#2087 – A Weekend in Beautiful Bordeaux

ENGLISH

I went on a weekend trip to Bordeaux in a weekend in early March. Not too long ago I shared about the transportation part of the trip; and now is the time for the trip itself 🙂 .

Bordeaux

In one sentence, Bordeaux turned out to be a really beautiful city!! I actually couldn’t believe I “waited” this long to finally go there, haha 😆 . It was also big (for European standard) that I walked really, really a lot that weekend to get around (I could have bought a daily pass for the public transport, which I now recommend, haha; but at the time I honestly thought I wouldn’t need it as I (wrongly) assumed the city center would not be that big).

Porte Cailhau in Bordeaux

As with other (typical) European cities, the most beautiful area of Bordeaux was definitely the city centre. The buildings were just very beautiful with amazing architecture, and were well preserved! I mean, look at Porte Cailhau in the photo above, isn’t it charming and gives away an awesome castle vibe? 😀 You could just walk around the city center and got awed by the buildings!

Cathedrale St. Andre in Bordeaux

The city lied on the Garonne River, that was very big. The quayside of this river was really magnificent. I strolled along the river there all the way from Pont de Pierre to Pont Jacques Chaban-Delmas, which was about 3.5 km long (Remember when I mentioned above that the city was big? Haha 😀 ). Closer to Pont De Pierre, the buildings were from the 18th century thus providing classic beautiful look; and got more and more modern towards Pont Jacques Chaban-Delmas.

Pont Jacques Chaban-Delmas in Bordeaux

It also helped that the weather was great too when I was there (even though the forecast wasn’t great). The sun was shining and it was actually quite warm with temperature ranging in the 15° – 20°C scale! So indeed it was very comfortable! Thankfully I brought my sunglasses this time as it was the perfect time for it to come out of hibernation, haha 😆

A Bordeaux selfie, an opportunity for my sunglasses to come out of hibernation.

To some degree the beautiful city was, sort of kinda, expected (Well, this was Europe! Duh!). However, Bordeaux surprised me big time with the … very beautiful sunset!! I mean, here is the sunset moment on my Saturday there:

Incredibly beautiful sunset in Bordeaux

Like, seriously, it was perhaps the prettiest sunset I had ever witnessed especially in a city! I mean, just look at that sky and the light pattern!! The beauty was just ridiculous, wasn’t it?

The Food

Aside from the beautiful city, Bordeaux (and the region) was very famous for its:

Red wine because Bordeaux

Yep, wine! Haha 😆 So coming to this trip indeed I made wine as a “priority”, where I would drink wine whenever I could, haha 😛 . And so I did, except on my last dinner where I opted for a cocktail because happy hour in Bordeaux was between 5 and 8 PM! Lol 😆 . Anyway, Bordeaux wine was indeed special!

As for the food, I couldn’t really find any local dishes during my research period so I didn’t go on a mission to try out something. But despite this, though, the food did not disappoint. Well, this was how I always expected from French cuisine anyway, as they always delivered in my experience!

Magret de Canard in Bordeaux

***

So yeah, I guess you can tell from this post that I really loved Bordeaux. And so indeed this means that it is likely that I will come back there in the future! Haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Bordeaux di satu akhir pekan di awal Maret. Belum lama yang lalu aku ceritakan mengenai transportasiku ke sana; sekarang adalah waktunya untuk cerita dari perjalanannya itu sendiri 🙂 .

Bordeaux

Dalam satu kalimat, Bordeaux itu ternyata indah dan kece banget lho!! Aku sampai heran sendiri deh mengapa kok aku baru sekarang pergi kesananya, haha 😆 . Kotanya sendiri juga berukuran besar (untuk standar Eropa) yang mana aku berjalan-kaki banyaak banget di akhir pekan itu untuk mengelilinginya (Sebenarnya aku bisa saja sih membeli pass transportasi umum satu hari di sana, yang mana aku rekomendasikan btw, haha; tapi waktu itu beneran aku kira aku tidak akan membutuhkannya karena aku asumsikan (yang mana ternyata salah) bahwa pusat kotanya nggak besar-besar amat).

Porte Cailhau di Bordeaux

Seperti (tipikal) kota-kota Eropa lainnya, bagian paling indah dari Bordeaux adalah pusat kotanya. Gedung-gedungnya kece banget dengan arsitektur yang keren-keren, dan semuanya terawat dengan baik! Maksudku, coba deh lihat Porte Cailhau di foto di atas, bagus kan dan ada kesan-kesan kastilnya gitu! 😀 Berjalan-kaki mengelilingi pusat kotanya saja sudah membuatku terpana oleh bangunan-bangunannya!

Cathedrale St. Andre di Bordeaux

Kota ini berada di Sungai Garonne, yang mana merupakan sungai yang besar. Di sisi sungai ini juga terdapat boulevard yang besar banget untuk pejalan-kaki yang keren banget. Aku berjalan menyusuri sungai ini dari Pont de Pierre hingga Pont Jacques Chaban-Delmas, yang mana kira-kira sepajang 3,5 km loh (Masih ingat kan aku sebutkan di atas kalau kota ini besar? Haha 😀 ). Di area di sekitar Pont De Pierre, bangunan-bangunannya berasal dari abad ke-18 sehingga penampilannya klasik kece gitu; dan aksennya berubah menjadi semakin modern ketika kita semakin mendekat Pont Jacques Chaban-Delmas.

Pont Jacques Chaban-Delmas di Bordeaux

Beruntung juga cuacanya oke ketika aku disana (walaupun ramalannya jelek). Matahari bersinar cerah dan suhu udaranya juga hangat di 15° – 20°C! Jadi nyaman banget kan ya! Untungnya aku tidak lupa membawa kacamataku kali ini sehingga sudah saatnya untuk aku keluarkan dari hibernasinya, haha 😆 .

Bordeaux selfie, kesempatan bagi kacamata hitamku untuk keluar dari hibernasi.

Kotanya yang kece mungkin masih bisa dibilang sesuai dengan dugaan ya (Namanya aja Eropa! Gimana sih? Haha). Namun, Bordeaux mengejutkanku dengan … sunset-nya yang ternyata kece banget doooong!! Berikut ini waktu matahari terbenam di hari Sabtuku di sana:

Matahari terbenam di Bordeaux

Beneran deh, rasanya ini adalah sunset paling kece yang pernah aku lihat terutama dari kota! Maksudku, lihat deh langitnya dan juga pola-pola semburat cahayanya!! Kecantikannya cetar banget kan ya?

