EuroTrip, Half Week Trip, Vacation

#2068 – A Midweek Trip to Copenhagen

ENGLISH

At the end of January I went on a midweek trip to Copenhagen to attend the PhD defense and graduation of a friend of mine, which was one of the two trips I did that week! It is the time now for the story 😀

The transport

On this trip, I took Air France and KLM’s Amsterdam – Copenhagen – Paris – Amsterdam. The last two flights were regular comfortable Air France flights with an Airbus A318 (F-GUGM) and Airbus A321 (F-GTAJ) so I won’t get too much to it. The first KLM flight to Copenhagen was, however, interesting.

An Air France’s A318 reg F-GUGM at CPH
An Air France’s A321 reg F-GTAJ at AMS

Two days before the trip, I got an email from KLM saying that due to changes in the timetable, the flight to Copenhagen would be operated with a Transavia’s Boeing 737-800 but still with KLM service and staffed by KLM crews. In case you aren’t familiar, Transavia is KLM’s low cost carrier (LCC) subsidiary and there is no Europe business class or economy comfort seats on the plane. And so in Indonesia this would be like holding a Garuda Indonesia ticket but the flight, while still with Garuda’s level of service and crews, would be operated with a Citilink’s plane, haha.

KLM operated my KL1125 flight to Copenhagen today with this Transavia’s Boeing 737-800 reg PH-HZL.

Transavia’s PH-HZL was chosen for my flight today. The gate officers and flight attendants apologized for this change of plane. I settled onto my 4A seat which was a typical LCC seat: it felt quite crammed! Haha 😛 . Thankfully, everything else was pretty much as per KLM standard. They even put the KLM in-flight magazines in the seat pocket, much to my delight because I wasn’t impressed at all with Transavia’s in-flight magazine on my latest flight with them 1.5 years ago, haha. KLM’s usual sandwich and drink service were served on board. The flight landed at Copenhagen – Kastrup Airport on time.

KLM magazines and Transavia Safety Card

A Danish PhD defense and graduation

My main agenda in Copenhagen was my good friend’s PhD defense and graduation. It was also my first time attending such an event outside of the Netherlands and so I was also curious to see the difference.

The defense started with a public presentation for about 45 minutes in a lecture room. I think my friend was quite composed during the presentation, which was really good. Then, a professor told the audience that there would be a 5 minutes break before the Q&A session would start. This next session could potentially take up to 2 hours and he said something along the line as “If you want to leave the room, this is your chance“, or at least this was how the message was conveyed to me, haha.

Actually I would like to stay and see maybe a few questions, as this session was usually where the interesting discussion took place. However, with only one door at the front of the room, what if I needed to, say, go to the toilet or get something to drink? It could potentially took two hours, damn it! I certainly would not want to be in the awkward situation of “interrupting” a fierce PhD defense discussion session because I needed to pee, haha. And so in the end I decided to leave the room, and so did all the other audiences leaving my friend only with the professor and thesis defense committee in the room.

A PhD graduation reception in Denmark

I then helped her colleague prepare for the reception afterwards in a cool hang out hall in the university. The Q&A session took, apparently, about an hour. My friend came to the room with the professors who then promoted her as a Doctor. The reception then started; and it actually went quite long as my friend organized a dinner as well, also at the same place. I stayed there until about 8:30 PM before I decided to leave as I was so tired. It had been a long day when I got up at 3 AM that morning! Hahaha 😛 .

So yeah, in conclusion, a PhD defense and graduation in Denmark was very different from the Netherlands. You can read how mine was here last year. In the Netherlands, it was much more traditional with all the rules and procession while in Denmark, at least on the surface, it looked much more relaxed and casual (There was even no dress code). The committee also consisted of more people in the Netherlands, at least in TU Delft. I also found it interesting that the reception (and dinner) was more like a DIY kind of stuffs, whereas in the Netherlands it was more “formal” with a caterer organizing the reception!

Copenhagen

The colours of Copenhagen

Because my main agenda in Copenhagen was to attend the defense and graduation, I did not have much time to go around the city. But I had visited this beautiful city twice before so I did not really mind this to be honest, haha.

I was glad that I still got the time to enjoy another awesome brunch in Copenhagen, btw (Copenhagen is famous for the amazing brunch places throughout the city). A friend and I headed out to Kalaset nearby the Nørreport Station for brunch, which was highly rated in Yelp. Obviously I ordered the non-vegetarian (lol) brunch, which was really, really good!! 😀

An amazing brunch in Copenhagen

So yeah, the next time you head out to Copenhagen, don’t forget to have brunch! And also the smørrebrød, which unfortunately I did not have this time, hahaha.

BAHASA INDONESIA

Di akhir bulan Januari aku pergi dalam perjalanan singkat di tengah minggu ke Kopenhagen untuk menghadiri sidang dan wisuda PhD (S3)-nya seorang teman baikku, yang mana adalah satu dari dua perjalananku minggu itu! Nah, mari ceritanya kita mulai 😀

Transportasi

Di perjalanan ini, aku terbang dengan Air France dan KLM dengan rute Amsterdam – Copenhagen – Paris – Amsterdam. Dua penerbangan terakhir adalah penerbangan reguler Air France dengan sebuah Airbus A318 (F-GUGM) dan Airbus A321 (F-GTAJ) sehingga tidak akan banyak aku ceritakan di sini. Penerbangan pertama dengan KLM ke Kopenhagen, tapinya, cukup menarik.

A318nya Air France dengan rego F-GUGM di CPH
A321nya Air France dengan rego F-GUGM di AMS

Dua hari sebelum berangkat, aku mendapatkan email dari KLM yang menyebutkan bahwa karena perubahan jadwal, penerbanganku ke Kopenhagen akan dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-800 milik Transavia; tetapi masih akan diterbangkan dengan layanannya KLM oleh stafnya KLM. Jika pada nggak paham nih, Transavia adalah anak perusahaan low cost (LCC)-nya KLM dan pesawat-pesawatnya tidak dilengkapi dengan kursi kelas bisnis Eropa maupun economy comfort. Jadi jika di Indonesia kurang lebih ini seperti situasi dimana kita memiliki tiket Garuda Indonesia tetapi penerbangannya, walaupun tetap berlayanan sesuai standar dan oleh kru Garuda, dioperasikan dengan pesawatnya Citilink, haha.

KLM mengoperasikan penerbangan KL1125 ke Kopenhagen hari ini dengan Boeing 737-800 rego PH-HZL milik Transavia ini.

PH-HZL milik Transavia dipilih untuk penerbanganku hari ini. Petugas di bandara dan awak kabinnya memohon-maaf atas perubahan pesawat ini. Aku duduk di kursi 4A yang mana seperti standar kursi ala LCC: rasanya sempit! Haha 😛 . Untungnya, semua sisi lain dari penerbangan ini sesuai standarnya KLM sih. Bahkan mereka menyediakan majalahnya KLM loh di kursinya, yang mana membuatku senang karena aku sungguh tidak terkesan dengan majalahnya Transavia di penerbanganku terakhir dengan mereka 1,5 tahun sebelumnya, haha. Layanan sandwich dan minum-nya KLM disajikan di penerbangan ini. Penerbangannya tiba di Bandara Kastrup di Kopenhagen tepat waktu.

Majalah KLM dan kartu keselamatan Transavia

Sidang dan wisuda PhD (S3) di Denmark

Agenda utamaku di Kopenhagen adalah sidang dan wisuda PhD (S3)-nya temanku. Ini adalah kali pertama aku menghadiria cara semacam ini di luar Belanda nih jadi aku juga penasaran untuk melihat perbedaannya.

Sidang dimulai dengan presentasi terbuka selama sekitar 45 menit di sebuah ruang perkuliahan. Aku rasa temanku presentasi dengan cukup tenang hari ini, yang mana bagus banget ya. Setelahnya, salah seorang profesornya mengumumkan bahwa akan ada jeda selama 5 menit sebelum sesi tanya-jawab dimulai. Sesi berikutnya ini bisa memakan waktu sampai 2 jam dan profesornya kurang lebih berkata “Jika kalian mau meninggalkan ruangan ini, sekarang lah kesempatan kalian!“, atau setidaknya begitu deh kesan yang aku tangkap, haha.

Sebenarnya aku ingin tetap duduk dan menonton mungkin beberapa pertanyaannya, karena di sini lah dimana biasanya diskusi yang menarik berlangsung kan. Tetapi masalahnya hanya satu pintu di ruangan itu yang lokasinya berada di depan. Nah, bagaimana dong jika misalnya aku butuh untuk ke toilet atau mengambil minuman dari luar? Sesinya bisa memakan waktu hingga dua jam loh! Jelas dong ya aku nggak mau menarik perhatian di tengah-tengah diskusi sengit sidang PhD karena aku harus buang air kecil, haha. Jadilah pada akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan ruangannya saja, dan ternyata semua penonton lainnya juga demikian sehingga temanku sendirian bersama profesor dan komite sidangnya untuk sesi tanya jawab.

Resepsi wisuda S3 di Denmark

Aku kemudian membantu seorang kolega temanku mempersiapkan resepsi setelahnya di sebuah ruangan kongkow-kongkow di universitasnya. Sesi tanya jawabnya ternyata memakan waktu sekitar satu jam. Temanku datang ke ruangannya diikuti oleh profesornya yang kemudian mempromosikannya menjadi seorang Doktor. Resepsi kemudian dimulai; yang mana ternyata berlangsung lumayan lama karena temanku mengadakan acara makan malam pula, juga di tempat yang sama. Aku berada di sana hingga sekitar jam 8:30 malam, dimana aku sudah mulai ngantuk! Iya sih, hari ini adalah hari yang panjang karena paginya aku harus bangun jam 3 subuh! Hahaha 😛 .

Jadi kesimpulannya, sidang dan wisuda PhD (S3) di Denmark memang berbeda sekali dari Belanda. Sidang dan wisudaku tahun lalu bisa dibaca di sini. Di Belanda, acaranya lebih tradisional dengan segala peraturan dan prosesinya sementara di Denmark, setidaknya yang nampak di permukaan, sepertinya lebih santai dan kasual (Bahkan nggak ada dress code loh). Komite sidang di Belanda juga rasanya lebih besar, setidaknya di TU Delft yah. Bagiku juga menarik dimana resepsi (dan makan malam) dipersiapkan sendiri, sementara di Belanda acara ini lebih “formal” yang dikerjakan oleh badan katering!

