Asia Trip · Indonesia Trip · Southeast Asia · Vacation

#2028 – November 2017 Indonesia Trip (Part II: Jakarta)

ENGLISH

Posts in the November 2017 Indonesia Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Indonesia
3. Part II: Jakarta
4. Part III: Yogyakarta
5. Part IV: The Wedding
6. Part V: Solo
7. Part VI: Back to Europe

From Soekarno-Hatta International Airport, I took a taxi to go straight to my hotel in downtown Jakarta. It was Sunday so the traffic was really clear, haha. Long story short, I arrived at the hotel, checked-in, and went to my room to leave my bags.

My original plan was to rest a little bit at the hotel while waiting for my friend who lived in Jakarta. I told him I would send a message once I was at the hotel. When I got connected to the wifi, it turned out he already asked my whereabout and upon telling him I just checked-in, he mentioned he was already like 10 minutes away! Well, I guess I wouldn’t be able to rest for too long then 😛 .

The hotel room in Jakarta

I picked my friend up at the lobby and we went to my room as I still needed to organize some of my stuffs. As I mentioned in this post I published while in Jakarta, the main reason I stayed for one night there was for the fitting of my customized suit. I took a quick shower to freshen up before going to Grand Indonesia just nearby where the tailor was located.

The appointment was at 6 PM so I had a hell lot of time to spend before that. But first things first, we had lunch at the foodcourt in the fifth floor. I obviously ordered the legendary “Bakmi GM” along with its famous “pangsit goreng” (fried wonton).

Bakmi GM and pangsit goreng

From there, we walked around the big mall. There were quite many big sale from many shops going on there, and I ended up buying a shirt and a t-shirt. My friend even went crazier, haha.

At 4:30 PM, we found the tailor and my friend suggested me to drop by despite being 90 minutes too early. Who knew I could already fit the suit. I agreed, and indeed the suit was ready. Amazingly, despite having never met anyone from the tailor (They got my measurement only from a formal shirt I bought during my visit to Indonesia last year which we sent to them), everything was perfect, including the formal white shirt and the black trousers! We concluded that there was no need for any alteration and they would ship them to Yogyakarta later that evening with a One Day Service.

The famous water fountain at Grand Indonesia

My agenda completed, we went around the mall again before having dinner at a restaurant in the top floor serving Indonesian-style ribs. From there, we went to a supermarket to buy some stuffs before going back to the hotel because I started to feel really tired! Haha 😛

Jakarta in November

My friend and I chatted for hours before he had to leave as he would need to get up early for work the next day. For me, I then took a relaxing bath in warm water before heading to bed, haha 😆 .

I got up quite late on Monday. My plan was to just take things easy; to go straight to the airport just after checking-out at around noon. I already pre-ordered a taxi, whom already waited for me in the lobby when I was leaving. The traffic was relatively clear today, with “mild” traffic jam nearby the airport, haha. I got off at the brand new Terminal 3 Ultimate of Soekarno-Hatta International Airport.

Garuda Indonesia GA 216 (CGK – JOG)


Flight: Garuda Indonesia GA 216
Equipment: Boeing 737-800 reg PK-GFX
ATD: 19:02 WIB (Runway 25R of CGK)
ATA: 19:51 WIB (Runway 09 of JOG)

I was still excited to finally have the experience of using Terminal 3 Ultimate, haha. Indeed, the terminal was much, much better than Terminal 2 (let alone Terminal 1, lol 😆 )! It felt really spacious and modern!

The check-in area of Terminal 3 Ultimate, Soekarno-Hatta International Airport

I checked-in at the Sky Priority counter and got my boarding pass. The Sky Priority security lane also looked really exclusive! Another element I was looking forward too was the new Garuda Indonesia Lounge at the brand new terminal. The lounge turned out to be quite comfortable and spacious. Warm food was also abundantly available but there were little choices for snack.

The Garuda Indonesia Lounge at Terminal 3 Ultimate

Long story short, I left the lounge to go to Gate 13 where my flight would depart from. Again, boarding at Terminal 3 Ultimate amazed me because the air bridge was lit with really cool blue-purple lighting! 😛 It turned out my flight to Yogyakarta would be operated with PK-GFX, one of Garuda Indonesia’s Boeing 737-800s that were equipped with Sky Interior.

A really cool boarding gate at Terminal 3 Ultimate

We departed on time, but of course there was a long queue to use the departure runway where our flight was number six in the line at the time of arrival. Long story short, finally we got our turn to depart and we took off from runway 25R.

A Garuda Indonesia’s Boeing 737-800 reg PK-GFX at Terminal 3 Ultimate

It was a regular, pleasant, short-haul flight with Garuda Indonesia that evening. There were quite some minor turbulences along the way, which was normal for Indonesia’s rainy season. A snack box and drink service were provided during the course of this short flight. At 19:51, we landed at my favorite runway of Adisutjipto Airport, runway 09, during light rain and so it was not the smoothest landing ever, haha 😛 .

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri November 2017 Indonesia Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Indonesia
3. Part II: Jakarta
4. Part III: Yogyakarta
5. Part IV: The Wedding
6. Part V: Solo
7. Part VI: Back to Europe

Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, aku naik taksi untuk langsung pergi ke hotelku di kota Jakarta. Hari itu hari Minggu sehingga lalu-lintasnya lancar banget, haha. Singkat cerita, tibalah aku di hotel, check-in, dan kemudian pergi ke kamarku untuk meletakkan barang-barangku.

Rencana awalku adalah untuk beristirahat sejenak di hotel sambil menunggu temanku yang memang tinggal di Jakarta. Ia kuberi-tahu akan aku kirimi pesan begitu aku tiba di hotel. Begitu aku terkoneksi dengan wifi, ternyata ia sudah bertanya posisiku sudah dimana dan ketika kubilang aku baru saja check-in, ternyata ia bilang ia sudah tinggal 10an menit lagi sebelum sampai di hotelku! Yah, kayaknya kalau gini mah aku nggak bakal bisa beristirahat lama-lama juga sih ya 😛 .

Kamar hotelku di Jakarta

Temanku aku jemput di lobby hotel dan kami pergi ke kamarku dulu karena aku harus merapikan barang-barang bawaanku. Seperti yang kusebutkan di posting yang aku publikasikan ketika di Jakarta ini, alasan utamaku menginap disana adalah untuk fitting jas customized-ku. Aku kemudian mandi kilat untuk menyegarkan diri sebelum pergi ke Grand Indonesia di dekat situ dimana penjahitnya berada.

Waktu perjanjiannya sih jam 6 sore sehingga aku ada banyak waktu sebelum itu. Tetapi pertama-tama, jelas dong kami makan siang dulu di foodcourt di lantai lima. Jelas aku memesan Bakmi GM yang legendaris itu, lengkap dengan pangsit gorengnya yang enak banget itu, haha.

Bakmi GM dan pangsit goreng

Dari sana, kami berkeliling mall-nya yang besar banget itu. Ada banyak big sale dari toko-toko besar loh waktu itu, dan pada akhirnya aku malah jadi membeli kemeja dan kaus baru. Temanku bahkan memborong lebih banyak lagi, haha.

Jam 4:30 sore, kami menemukan lokasi penjahitnya dan temanku bilang untuk mampir aja walaupun terlalu awal 90 menit. Siapa tahu juga kan jasnya sudah siap untuk di-fitting. Aku setuju, dan ternyata betul jasnya sudah siap, haha. Kerennya, walaupun aku belum pernah bertemu dengan siapa pun secara langsung dari penjahitnya (Mereka hanya mendapatkan ukuran tubuhku dari baju resmi yang kubeli di perjalananku ke Indonesia tahun lalu yang kami kirimkan ke mereka), semua ukurannya sudah sempurna dan pas banget loh, termasuk kemeja formal putih dan celana panjang hitamnya! Kami berkesimpulan ini sudah tidak perlu diubah-ubah lagi sehingga mereka akan langsung mengirimkannya ke Yogyakarta nanti malamnya dengan layanan One Day Service.