Makanannya

Di samping kotanya, Bordeaux (dan area sekitarnya) terkenal akan:

Red wine karena Bordeaux

Iya, anggur (wine)-nya! Haha 😆 . Jadilah di perjalanan ini anggur aku buat sebagai “prioritas” dimana aku akan meminumnya ketika ada kesempatan, haha 😛 . Dan ini beneran aku lakukan, kecuali di makan malam terakhirku dimana aku memesan cocktail soalnya happy hour di Bordeaux itu ternyata antara jam 5 dan jam 8 malam dong! Huahaha 😆 . Anyway, anggur Bordeaux memang spesial!

Untuk urusan makanan, aku tidak berhasil menemukan menu khas dari daerah ini di risetku sehingga aku tidak menargetkan apa-apa dalam hal ini. Biarpun begini, makanannya tidak mengecewakan. Yah, memang begini sih yang namanya masakan Prancis, selalu enak dari pengalamanku!

Magret de Canard di Bordeaux

***

Yep, dari posting ini jelas ya aku menikmati waktu dan perjalananku di Bordeaux. Jadi memang sepertinya bisa dibilang aku akan kembali ke sana nanti! Haha 😆

Advertisements

#2083 – The Flights to Bordeaux

ENGLISH

I went on a weekend trip to Bordeaux in a weekend in early March. I have decided to split the story into two parts; with this post being the first one covering the part of the trip about the flights, haha…

First of all, unsurprisingly, I took an interesting routing on this trip. Here it was:

The routing to Bordeaux. Created with gcmap.com

Getting to Bordeaux

The first leg of the trip was with a KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BGB flight KL1263 to Nice. The flight was delayed by almost half an hour due to, apparently, a shortage of grounds baggage handlers today. I had quite a tight connection in Nice but half an hour wasn’t that much of a problem, as usually there was some buffer time already included in the schedule so there was some room for recovery.

Anyway, it was a pleasant KLM flight to Nice. Nice Cote D’Azur was one of my most favorite airports in the world mainly because of the beautiful scenery around it. On this flight, here was a view at one point just before landing:

Monaco

Yep, the entire country of Monaco! Hahaha 😆 . Anyway, as I thought, we recovered from the departure delay and actually landed at Nice Cote D’Azur Airport on time.

The inconvenient thing about having a connection in France, other than Paris-Charles De Gaulle, was that I had to exit the terminal and cleared security again, which took some time. I had about 10 minutes in the terminal which I spent at the Infinity Lounge. Then I went to the gate to board my second flight.

A HOP! Regional’s Embraer ERJ190 reg F-HBLC

My flight to Bordeaux was operated with a HOP! Regional’s Embraer ERJ190 reg F-HBLC. I was assigned seat 22C, which I initially wasn’t super happy about given it was an aisle seat AND at the back of the plane. But then, it turned out that somehow the entire rear cabin, from row 23 to 26, were literally empty, so I could move to whichever seat I would like! I found it quite strange though because all seats from row 1 to 22 were occupied! Anyway, so I moved to seat 23A.

An empty rear section on board HOP! Regional’s ERJ190 F-HBLC

Again, it was a pleasant short domestic flight with HOP!. I managed to sleep a little bit during the flight; and about one hour later we were flying above the city of Bordeaux and landed at runway 23.

Back to Amsterdam

The Air France Lounge at Bordeaux Airport turned out to be quite nice and comfortable, certainly much better than their lounge at Lyon Airport! And most appropriately, they served these as well:

Bordeaux red wine at Salon Air France at Bordeaux Airport

Haha 😛

Anyway, my Air France’s AF5372 flight to Lyon turned out to be quite unique and interesting. It would be operated by Air Explore, a Slovakian airline wet-leased by Air France to operate some of their domestic routes for HOP!. Today, this flight would be operated by their Boeing 737-800 reg OM-GEX which looked like this:

An Air Explore’s Boeing 737-800 reg OM-GEX in plain white livery

Yeah, a very boring plain white livery, haha 😆 . But I guess it wasn’t that unreasonable given Air Explore’s business model in the wet-leasing market. As Air France wet-leased this plane, the flight was operated by Air Explore’s crews even though the service was as per HOP!’s standard.

We were delayed by about 50 minutes, though. The flight itself was pleasant even though we encountered minor turbulences along the way due to the weather. The crews were nice but I could see they were still not quite used to with HOP!’s service standard yet. Well, I checked that it appeared to be their third day operating for HOP! so it wasn’t surprising to be honest.

Anyway, we landed about 45 minutes at Lyon but this wasn’t a problem to me because I had a 3 hour transit, haha. But not for some other passengers though who had to run to try to catch their connections.

KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGU

My last flight of this trip would be with a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGU to Amsterdam. Upon boarding, I was told by the gate agent that I had been upgraded to Europe Business Class, again! Haha 😆 . I was assigned an aisle seat, though.

After all passengers boarded, the captain announced that we were asked to remain on the ground for 30 minutes more due to poor weather condition at Schiphol which forced them to reduce the airport’s capacity. About 30 minutes later we were finally allow to depart, indeed the crew tried their best to make up the lost time as much as possible. The Boeing 737-700 didn’t need the entire runway length for take-off so we saved some time by taking off from about 1/3 into the 4,000 meter runway.

Anyway, after take-off, the dinner service was provided. The menu was quite “vegetarian” today where the main dish was a salad with beetroot burger. It was quite nice, though, and helped me fill my stomach as it was dinner time. I accompanied it with a bottle of sparkling wine (of course), haha 😀 .

The dinner service in Europe Business Class on board KLM flight KL1416

After dinner, a warm drink service was provided and, as usual, I asked for a green tea. Not long after, we were approaching Schiphol and landed at runway 18C. We parked at Gate D2, and I took the train to go back to Amsterdam.

