because there was no crispy chicken, haha 😆 .

TO BE CONTINUED…

Next on 2015 Spring Trip:
– More of Tokyo
– Mount Fuji
– Hokkaido
– Kansai

BAHASA INDONESIA

Posting sebelumnya dalam seri 2015 Spring Trip to Japan:
1. Getting to Japan

Sebelumnya dalam 2015 Spring Trip: Zilko pergi ke Jepang dalam rangka sebuah konferensi dimana nantinya ia akan extend masa tinggalnya di Jepang setelah konferensinya berakhir. Setelah terbang 15 jam (termasuk transit di Paris) dari Schiphol, ia akhirnya tiba juga di Tokyo.

Karena aku tinggal di Tokyo dan sekitarnya selama dua belas hari, aku membagi cerita dari Tokyo ini ke tiga posting yang berbeda dengan posting ini adalah posting pertama dimana aku fokus di minggu pertama, minggu konferensinya.

***

Konferensi

Alasan utama perjalanan ini bisa terwujud kan konferensi ini ya. Jadi jelas konferensi ini adalah bagian penting dari agendaku selama di Jepang dimana keseluruhan minggu pertamaku di Jepang (dan Tokyo) ya adalah tentang konferensi ini.

Aku amat senang ketika aku mendapatkan jadwal dari konferensi ini beberapa minggu sebelum berangkat. Jadi presentasiku diagendakan di hari pertama DAN di sesi yang pertama dong! Untukku, ini adalah skenario yang terbaik deh untuk sebuah konferensi karena (1) pressure-nya akan langsung berlalu dong ya begitu konferensinya dimulai sehingga di sisa konferensinya aku tidak harus pusing memikirkannya dan aku bisa lebih menikmati waktuku disana ( 😆 ) dan (2) biasanya peserta konferensi itu lebih segar dan sadar ketika konferensinya baru dimulai (apalagi jika dibandingkan di akhir konferensi dimana kebanyakan orang sudah pada merasa capek) sehingga aku bisa mendapatkan masukan dan umpan balik yang baik tentang risetku. Jadi aku merasa senang deh dengan penjadwalan ini.

Presenting my work, obviously I was wearing my suit
Mempresentasikan pekerjaanku, dan jelas aku memakai jas dong ya

Presentasiku berlangsung lancar dimana aku mendapatkan beberapa komentar yang baik dari para penonton dan beberapa kolegaku; dan juga beberapa orang ada yang penasaran untuk mengetahui risetku lebih mendalam daripada apa yang aku presentasikan selama 15 menit disana (jelas dong ya kalau hanya diberi waktu 15 menit untuk mempresentasikan pekerjaan yang sudah menyibukkanku selama 2 tahun lebih, banyaknya materi yang aku sampaikan juga harus menyesuaikan tentunya). Jadi aku merasa senang dan puas.

Konferensinya sendiri adalah konferensi yang bagus untukku karena aku menemukan ada banyak presentasi yang menarik yang merangsang rasa ingin tahuku dan juga beberapa yang cukup nyambung dengan riset teori/matematikaku. “Banyak” karena jumlahnya lebih daripada yang aku sangka. Jadilah ini adalah kejutan yang menyenangkan.

Hanya saja, makanan yang disediakan sayangnya di bawah rata-rata deh. Makan siangnya hanya berupa nasi kotak (baca: kotak bento, haha) saja. Bahkan di hari terakhir makan siangnya hanya dua kotak sandwich saja dong. Tetapi acara pesta makan malam konferensinya jauh lebih baik kok; yaa, jelas tidak sekeren yang aku hadiri di London tahun 2013 lah ya (yaaa, menurutku bakal susah banget lah untuk mengalahkan yang itu) tetapi masih oke juga kok. Acaranya diadakan di sebuah hotel bintang lima dengan menu makanannya buffet makanan Jepang. Dan yang aku suka dari acara makan malam ini adalah acara ini berupa standing party sehingga ada banyak sekali kesempatan untuk berbincang-bincang dengan banyak orang yang mana artinya ada lebih banyak kesempatan untuk networking dong ya, yang mana merupakan salah satu aspek penting dari sebuah konferensi 😉 .

