EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1985 – A Saturday Story

ENGLISH

Yesterday, as my Instagram followers (@azilko) have known, I went on another AvGeek Weekend Trip! Here is the routing this time:

The routing this weekend. Map created with gcmap.com

About a month ago when I was looking at my flights record this year, it appeared to me that I hadn’t flown to anywhere to the northeast of the Netherlands so the map looked rather “bleak”. And so in an attempt to make my flying map “prettier” this year, I figured I would need to somehow fly to this part of Europe, haha 😆 . Of the three possible candidates (Copenhagen, Stockholm, and Oslo), I found the best option (in terms of schedule, fare, and airlines) would be Oslo, haha. And so I booked the ticket.

Where I have flown to/from Amsterdam Schiphol Airport this year prior to yesterday. Notice the lack of red edges to the north of Amsterdam 😛 . Created with gcmap.com

I was flying with KLM from Amsterdam to Oslo and Paris to Amsterdam, and with Air France (operated by HOP! Regional) from Oslo to Paris. As usual, it was such a fun Saturday to me where I flew on three flights on a day. I just realized though that I have not done this since May 2017! Hahaha 😆 . Anyway, I was quite lucky to seat on a window seat in the left side of the plane on my flight to Oslo and the flight landed at runway 01L of Oslo-Gardermoen Airport. With this flight path, the plane had to fly above the city of Oslo and so I could snap a shot of it from above:

Oslo, not Solo!

At first, I didn’t think I would write anything in much more details about this trip. But after the trip, I changed my mind as I feel like the experience worth a stand-alone post! For instance, I was a little bit disappointed that the two KLM flights were operated using two Boeing 737-700s which I had flown before: PH-BGQ and PH-BGN. And so consequently, I couldn’t add new KLM registration to my flying log. Haha 😆 . Anyway, here are a few teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Kemarin, seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi loh! Berikut ini rutenya kali ini:

Rute akhir pekan ini. Peta dibuat dengan gcmap.com

Sekitar satu bulan yang lalu ketika aku iseng mengecek catatan penerbanganku tahun ini, aku perhatikan aku belum terbang ke suatu tujuan di arah timur lautnya Belanda sehingga petanya nampak “membosankan” gitu deh. Nah jadilah supaya membuat peta penerbanganku tahun ini lebih “berwarna”, aku memutuskan bahwa aku perlu nih pergi ke daerah ini di Eropa, huahaha 😆 *alasan macam apa ini*. Nah dari tiga kandidat tujuannya (Kopenhagen, Stockholm, dan Oslo), aku temukan pilihan terbaik (dari segi jadwal, harga tiket, dan maskapai) adalah Oslo, haha. Jadilah tiketnya aku beli.

Rute-rute yang sudah kuterbangi dari/ke Bandara Schiphol di Amsterdam tahun ini sampai dua hari yang lalu. Perhatikan ketiadaan garis merah di arah utara Amsterdam. Peta dibuat dengan gcmap.com

Aku terbang dengan KLM dari Amsterdam ke Oslo dan Paris ke Amsterdam, dan dengan Air France (penerbangannya dioperasikan oleh HOP! Regional sih) dari Oslo ke Paris. Seperti biasa, ini adalah hari Sabtu yang seru untukku dimana aku terbang tiga kali dalam satu hari. Dan aku baru sadar loh terahir kali aku melakukan ini adalah di bulan Mei 2017! Huahaha 😆 Anyway, aku beruntung duduk di kursi jendela di kiri pesawat di penerbangan ke Oslo dan penerbangannya mendarat di landasan pacu 01L Bandara Oslo-Gardermoen. Ini karena dengan rute ini, pesawatnya terbang di atas kota Oslo sehingga aku bisa memfotonya dari atas:

Oslo, bukan Solo!

Awalnya, kukira aku tidak akan menuliskan detail perjalanan ini lebih jauh. Tetapi setelah perjalanannya, aku harus mengubah pendapatku ini karena aku rasa pengalamannya berhak untuk dijadikan satu posting tersendiri! Misalnya saja, aku cukup sebal dong dua penerbangan KLMnya dioperasikan dengan dua Boeing 737-700 yang sudah pernah kunaiki sebelumnya: PH-BGQ dan PH-BGN. Kan flying log-ku jadi nggak bertambah dengan registrasi KLM baru tuh. Haha 😆 Anyway, di atas aku posting beberapa teasers dari perjalanannya.

Advertisements
EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1982 – A Weekend Story

ENGLISH

As my Instagram followers (@azilko) have known, I went on yet another weekend trip this weekend! Haha 😛 . This time, I went back to: Manchester!! This was my second trip to Manchester, after the first one being almost four years ago.

Anyway, this trip was a “special” one in the sense that, for the first time ever, I decided to cancel a non-refundable flight ticket. Yep, indeed, originally I intended to go to somewhere else instead of Manchester for the weekend; and that somewhere else was Newcastle. I found a cheap return ticket with KLM and bought it via a travel agency; feeling very sure I would go as, up to that point, I never had to cancel any trip. However, after purchasing the ticket, I just realized that this particular weekend was a super popular one for Newcastle (Apparently John Legend was having a concert there, might be it?); resulting in almost all hotel rooms had been booked. And the rest that were still available were highly overpriced due to, I guess, the very high demand.

For the first time ever, I had to cancel a non-refundable return KLM ticket.

After some calculations and considerations, I decided that the best way to “minimize” the damage was to just drop my Newcastle plan this weekend and go somewhere else. And this was how I “ended up” with Manchester; where I found a good combination between the flight ticket and, lesson-learned now, the hotel room, haha.

Anyway, Manchester was a nice city; just as how I remembered it from almost four years ago. As I stayed for four nights back then, I decided to just take it slow this weekend. Not a bad idea given that I also did not want to tire myself too much anyway, haha. As usual, here are some teasers from the trip.

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam perjalanan akhir pekan lagi loh kemarin ini! Haha 😛 . Kali ini, aku kembali lagi ke: Manchester!! Ini adalah kali keduaku ke Manchester, setelah yang pertama kali hampir empat tahun lalu.

Anyway, perjalanan ini adalah perjalanan yang “spesial” karena, untuk pertama kalinya, aku memutuskan untuk membatalkan sebuah tiket pesawat yang non-refundable, haha. Iya, awalnya memang aku berencana untuk pergi ke suatu tempat lain bukannya Manchester, dan tempat lain itu adalah Newcastle. Aku menemukan tiket pp murah dengan KLM dan membelinya melalui sebuah agen travel; merasa sangat yakin aku akan pergi karena, sampai waktu itu, aku belum pernah membatalkan yang namanya perjalanan. Namun, setelah tiketnya kubeli, aku baru sadar bahwa akhir pekan ini adalah akhir pekan yang super ramai di Newcastle (Ternyata John Legend lagi konser gitu jadi mungkin ini penyebabnya?); dimana sebagai akibatnya hampir semua penginapan sudah habis. Sementara kamar-kamar yang tersisa overpriced banget karena, aku rasa, demand yang memang sedang tinggi banget.

