EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2168 – A Short Weekend in Berlin

ENGLISH

I spent the last weekend of August this year in Berlin. Here is the story of this short trip.

The schedule of my KLM flight to Berlin was really convenient, where I arrived at the city center at around 12:30 PM. It was a perfect timing for … a lunch obviously! Haha 😀 I walked through a modern shopping street area in the west part of the city, and decided to stop by at a restaurant serving German food at a square. Obviously I ordered a glass of “Berliner Weisse“, Berlin’s specialty beer which came in two colors (red or green; and I chose the green one). And for lunch, I ordered the “zwiebelrostbraten” as its description sounded really appetizing to me, haha. Indeed, it was really delicious!!

I loved this zwiebelrostbraten!

After lunch I went to my hotel to check-in. I decided to also take some rest as it turned out that I needed to charge my camera, mp3 player, and iPhone all at once (I just realized that my camera and mp3 player charger at home was apparently broken)! And also, the weather did not look that great at that time, where it was very cloudy and some light rain was forecasted. Yeah, this summer the German weather has not been that “kind” to me, as I had pretty much the same weather in my previous trip to Germany, to Stuttgart just five weeks prior.

At about 3 PM, I decided that I had had enough rest. I left my hotel and took the U-Bahn to the Potsdamer Platz. From there, I planned to walk north towards the famous (and very touristic) Brandenburg Gate. But first, a stop at a Starbucks as a mug of good warm coffee sounded like a perfect companion for the weather 😛 .

The weather called for some good warm coffee!

Anyway, there was one building in Berlin which intrigued me last year which I did not have the time to visit. Though, my mistake was that since then I did not bother to find out what it was, haha. I just remembered seeing a big, tall building with a cool-looking dome really close to the Brandenburg Gate. I, however, made an assumption that it was a mall or some of its kind, and thought to visit it this time around.

I walked towards that direction after finishing my coffee. On my way, I passed the famous, and beautiful, Holocaust Memorial in Berlin and decided to pay a visit again.

A Berlin selfie

Anyway, the dome turned out to be a part of the Reichstag Building, the parliament building of Germany (Keep in mind that Berlin is the capital of Germany). Not researching what this building was was a mistake because it meant that, as a result, I felt like I was “too late” to get in there today. It was already late in the afternoon, and there seemed to be a really long line already for admission to the building. So, again, I decided to pass on this building. Another time then!

The Reichstag Building

As usual, the Brandenburg Gate was super touristy. Especially in the social media era as we are in now, a lot of people were taking pictures or selfies in front of the gate, haha 😀 .

From the gate, I decided to walk along the beautiful Unter den Linden all the way to the Berlin TV Tower and the always busy Alexanderplatz. Along the way, I decided to stop by at the Neue Wache, which served as the “Central Memorial of the Federal Republic of Germany for the Victims of War and Dictatorship”, and a museum which was open to public.

Die Neue Wache

I really love this part of Berlin. It is quite difficult to fully describe it; the atmosphere is just fun, relaxing, and “youthful” while not being too touristy (Is there a word for this, btw? 😛 ). Anyway, I then felt quite tired and hungry so I decided to have dinner after reaching Alexanderplatz.

When checking my flight schedule, I just realized that somehow, a few months ago when buying my return ticket to Berlin, I chose Joon’s 12:25 PM flight to Paris on Sunday. I don’t remember the reason why, though; but the the consequence for this was that basically I only had like half a day in Berlin, which was on Saturday. As a result, this trip was even shorter than last year, lol 😆 . After getting up on Sunday, I went straight to the airport.

Taking a bus to the Tegel Airport on Sunday morning.

Berlin was fun, but I felt like I did not give myself enough time in Berlin this time around. So I do feel like I still need to come back in the future (I won’t mind anyway, haha); and for that upcoming trip I need to remember to give myself a longer stay in the city! I want to soak more of it! Hahaha 😛

BAHASA INDONESIA

Aku menghabiskan akhir pekan terakhir di bulan Agustus tahun ini di Berlin. Berikut ini cerita dari perjalanan singkat ini.

Jadwal penerbangan KLMku ke Berlin enak sekali, dimana aku tiba di pusat kota sekitar jam 12:30 siang. Waktunya pas banget … untuk makan siang kan! Haha 😀 Aku berjalan-kaki melalui sebuah jalanan pertokoan modern di bagian barat kota ini, dan akhirnya memutuskan untuk mampir di sebuah restoran yang menyediakan masakan Jerman di salah satu square di sana. Jelas dong aku memesan segelas “Berliner Weisse“, bir khasnya Berlin yang memiliki dua warna (merah dan hijau; dan aku memilih yang hijau). Dan untuk makan siangnya sendiri, aku memesan “zwiebelrostbraten” karena deskripsinya sungguh menggugah seleraku, haha. Dan ternyata memang enak banget!!

Aku suka banget zwiebelrostbraten ini!

Setelah makan siang, aku pergi ke hotelku untuk check-in. Aku memutuskan untuk sekalian beristirahat saja karena ternyata aku harus menge-charge baterai kamera, mp3 player, dan iPhone bersamaan dong (Aku baru sadar bahwa charger kamera dan mp3 player-ku di rumah ternyata rusak)! Dan juga, cuaca waktu itu nampak sedang kurang oke, dimana langit mendung tebal dan memang gerimis ringan diramalkan turun. Yaa, cuaca Jerman di musim panas ini sejauh ini agak “kejam” juga denganku ya, karena aku juga mendapati cuaca yang kurang lebih sama di kunjunganku yang lalu ke Jerman, yang mana adalah lima minggu sebelumnya ke Stuttgart.

Sekitar jam 3 sore, aku memutuskan bahwa aku sudah cukup beristirahat. Aku meninggalkan hotelku dan naik kereta U-Bahn ke Potsdamer Platz. Dari sana, rencananya aku akan berjalan-kaki ke arah utara ke Gerbang Brandenburg yang terkenal (dan amat turistik) itu. Tapi sebelumnya, segelas kopi hangat enaknya Starbuks dulu ya karena ini nampak cocok nih untuk cuaca kelam saat itu 😛 .