Air mancur yang terkenal itu di Grand Indonesia

Agendaku terpenuhi, jadilah kami jalan-jalan lagi di mallnya sebelum akhirnya makan malam di sebuah restoran di lantai atas yang melayani menu iga ala Indonesia. Dari sana, kami mampir di supermarket untuk membeli beberapa makanan sebelum akhirnya kembali ke hotel karena aku merasa capek banget! Haha 😛

Jakarta di bulan November

Temanku dan aku ngobrol selama beberapa jam setelahnya sebelum ia harus pulang karena keesokan harinya harus bangun pagi untuk berangkat kerja. Untukku, setelahnya aku mandi berendam dengan air hangat sebelum akhirnya tidur. Enak banget lah, hahaha 😆 .

Aku bangun cukup siang di hari Seninnya. Rencanaku adalah santai-santai saja di hari ini; untuk langsung ke bandara setelah check-out sekitar jam 12 siang. Sebelumnya aku sudah minta untuk dipesankan sebuah taksi, yang sudah menungguku di lobby hotel ketika aku check-out. Lalu lintas ke bandara relatif lancar waktu itu, dengan kemacetan “kecil” di dekat bandara, haha. Aku kemudian diturunkan di Terminal 3 Ultimate yang baru Bandara Soekarno-Hatta itu.

Garuda Indonesia GA 216 (CGK – JOG)


Penerbangan: Garuda Indonesia GA 216
Pesawat: Boeing 737-800 reg PK-GFX
ATD: 19:02 WIB (Runway 25R of CGK)
ATA: 19:51 WIB (Runway 09 of JOG)

Aku masih excited loh karena akhirnya aku bisa merasakan juga Terminal 3 Ultimate yang katanya bagus banget itu, haha. Memang kok, terminalnya jauh lebih bagus daripada Terminal 2 (apalagi Terminal 1, haha 😆 )! Memang terasa amat lapang dan modern!

Area check-in di Terminal 3 Ultimate, Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Aku check-in di konter Sky Priority dan mendapatkan boarding pass-ku. Jalur sekuriti khusus Sky Priority-nya juga nampak eksklusif banget! Satu elemen lain yang juga membuatku penasaran adalah Lounge Garuda Indonesia baru di terminal baru ini. Lounge-nya ternyata memang cukup nyaman dan luas juga. Makanan hangat banyak tersedia tetapi sayangnya aku tidak menemukan banyak pilihan makanan ringan.

Lounge Garuda Indonesia di Terminal 3 Ultimate

Singkat cerita, aku meninggalkan lounge untuk pergi ke Gate 13 darimana penerbangangku akan berangkat. Lagi, boarding di Terminal 3 Ultimate itu keren banget ya soalnya gabaratanya diterangi dengan lampu berwarna biru-ungu yang nampak kece banget! 😛 Penerbanganku ke Yogyakarta hari ini ternyata akan dioperasikan dengan PK-GFX, salah satu Boeing 737-800nya Garuda Indonesia yang dilengkapi dengan Sky Interior.

Gerbang keberangkatan yang kece banget di Terminal 3 Ultimate

Kami berangkat tepat waktu, tetapi tentu saja ada antrian panjang untuk menggunakan landasan pacu keberangkatannya dimana penerbangan kami bernomor-urut enam ketika tiba di antriannya. Singkat cerita, akhirnya giliran kami tiba dan kami lepas landas dari landasan pacu 25R.

Sebuah Boeing 737-800 milik Garuda Indonesia dengan rego PK-GFX di Terminal 3 Ultimate

Ini adalah penerbangan reguler jarak-pendek yang nyaman dengan Garuda Indonesia malam itu. Ada beberapa turbulensi kecil di sepanjang jalan, wajar sih untuk musim hujan di Indonesia seperti waktu itu kan. Satu kotak snack dan layanan minuman diberikan di penerbangan pendek ini. Jam 7:51 malam, pesawat mendarat di landasan pacu favoritku di Bandara Adisutjipto, landasan pacu 09, ketika sedang hujan gerimis. Jadilah memang pendaratannya bukanlah pendaratan yang paling mulus, haha 😛 .

BERSAMBUNG…

Advertisements
Asia Trip · Aviation · Indonesia Trip · Southeast Asia · Trip Report · Vacation

#2026 – November 2017 Indonesia Trip (Part I: Getting to Indonesia)

ENGLISH

Posts in the November 2017 Indonesia Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Indonesia
3. Part II: Jakarta
4. Part III: Yogyakarta
5. Part IV: The Wedding
6. Part V: Solo
7. Part VI: Back to Europe

I chose Garuda Indonesia’s non-stop Amsterdam – Jakarta flight GA89 to get to Indonesia this time. This was actually my third time flying this route, as the first two times were three and two years ago, both during the summer.

Starting in late October, Garuda Indonesia operated their Amsterdam route exclusively with their two-class Boeing 777-300ER, a news which I liked because it meant the possibility for me to add new registrations into my logbook. And it turned out I was lucky because Garuda deployed PK-GIK to Amsterdam for my flight today! Aside from being a new registration for me, PK-GIK was also Garuda’s newest Boeing 777-300ER! Yay! :mrgreen:

A Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER reg PK-GIK was on its way to Amsterdam. A screenshot from flightradar24.com

Anyway I left my apartment to arrive at Schiphol just in time before check-in opened. Thanks to my SkyTeam Elite Plus status from Air France/KLM, I could block a seat in the first row of economy class for free (Otherwise I would have had to pay US$80 extra one way for this seat. Yay! 😀 ). I also checked-in my luggage (which I got 50 kg allowance thanks to my status 😛 ) and got my boarding pass. As usual, then I cleared security and immigration, and waited for the flight at KLM’s Crown Lounge.


Flight: Garuda Indonesia GA 89
Equipment: Boeing 777-300ER reg PK-GIK
ATD: 16:09 CET (Runway 24 of AMS)
ATA: 11:14 WIB (Runway 07R of CGK)

Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER reg PK-GIK at Schiphol Airport

I went to the gate a little bit too early, where PK-GIK wasn’t even towed to the gate yet when I arrived there, haha. Long story short, boarding commenced a little bit late and I settled onto my 21K seat. The seat was very comfortable as I got two windows for myself, ample of leg room (for economy standard), and basically free access to the aisle due to the legroom. As a result, I would not need to bother my seatmates whenever I wanted to “go out” of my seat throughout the flight! :mrgreen: The first thing I did after sitting down, however, was to charge my phone via the USB port attached to the seat. Haha 😛

My seat 21K on PK-GIK
Charging my phone

I observed the flight was quite full today; while the load factor was certainly not at 100%, I estimated it would be somewhere around 70-80%; not too bad in my opinion considering PK-GIK being configured in two-class, meaning significant increase in capacity in economy class. After the doors were closed, we departed from the gate. The safety demo was played and the flight attendants distributed mineral water. At 16:09, we took off from runway 24 of Schiphol under the rainy Dutch Fall weather.

Taking off from runway 24 of Schiphol during rain

Just after take-off, a snack service was provided which consisted of a bag of peanuts and the flight attendants went another round to distributed the amenity kits, which consisted of a pair of socks, a pair of ear plug, and an eye pad (which is quite a “luxury” in long-haul economy class as not all airlines provided these! Garuda, you rock!).

A mandatory selfie because I paid for the wifi

I decided to purchase the wifi access for the duration of the flight, which price I found fair enough. The cabin was then dimmed with purple mood lighting and the purser announced the planned service throughout the flight. The sun set not long after take-off, probably when we were already somewhere above Czech Republic, thus providing me with this beautiful view from my window:

A sunset view

About an hour after take-off, the dinner service was provided. The choice was chicken with rice or beef with potatoes. I opted for the latter where the beef was served in mustard sauce and potato wedges, which was delicious. I accompanied the dinner with Fantastic Beast and Where to Find Them which I watched at the AVOD screen. I started to feel sleepy after the dinner and the movie; but then I made a “mistake” by going to the lavatory which for whatever reason made me “awake” again, lol 😆 .