My first ever sushi I had in Japan
Sushi pertama yang aku makan di Jepang

Btw, karena diadakan di Jepang, konferensinya juga mengadakan sebuah tur ke tempat rahasia di Tokyo loh. Tempatnya “rahasia” soalnya dengan mengatakan ingin ikutan turnya, aku harus menanda-tangani formulir dimana aku tidak akan mengambil foto atau video, menulis, atau menyebarkan informasi tentangnya, haha 😆 . Dan di hari turnya itu sendiri, kami diingatkan berkali-kali loh. Bahkan mereka menyebutkan dengan lebih detail lagi dimana kami tidak boleh: nge-blog tentangnya (serius ini yang pertama mereka sebut. Ih! 😆 ); menuliskannya di Twitter, Instagram (yaa, kalau nggak boleh mengambil foto ya otomatis nggak bisa posting di Instagram juga sih ya), atau bentuk media sosial lainnya; check-in di Facebook, dll. Yaa, pokoknya tempatnya benar-benar dirahasiakan banget dah! Haha 😆 .

Jadi, karena terikat oleh formulir yang aku tanda-tangani itu, aku tidak bisa menyebutkan apa-apa tentang tempat rahasia itu disini deh.

Chiba

A Japanese road
Sebuah jalan di Chiba

Lokasi venue konferensinya membuatku merasa lebih nyaman untuk menginap di Chiba, sebuah kota di tenggaranya Tokyo (tetapi karena Tokyo itu besar BANGET, jadi menurutku Chiba ini sudah menjadi salah satu bagiannya Tokyo deh, haha 😆 ). Jadi di waktu senggangku kotanya sekalian aku kelilingin aja dong ya.

Menurutku Chiba itu agak sepi apabila dibandingkan dengan Tokyo. Eh, kalau pagi dan sore gitu rame banget sih di saat-saat rush hour dengan semua orang yang sedang berangkat/pulang kerja. Jadi aku duga ada banyak orang yang tinggal di Chiba dan bekerja di Tokyo gitu sepertinya ya.

But Chiba has this super cool suspended monorail!!
Tetapi gitu-gitu Chiba memiliki monorel gantung (suspended) yang super keren kayak gini loh!!

Aku mengunjungi beberapa tempat menarik di Chiba, misalnya Kastil Chiba dan Chiba Port Tower. Eh, pertamanya aku tidak bisa menemukan pintu masuk ke menaranya sehingga aku kira menaranya lagi ditutup. Eh ternyata pintu masuknya ada di bawah tanahnya gitu deh, haha. Dan menaranya juga menarik karena satu-satunya fungsi dari menaranya hanyalah lantai observasi di puncaknya loh. Sama sekali tidak ada apa-apa di badan menaranya seperti yang terlihat di lift ketika naik/turun.

The Chiba Castle in Chiba
Kastil Chiba di Chiba

Makanannya

Untuk pergi ke/dari Stasiun Chiba dari/ke hotelku, aku harus melewati sebuah pusat perbelanjaan lengkap dengan banyak pilihan restoran di dalamnya. Jadi jelas dong selama seminggu aku disana, restoran-restorannya aku cobain, haha 😆 . Eh, tetapi makan malam pertamaku di Jepang bukan di pusat perbelanjaannya sih, tetapi di luar stasiun keretanya.

Aku mencoba lumayan banyak variasi makanan Jepang di minggu pertamaku itu, seperti udon, tempura, nasi bento, ramen, dan beberapa makanan Jepang lain yang aku nggak tahu namanya, haha 😆 . Dan semuanya enak-enak lho!!

Ichiran ramen in Chiba
Ramen Ichiran di Chiba

Btw, aku juga mencoba KFC-nya Jepang disana. Dan aku sih kurang suka ya karena tidak ada ayam yang crispy, haha 😆 .