Kopenhagen

Warna-warna Kopenhagen

Karena agenda utamaku di Kopenhagen adalah menghadiri sidang dan wisuda temanku, aku tidak memiliki banyak waktu untuk berkeliling kota. Tetapi aku sudah pernah mengunjungi kota cantik ini dua kali sebelumnya sih sehingga aku tidak mempermasalahkan ini, haha.

Tetapi aku lega aku masih sempat menikmati brunch yang enak banget di Kopenhagen (Kopenhagen ini terkenal dengan tempat-tempat brunch-nya yang enak-enak di seluruh penjuru kota). Aku dan seorang teman memutuskan untuk mampir di Kalaset di dekat Stasiun Nørreport untuk brunch, yang ber-rating tinggi di Yelp. Jelas aku memilih menu yang non-vegetarian (haha), yang mana beneran enak banget!! 😀

Brunch yang enak banget di Kopenhagen

Jadi, kalau ke Kopenhagen memang wajib banget deh brunch! Dan juga smørrebrød-nya, yang mana sayangnya tidak sempat aku makan kali ini, hahaha.

Advertisements
EuroTrip, Half Week Trip, Vacation, Weekend Trip

#2057 – Recapping Last Week

ENGLISH

Last week was, indeed, a unique week for me because I had … two separate trips within the week! Lol 😆 .

I already mentioned that I was in Copenhagen in Denmark on Tuesday for the PhD defense of a good friend of mine. And of course this trip had to last until Wednesday because a reception and a party followed the defense which I definitely would not miss, haha.

Copenhagen, Denmark

And later on in the week, as my Instagram (@azilko) followers have known, I went on a weekend trip! And this time, I went to … Bologna in Italy! This weekend trip was one of the longer one where I departed on Friday, instead of Saturday, and went back to Amsterdam on Sunday. I chose to depart on Friday mainly because I found an interesting routing from Amsterdam to Bologna via Lyon on that day, haha 😛 .

A tortellini bolognese with ragu in Bologna!

It was a coincidence that these two trips were so close to each other. I already planned my Bologna trip since months ago while I planned my Copenhagen trip just about three weeks ago, haha. I still got myself a return Air France/KLM ticket to Copenhagen (with a routing via Paris on the way back 😛 ), even though it was not the cheapest flight ticket per se. However, the cheapest return flight (with Norwegian) would require me to stay an extra night in Copenhagen plus an extra half a day off of my holiday allowance. So I figured that all things considered, my trip would cost “less” in total if I bought the seemingly more expensive Air France/KLM ticket. And so as a bonus, I also got quite some miles from this ticket, haha. Anyway, so in the end here is the route map of the flights I did last week.

My routing last week. Created with gcmap.com

Work-wise, indeed it was an interesting week for me last week; because I only worked on Monday and Thursday! You see, I had a weekend, then a day of work (Monday), then two days of vacation, then a day of work (Thursday), then a “long” weekend! It indeed felt a little bit like I was taking two breaks from vacation for work! Lol 😆

To sum it up, it was indeed such a fun week. Here are some photos from the two trips as teasers:

BAHASA INDONESIA

Minggu lalu adalah minggu yang unik untukku karena aku … pergi dalam dua perjalanan yang berbeda dalam satu minggu! Hahaha 😆 .

Sudah kusebutkan di sini bahwa aku berada di Kopenhagen di Denmark di hari Selasa untuk menghadiri sidang dan wisuda PhD (S3)-nya seorang teman baikku. Dan tentu saja perjalanan ini harus berlanjut sampai hari Rabu karena wisudanya diikuti dengan resepsi dan pesta yang mana jelas aku nggak mau lewatkan dong ya.

Kopenhagen, Denmark

Dan kemudian, seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan! Dan kali ini, aku pergi ke … Bologna di Italia! Perjalanan akhir pekan ini tergolong yang cukup panjang karena aku berangkat di hari Jumat, bukannya Sabtu, dan kembali ke Amsterdam di hari Minggu. Aku memutuskan untuk berangkat di hari Jumat karena aku menemukan penerbangan yang rutenya unik dari Amsterdam ke Bologna, yaitu via Lyon hari itu, haha 😛 .

Tortellini bolognese dengan ragu di Bologna!

Kebetulan banget dua perjalanan ini berlangsung dalam waktu yang berdekatan begini. Perjalanan ke Bologna sudah kurencanakan semenjak berbulan-bulan lalu sementara perjalananku ke Kopenhagen baru kurencanakan tiga minggu yang lalu, haha. Aku membeli tiket pp dengan Air France/KLM ke Kopenhagen (dengan rute via Paris di perjalanan kembalinya), walaupun tiket ini bukanlah tiket pesawat yang termurah. Namun dengan tiket yang termurah (dengan Norwegian), aku harus menginap semalam ekstra di Kopenhagen plus aku harus mengambil cuti setengah hari lebih panjang. Jadilah ketika semuanya aku hitung, total biaya perjalananku justru akan “lebih rendah” apabila aku membeli tiket pesawat Air France/KLM yang dari luarnya nampak lebih mahal ini, haha. Dan sebagai bonus, miles yang kudapat dari tiket ini juga tergolong banyak! Haha 😆 . Ngomong-ngomong, pada akhirnya berikut ini deh peta rute penerbangan yang aku naiki minggu lalu.

Ruteku minggu lalu. Dibuat dengan gcmap.com

Dari segi kerjaan, minggu lalu menjadi minggu yang menarik untukku; karena aku hanya masuk kerja di hari Senin dan Kamis! Iya kan, weekend, kemudian aku masuk satu hari (Senin), lalu liburan dua hari, lalu masuk sehari (Kamis), lalu “long” weekend! Jadilah minggu lalu sedikit terasa seperti aku mengambil dua cuti dari liburan untuk bekerja! Huahaha 😆

Jadi sebagai kesimpulannya, minggu lalu memang adalah minggu yang amat seru bagiku. Di atas juga aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari dua perjalanan ini.

EuroTrip, Half Week Trip, Tennis, Vacation, Weekend Trip

#1403 – 2014 Paris Roland Garros Trip (Part III)

ENGLISH

Previously on 2014 Paris Roland Garros Trip: Zilko went to Paris during the Ascension Day long weekend to watch the second grandslam tournament of the year, the French Open. He had spent two full days at Stade Roland Garros and now was ready to go on his third and final day of visit this year.

***

Day 4 (Saturday, 31 May 2014)

My morning went pretty much similarly as the previous two days. Well, except that this morning I also checked in for my flight back to the Netherlands tomorrow (with KLM/Air France we can check-in online since 30 hours prior to departure). This was especially important for me because I always wanted to pick my own seat! Hahaha 😛 . Anyway so I arrived a little bit later at the queue today, at around 9:20. But I was still quite at the front of the line so it was fine.

Btw, here is the schedule for my Philippe Chatrier seat today:

The line-up at Court Philippe Chatrier today
The line-up at Court Philippe Chatrier today

It was still a good lineup obviously. But in a way I was a little bit disappointed that they did not put Andy Murray on Court Philippe Chatrier. I mean, up to this point, he had never played in Philippe Chatrier this year (it was Suzanne Lenglen in round 1, Court No.1 in round 2, and now Suzanne Lenglen again in round 3). Damn! 😦

Anyway, again, at around 9:40 they opened the gate. And, again, my ritual was pretty much the same. I went around the venue to see the players warming up and preparing themselves. This morning I saw Petra Kvitova, Lucie Hradecka, Cara Black, Jean-Julien Rojer, and Horia Tecau. Yeah, not so many that I saw this morning.

Being a Mom on the WTA Tour. Cara Black with her husband and toddler.
Being a Mom on the WTA Tour. Cara Black with her husband and toddler.

At around 10:45, I went to my seat at Philippe Chatrier. This seat was very close to my seat on Day 3 (so it provided pretty much similar view), but better because now I got row 1! 😯 Haha. Btw the other benefit of sitting in row 1 is that I can use the “fence” in front of me as my personal footrest, huahaha 😛 .

Anyway, at 11:00, both players for the first match at Philippe Chatrier entered the ground: the fifth seed, Petra Kvitova, and the 27th seed and 2009 champion here, Svetlana Kuznetsova.

And this match, ladies and gentlemen, turned out to be the most epic WTA match I had ever seen live in person in my life!! It was a tight match with such high quality that ended in three sets!

Svetlana Kuznetsova
Svetlana Kuznetsova

The first set went quite tight. Even though Kvitova got an early break, Kuznetsova was able to break back. And they went toe-to-toe so that a tiebreak had to be played. Kvitova played a good tiebreak and won it 7–3. Despite so, actually Kuznetsova won 47 points in the set while Kvitova only won 46 points. This means that Kvitova played the important points better.

At the start of the second set, maybe a small thing bothered Kvitova so she had to call a trainer. They then went to the locker room for awhile and Kvitova came back with her right hip being taped. She appeared to be bothered at first; and this made Kuznetsova easily sealed the second set 6–1. So a third set must be played.

Watching the most epic WTA match I have ever seen LIVE in person. A tight match between Petra Kvitová and Svetlana Kuznetsova.
Watching the most epic WTA match I have ever seen LIVE in person. A tight match between Petra Kvitová and Svetlana Kuznetsova.

And the third set could not be any more better! Kvitova got her rhythm again and went firing in all cylinder. But Kuznetsova was also a good player that she defended all those attacks really well! And she could fire too; though not as aggressively as Kvitova! Kvitova was the one who got the first advantage by breaking Kuznetsova’s serve and was serving for the match at 5–4. But then she was a little bit shaky (while at the same time Kuznetsova played really well) so Kuznetsova broke back.