Cuacanya memanggil segelas kopi hangat yang enak ini!

Anyway, ada satu bangunan di Jerman yang menarik perhatianku tahun lalu tetapi waktu itu tidak sempat aku kunjungi. Salahku adalah, semenjak waktu itu aku malas mencari informasi tentangnya, haha. Aku hanya ingat aku melihat sebuah gedung tinggi yang nampak keren dengan sebuah kubah yang nampak keren di dekat Gerbang Brandenburg. Namun, aku membuat asumsi bahwa gedung ini mungkin adalah mall atau semacamnya gitu dan aku berencana mengunjunginya kali ini.

Aku berjalan ke arah gedung ini setelah menghabiskan kopiku. Di jalan, aku melewati Memorial Holocaust di Berlin yang terkenal dan indah itu; dan memutuskan untuk sekalian mampir lagi.

Selfie di Berlin

Anyway, ternyata kubahnya adalah satu bagian dari apa yang bernama Gedung Reichstag, yang mana merupakan gedung parlemennya Jerman (Ingat bahwa Berlin adalah ibukota dari Jerman). Tidak mencari informasi mengenai gedung ini adalah kesalahan besar karena sebaga akibatnya, aku tiba di sana “kesorean”. Waktu itu sudah sore banget, dan ada antrian panjang untuk masuk ke gedungnya *lagi malas antri, haha 😆 *. Jadilah aku memutuskan untuk melewatkan gedung ini lagi. Ya sudah, kapan-kapan saja deh ya mampirnya!

Gedung Reichstag

Seperti biasa, Gerbang Brandenburg itu ramai sekali dengan turis. Apalagi di zaman media sosial seperti saat ini, jelas ada banyak banget orang yang foto-foto atau berselfie-ria di depan gerbangnya, haha 😀 .

Dari gerbangnya, aku memutuskan untuk berjalan menyusuri Unter den Linden sampai mencapai Menara TV Berlin dan Alexanderplatz yang selalu ramai itu. Di jalan, aku mampir di Neue Wache, yang mana merupakan “pusat peringatan Republik Federal Jerman akan korban dari perang dan tirani/diktator”, dan sebuah museum yang sedang dibuka untuk umum.

Die Neue Wache

Aku sungguh suka sekali distriknya Berlin yang ini. Susah nih dideskripsikan; atmosfernya itu asyik, santai, dan “muda” tetapi tidak begitu turistik gitu (Ada nggak sih istilah yang merangkum ini? Haha 😛 ). Anyway, aku kemudian merasa lumayan capek dan lapar, jadilah aku mencari makan malam setelah mencapai Alexanderplatz.

Ketika mengecek jadwal penerbanganku, aku baru sadar bahwa beberapa bulan yang lalu, ketika membeli tiket pp ke Berlin, aku memilih penerbangan Joon jam 12:25 siang ke Paris di hari Minggu. Aku nggak ingat sih apa alasannya; tapi sebagai akibatnya ya artinya memang waktuku di Berlin kali ini hanya setengah hari saja di haru Sabtu. Sebagai akibatnya, bahkan perjalanan kali ini lebih singkat daripada tahun lalu, haha 😆 . Setelah bangun di hari Minggu, aku langsung menuju ke bandara.

Naik bus ke Bandara Tegel di Minggu pagi.

Berlin seru sih, tapi aku merasa waktuku di Berlin terlalu singkat kali ini. Jadilah aku masih merasa aku perlu kembali lagi deh kesana nanti (Nggak komplain juga sih, haha); dan untuk perjalanan di masa yang akan datang itu, harus kuingat bahwa aku ingin tinggal di kotanya lebih lamaan! Aku ingin bisa lebih menikmati kotanya lagi! Hahaha 😛

Advertisements
Vacation, EuroTrip, Weekend Trip

#2167 – Side Stories from Basel

ENGLISH

Arrival at EuroAirport

As I already mentioned, the airport of Basel (the EuroAirport) serves three cities (Basel, Mulhouse, and Freiburg) in three different countries (Switzerland, France, and Germany, respectively). Despite knowing that, somehow I still found the following sign quite funny:

Exits at Basel Airport

where, apparently, arriving passengers could choose in which country they would like to exit the airport to, haha 😆 . Though technically, whichever you choose, you would end up being in France anyway after exiting the airport building. This is because physically, the airport in its entirety is geographically located in France 😛 .

The Swiss water

One unbelievable thing about Switzerland is how amazingly clean and clear the water is there. And I’m talking beyond drinking water here. For instance, here is how the water in Lake Geneva:

The water was so clear the lake bed was visible

So I guess it is not surprising that the SkyView Lounge at the EuroAirport put the following sign next to its mini indoor pond in the lounge:

This water is not drinkable

Haha 😆 .

Though, for a moment I was wondering if anyone would ever think about drinking that water 😛 . But perhaps it was better to be safe than sorry, haha. And also actually earlier that day in Basel, I saw some people actually drink this water:

Pretty Basel

Okay, the “green” colour you see in the picture above might be exaggerated and “enhanced” by the angle and reflection; but the water in the fountain itself actually, to me, did not look that “clear”. So, to be honest, I was quite surprised that some people were actually fine with consuming it; which perhaps would also partially explain the sign?

But I’m actually wondering, though, would you dare drinking that water?

BAHASA INDONESIA

Ketibaan di EuroAirport

Seperti yang sudah aku sebutkan, bandaranya Basel (namanya EuroAirport) melayani tiga kota (Basel, Mulhouse, dan Freiburg) di tiga negara yang berbeda (Swiss, Prancis, dan Jerman, berturutan). Walaupun sudah mengetahui trivia ini, tetap saja aku merasa tanda ini lucu:

Pintu-pintu keluar di Bandara Basel

dimana, ternyata, penumpang yang baru tiba di sana bisa memilih mau keluar di negara mana, haha 😆 . Walaupun secara teknis sih, sebenarnya apa pun pilihannya penumpangnya tetap akan berada di Prancis juga sih setelah keluar bandaranya. Ini karena keseluruhan fisik bandaranya secara geografis berada di Prancis 😛 .