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2015 Spring Trip:
– Lebih banyak lagi tentang Tokyo
– Gunung Fuji
– Hokkaido
– Kansai

Asia Trip · East Asia · Long Trip · Vacation

#1533 – こんにちは、東京から*!!

ENGLISH

* The title is supposed to read: “Hello from Tokyo, Japan!!”

Hi guys, so as what the title is supposed to say ( 😆 ), at the moment I am already in Tokyo, Japan for my Spring trip this year! Yay!!

Just a few hours ago my Japan Airlines flight JL416 with a brand new (5 months old) Boeing 787-8 Dreamliner reg JA837J (I will, for sure, write a dedicated post for this flight, soon I hope! 😛 ) landed at Tokyo-Narita International Airport.

As I said, this trip takes place because I must attend a conference which will start this coming Monday for a week in Tokyo. And I will also have to give a presentation in this conference! So now I am staying at a hotel that is not so far away from the conference site (even though it is not that close also but all hotels close to the venue had all been booked by the time I was browsing! 😦 ).

I don’t know if I am having a jetlag. But hopefully not, or if I am (which may be likely because I was just flying eastward accross eight different time zones! The most number of time zones I have ever crossed in one flight btw), it is not that, bad, haha 😆 .

I am still feeling a little bit tired but here is a small story from my culinary adventure in Tokyo tonight for dinner. I almost stopped by at a KFC but then I thought it was so sad to go to KFC on my first evening in Tokyo, haha 😆 . So I decided to stop by at a random local Japanese small restaurant. And by Japanese, I mean really Japanese, as in the sense that the owners there (an elderly couple) did not speak any English and we had to order our meals and pay for it at a vending machine just outside the restaurant. Sounds cool, doesn’t it? Well, except that the vending machine looked like this:

A Japanese vending machine
A Japanese vending machine

Yes, it was in Japanese, there was no picture, and the only thing I understood from it was the price and the menu number! Lol 😆 . Because I was feeling wild (probably because of the exhaustion 😛 ) so I decided to just pick one menu randomly. Luckily it turned out to be a good one (pork with rice, egg, and sauce which tasted quite Indian! Haha 😛 ).

Anyway, that is all for now. I really need to rest now! 😀

Cheers,

BAHASA INDONESIA

* Itu seharusnya judulnya terbaca: “Halo dari Tokyo, Jepang!!”

Halo halo, jadi seperti yang seharusnya diceritakan oleh judul di atas (haha 😆 ), sekarang ini aku sedang berada di Tokyo, Jepang dalam rangka perjalanan musim semiku tahun ini! Hore!!

Jadi ceritanya beberapa jam yang lalu, penerbangan JL416 dengan Japan Airlines-ku yang dioperasikan dengan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner yang super baru (berumur 5 bulan loh) dengan registrasi JA837J (Aku akan, jelas, menulis sebuah posting tentang penerbangan ini, mudah-mudahan segera! 😛 ) mendarat di Bandar Udara Internasional Tokyo-Narita.

Seperti yang sudah aku bilang, perjalanan ini adalah dalam rangka untuk sebuah konferensi yang akan dimulai hari Senin besok ini di Tokyo. Dan di konferensi ini aku juga harus memberikan sebuah presentasi gitu deh. Jadilah sekarang aku menginap di sebuah hotel yang nggak jauh-jauh amat dari lokasi konferensinya (walaupun nggak dekat juga sih soalnya semua hotel yang dekat-dekat sana sudah habis dong ketika aku browsing-browsing hotel! 😦 ).

Aku masih nggak tahu apakah aku sedang terkena jetlag atau engga. Mudah-mudahan sih engga ya, tetapi kalaupun iya (yang mana mungkin juga sih soalnya aku kan baru saja terbang ke arah timur melewati delapan zona waktu! Jumlah zona waktu terbanyak yang pernah aku lewati dalam sekali terbang btw), jetlag-nya nggak terlalu buruk lah, haha 😆 .