Two games later, down 5–6 and serving, Kvitova was down 15–40; meaning Kuznetsova had two match points. Kuznetsova needed to just win one of the next two points to win the match. And you know what? An amazing thing happened. Kvitova saved the first match point with a powerful forehand drive volley down the line (FDVDTL) winner that bounced literally on the baseline!! 😯 😆 ON THE LINE!! If you play tennis, you would know that there was (almost) nothing Kuznetsova could do to return that FDVDTL shot. It was a hella good of a shot!! Okay, but there was still a second match point for Kuznetsova. And at this point, Kvitova also hit a powerful forehand winner! 😯 I mean, WOW!! That was hella good from Kvitova!! She was so pumped after both occasions (well no wonder)!!

Petra Kvitova saving the first match point with a FDVDTL winner.
Petra Kvitova saving the first match point with a FDVDTL winner.
Petra Kvitova saving the second match point with a forehand winner.
Petra Kvitova saving the second match point with a forehand winner.

Kvitova carried this on by, again, breaking Kuznetsova’s serve in the next game and, for the second time in the match, she was serving for the match at 7–6. But then, Kuznetsova fought so hard and made some amazing shots to level the match back to 7–7. I mean, these two ladies, none of them wanted to lose! Lol 😆 .

Kuznetsova held easily in the next game. And serving down 7–8, Kvitova played a bit more tentatively and finally, this time Kuznetsova was able to seal the deal after Kvitova’s last shot went long. So, after 3 hours and 13 minutes, Svetlana Kuznetsova won 6–7(3), 6–1, 9–7 to advance to the fourth round!!

Kuznetsova won the third set 9–7!!
Kuznetsova won the third set 9–7!!

It was amazing. For me, I even felt tired after just watching the match, haha 😆 . Actually, before the match started I did not expect it to last that long as at 14:00, I wanted to go to RG Lab as Tomas Berdych was scheduled to be there to give autographs. But then, this match went so tight and I already invested my emotion on it that I felt like I must stay until the end of the match to see the outcome! Hahaha 😆 . It was such an amazing experience!! 🙂 I mean, I am sure it was also amazing match if we watched it on TV or in the internet; but trust me, it was in a much different level when we witnessed it first hand, in person!! 🙂

I stayed for the first several games of the next match at PC between Rafael Nadal and Leonardo Mayer before deciding that I needed some rest and lunch, haha 😆 . So I went to the restaurant and had the same thing that I did the day before, a steak. After lunch, I stretched my leg by going around the venue again. At one point I saw that the Nadal-Mayer match was at 2–2 in the third set so I thought it was quite tight and I had time to go around one more time. But then, a few minutes later it was already 5–2 40–0 in Nadal’s favor. I mean, damnit! I would very likely miss the conclusion of the match because at this point I was outside the Philippe Chatrier court! Haha 😛

Rafael Nadal
Rafael Nadal

Before getting back to my seat for the third match of the day, I saw a crowd flocking just outside a door in Philippe Chatrier. This was a special door as this was the entrance to the official part of the court (read: the door where the players got in/out Court PC). And Rafael Nadal would come out from this door soon so people were waiting for him! Haha. At first I joined it (I mean why not?) but then he took so long (I guess he needed to do a press conference as well there) so I decided to leave and just got back to my seat.

The third match at PC had already undergone at this point. It was between Andrea Petkovic and a local player, Kristina Mladenovic. This match, even though not as intense as the Kvitova – Kuznetsova match, was also very tough. Btw wow, we had good women’s matches at Philippe Chatrier today!! Petkovic comfortably won the first set 6–4. But Mladenovic, with the help of the French crowd, fought back and won the second 6–4. But in the end Petkovic was too strong for Mladenovic and she won the match 6–4, 4–6, 6–4 to move to the fourth round.

Andrea Petkovic reached the fourth round
Andrea Petkovic reached the fourth round

I was so tired that I decided not to stay for the last match of the day between Richard Gasquet and Fernando Verdasco. So I left my seat and went back to my hotel.

But before actually going back to my hotel, I stopped at a restaurant to have dinner. I chose a three course dinner tonight. The appetizer was a tomato mozarella salad, the main course was a medium-rare beef steak with shallot sauce, and for dessert I chose the famous crème brûlée. It was quite nice 😀

Day 5 (Sunday, 1 June 2014)

The agenda today was just to go to Charles de Gaulle Airport to go back to the Netherlands. As I said, I was very excited today because finally I would be flying with an Airbus A321, haha 😛 .

I checked out at around 9:00; bought a sandwich as breakfast at Paul before taking an RER service to the airport. Long story short, I arrived at the airport, checked in, and entered the gate. At around 11:10, the boarding call was made and I boarded my plane: an Air France’s Airbus A321-212 reg F-GTAR flight AF 1640 to Amsterdam.

The actual flight AF 1640 route map today from CDG to AMS. Source: http://www.flightradar24.com/data/flights/af1640/#3775dc1
The actual flight AF 1640 route map today from CDG to AMS. Source: http://www.flightradar24.com/data/flights/af1640/#3775dc1

At 11:40, my flight took off from runway 27L of Paris Charles de Gaulle Airport and about 50 minutes later, she landed at runway 06 of Schiphol Airport. Here is the landing video:

Then it was the normal thing. I took my luggage and took the train service back to Delft. And here, my long weekend trip to Paris to watch the French Open this year officially ended.

THE END.

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam 2014 Paris Roland Garros Trip: Zilko pergi ke Paris dalam rangka long weekend Hari Raya Pantekosta untuk menonton turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open. Ia sudah menghabiskan dua hari penuh di Stade Roland Garros dan kini sudah siap untuk menyongsong hari ketiga sekaligus hari terakhirnya di kunjungannya tahun ini.

***

Hari 4 (Sabtu, 31 Mei 2014)

Pagiku berlangsung kurang lebih sama seperti dua hari sebelumnya. Eh, kecuali pagi ini aku juga check in online untuk penerbanganku kembali ke Belanda keesokan harinya sih (kalau terbang dengan KLM/Air France, kita bisa check-in semenjak 30 jam sebelum waktu keberangkatan). Ini penting banget dong untukku karena aku kan harus memilih kursiku sendiri di pesawat kan ya! Hahaha 😛 . Ngomong-ngomong, aku tiba di antriannya agak lebih siang hari ini, sekitar jam 9:20an. Tetapi posisiku masih cukup berada di depan antriannya sih jadi nggak masalah juga.

Btw, berikut ini jadwal untukku di Lapangan Philippe Chatrier hari ini:

The line-up at Court Philippe Chatrier today
Jadwal di Lapangan Philippe Chatrier hari ini

Masih jadwal yang bagus sih. Tetapi sedikit banyak aku merasa kecewa karena mereka tidak menjadwalkan Andy Murray di Lapangan Philippe Chatrier. Maksudku, sampai saat ini, ia belum pernah bermain di Philippe Chatrier loh tahun ini (ia bermain di Suzanne Lenglen di babak pertama, Lapangan No.1 di babak kedua, dan kini di Suzanne Lenglen lagi untuk babak ketiga). Sial! 😦

Anyway, lagi-lagi, sekitar jam 9:40, mereka membuka gerbangnya. Dan, lagi, ritualku pagi itu kurang lebih sama sih. Aku mengelilingi arena turnamennya untuk menonton beberapa pemain pemanasan dan memperiapkan diri. Pagi ini aku melihat Petra Kvitova, Lucie Hradecka, Cara Black, Jean-Julien Rojer, dan Horia Tecau. Iya, nggak banyak-banyak amat ya pagi ini.

Being a Mom on the WTA Tour. Cara Black with her husband and toddler.
Menjadi seorang ibu di tur WTA. Cara Black bersama dengan suami dan anak batitanya.

Sekitar jam 10:45, aku pergi ke kursiku di Philippe Chatrier. Kursiku ini lokasinya dekat sekali dengan kursiku di Hari 3 (jadi pandangan ke lapangannya kurang lebih sama lah), tetapi lebih oke karena sekarang kursiku ada di barisan nomor 1 loh! 😯 Haha. Btw, keuntungan duduk di barisan nomor 1 adalah aku bisa menggunakan “pagar” kecil di depanku sebagai tempat sandaran kaki gitu deh, huahaha 😛 .

Ngomong-ngomong, sekitar jam 11 pagi, kedua pemain dari pertandingan pertama memasuki Lapangan Philippe Chatrier: unggulan kelima, Petra Kvitova, dan unggulan ke-27 dan juara tahun 2009 disini, Svetlana Kuznetsova.

Dan pertandingan ini, saudara dan saudari sekalian, ternyata menjadi pertandingan WTA ter-SERU yang pernah aku tonton langsung dengan mata kepala sendiri seumur hidup!! Benar-benar sebuah pertandingan yang ketat dengan kualitas tinggi yang berakhir dalam tiga set!

Svetlana Kuznetsova
Svetlana Kuznetsova

Set pertama berlangsung cukup ketat. Walaupun Kvitova berhasil mematahkan servisnya Kuznetsova duluan, Kuznetsova kemudian berhasil membalasnya. Dan mereka bermain seimbang sehingga set pertama harus diakhiri dengan sebuah tiebreak. Kvitova memainkan tiebreak yang bagus dan memenanginya 7–3. Walaupun begitu, sebenarnya Kuznetsova memenangi 47 poin di sepanjang set pertama sementara Kvitova hanya 46 poin saja. Ini artinya Kvitova bermain di poin-poin penting dengan lebih baik.

Di permulaan set kedua, mungkin ada hal kecil yang mengganggu Kvitova sehingga ia memanggil trainer. Mereka kemudian pergi ke ruang ganti sebentar dan Kvitova kembali dengan paha kananna diperban. Ia nampak sedikit terganggu awalnya; dan ini membuat Kuznetsova berhasil merebut set kedua dengan mudah 6–1. Jadi set ketiga harus dimainkan.

Watching the most epic WTA match I have ever seen LIVE in person. A tight match between Petra Kvitová and Svetlana Kuznetsova.
Menonton pertandingan WTA ter-SERU yang pernah aku tonton LANGSUNG dengan mata kepala sendiri. Pertandingan antara Petra Kvitová dan Svetlana Kuznetsova.