The complimentary dinner service on board flight GA89

Nonetheless, I decided to try to sleep anyway by wearing my eye pad, though unfortunately it ended with no avail. Some light snacks (chips, energy bars, and peanuts) were served in the galley, btw. And about eight hours into the flight, the in-between fuel service, in the form of chocolate muffin, was served. The flight attendants were also very attentive. I was wearing my eye pad trying to sleep during the service, so she quietly placed two (!) muffins and a mineral water on my tray (which I intentionally left open as a place holder) without me noticing!

The in-between fuel service: chocolate muffin

I was able to sleep for about an hour after that, and I woke up when we were already above the Bay of Bengal. I noticed the light was already out outside so I peeked out the window and got the following beautiful morning view:

A morning view above the Bay of Bengal

At this point, I decided I would not sleep anymore as we were already approaching Indonesia anyway. So I turned on the AVOD and watched Despicable Me 3, haha. It was a nice coincidence btw that I watched Despicable Me 2 also on board flight GA89 to Indonesia two years ago! 😛

The flight entered Indonesia from the north of Sabang, then passed Lake Toba down along the island of Sumatra to Jakarta. During this time, the breakfast service was provided where the options was a chicken frittata or beef with yellow rice. I opted for the latter which was quite delicious too!

The breakfast service on board flight GA89

At about 11 AM, the flight started its descend towards Soekarno-Hatta International Airport and the cabin crews prepared for landing.

Earlier the first officer mentioned we would land at runway 25R, but eventually we landed at runway 07R of Soekarno-Hatta International Airport. Here is the landing video:

PK-GIK then had to make the long taxi all the way to Terminal 3 Ultimate. I was quite excited about this because it would be my first time ever using this brand new terminal! Haha 😛 . I got off from PK-GIK and entered the arrival area, which turned out to be just an alley leading to immigration and the arrival hall.

Speaking of immigration, upon check-in at Schiphol I was given the following card:

A Fast Track card

thanks to my SkyTeam Elite Plus status. Yep, a “Fast Track” card so I could use the priority lane at immigration in Jakarta! It was quite helpful as there were a few international arrivals at around the same time! Yeay Garuda! 😀

The baggage area of Terminal 3 Ultimate

My luggage was also one of the first to come out in the carrousel thanks to the priority label. I then went out the terminal building and got a taxi to go to Jakarta for the first time in more than seven years.

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri November 2017 Indonesia Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Indonesia
3. Part II: Jakarta
4. Part III: Yogyakarta
5. Part IV: The Wedding
6. Part V: Solo
7. Part VI: Back to Europe

Aku memilih untuk terbang dengan penerbangan non-stop Garuda Indonesia Amsterdam – Jakarta GA89 untuk berangkat ke Indonesia kali ini. Ini adalah kali ketiga aku menaiki peenrbangan ini, dengan yang dua pertama adalah tiga dan dua tahun yang lalu, yang mana keduanya adalah di musim panas.

Mulai Oktober lalu, Garuda Indonesia mengirimkan pesawat Boeing 777-300ER yang dikonfigurasi dengan dua kelas saja untuk rute Amsterdam, sebuah berita yang kusukai karena berarti aku jadi berkesempatan menambah registrasi baru ke dalam logbook-ku. Dan ternyata aku beruntung karena Garuda mengirimkan PK-GIK ek Amsterdam kali ini! Selain registrasi baru, PK-GIK jugalah Boeing 777-300ERnya Garuda yang paling baru! Hore! :mrgreen:

Sebuah Boeing 777-300ER milik Garuda Indonesia dengan rego PK-GIK dalam perjalanan ke Amsterdam. Screenshot dari flightradar24.com

Anyway aku berangkat dari apartemenku ke Schiphol pas ketika check-in dibuka. Dengan status SkyTeam Elite Plus-ku dari Air France/KLM, aku bisa mem-block seat kursi di deretan pertama ekonomi dengan gratis loh (Tanpa status itu, aku harus membayar ekstra US$80 sekali jalan untuk kursi ini. Lumayan lah ya! 😀 ). Aku juga meng-check-in-kan bagasiku (yang mana aku mendapatkan jatah 50 kg dengan statusku 😛 ) dan mendapatkan boarding pass. Seperti biasa, setelah pemeriksaan sekuriti dan imigrasi, aku menunggu di Crown Lounge-nya KLM.


Penerbangan: Garuda Indonesia GA 89
Pesawat: Boeing 777-300ER reg PK-GIK
ATD: 16:09 CET (Runway 24 of AMS)
ATA: 11:14 WIB (Runway 07R of CGK)

Sebuah Boeing 777-300ERnya Garuda Indonesia dengan rego PK-GIK di Bandara Schiphol

Aku sampai di gerbang agak terlalu awal hari ini, dimana bahkan PK-GIK belum di-tow ke sana ketika aku tiba, haha. Singkat cerita, boarding dimulai sedikit terlambat dan aku duduk nyaman di kursi 21K-ku. Oh iya kursinya enak lho dimana aku mendapatkan dua jendela untukku sendiri, leg room yang lapang banget (untuk ukuran ekonomi), dan pada dasarnya akses bebas ke lorong karena leg room-nya yang lapang itu. Sebagai akibatnya, aku nggak harus mengganggu orang yang duduk di sebelahku untuk “keluar” dari kursiku di sepanjang penerbangannya! :mrgreen: Hal pertama yang kulakukan setelah duduk adalah meng-charge hapeku dengan USB port yang berada di kursinya. Haha 😛

Kursi 21K di dalam PK-GIK
Meng-charge hapeku

Aku amati penerbangan hari ini cukup penuh juha; walaupun memang nggak 100% sih, aku estimasi sekitar 70-80% lah; lumayan sih menurutku mengingat PK-GIK dikonfigurasi dengan dua kelas, yang mana berarti peningkatan kapasitas yang signifikan di kelas ekonomi. Setelah pintu ditutup, penerbangan berangkat. Video keselamatan dimainkan dan para pramugari kemudian membagikan air putih botolan kepada penumpang. Jam 16:09, pesawat lepas landas dari landasan pacu 24 Bandara Schiphol di bawah guyuran hujan Belanda di musim gugur.

Lepas landas dari landasan pacu 24 Bandara Schiphol ketika hujan.

Setelah lepas landas, layanan snack ringan dibagikan yang mana terdiri dari sebungkus kacang dan minuman; dan setelahnya pramugari kembali berkeliling membagikan amenity kits yang terdiri dari sepasang kaus kaki, sepasang sumbat telinga, dan sebuah penutup mata (yang mana merupakan suatu “kemewahan” loh di penerbangan ekonomi jarak-jauh karena tidak semua maskapai menyediakannya! Garuda, kamu keren!).

Wajib selfie dong karena aku kan membeli paket wifi-nya.

Aku juga memutuskan untuk membeli akses wifi untuk keseluruhan durasi penerbangan, yang mana menurutku harganya pantas lah. Mood lighting keunguan kemudian dimainkan di dalam akbin dan purser mengumumkan layanan di sepanjang penerbangan. Matahari terbenam tak lama kemudian, ketika kami berada di atas Ceko, yang mana pemandangan dari jendelanya keren banget kayak gini:

Pemandangan matahari terbenam

Sekitar satu jam setelah lepas landas, layanan makan malam dibagikan. Pilihannya adalah ayam dengan nasi atau daging sapi dengan kentang. Aku memilih yang kedua yang mana daging sapinya dimasak dengan saus mustard dan dilengkapi dengan potato wedges, yang mana enak! Aku makan malam sambil menonton Fantastic Beast and Where to Find Them dari layar AVODnya. Setelah makan malam dan selesai menonton film, aku mulai merasa ngantuk; tetapi kemudian aku membuat “kesalahan” dengan pergi ke toilet karena entah mengapa, ketika kembali duduk aku jadi “nggak ngantuk” lagi dong, haha 😆 .

Layanan makan malam di penerbangan GA89 kali ini.