Air Swiss

Satu hal yang keren banget dari Swiss adalah tingkat kebersihan dan kejernihan air di sana. Dan yang aku maksud di sini tidak sebatas air keran yang bisa minum saja. Misalnya, berikut ini air di Danau Geneva:

Saking jernih airnya, dasar danaunya kelihatan dong.

Jadi aku rasa tidak mengherankan juga ya Lounge SkyView di EuroAirport memasang tanda ini di kolam indoor mini di dalam lounge-nya:

Airnya nggak bisa diminum.

Haha 😆 .

Eh, tapi aku sempat heran juga sih. Apa pernah ada ya pengunjung lounge yang kepikiran untuk meminum air kolamnya? Haha 😛 . Tapi lebih baik mencegah daripada mengobati, mungkin begitu ya. Dan sebenarnya pagi harinya itu, di Basel aku melihat beberapa orang meminum air ini loh:

Basel yang kece.

Oke, warna “hijau” di foto di atas memang agak tertonjolkan dan ter-enhanced dengan sudut foto dan refleksi; tetapi kenyataannya air di air mancurnya ini, untukku, memang aslinya nggak “jernih-jernih” amat kok. Jadi, sejujurnya, aku juga agak heran juga sih kok ada ya yang berani meminumnya; tapi ini mungkin menjelaskan alasan mengapa tanda di atas dipasang?

Eh tapi jadi penasaran nih, apakah kalian bakal berani meminum air di atas?

EuroTrip, Tips, Vacation, Weekend Trip

#2162 – Tips for Visiting Basel

ENGLISH

I went to Basel for a short weekend trip in early August. Here are a few tips I can share, based on my experience, about maximizing the value you get out of your expenses while visiting this Swiss city.

The city bus line 50 served the route between Basel Airport and Basel SBB (Basel’s main railway station). It was not difficult to find the bus stop, as it literally was just outside of the Arrival Area of the airport.

A line 50 bus at EuroAirport which served the airport and Basel SBB

There was a ticket vending machine at the bus stop from where you could buy the bus tickets. But first, before buying the tickets, please check your hotel confirmation!! My hotel offerred a free mobility pass, so I had the following section in my booking confirmation:

Information in the “Important Information” section in my booking confirmation was important!

Yep, I could use the booking confirmation as my bus ticket on my arrival day! 😍 And interestingly I could just enter the bus without even showing the booking confirmation to the bus driver, though. So I guess this confirmation was for when there was a random check.

It also happened that my hotel also gave me a complimentary Basel Card which also functioned as a public transportation ticket for the two days of my stay there. Well, given the rather small size of the city, for this short trip I did not really need to use public transportation within Basel, though. This was as pretty much everything was within walking-distance. But it was nice to have the option anyway. Oh, and I could also use this ticket to get back to the airport on Sunday. And with the card we could also get 50% discount on the entrance fee of several museums in Basel.

A Basel Card

What was cool was that the Basel Card also came with a WiFi account which could be used at the several public WiFi hotspots throughout the city!! 😍 This was certainly really cool as I did not have to use my own data (which as of June last year was actually roaming-free in the EU anyway 😛 ). So it was really convenient to upload recent stuffs into my Instagram, lol 🙈.

You could use the Basel Card to travel with this tram in Basel.

Anyway, travelling to Basel, with its quite strong French influence 😛 , on a Sunday means that you will find almost everything is closed that day. On the brighter side if you like to take pictures, this is actually quite cool because there are also less people and, generally-speaking, activities, in the public places. This means it is easier to take great photos with much less photobombing risk! Hahaha 😆 .

Pretty Basel and no people photobombing!

BAHASA INDONESIA

Aku pergi ke Basel dalam sebuah perjalanan akhir pekan singkat di awal Agustus. Berikut aku bagikan sedikit tips, berdasarkan dari pengalamanku, untuk memaksimalkan value yang bisa didapatkan dari pengeluaranku di kota di Swiss ini.

Bus kota jalur 50 melayani rute antara Bandara Basel dan Basel SBB (stasiun kereta api utamanya Basel). Tidak sulit kok untuk menemukan halte busnya, karena lokasinya tepat berada di luar pintu keluar Area Kedatangan bandaranya.

Sebuah bus jalur 50 di EuroAirport yang melayani rute bandara ke Basel SBB dan sebaliknya.

Ada mesin penjual tiket otomatis di haltenya darimana tiket bisa dibeli. Tapiii pertama-tama, sebelum membeli tiketnya, tolong cek dulu ya konfirmasi booking-an hotel kalian!! Hotelku menawarkan mobility pass gratis, sehingga ada bagian ini di konfirmasi booking-anku.

Informasi di bagian “Informasi Penting” di konfirmasi booking-anku itu penting beneran loh!

Yep, aku bisa menggunakan konfirmasi booking ini sebagai tiket busku di hari kedatanganku! 😍 Lumayan banget kan ya jadi sedikit menghemat pengeluaran! Btw menariknya aku bisa naik ke busnya dengan tanpa menunjukkan konfirmasi booking ini ke sopir busnya sih. Jadi aku duga konfirmasi ini diperlukan ketika ada pengecekan tiket acak.

Kebetulan juga hotelku juga memberikan Basel Card gratis yang juga berfungsi sebagai tiket transportasi umum di waktu dua hariku di sana. Yah, sebenarnya sih karena ukuran kotanya yang kecil, di perjalanan singkat ini aku tidak terlalu membutuhkan transportasi umum di dalam kotanya sih. Ini karena toh bagian-bagian menarik kotanya bisa dijangkau dengan berjalan-kaki. Tapi kan tetap enak aja gitu ya memiliki pilihan untuk itu. Oh, dan tiket ini tentu bisa kugunakan juga untuk pergi ke bandara di hari Minggu. Plus, dengannya kita bisa mendapatkan diskon 50% jika masuk ke beberapa museum di Basel.

