#1922 – An AvGeek Saturday Story

ENGLISH

My Instagram followers (@azilko) would have known by now that I went on another AvGeek Weekend Trip this Saturday! Haha 😆 . Here is the routing this weekend:

The routing this weekend. Created with: gcmap.com

I arranged this trip back when I still lived in Delft so at the time I was still influenced by my three-hour daily commute and consequently I preferred to not get up too early on a Saturday. So as a result this was a day trip (I would be back home in the same evening) with a departure in the afternoon, haha.

To be honest, after some time, a little bit of hesitation grew in my mind because the transits in Bordeaux and Paris-CDG were quite “tight”. I mean, if the Amsterdam – Bordeaux and Bordeaux – Paris CDG flights were on time, then there would be no problem. But the margin of error for any delay was quite small. And guess what? The first flight from Amsterdam to Bordeaux got delayed! 😣

Anyway, I decided to put aside my hesitation. Overall, despite the departure delay, everything turned out to be fine, haha 😆 . And so as usual, it was overall a fun trip on a Saturday for me! :mrgreen: . Here are some teasers:

BAHASA INDONESIA

Followers Instagramku (@azilko) tentu sudah tahu sekarang bahwa hari Sabtu ini aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi! Haha 😆 . Berikut ini rutenya kali ini:

Rute akhir pekan ini. Dibuat dengan gcmap.com

Perjalanan ini aku susun ketika aku masih tinggal di Delft jadi waktu itu aku masih terpengaruh oleh nglaju tiga jamku dan karenanya aku lebih suka untuk tidak harus bangun pagi di hari Sabtu. Jadilah sebagai akibatnya ini adalah perjalanan satu hari (aku sudah pulang di malam harinya) dengan keberangkatan di siang hari, haha.

Sejujurnya setelah beberapa waktu sedikit perasaan ragu mulai muncul karena waktu transit di Bordeaux dan Paris-CDGnya cukup “mepet”. Jika penerbangan Amsterdam – Bordeaux dan Bordeaux – Paris CDGnya tepat waktu sih tidak masalah. Tetapi margin of error untuk delay juga jadinya kecil banget. Dan apa yang terjadi? Penerbangan pertama di rute Amsterdam – Bordeaux-nya kena delay dong! 😣

Anyway, akhirnya aku memutuskan untuk mengesampingkan perasaan ragu itu. Secara keseluruhan, walau ada delay di penerbangan pertama, ternyata toh semuanya baik-baik saja, haha 😆 . Dan seperti biasa, ini adalah perjalanan seru di hari Sabtu untukku! :mrgreen: . Di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

#1919 – 2017 Easter Long Weekend Trip (Zürich)

ENGLISH

Posts in the 2017 Easter Long Weekend Trip series:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

In short, Zürich was still as how I remembered it from 2011, it was a really beautiful city. It still stands as one of my favorite cities, haha 😆 . Though, this long weekend trip showed me the less nice side of the city too. Well, “less nice” from the perspective of a visitor/tourist.

A Zurich selfie

First of all, apparently almost everything was closed due to the Easter holiday. Consequently, there were not so much activities going on in the city. I just saw (quite many) other tourists walking around in the city centre, haha. This was already enough to make the city atmosphere “dead”.

It was not a busy weekend in Zurich

Though, possibly this was also accentuated by the weather. I have to say I was quite unlucky on this department in this trip. It was raining the entire time I was there. I had to take an umbrella (luckily my hotel provided some for guests to borrow) everytime I went out. You see, the combination of very little activities and rainy weather certainly was not the ideal one.

It was raining the whole time in Zurich

On top of that, everything in Zurich was still as expensive! At the end of the day it was still a Swiss city afterall, haha 😆 . Though, at least this time I was in a better situation financially than in 2011 when I was still living off a Master scholarships living cost allowance (at the time I still had not started my part-time job at the university either), lol 😆 . But still, of course the difference in the price of everything with the Netherlands was apparent, though I could still afford it 😛 .