Toh aku tetap memaksakan diri untuk mencoba tidur, yang mana akhirnya gagal juga, haha. Beberapa cemilan ringan (chips, energy bars, dan kacang) disajikan di galley, btw. Sekitar delapan jam setelah berangkat, layanan in-between fuel yang kali ini berupa kue muffin coklat dibagikan. Pramugarinya perhatian banget lho. Ceritanya aku kan mengenakan eye pad untuk mencoba tidur, ia kemudian meletakkan dua (!) buah muffin dan air mineral di tray-ku lho (yang memang sengaja aku buka untuk menaruh barang) tanpa membangunkanku!

Layanan in-between fuel kali ini: coklat muffin

Aku akhirnya berhasil tidur juga selama sekitar satu jam setelahnya, dan aku terbangun kembali di atas Teluk Bengal. Aku perhatikan sepertinya di luar sudah terang, jadilah aku mengintip keluar jendela dan mendapatkan pemandangan pagi kece ini:

Pemandangan pagi di atas Teluk Bengal

Di waktu ini, aku memutuskan untuk nggak tidur lagi lah karena toh sudah hampir masuk Indonesia juga kan. Jadilah layar AVODnya kunyalakan lagi dan aku menonton Despicable Me 3, haha. Kebetulan lho dimana aku menonton Despicable Me 2 juga di peenrbangan GA89 ke Indonesia dua tahun yang lalu! 😛

Pesawat memasuki area Indonesia dari arah utara Sabang, kemudian terbang di atas Danau Toba dan di atas pulau Sumatra menuju Jakarta. Di waktu ini, layanan sarapan dibagikan. Pilihannya adalah frittata ayam atau daging sapi dengan nasi kuning. Aku memilih yang kedua yang mana enak juga!

Layanan sarapan di penerbangan GA89

Sekitar jam 11 pagi, pesawat mulai turun menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan awak kabin mulai bersiap-siap untuk mendarat.

Sebelumnya, first officer menyebutkan kami akan mendarat di landasan pacu 25R, tetapi akhirnya kami mendarat di landasan pacu 07R Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Berikut ini video pendaratannya:

PK-GIK harus taxiing agak jauh menuju Terminal 3 Ultimate. Aku lumayan excited dengan ini karena ini adalah kali pertama aku akan menggunakan terminal baru ini! Haha 😛 . Aku turun dari pesawat dan memasuki area kedatangan, yang mana ternyata hanya lah lorong untuk menuju imigrasi dan area pengambilan bagasi.

Ngomongin masalah imigrasi, ketika check-in di Schiphol aku diberikan kartu khusus ini:

Kartu Fast Track

karena status SkyTeam Elite Plus-ku. Iya, kartu “Fast Track” dimana aku bisa menggunakan jalur prioritas di antrian imigrasi di Jakarta! Ini lumayan membantu lho karena waktu itu ada beberapa kedatangan internasional di waktu yang hampir sama! Hore Garuda! 😀

Area bagasi di Terminal 3 Ultimate

Bagasiku juga termasuk salah satu yang dikeluarkan pertama karena label prioritasnya. Aku kemudian keluar dari gedung terminal dan menaiki sebuah taksi untuk pergi ke Jakarta untuk pertama kalinya setelah tujuh tahun lebih.

BERSAMBUNG…

Asia Trip · Indonesia Trip · Southeast Asia · Vacation

#2024 – November 2017 Indonesia Trip (Introduction)

ENGLISH

Posts in the November 2017 Indonesia Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Indonesia
3. Part II: Jakarta
4. Part III: Yogyakarta
5. Part IV: The Wedding
6. Part V: Solo
7. Part VI: Back to Europe

This morning, my Garuda Indonesia fifth freedom flight GA 88 with a Boeing 777-300ER reg PK-GII landed at Amsterdam from Singapore; thus ending my November 2017 trip to Indonesia this year. Obviously I am still quite tired now and actually tomorrow I am already going back to work; and this is on top of the grocery shopping which I need to do today! Haha 😛 . But anyway, I am now writing this introduction post to start the series of this trip of mine.

First of all, speaking about th flights (obviously 😛 ), I was very, very lucky in this trip! I had never flown all of the Garuda Indonesia planes I took before this trip (so this was great for my logbook); and on top of that: the return Europe – Indonesia flights were operated with the two newest Garuda’s Boeing 777-300ER: PK-GIK and PK-GII! Also, PK-GII was painted with SkyTeam Livery!! Yeah, this was my first time flying a Garuda’s bird in SkyTeam Livery!

A Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER reg PK-GIK at Schiphol Airport
A Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER reg PK-GII in SkyTeam Livery

Anyway, as I shared a few weeks ago, the main agenda of this trip was my brother’s wedding. So I shaped this trip around this, obviously, joyous event but this also meant “less travelling”, which actually I did not mind at all as I felt like I could enjoy some relaxing time in Indonesia.

Shaping the trip around the wedding resulted in a visit to Jakarta where I needed to go to the tailor my brother had arranged to get my body measurement for my customized suit. This was my first time in Jakarta in more than seven years and this short stay allowed me to catch up with a good friend of mine who wouldn’t be able to come to Yogyakarta the weekend after for the wedding due to work commitment. Only staying in Jakarta for one night just after arriving from Europe which also implied terrible eastward jetlag meant, unfortunately, not many opportunities to go around and enjoy the capital. But well, it is for the next time, I guess…

Jakarta in November

The wedding itself was, of course, festive and really fun. It started with the holy ceremony in the church in the morning followed by the reception in the evening; but there were also a few tradition things taking place here and there. I was given a few guests quota which I used to invite my good friends in the city, haha.

Ready for the wedding

Obviously the week before the wedding was more hectic with the wedding stuffs. The week after was much more relaxing (I guess not only for me but for everyone involved too, haha 😛 ), where I could enjoy my time relaxing and hanged out with my friends around the city. During this time, I also made quite a last-minute travel plan to go to Solo for a one day trip.

Back in Solo!!

And here I am now, back in Amsterdam in the winter where tomorrow I am back at work 😛 . As usual, here are a few (more) teasers of this trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri November 2017 Indonesia Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Indonesia
3. Part II: Jakarta
4. Part III: Yogyakarta
5. Part IV: The Wedding
6. Part V: Solo
7. Part VI: Back to Europe

Pagi ini, sebuah Boeing 777-300ERnya Garuda Indonesia dengan rego PK-GII mendarat di Amsterdam dari Singapura sebagai penerbangan kebebasan kelima GA 88; yang menandai akhir dari perjalanan November 2017 ke Indonesia tahun ini. Jelas sekarang aku masih merasa capek dan apalagi besok aku sudah kembali ngantor dong; dan inipun hari ini aku masih harus belanja di supermarket! Haha 😛 . Toh walaupun begitu, berikut ini posting pembukaan dari seri perjalanan ini.

Pertama-tama, ngomongin pesawat (jelas dong 😛 ), aku beruntung banget di perjalanan kali! Semua pesawat Garuda Indonesianya belum pernah kunaiki sebelumnya (sehingga bagus untuk logbook-ku); dan ditambah lagi: penerbangan pp Eropa-Indonesiaku dioperasikan dengan dua Boeing 777-300ERnya Garuda yang terbaru: PK-GIK dan PK-GII! Ditambah lagi, PK-GII itu dicat dalam warna SkyTeam loh!! Pertama kalinya nih aku menaiki pesawatnya Garuda yang bercatkan SkyTeam!

Garuda Indonesia Boeing 777-300ER rego PK-GIK di Bandara Schiphol
Garuda Indonesia Boeing 777-300ER rego PK-GII dengan cat SkyTeam

Anyway, seperti yang kuceritakan beberapa minggu yang lalu, agenda utama dari perjalanan ini adalah pernikahannya adikku. Jadilah perjalanan ini aku susun berdasarkan acara yang membahagiakan ini tetapi juga berarti “tidak banyak jalan-jalannya”, yang mana sebenarnya aku tidak masalah juga sih karena toh aku rasa aku akan bisa menikmati waktu bersantai di Indonesia.