BAHASA INDONESIA

Aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Bordeaux di awal Maret. Aku putuskan untuk membagi ceritanya menjadi dua bagian; dengan posting ini adalah bagian yang pertama dimana aku fokus pada penerbangan-penerbangannya, haha…

Pertama-tama, tidak mengherankan, aku mengambil rute yang menarik untuk perjalanan ini. Berikut ini rutenya:

Rute ke Bordeaux. Dibuat dengan gcmap.com

Berangkat ke Bordeaux

Bagian pertama dari perjalanan ini adalah dengan Boeing 737-800nya KLM dengan rego PH-BGB penerbangan KL1263 ke Nice. Penerbangannya terlambat sekitar setengah jam karena, ternyata, adanya kekurangan staf bagasi hari ini. Waktu transitku di Nice cukup ketat tetapi delay setengah jam tidak begitu masalah lah, apalagi kan di jadwal penerbangannya toh sudah dimasukkan buffer time sehingga penerbangannya masih bisa pulih dari delay ini.

Anyway, penerbangannya sendiri nyaman kok dengan KLM. Bandara Nice Cote D’Azur masih lah salah satu bandara terfavoritku di dunia karena pemandangan alam di sekitarnya yang kece banget. Di penerbangan ini, di satu waktu sebelum mendarat pemandangannya kayak gini loh:

Monako

Iya, satu negara Monako! Hahaha 😆 . Anyway, seperti yang kukira, kami beneran pulih dari keterlambatan tadi dan mendarat di Bandara Nice Cote D’Azur masih tepat waktu.

Nggak nyamannya dari transit di Prancis selain di Paris – Charles De Gaulle adalah aku harus keluar gedung terminalnya dan melewati pemeriksaan sekuriti lagi, yang mana tentu juga memakan waktu. Aku akhirnya hanya memiliki waktu 10an menit saja di terminalnya yang mana kuhabiskan di Infinity Lounge. Setelahnya aku langsung pergi ke gate untuk menaiki penerbangan lanjutanku.

Embraer ERJ190nya HOP! Regional rego F-HBLC

Penerbanganku ke Bordeaux dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya HOP! Regional dengan rego F-HBLC. Aku diberi kursi 22C, yang mana awalnya tidak begitu aku suka karena adalah kursi lorong dan lokasinya di bagian belakang pesawat. Tetapi ternyata malah bagian belakang kabinnya, dari baris 23 hingga 26, itu kosong melompong dong sehingga aku bisa pindah ke kursi mana pun yang kusuka! Rasanya aneh lho karena baris 1 hingga 22 di pesawatnya itu penuh! Anyway, jadilah aku memindahkan diri ke kursi 23A, haha.

Kabin bagian belakang ERJ190nya HOP! Regional rego F-HBLC yang kosong

Lagi, penerbangan ini adalah penerbangan domestik jarak pendek yang nyaman dengan HOP!. Aku tertidur sedikit di penerbangan ini; dan sekitar satu jam kemudian kami sudah terbang di atas kota Bordeaux dan kemudian mendarat di landasan pacu 23.

Kembali ke Amsterdam

Lounge Air France Lounge di Bandara Bordeaux ternyata cukup nyaman, dan jelas jauh lebih bagus daripada yang di Bandara Lyon! Dan selayaknya, mereka menyajikan ini juga:

Anggur merah Bordeaux di Salon Air France di Bandara Bordeaux

Haha 😛 .

Anyway, penerbangan Air France AF5372ku ke Lyon hari ini unik dan menarik loh. Penerbangannya akan dioperasikan oleh Air Explore, sebuah maskapai Slowakia yang di-wet-lease Air France untuk mengoperasikan beberapa rute domestik mereka untuk HOP!. Hari ini, pesawat Boeing 737-800 rego OM-GEX mereka digunakan, yang mana penampakannya kayak gini:

Boeing 737-800 rego OM-GEX milik Air Explore dengan livery putih polos.

Iya, livery pesawatnya putih polos yang mana boring abis ya, haha 😆 . Tapi aku rasa ini masuk akal juga sih mengingat model bisnisnya Air Explore yang memang bergerak di pasar wet-leasing pesawat. Karena Air France meng-wet-lease pesawat ini, penerbangannya juga dioperasikan oleh krunya Air Explore walaupun layanannya sih sesuai dengan standarnya HOP!. A

Penerbangannya terlambat sekitar 50 menit. Penerbangannya sendiri sih cukup nyaman walaupun penuh turbulensi kecil di sepanjang jalan karena alasan cuaca. Krunya sendiri oke tetapi bisa kulihat mereka masih belum terbiasa dengan standar layanannya HOP!. Yah, aku cek sepertinya memang hari itu baru lah hari ketiga mereka dengan HOP! sehingga nggak mengherankan sih ya.

Anyway, kami mendarat terlambat sekitar 45 menit di Lyon tetapi ini bukanlah masalah untukku karena waktu transitku 3 jam, haha. Tetapi tidak demikian bagi beberapa penumpang lain yang harus berlari mencoba mengejar penerbangan lanjutan mereka.

Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGU

Penerbangan terakhirku di perjalanan ini adalah dengan Boeing 737-700nya KLM dengan rego PH-BGU ke Amsterdam. Ketika naik pesawat, aku diberi-tahu bahwa aku di-upgrade ke Kelas Bisnis Eropa lagi! haha 😆 . Tetapi sayangnya aku diberikan kursi lorong sih.

Setelah semua penumpang naik, kapten penerbangan memberi-tahu bahwa sayangnya kami telah diminta untuk tidak berangkat dulu selama 30 menit karena cuaca buruk di Schiphol yang memaksa mereka untuk mengurangi kapasitas bandara. Sekitar 30 menit kemudian ketika kami diizinkan berangkat, krunya kemudian berusaha untuk mengurangi waktu keterlambatan ini semaksimal mungkin. Boeing 737-700 tidak membutuhkan keseluruhan panjang landasan pacunya Bandara Lyon untuk lepas landas sehingga kami menghemat waktu dengan mulai lepas landas dari sekitar 1/3 dari ujung landasan pacu sepanjang 4.000 meter itu.

Anyway, setelah lepas landas, layanan makan malam disajikan. Menu kali ini agak “vegetarian” dimana makanan utamanya adalah salad dengan burger beetroot.Rasanya lumayan juga sih dan cukup mengganjal perut di waktu makan malam ini. Oh, dan jelas untuk minumnya aku meminta sparkling wine lah ya, haha 😆 .