Rasanya masih capek banget nih sekarang. Tetapi berikut ini sebuah cerita singkat dari petualangan kulinerku di Tokyo malam ini. Eh, aku nyaris mampir di KFC loh untuk makan malam tetapi aku kemudian berpikir kok menyedihkan ya rasanya kalau di malam pertama di Tokyo kok makannya KFC, hahaha 😆 . Jadilah aku memutuskan untuk mampir di sebuah warung Jepang kecil random gitu deh. Dan warungnya memang Jepang banget lho dalam artian pemiliknya (suami-istri berusia paruh baya) tidak bisa berbahasa Inggris dan aku harus memesan dan membayar makananku di sebuah mesin otomatis (vending machine) di luar warungnya. Keren banget kan warungnya? Iya, kecuali bahwa vending machine-nya itu kayak gini dong penampakannya:

A Japanese vending machine
Sebuah vending machine di Jepang

Iya, semuanya ditulis dalam bahasa Jepang, nggak ada gambarnya, dan yang aku pahami cuma harga dan nomor menunya aja, hahaha 😆 . Tapi karena ceritanya aku sedang merasa liar dan gila (mungkin karena rasa capek 😛 ), aku memutuskan untuk memilih satu menu aja secara acak. Eh untungnya menu yang aku pilih lumayan juga (sebuah nasi babi dengan telur dan saus yang rasanya kayak saus ala India gitu! Haha 😛 ).

Yaa, segitu dulu deh untuk saat ini. Aku beneran perlu beristirahat deh ini sekarang 😀 .

Cheers,

Asia Trip · Long Trip · Travelling · Vacation

#1477 – 2014 Year End Trip (Destination Revealed)

ENGLISH

So, finally it is already the time now to put people out of their misery (if any, lol 😆 ) for not knowing yet the destination of my year-end trip that I have planned with my friends 😛 . It is finally the time now to reveal the destination!! Btw, this is because I have just got the visa that I need o go there! So the trip is pretty much confirmed, isn’t it? 😉 Btw, I am saving the story of the visa application process for another post 😀 .

Anyway, so, ladies and gentlemen, here is the destination of my year-end trip this year. Obviously it is a country where I, as an Indonesian, need a visa to visit (as of 2014). It is a country in the continental Asia. It is a country with a population of more than one billion people. Ok, so now we have narrowed down the options into only two countries, right? And the next clue is the done deal that will specifically tell which one of these two is the country that I am visiting. It is a country where I have never been to. So it cannot be China since I have been to China twice, in 2002/2003 and in 2010. Yes, it is: INDIA!! 😀

I am going to India! Source: http://brooshaaltimes.com/wp-content/uploads/2014/02/india.gif
I am going to India! Source: http://brooshaaltimes.com/wp-content/uploads/2014/02/india.gif

First, let me tell you the background story of this trip, which dated back to 2010.

***

The idea of going to India started to come to the surface during my 2010 year end trip to Italy. I was travelling with a group of friends at that time, and one of them was Indian. And at some point she was like “We should go to India some time, it will be fun“. And at that time we were like “Why not“, haha 😆 .

However, the super busyness of taking a Masters degree in TU Delft in addition to the only two years duration of a Master degree in the Netherlands prevented this talk from becoming any further than just being words. We did though, at one point, made a scratch plan; but it ended up remaining as just a plan. And finally, now, that it had been approximately more than two years since we finished our Master degree, we thought of why not making this talk that we had almost four years ago into a reality. We discussed about this plan since earlier this year. And in July, we checked KLM’s website, found a good deal, and booked the tickets right away.

There was a slight deviation from the original plan though. Two of our friends (who were a couple) who were originally also going with us to India and were super enthusiastic about the trip had to drop off because they were expecting a baby. Awwww. I feel sad that they could not come with us but at the same time I am also very happy for them! 🙂

Anyway, back to topic, so there will be the six of us going to India on this trip. And it will be quite an international group, as there is one Indonesian (me), one Indian, one Canadian, and three Dutch.