Untuk pertama kalinya seumur hidup aku memilih untuk membatalkan tiket non-refundable KLM pp-ku.

Setelah beberapa perhitungan dan pertimbangan, aku memutuskan bahwa yang terbaik untuk “meminimalisir” damage adalah dengan membatalkan rencanaku ke Newcastle dan pergi ke tempat lain. Dan beginilah aku akhirnya pergi ke Manchester; dimana aku menemukan kombinasi yang oke antara tiket pesawat dan, langsung belajar dari pengalaman nih, kamar hotel, haha.

Anyway, Manchester sendiri adalah kota yang oke; sebagaimana yang kuingat dari empat tahun yang lalu. Karena dulu aku menginap empat malam di sana, kali ini aku memutuskan untuk santai-santai saja. Toh begini juga asyik karena aku juga nggak ingin terlalu capek juga sih, haha. Seperti biasa, di atas adalah beberapa teasers dari perjalanan ini.

Aviation · EuroTrip · My Interest · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#1979 – AvGeek Weekend Trip #9 with An Air France’s Dreamliner

ENGLISH

In the last weekend of August, I went on an AvGeek Weekend Trip with the main purpose of flying an Air France’s brand new Boeing 787-9 Dreamliner on their short domestic Lyon – Paris-CDG sector. I actually took four flights on this trip (Amsterdam – Paris-CDG – Lyon vv). However, as the other three flights were just regular short-haul flights with Air France and KLM, in this post I will only focus on the trip’s main star, that was the flight with the Dreamliner.

AF 7641 (LYS– CDG)


Flight: Air France AF 7641
Equipment: Boeing 787-9 Dreamliner reg F-HRBA
ATD: 10:37 CET (Runway 17R of LYS)
ATA: 11:31 CET (Runway 08R of CDG)

After having breakfast at my hotel near the airport (the breakfast was great, btw), I went to the airport to check-in and retrieve my boarding pass. Then, I cleared the security check and waited for my flight at Lyon Airport’s underwhelming Air France lounge. I checked my Flightradar24 app to see which of the two Boeing 787-9 Dreamliner Air France would use on their domestic Lyon route today. I saw F-HRBB was leaving for London-Heathrow already so I figured it would be F-HRBA.

An Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner reg F-HRBA at Lyon Airport.

Long story short, at about 09:30 AM, F-HRBA landed at Lyon Airport and parked at the gate. Not long after, boarding commenced. I walked to the plane with excitement (haha) and settled onto my 10A seat in the Premium Economy cabin. Ah, yes, I was given a Premium Economy seat on this flight.

The Premium Economy cabin of Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner reg F-HRBA

It appeared to me that the flight was full. All seats in Business and Premium Economy were occupied, and I also saw a lot of passengers boarding to the Economy Class section. So as a result, boarding took some time to complete, haha. Meanwhile, of course I started to play around with the AVOD screen and selected some music for the short duration of the flight. Being the newest member of the fleet, obviously the AVOD PTV was Air France’s newest “Air France Touch”, the same one as what I found on my Boeing 777-300ER flight AF 117 from Shanghai to Paris earlier this year.

Bienvenue à bord

I tell you, it was so much fun to be able to use an AVOD PTV on an intra-European flight, let alone a European domestic flight! Haha 😆 . After boarding was completed, the door was closed and the plane was pushed back for departure. Obviously, the safety demo wasn’t done manually. Air France’s super chic and “so French” safety demo video was played on the screen:

Btw, this Air France’s safety demo video is one of my most favorite safety demo videos, btw. As you can see, it is so “French”, for instance stating that your seatbelt is not only for your safety, it also “elegantly highlights your waistline“, huahaha 😆 . And the general ambience of the video is so “French” with all the elegance and everything!

Taking off from runway 17R of Lyon Airport with an Air France’s Dreamliner

Anyway, we taxied to runway 17R and took off from there before making a u-turn north towards Paris. Overall, it was a really smooth flight with a Dreamliner. Not long after take-off, the snack service was distributed. It was just the standard Economy Class snack service, though; pretty much the service I would expect in Air France’s Premium Economy anyway.

The snack service on board the short-haul domestic Lyon – Paris route flight AF 7641 with a Dreamliner.

A feature of Boeing 787 Dreamliner is the super cool dimming window. And obviously I could also find this feature on F-HRBA!! Yep, no window shades were needed anymore as the windows could change their color and transparency!

I only used the AVOD PTV for the music (btw, the seat came with a noise-cancelling headphone, which was good!) and the super cool moving map; as I was constrained by the short duration of the flight. I also saw a wifi onboard sign even though I didn’t bother to check it, haha. Anyway, overall it was such a nice flight with an Air France’s Dreamliner!

An Air France Boeing 787-9 Dreamliner Premium Economy selfie

Time flew by when you were having fun. Suddenly, we were approaching Paris already, haha 😆 . We made a quick “tour” above Paris, though, where I could see the Eiffel Tower, Arc De Triomphe, and the famous Champs-Élysées from above. Really cool!! Anyway, we landed at runway 08R of Paris – Charles De Gaulle Airport. Here is the landing video:

The plane parked at a gate in Terminal 2E, Charles De Gaulle’s non-Schengen terminal as it would serve flight AF 334 to Montreal, Canada later today. But that meant that the domestic passengers from Lyon would somehow need to be transported to Terminal 2F. For that, they took us with buses, haha.

After arriving at Terminal 2F, I went to an Air France’s Schengen lounge to wait for my KLM flight back to Amsterdam.

BAHASA INDONESIA

Di akhir pekan terakhir bulan Agustus, aku pergi dalam sebuah perjalanan AvGeek Weekend Trip dengan tujuan utama terbang dengan pesawat baru Boeing 787-9 Dreamliner-nya Air France di rute domestik jarak dekat Lyon – Paris-CDG. Sebenarnya aku menaiki empat penerbangan di perjalanan ini (Amsterdam – Paris-CDG – Lyon pp). Namun, karena tiga penerbangan lainnya adalah penerbangan reguler jarak dekat dengan Air France dan KLM, di posting ini aku hanya akan fokus pada bintang utama perjalanan ini saja, yaitu penerbangan dengan Dreamliner.

AF 7641 (LYS– CDG)


Penerbangan: Air France AF 7641
Pesawat: Boeing 787-9 Dreamliner rego F-HRBA
ATD: 10:37 CET (Runway 17R of LYS)
ATA: 11:31 CET (Runway 08R of CDG)

Setelah sarapan di hotelku di dekat bandara (sarapannya enak, btw), aku pergi ke bandara untuk check-in dan mendapatkan boarding pass-ku. Lalu, aku melalui pemeriksaan sekuriti dan menunggu penerbanganku di lounge-nya Air France yang underwhelming itu di Bandara Lyon. Aku mengecek app Flightradar24-ku untuk mengetahui yang mana dari dua Boeing 787-9 Dreamliner-nya Air France yang akan digunakan di rute domestik Lyon hari ini. Aku lihat F-HRBB sudah berangkat ke London-Heathrow sehingga artinya aku akan mendapatkan F-HRBA.