Sebuah Basel Card

Yang keren dari Basel Card adalah kartunya juga dilengkapi dengan account WiFi yang bisa kita gunakan di beberapa hotspot WiFi umum di beberapa bagian kotanya!! 😍 Ini asyik bener kan ya sehingga aku tidak perlu menggunakan kuota internetku sendiri (yang mana toh sebenarnya sih per-Juni tahun lalu sudah bebas roaming juga sih di semua negara Uni Eropa 😛 ). Dengan demikian keeksisan kita di Instagram aman dong ya keberlangsungannya, huahaha 🙈.

Dengan Basel Card kita bisa naik tram ini di Basel.

Anyway, bepergian di Basel, dimana pengaruh Prancisnya kuat 😛 ,  di hari Minggu berarti kebanyakan toko tutup di hari ini. Tapi sisi positif dari ini, terutama jika suka foto-foto, adalah situasi ini asyik untuk foto-foto karena hampir tidak banyak orang dan, secara umum, aktivitas di tempat-tempat umumnya. Ini artinya lebih enak dong ya untuk foto-foto dimana kemungkinan di-photobomb orang lainnya jadi kecil banget! Hahaha 😆 .

Kota Basel yang cantik, dan nggak ada orang yang photobombing kan!
Vacation, EuroTrip, Weekend Trip

#2160 – A Weekend Story

ENGLISH

As my Instagram followers (@azilko) knows, I ended my interesting ordinary week with a weekend trip this weekend! So indeed I guess you could say last week was interesting for me 😛 . This time, I went to…

A Berlin selfie

Yep, I was back in Berlin!! :mrgreen:

Berlin impressed me last year to the point that it made me wonder why it took me almost seven years until I finally visited this German capital! So I figured why not come back if I had the chance?

***

On a completely unrelated note, last year Air France announced the formation of a new subsidiary airline, Joon. In a sentence, Joon was basically Air France with “lower cost”; so it was not an LCC and all of its flights, because being operated on behalf of Air France, were officially SkyTeam flights. Joon would take over some of Air France’s routes.

***

And now to tie these two seemingly independent topic together, one of the route that Joon covers is Paris-CDG – Berlin-TXL. And so indeed I also saw a Berlin trip as an opportunity to try and add a new airline to my log! 😛 And, luckily, a few months back I found a deal for a return trip to Berlin which would involve a Joon flight (Though, this wasn’t that difficult given that (almost) all Air France’s Paris – Berlin flights are operated by Joon nowadays 😀 ). So indeed as a result, as usual, I planned a triangular routing this weekend:

My routing this weekend. From gcmap.com

Though, as my Instagram followers have also known, unfortunately it did not go as planned. My itinerary was changed last minute (by Air France/KLM, not myself) where, instead, I was moved to a KLM’s direct Berlin-Amsterdam on my way back, in a middle seat! I will (perhaps) get more on this later, but suffice to say I was very disappointed! No new airline and a middle seat 😒.

I was supposed to fly this Joon’s Airbus A321-200 ref F-GTAJ yesterday. Unfortunately it did not happen.

Anyway, Berlin was fun, as expected!! 😀 Though, it wasn’t that much different (except for the weather, which was way worse this year, haha) than my previous trip last year given that I also went there during the Summer back then.

Here are a few photos as teasers!

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, aku mengakhiri minggu biasaku yang menarik minggu lalu dengan jalan-jalan di akhir pekan kemarin ini! jadi sepertinya memang bisa dibilang mingguku kemarin ini beneran menarik ya, haha 😛 . Kali ini, aku pergi ke…

Selfie di Berlin

Iyaa, aku kembali lagi ke Berlin!! :mrgreen:

Berlin sungguh mengesankan bagiku tahun lalu sampai-sampai aku heran mengapa aku membutuhkan waktu hampir tujuh tahun untuk akhirnya mengunjungi ibukota Jerman ini! Jadilah aku pikir kalau memang ada kesempatan untuk pergi ke sana, mengapa tidak?

***

Ngomongin hal yang sama sekali berbeda, tahun lalu Air France mengumumkan bahwa mereka telah mendirikan satu maskapai anak perusahaan baru, Joon. Secara singkat, pada dasarnya Joon adalah Air France dengan “cost yang lebih rendah”; jadi maskapai ini bukan lah LCC dan semua penerbangannya, karena dioperasikan untuk Air France, adalah penerbangan resmi SkyTeam. Joon akan mengambil-alih operasi beberapa rutenya Air France.

***

Dan sekarang aku akan menghubungkan dua hal yang nampaknya tidak ada hubungannya ini. Salah satu rutenya Air France yang dioperasikan oleh Joon adalah Paris-CDG – Berlin-TXL. Jadilah aku juga memandang perjalanan ke Berlin ini sebagai kesempatan untuk mencoba dan menambah satu maskapai baru ke dalam log-ku! 😛 Dan, beruntung, beberapa bulan yang lalu aku menemukan tiket pp yang oke ke Berlin yang juga melibatkan Joon (Walaupun ini nggak sulit sih karena (hampir) semua penerbangan Air France di rute Paris – Berlin pp sekarang dioperasikan oleh Joon, haha 😀 ). Jadilah sebagai akibatnya, seperti biasa sih, aku berencana mengambil rute segitiga akhir pekan ini:

Ruteku akhir pekan ini. Dari gcmap.com

Walau, seperti yang followers Instagram-ku juga ketahui, sayangnya rencana ini tidak terlaksana dengan mulus. Itinerary-ku diubah last minute (oleh Air France/KLM sepihak, bukan olehku) dimana aku dipindahkan ke penerbangan langsung Berlin-Amsterdam-nya KLM di perjalanan kepulanganku, dan aku diberikan kursi tengah (middle seat) pula! Aku (mungkin) akan menceritakan ini lebih mendalam nanti deh, untuk saat ini cukup kubilang bahwa aku sungguh dikecewakan! Tidak ada maskapai baru untukku dan diberikan kursi tengah pula 😒.