Dan set ketiganya berlangsung dengan sungguh amat seru sekali! Kvitova berhasil mendapatkan ritmenya kembari dan terus menyerang dengan gas maksimum. Tetapi Kuznetsova jugalah pemain yang bagus dan pertahanan dari serangan-serangan Kvitova juga sungguh ciamik! Dan ia juga bisa menerang juga; walaupun memang tidak seagresif Kvitova! Kvitova adalah yang pertama yang mendapatkan posisi unggul dengan berhasil mematahkan satu servisnya Kuznetsova dan servis untuk memenangkan pertandingan (serving for the match) di posisi 5–4. Tetapi kemudian ia agak sedikit kehilangan konsentrasi (sementara pada saat yang sama Kuznetsova juga bermain baik) sehingga Kuznetsova mematahkan servisnya balik.

Dua game kemudian, tertinggal 5–6 dan memegang servis, Kvitova tertinggal 15–40; yang mana artinya Kuznetsova memiliki dua match point. Kuznetsova hanya perlu memenangi salah satu dari dua poin selanjutnya untuk memenangi pertandingan. Dan apa yang terjadi? Hal super keren! Kvitova menyelamatkan match point pertama dengan pukulan winner forehand drive volley down the line (FDVDTL) yang sangat keras yang mengenai baseline-nya!! 😯 😆 Iya loh PAS GARIS aja gitu!! Kalau tahu tenis, tahulah (nyaris) tidak ada yang bisa dilakukan Kuznetsova untuk mengembalikan pukulan FDVDTL itu. Itu sebuah pukulan yang amat luar biasa!! Oke, tetapi toh Kuznetsova masih memiliki match point kedua kan. Dan untuk yang kali ini, Kvitova kembali menyelamatkannya dengan pukulan forehand winner yang amat keras! 😯 Maksudku, WOW banget kan!! Benar-benar permainan yang bagus dari Kvitova!! Ia juga bersemangat dan meluapkan emosinya setelah itu (ya nggak heran lah ya)!!

Petra Kvitova saving the first match point with a FDVDTL winner.
Petra Kvitova menyelamatkan match point pertama dengan pukulan FDVDTL winner.
Petra Kvitova saving the second match point with a forehand winner.
Petra Kvitova menyelamatkan match point kedua dengan pukulan forehand winner.

Kvitova membawa momentum ini dan mematahkan servis Kuznetsova di game selanjutnya, sehingga untuk kedua kalinya di pertandingan ini ia akan serving for the match di posisi unggul 7–6. Tetapi kemudian, Kuznetsova sungguh berjuang dengan keras dan membuat beberapa pukulan kelas dunia untuk kembali menyamakan kedudukan menjadi 7–7. Ah, benar-benar banget nih ya dua wanita, sama-sama nggak ada yang mau kalah! Huahaha 😆 .

Kuznetsova berhasil mempertahankan servisnya di game berikutnya. Dan ketika memegang servis di posisi 7–8, Kvitova bermain sedikit lebih tentatif, dan kali ini Kuznetsova berhasil menembus garis finish ketika pukulan terakhirnya Kvitova keluar lapangan. Jadi, setelah 3 jam 13 menit, Svetlana Kuznetsova menang 6–7(3), 6–1, 9–7 untuk melaju ke babak keempat!!

Kuznetsova won the third set 9–7!!
Kuznetsova memenangi set ketiga 9–7!!

Seru banget deh. Untukku, bahkan aku ikutan merasa capek loh padahal aku kan cuma menonton pertandingannya aja ya, haha 😆 . Sebenarnya, sebelum pertandingannya dimulai, aku tidak menyangka ini akan berlangsung selama itu. Karena jam 2 siang, rencananya aku ingin pergi ke RG Lab karena disana Tomas Berdych dijadwalkan untuk hadir untuk membagikan tanda tangan gitu deh. Tetapi kemudian, pertandingan ini berlangsung sangat ketat dan aku sudah terlanjur menginvestasikan emosiku ke pertandingan ini sehingga aku merasa harus menonton sampai akhir deh untuk mengetahui hasil akhirnya! Hahaha 😆 . Benar-benar sebuah pengalaman yang fantastis!! 🙂 Maksudku, aku yakin kalau kita melihatnya di TV atau di internet juga seru sih; tetapi percaya deh, tingkat keseruannya berbeda banget kalau kita menyaksikannya langsung dengan mata kepala sendiri dimana kita duduk di samping lapangannya!! 🙂

Aku bertahan disana untuk beberapa game pertama dari pertandingan PC berikutnya antara Rafael Nadal dan Leonardo Mayer sebelum memutuskan untuk beristirahat dan makan siang, haha 😆 . Jadilah aku kemudian pergi ke restorannya dan memesan menu yang sama seperti sehari sebelumnya, steak. Setelah makan siang, aku meregangkan kakiku dengan berkeliling arenanya lagi. Waktu itu aku melihat bahwa pertandingan Nadal-Mayer berada di posisi 2–2 di set ketiga jadi aku kira masih cukup ketat dan ada waktu lah ya untuk berkeliling lagi. Tetapi kemudian, tiba-tiba beberapa menit kemudian skornya sudah 5–2 40–0 untuk Nadal aja dong. Ah, sial nih! Kemungkinan sangat besar aku akan melewatkan momen kemenangannya Nadal karena waktu itu aku berada di luar Lapangan Philippe Chatrier. Haha 😛

Rafael Nadal
Rafael Nadal

Sebelum kembali ke kursiku untuk pertandingan ketiga hari ini, aku melihat orang-orang mengerumuni sebuah pintu di Philippe Chatrier. Ini adalah pintu khusus tempat keluar masuk-nya para pemain di Lapangan Philippe Chatrier. Dan kabarnya Rafael Nadal akan keluar dari pintu itu segera jadi orang-orang ini sedang menunggunya! Haha. Awalnya tentu dong aku ikutan menunggu (mengapa tidak?) tetapi kemudian lama banget deh Nadal nggak keluar-keluar (sepertinya sih ia harus menjalankan press conference dulu di dalam sana) jadi aku memutuskan untuk pergi dan kembali ke kursiku di PC saja.

Pertandingan ketiga di PC sudah dimulai sewaktu aku masuk. Ini adalah pertandingan antara Andrea Petkovic dan pemain tuan rumah, Kristina Mladenovic. Pertandingan ini, walaupun nggak seintens pertandingannya Kvitova – Kuznetsova, juga sangat ketat loh. Btw, hari ini pertandingan putri di Philippe Chatrier seru-seru ya!! Petkovic menang mudah di set pertama 6–4. Tetapi Mladenovic, dengan dukungan para supporter Prancisnya, terus melawan dan berhasil merebut set kedua 6–4. Tetapi pada akhirnya Petkovic terlalu kuat bagi Mladenovic dan ia memenangi pertandingannya 6–4, 4–6, 6–4 untuk lolos ke babak keempat.

Andrea Petkovic reached the fourth round
Andrea Petkovic melaju ke babak keempat

Aku merasa lelah sekali sehingga aku memutuskan untuk tidak tinggal untuk pertandingan terakhir hari itu antara Richard Gasquet dan Fernando Verdasco. Jadilah aku meninggalkan kursiku dan kembali ke hotel.

Eh, sebelum beneran kembali ke hotel aku makan malam dulu sih di sebuah restoran. Kali ini aku memilih paket tiga menu untuk makan malam. Untuk makanan pembuka, aku memilih salad tomat dengan keju mozarella. Makanan utamanya adalah steak sapi dimasak medium-rare dengan saus bawang merah. Dan untuk makanan penutup aku memesan crème brûlée yang terkenal itu. Enak deh 😀

Hari 5 (Minggu, 1 Juni 2014)

Agenda hari ini adalah pergi ke Bandara Charles de Gaulle untuk kembali ke Belanda. Seperti yang aku bilang, aku amat bersemangat hari ini karena akhirnya hari ini aku akan terbang dengan sebuah Airbus A321, haha 😛 .

Aku check out dari hotel sekitar jam 9 pagi; membeli sandwich untuk sarapan di Paul, sebelum naik layanan RER ke bandara. Singkat cerita, tibalah aku di bandara, check in, dan memasuki gerbangnya. Jam 11:10, proses boarding dimulai dan aku menaiki pesawatku: sebuah Airbus A321-212 milik Air France dengan kode registrasi F-GTAR dengan nomor penerbangan AF 1640 ke Amsterdam.

The actual flight AF 1640 route map today from CDG to AMS. Source: http://www.flightradar24.com/data/flights/af1640/#3775dc1
Rute penerbangan AF 1640 yang sebenarnya hari ini dari CDG ke AMS. Sumber: http://www.flightradar24.com/data/flights/af1640/#3775dc1

Jam 11:40, penerbanganku lepas landas dari landasan pacu 27L Bandara Paris Charles de Gaulle dan sekitar 50 menit kemudian, mendarat di landasan pacu 06 Bandara Schiphol. Berikut ini video pendaratannya:

Lalu seperti biasa sih. Aku mengambil bagasiku dan naik kereta untuk kembali ke Delft. Dan disini, perjalanan long weekend-ku ke Paris untuk menonton French Open resmi berakhir.

SELESAI.

 

EuroTrip, Half Week Trip, Tennis, Vacation, Weekend Trip

#1400 – 2014 Paris Roland Garros Trip (Part II)

ENGLISH

Previously on 2014 Paris Roland Garros Trip: Zilko went to Paris during the Ascension Day long weekend to watch the second grandslam tournament of the year, the French Open. After arriving in Paris on Wednesday, now he was more than ready and excited to start his visit to Roland Garros for the third year in a row.

***

Day 2 (Thursday, 29 May 2014)

To summarize my morning, after leaving my hotel and having a quick breakfast menu at McDonald’s, I arrived at Stade Roland Garros, the venue of the tournament, in the west part of Paris at around 09:00. As usual, the gate was opened at around 09:40 so I still had to queue in front of the gate. I was one of the first people there so it was really nice knowing I would be the first to enter the venue 😛 .

I got a first ring Court Philippe Chatrier (PC) ticket today (well, actually I got first ring PC tickets for all the three days of my visit there); and here was the line-up at PC today:

The line-up at Court Philippe Chatrier today
The line-up at Court Philippe Chatrier today

Not a bad line-up for second round matches, I must say.