Menyusun acara ini berdasarkan pernikahan ini juga mengakibatkanku mengunjungi Jakarta dimana aku perlu mampir di sebuah penjahit yang sudah dipersiapkan adikku untuk badanku diukur untuk jas customized-ku. Ini adalah pertama kalinya aku ke Jakarta dalam waktu lebih dari tujuh tahun dan kunjungan singkatku ini ternyata malah memungkinkanku untuk catch up dengan teman baikku yang nggak bisa datang ke Yogyakarta weekend setelahnya untuk pernikahannya adikku karena urusan kerjaan. Hanya di Jakarta selama satu malam setelah baru saja tiba dari Eropa yang juga berarti jetlag arah timur yang menyebalkan banget itu berarti, sayangnya, tidak banyak kesempatan untuk keliling atau menikmati ibukota sih. Yah, lain kali waktu kayaknya ya…

Jakarta in November

Pesta pernikahannya sendiri, tentu, berlangsung seru dan asyik. Seperti biasa lah, paginya adalah misa pemberkatan di gereja dan resepsi berlangsung di malam harinya; dan ada juga beberapa tradisi lainnya yang berlangsung di sana-sini di hari itu. Aku diberikan kuota beberapa tamu jadilah aku mengundang beberapa teman baikku di sana, haha.

Siap untuk pesta pernikahannya

Tentu saja minggu sebelum pernikahannya adalah minggu yang cukup menyibukkan dengan urusan pernikahannya itu. Minggu setelahnya lebih tenang dan santai (Aku rasa bukan cuma untuk aku saja tetapi semua yang terlibat lah ya, haha 😛 ), dimana aku bisa menikmati waktuku bersantai dan hang out dengan teman-temanku di seputaran kota. Dan di waktu ini aku juga membuat rencana last minute untuk pergi ke Solo di sebuah perjalanan satu hari.

Kembali ke Solo!!

Dan di sini lah aku sekarang, kembali di Amsterdam di musim dingin dimana besok aku sudah kembali kerja 😛 . Seperti biasa, di atas adalah beberapa teasers dari perjalanan ini.

Indonesia Trip · Vacation · Zilko's Life

#2023 – Three Stories from Indonesia

ENGLISH

It has been almost two weeks since I arrived in Indonesia for my November 2017 Indonesia Trip. This, however, also means that this trip is almost over.

Anyway, here are a few stories from this trip so far:

Tap Water

It has happened a few times that I almost drank the tap water here! Haha 😆 . You know, with tap water being drinkable in (practically) Europe, I guess I have developed the habit of drinking tap water, which of course is a very risky thing to do in Indonesia 😛 . Thankfully, though, so far I have been able to refrain myself from doing so!

Black-outs

During the course of the last two(-ish) weeks in Indonesia, I have experienced electricity black-out three (!) times! Yeah, such an “authentic Indonesian” experience. Lol 😆 . During my seven plus years of life in the Netherlands, I have only experienced black out like twice. Even then, those were during the time of my Master study when I stayed at a student housing, haha 😆 .

Chitato Indomie

On a more cheerful note, last week when I went to a supermarket here, I spotted the hyped Chitato Indomie!! Yeay!! This really surprised me because I thought this was just a special edition so only a limited number of bags were produced. It has been also practically impossible to get it in Europe. And so when I saw those bags in the display, I quickly grabbed and bought one! Haha 😛

And how was it? Well, I actually quite liked it. It literally was like eating Chitato chips with Indomie flavouring, haha.

BAHASA INDONESIA

Sudah hampir dua minggu semenjak aku tiba di Indonesia untuk perjalanan bulan November 2017ku ke Indonesia. Namun, ini juga artinya perjalanan ini nyaris berakhir nih.

Anyway, berikut ini beberapa cerita dari perjalanan ini sejauh ini.

Air Keran

Sudah beberapa kali terjadi dimana aku nyaris meminum air keran di sini dong! Haha 😆 . Ya tahu lah ya, yang namanya air keran di (kurang lebih) Eropa kan bisa diminum, makanya sepertinya aku sudah mulai membentuk kebiasaan minum air keran. Sebuah kebiasaan yang tentu saja amat berisiko di Indonesia 😛 . Eh, tetapi untungnya sejauh ini aku masih bisa menahan diri untuk airnya tidak sampai terminum sih!

Mati lampu

Dalam kurun waktu kurang dari dua minggu ini di Indonesia, aku sudah mengalami yang namanya mati lampu sebanyak tiga (!) kalo dong! Iya, sebuah pengalaman yang “autentik Indonesia” banget ya. Haha 😆 . Dalam kehidupanku selama tujuh tahun lebih di Belanda ini, seingatku aku hanya mengalami yang namanya mati lampu sekitar dua kali aja deh. Itu pun, kejadiannya adalah ketika aku masih kuliah S2 (Master) dulu ketika aku tinggal di kompleks perumahan untuk mahasiswa, haha 😆 .

Chitato Indomie

Ngomongin hal yang lebih menyenangkan nih, minggu lalu ketika pergi ke supermarket di sini, aku melihat Chitato Indomie yang digemborkan banget itu dong!! Horee!! Ini mengejutkanku karena aku kira ini adalah edisi spesial sehingga hanya diproduksi sedikit gitu. Dan juga produk ini mustahil lah ya untuk didapatkan di Eropa. Makanya ketika melihatnya di rak supermarket, langsung kuambil dan kubeli satu! Haha 😛

Dan bagaimanakah rasanya? Aku cukup suka kok. Dan memang straightforward banget, rasanya adalah ceripingnya Chitato yang memiliki rasa Indomie Goreng, hahaha.

Asia Trip · Indonesia Trip · Southeast Asia · Vacation

#2017 – Halo, Jakarta!

ENGLISH

This weekend, my November trip to Indonesia started. And, actually, at the moment I am in: Jakarta!

Jakarta in November

I am here only for one night, though, as I need to settle a customized suit fitting matter at a well-known tailor here, which I already did earlier today, haha. So yeah, indeed I am not here for a very long time, as tomorrow I am already flying off.

Speaking of Jakarta, now that I think about it, it has been awhile since the last time I was here, that was in August 2010 just two weeks before I moved to the Netherlands! At the time I was staying here also for only one night as a “pitstop” after coming back from a 10-day trip to China (the flight from Guangzhou arrived in the evening so we decided to spend a night in Jakarta). And because of that so it seemed that I did not bother to write about the Jakarta part on that trip in that post, haha 😛 . But before that, my last documented trip to Jakarta was in May 2010.

Okay, since August 2010, I have travelled via Soekarno-Hatta International Airport a few times; but I don’t think those “count” because I did not leave the airport in each “visit”? Haha 😛

Anyway, this is all from now. At the moment I am suffering from a really bad jetlag and so hopefully I will recover from it soon, haha 🙂 . And also, the internet connection is so friggin’ slow! Hahaha 😆

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan ini, perjalanan bulan Novemberku ke Indonesia dimulai. Dan sebenarnya, sekarang ini aku sedang berada di: Jakarta!

Jakarta di bulan November

Aku cuma menginap semalam saja sih di sini, soalnya aku harus mengurus urusan fitting jas customized di sebuah penjahit yang terkenal di sini, yang mana sudah kulakukan tadi, haha. Jadi ya memang cuma sebentar aja, karena besok aku sudah terbang lagi.

Ngomongin Jakarta, kalau diingat-ingat lagi sekarang, sudah lumayan lama juga lho semenjak terakhir kali aku ke kota ini, yang mana adalah di bulan Agustus 2010 hanya dua minggu sebelum aku berangkat ke Belanda! Waktu itu aku juga menginap semalam saja sebagai “pitstop” ketika kembali dari perjalanan selama 10 harian ke China (penerbangan dari Guangzhou waktu itu tiba di malam hari sehingga kami memutuskan untuk menginap semalam saja deh di Jakarta). Dan mungkin ini lah alasan mengapa kok bagian Jakartanya tidak aku tulis di posting-ku dulu itu, haha 😛 .Tetapi sebelum itu, perjalananku ke Jakarta yang terakhir yang terdokumentasikan adalah di bulan Mei 2010.