RIP my money💸💸💸💸💸

Nonetheless, of course I still tried to enjoy it as much as I could, haha. I walked around the city (I didn’t feel like buying the public transport ticket), which was still pretty nice. I walked all the way from the Old Town to the Chinese Garden and back. For whatever reason, I remembered lying down on the grass in front of the Chinese Garden in 2011. It was still there, though obviously this time I did not do the same because of the rain, haha 😆 .

I was back at the Chinese Garden in Zurich

Anyway, this time I tried the Zurcher Geschnetzeltes, a Zurich local delicacy (I didn’t in 2011 as I was travelling on budget that time 😛 ). It was veal stripes served with cream sauce with mushroom and rosti. It was quite delicious and I liked it!! 🙂

Trying out a Zurcher Geschnetzeltes

Yeah, while the condition was not perfect that weekend, overall I still enjoyed my long weekend in one of my favorite cities 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2017 Easter Long Weekend Trip:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

Dalam satu kalimat, Zürich masih seperti sebagaimana yang aku ingat dari tahun 2011, kotanya sungguh indah. Kotanya masih merupakan salah satu kota favoritku, haha 😆 . Walaupun, perjalanan long weekend ini juga mengungkapkan sisi kurang begitu manisnya sih. Yah “kurang begitu manis” bagi turis maksudnya, haha.

Zurich selfie dulu dong

Pertama-tama, ternyata hampir semuanya tutup akibat hari Paskah. Sebagai akibatnya, tidak ada banyak aktivitas yang berlangsung di kotanya. Aku hanya melihat (lumayan banyak) turis-turis lain yang berkeliaran di dalam kota, haha. Ini sendiri sudah cukup untuk membuat atmosfer kotanya terasa “mati”.

Di akhir pekan itu Zurich tidak sibuk

Walaupun, suasana ini juga mungkin diperkuat cuacanya sih. Harus kubilang aku cukup tidak beruntung di bidang ini dalam perjalanan ini. Hujan terus turun di sepanjang masa tinggalku di sana. Setiap kali aku pergi ke luar, aku harus membawa payung (untungnya, hotelku menyediakan payung-payung untuk dipinjam tamunya). Nah kan, kombinasi antara aktivitas yang memang tidak banyak dan hujan jelas bukanlah kombinasi yang ideal.

Hujan terus di Zurich

Di atas itu semua, apa-apa di Zurich tetap aja mahal! Yah, bagaimana pun juga Zurich adalah sebuah kota di Swiss sih ya, haha 😆 . Walaupun, setidaknya kali ini kondisi finansialku juga lebih baik sih daripada dulu di tahun 2011 ketika aku masih hidup dengan menggantungkan jatah living cost dari beasiswa (waktu itu pun aku masih belum pekerja paruh waktu di universitas jug), haha 😆 . Namun, jelas perbedaan harga dalam hal apa pun dengan Belanda ya masih terlihat lah, walaupun aku masih mampu membayarnya sih 😛 .

RIP uangku💸💸💸💸💸

Walaupun begitu, jelas aku masih berusaha untuk menikmatinya semaksimal mungkin, haha. Aku berjalan-kaki keliling kota (aku sedang malas untuk membeli tiket transportasi umum), yang mana toh masih asyik-asyik aja. Aku berjalan dari Kota Tua ke Chinese Garden dan kemudian kembali lagi. Entah mengapa, aku ingat dulu tidur-tiduran di rumput di lapangan di depan Chinese Garden di tahun 2011. Lapangan rumputnya masih ada kok, walaupun jelas kali ini aku tidak tidur-tiduran di sana karena sedang hujan, haha 😆 .

Aku kembali di Chinese Garden di Zurich

Anyway, kali ini aku mencoba Zurcher Geschnetzeltes, sebuah masakan lokal Zurich (di tahun 2011 aku tidak mencobanya karena waktu itu budget-ku terbatas 😛 ). Ini adalah masakan potongan daging sapi muda dengan saus krim dengan jamur dan rosti. Rasanya enak juga dan aku lumayan suka! 🙂

Mencoba Zurcher Geschnetzeltes

Ya, walaupun kondisinya tidak sempurna akhir pekan itu, secara keseluruhan aku masih menikmati long weekend di salah satu kota favoritku 🙂 .