At around 9:30, the security process started and at around 9:40, the gate was opened. I immediately entered the venue and took a look at which player was warming up on Court No.2. It was Svetlana Kuznetsova at that time.

As usual, I went around the entire tennis venue to see many tennis players warming up and preparing themselves for their matches. This was why I came to the venue early; especially since it was still the earlier rounds so a lot of players were still alive in the tournament. So it was such a good opportunity to see (and meet) many of them! 🙂

The singles defending champions this year: Rafael Nadal and Serena Williams
The singles defending champions this year: Rafael Nadal and Serena Williams

This morning, I felt like there were more WTA (women) players warming up than ATP (men). I saw Camilla Giorgi, Anastasia Pavlyuchenkova, the Chan sisters, Casey Dellacqua, Yvonne Meusburger, Liezel Huber, Shahar Peer, Cara Black, Sania Mirza, Ekaterina Makarova, Magdalena Rybarikova, Yaroslava Shvedova, Zhang Shuai, Kevin Anderson, Rohan Bopanna, Aisam ul-Haq Qureshi, etc to name a few (see? More women than men this morning!).

After buying an overpriced sandwich for breakfast, I decided to go to my seat at Court Philippe Chatrier. I got a good first ring seat today, with a perfect view of the court. Here is the view from my seat today btw:

The view from my seat at Philippe Chatrier today. Super!
The view from my seat at Philippe Chatrier today. Super!

Anyway, at 11:00, Jelena Jankovic and Kurumi Nara entered the court. Long story short, the match started and the first set actually went toe to toe until 5-all. But then Jankovic broke Nara’s serve to go 6–5 up and close the first set 7–5. From there, Jankovic had all the momentum and maintained it throughout the rest of the match, and easily won the second set 6–0.

Not long after, the second match between the King of Clay, the world no.1, and the defending champion, Rafael Nadal, and Dominic Thiem started. In my opinion this should be an interesting match because I knew Thiem was a good player and had a very dangerous forehand.

I felt like I needed to stretch my legs so I stayed for the first several games before deciding to leave for a walk a little bit (and I had time since the men’s singles match at a grandslam is a best of five sets match anyway; so each match should last at least (par retirement) three sets).

I came back just in time before Nadal won the match. In the end he was still the stronger player on clay and won 6–2, 6–2, 6–3 (Thiem actually was up a break in the third set).

Jeu, set et Match, Nadal.
Jeu, set et Match, Nadal.

The third match of the day was between a favorite local player, Richard Gasquet, versus an Argentinian, Carlos Berlocq. Gasquet won 7–6(5), 6–4, 6–4 to reach the third round. And finally, the fourth match of the day was between Ana Ivanovic, the 2008 champion here, and Elina Svitolina. I only stayed for the first set because at the end of it I felt so tired so I decided to leave the venue.

I did not go back to my hotel straight away though as I still had not had my dinner yet. And today I felt like eating KFC so I went to one, huahaha 😆 . After my dinner at KFC, I went back to my hotel 😀 . But before that, I stopped by at a supermarket nearby to buy some sandwiches and snacks for tomorrow.

Day 3 (Friday, 30 May 2014)

Again, I arrived at the venue at around 9:10. A little bit later than the day before but I was still one of the first people on the line so it was still good. Just like the day before, they opened the venue at around 9:45; and my ritual was pretty much similar. I went around first to see the players warming up and preparing themselves for their matches 🙂 .

This morning I saw Alexander Peya, Bruno Soares, Donald Young, Juan Monaco, Robin Haase, Andre Begemann, Marin Cilic, Goran Ivanisevic (an ex-player who became Cilic’s coach now), Zheng Saisai, Vera Dushevina, Peng Shuai, Hsieh Su-Wei, Jarmila Gajdosova, and Klara Koukalova to name a few.

The current women's doubles world no.1 and no.2, Peng Shuai and Hsieh Su-Wei, warming up
The current women’s doubles world no.1 and no.2, Peng Shuai and Hsieh Su-Wei, warming up

Then at around 10:45, I went to my seat at Philippe Chatrier. Btw, this was the schedule for Court PC today:

The line-up at Court Philippe Chatrier today
The line-up at Court Philippe Chatrier today

Again, not a bad lineup! 😉 Btw, I had a different seat than the day before. The view was not as good but it was still okay and quite close to the court. This was the view today:

The view from my seat at Philippe Chatrier today
The view from my seat at Philippe Chatrier today

At 11:00, the first match started with the two players entering the court: the third seed, Agnieszka Radwanska from Poland, and a Roland Garros debutant, Ajla Tomljanovic. As the highest seed left (third; the first seed, Serena Williams, and second seed, Li Na, had already lost their matches at this point), Radwanska was obviously the favorite to win the match.

Their game style could not be any more different where Radwanska’s was more about touch and variety (not so much power), while Tomljanovic’s was the complete opposite, very aggressive with a lot more power. Today was a good day for Tomljanovic where she edged a little bit better on important points so she was able to win 6–4, 6–4! Kudos for her to hold her nerve in that second set!

The third seed, Agnieszka Radwanska, is out!
The third seed, Agnieszka Radwanska, is out!

Btw, I felt like I was experiencing a dejavu though. Exactly two years ago, on the same day, at the same stage of the tournament, I was also there sitting at Court Philippe Chatrier watching Agnieszka Radwanska’s third round match. But at that time she was playing Svetlana Kuznetsova. However, the final result was the same. Radwanska lost in straight sets (it was a 6–1, 6–2 loss two years ago).

The second match immediately followed where the hugely popular tennis legend, Roger Federer, would play against Dmitry Tursunov. Btw, my seat was just like literally ten meter away from Federer’s box though. So I was able to see Federer’s family (his wife, Mirka Federer, and his first set of twins sitting there (the second set of twins (yes he has two sets of twins) were not there, I think). And, not surprisingly, people were taking pictures of the family, hahaha 😀

You know you are so famous when these many people want to take pictures of your wife and kids.
You know you are so famous when these many people want to take pictures of your wife and kids.

Anyway so the match started. Then, I felt quite hungry so I decided to leave after several games and decided to have lunch at the restaurant there. Today I had a steak for lunch. I also made use of this time to stretch my leg and went around the tournament venue again. It was such a nice festive anyway, you know, a grandslam tournament 😉 .

I went back to my seat just in time before Federer won his match 7–5, 6–7(9), 6–2, 6–4. The third match quickly followed where Maria Sharapova and Paula Ormaechea entered the court. After warming up, they played the first game where it went to 40–40 before it started drizzling. So they had to stop the play.

The delay was just around 30 minutes though before they resumed all matches again. But from hereon, it was a one way traffic only. It was an uneven match where Ormaechea could not match Sharapova and got double-bagelled. In case you are not familiar with tennis terms, it means Sharapova won 6–0, 6–0.

The fourth match followed suit where it was between another local player, Gilles Simon, and the eight seed, Milos Raonic, from Canada. I stayed for the first set before deciding to leave to have dinner somewhere 😀 .

Hardcore Canadian fans
Hardcore Canadian fans

After leaving the venue, I decided to explore the area a little bit. This was the third year I went to Roland Garros but actually I had never gone around the area! Anyway, I decided to stop by at a French restaurant and ordered escalope de veau for dinner today. They also had a TV airing live the Simon-Raonic match so I did not completely miss the match, haha 🙂 .

The escalope de veau was, of course, very nice! I think this was the second time I had it though; as I am sure I had it once during my first visit to Paris in 2011. But I am not sure if I had had it another time between that first time and this time, haha. Anyway, so the menu came with pasta that was also cooked nicely. It was delicious. But then, right after I finished it, I just realized that on my table I had a pot of parmesan powder!! 😯 Damnit!! I know it would have been even much more delicious had I sprinkled the parmesan powder to the pasta!! Ah, regret always came later, haha 😛

Escalope de veau
Escalope de veau

After dinner, I left the restaurant and then took the metro to go back to my hotel. I took a different route though this time. Just like the day before, I stopped by at the supermarket first before going back to my hotel to buy some sandwiches and snacks for tomorrow.

TO BE CONTINUED…

Next on 2014 Paris Roland Garros Trip:
– More from Roland Garros
– Watching the most epic WTA match I have ever seen in person
– Back to the Netherlands

BAHASA INDONESIA

Sebelumnya dalam 2014 Paris Roland Garros Trip: Zilko pergi ke Paris di long weekend hari raya Pantekosta untuk menonton turnamen grandslam kedua tahun ini, French Open. Setelah tiba di Paris di hari Rabu, sekarang ia sudah siap banget untuk memulai kunjungannya ke Roland Garros untuk tahun ketiga berturut-turut.

***

Hari 2 (Kamis, 29 Mei 2014)

Untuk meringkas cerita pagiku, setelah meninggalkan hotel dan sarapan kilat di McDonald’s, aku tiba di Stade Roland Garros, tempat diadakannya turnamen ini, yang berada di kota Paris sebelah barat, sekitar jam 9 pagi. Seperti biasa, gerbangnya sih baru dibuka sekitar jam 9:40an jadi aku harus mengantri dulu di depan gerbangnya. Aku termasuk yang datangnya awal sih jadi enaknya aku berada di antrian bagian depan sehingga seru kan karena artinya aku adalah salah satu penonton pertama yang masuk 😛 .

Aku mendapatkan tiket first ring di Lapangan Philippe Chatrier (PC) hari ini (sebenarnya di ketiga hari kunjunganku, semuanya aku juga mendapatkan tiket first ring sih); dan berikut ini jadwal pertandingan di PC hari ini:

The line-up at Court Philippe Chatrier today
Jadwal pertandingan di Lapangan Philippe Chatrier hari ini.

Lumayan banget lah ya untuk ukuran pertandingan babak kedua.

Sekitar jam 9:30 pagi, proses pengecekan sekuritinya dimulai, dan gerbang dibuka sekitar jam 9:40. Aku langsung masuk ke arenanya dan melihat siapa yang sedang pemanasan di Lapangan nomor 2. Ternyata pagi itu Svetlana Kuznetsova yang sedang pemanasan disana.