Sebuah Boeing 787-9 Dreamliner milik Air France dengan rego F-HRBA d Bandara Lyon.

Singkat cerita, sekitar jam 9:30 pagi, F-HRBA mendarat di Lyon dan parkir di salah satu gate. Tak lama setelahnya, boarding dimulai. Aku berjalan ke arah pesawat dengan perasaan excited (haha) dan duduk di kursi 10A di kabin Premium Economy. Oh iya, aku diberikan kursi Premium Economy di penerbangan ini.

Kabin Premium Economy di dalam pesawat Boeing 787-9 Dreamliner-nya Air France dengan rego F-HRBA

Penerbangan ini nampaknya penuh. Semua kursi di kelas Bisnis dan Premium Economy penuh, dan aku lihat ada banyak sekali penumpang yang berjalan ke kelas Ekonomi ketika boarding. Sebagai akibatnya, boarding memang memakan waktu agak lama, haha. Untukku sih, aku menggunakan waktu ini untuk membuka layar AVOD di kursinya dan memilih beberapa musik untuk playlist pendek di penerbangan singkat ini. Yang namanya pesawat terbaru, jelas AVOD PTVnya adalah “Air France Touch”, yang terbaru milik Air France, dan sama seperti yang kutemui di penerbangan AF 117 dengan Boeing 777-300ER dari Shanghai ke Paris awal tahun ini.

Bienvenue à bord

Eh, sesuatu banget lho bisa menggunakan AVOD PTV di penerbangan intra-Eropa, apalagi di penerbangan domestik! Haha 😆 . Setelah boarding selesai, pintu ditutup dan pesawat didorong mundur untuk keberangkatan. Jelas, peragaan keselamatannya tidak dilakukan secara manual. Video peragaan keselamatannya Air France yang chick dan “Prancis banget” dimainkan di layar:

Btw, video peragaan keselamatannya Air France ini adala salah satu video peragaan keselamatan favoritku! Seperti yang bisa dilihat, videonya “Prancis banget”, misalnya menyebutkan bahwa sabuk pengaman tidak hanya menjaga keselamatan Anda, tetapi juga berfungsi untuk “meng-highlight lingkar pinggang Anda dengan elegan“, huahaha 😆 . Dan suasana umum videonya yang terasa “Prancis banget” dengan keelegannya dan semuanya lah pokoknya!

Lepas landas dari landasan pacu 17R Bandara Lyon dengan Dreamliner-nya Air France.

Anyway, pesawat berjalan menuju landasan pacu 17R dan lepas landas dari sana sebelum kemudian berputar ke arah utara untuk menuju Paris. Secara umum, penerbangan ini adalah penerbangan mulus dengan Dreamliner. Tak lama setelah lepas landas, layanan snack diberikan. Layanannya sesuai standar di kelas Ekonomi sih; yang mana toh level yang juga aku jangka dari kelas Premium Economy-nya Air France.

Layanan snack di penerbangan domestik jarak dekat Lyon – Paris penerbangan AF 7641 dengan pesawat Dreamliner.

Satu fitur Boeing 787 Dreamliner adalah jendelanya yang bisa gelap sendiri yang keren banget itu. Dan jelas dong fitur ini juga bisa ditemukan di F-HRBA!! Iya, penutup jendela mekanik nggak diperlukan lagi deh soalnya jendelanya bisa berganti warna dan transparansi sendiri!

AVOD PTVnya hanya kugunakan untuk musik saja (btw, kursinya juga dilengkapi dengan noise-cancelling headphone, yang mana kualitasnya lumayan lho!) dan peta yang keren banget itu; karena toh waktuku terbatas kan dengan durasi singkat penerbangan ini, haha. Aku lihat sebenarnya pesawatnya dilengkapi dengan wifi juga tetapi aku tidak sempat mengeceknya. Secara keseluruhan, penerbangan ini adalah penerbangan yang mengasyikkan dengan Dreamliner-nya Air France!

Selfie Premium Economy wajib di Boeing 787-9 Dreamliner-nya Air France

Waktu berlalu cepat ketika kita merasa senang. Tiba-tiba saja, pesawat sudah mendekati Paris dong, haha 😆 . Sebelum mendarat, pesawat “tur” singkat dulu di atas kota Paris, dimana aku bisa melihat Menara Eiffel, Arc De Triomphe, dan Champs-Élysées yang terkenal itu dari atas. Keren dah!! Anyway, kami mendarat di landasan pacu 08R Bandara Paris – Charles De Gaulle. Berikut ini video pendaratannya:

Pesawat diparkir di Terminal 2E, terminal non-Schengennya Bandara Charles De Gaulle karena pesawatnya akan digunakan untuk melayani penerbangan AF 334 ke Montreal, Kanada siangnya. Tetapi ini berarti penumpang domestik dari Lyon harus ditransportasikan ke Terminal 2F. Untuk itu, beberapa bus mereka gunakan, haha.

Setelah tiba di Terminal 2F, aku pergi ke lounge Schengen-nya Air France untuk menunggu penerbangan KLMku kembali ke Amsterdam.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1975 – A Summer Weekend in London (Part II: London)

ENGLISH

Posts in the A Summer Weekend in London series:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: London

It is well-known already that I have fallen in love with London. So coming to this trip, I knew that I would enjoy my stay there. It was also good that I had been to London a few times before so I did not feel the need to “rush through” during the trip. I could just relax and enjoy my (short) time in the city that I loved.

Anyway, after checking in at my guest house, I went to the Canary Wharf for lunch. Obviously, I chose Jamie’s Italian because, well, London. Lol! I tried their burger this time and, of course, a bowl of polenta chips as well. It was really good!

Jamie’s Italian’s burger and polenta chips

After some quick rest in the afternoon, I decided to go to Blackfriars as I would want to go to the Millenium Bridge, haha. The Millenium Bridge was really crowded today, but it was actually nice and made the atmosphere more lively. From there, I walked aside the River Thames towards the east to the direction of the London Bridge and the Tower Bridge.

The Millenium Bridge

My favorite hang-out place in London now is the Potters Field Park by the Tower Bridge. The park was quite crowded today, possibly also because it was a Satuday evening, and also because there was a Latin American-themed event going on there. So it was indeed very lively and fun!

A Latin American event at Potters Field Park

At around 8 PM, I started to feel hungry so I went to a Nando’s nearby. FINALLY, I dined at a Nando’s in London!! (And it was only my second time ever in the UK with my first time being in Belfast, Northern Ireland almost two years ago, haha 😆 ). I ordered their medium (in terms of spiciness) peri-peri chicken with coleslaw and side salad; as I wasn’t too hungry so I did not order some chips 😛 . And it was good!!

A peri-peri chicken at Nando’s

The following day, after checking-out, I went to Westminster with one big mission which was to take the most touristy selfie in London: a selfie with Big Ben!! Haha 😆 . As expected, it was very crowded there especially on the Westminster Bridge. Well, of course it was understandable that many other tourists also came there with the same mission as mine, haha 😆 .