Seharusnya aku terbang dengan Airbus A321-200nya Joon ini kemarin. Sayangnya ini tidak terjadi.

Anyway, Berlin sendiri sih seru, seperti yang aku sangka!! 😀 Walaupun tidak banyak yang berbeda sih dibandingkan perjalananku sebelunya kesana tahun lalu (kecuali cuaca tahun ini yang jauh lebih tidak bersahabat, haha). Tapi nggak mengherankan juga sih ya karena yang lalu kan juga aku perginya di musim panas.

Di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers!

Vacation, EuroTrip, Weekend Trip

#2157 – A Short Weekend in Basel

ENGLISH

The flights

I took the triangular Amsterdam – Paris-CDG – Basel – Amsterdam routing for this trip. Overall, all three flights went pretty much smoothly, on-time, and pleasantly; as per the standard with Air France and KLM, haha.

An Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXP

Though, originally my Amsterdam – Paris-CDG flight was supposed to be operated by Air France with one of their Airbus A321-200. The Airbus A321s are my favorite in Air France’s intra-European fleet because of the amazing legroom of the two emergency rows! I already booked myself the 10A seat too, my most favorite one, for free thanks to my Platinum status. But then, I learned that a last-minute equipment change took place (this happened even after online check-in was opened) where instead, an Airbus A320-200 was deployed for this route. To be fair, Air France automatically reassigned me to a seat in the emergency rows on this new plane too. But the emergency row seats in their Airbus A320s are not as awesome as in their A321s. So I manually assigned myself another seat which was more to the front of the plane, haha.

Anyway, I was happy that finally I got the chance to enjoy the Air France Lounge at Terminal 2G. As I said last year, which also was my only previous time there, I liked this lounge much better than either two at Terminal 2F.

While not the most comfortable one (it felt really low-cost-ish), the colour of this departure pier of Terminal 2G looked pretty!

Speaking of lounge, I was actually super impressed with the SkyView Lounge at Basel Airport. For once, it was extremely spacious. It even had a mini indoor garden and a lot of natural light! There was also an outdoor smoking area terrace, which also doubled up as a spotting spot as it provided great view of the airport! There were also a lot of seats; and some by the windows were relaxing chairs where you could just lie down and relax. The downside of the lounge, though, was definitely the limited food and drink selection.

The amazing SkyView Lounge at EuroAirport Basel Mulhouse Freiburg

Basel

As I said, this was only my second time in Basel with the first one being about seven years ago. To be honest, Basel did not impress me that much during my first visit. So perhaps this explained why I had not been back there since then (except for the one time in 2012 when I used it for its airport, haha).

Back in Basel seven years later!

And this is why I am really glad I gave Basel another chance. While it felt like the city had not changed that much since my 2011 visit, somehow this time I found it much more beautiful than how I remembered it from seven years ago! Especially the old city part, where modern and old time lived together creating harmonious juxtaposition. And if you looked north along the river, you would see chimneys from the industrial side of the city. Sure it perhaps wasn’t the most standard definition of “beauty” from a city, but somehow I quite liked it! Haha 😛 .

The Tinguely Fountain in Basel

My flight arrived at Saturday evening there so I basically had only like half a day on Sunday to go around the city. And being close to the French border, naturally the French influence was also quite strong in the city where almost everything was closed today. Even, there were almost no people in some parts of the city. I only saw people in the touristic areas in the old town, perhaps mostly tourists like myself, haha.

Pretty Basel. See, no people! 😀

This Summer was a very warm hot Summer in Europe. And this was also indeed the case in Basel this weekend, somehow. And the “heat” there was different from the Netherlands, as in it made me sweat more easily. There was a fan in my hotel room which I turned on for my entire stay. It didn’t solve the dry heat problem, though it helped. But still, I was sweating even when I was doing nothing, haha. This was also the case on Sunday, where at one point I was craving for Starbucks’ cold brew due to the heat! And to make things more challenging, it wasn’t that easy to find a Starbucks! Lol 😆

This Starbucks’ Cold Brew tasted like an oasis

Though, one impression from seven years ago still stayed the same: Basel was expensive. Though, in fairness this was true for all Swiss cities, though, not just Basel, haha 😆 . While, thankfully, I can afford it much more than I was seven years ago, it still is something! Lol .

So yeah, all in all, I enjoyed my quick weekend in Basel this time around!

BAHASA INDONESIA

Penerbangan-penerbangannya

Aku mengambil rute segitiga Amsterdam – Paris-CDG – Basel – Amsterdam kali ini. Secara umum, ketiga penerbangannya berlangsung lancar, tepat waktu, dan nyaman; yah per standarnya Air France dan KLM gitu lah, haha.

Sebuah Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXP

Walaupun begitu, awalnya penerbangan Amsterdam – Paris-CDG seharusnya akan dioperasikan oleh Air France dengan salah satu Airbus A321-200nya. Airbus A321 adalah tipe yang paling aku suka dari armadanya intra-Eropanya Air France; terutama karena legroom yang lega banget di dua baris emergency-nya! Aku juga sudah memilih kursi 10A untuknya, yang merupakan favoritku, dengan tanpa biaya berkat status Platinumku. Tapi kemudian, ternyata ada perubahan operasi pesawat mendadak (perubahan ini terjadi bahkan setelah online check-in dibuka) dimana pesawatnya diganti dengan Airbus A320-200. To be fair, Air France otomatis juga memberiku kursi di barisan emergency di tipe pesawat yang baru ini. Tapi kan kursi emergency di Airbus A320nya nggak semantap yang di Airbus A321-nya. Jadilah kemudian aku memilih kursi lain yang berlokasi lebih di depan pesawat, haha.

Anyway, aku juga senang aku akhirnya bisa menikmati Lounge Air France di Terminal 2G lagi. Seperti yang aku bilang tahun lalu, yang merupakan kunjungan pertama dan satu-satunyaku ke sana, aku jauh lebih suka lounge ini daripada kedua lounge di Terminal 2F.