Layanan makan malam di Kelas Bisnis Eropa di penerbangan KL1416nya KLM

Setelah makan malam, layanan minuman hangat dibagikan dan, seperti biasa, aku meminta teh hijau. Tak lama setelahnya, kami mulai turun menuju Schiphol dan mendarat di landasan pacu 18C. Pesawat diparkir di gerbang D2, dan kemudian aku menaiki kereta kembali ke Amsterdam.

#2081 – This Year’s Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always arrange a trip to Paris to watch the French Open (Roland Garros) tennis tournament. This year, obviously, is no difference.

Earlier this week the tickets for this year’s tournament was sold to the general public. Of course I had marked this date since months before (lol) and scheduled my working day accordingly 😀 .

As usual since 2015, the ticketing website was scheduled to be opened at 10 AM so I had been prepared in front of my screen since minutes before that, haha 😆 . However when the clocked striked 10, I had a similar encounter as last year where I got a “502 Bad Gateway” error message when trying to access the website. At least it wasn’t as bad as last year, as I finally established the access about two minutes later. But this meant that my position in the queue was not nearly as great as two years ago, as this year I was:

My position in the queue this year

Yep, the 12,545th person in it, haha. However, the queue went much faster than last year, though; as I got to the front of the line in only a little over half an hour (compared to last year’s 2+ hours after being place 35,476th).

Anyway, originally I had a plan to visit the tournament during the middle weekend, when the 3rd and 4th round stages of the tournament. This would be a change after going only for the finals in the last three years (Thus witnessing Serena Williams, Garbine Muguruza, Novak Djokovic, and Jelena Ostapenko won the singles titles). There would be more matches in the middle weekend, as more players would still be “alive” in the tournament.

However, I quickly realized that the tickets for the middle week were much higher than I anticipated, haha. Under the usual circumstances, this would not have been that problematic to me, though. However, considering that I would have another big trip planned for later in the year, I felt like it would actually be better and more optimal if I … would go for the women’s singles final again this year! Haha 😆 .

At Court Philippe Chatrier last year

Yeah, so exciting! Though with the current state of women’s tennis, it is very difficult to predict which two players I would watch in this year’s final. At least, Serena Williams is in the mix after her maternity leave which caused her to miss last year’s tournament 😀 .

I haven’t fully finalized the trip yet, btw, even though I have booked a hotel. Having said that, I have decided that this year I will, unsurprisingly, just fly to Paris, haha. It is just that I haven’t found an exciting return flight combination yet so I am still playing the wait and see game at the moment, haha 😀 .

Anyway, yeah, this is exciting!! 😀

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak tahun 2012, aku selalu membuat perjalanan ke Paris untuk menonton turnamen tenis French Open (Roland Garros). Nah, tahun ini juga jelas sama dong ya.

Awal minggu ini tiket untuk edisi tahun ini dari turnamennya mulai dijual untuk umum. Tentu saja tanggal ini sudah kutandai semenjak berbulan-bulan yang lalu (haha) dan jadwal kerjaku kemarin juga sudah kususun untuk menyesuaikan dengannya 😀 .

Seperti biasa semenjak 2015, tiketnya dijadwalkan untuk mulai dijual jam 10 pagi dan jadilah semenjak beberapa menit sebelumnya aku sudah duduk siap di depan layar komputer, haha 😆 . Namun, ketika jam tepat menunjukkan pukul 10, aku mendapati situasi yang mirip seperti tahun lalu dimana aku mendapatkan pesan error “502 Bad Gateway” ketika mencoba mengakses website-nya. Setidaknya masalahnya tidak separah tahun lalu, dimana aku berhasil mendapatkan akses sekitar dua menit kemudian. Tetapi ini artinya posisiku di antriannya tidak semengasyikkan dua tahun yang lalu deh, karena kali ini:

Nomor antrianku tahun ini

Yep, aku adalah orang ke 12.545 di antriannya, haha. Namun, antriannya bergerak dengan cepat sih untungnya; dimana aku sampai di depan antrian dalam waktu setengah jam lebih sedikit saja (nggak seperti tahun lalu yang mana aku harus menunggu 2 jam lebih setelah berada di posisi 35.476 di antriannya).

Anyway, awalnya aku berencana untuk mengunjungi turnamen ini di middle weekend, di babak ketiga dan keempat turnamennya. Ya kan supaya ada pergantian suasana begitu ya setelah hanya pergi ke finalnya sama selama tiga tahun belakangan (Yang mana membuatku menyaksikan Serena Williams, Garbine Muguruza, Novak Djokovic, dan Jelena Ostapenko memenangi gelar tunggalnya). Di middle weekend, ada lebih banyak pertandingan yang dimainkan karena bakal ada lebih banyak petenis yang masih “hidup” di turnamennya.

Namun, aku amati ternyata harga tiket untuk middle week itu lebih mahal daripada sangkaanku, haha. Sebenarnya ini nggak begitu masalah sih. Namun, dengan mempertimbangkan rencana perjalanan besar berikutnya di paruh kedua tahun ini nanti, aku merasa akan lebih baik dan optimal jika … aku pergi untuk menonton final tunggal putri lagi tahun ini! Haha 😆 .

Di Court Philippe Chatrier tahun lalu

Iya, seru deh! Walaupun sulit sekali sih untuk memprediksi tenis putri sekarang. Sulit untuk memprediksi siapa dua pemain yang akan kutonton di final tahun ini. Setidaknya, Serena Williams termasuk di dalamnya lah setelah “cuti” hamil yang menyebabkannya melewatkan turnamen ini tahun lalu 😀 .

Perjalanan kali ini belum aku finalisasi sih, walaupun aku sudah booking hotel. Walaupun begitu, aku sudah memutuskan bahwa tahun ini, tidak mengherankan tentunya, aku ingin naik pesawat untuk pergi ke Parisnya. Hanya saja aku belum menemukan kombinasi pp yang seru nih sehingga aku masih wait and see saat ini, haha 😀 .

Anyway, ini akan menjadi perjalanan yang seru!! 😀

#2078 – A Nice Weekend in Nice

ENGLISH

In mid-February, I went on a weekend trip to Cote D’Azur. Here is the story of this short nice trip to Nice 😀 .