It turned out that the tower was undergoing some maintenance at the time so there were scaffoldings which made it look less nice. But then, I got this brilliant idea! If I stood a little bit further from the tower AND I let a vehicle pass almost by my sife and “block” the camera view of the scaffolding, then I would get a good selfie with Big Ben. And because it was London, which was famous for its red doubledecker buses, one of those could be this blocking vehicle!! And so I was waiting for some red doubledecker buses to pass, and it wasn’t long before one came. And … taa daa:

The ultimate mandatory tourist-in-London selfie

Yep, perhaps the most touristy selfie you could ever possibly take in London!! Haha 😆

Anyway, from there I walked towards the (very busy with long queue) London Eye and sat at a bench nearby. I felt like walking today so not long after, I walked towards the Trafalgar Square by crossing the Golden Jubilee pedestrian bridge. Trafalgar Square was also quite crowded today. Well, the weather was good so maybe people felt like going out.

Trafalgar Square

For lunch, I had decided that I would like to come back to Yauatcha, a one Michelin-star restaurant in Soho (I first went there two years ago). Soho wasn’t that far away from Trafalgar Square so I decided to walk there. It turned out I was a little bit too early so I first went to a cafe nearby to have an iced coffee. It was quite warm today in London anyway!

After I finished my coffee, I went to Yauatcha. Thankfully even though I had not made any reservation, there was still a vacant spot despite for only one hour. I ordered a quarter of their crispy duck and a white fried rice. The crispy duck came first, which the waiter “crushed” in front of me with fork and knife, thus making me need not to worry about the bones, haha. Though, the fried rice came a bit too much later; I wish they were served at the same time. Anyway, both were delicious! The duck was crispy on the outside but still moist in the inside! Wrapping it with the “pancake” (this was the term used by the waiter, btw; and it was basically like the wrapping you would get with Peking duck) along with the pickle and the sauce made it taste even more tasty!! I think this as how this dish was supposed to be eaten anyway, haha. The Chinese-style white fried rice was also good!!

My fine lunch at Yauatcha, a one-Michelin-star restaurant in Soho: a bowl of white fried rice and crispy duck.

Anyway, I was not told that the duck came with the pancake, actually. Because of this, I ordered the fried rice thinking the duck alone wouldn’t be enough. And now, I ended up with the duck with the pancake and a bowl of fried rice to finish! Haha 😆 . As a consequence I came out the restaurant feeling quite too full, haha. Overall, it was a good fine lunch at Yauatcha. Of course it wasn’t quite “up class”, but for a one Michelin star restaurant, their a la carte menu was not expensive at all.

From there, I walked to Piccadilly Circus and Green Park to kill some time before having to go to the airport to catch my KLM flight back to Amsterdam from London City Airport (see Part I).

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri A Summer Weekend in London:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: London

Sudah sering kubilang bahwa telah lama aku jatuh cinta kepada London. Jadilah ketika berangkat di perjalanan ini, aku tahu perjalanan ini pasti akan seru. Asyik juga aku sudah pernah beberapa kali ke London sebelumnya sehingga aku tidak perlu “terburu-buru” gitu. Aku bisa bersantai-santai saja dan menikmati waktu (singkat)-ku di kota yang aku sukai ini.

Anyway, setelah check-in di guest house tempatku menginap, aku pergi ke Canary Wharf untuk makan siang. Jelas dong aku makan di Jamie’s Italian karena, hmm, London. Haha! Aku mencoba burgernya kali ini dan, tentu saja, polenta chips kesukaanku itu! Enak!

Burger dan polenta chips-nya Jamie’s Italian

Setelah beristirahat sejenak sorenya, aku pergi ke Blackfriars karena aku ingin menyeberangi Jembatan Millenium, haha. Jembatan Milleniumnya ramai hari ini, tetapi justru karena itu lah rasanya asyik karena atmosfernya terasa amat hidup. Dari sana, aku berjalan di sepanjang tepian Sungai Thames ke arah timur menuju Jembatan London dan Jembatan Menara (Tower Bridge).

Jembatan Millenium

Satu tempat hang out favoritku di London adalah Taman Potters Field di dekat Tower Bridge. Tamannya cukup ramai hari ini, mungkin karena memang malam Minggu dan juga sedang ada acara bertemakan Amerika Latin gitu di sana. Jadilah suasananya asyik dan hidup banget!

Sebuah acara bertemakan Amerika Latin di Potters Field Park

Sekitar jam 8 malam, aku mulai merasa lapar sehingga aku mampir di sebuah restoran Nando’s di dekat situ. AKHIRNYA aku makan Nando’s di London juga!! (Dan ini kali kedua nih aku makan di Nando’s di Inggris Raya (UK), setelah yang pertama kali adalah di Belfast, Irlandia Utara hampir dua tahun lalu, haha 😆 ). Aku memesan ayam peri-peri medium (dari segi tingkat kepedasan) dengan coleslaw dan side salad; karena toh aku merasa tidak terlalu lapar sehingga aku tidak memesan kentang goreng 😛 . Dan memang enak!!

Ayam peri-peri di Nando’s

Keesokan harinya, setelah check-out aku pergi ke Westminster dengan misi mengambil selfie paling touristy di London: selfie dengan Big Ben!! Haha 😆 . Seperti dugaanku, ramai banget deh di sana terutama di Jembatan Westminsternya. Ya iya lah ya jelas aja ada banyak turis lain yang datang kesana dengan misi yang sama denganku, haha 😆 .

Ternyata menaranya sedang dirawat kali ini sehingga ada banyak perancah bangunan (scaffoldings) yang mana mengganggu pemandangan lah ya, haha. Tetapi kemudian, aku mendapatkan ide brilian! Jika aku berdiri agak jauhan sedikit dari Big Bennya DAN sengaja membiarkan sebuah kendaraan lewat di sampingku dan “menutupi” pandangan kameraku akan perancah bangunannya, aku masih akan tetap mendapatkan selfie yang oke dengan Big Ben. Apalagi, London kan memang terkenal juga dengan bus tingkat merahnya itu, jadi bisa dong satu bus merahnya kujadikan kendaraan penutup perancah bangunan!! Jadilah aku menunggu satu bus tingkat merah itu untuk lewat. Dan tak lama kemudian, satu lewat dan… taa daa:

Selfie turis-di-London wajib yang London banget.

Yep, mungkin ini adalah selfie yang paling touristy yang bisa kita ambil di London ya!! Haha 😆

Anyway, dari sana aku berjalan ke arah London Eye (yang rame banget dengan antrian super panjang) dan duduk di sebuah bangku di dekat sana. Aku sedang merasa ingin banyak berjalan-kaki sehingga aku berjalan kaki ke arah Lapangan Trafalgar setelahnya dengan menyeberangi Jembatan Golden Jubilee. Lapangan Trafalgar ramai banget juga hari ini. Yah, cuacanya memang sedang oke sih sehingga mungkin banyak yang memanfaatkannya untuk keluar ya.