Walaupun gedungnya bukan lah gedung yang paling nyaman (terasa low-cost banget gitu deh), warna di gerbang keberangkatan Terminal 2G ini keren banget ya!

Ngomongin lounge, aku sangat terkesan dengan Lounge SkyView di Bandara Basel loh. Lounge-nya luas banget. Bahkan sampai ada taman indoor mini-nya di dalam dan banyaknya jendela juga membuat banyaknya cahaya alami yang masuk! Sukaa! Di dalamnya juga terdapat teras untuk area merokok outdoor yang juga sekaligus berfungsi sebagai tempat untuk melihat-lihat pemandangan bandara! Di dalam lounge-nya juga terdapat banyak kursi; ada pula beberapa kursi malas untuk selonjoran di dekat jendelanya dimana pengunjung bisa bersantai dan beristirahat. Kekurangan lounge-nya, tapinya, adalah pilihan makanan dan minumannya yang sangat terbatas.

SkyView Lounge di EuroAirport Basel Mulhouse Freiburg yang keren banget!

Basel

Seperti yang kubilang, ini baru lah kali keduaku pergi ke Basel setelah yang pertama sekitar tujuh tahun yang lalu. Sejujurnya, dulu Basel tidak begitu berkesan untukku. Jadilah mungkin ini lah penyebab mengapa kok lama aku tidak kembali ke sana (kecuali sekali di tahun 2012 sih dimana aku mampir di kotanya untuk menggunakan bandaranya saja, haha).

Kembali di Basel tujuh tahun kemudian!

Dan ini lah mengapa aku merasa senang aku memberikan kesempatan kedua bagi kota ini. Walaupun rasanya kotanya tidak banyak berubah dari tahun 2011, entah mengapa kali ini aku merasa kotanya lebih indah daripada ingatanku akannya tujuh tahun yang lalu! Terutama bagian kota tuanya deh, dimana waktu modern dan lawas hidup berdampingan sehingga menghasilkan jukstaposisi yang harmonis. Dan jika kita melihat ke arah utara sungainya, kita akan mendapati beberapa cerobong asap dari bagian industri dari kota ini. Memang sih mungkin ini bukan lah definisi standar dari “keindahan” suatu kota, tapi kok aku suka ya! Haha 😛 .

Air mancur Tinguely di Basel

Penerbanganku tiba di hari Sabtu malam sehingga aku hanya memiliki waktu setengah harian saja di hari Minggu untuk berkeliling. Dan karena dekat dengan perbatasan Prancis, tidak heran pengaruh Prancis juga kuat di kota ini dimana kebanyakan toko-toko pada tutup. Bahkan kotanya terasa sepi sekali dan tidak ada orang loh di beberapa bagiannya. Aku hanya melihat orang di area-area turistik kota tuanya, yang mana mungkin kebanyakan juga lah turis seperti diriku, haha.

Basel cantik kan, tapi lihat deh, sepi banget!

Musim panas ini juga lah musim panas yang amat panas banget di Eropa. Dan demikian juga di Basel di akhir pekan ini. Dan rasa “panas”-nya berbeda dari panas di Belanda, dimana panasnya lebih membuat berkeringat. Di kamar hotelku terdapat kipas angin yang akhirnya aku nyalakan terus sepanjang aku di sana, haha. Kipas anginnya tidak menyelesaikan masalah panasnya ini sih, tapi lumayan membantu dah. Tapi tetap saja, aku senantiasa berkeringat loh walaupun ketika aku tidak melakukan apa-apa, saking panasnya, haha. Begitu pula di hari Minggu, sampai-sampai aku ngidam cold brew-nya Starbucks saking panasnya! Dan sialnya, waktu itu susah loh untuk menemukan kedai Starbucks! Haha 😆 .

Cold Brew-nya Starbucks ini terasa seperti oasis di padang gurun dah

Walaupun begitu, ada satu kesan dari tujuh tahun lalu akan Basel yang tetap sama: Basel adalah kota yang mahal. Ya sebenarnya memang begini lah kota-kota di Swiss sih, nggak cuma Basel aja, haha 😆 . Walaupun, bersyukur banget, sekarang aku lebih mampu untuk ini daripada tujuh tahun yang lalu, tapi tetap aja terasa lah ya! Hahaha.

Jadi ya, secara umum, aku menikmati akhir pekan singkatku di Basel ini!

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2154 – A Weekend in Stuttgart

ENGLISH

Here is the story of my short weekend trip in Stuttgart this July.

It was raining in Stuttgart.

I found it ironic that despite the really warm and pretty much rain-free Summer this year, the weather was horrible when I was in Stuttgart. “Horrible” as in it was raining (which meant cloudy) and also really warm during my entire time there.

My KLM Cityhopper flight KL1869 to Stuttgart was a morning flight, meaning I also arrived at Stuttgart in the morning. Getting to the Stuttgart city center from the airport with public transportation was very easy, though, as the airport was linked with two S-Bahn line (line S2 and S3). One way trip took approximately 20 minutes.

An S3 S-Bahn train at Stuttgart Airport

As I certainly did not feel like being outside while it was raining, the first thing I did after arriving at the city center was to go to my hotel. And it was my lucky day today as despite arriving really early (it wasn’t even noon), my room was already ready so I could check-in immediately! I then went to my room to put my stuffs and rest a little bit. It was still raining outside and I had had to get up really early that morning because of my morning flight, so I decided that the best use of my time was for … siesta! Hahaha 🙈.

I didn’t nap for too long though, but it was a good nap as I felt really fresh after. My plan also worked, where despite still being quite cloudy, at least it wasn’t raining anymore. I freshened myself up, and then went out. As I have mentioned before, my plan for this weekend trip was to just explore the city centre and the Altstadt area, and to take it easy.