Getting There

I had a very interesting routing on this trip, as shown in the following map:

The routing this weekend. Created with gcmap.com

Haha 😆 . The first three flights were operated by Air France while the last one to Amsterdam was by HOP! Brit Air. All flights were regular pleasant flights with Air France so there was not much to say about the flights themselves specifically.

Taking this Air France’s Airbus A319-100 from Nice to Nantes.

Maybe just that I was excited for the HOP! Brit Air’s flight because it was operated with a Bombardier CRJ1000 which was relatively uncommon! Haha 😛 . Speaking of CRJ1000, it was my first flight with this type at Schiphol. And I just realized that apparently a CRJ1000 was too long for the Fokker Farm and so we had to park at the antimainstream D apron remote stand area at Schiphol! It was my first time there! Haha 😛 .

Parking at Schiphol’s antimainstream D apron remote stand!

Also, my first flight to Paris was delayed for 80 minutes. This delay was unusual because all of us (including the crews) only knew about this delay once all passengers boarded. Apparently there was a cargo handling problem where the ground staffs needed to unload all cargo from the plane, check those, and load them back in. This was all for safety reason, btw. Even though this did not affect me that much (as I assigned myself a 3 hours transit at Paris-CDG just in case something like this would happen) other than having to sit for an extra hour on board F-GTAY, this wasn’t the case for many other passengers who had much tighter, even intercontinental, connection at Paris! I felt for the crews, though, because some passengers expressed their frustration at them. But the crews remained calm and professional in this situation, which was nice to see.

And also, the always beautiful Nice Cote D’Azur. You can easily see the airport 😀 .

Nice

Anyway, Nice was as how I remembered it, it was nice, haha 😆 . This trip actually made me ask myself why I have not visited this Cote D’Azur city more often! I mean, this was only my second time there, the previous and only other time was 5.5 years ago!

The dark side of the Mediterranean Sea

The weather turned out to be “mixed” on this trip, because it was horrible on Saturday (because it rained, haha) while it was really perfect on Sunday! Actually I realized that I wore too much clothes (so it became quite uncomfortable) but I had no other option as I was on my way to the airport, haha. Also, I forgot to bring my sunglasses so at times I had to squint! Lol 😆

Promenade Des Anglais with the perfect Cote D’Azur weather on Sunday.

You could call this both lucky and unlucky. It happened that this weekend was the opening weekend of Carnaval De Nice; and I had no idea about this until I was in town. This meant that I did not plan my trip around this event at all, where I did not have a ticket nor prepared myself for it (The event was in the evening and I was already tired by then! Lol 😆 ). The better side of this was that there were some unusual carnaval-related stuffs around the city which made it look “unique” and more festive than normal, though, haha…

Carnaval De Nice

Speaking of food, with only a short time there, I only had time for a dinner. I decided to stop by at a restaurant near my hotel in the city centre. Upon looking at the menu book, I recognized a dish that was called “Niçois dish”. Yep, a dish literally with that name, which sort of challenged us by saying that “You don’t get any more local than this dish!“. Lol. So obviously I ordered one.

A delicious “Niçois Dish”

And indeed it was really good! As typical in the region, this dish was clearly a fusion (sort of say) between French and Italian cuisine, where beef stew was served with tagliatelle and several vegetarian side dishes!

This trip was indeed a nice getaway to Nice; but it was just too short. So in conclusion, I think I need to visit Nice more often, and stay longer! Lol 😆 .

BAHASA INDONESIA

Di pertengahan Februari yang lalu, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Cote D’Azur. Dan berikut ini cerita perjalanan singkat ke Nice yang nice ini 😀 .

Penerbangan-penerbangannya

Ruteku di perjalanan ini cukup menarik, seperti yang ditunjukkan di peta berikut ini:

Rute di akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Haha 😆 . Tiga penerbangan pertama adalah dengan Air France sementara yang terakhir adalah dengan HOP! Brit Air. Semuanya adalah penerbangan reguler yang nyaman dengan Air France sehingga tidak banyak yang bisa kutuliskan di sini dari penerbangan-penerbangannya.

Aku naik Airbus A319-100 milik Air France ini dari Nice ke Nantes.

Eh, mungkin cuma aku merasa excited dengan penerbangannya HOP! Brit Air sih karena penerbangannya dioperasikan dengan pesawat Bombardier CRJ1000 yang tergolong langka kan ya! Haha 😛 . Ngomongin CRJ1000, aku baru sadar bahwa ternyata pesawat tipe ini tuh terlalu panjang loh untuk Fokker Farm-nya Schiphol sehingga pesawat harus diparkir di tempat parkir remote apron D! Huaa, kali pertama nih aku berada di apron antimainstream ini! Haha 😛 .

Parkir di apron D-nya Schiphol yang antimainstream!

Juga, penerbangan pertamaku ke Paris terlambat 80 menit. Keterlambatan ini cukup unik karena kami semua (termasuk kru penerbangan) baru tahu akan keterlambatan ini ketika semua penumpang sudah naik pesawat. Ternyata ada masalah dengan cargo handling-nya dimana petugas darat harus mengeluarkan semua kargo dari pesawat, mengeceknya, dan kemudian memasukkan semuanya kembali. Ini semua demi alasan keselamatan penerbangan, btw. Walaupun keterlambatan ini tidak terlalu menggangguku (aku sengaja memilih penerbangan dengan waktu transit 3 jam di Paris-CDG untuk jaga-jaga andai kejadian semacam ini terjadi) selain harus duduk satu jam lebih lama di dalam F-GTAY, tetapi tidak demikian bagi banyak penumpang lain yang memiliki waktu koneksi yang jauh lebih singkat, bahkan koneksi ke penerbangan antar-benua, di Paris! Aku bersimpati terhadap pramugara/i-nya btw, karena beberapa penumpang melampiaskan kekesalannya kepada mereka. Tetapi pramugara/i-nya tetap kalem dan profesional dalam situasi ini, yang mana membuat senang deh melihatnya.

Dan juga, Nice Cote D’Azur yang selalu kece nan indah banget. Bandaranya bisa dilihat dengan jelas kan 😀 .