Lapangan Trafalgar

Untuk makan siang, aku memutuskan untuk kembali ke Yauatcha, sebuah restoran Michelin bintang satu di Soho (Aku pertama kali kesana dua tahun lalu). Soho tidaklah jauh dari Lapangan Trafalgar sehingga aku berjalan-kaki kesana. Ternyata aku agak keawalan sehingga aku mampir dulu di kafe di dekat situ untuk memesan es kopi. Toh kebetulan cuaca di London lagi lumayan hangat hari ini!

Setelah menghabiskan kopiku, aku kembali ke Yauatcha. Untungnya, walaupun tidak memiliki reservasi, ada meja kosong selama satu jam untukku. Aku memesan bebek crispy dan nasi goreng putih kali ini. Bebek crispy-nya datang duluan, yang kemudian “disuwirkan” oleh pelayannya di depanku dengan garpu dan pisau, sehingga aku tidak perlu pusing-pusing memikirkan tulangnya, haha. Sayangnya, nasi gorengnya datang belakangan sih; padahal aku berharap ini disajikan bersamaan kan ya. Ah, tapi yang penting rasanya enak! Bebeknya beneran crispy di luar tetapi dalamnya masih moist gitu! Membalutnya dengan “pancake“-nya (ini istilah yang digunakan pelayannya lho, haha; yah kurang lebih seperti kulit yang digunakan untuk membalut bebek Peking itu lho) bersama dengan acar dan sausnya membuatnya terasa lebih enak lagi!! Yah, memang menu ini sepertinya memang dimaksudkan dimakan demikian ya, haha. Nasi goreng putihnya juga enak!!

Fine lunch-ku di Yauatcha, sebuah restoran Michelin bintang satu di Soho: satu mangkok nasi goreng putih dan bebek crispy.

Anyway, sayangnya aku tidak diberi-tahu bahwa bebeknya disajikan dengan pancake-nya itu. Karena itu, aku memesan nasi gorengnya berpikir bebeknya saja tidak akan membuatku kenyang. Jadilah sekarang aku mendapatkan seporsi bebek dengan pancake-nya dan satu mangkok nasi goreng untuk dihabiskan! Haha 😆 . Jadilah aku keluar dengan perasaan sedikit kekenyangan, haha. Secara keseluruhan, ini adalah fine lunch yang enak di Yauatcha. Tentu saja restorannya agak “up class“, tetapi dengan mempertimbangkan status Michelin bintang satunya, menu a la cartenya tergolong nggak mahal lah.

Dari sana, aku berjalan ke Piccadilly Circus dan Green Park untuk menghabiskan waktu sebelum pergi ke bandara untuk mengejar penerbangan KLMku kembali ke Amsterdam dari Bandara London City (baca Bagian I).

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1974 – Yet Another Weekend Story

ENGLISH

As my Instagram followers (@azilko) have known, I went on yet another weekend trip this weekend! Haha 😛 . This time, it was the next edition of my AvGeek Weekend Trip this year.

The idea behind this trip came three months ago, on my way back from Lyon to Amsterdam via Paris during the Lyon part of my Early Summer 2017 Weekend TripS series. At the time, I was waiting for my Lyon – Paris AF 7645 flight at an Air France’s lounge at the airport when I saw this brochure:

😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍

Yep!! As it turned out, this summer Air France was going to operate one of its daily domestic Paris – Lyon (vv) flights with their new Boeing 787-9 Dreamliner!! 😍 This gif sums up my reaction at the time:

Super exciting, no? A short domestic flight on a wide-body! On top of that, I had never flown a Boeing 787-9 before. I have flown Boeing 787 twice though, but both with the Boeing 787-8 series: Japan Airlines’ flight JL416 from Paris-CDG to Tokyo-Narita two years ago and LATAM Chile’s fifth freedom flight LA704 from Madrid to Frankfurt last year (in business class). Actually, I would lose my Boeing 787-9 virginity later in the year anyway nonetheless (A bit of a teaser of a big trip I am planning on this year. Still not the right time to share yet, though 😛 ); but it was still nevertheless nice to do it earlier, no? Haha 😜

So the next day after returning from that early summer weekend trip, I browsed for a possibility and I found a return ticket involving the 787 flight with reasonable price and schedule; though I would need to spend a night in Lyon (Airport), though. But it was not a problem so I immediately booked it! Haha 😆 . Yep, finally I was going to fly my second ever domestic flight with a wide-body (the first time being with ANA’s Boeing 777-200 flight NH553 from Tokyo-Haneda to Hakodate two years ago)! :mrgreen:

Yes, so indeed this photo pretty much sums up this weekend of mine:

An Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner reg F-HRBA

But it turned out that it did not stop there. For this domestic flight, I was given a Premium Economy seat!! (Premium Economy is a new class between economy and business class. I have flown Air France’s (older) Premium Economy product once two years ago on the 9 hours Mumbai-Paris flight, btw). Actually at the time of check-in, there was (paid) possibility to switch to a (real) business class seat. However, none of the available seat were window seats so I did not consider that option, haha.

An Air France Boeing 787-9 Dreamliner Premium Economy selfie

So to sum up my weekend: an avgeek weekend trip, a domestic flight with a wide-body, a Premium Economy seat, and a new plane type for my logbook. Indeed it has been a really fun weekend to me!!

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan lagi loh kemarin ini! Haha 😛 . Kali ini, perjalanan ini adalah edisi selanjutnya dari seri AvGeek Weekend Trip-ku tahun ini.

Perjalanan ini lahir dari sebuah kejadian tiga bulan yang lalu, ketika aku sedang dalam perjalanan kembali dari Lyon ke Amsterdam bia Paris di bagian Lyon dari seri Early Summer 2017 Weekend TripS-ku. Waktu itu, ketika sedang menunggu penerbangan AF7645 Lyon – Paris di lounge-nya Air France, aku melihat brosur ini:

😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍

Yep!! Ternyata di musim panas ini Air France akan mengoperasikan salah satu dari penerbangan harian domestik Paris – Lyon (pp)-nya dengan pesawat Boeing 787-9 Dreamliner mereka yang baru!! 😍 Gif berikut merangkum reaksiku waktu itu:

Seru banget kan? Penerbangan domestik jarak dekat dengan pesawat berbadan lebar! Di samping itu, aku kan belum pernah terbang dengan Boeing 787-9 sebelumnya. Aku sudah pernah terbang dengan Boeing 787 dua kali sih, tetapi keduanya adalah dengan seri Boeing 787-8: penerbangannya Japan Airlines JL416 dari Paris-CDG ke Tokyo-Narita dua tahun lalu, dan penerbangan kebebasan kelimanya LATAM Chile LA704 dari Madrid ke Frankfurt tahun lalu (di kelas bisnis). Sebenarnya, toh aku tetap akan terbang dengan Boeing 787-9 untuk pertama kalinya juga tahun ini sih bagaimanapun juga (Sedikit bocoran mengenai sebuah perjalanan besar yang sudah kurencanakan untuk tahun ini. Tapi sekarang masih belum saatnya untuk kuceritakan nih 😛 ); tetapi tetap lebih asyik untuk bisa terbang lebih awal kan ya? Haha 😜