A Porsche car in Stuttgart

My hotel was located in the city center so it took me less than 5 minutes to get to the busy area, haha. Technically it wasn’t raining anymore but the raining atmosphere was still there, and so the first thing that I did there was … to shop! Hahaha 🙈. I ended up buying a few (not many 😛 ) clothes from two stores; and then decided it was enough as I only had my regular-sized backpack with me on this trip, haha.

Uniqlo in Stuttgart

And then I finally started my exploration of the city center. It was a busy Saturday in Stuttgart today, as there were a lot of people! Anyway, I found the city center to definitely be beautiful, but on the smaller side. It only took me less than an hour to go around it. Yep, granted I didn’t really “take it easy” by chilling at some of the parks nor did I enter some of the museums there 😛 . So yeah in conclusion, in my opinion the two main attractions of Stuttgart were definitely the Mercedes Benz Museum and the Porsche Museum, both I already visited back in 2011 but not this time.

Stuttgart Hauptbahnhof and Mercedes Benz

And then I started to get hungry. I had a (too) big breakfast at KLM Crown Lounge in the morning (🙈) and so I skipped lunch. So no wonder that I started to crave for dinner quite early today, haha. I decided to go to a German grill-food chain restaurant I saw in the city center. Of course, I ordered a medium-rare steak with french fries and a buffet salad. It was great!! 😀

BAHASA INDONESIA

Berikut ini cerita dari perjalanan akhir pekan singkatku ke Stuttgart Juli kemarin ini.

Hujan dong di Stuttgart.

Aku merasa ironis bahwa dimana ketika musim panas tahun ini panas banget dan bisa dikatakan bebas-hujan, sekalinya aku jalan-jalan kok cuacanya pas jelek di Stuttgart. “Jelek” dalam artian hujan (yang mana artinya juga berawan tebal) dan juga panas di sepanjang waktuku di sana.

Penerbangan KLM Cityhopper KL1869 ke Stuttgart adalah penerbangan pagi, artinya aku juga tiba di Stuttgart di pagi hari. Transportasi umum dari Bandara Stuttgart ke pusat kota Stuttgart tidak sulit kok, karena bandaranya terhubung dengan dua jalur S-Bahn (kereta regionalnya Jerman), yaitu jalur S2 dan S3. Waktu tempuh perjalanannya adalah sekitar 20 menit satu arah.

Sebuah kereta S-Bahn S3 di Bandara Stuttgart

Karena aku jelas ogah untuk jalan-jalan di luar ketika sedang hujan, hal yang pertama yang kulakukan begitu sampai di pusat kota adalah pergi ke hotelku. Dan aku beruntung sekali hari ini, karena walaupun datang kepagian (bahkan waktu itu belum ada jam 12 siang), kamarku sudah siap dong sehingga aku bisa langsung check-in! Aku kemudian naik ke kamarku untuk menaruh barang-barangku dan sedikit beristirahat. Di luar masih hujan dan di pagi harinya tadi aku harus bangun awal sekali untuk mengejar penerbanganku. Jadilah aku merasa saat ini adalah waktu yang amat cocok untuk … tidur siang! Hahaha 🙈.

Aku tidur siang hanya sebentar saja sih, tapi kualitas tidurnya baik sekali sehingga ketika bangun aku merasa amat segar. Rencanaku juga berhasil, dimana walaupun masih berawan, seenggaknya hujannya sudah berhenti. Aku kemudian membersihkan-diri dan kemudian bersiap-siap untuk keluar. Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, memang rencanaku untuk perjalanan kali ini adalah mengelilingi pusat kota dan area Kota Tuanya saja, dan semuanya dilakukan dengan bersantai-santai.

Sebuah mobil Porsche di Stuttgart

Hotelku berada di pusat kota sehingga aku hanya perlu berjalan-kaki sekitar 5 menit untuk mencapai keramaian, haha. Nah, walaupun hujannya sudah berhenti, tapi aura-aura hujannya masih kuat sehingga hal pertama yang aku lakukan adalah … masuk ke toko-toko di pusat kotanya! Hahaha 🙈. Pada akhirnya aku membeli beberapa (nggak banyak kok 😛 ) baju baru dari dua toko; dan kemudian memutuskan bahwa segini sudah cukup banget karena aku hanya membawa tas ransel berukuran biasa di perjalanan ini, haha.

Uniqlo di Stuttgart

Dan barulah kemudian aku baru mulai berjalan-jalan di kotanya. Hari Sabtu ini kotanya ramai sekali! Menurutku, pusat kotanya indah sih, tapi memang berukuran kecil. Aku hanya membutuhkan waktu satu jam-an saja untuk mengelilinginya. Iya sih, aku nggak beneran “bersantai-santai” dengan misalnya duduk-duduk di tamannya atau masuk ke museum-museumnya, haha. Jadi ya memang kesimpulannya, menurutku dua atraksi paling utama di Stuttgart adalah Museum Mercedes Benz dan Museum Porsche, yang mana keduanya sudah aku kunjungi di tahun 2011 dulu tetapi kali ini tidak (soalnya kan dulu sudah pernah, haha).

Stuttgart Hauptbahnhof dan Mercedes Benz

Dan kemudian aku mulai merasa lapar. Aku sarapan besar (banget) di Crown Lounge-nya KLM pagi itu sehingga aku merasa kenyang sekali dan kemudian memutuskan untuk tidak makan siang. Jadi nggak mengherankan sih aku merasa lapar untuk makan malam agak awal hari ini, haha. Aku memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran chain Jerman dengan tema grilled yang aku lihat di pusat kota. Jelas, aku memesan steak medium-rare dengan french fries dan salad buffet. Enak!! 😀

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2151 – An Aborted Landing

ENGLISH

I went to Stuttgart for a weekend trip this July. And on my way there, I had an unusual yet exciting experience on my KLM Cityhopper flight.

My flight to Stuttgart was operated with this KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZH

The flight was operated with an Embraer ERJ190 reg PH-EZH. It was a smooth and pleasant flight, as per KLM standard. At the time as we were already descending on final approach to Stuttgart Airport, the captain already asked both cabin crews to take their seats. But then, I heard that the engines noise suddenly went louder, as if we were taking off instead of landing, and through the window I noticed that we were no longer descending but, instead, starting to climb. A second later, I realized that we just aborted our landing and were in the middle of a “go-around“!!