Oke, semenjak Agustus 2010, aku sudah beberapa kali terbang melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta sih; tetapi ini mah nggak “dihitung” ya karena aku kan tidak meninggalkan bandaranya di “kunjungan-kunjungan” itu? Haha 😛 .

Anyway, segini dulu aja deh untuk sekarang. Saat ini aku sedang menderita jetlag parah banget nih dan semoga aku segera recover darinya, haha 🙂 . Dan juga, ini koneksi internetnya kok lemot banget yaa! Ahahah 😆

Indonesia Trip · Long Trip · Vacation

#2015 – November 2017 Big Trip (The Destination)

ENGLISH

I have mentioned it a few times that I have some big trips planned for this year, including my post this past Saturday where I mentioned that I have started packing for one that was coming soon. There are two big trips, actually; and now is the time to reveal the first of the two that will take place really soon.

So this November, I am going to: Indonesia!

Indonesia, here I come!

Last year I mentioned about my brother’s engagement party which I unfortunately must miss. Well, since then the wedding has been planned for this November. I knew that I would never, ever miss this one and so ever since I was told the date many months ago, I have been keeping my eyes on flight tickets to Indonesia at around the date, haha.

As the destination of this trip was definitely Indonesia, I knew that I would like to fly Garuda Indonesia to get there. Actually, at some point I almost gave up with this idea because I found the Garuda ticket to be expensive while I saw some interesting offers from Air France/KLM (one of which would be to fly Amsterdam – Paris – Singapore – Jakarta with KLM, Air France, and Garuda Indonesia, respectively, on the departure leg). But then, luckily not too long ago I found the trick with BookWithMatrix which provided me a Garuda ticket with only little fare difference with what Air France/KLM offered. So I quickly booked the ticket 🙂 .

I am excited to fly long-haul with Garuda Indonesia again this year!

I also recently learned that Garuda would deploy their two-class Boeing 777-300ER to Amsterdam this winter. This means there would be a chance for me to possibly fly one of their latest four Boeing 777-300ER (PK-GIH, PK-GII, PK-GIJ, and PK-GIK). This is certainly good for my logbook! Haha 😛 And of course, me being me, I choose their non non-stop flight from Jakarta to Amsterdam on my way back, i.e. one with a transit in Singapore, haha.

I am wondering if Garuda still provides this transfer service (including a S$30 voucher, as you can see) during the short stop-over in Singapore for economy class passengers, though…

I am also lucky that my office acknowledges a close (direct) family’s wedding as a special event. This means that I get one extra special day off for this trip. This certainly helps, yeay! While on this, I will not stay in Indonesia for too long as I am constrained with my holiday allowance as I need to make some “room” for my other big trip, haha. And as I expect myself to be quite occupied with the wedding anyway, I am also not planning any other extended trips within Indonesia or the nearby region this time. Well, nonetheless I think I will appreciate some relaxing time in Indonesia 🙂 .

Anyway, so, Indonesia, here I come (again)! 🙂

Gili Air. Well, I am not going to Lombok this time. This photo is only for illustration purpose…

BAHASA INDONESIA

Sudah beberapa kali aku sebutkan di sini bahwa aku telah memiliki beberapa rencana untuk perjalanan besar tahun ini, termasuk posting-ku Sabtu kemarin dimana kusebutkan bahwa sebenarnya aku sudah mulai packing untuk satu yang akan segera datang. Ada dua perjalanan besar, sebenarnya; dan saat ini adalah waktunya untuk mengungkapkan identitas tujuan yang pertama dari dua itu yang akan segera berlangsung.

Jadi, di bulan November ini aku akan pergi ke: Indonesia!

Indonesia, aku datang!

Tahun lalu aku sebutkan mengenai pesta pertunangannya adikku yang mana dengan sangat menyesal harus aku lewatkan. Nah, jadi ceritanya semenjak waktu itu, tanggal pernikahannya sudah ditetapkan yaitu di bulan November ini. Dan jelas dong aku tahu aku tidak akan mungkin melewatkan acara ini sehingga semenjak aku diberi-tahu tanggalnya berbulan-bulan yang lalu, aku langsung mulai memasang mata untuk tiket ke Indonesia di sekitar tanggal itu, haha.

Karena tujuan dari perjalanan ini jelas adalah Indonesia, aku tahu bahwa jika memungkinkan aku ingin terbang dengan Garuda Indonesia kesana. Nah sebenarnya, aku nyaris menyerah lho dengan keinginan ini karena aku merasa harga tiketnya Garuda mahal sementara aku melihat penawaran yang oke dari Air France/KLM (yang mana salah satunya adalah di rute Amsterdam – Paris – Singapura – Jakarta dengan KLM, Air France, dan Garuda Indonesia, berturutan di penerbangan keberangkatan). Tetapi kemudian, untungnya tidak seberapa yang lalu aku menemukan trik dengan BookWithMatrix yang memberikanku tiket Garuda yang beda harganya tidak banyak dari penawarannya Air France/KLM. Jadilah tiketnya langsung aku beli 🙂 .

Aku senang karena aku akan terbang jarak-jauh lagi dengan Garuda Indonesia tahun ini!

Juga, aku baru-baru ini tahu bahwa ternyata Garuda akan mengirimkan pesawat Boeing 777-300ER yang dikonfigurasi dua kelas ke Amsterdam di musim dingin ini. Ini artinya ada kemungkinan bagiku untuk terbang dengan salah satu dari empat Boeing 777-300ER terbarunya (PK-GIH, PK-GII, PK-GIJ, dan PK-GIK). Ini jelas berita baik untuk logbook-ku kan ya! Haha 😛 . Dan jelas dong aku memilih penerbangannya mereka yang tidak non-stop dari Jakarta ke Amsterdam di penerbangan kepulangannya, yaitu penerbangan yang transit satu kali dulu di Singapura, haha.

Eh aku penasaran juga apakah Garuda masih memberikan layanan ini (yang mana termasuk voucher senilai S$30 seperti yang terlihat di atas) untuk penumpang transit di Singapura di kelas ekonomi.

Aku juga beruntung kantorku mengakui pernikahan keluarga dekat (inti) adalah event spesial. Ini artinya aku diberi satu jatah cuti ekstra loh untuk perjalanan ini. Lumayan lah ya, hore! Selagi ngomongin ini, perjalanan ini tidak akan berlangsung lama-lama amat sih karena aku dibatasi oleh jatah cuti dan juga aku harus “menyisakan ruang” untuk perjalanan besarku yang satunya kan, haha. Dan karena aku kira aku akan cukup disibukkan dengan urusan pernikahan ini, aku sendiri tidak merencanakan perjalanan lain di dalam Indonesia ataupun sekitarnya kali ini. Ah, toh aku rasa aku juga akan menikmati waktu bersantai di Indonesia kok! 🙂

Anyway, jadi, Indonesia, aku datang (lagi)! 🙂

Gili Air. Eh, aku nggak pergi ke Lombok kok kali ini. Foto ini cuma ilustrasi aja, haha…
Asia Trip · Indonesia Trip · Southeast Asia · Trip Report · Vacation

#1874 – 2016 Year End Trip (Part VII: Shanghai to Paris to Amsterdam)

ENGLISH

Posts in the 2016 Year End Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Amsterdam to Rome to Shanghai
3. Part II: Shanghai to Bali
4. Part III: Bali
5. Part IV: Yogyakarta
6. Part V: The Food in Yogyakarta
7. Part VI: Yogyakarta to Bali to Shanghai
8. Part VII: Shanghai to Paris to Amsterdam
9. Part VIII: A Weekend in Amsterdam

Transitting at PVG

This time, my luggage was tagged all the way to Paris so in Shanghai I would not need to pass immigration and recheck it in (read Part II); but of course this meant I would need to do that in Paris. But this was not a problem as I knew Terminal 2E, 2F, and 2G of Paris – Charles De Gaulle well (the terminals of SkyTeam flights 😛 ).

At least we parked at a proper gate at Shanghai Pudong
At least we parked at a proper gate at Shanghai Pudong

Anyway, my transit experience this time was not as seamless as in Part II mainly because there were two checks a transit passenger had to pass, and in each there was a quite long queueing line.