#1915 – 2017 Easter Long Weekend Trip (The Transport)

ENGLISH

Posts in the 2017 Easter Long Weekend Trip series:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

My routing to get to/back from Zurich was quite interesting:

The routing this long weekend. Created with gcmap.com

Yep, I flew Amsterdam – Paris CDG – Rome FCO – Amsterdam, haha 😆 .

Departure to Zurich

My KLM Amsterdam – Paris flight departed from an “unusual” gate at Schiphol. Usually, an Air France/KLM Amsterdam – Paris vv flight uses a gate in Pier C of Schiphol. This one, though, used gate D61, thus indicating (to me) that the plane was used from a non-Schengen route before my KL1233 flight to Paris.

Delayed flight to Paris

Anyway, the flight was delayed today due to its late arrival from Birmingham (See, my guess was correct 😀 ). I wasn’t worried with my connection as the delay wasn’t that bad and I had enough transit time in Paris.

It was another full flight today with a Boeing 737-800 reg PH-BXE that was named “Havik”. It was a regular Amsterdam – Paris flight where we took off from Polderbaan and landed at runway 27R of Paris – Charles De Gaulle.

A KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXE

Obviously, I waited at a Salon Air France in Paris. During my latest AvGeek Weekend Trip, the lounge was closed for a renovation. So obviously I was quite excited to see the “new” lounge.

I was disappointed with the renovation result. The small alley connecting the two sides of the lounge was removed and I only noticed minor changes with the furniture. What disappointed me the most was, however, the food service. Only few things were served in the food area. Considering this was an Air France lounge in their main hub (Paris – Charles De Gaulle Airport), this was sad.

The food service at an Air France’s lounge in Paris. This looked sad to me.

My flight AF1814 to Zurich departed on time. It was operated with an Airbus A318 reg F-GUGK. We took off from runway 26R of Paris – CDG and then headed east towards Zurich. As before, I felt like the complimentary snack quality in Air France decreased this year. They served vegetarian sandwich in this flight. While it was bigger than KLM’s sandwich, it was much less tasty to me; which was a shame considering they were French 😦 .

A vegetarian sandwich as a complimentary snack

Anyway, about one hour later, we landed at runway 28 of Zurich – Kloten Airport. Here is the landing video:

To my liking, we parked at a remote stand upon arrival, where the passengers were, then, brought by a bus to the terminal building, haha.

An Air France’s Airbus A318 reg F-GUGK

Back to the Netherlands

I was excited especially for my first flight because: (1) it would be operated with an airline I had never tried before (Alitalia CityLiner) and (2) it would be operated with an airplane type I had never tried before (Embraer ERJ175). Yeay!! 😀

I arrived at Zurich – Kloten Airport about two hours before the flight. After checking-in and passing security, I headed to a Dnata lounge. The lounge was nice enough for an “off airport” SkyTeam lounge (Zurich Airport was more of a Star Alliance Airport, given that it was the main hub of Swiss International Air Lines). I was still full with my complimentary breakfast at the hotel, though, so I was not really in the mood of eating anything in the lounge anyway.

Dnata Lounge at Zurich – Kloten

Boarding went quite smoothly, where the 88-seater Alitalia CityLine Embraer ERJ175 reg EI-RDG was ready to take us to Rome – Fiumicino. It was a regular Alitalia flight, where a bag of mini chocolate biscuits was served with some limited selection of drinks. The weather in Rome was also nice today, as we were landing in runway 34R of Fiumicino Airport. Here is the landing video:

Again, I was happy that the plane parked at a remote stand today, haha 😛 .

An Alitalia CityLiner’s Embraer ERJ175 reg EI-RDG upon arrival in Rome-Fiumicino

My transit time was not very long today and I knew that Alitalia’s lounge was quite far away. So I decided to walk briskly there, had a quick lunch for 15 minutes, then went back to the departure area, haha 😛 . The food in the lounge was quite good, though, in my opinion. The lounge lady was also super friendly. Yeah, still pretty much the same impression of the last time 🙂 .