Seperti biasa, aku mengelilingi arena turnamennya untuk melihat banyak pemain yang sedang pemanasan dan mempersiapkan diri untuk pertandingan mereka. Inilah mengapa aku datang ke arenanya lebih awal; terutama karena masih babak-babak awal sehingga sebagian besar pemain masih “hidup” kan di turnamennya. Jadi ini adalah kesempatan emas untuk melihat (dan bertemu) mereka! 🙂

The singles defending champions this year: Rafael Nadal and Serena Williams
Juara bertahan untuk kategori tunggal tahun ini: Rafael Nadal dan Serena Williams

Pagi ini, rasanya kok lebih banyak pemain WTA (putri) ya yang pemanasan daripada ATP (putra). Aku melihat, di antaranya, Camilla Giorgi, Anastasia Pavlyuchenkova, Chan bersaudari, Casey Dellacqua, Yvonne Meusburger, Liezel Huber, Shahar Peer, Cara Black, Sania Mirza, Ekaterina Makarova, Magdalena Rybarikova, Yaroslava Shvedova, Zhang Shuai, Kevin Anderson, Rohan Bopanna, Aisam ul-Haq Qureshi, dll (Nah kan? Lebih banyak pemain putri daripada putra pagi ini!).

Setelah membeli sandwich yang mark-up harganya gila-gilaan untuk sarapan, aku memutuskan untuk duduk ke kursiku di Lapangan Philippe Chatrier. Aku mendapatkan kursi yang bagus loh hari ini, dengan pandangan yang enak banget dah ke lapangannya. Berikut ini pandangan dari kursiku hari ini btw:

The view from my seat at Philippe Chatrier today. Super!
Pandangan dari kursiku di Philippe Chatrier hari ini. Keren!

Anyway, jam 11:00, Jelena Jankovic dan Kurumi Nara memasuki lapangannya. Singkat cerita, pertandingannya dimulai dan set pertama berlangsung ketat hingga skor 5-sama. Tetapi kemudian Jankovic mematahkan servisnya Nara untuk memimpin 6–5 dan menutup set pertama dengan kemenangan 7–5. Dari sana, Jankovic memegang kendali permainan dan terus menjaganya di sepanjang sisa pertandingan, dan dengan mudah memenangi set kedua 6–0.

Tidak lama kemudian, pertandingan kedua antara si Raja Tanah Liat, pemain peringkat 1 dunia, dan juara bertahan, Rafael Nadal, melawan Dominic Thiem diadakan. Menurutku ini seharusnya menjadi pertandingan yang menarik karena aku tahu Thiem adalah pemain yang bagus dan memiliki forehand yang sangat berbahaya.

Tetapi aku mulai merasa perlu untuk meregangkan kaki nih jadilah setelah beberapa games pertama aku memutuskan untuk meninggalkan kursiku dan berjalan-jalan sedikit (dan toh ada waktu karena pertandingan tunggal putra di grandslam kan sistemnya best of five sets; jadi setiap pertandingan minimal (kecuali pemain menyerah/mundur) berlangsung tiga set).

Aku kembali tepat waktu sebelum Nadal memenangi pertandingannya. Akhirnya dia masih terlalu kuat bagi Thiem di lapangan tanah liat dan menang 6–2, 6–2, 6–3 (Thiem sebenarnya sempat unggul satu break loh di set ketiga).

Jeu, set et Match, Nadal.
Jeu, set et Match, Nadal.

Pertandingan ketiga adalah antara pemain tuan rumah, Richard Gasquet, melawan pemain Argentina, Carlos Berlocq. Gasquet menang 7–6(5), 6–4, 6–4 untuk mencapai babak ketiga. Lalu akhirnya, pertandingan keempat antara Ana Ivanovic, juara disini di tahun 2008, dan Elina Svitolina dimainkan. Aku hanya menonton set pertama karena aku merasa lelah jadi aku memutuskan untuk meninggalkan arenanya.

Aku nggak langsung pulang ke hotelku sih karena aku masih belum makan malam kan. Dan khusus hari ini kok aku ngidam KFC ya, huahaha 😆 . Jadilah aku mampir di sebuah KFC. Setelah makan malam di KFC itu, barulah aku kembali ke hotel 😀 . Tetapi sebelumnya aku mampir dulu di supermarket untuk membeli beberapa sandwich dan snack untuk besok.

Hari 3 (Jumat, 30 Mei 2014)

Lagi, hari ini aku tiba di arena turnamennya sekitar jam 9:10. Sedikit lebih siang sih daripada kemarin tetapi aku masih termasuk yang paling depan di antrian loh jadi nggak masalah deh. Seperti kemarin, hari ini gerbangnya dibuka sekitar jam 9:45; dan ritualku kurang lebih sama sih. Aku berkeliling dulu untuk melihat para pemain pemanasan dan mempersiapkan diri untuk pertandingan-pertandingan mereka 🙂 .

Pagi ini aku melihat, di antaranya: Alexander Peya, Bruno Soares, Donald Young, Juan Monaco, Robin Haase, Andre Begemann, Marin Cilic, Goran Ivanisevic (mantain pemain yang sekarang jadi pelatihnya Cilic), Zheng Saisai, Vera Dushevina, Peng Shuai, Hsieh Su-Wei, Jarmila Gajdosova, dan Klara Koukalova.

The current women's doubles world no.1 and no.2, Peng Shuai and Hsieh Su-Wei, warming up
Pemaiin ganda putri yang kini berperingkat 1 dan 2 dunia: Peng Shuai dan Hsieh Su-Wei, sedang pemanasan

Lalu, sekitar jam 10:45, aku pergi ke kursiku di Philippe Chatrier. Btw, inilah jadwal pertandingan di Lapangan PC hari ini:

The line-up at Court Philippe Chatrier today
Jadwal pertandingan di Lapangan Philippe Chatrier hari ini

Lagi, lumayan banget ya pertandingan-pertandingannya! 😉 Btw, kursiku berbeda dengan kemarin. Pandangannya nggak sebagus yang kemarin sih tetapi masih oke lah dan cukup dekat ke lapangannya. Beginilah pandangan dari kursiku hari ini:

The view from my seat at Philippe Chatrier today
Pandangan dari kursiku di Philippe Chatrier hari ini

Jam 11 pagi, pertandingan pertama dimulai dengan kedua pemain memasuki arena: pemain unggulan ketiga asal Polandia, Agnieszka Radwanska, dan pemain yang baru pertama kali ikutan Roland Garros, Ajla Tomljanovic (btw, ini namanya dibacanya “Ayla” ya, bukan “Ajla” seperti pakai ejaan bahasa Indonesia 😛 #pentingdibahas ). Sebagai pemain unggulan tertinggi yang tersisa (unggulan ketiga; unggulan pertama, Serena Williams, dan unggulan kedua, Li Na, sudah kalah), Radwanska tentulah difavoritkan untuk menang.

Gaya permainan mereka berbeda banget; dimana Radwanska bermain dengan touch dan varietas pukulan-pukulan (tidak bergantung pada power) sementara Tomljanovic berkebalikannya, sangat agresif dengan banyak pukulan-pukulan keras. Hari ini adalah hari baik bagi Tomljanovic dimana ia bermain lebih baik di poin-poin penting dan berhasil menang 6–4, 6–4! Salut deh karena ia tetap kalem dan tenang di set kedua!

The third seed, Agnieszka Radwanska, is out!
Unggulan ketiga, Agnieszka Radwanska, tersisih!

Btw, aku merasa dejavu di waktu ini. Tepat dua tahun sebelumnya, di hari yang sama, di babak yang sama dari turnamen ini, dan bahkan waktu itu aku juga duduk di Lapangan Philippe Chatrier menonton pertandingan babak ketiganya Agnieszka Radwanska. Bedanya waktu itu ia bermain melawan Svetlana Kuznetsova. Hanya saja, hasilnya sama loh. Radwanska kalah dua set langsung (dua tahun yang lalu ia kalah dengan skor 6–1, 6–2).

Pertandingan keduanya langsung mengikuti dimana pemain tenis legendaris yang super terkenal, Roger Federer, akan bermain melawan Dmitry Tursunov. Btw, kursiku hanya sekitar sepuluhan meter loh dari kursi-kursi untuk rekannya Federer. Jadi aku bisa melihat keluarganya Federer (istrinya, Mirka Federer, dan sepasang anak kembar pertamanya duduk disana (sementara sepasang anak kembar keduanya (iya dong dua kali istrinya hamil dan dua kali pula anaknya kembar) nggak berada disana, kayaknya sih). Dan, nggak mengherankan, orang-orang pada mengambil fotonya ya, hahaha 😀

You know you are so famous when these many people want to take pictures of your wife and kids.
Indikasi bahwa Anda adalah seseorang yang super terkenal: bahkan orang-orang sebanyak ini pada ingin mengambil foto istri dan anak-anak Anda.

Anyway lalu pertandinganna dimulai. Nah, kemudian aku mulai merasa lapar jadilah aku meninggalkan kursiku setelah beberapa games dan memutuskan untuk makan di restoran. Hari ini aku memilih menu steak untuk makan siang. Aku juga sekalian memanfaatkan waktu ini untuk meregangkan kaki dan mengelilingi kompleks turnamennya lagi sih. Suasananya sungguh menyenangkan sekali lho, tahulah, yang namanya turnamen grandslam kan 😉 .

Aku kembali ke kursiku tepat waktu banget sebelum Federer menang 7–5, 6–7(9), 6–2, 6–4. Pertandingan ketiga dengan cepat menyusul dimana Maria Sharapova dan Paula Ormaechea memasuki lapangannya. Setelah pemanasan, mereka mulai memainkan game pertama dimana ketika skornya 40-sama, gerimis mulai turun. Jadilah pertandingannya harus dihentikan sementara.

Untungnya gerimisnya nggak lama, cuma setengah jam-an aja, dan setelahnya pertandingan kembali dilanjutkan. Tetapi mulai dari sini, pertandingannya berlangsung satu arah dan nggak seru. Pertandingannya sungguh tidak seimbang dimana Ormaechea tidak bisa mengimbangi Sharapova dan dia di-double-bagel. Misalnya kurang familier dengan istilah di dalam tenis, ini artinya Sharapova menang 6–0, 6–0.