The first one was a document check. I chose to “take a risk” and took the shorter automatic line (where instead of being checked by a human officer, I would need to use the automatic machine myself to scan my documents). I saw some people in front of me failed to scan their documents so they went all the way to the back of the manual-check queue. Luckily, when it was my turn, it all worked well! The second check was the standard security check.

Buffet warm noodles dish at China Eastern Lounge
Buffet warm noodles dish at China Eastern Lounge

Obviously I went back to the awesome China Eastern Lounge. Unfortunately, though, all seats in the best spot of the lounge (read: the massage chairs area 😆 ) were already taken. Well, I was hungry after the non-existence of breakfast service on my earlier China Eastern flight MU5030 anyway (read Part VI), so I stayed downstairs in the restaurant area. The breakfast was good, actually, where they provided quite proper Chinese noodles dish!

AF 117 (Shanghai – Paris)

AF Logo
Flight: Air France AF 117
Equipment: Boeing 777-300ER reg F-GSQG
ATD: 11:19 CST
ATA: 15:45 CET

My Air France flight to Paris today would be operated with a Boeing 777-300ER reg F-GSQG. I was really lucky because the cabin of F-GSQG had been upgraded to Air France’s newest one!! 😍😍😍

An Air France's Boeing 777-300ER reg F-GSQG
An Air France’s Boeing 777-300ER reg F-GSQG

Anyway, after boarding I settled onto my 31A seat. Luckily, seat 31B was left unoccupied for the flight!! Yeay!! :mrgreen: So me and Mr. Seat 31C co-used it as our extra space, lol 😆 . Once boarding completed, we departed and took off from runway 17L of Shanghai Pudong Airport. The weather condition had not changed that much since I landed three hours prior, where low-hanging cloud was still there.

Taking off during rain
Taking off during rain

Not long after take-off, the flight attendants distributed the complimentary mini snack service along with some drinks. About an hour later, this was followed by the lunch service which options were French (beef and spaghetti) or Chinese (I didn’t even bother to memorize what it was). It was a super easy decision to always choose the French option on board an Air France flight! Haha 😆

First lunch service on board flight AF 117, the French option
First lunch service on board flight AF 117, the French option

The meal service was delicious enough, though I had had better ones on Air France. Throughout the flight, some snacks and drinks were provided for free in the galley as well; though Air France did not promote it as much as some other airlines (like KLM or Garuda Indonesia).

On board Air France's Boeing 777-300ER F-GSQG
On board Air France’s Boeing 777-300ER F-GSQG

As I said before, the cabin F-GSQG had been upgraded to Air France’s newest cabin. This meant: the newest generation of AVOD PTV!! First of all, the size of the screen was optimal. It was big enough without being too big that it hurt your eyes, lol. The content had improved a lot since the last time I flew long-haul with Air France too (flight AF 7 from New York to Paris last year). Air France branded their new AVOD as “Air France Touch”, possibly as it was a touch screen as well.

Air France Touch
Air France Touch

I watched three movies: How To Be Single (🙈), Zootopia (thanks to my new colleagues), and Crazy Stupid Love. The music collection was quite descent too, though I still found it to be really really “French-centric” 😛 . Anyway, one of the best feature of the new AVOD was the Map! It was really cool and the level of details was amazing.

The super cool new map feature!! 😍
The super cool new map feature!! 😍

I was able to sleep for about four to five hours in total on this flight, which was not bad considering it was a day flight. About two hours before landing, a second lunch service was provided. There was no option for this one, though, which was chicken and rice with tuna salad.

The second lunch service on board flight AF 117
The second lunch service on board flight AF 117

The weather in Paris was also not in the best condition today where, just like in Shanghai, it was full of low-hanging cloud. At 15:45, we landed at runway 26L of Paris – Charles De Gaulle Airport. Here is the landing video:

Thankfully we parked at Gate K in Terminal 2E, so the walk to Terminal 2F would not be that far. Long story short, I passed immigration and took my luggage.

Transitting at CDG

Thanks for the ide, F-GSQG!!
Thanks for the ride, F-GSQG!!

From the luggage hall of Terminal 2E, I crossed the airport to Terminal 2F where I checked-in at Air France’s priority desks. I got my Paris – Amsterdam boarding pass, checked-in my luggage, and passed the security heading towards the lounge.

I wanted to check the flight status so I looked at my boarding pass for the flight number. And then I just realized that I had been upgraded to Europe Business Class!! 😍😍😍

Champagne at Salon Air France
Champagne at Salon Air France

Anyway, I waited for my flight at Salon Air France at Terminal 2F. At one point several lounge attendants went around distributing some champagne, haha.

KL 1244 (Paris – Amsterdam), Europe Business Class

KL Logo
Flight: KLM Royal Dutch Airlines KL 1244
Equipment: Boeing 737-800 reg PH-BXI named “Zilvermeeuw”
ATD: 19:04 CET
ATA: 19:51 CET

After boarding, I settled onto my 2D seat. The flight was full today so boarding took some time to complete. Anyway, as in the standard European flight, business class on board PH-BXI was “Europe Business Class”, i.e. the seats were as in economy but with some extra legroom and blocked middle seats.

The mandatory Europe business class selfie
Obviously the mandatory Europe business class selfie

Once we departed and reached the cruising altitude, the dinner service was distributed by the crew. It was just a mere 50 minutes flight so, indeed, it felt a little bit rushed. Anyway, the main course was mixed salad which was really delicious. They also served warm bread with it, though my favorite (aside from the salad) was the delicious mini mousse. For the drink, I chose sparkling wine.

Dinner service on board KLM's Europe business class
Dinner service on board KLM’s Europe business class

After I finished my meal, the purser took my empty tray and asked me what I wanted to drink. Well, considering a friend was waiting for me in Amsterdam and I was just coming back off a 36+ hours journey from Indonesia, I asked for a cup of warm coffee, haha.

A glass of coffee before landing
A glass of coffee before landing

Anyway, at 19:51 we landed at Amsterdam Schiphol Airport. It took me about 30 minutes before I got my luggage (typical Schiphol 😆 ), and then I met my friend in front of Burger King.

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2016 Year End Trip:
1. Introduction
2. Part I: Amsterdam to Rome to Shanghai
3. Part II: Shanghai to Bali
4. Part III: Bali
5. Part IV: Yogyakarta
6. Part V: The Food in Yogyakarta
7. Part VI: Yogyakarta to Bali to Shanghai
8. Part VII: Shanghai to Paris to Amsterdam
9. Part VIII: A Weekend in Amsterdam

Transit di PVG

Kali ini, bagasiku langsung di-tag menuju Paris sehingga di Shanghai aku tidak perlu melewati imigrasi dan meng-check-in-ulangkannya lagi (seperti di Bagian II). Tetapi memang sih, ini artinya di Paris aku perlu mengurusnya lagi. Tapi ini bukan masalah karena toh aku cukup familier dengan Terminal 2E, 2F, dan 2Gnya Bandara Paris – Charles De Gaulle (terminal-terminalnya penerbangan SkyTeam 😛 ).

At least we parked at a proper gate at Shanghai Pudong
Setidaknya kami parkir di gate deh di Shanghai Pudong

Anyway, pengalaman transitku kali ini tidak semulus di Bagian II karena ada dua cek yang harus dilewati setiap penumpang transit, dan untuk setiap cek itu kami harus antri super panjang.

Pengecekan pertama adalah pengecekan dokumen. Aku memutuskan untuk “ambil risiko” dan mengambil jalur pemeriksaan otomatis yang antriannya lebih pendek (jadi bukannya dicek petugas, aku harus menggunakan mesin untuk pengecekan dokumen-dokumenku). Aku lihat beberapa orang di depanku gagal dalam pengecekan dokumennya sehingga mereka harus kembali dan mengantri di urutan paling belakang dari jalur pemeriksaan manual. Untungnya, ketika giliranku, semuanya berlangsung lancar! Pemeriksaan keduanya adalah pemeriksaan sekuriti.