The food service at Alitalia’s Schengen lounge

My AZ110 flight back to Amsterdam was operated with an Airbus A320-200 reg EI-DTA. Here is a timelapsed video of the departure from Rome-Fiumicino:

It was an uneventful flight with Alitalia. This flight made me realize that, indeed, Alitalia had cut “cost” big time with their services on board. When I asked the flight attendant what they served as drinks, it turned out that they only had water, tea, coffee, and cola. Yep, that was all. No juice, no beer/wine. For snacks, on the 2 hours and 15 minutes flight to Amsterdam, the choices were only biscuits or crackers. Given that Alitalia has been struggling financially, this might not be of a big surprise, though.

Complimentary snack and drink on board Alitalia’s AZ110

We landed at runway 36R of Schiphol Airport. This was a convenient runway where the taxi time to the terminal building was very short, haha. I got off the plane, and then took the train back to Amsterdam. Here, my short long weekend ended 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2017 Easter Long Weekend Trip:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

Ruteku untuk pergi ke/kembali dari Zurich cukup menarik:

Ruteku long weekend ini. Dibuat dengan gcmap.com

Yep, aku terbang Amsterdam – Paris CDG – Rome FCO – Amsterdam, haha 😆 .

Keberangkatan ke Zurich

Penerbangan KLM Amsterdam – Parisku berangkat dari gate yang agak “nggak biasa” di Schiphol. Biasanya, penerbangan Air France/KLM rute Amsterdam – Paris pp menggunakan sebuah gate di Pier C Schiphol. Kali ini, yang digunakan adalah gate D61, yang mana (untukku) mengindikasikan pesawatnya digunakan di rute non-Schengen di penerbangan sebelumnya.

Penerbangan ke Paris terlambat

Anyway, penerbangannya sedikit terlambat hari ini akibat pesawatnya terlambat tiba dari Birmingham (Nah kan, tebakanku benar 😀 ). Aku sih tidak khawatir dengan keterlambatan sebentar ini karena waktu transitku di Paris cukup panjang.

Penerbangan ini penuh dengan pesawat Boeing 737-800 dengan rego PH-BXE dan bernama “Havik”. Ini adalah penerbangan biasa di rute Amsterdam – Paris dimana kami lepas landas dari Polderbaan dan mendarat di landasan pacu 27R Bandara Paris – Charles De Gaulle.

Sebuah Boeing 737-800nya KLM dengan rego PH-BXE

Jelas, aku menunggu di Salon Air France di Paris. Nah, di waktu AvGeek Weekend Trip terakhirku, lounge-nya sedang ditutup akibat pekerjaan renovasi. Jelas dong kali ini aku penasaran dengan lounge “baru”-nya.

Aku sungguh kecewa dengan hasil renovasinya. Gang kecil yang menghubungkan dua sisi lounge-nya kini tidak ada lagi dan aku hanya melihat adanya sedikit perubahan saja dengan mebel-mebelnya. Yang paling mengecewakan adalah layanan makanannya. Hanya sedikit sekali yang disajikan hari itu. Dengan mempertimbangkan ini adalah lounge-nya Air France di bandara yang merupakan markas mereka sendiri (Paris – Charles De Gaulle), menurutku ini menyedihkan.

Layanan makanan di lounge-nya Air France di Paris. Untukku, ini nampak menyedihkan.

Penerbangan AF1814ku ke Zurich berangkat tepat waktu. Penerbangan ini dioperasikan dengan sebuah Airbus A318 dengan rego F-GUGK. Kami lepas landas dari landasan pacu 26R Bandara Paris – CDG dan kemudian bergerak menuju arah timur. Seperti yang lalu, aku merasa layanan snack di penerbangannya Air France juga menurun kualitasnya. Mereka menyajikan sandwich vegetarian di penerbangan ini. Walaupun ukurannya lebih besar daripada sandwichnya KLM, rasanya lebih tidak enak untukku; yang mana sungguh disayangkan dengan mengingat mereka kan maskapai Prancis ya 😦 .