Pertandingan keempat kemudian mengikuti dimana pemain tuan rumah, Gilles Simon, akan bermain melawan pemain unggulan delapan, Milos Raonic, dari Kanada. Aku menonton set pertama sebelum memutuskan untuk meninggalkan arenanya untuk mencari makan malam 😀

Hardcore Canadian fans
Fans berat Kanada

Setelah meninggalkan arenanya, aku memutuskan untuk berjalan-jalan di area sekitar sana. Ini adalah tahun ketiga aku ke Roland Garros tetapi sebelum-sebelumnya aku nggak pernah loh berkeliling areanya! Akhirnya aku memutuskan untuk mampir di sebuah restoran Prancis dan memesan escalope de veau untuk makan malam hari ini. Kebetulan mereka juga ada TV yang sedang menyiarkan pertandingan antara Simon dan Raonic itu jadi aku nggak ketinggalan pertandingannya, haha 🙂 .

Escalope de veau-nya, tentu saja, enaak! Aku rasa ini adalah kali kedua aku memakannya deh; karena aku yakin banget aku pernah sekali memakannya di kunjungan pertamaku ke Paris di tahun 2011. Tetapi aku nggak yakin apakah aku juga pernah memakannya di antara kali pertama itu dan kali ini, haha. Anyway, jadi ceritanya salah satu bagian masakannya adalah pasta yang dimasak dengan baik. Enak banget dah. Tetapi kemudian, tepat setelah aku menyelesaikan porsiku, aku baru sadar dong di mejaku ternyata ada satu pot bubuk keju parmesan!! 😯 Siaaaal!! Kurang ajar! Kok aku nggak sadar sih sebelumnya? Tahu gitu kan pastanya aku taburi dengan taburan bubuk keju parmesan itu dan rasanya akan menjadi bahkan lebih enak lagi kan!! Ah, yang namanya penyesalan selalu datang terlambat ya, haha 😛

Escalope de veau
Escalope de veau

Setelah makan malam, aku meninggalkan restorannya dan naik metro untuk kembali ke hotel. Aku menaiki rute yang bukan biasanya deh kali ini. Seperti kemarin, kali ini aku juga mampir di supermarket dulu sebelum kembali ke hotelku untuk membeli sandwich dan snack untuk keesokan harinya.

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2014 Paris Roland Garros Trip:
– Lebih banyak cerita dari Roland Garros
– Menonton pertandingan WTA ter-epic yang pernah aku tonton langsung dengan mata kepala sendiri
– Kembali ke Belanda

EuroTrip, Half Week Trip, Vacation, Weekend Trip

#1396 – 2014 Paris Roland Garros Trip (Part I)

ENGLISH

Day 1 (Wednesday, 28 May 2014)

As I said before, this would be the first time ever I was flying from Amsterdam to Paris. And my Air France flight from Schiphol was scheduled to depart at 13:45. So long story short, I arrived at Schiphol at around 11:45, dropped my luggage at the cool baggage drop-off machine, and at around 13:15, I boarded my flight: an Air France’s Airbus A320-214 reg F-GKXR flight AF 1641 (or KL 2009) from Schiphol to Charles de Gaulle Airport in Paris.

The actualy flight route map of flight AF 1641 today from AMS to CDG. Source:  http://www.flightradar24.com/data/flights/af1641/#36f7d1a
The actual flight route map of flight AF 1641 today from AMS to CDG. Source: http://www.flightradar24.com/data/flights/af1641/#36f7d1a

We took off from runway 09 of Schiphol Airport, and 48 minutes later we landed at runway 27R of Charles de Gaulle International Airport. Here is the landing video at CDG:

Btw, just before boarding, I knew (from the livescoring website) that Venus Williams had lost her match (which I think she should have won btw). And after landing, while waiting for my luggage, I found out that Serena Williams had also lost. So at this point I was feeling very disappointed because it meant no Williams match for me this time 😦 .

Anyway, after getting my luggage, I walked to the train station to take the regional RER train service to Gare du Nord. And here I realized why taking high-speed train from the Netherlands to Paris still poses as a very attractive mode of transport: there were super long queues just to get the train ticket! I don’t know if it was because of the long weekend or not though, but that was my impression.

A very crowded train station at CDG today. Those people were lining for the tickets!
A very crowded train station at CDG today. Those people were lining for the tickets!

Long story short, I finally got my ticket; then took the RER B express ride from Charles de Gaulle to Gare du Nord. Then I walked to my hotel (I stayed near Gare du Nord), checked in, took a short rest, and then went out for dinner.

But since it was still around 18:00, it was still waay too early for dinner (for French standard); so I decided to go to the Eiffel Tower first and from there I would look for a French restaurant nearby. I took the metro to Alma – Marceau, then took a selfie with the Eiffel Tower in the background (haha 😛 ), then crossed the Ponte de l’Alma to walk to the Eiffel Tower.

Bonjour de Paris!!
Bonjour de Paris!!

Of course I did not plan to climb the tower (I have done it twice already anyway (in 2011 and 2012)) and just planned to walk around the garden nearby. But then I found out that apparently, the city of Paris itself also celebrated the French Open!`:shock: I never realized it before! They had a big screen airing a live match from Roland Garros in the park, erected a few official stores nearby, hanging a big Roland Garros tennis ball in the tower, and also an ACTUAL clay tennis court in the park! 😯 I mean, WOW!! So cool!! Btw, at that time, they were airing a live match from Suzanne Lenglen court where a young American wildcard, Taylor Townsend, was playing the 20th seed and local favorite, Alizé Cornet. Eventually Townsend won 6–4, 4–6, 6–4.

It was 19:15 so I thought it was time to find a French restaurant for dinner (yes, of course it had to be French; I mean come on 😉 ). It was not difficult to find one obviously; so I went to one and ordered my favorite confit de canard. And, as usual, it did not disappoint me; SO GOOD!! 🙂

After that, I decided to walk around Paris first for a little bit (it was technically summer already so the sun set at around 21:30 these days). But then it started drizzling so I cut it short and just went back to my hotel for rest. I would have to get up early tomorrow anyway.

TO BE CONTINUED…

Next on 2014 Paris Roland Garros Trip:
– Three days at Roland Garros

 

BAHASA INDONESIA

Hari 1 (Rabu, 28 Mei 2014)

Seperti yang aku bilang sebelumnya, ini adalah kali pertama aku naik pesawat untuk terbang dari Amsterdam ke Paris. Dan penerbangan Air France-ku dari Schiphol dijadwalkan berangkat jam 13:45. Singkat cerita, aku tiba di Schiphol sekitar jam 11:45, kemudian memasukkan bagasiku dengan mesin baggage drop-off yang super keren itu, dan sekitar jam 13:15, aku menaiki pesawatku: sebuah Airbus A320-214 berkode registrasi F-GKXR milik Air France dengan nomor penerbangan AF 1641 (atau KL 2009) dari Schiphol ke Bandara Charles de Gaulle di Paris.

The actualy flight route map of flight AF 1641 today from AMS to CDG. Source:  http://www.flightradar24.com/data/flights/af1641/#36f7d1a
Peta rute penerbangan AF 1641 sebenarnya hari ini dari AMS ke CDG. Sumber: http://www.flightradar24.com/data/flights/af1641/#36f7d1a

Kami lepas landas dari landasan pacu 09 Bandara Schiphol, dan sekitar 48 menit kemudian mendarat di landasan pacu 27R Bandara Internasional Charles de Gaulle. Berikut ini video pendaratan di CDG:

Btw, sesaat sebelum boarding, aku tahu (dari website livescoring) bahwa Venus Williams kalah (yang mana menurutku sebenarnya dia seharusnya menang sih btw). Dan sesaat setelah mendarat, ketika sedang menunggu bagasiku, aku baru tahu bahwa Serena Williams juga kalah. Pada waktu ini, aku merasa sungguh kecewa karena artinya aku tidak akan menonton Williams bersaudari di perjalanan kali ini 😦 .

Anyway, setelah mengambil bagasiku, aku berjalan ke stasiun kereta untuk menaiki kereta regional RER ke Gare du Nord. Dan disini aku baru menyadari bahwa sebenarnya naik kereta super-cepat dari Belanda ke Paris masih merupakan sebuah pilihan yang menarik loh; karena di waktu ini antrian untuk membeli tiket keretanya panjang banget! Nggak tahu sih apakah ini dikarenakan long weekend atau tidak, tetapi begitulah impresiku.

A very crowded train station at CDG today. Those people were lining for the tickets!
Stasiun kereta yang amat ramai di CDG hari ini. Orang-orang itu sedang mengantri untuk membeli tiket loh!

Singkat cerita, akhirnya aku mendapatkan tiketku juga; kemudian menaiki layanan ekspres RER B dari Charles de Gaulle menuju Gare du Nord. Lalu, aku berjalan ke hotelku yang mana lokasinya nggak jauh dari Gare du Nord, check-in, beristirahat sebentar, dan kemudian keluar deh untuk makan malam.

Tetapi karena masih sekitar jam 6 sore, artinya masih sangat terlalu awal untuk makan malam dong ya (dalam standar Prancis); jadilah aku memutuskan untuk pergi ke Menara Eiffel dulu dan dari sana baru deh mencari makan di sebuah restoran Prancis di dekat-dekat situ. Aku naik metro ke Alma – Marceau, kemudian foto-foto selfie dengan latar belakang Menara Eiffel (haha 😛 ), kemudian menyebrangi Ponte de l’Alma untuk berjalan ke Menara Eiffel.

Bonjour de Paris!!
Bonjour de Paris!!

Tentu saja aku tidak berencana untuk naik ke atas menaranya (toh aku sudah pernah dua kali (di tahun 2011 dan 2012)) dan rencanaku cuma berjalan-jalan di taman di dekat menaranya aja. Dan barulah kemudian aku tahu bahwa ternyata kota Paris juga merayakan French Open loh! 😯 Ini aku nggak tahu sebelumnya loh! Jadi mereka memasang layar besar di tamannya yang menayangkan siaran langsung pertandingan tenis dari Roland Garros, mendirikan beberapa toko resmi pula di dekatnya, menggantung sebuah bola tenis Roland Garros raksasa di Menara Eiffel, dan juga membangun sebuah lapangan tenis tanah liat BENERAN di tamannya! 😯 WOW banget nggak sih? Kereen!! Btw, pada waktu itu, pertandingan tenis yang disiarkan adalah pertandingan dari Lapangan Suzanne Lenglen dimana pemain wildcard dari Amerika, Taylor Townsend, bermain melawan unggulan 20 dan pemain tuan rumah, Alizé Cornet. Pada akhirnya Townsend menang 6–4, 4–6, 6–4.