Jadilah keesokan harinya setelah kembali dari perjalanan awal musim panas itu, aku mencari-cari kemungkinannya dan aku menemukan tiket pp yang melibatkan penerbangan dengan 787 itu yang mana harga tiketnya masih bersahabat dan jadwalnya juga ok; walaupun aku harus menginap semalam di (Bandara) Lyon sih. Tetapi ini jelas bukan lah masalah dan tiketnya langsung aku beli! Haha 😆 . Iya, akhirnya aku akan terbang dengan penerbangan domestik dengan pesawat berbadan lebar untuk kedua kalinya (yang pertama adalah di penerbangan NH553 dari Tokyo-Haneda ke Hakodate-nya ANA dengan pesawat Boeing 777-200 dua tahun lalu)! :mrgreen:

Yup, jadi memang foto berikut ini merangkum akhir pekanku kemarin ini:

Sebuah Boeing 787-9 Dreamliner-nya Air France dengan rego F-HRBA

Tetapi ternyata keseruannya tidak berhenti di situ. Untuk penerbangan domestik ini, aku diberikan kursi Premium Economy dong!! (Premium Economy adalah kelas baru di antara kelas ekonomi dan bisnis. Kebetulan aku sudah pernah terbang dengan kelas Premium Economy (lama)-nya Air France sekali dua tahun yang lalu di penerbangan 9 jam dari Mumbai ke Paris, btw). Sebenarnya sewaktu check-in, ada pilihan (berbayar) untuk pindah ke kursi kelas bisnis. Namun, waktu itu tidak ada kursi jendela yang tersedia sehingga pilihannya tidak aku hiraukan, haha.

Selfie Premium Economy-nya Boeing 787-9 Dreamliner-nya Air France.

Jadi, untuk merangkum akhir pekan ini: sebuah perjalanan avgeek weekend trip, sebuah penerbangan domestik dengan pesawat berbadan lebar, kursi Premium Economy, dan satu tipe pesawat baru untuk logbook-ku. Jadi memang akhir pekan ini adalah akhir pekan yang seru!!

Aviation · EuroTrip · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#1971 – A Summer Weekend in London (Part I: The Flights)

ENGLISH

Posts in the A Summer Weekend in London series:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: London

KL977 (AMS-LCY)

I was quite excited for this trip because it would be the first time I flew on a non-Schengen flight out of Schiphol since September 2016 when I flew to Sint Maarten! Haha 😆 . This also meant that I hadn’t used KLM’s non-Schengen Crown Lounge since then. I just realized though that I liked the Schengen lounge better actually.

Anyway, obviously I chose a KLM flight to get to London-City; and what excited me even more was the flight would be operated with one of the two Avro RJ85s they leased from CityJet! Yep, Avro RJ85! The cute regional jet with four engines!!


Flight: KLM KL 977 operated by CityJet
Equipment: Avro RJ85 reg EI-RJU
ATD: 12:11 CET (Runway 36L of AMS)
ATA: 11:55 BST (Runway 27 of LCY)

Boarding was slightly delayed today, but it went on quite smoothly. After all passengers boarded, however, the captain announced that due to a congestion on the departure runway (due to bad weather in Amsterdam today), we were only cleared to depart in 20 minutes. But not long after, the captain announced that the Polderbaan was open for departure and if he agreed to use this runway, we could depart now. He thought the long taxi there was better than sitting in the tarmac for 20 minutes doing nothing, haha; and I fully agreed with him on this case. So there we went, another departure from Polderbaan! Haha 😆

Another departure from Polderbaan

Anyway, I loved flying the Avro RJ85. It was a small plane but was very stable on air; thus comfortable even though the 3-3 configuration felt a little bit “cramped” in my opinion for its fuselage size. As it was a flight operated for KLM, the snack service was as per KLM’s standard:

The snack service on board CityJet’s flight KL977

which was decent for a short 45 minutes. Having said that, the cabin crews were CityJet’s, even when the flight was operated for KLM. Well, at least they wore CityJet’s uniform.

An aspect I was excited for this particular flight was the landing. I was really, really hoping we would land at runway 09 of London-City Airport. The view while landing there would be spectacular as the plane would have to descend above the city of London along with the cool skyscrapers! This was one of the reasons why LCY was my favorite. I landed there in 2013 but didn’t take a video so I planned to do so this time, haha.

But then, as we were flying from the east, we kept descending and descending above the River Thames without making any turn. Then I realized that we were NOT landing at runway 09 but at runway 27 instead! DAMN!!! Damn you wind direction!! Here is the landing video at runway 27:

Well, I guess this means I would need to fly to London City again in the future? Hahaha 😆 .

Anyway, another reason why I loved London City Airport was its small and compact size. A small airport meant short taxi and quick line at immigration (and baggage belt). I got off the airport in, like, literally less than 20 minutes since EI-RJU touched down at runway 27.

Deboarding at London City Airport from this CityJet’s Avro RJ 85 reg EI-RJU.

KL994 (LCY-AMS)

To go back to Amsterdam, I chose a KLM flight that was operated by KLM Cityhopper. Btw, KLM’s mainline Boeing 737 fleet cannot fly to London City Airport because the airport is too small for them. The runway length is just 1,508 meter; that is only around 2/3 of, say, the length of Adisutjipto Airport’s runway in Yogyakarta.

It was a small airport and unfortunately SkyTeam did not have a lounge partner there. But the general waiting area was nonetheless comfortable, especially that I scored a seat by the window which had electrical plugs and free wifi and offered this view:

An amazing view at the departure area of London City Airport

😍😍😍😍😍

I sat there for a good two-hour, haha.


Flight: KLM KL 994 operated by KLM Cityhopper
Equipment: Embraer ERJ190 reg PH-EZF
ATD: 18:08 BST (Runway 27 of LCY)
ATA: 19:51 CET (Runway 36R of AMS)

Boarding today was, unfortunately, quite chaotic. I found it weird actually that given the high frequency of KLM flights between London City and Amsterdam (up to 7 times daily on a weekday), there was no SkyPriority sign and line to help the boarding process. Sure SkyPriority passengers were announced to board first but it was basically useless as there was no actual line and in reality passengers standing closer to the gate would board first anyway.

A KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZF

Btw, when scanning my mobile boarding pass, the scanner notified the boarding agent that, apparently, I had been upgraded to Europe Business Class! YESSS!!! Haha 😆 . I was moved from my original 9F seat to 1D and was given a new boarding pass. The downside of this, though, was that I no longer had a window seat 😞. Anyway, so I boarded PH-EZF, a KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190, and settled onto my 1D seat. And of course the legroom was amazing, haha 😆 .

Amazing legroom in Europe Business Class; row 1

It was literally a full flight today, i.e. the load factor in both economy and Europe business class were 100%. So I was intrigued with our take-off today given London City Airport’s short runway, haha. We took off from runway 27; and it turned out that a full Embraer ERJ190 didn’t always need the full 1,508 meter of runway length to take off.

Take off was quite bumpy today, as we were making a u-turn above the city of London (which beautiful view I couldn’t really see due to my aisle seat) towards Amsterdam. After the fasten seat belt sign was turned off, the flight attendant offered any drink to us, which I asked for a cup of green tea. She brought me my green tea and my dinner service. Upon which I also asked for a bottle of champagne, hahaha 😛.