Nice

Anyway, Nice memang sebagaimana yang kuingat, kotanya asyik, haha 😆 . Perjalanan ini membuatku bertanya kepada diri sendiri mengapa aku tidak mengunjungi kota di Cote D’Azur ini lebih sering! Maksudku, ini baru kali keduaku loh di sana, dan yang sebelumnya dan kali pertama adalah 5,5 tahun yang lalu!

Sisi gelap dari Laut Tengah

Cuacanya sendiri “gado-gado” banget di perjalanan ini, dimana cuacanya menjengkelkan di hari Sabtu (soalnya hujan, haha) tetapi sempurna banget di hari Minggu! Bahkan, aku merasa aku memakai terlalu banyak pakaian hari itu (sehingga agak terasa kurang nyaman) tetapi nggak ada pilihan lain soalnya aku sudah otw ke bandara, haha. Dan juga aku kelupaan membawa kacamata hitamku sehingga aku harus memicingkan mata! Haha 😆 .

Promenade Des Anglais dengan cuaca Cote D’Azur yang sempurna di hari Minggu.

Yang berikut ini bisa dibilang beruntung maupun sial. Kebetulan akhir pekan ini adalah akhir pekan pembukaan dari Carnaval De Nice; dan aku sama sekali tidak tahu akan hal ini sampai ketika aku tiba di sana. Ini artinya rencanaku di perjalanan ini tidak aku sesuaikan dengan jadwal acara ini, dimana aku tidak memiliki tiket maupun tidak siap secara fisik untuknya (Acaranya berlangsung di lama hari dan aku sudah kecapaian waktu itu! Haha 😆 ). Sisi baiknya adalah ada beberapa hiasan yang berkaitan dengan karnaval di kotanya sehingga nampak “unik” dan lebih meriah daripada biasanya, haha…

Carnaval De Nice

Ngomongin makanan, karena waktuku hanya sebentar di sana, aku hanya memiliki waktu untuk satu kali makan malam saja. Aku memutuskan untuk mampir di sebuah restoran di dekat hotel. Ketika melihat menunya, aku melihat sebuah menu yang namanya adalah “Masakan Niçois”. Iya, masakan yang namanya seperti menantang kita dengan berkata “Nggak mungkin deh lebih lokal/khas daripada masakan ini!“. Haha. Jadi jelas dong ya aku memesannya.

“Masakan Niçois” yang enak banget.

Dan ternyata memang enak! Seperti tipikal di daerah ini, masakannya nampak seperti fusion (kurang lebih begitu) antara makanan Prancis dan Italia, dimana beef stew disajikan dengan tagliatelle dan beberapa masakan sampingan vegetarian!

Perjalanan ini memang adalah perjalanan yang seru ke Nice; tetapi memang terlalu singkat. Jadi kesimpulannya, sepertinya aku harus mempertimbangkan untuk mengunjungi Nice lebih sering, dan menginap agak lamaan dikit gitu di sana! Haha 😆 .

#2075 – A Weekend Story

ENGLISH

As my Instagram (@azilko) followers have known now, I went on a weekend trip this past weekend!! And this time, I went to Bordeaux in France!

A Bordeaux selfie

Under some obscure definition, this was not my “first time” to Bordeaux. The TGV train I took to go to Lourdes from Paris in October 2012 passed Bordeaux’s Saint Jean Station; and last year I was transitting at Bordeaux – Merignac Airport twice on two Avgeek Weekend Trips. Lol. But of course under the most commonly used definition, those “visits” did not count 😛 .

Considering that Bordeaux was famous for the wine, I figured that I should arrange an actual weekend trip there. And so I did!

Red wine because Bordeaux

As for how to get to Bordeaux, of course I chose to fly (duh!); and of course I booked myself non-direct return flights ticket with interesting routing. Here it was this weekend:

The routing to Bordeaux. Created with gcmap.com

Hahaha 😆 .What even more interesting was that my Air France’s Bordeaux – Lyon flight was operated by HOP! with an … Air Explore’s Boeing 737-800! Yep, a new airline for my logbook thanks to Air France wet-leasing this plane from Air Explore! 😀 Oh, and also, I got upgraded to Europe Business Class on KLM’s Lyon – Amsterdam flight 😀 .

Anyway, Bordeaux turned out to be magnificent!! I actually can’t believe I waited this “long” to go there! Here are some photos from the trip as teasers:

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam perjalanan akhir pekan lagi akhir pekan kemarin!! Dan kali ini, aku pergi ke Bordeaux di Prancis!

Bordeaux selfie

Berdasarkan definisi aneh dan anti-mainstream, sebenarnya ini bukan lah “kali pertama” aku ke Bordeaux. Kereta TGV yang aku naiki untuk pergi ke Lourdes dari Paris di bulan Oktober 2012 kan lewat Stasiun Saint Jean di Bordeaux; dan tahun lalu aku transit dua kali di Bandara Bordeaux – Merignac dalam dua Avgeek Weekend Trips. Huahaha. Tapi tentu saja berdasarkan definisi yang umumnya digunakan, “kunjungan-kunjungan” itu tidak dihitung lah ya 😛 .

Dengan mempertimbangkan Bordeaux itu terkenal akan minuman anggur (wine)-nya, aku tahu aku harus merancang sebuah perjalanan akhir pekan kesana. Jadilah aku rancang beneran!

Anggur merah karena Bordeaux

Untuk masalah bagaimana pergi ke Bordeaux-nya, jelas lah ya aku maunya naik pesawat (menurut ngana?); dan tentu saja aku membeli tiket pesawat pp yang pakai transit dengan rute yang menarik. Berikut ini rutenya kemarin:

Rute ke Bordeaux. Dibuat dengan gcmap.com

Hahaha 😆 . Yang lebih menarik lagi adalah penerbangan Air France Bordeaux – Lyon-ku dioperasikan oleh HOP! dengan … Boeing 737-800nya Air Explore! Iya, maskapai baru untuk logbook-ku berkat Air France yang meng-wet-lease pesawat ini dari Air Explore! 😀 Oh iya, aku juga di-upgrade ke kelas bisnis Eropa loh di penerbangan KLM Lyon – Amsterdam.

Anyway, Bordeaux ternyata bagus banget lho!! Aku terheran-heran sendiri mengapa baru sekarang aku pergi kesananya!! Di atas adalah beberapa foto dari perjalanan ini sebagai teasers.