Buffet warm noodles dish at China Eastern Lounge
Mie hangat buffet di Lounge China Eastern

Jelas dong aku kembali ke Lounge China Eastern yang keren banget itu. Sayangnya, kali ini semua kursi di bagian terenak dari lounge ini (baca: area kursi pijat, haha 😆 ) sudah dipakai orang lain. Yah, karena toh aku sedang kelaparan akibat tidak adanya layanan sarapan di penerbangan China Eastern MU5030ku pagi itu (baca Bagian VI), aku makan saja di area restoran di lantai bawah. Sarapannya sendiri enak loh, dimana mereka menyediakan menu masakan mie ala China yang enak!

AF 117 (Shanghai – Paris)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF 117
Pesawat: Boeing 777-300ER reg F-GSQG
ATD: 11:19 CST
ATA: 15:45 CET

Penerbangan Air France-ku ke Paris hari ini akan dioperasikan dengan pesawat Boeing 777-300ER dengan rego F-GSQG. Aku beruntung karena kabin F-GSQG ini sudah di-upgrade ke kabin model terbarunya Air France!! 😍😍😍

An Air France's Boeing 777-300ER reg F-GSQG
Sebuah Boeing 777-300ERnya Air France dengan rego F-GSQG

Anyway, setelah boarding aku duduk di kursi 31Aku. Untungnya, hari ini kursi 31B kosong loh!! Horee!! :mrgreen: Jadilah aku dan Bapak Kursi 31C menggunakan ruang ekstra dari kursi yang kosong ini, haha 😆 . Setelah semua penumpang naik, kami berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 17L Bandara Shanghai Pudong. Cuacanya masih belum berubah dari tiga jam sebelumnya ketika mendarat, dimana awan-awan masih menggantung rendah.

Taking off during rain
Lepas landas ketika hujan

Tidak lama setelah lepas landas, awak kabin membagikan layanan snack mini dengan minuman. Sekitar sejam kemudian, layanan ini diikuti dengan makan siang dengan pilihan Prancis (daging sapi dan spaghetti) atau China (yang mana aku tidak pedulikan, haha). Jelas adalah pilihan amat mudah untuk selalu memilih pilihan Prancis di penerbangannya Air France kan ya! Haha 😆

First lunch service on board flight AF 117, the French option
Layanan makan siang pertama di penerbangan AF 117, pilihan Prancis.

Layanan makanannya sendiri enak kok, walaupun aku pernah makan yang lebih enak sih di Air France. Di sepanjang penerbangan juga terdapat snack dan minuman cuma-cuma yang disajikan di dapur; walaupun Air France tidak terlalu mempromosikannya seperti beberapa maskapai lain sih (misalnya KLM atau Garuda Indonesia).

On board Air France's Boeing 777-300ER F-GSQG
Di dalam pesawat Boeing 777-300ERnya Air France dengan rego F-GSQG

Seperti yang kubilang sebelumnya, kabin F-GSQG telah di-upgrade ke kabin terbarunya Air France. Ini berarti: generasi terbaru pula untuk AVOD PTV-nya!! Pertama-tama, ukuran layarnya optimal banget. Cukup besar tetapi nggak terlalu besar sehingga tidak menyakitkan mata, haha. Isinya juga sudah jauh lebih baik daripada terakhir kali aku terbang jarak jauh dengan Air France (penerbangan AF 7 dari New York ke Paris tahun lalu). Air France menamai AVOD baru ini “Air France Touch”, mungkin karena layarnya adalah layar sentuh.

Air France Touch
Air France Touch

Aku menonton tiga film di penerbangan ini: How To Be Single (🙈), Zootopia (gara-gara kolega baruku nih), dan Crazy Stupid Love. Pilihan musiknya juga cukup lengkap kok, walaupun menurutku sih masih agak terlalu “sentris Prancis” 😛 . Anyway, fitur terkeren AVOD baru ini adalah petanya!! Keren banget dah dan detailnya mengagumkan.

The super cool new map feature!! 😍
Fitur peta baru yang keren banget!! 😍

Aku bisa tidur selama sekitar empat sampai lima jam di penerbangan ini, yang mana lumayan juga mengingat ini adalah penerbangan di siang hari. Sekitar dua jam sebelum mendarat, layanan makan siang kedua diberikan. Tidak ada pilihan untuk layanan ini, yang mana berisikan nasi dengan ayam dan salad tuna.

The second lunch service on board flight AF 117
Layanan makan siang kedua di penerbangan AF 117

Cuaca di Paris juga sedang kurang oke seperti di Shanghai, dimana penuh dengan awan-awan rendah. Jam 15:45, kami mendarat di landasan pacu 26L Bandara Paris – Charles De Gaulle. Berikut ini video pendaratannya:

Untungnya, kami parkir di Gerbang K di Terminal 2E, yang mana artinya aku tidak perlu berjalan jauh ke Terminal 2F. Singkat cerita, aku melewati pemeriksaan imigrasi dan mengambil bagasiku.

Transit di Paris CDG

Thanks for the ide, F-GSQG!!
Terima kasih atas tumpangannya, F-GSQG!!

Dari aula pengambilan bagasi di Terminal 2E, aku menyeberangi bandaranya menuju Terminal 2F dimana aku check-in di konter prioritasnya Air France. Aku mendapatkan boarding pass Paris – Amsterdam-ku, memasukkan bagasiku, melewati pemeriksaan sekuriti, dan kemudian menuju ke lounge.

Aku ingin mengecek status penerbanganku sehingga aku mengecek boarding pass untuk melihat nomor penerbangannya. Nah, baru lah aku sadar kalau ternyata aku telah di-upgrade ke kelas bisnis Eropa!! 😍😍😍

Champagne at Salon Air France
Champagne di Salon Air France

Anyway, aku menunggu penerbanganku di Salon Air France di Terminal 2F. Di satu waktu, beberapa petugas berkeliling lounge sambil membagikan champagne, haha.

KL 1244 (Paris – Amsterdam), kelas bisnis Eropa

KL Logo
Penerbangan: KLM Royal Dutch Airlines KL 1244
Pesawat: Boeing 737-800 reg PH-BXI bernama “Zilvermeeuw”
ATD: 19:04 CET
ATA: 19:51 CET

Setelah boarding, aku duduk di kursi 2Dku. Penerbangan hari ini penuh sehingga boarding memakan waktu cukup lama. Anyway, sesuai standar penerbangan di Eropa, kelas bisnis di dalam PH-BXI adalah “kelas bisnis Eropa”, artinya kursinya sama seperti kursi di kelas ekonomi tetapi dengan legroom yang sedikit lebih lapang dan kursi tengah yang diblok/tidak digunakan.

The mandatory Europe business class selfie
Jelas dong selfie wajib kelas bisnis Eropa

Begitu kami berangkat dan mencapai ketinggian jelajah, layanan makan malam dibagikan kru. Karena penerbangan ini hanya sepanjang 50 menit saja, memang rasanya agak terburu-buru. Menu utamanya adalah mixed salad yang mana rasanya enak loh. Mereka menyajikannya dengan roti hangat, walaupun favoritku (selain saladnya sih) adalah mousse mini yang enak banget!! Untuk minuman, aku memilih minum sparkling wine.

Dinner service on board KLM's Europe business class
Layanan makan malam di kelas bisnis Eropanya KLM

Setelah aku selesai makan malam, purser-nya mengambil nampan kosongku dan bertanya aku ingin minum apa. Berhubung temanku sudah menungguku di Amsterdam sementara aku baru nyaris tiba setelah perjalanan selama 36 jam lebih dari Indonesia, aku memilih segelas kopi hangat, haha.

A glass of coffee before landing
Segelas kopi sebelum mendarat.

Anyway, jam 19:51, pesawat mendarat di Bandara Schiphol di Amsterdam. Aku harus menunggu sekitar 30 menit sebelum mendapatkan bagasiku (Schiphol banget deh 😆 ), dan kemudian bertemu temanku di depan Burger King.

BERSAMBUNG…