Waktu sudah menunjukkan jam 19:15 jadi aku rasa sudah waktunya untuk mencari makan malam di restoran Prancis (iya dong, harus restoran Prancis; jelas lah ya 😉 ). Nggak sulit untuk menemukannya tenti saja; jadilah aku memasuki salah satu di antaranya dan memesan salah satu masakan Prancis favoritku sepanjang masa: confit de canard. Dan seperti biasa, rasanya sungguh tidak mengecewakan: ENAK BANGET!! 🙂

Setelah itu, aku memutuskan untuk berjalan-jalan dulu di kota Paris (kan secara teknis sudah musim panas ya jadi akhir-akhir ini mataharinya terbenam sekitar jam 9:30 malam gitu deh). Tetapi kemudian gerimis mulai turun dong jadilah aku memutuskan untuk pulang aja untuk beristirahat. Toh besok aku juga harus bangun pagi.

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2014 Paris Roland Garros Trip:
– Tiga hari di Roland Garros

EuroTrip, Half Week Trip, Vacation, Weekend Trip

#1395 – Back in Holland

ENGLISH

Today I went back to the Netherlands after spending half a week in Paris for the French Open, the second grandslam tournament of the year. I arrived there on Wednesday and went to the tournament for three straight days from Thursday until Saturday. And obviously I am still too tired now to start writing posts (yes, plural :P) about the trip so I will leave that for later.

The Grandslam

But how was it in general? Well, a trip to the grandslam tournament has always been great for me, not excluding this one of course. Even though it was not ideal because on the day of my travel there (Wednesday), both the Williams sisters lost their matches. So I knew for sure that I would not see them in action during this visit (they only entered the singles event this year, no doubles nor mixed). Damn I really should just stop writing things (including a rant) about an upcoming grandslam tournament to not jynx my favorites.

Anyway, it was still a very enjoyable three days though. And even now I already miss the tournament! 😦 It was, physically, tiring obviously (well not as tiring as visiting Wimbledon with having to queue though; but still, three straight days is also quite long); so today after getting back in my apartment and did some grocery shopping for the upcoming week, I just had a nap, haha 😛 .

The French Food

While in Paris obviously I had to maximize my consumption of the amazing French cuisine, haha 😛 . And I attempted that, of course.

Airbus A321

And I was particularly very excited for today because my flight back to the Netherlands would be operated with an Airbus A321!! Yay! 😎 I mentioned it in the post of my trip from Jeju to Busan in South Korea last year that I had been wanting to fly on an A321 for quite awhile. And I still do. At that time, the BX 8104 flight was said to be operated on an A321 when I was making the reservation but on the day they changed it to a Boeing 737-400, haha. So I was feeling so close but yet still too far!

So that is why I was really happy today that I finally got the chance to fly on an Airbus A321! Haha 😛 Btw, an Airbus A321 is basically a stretched version of the Airbus A320; so flying on it just feels the same as flying on an Airbus A320, except that the airplane is, indeed, longer and have eight doors (an Airbus A320 only has four doors). But it is a much rare breed of an Airbus A320 family (less number of production, in comparison with the hugely popular Airbus A319 or A320); so it is the “rarity” that intrigues me the most, probably, haha.

***

Anyway, here are some pictures from my half-week trip this long weekend as a teaser 😉

BAHASA INDONESIA

Hari ini aku kembali ke Belanda setelah menghabiskan setengah minggu di Paris untuk French Open, turnamen grandslam kedua tahun ini. Aku tiba disana di hari Rabu dan kemudian pergi ke turnamennya tiga hari berturut-turut dari Kamis sampai Sabtu. Dan tentu saja kini aku masih merasa terlalu capek untuk mulai menulis postingan-postingan (iya, jamak 😛 ) tentangnya jadi aku simpan untuk nanti deh.

Turnamen Grandslam

Tetapi secara umum bagaimana tuh pengalamannya? Ya, perjalanan ke turnamen grandslam selalu merupakan perjalanan yang sangat menyenangkan untukku, tidak terkecuali kali ini. Walaupun tidak ideal sih karena di hari aku pergi ke Paris (Rabu), kedua Williams bersaudari kalah dong. Jadilah aku tahu bahwa perjalanan kali ini akan tanpa menonton pertandingannya mereka satu pun (mereka hanya bermain tunggal saja, tidak bermain ganda ataupun ganda campuran). Sial nih kayaknya aku memang harus berhenti menulis hal-hal (termasuk komplain) mengenai sebuah turnamen grandslam yang akan dimulai supaya nggak nge-jynx favorit-favoritku.

Anyway, kunjungan selama tiga harinya masih menyenangkan sih. Bahkan sekarang aku sudah kangen dengan turnamennya lagi lho! 😦 Memang sih, sungguh sangat melelahkan secara fisik akhirnya (eh, masih nggak semelelahkan kunjungan ke Wimbledon dengan harus ikutan mengantri sih; tetapi tetap aja lah ya, tiga hari berturut-turut kan panjang juga); jadilah hari ini begitu sampai di apartemen dan belanja grocery untuk seminggu ke depan, aku tidur siang dah, haha 😛 .

Masakan Prancis

Sementara di Paris jelas dong aku harus memaksimalkan konsumsiku akan masakan Prancis yang enak-enak itu, haha 😛 .

Airbus A321

Dan hari ini aku juga merasa amat bersemangat karena penerbanganku kembali ke Belanda akan dioperasikan dengan sebuah Airbus A321!! Hore! 😎 Aku telah sebutkan di postingan perjalananku dari Jeju ke Busan di Korea Selatan tahun lalu bahwa aku sudah ingin banget terbang dengan Airbus A321 lumayan lama kan ya. Dan tentu saja aku masih pengen. Waktu itu, penerbangan BX 8104-nya dituliskan akan dioperasikan dengan A321 ketika aku membeli tiketnya tetapi pas hari-H-nya pesawatnya diganti jadi Boeing 737-400 dong, haha. Jadi rasanya kok nyaris banget gitu tetapi masih lumayan jauh juga!

Nah makanya hari ini aku senang banget karena akhirnya beneran berkesempatan terbang dengan Airbus A321! Haha 😛 Btw, sebuah Airbus A321 sebenarnya sih pada dasarnya cuma Airbus A320 yang dipanjangkan sih; jadi terbang dengannya ya rasanya sama aja kayak terbang dengan Airbus A320, kecuali bahwa memang pesawatnya lebih panjang dan pintunya delapan biji (A320 kan pintunya cuma empat biji). Tetapi A321 ini adalah anggota keluarga Airbus A320 yang terbilang langka (dalam hal jumlah pesawat yang diproduksi maksudnya, dibandingkan dengan Airbus A319 atau A320 yang super populer itu); jadi “kelangkaan” inilah yang paling membuatku penasaran sepertinya, haha.

***

Anyway, di atas aku unggah beberapa foto dari perjalanan setengah minggu di long weekend kali ini sebagai teaser 😉

EuroTrip, Half Week Trip, Vacation

#1394 – Bonjour de Paris*!

ENGLISH

* Hello from Paris!

Yes, hello from Paris! So at the moment I am sitting down in my hotel in Paris sparing some time to write this post. Yes, so I am back in Paris for the, like, many times! Haha 😛

Probably some of you remember that the reason I am in Paris now is to watch the French Open! The second grandslam tournament of the year! And it happens that the first week of this tournament coincides with a long weekend in the Netherlands so it is perfect! 😀 Well, actually today is still not a holiday yet but I used one of my holiday allowance today as I need to get to Paris one day before my first day at the tournament, right? 😉

How was today? Well, in short, everywhere was crowded! I mean, not only in Paris but also in Schiphol Airport in Amsterdam! Haha 😛 . Well, it is going to be a long weekend though so that is probably not supposed to be surprising 🙂 . Paris was fine, as usual; except that the weather was a little bit annoying as it was cloudy and drizzling for a little bit.

Anyway, so that is all I can share at the moment. Tomorrow I have to get up early. And here are a couple of pictures from Instagram from today in Paris 😉 .

Bonjour de Paris!!
Bonjour de Paris!! Hello from Paris!
The super delicious confit de canard
The super delicious confit de canard

BAHASA INDONESIA

* Halo dari Paris!

Ya, halo dari Paris! Jadi ceritanya sekarang ini aku sedang duduk di kamar hotelku di Paris menyempatkan untuk menulis posting ini. Ya, jadi ceritanya aku kembali lagi di Paris untuk yang kesekian kalinya! Haha 😛

Mungkin masih pada ingat sih ya bahwa alasan aku berada di Paris sekarang ini jelas adalah untuk menonton French Open! Turnamen grandslam kedua tahun ini! Dan kebetulan banget minggu pertama turnamen ini pas bebarengan dengan long weekend di Belanda jadi sempurna banget! 😀 Eh, sebenarnya hari ini masih belum libur sih tetapi aku ambil cuti deh karena kan aku perlu untuk tiba di Paris sehari sebelum hari pertamaku di turnamennya kan? 😉

Bagaimanakah hari ini? Secara singkat, hari ini dimana-mana rame banget! Maksudku, nggak cuma di Paris aja log tetapi juga di Bandara Schiphol di Amsterdam! Haha 😛 . Ah, namanya juga akan long weekend sih ya jadi keramaian ini mungkin seharusnya tidak mengejutkan 🙂 . Paris sih masih bagus-bagus aja, seperti biasa; kecuali bahwa hari ini cuacanya agak menyebalkan deh karena mendung terus dan sedikit gerimis.

Yah, sepertinya segitu dulu deh yang bisa aku tuliskan saat ini. Besok harus bangun pagi nih. Btw di atas adalah dua foto dari Instagram tentang hariku hari ini di Paris 😉 .