The dinner service on board flight KL994 in Europe Business Class

To my delight, the dinner service today was different from the dinner service on board my previous KLM Europe Business Class flight just two weeks earlier. The main dish was salad with chicken teriyaki skewer and two pieces of warm bread which were really nice. A small cup of potato-salmon salad was also served as the appetizer along with a small cup of chocolate and caramel dessert. This dish kept me busy during the entire flight, where we had started our descent towards Schiphol when I finished it. Though, I still had about a third glass of champagne which I finished in one gulp (🙈) because the crews already had to prepare for landing, haha.

Anyway, we landed at runway 36R of Schiphol and it was not a long taxi to the Fokker Farm. We were taken by a bus to the terminal. I cleared immigration, and went back home to Amsterdam.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri A Summer Weekend in London:
1. Introduction
2. Part I: The Flights
3. Part II: London

KL977 (AMS-LCY)

Aku cukup excited dengan perjalanan ini karena ini adalah kali pertama aku terbang di penerbangan non-Schengen dari Bandara Schiphol semenjak September 2016 ketika aku terbang ke Sint Maarten! Haha 😆 . Ini juga berarti KALI itu adalah kali terakhir aku mampir di lounge Crown Lounge-nya KLM yang non-Schengen. Aku baru menyadari bahwa aku lebih suka lounge Schengen daripada non-Schengen-nya deh.

Anyway, jelas dong aku memilih penerbangannya KLM untuk pergi ke London City; dan yang membuat bersemangat pagi ini adalah penerbangannya akan dioperasikan dengan satu dari dua pesawat Avro RJ 85 yang mereka sewa dari CityJet! Iyaa, pesawat Avro RJ 85 itu! Pesawat jet regional imut dengan empat mesin!!


Penerbangan: KLM KL 977 dioperasikan oleh CityJet
Pesawat: Avro RJ85 reg EI-RJU
ATD: 12:11 CET (Runway 36L of AMS)
ATA: 11:55 BST (Runway 27 of LCY)

Boarding berlangsung sedikit terlambat hari ini, tetapi lancar. Setelah semua penumpang naik, sayangnya kapten mendapatkan berita bahwa akibat kemacetan di landasan pacu keberangkatan (akibat cuaca buruk di Amsterdam saat itu), kami baru mendapatkan giliran berangkat 20 menit kemudian. Tetapi tak lama setelahnya, kaptennya mengumumkan bahwa Polderbaan baru saja dibuka untuk keberangkatan dan jika ia setuju untuk menggunakan landasan pacu ini, kami diperbolehkan berangkat saat itu juga. Menurut pertimbangannya, lebih baik taxiing lama kesana daripada diam saja di tarmac selama 20an menit kan, haha; dan aku setuju dengannya kali ini. Jadi ya gitu deh, satu keberangkatan dari Schiphol melalui Polderbaan lagi untukku, haha 😆 .

Keberangkatan dari Polderbaan lagi

Anyway, aku suka deh terbang dengan Avro RJ 85. Pesawatnya kecil tetapi terbangnya stabil banget; sehingga nyaman walaupun konfigurasi kursi 3-3nya terasa “sesak” sih menurutku untuk ukuran lebar kabin yang hanya segitu. Karena penerbangannya dioperasikan untuk KLM, layanan snack-nya juga sesuai standarnya KLM:

Layanan snack di penerbangan KL 977nya CityJet

yang mana oke lah untuk penerbangan singkat selama 45 menit. Walaupun snack-nya adalah dari KLM, sepertinya pramugarinya adalah pramugarinya CityJet. Yah, setidaknya sih mereka mengenakan seragamnya CityJet.

Satu aspek yang membuatku bersemangat dengan penerbangan ini adalah pendaratannya di London. Aku sungguh berharap kami akan mendarat di landasan pacu 09 Bandara London City. Pemandangan ketika mendarat di sana akan spektakuler banget karena pesawatnya harus bergerak turun di atas kota London di antara pencakar-pencakar langitnya itu. Kan kece banget yaaa!! Inilah salah satu alasan mengapa LCY adalah bandara favoritku, haha. Aku mendarat di sana di tahun 2013 tetapi waktu itu tidak aku video sehingga kali ini aku ingin mem-videonya, haha.

Tetapi kemudian, karena kami terbang dari arah timur, kami terus turun dan turun di atas Sungai Thames tanpa berbelok. Jadilah aku menyadari bahwa kami TIDAK sedang mendarat di landasan pacu 09 melainkan di landasan pacu 27 dong! SIAALL!!! Dasar nih arah anginnya kok nyebelin begini hari ini, haha 😛 !! Berikut ini video pendaratannya:

Yah, mungkin ini artinya aku harus terbang lagi ke London City kapan-kapan gitu? Hahaha 😆 .

Anyway, satu faktor lain yang aku suka Bandara London City adalah ukurannya yang kecil. Sebuah bandara kecil juga berarti taxiing yang singkat dan antri imigrasi yang nggak panjang (juga bagasi), haha. Hari ini, aku bisa keluar dari bandara sekitar kurang dari 20 menit loh semenjak EI-RJU menyentuh landasan pacu 27.

Menuruni pesawat Avro RJ85nya CityJet dengan rego EI-RJU ini di Bandara London City.

KL994 (LCY-AMS)

Untuk kembali ke Amstedam, aku memilih penerbangannya KLM yang dioperasikan oleh KLM Cityhopper. Btw, pesawat mainline Boeing 737-nya KLM tidak bisa mendarat di Bandara London City karena ukuran bandaranya terlalu kecil untuknya. Bayangkan, panjang landasan pacunya hanya 1.508 meter saja; yaitu sekitar 2/3 dari, misalnya, panjang landasan pacunya Bandara Adisutjipto di Yogyakarta.

Ini adalah bandara kecil sehingga sayangnya SkyTeam tidak memiliki lounge di sana. Tetapi toh ruang tunggunya cukup nyaman kok, apalagi aku mendapatkan satu kursi di sebelah jendela yang dilengkapi dengan wifi gratis dan colokan listrik dengan pemandangan kayak gini:

Pemandangan yang kece banget dari area keberangkatan Bandara London City

😍😍😍😍😍

Aku duduk di sana sekitar dua jam-an lah, haha.


Penerbangan: KLM KL 994 dioperasikan oleh KLM Cityhopper
Pesawat: Embraer ERJ190 reg PH-EZF
ATD: 18:08 BST (Runway 27 of LCY)
ATA: 19:51 CET (Runway 36R of AMS)

Boarding hari ini, sayangnya, berlangsung kacau. Aku merasa aneh sebenarnya dengan frekuensi cukup tingginya penerbangannya KLM dari Bandara London City ke Amsterdam (sampai 7 kali sehari di hari biasa), kok tidak ada tanda SkyPriority dan antrian yang berbeda gitu untuk mempercepat proses boarding. Memang sih diumumkan bahwa penumpang SkyPriority diminta naik pesawat duluan, tapi kenyataannya mah percuma aja karena nggak ada antrian dan yang berdiri paling dekat dengan gerbangnya ya bakal naik pesawat duluan, haha.