***

To me, I try not to have any expectation about this trip. You know, sometimes an expectation that is too high leads to disappointment. But specifically for India’s case; well, I have read many articles that India is the type of country where either you will love it or you will hate it. To me, without any other extra information, it is like saying there is a 50% chance that you will like it, and 50% chance that you won’t. Coupled with the theory about our own expectation about a destination above, to maximize the probability that I will like it, I decide to set no expectation at all, haha 😆 . Okay, it will be impossible to actually set “no” expectation at all, but what I am trying to say is that I am setting my expectation to the minimum.

Personally, one of the main reasons I say yes to this trip is that we are travelling with a group of friends, and one of us is actually Indian. Obviously she knows a lot about India so she knows what to do, how to deal with certain situations, where to go to and stay at, etc there. I think it would have been much more “difficult” to go to India, and a different story, had I travelled on my own. I feel like this is quite a unique opportunity that I should not miss; especially at my age, haha 😀 .

So, yeah, India, bring it on! 🙂

***

As we are spending three weeks in India, naturally we are also going to cover quite some destinations. We will spend ten days in South India, four days in Goa in the west, and one week in North India before coming back to Europe. I don’t feel like writing the exact details of the itinerary now, so I will just leave it like that. 🙂

And I have to say that this trip does look exciting, at least from the places that we are going to cover. On top of that, we are going to fly with several different Indian airlines, with several different airplane types too; so naturally I am excited. See, this is already some expectations that I have! 😛

BAHASA INDONESIA

Nah, akhirnya sekarang ini adalah saatnya untuk mengakhiri penderitaan mereka yang penasaran banget (ih, memang ada? *GR mode on*) ingin tahu tujuan dari perjalanan akhir tahunku yang sudah aku rencanakan dengan beberapa temanku 😛 . Ya, sekarang adalah saatnya untuk mengungkapkan tujuannya!! Btw, ini karena aku baru saja mendapatkan visa untuk kesana! Jadi sedikit banyak perjalanannya sudah terkonfirmasi dong ya? 😉 Btw, aku menyimpan cerita tentang aplikasi visanya untuk posting tersendiri 😀 .

Anyway, jadi, saudara dan saudari sekalian, berikut ini tujuan perjalanan akhir tahunku tahun ini. Jelas ini adalah destinasi dimana kita, sebagai orang Indonesia, membutuhkan visa untuk pergi kesana (per tahun 2014). Ini adalah sebuah negara di benua Asia. Ini adalah negara dengan populasi lebih dari satu milyar. Ok, ini artinya kita sudah mengerucutkan kemungkinan menjadi dua negara saja ya? Dan petunjuk berikutnya adalah petunjuk yang menunjukkan yang mana dari dua kemungkinan negara ini yang akan aku kunjungi. Ini adalah negara yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Ya, jadi ini tidak mungkin Tiongkok karena aku sudah pernah ke Tiongkok dua kali, di tahun 2002/2003 dan di tahun 2010. Ya, artinya tidak lain dan tidak bukan, destinasi ini adalah: INDIA!! 😀

I am going to India! Source: http://brooshaaltimes.com/wp-content/uploads/2014/02/india.gif
Aku akan pergi ke India! Sumber: http://brooshaaltimes.com/wp-content/uploads/2014/02/india.gif

Pertama-tama, aku akan bercerita mulai dari latar belakang perjalanan ini, yang mana asal-muasalnya adalah di tahun 2010.

***

Ide pergi ke India pertama kali muncul ke permukaan dalam acara perjalanan akhir tahun 2010ku ke Italia. Kala itu, aku sedang jalan-jalan liburan bersama beberapa teman, dan salah satunya berasal dari India. Dan di suatu waktu, dia berkata “Kapan-kapan kita harus ke India bareng-bareng deh, pasti bakal seru“. Dan waktu itu reaksi kami adalah “Okee, why not”, huahaha 😆 .