#2071 – A Wintery Weekend Trip to Bologna

ENGLISH

In the first weekend of February I went on a weekend trip to Bologna, which was the second of the two trips I did that week! Now it is time for the story before it becomes too late and obscure! 😀

The transport

My routing on this trip was Amsterdam – Lyon – Bologna – Amsterdam with KLM, HOP! Regional, and KLM Cityhopper, respectively. My flight to Lyon was with a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGN, my fifth (!) time flying this particular plane 😅. I had quite a long transit (about four hours) in Lyon before my HOP! Regional flight to Bologna with their Embraer ERJ145 reg F-GRGK. Because it was an Embraer ERJ145, of course I assigned myself a seat in the left side of the cabin which was a window AND aisle seat at the same time! Haha 😛 .

HOP! Regional’s Embraer ERJ145 reg F-GRGK which brought me to Bologna.

Then on Sunday I took KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EXF to go back to Amsterdam. There was a medical emergency on board this flight and so we tried to get as fast as possible to Schiphol. We landed at runway 36R, thus allowing quick taxi to the terminal, where a team of paramedics were already on standby and immediately entered the plane once the door was opened. All passengers were asked to wait for the patient to be taken care of and escorted out of the plane by the paramedics. It was quite a sight and amazing to see how professional everyone involved in this emergency situation was!

The Weather

Anyway, I went to Bologna thinking that the winter weather there should be “better” than Amsterdam. As it turned out, I was very wrong, lol. In fact, it was snowing in Bologna on the one full day that I was there! Lol 😆

It was snowing in Bologna!

The snow was, of course, not the biggest problem that I had; it was actually the rain! So the weather went alternatingly between the state of snowing and raining, which was really annoying to me, haha 😛 . But well, I tried to enjoy it as much as I could! 😛

The City of Bologna

Bologna

Speaking of Bologna, it had a cute and historical city center (Bologna Centro) with all the old buildings. It appeared to me whomever did the urban planning back then thought of this horrible weather I would have today. What I really liked the most, for this particular day, of the city center was that many tall buildings got their upper floors “extended” towards the sidewalk hence provided a coverage for the pedestrian from weather like this! Hahaha 😛 .

Yeay, a coverage for pedestrian in Bologna Centro

Anyway, the city center of Bologna was, indeed, really nice, especially the architecture. This was, of course, not that surprising to find in Italy, haha. The Centro is basically anchored around the landmark of the city, Le Due Torri, or “The Two Towers” in English (reminding us much of LOTR? 😆 ).

The Two Towers of Bologna

There was also a long straight avenue with a lot of shops connecting the center of the Centro to the railway station.

The Bolognese Food

While the city itself was nice, what stood out the most to me was definitely the food! Lol 😆 . And actually I was quite excited about it. I am quite sure you are likely to have heard of a special dish coming from the city’s region. Well, it is not really a dish, actually, but a “sauce”: the bolognese sauce used for pasta!! So you have ever tried spaghetti bolognese? It is “bolognese” because that sauce was supposed to originate from this city! Haha 😆 . And so it was a no brainer that my first ever dish in the city was a tortellini bolognese with ragu!! 😀

A tortellini bolognese with ragu in Bologna!

And then, a local recommended me to try out tortellini in brodo (tortellini in broth) while staying there. This was another special Bolognese dish, apparently, where the pasta was cooked in a different way. And this dish was perfect for the weather as well. And so I was really happy to find a restaurant serving this dish in the city center.

Tortellini in brodo

And I can tell you while the dish looked simple, it was really, really delicious!! I never thought pasta could be cooked this way! Hahaha 😀

BAHASA INDONESIA

Di akhir pekan pertama Februari, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Bologna, yang mana perjalanan kedua dari dua perjalananku minggu itu! Ceritanya langsung aku tuliskan aja ya sebelum basi! 😀

Transportasi

Ruteku untuk perjalanan ini adalah Amsterdam – Lyon – Bologna – Amsterdam berturutan dengan KLM, HOP! Regional, dan KLM Cityhopper. Penerbanganku ke Lyon dioperasikan dengan Boeing 737-700nya KLM rego PH-BGN, kali kelima (!) aku terbang dengan pesawat yang satu ini dong 😅. Aku transit cukup lama di Lyon (sekitar empat jam) menunggu penerbangan lanjutanku dengan HOP! Regional Embraer ERJ145 rego F-GRGK ke Bologna. Karena pesawatnya Embraer ERJ145, jelas dong aku memilih kursi di sisi kiri pesawat yang mana adalah kursi jendela DAN lorong secara bersamaan! Haha 😛

Embraer ERJ145 milik HOP! Regional rego F-GRGK yang membawaku ke Bologna.

Lalu di hari Minggu aku kembali ke Amsterdam dengan Embraer ERJ190 milik KLM Cityhopper. Btw, di penerbangan ini terjadi kondisi darurat medis sehingga pilotnya berusaha secepat mungkin untuk mendarat di Schiphol. Kami mendarat di landasan pacu 36R, sehingga taxiing ke terminalnya nggak pakai lama, dimana di sana satu tim paramedis sudah siap siaga menunggu dan langsung masuk pesawat begitu pintu dibuka. Semua penumpang diminta untuk duduk dan menunggu untuk pasien darurat ini ditangani oleh paramedis dan diturunkan dari pesawat. Keren banget lah melihat bagaimana profesionalnya semua pihak yang terlibat dalam menangani situasi darurat ini!

Cuaca

Anyway, aku pergi ke Bologna mengira cuaca musim dingin di sana akan “lebih baik” daripada Amsterdam. Ternyata aku salah besar, haha. Malah, cuacanya bersalju dong di Bologna di satu hari penuhku di sana! Huahaha 😆 .

Bersalju loh di Bologna!