Sebuah Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZF

Btw, ketika meng-scan mobile boarding pass-ku, scanner-nya mengeluarkan bunyi dan memberi-tahu petugasnya bahwa, ternyata, aku telah di-upgrade ke kelas bisnis Eropa dooong! YESSS!!! Haha 😆 . Aku dipindahkan dari kursi 9F ke kursi 1D dan diberikan boarding pass baru. Tapi sisi nggak enaknya adalah aku jadi tidak lagi duduk di kursi jendela nih 😞. Anyway, jadilah aku menaiki PH-EZF, sebuah Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper, dan duduk di kursi 1Dku. Jelas legroom-nya mantap lah, haha 😆 .

Legroom yang mantap di kelas bisnis Eropa, baris 1.

Penerbangan hari ini adalam penerbangan yang penuh, dalam artian load factor di kelas ekonomi dan kelas bisnis Eropa adalah 100% di kedua kelas. Jadilah aku penasaran bagaimana lepas landasnya dari Bandara London City yang landasan-pacunya pendek itu, haha. Kami lepas landas dari landasan pacu 27, dimana mesin langsung dimaksimalkan dari awal; dan ternyata dengan begini sebuah Embraer ERJ190 yang penuh toh tidak membutuhkan keseluruhan panjang 1.508 meter landasan pacu itu untuk terbang.

Lepas landas sendiri berlangsung cukup bumpy hari ini, ketika kami berputar balik di atasnya kota London (yang mana pemandangan kecenya tidak bisa kulihat karena kursi aisle-ku) menuju Amsterdam. Setelah lampu tanda sabuk pengaman dipadamkan, pramugarinya menawarkan minuman, dan aku meminta segelas teh hijau. Ia membawakan teh hijauku beserta layanan makanannya. Jadilah sekalian aku minta champagne juga dong ya, hahaha 😛.

Layanan makan malam di kelas bisnis Eropa penerbangan KL994.

Yang membuatku senang, menu layanan makan malam kali ini berbeda loh daripada menu layanan makan malam di penerbangan kelas bisnis Eropaku dengan KLM sebelumnya, yang mana dua minggu sebelumnya. Menu utamanya adalah salad dengan sate ayam dengan saus teriyaki dengan dua potong roti hangat yang mana rasanya enak. Satu cup kecil salad kentang-salmon juga disajikan sebagai hidangan pembuka dengan satu cup kecil coklat dan karamel untuk pencuci mulut. Menghabiskan satu menu ini memakan waktu keseluruhan penerbangannya untukku, haha, dimana pesawat sudah mulai turun menuju Bandara Schiphol ketika aku selesai. Walaupun, sekitar 1/3 gelas champagne-nya masih tersisa sih yang langsung aku habiskan sekali teguk (🙈) karena pramugari/a-nya sudah harus bersiap-siap untuk mendarat, haha.

Anyway, kami mendarat di landasan pacu 36R Bandara Schiphol dan pesawat parkir di Fokker Farm. Kami diantar dengan bus ke terminalnya. Setelah pengecekan imigrasi, aku naik kereta kembali ke Amsterdam.

EuroTrip · Miscellaneous · Photo Tales · Weekend Trip

#1969 – Photo Tales (43)

ENGLISH

The theme of this Photo Tales post is some side stories of my impulsive weekend trip in July 2017 to watch Venus Williams’ singles match at the final of Wimbledon. The main story of this series can be found at the following links:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Photo #95

Venus (Shave)

As I already mentioned above, Venus Williams was the reason of this impromptu trip to London. And so I found it funny when I saw these shaves by Gillette being marketted as “Venus” at the on-board store in the ferry boat I took from Hoek van Holland to Harwich. I felt like the universe “knew” and so this coincidence 😛 .

Photo #96

A new Oyster Card

Anyway, during a similar impromptu weekend trip to Wimbledon two years prior, where I witnessed Serena Williams completing her second Serena Slam, I accidentally lost the Oyster Card I bought five years ago. And because I will definitely go back to London, I decided to buy a new Oyster Card this time, pictured above. To be honest, I was a little bit disappointed that it looked more “plain” than the colorful one I bought five years ago, haha 😆 .

Photo #97

Yeay, electric plugs!

The last-minute nature of the trip meant higher risk of me forgetting something. And unfortunately, I did forget something this time: my adapter. You see, the UK uses a different plug type than the rest of Europe (So annoying, I know!). And so not bringing an adapter with me made my life a little bit more difficult there. But fortunately, the hotel I stayed in provided several different plug types, even a USB one, which I found extremely useful!! I was really glad I chose to stay at this hotel! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Tema posting Photo Tales kali ini adalah beberapa cerita sampingan dari perjalanan dadakanku di bulan Juli 2017 untuk menonton pertandingan tunggalnya Venus Williams di finalnya Wimbledon. Posting-posting utama dari seri ini bisa dibaca melalui tautan-tautan berikut:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Foto #95

Venus (Cukur)

Seperti yang kusebutkan di atas, Venus Williams adalah alasan aku pergi dalam perjalanan dadakan ke London ini. Makanya aku merasa lucu ketika melihat cukurnya Gillette yang dipasarkan dengan nama “Venus” ini di toko di dalam kapal ferry yang kunaiki dari Hoek van Holland ke Harwich. Aku merasa kok alam semesta ini “tahu” sehingga kebetulan ini terjadi, haha 😛 .

Foto #96

Oyster Card baru

Anyway, di perjalanan akhir pekan serupa ke Wimbledon dua tahun sebelumnya, dimana aku menyaksikan Serena Williams mencetak Serena Slam keduanya, tak sengaja kartu Oyster Card-ku yang kubeli lima tahun yang lalu hilang. Dan karena toh aku pasti akan kembali lagi ke London, aku memutuskan untuk membeli Oyster Card yang baru kali ini, yang kufoto di atas. Sejujurnya, aku sedikit kecewa soalnya disain Oyster Card ini nampak “biasa” banget alias terlalu polos gitu jika kubandingkan dengan yang berdisain warna-warni yang kubeli lima tahun lalu, haha 😆 .

Foto #97

Hore, colokan listrik!

Namanya perjalanan dadakan, artinya ada risiko lebih tinggi untukku kelupaan sesuatu. Dan sayangnya, aku beneran kelupaan sesuatu kali ini: adaptorku. Jadi ceritanya Inggris Raya itu kan menggunakan colokan yang modelnya berbeda dari semua negara Eropa lainnya gitu kan ya (Nyebelin memang!). Jadilah tidak membawa adaptor itu membuat hidupku agak sedikit lebih repot di sana, haha. Tetapi untungnya hotel tempatku menginap memiliki colokan listrik dengan beberapa tipe loh, bahkan ada colokan USB segala, yang mana sangat amat berguna untukku!! Aku lega banget deh aku memilih untuk menginap di hotel ini! Haha 😆 .