While going-around in Stuttgart!

Immediately one of the cabin crews confirmed this and calmly mentioned information would be provided as soon as possible. And once we reached the designated altitude, the captain made an announcement to inform us, the passengers, of what was going on. Apparently just before while descending to the airport, we were lining up behind another plane that was also landing. But then, this other plane slowed down too fast resulting in a too-close distance separating us and them. As a precaution and to be on the safe side, the Air Traffic Controller (ATC) instructed us to abort landing and go around. And so we went around, and about five minutes later we landed safely and smoothly at runway 25 of Stuttgart Airport. No drama. Btw here is a short Instagram Story clip of the announcement from the captain:

As to me, I was very, very excited about this because FINALLY, I was experiencing an aborted landing 😍! Hahaha 🙈. You know obviously as a self-proclaimed avgeek I had read (and seen, on documentaries and some Youtube videos) a lot about the standard and regular procedure of “go-around” but had (fortunately?) never had the real experience of one. I already experienced an “aborted take-off” eight years ago, btw, on a Wings Air’s flight IW1812 with their ATR 72-500 at Husein Sastranegara Airport in Bandung, Indonesia. And so naturally I was excited when finally I was having this unexpected experience!

I experienced an aborted take-off on board this Wings Air’s ATR72-500 reg PH-WFG eight years ago in Bandung, Indonesia.

Btw, I was not feeling afraid at all because I knew this was a completely standard procedure. On top of that, I knew that KLM trained all their crews really well (KLM is amongst the safest airlines to fly in the world). Plus, the great communication procedure from the crews, who sounded super calm (yet firm), also helped a lot. And so as a passenger, I understood what was going on and that we were in good hand.

Yeah, that was certainly exciting. And kudos to the great KLM Cityhopper crews!

Has anyone of you experienced an aborted landing before?

BAHASA INDONESIA

Aku pergi ke Stuttgart untuk sebuah perjalanan akhir pekan di bulan Juli kemarin. Dalam perjalanan kesana, aku mendapatkan pengalaman seru dan tidak biasa di penerbangan KLM Cityhopper-ku.

Penerbanganku ke Stuttgart dioperasikan dengan Embraer ERJ190 rego PH-EZH-nya KLM Cityhopper ini.

Penerbanganku ini dioperasikan dengan pesawat Embraer ERJ190 dengan rego PH-EZH. Penerbangannya sendiri adalah penerbangan yang mulus dan nyaman, per standarnya KLM. Waktu itu karena sudah akan segera mendarat di Bandara Stuttgart, pilotnya telah menginstruksikan kedua awak kabin untuk duduk. Tapi kemudian, aku mendengar suara kedua mesin pesawatnya bertambah keras seperti di-“gas pol”, seakan-akan kami sedang lepas landas dan bukannya mendarat, dan aku perhatikan melalui jendela kami tidak lagi turun tetapi malah naik. Sedetik kemudian, aku menyadari bahwa pendaratan baru saja dibatalkan (aborted-landing) dan kami sedang “go-around“!!

Pemandangan ketika go-around di Stuttgart!

Langsung salah satu awak kabinnya mengkonfirmasi ini dan dengan kalem berkata informasi akan diberikan secepat mungkin. Dan begitu pesawat mencapai ketinggian yang telah ditetapkan, pilot menginformasikan para penumpang mengenai apa yang sedang terjadi. Ternyata, ketika sedang turun untuk mendarat tadi kami berada di belakang sebuah pesawat lain yang juga sedang mendarat. Pesawat lain ini terlalu cepat mengerem sehingga jarak yang memisahkan pesawat kami dan pesawat lain ini menjadi terlalu dekat. Untuk berjaga-jaga, Air Traffic Controller (ATC) menginstruksikan pesawat kami untuk membatalkan pendaratan dan berputar (go-around). Jadilah kami berputar, dan sekitar lima menit kemudian mendarat dengan mulus dan selamat di Bandara Stuttgart. Nggak pakai drama-dramaan dah, haha. Btw berikut ini video InstaStory singkat pengumuman dari pilotnya:

Untukku, aku merasa sangat amat excited dong dengan ini karena AKHIRNYA, aku merasakan juga yang namanya aborted landing 😍! Hahaha 🙈. Tahu kan sebagai orang yang mengaku-aku avgeek jelas aku sudah sering membaca (dan melihat, di acara dokumenter dan beberapa video di Youtube) tentang prosedur keselamatan “go-around” yang standar dan biasa ini tetapi (untungnya?) aku belum pernah mengalaminya sendiri sebelum ini. Btw, aku sudah pernah mengalami yang namanya prosedur “aborted take-off” delapan tahun yang lalu, di penerbangan IW1812nya Wings Air dengan pesawat ATR 72-500 di Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Indonesia. Jadi jelas dong ya aku merasa excited ketika aku mengalami pengalaman yang tidak disangka-sangka ini!

Aku mengalami aborted take-off dengan pesawat ATR72-500nya Wings Air dengan rego PK-WFG ini delapan tahun yang lalu di Bandung, Indonesia.

Btw, aku sama sekali tidak merasa takut atau was-was ketika ini terjadi karena aku tahu ini adalah sebuah prosedur keselamatan standar. Apalagi krunya KLM kan juga selalu di-training dengan amat baik ya (KLM termasuk salah satu maskapai penerbangan paling aman di dunia). Plus prosedur komunikasi dari kru, yang terdengar amat kalem (tapi juga tegas) juga sangat membantu, dimana penumpang ikut paham akan situasi yang sedang terjadi dan yakin situasi ini sedang ditangani dengan baik.

Ya begitulah, sungguh exciting sekali. Dan tentu aplaus sekali lagi untuk krunya KLM Cityhopper!

Btw, apakah ada yang pernah mengalami aborted landing juga?