Saljunya sih, jelas, bukan masalah bagiku; yang jadi masalah adalah hujannya! Jadi cuacanya itu bergonta-ganti terus antara salju dan hujan, yang mana nyebelin dong ya, haha 😛 . Ah, tapi aku tetap berusaha menikmatinya sih! 😛

Kota Bologna

Bologna

Ngomongin Bologna, kota ini memiliki pusat kota bersejarah yang cantik banget (Bologna Centro) dengan gedung-gedung tuanya. Nah, sepertinya siapa pun yang mendisain tata kota ini dulu sudah memperkiranakn cuaca buruk yang akan aku hadapi hari ini deh. Yang aku paling suka, untuk hari ini terutama, dari pusat kotanya adalah lantai atas gedung-gedung tingginya dibuat “menjorok” ke arah trotoar gitu sehingga memayungi pejalan kaki dari cuaca macam begini! Hahaha 😛 .

Yeay, para pejalan-kaki dipayungi di Bologna Centro

Anyway, tapi bener kok pusat kota Bologna itu cantik banget, terutama arsitekturnya. Ini, tentu saja, nggak mengherankan sih namanya aja di Italia kan ya, haha. Centro-nya sendiri pada dasarnya berpusat di landmark kotanya, Le Due Torri, atau “Dua Menara” dalam bahasa Indonesia (namanya LOTR banget ya? Haha 😆 ).

Dua Menara di Bologna

Ada juga jalan besar lurus panjang yang dipenuhi dengan pertokoan yang menghubungkan pusat kota dan stasiun kereta.

Makanan a la Bologna

Walaupun kotanya sendiri cantik, yang paling spesial bagiku adalah makanannya! Haha 😆 . Dan sebenarnya aku excited banget terhadap yang satu ini. Aku cukup yakin pasti pada pernah mendengar masakan spesial yang asalnya dari daerah kota ini. Eh, bukan masakan sih sebenarnya, tetapi lebih ke “saus”, yaitu saus bolognese yang banyak digunakan untuk pasta!! Pernah makan spaghetti bolognese? Nah namanya “bolognese” karena sausnya itu asalnya adalah dari kota ini! Haha 😆 . Jadi jelas dong ya untuk makan malam pertamaku di kota ini aku memesan tortellini bolognese dengan ragu!! 😀

Tortellini bolognese dengan ragu di Bologna!

Dan kemudian, aku mendapatkan rekomendasi dari seorang lokal dari sana untuk mencoba tortellini in brodo (tortellini dengan kuah) selagi di Bologna. Ini adalah masakan spesial Bologna lainnya, ternyata, dimana pastanya dimasak dengan cara yang anti-mainstream. Kebetulan pula masakan ini cocok banget untuk cuaca macam begini kan ya. Jadilah aku senang banget ketika menemukan restoran di pusat kota yang menyediakannya.

Tortellini in brodo

Dan bisa aku bilang walaupun masakannya nampak sederhana, tetapi rasanya enak banget lho!! Sama sekali tidak pernah terpikirkan olehku deh kalau pasta bisa dimasak dengan cara ini! Hahaha 😀

#2064 – Another Weekend Story

ENGLISH

As my Instagram (@azilko) followers have known by now, I went on … another weekend trip this past weekend!! Hahaha 🙈. According to my KLM profile, here was the routing this weekend.

AMS to AMS via CDG, NCE, NTE.

Yep, big lol 😆 . Even though actually I had a 21 hours of “transit” in Nice under this routing. So indeed it was actually a short weekend trip to Nice (I have no idea why KLM arranged the trip profile like that because I actually bought a return ticket to Nice, haha). Anyway, on a map this routing looks like this:

The routing this weekend. Created with gcmap.com

The flights were operated by Air France and HOP! Brit Air, on an Air France’s Airbus A321-200 F-GTAY, an Airbus A320-200 F-HBNF, an Airbus A319-100 F-GPMA, and a HOP! Brit Air’s Bombardier CRJ1000 F-HMLJ.

I have been to Nice once before, way back in October 2012. I remembered having nice experience in Nice that time and so I decided to come back for a weekend trip in February, while also hoping to be lucky enough to get good Cote D’Azur weather!! 😛 You know I was lucky on my second weekend trip to Marseille in a month last year, haha 😆 .

The beautiful Nice Cote D’Azur.

And, as expected, Nice was indeed nice 😛 . It was too bad that my time in Nice was not that much this time actually. The weather itself turned out to be rather “mixed”, where it was quite horrible on Saturday (it rained) but was amazing on Sunday. Anyway, here are a few photos as teasers from this short trip:

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram (@azilko)-ku ketahui, aku pergi dalam … sebuah perjalanan akhir pekan lagi akhir pekan kemarin ini!! Hahaha 🙈. Menurut profil KLMku, berikut ini ruteku kemarin:

AMS ke AMS via CDG, NCE, NTE.

Huahaha 😆 . Walaupun sebenarnya waktu “transit”-ku di Nice adalah sekitar 21 jam sih. Jadi sebenarnya perjalanan ini memang lah perjalanan akhir pekan singkat ke Nice (Aku nggak tahu juga sih kenapa KLM menampilkan perjalanan ini seperti itu di profilku padahal ketika aku membeli tiketnya, aku membeli tiket pp ke Nice kok, haha). Anyway, di peta rutenya nampak seperti ini:

Rute akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Penerbangan-penerbangannya dioperasikan oleh Air France dan HOP! Brit Air, dengan pesawatnya Air France yang Airbus A321-200 rego F-GTAY, Airbus A320-200 rego F-HBNF, Airbus A319-100 rego F-GPMA, dan pesawatnya HOP! Brit Air yang Bombardier CRJ1000 rego F-HMLJ.

Aku sudah pernah ke Nice sekali sebelumnya, dulu banget tapinya di bulan Oktober 2012. Aku ingat pengalamanku waktu itu asyik banget di kota ini makanya aku memutuskan untuk kembali dalam sebuah perjalanan akhir pekan di bulan Februari, sekalian berharap mudah-mudahan cuacanya adalah cuaca a la Cote D’Azur yang asyik!! 😛 Ya habisnya tahun lalu kan aku beruntung di perjalanan akhir pekan kedua ke Marseille dalam sebulan, haha 😆 .

Nice Cote D’Azur yang kece banget.

Dan, seperti yang kuduga, Nice was indeed nice 😛 . Sayang sih sebenarnya waktuku di Nice tidak terlalu lama. Cuacanya sendiri ternyata gado-gado banget, dimana nyebelin di hari Sabtu (hujan soalnya, haha) tetapi perfect banget di hari Minggu. Ya gitu deh, di atas adalah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.