Namun, sayangnya kesibukan dari studi Master (S2) di TU Delft ditambah durasinya yang hanya dua tahun di Belanda telah menghambat rencana ini untuk menjadi lebih dari sekedar omongan saja. Di satu waktu, sebenarnya kami sempat membuat rencana kasar lho; tetapi ya ini hanya menjadi sekedar rencana saja. Tetapi pada akhirnya, sekarang ini, yang mana sudah sekitar dua tahun lebih semenjak kami semua menyelesaikan studi S2 kami, kami berpikir mengapa obrolan empat tahun lalu ini tidak dijadikan kenyataan saja. Kami mendiskusikan ulang rencana ini awal tahun ini. Dan akhirnya, di bulan Juli kemarin itu, kami mengecek website-nya KLM dan kami menemukan harga yang lumayan oke lah, dan langsung membeli tiketnya.

Ada sedikit perubahan rencana sih sayangnya. Dua dari teman kami (yang mana merupakan pasangan) yang awalnya juga akan pergi ke India bersama kami dan sangat antusias banget untuk perjalanan ini harus membatalkan keikut-sertaan mereka karena mereka akan punya anak. Awwww. Sedih sih rasanya mereka jadi tidak bisa ikutan pergi bersama tetapi di saat yang sama aku juga merasa bahagia banget untuk mereka! 🙂

Anyway, kembali ke topik, grup kami ke India jadinya beranggotakan enam orang. Dan ini akan menjadi grup yang lumayan internasional loh, karena ada satu orang Indonesia (aku), satu orang India, satu orang Kanada, dan tiga orang Belanda.

***

Untukku sendiri, aku berusaha untuk tidak memiliki ekspektasi apa-apa untuk perjalanan ini. Tahulah, kadang ekspektasi yang terlalu tinggi itu justru mengakibatkan datangnya kekecewaan kan. Apalagi khusus untuk India ini, aku banyak membaca artikel yang menyebutkan bahwa India ini adalah tipe negara yang antara kita akan suka banget atau kita nggak suka banget. Nah loh. Untukku, tanpa informasi lebih jauh, ini berarti ada kemungkinan 50% aku akan menyukainya dan ada kemungkinan 50% lagi aku tidak akan menyukainya. Digabungkan dengan teori tentang ekspektasi yang terlalu tinggi itu, untuk memaksimalkan peluangku menyukainya, aku memutuskan untuk tidak memiliki ekspektasi sama sekali deh, haha 😆 . Oke, memang sih nggak mungkin lah ya untuk sama sekali “tidak” memiliki ekspektasi, tetapi yang ingin aku bilang adalah aku membuat ekspektasiku seminimum mungkin.

Secara pribadi sih, alasanku untuk menerima tawaran pergi bareng dalam perjalanan ini adalah karena aku akan pergi bersama satu grup teman, dan salah satu dari kami kebetulan adalah orang India. Jadi jelas dia tahu banyak tentang India dong ya jadi ia tahu disana harus bagaimana, bagaimana menghadapi beberapa situasi, sebaiknya pergi kemana, menginap dimana, dll. Aku rasa akan lebih “sulit” untuk pergi ke India, dan ceritanya berbeda sekali, apabila aku harus pergi sendiri. Aku rasa ini adalah kesempatan yang unik yang sebaiknya tidak aku lewatkan; terutama mumpung umurku masih segini, haha 😀 .

Jadi, ya, India, aku datang! 🙂

***

Karena kami akan menghabiskan tiga minggu di India, jelas kami akan pergi ke beberapa tempat tujuan. Kami akan menghabiskan sepuluh hari di India selatan, empat hari di Goa di daerah barat, dan seminggu di India utara sebelum kembali ke Eropa. Aku merasa detailnya bagaimana tidak perlu aku tulis disini sekarang deh, jadi segini saja yang akan aku tulis. 🙂

Dan harus aku bilang bahwa perjalanan ini nampaknya akan seru nih, setidaknya dari tempat-tempat yang akan kami kunjungi. Ditambah lagi, kami akan terbang dengan beberapa maskapai India yang berbeda-beda dengan tipe pesawat yang juga berbeda-beda loh; jelaslah aku excited. Nah kan, ini sudah merupakan sebuah bentuk ekspektasi nih! 😛