Sandwich vegetarian sebagai layanan snack

Anyway, sekitar satu jam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 28 Bandara Zurich – Kloten. Berikut ini video pendaratannya:

Yang aku suka, kami parkir di sebuah tempat parkir remote loh, dimana penumpang dibawa dengan bus ke gedung terminal, haha.

Sebuah Airbus A318 milik Air France dengan rego F-GUGK

Kembali ke Belanda

Aku merasa bersemangat terutama dengan penerbangan pertama hari ini karena (1) akan dioperasikan dengan maskapai yang belum pernah kunaiki sebelumnya (Alitalia CityLiner) dan (2) akan dioperasikan dengan tipe pesawat yang belum pernah kunaiki sebelumnya (Embraer ERJ175). Hore! 😀

Aku tiba di Bandara Zurich – Kloten sekitar dua jam sebelum keberangkatan. Setelah check-in dan melewati sekuriti, aku menuju ke Lounge Dnata. Lounge-nya cukup oke untuk ukuran lounge SkyTeam “airport luar” (Bandara Zurich adalah bandara Star Alliance karena merupakan markasnya Swiss International Air Lines). Aku masih kenyang sih dari sarapanku di hotel, sehingga aku sedang tidak ingin makan apa-apa di lounge-nya.

Lounge Dnata di Zurich – Kloten

Boarding berlangsung lancar, dimana Embraer ERj175nya Alitalia CityLiner yang berkursi 88 buah itu siap mengantarkan kami ke Roma – Fiumicino. Ini adalah penerbangan reguler dengan Alitalia, dimana sebungkus biskuit coklat disajikan dengan pilihan minuman yang terbatas. Cuaca di Roma juga sedang baik hari ini, seperti yang nampak ketika mendarat di landasan pacu 34 Bandara Roma – Fiumicino seperti di video berikut:

Lagi, aku senang pesawatnya parkir di tempat parkir remote, haha 😛 .

Sebuah Embraer ERJ175 milik Alitalia CityLiner dengan rego EI-RDG ketika tiba di Roma-Fiumicino

Waktuku transit tidak terlalu lama sementara aku tahu lounge-nya Alitalia cukup jauh. Jadilah aku berjalan cepat kesana, makan siang cepat-cepat selama 15 menit, dan kembali ke area keberangkatan, haha 😛 . Makanan di lounge-nya lumayan oke, menurutku. Petugas lounge-nya juga ramah banget. Ya, impresi positifku masih seperti ketika terakhir kali aku ke sana 🙂 .

Layanan makanan di lounge Schengen-nya Alitalia

Penerbangan AZ110ku kembali ke Amsterdam dioperasikan dengan pesawat Airbus A320-200 dengan rego EI-DTA. Berikut ini video timelapse keberangkatan dari Roma-Fiumicino:

Ini adalah penerbangan uneventful dengan Alitalia. Di penerbangan ini, aku disadarkan dengan pemotongan “biaya” besar-besarannya Alitalia dengan layanan mereka di pesawat. Ketika aku bertanya ke salah seorang pramugara mengenai pilihan minuman, dijawab mereka hanya menyediakan air putih, teh, kopi, atau cola. Iya, itu doang. Nggak ada jus, nggak ada bir/anggur. Untuk snack, di penerbangan 2 jam 15 menit ke Amsterdam ini hanya diberikan pilihan biskuit atau crackers. Yah, dengan mempertimbangkan kesulitan finansialnya Alitalia, ini tidak lah begitu mengherankan sih ya.

Layanan snack dan minuman di penerbangan AZ110nya Alitalia

Kami mendarat di landasan pacu 36R Bandara Schiphol. Landasan pacu yang nyaman banget dimana waktu taxiing-nya singkat, haha. Aku keluar dari pesawat, dan kemudian menaiki kereta kembali ke Amsterdam. Di sini, perjalanan singkat long weekend-ku berakhir 🙂 .

#1908 – 2017 Easter Long Weekend Trip (Introduction)

ENGLISH

Posts in the 2017 Easter Long Weekend Trip series:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

Easter weekend is always a long weekend in the Netherlands (Though, unlike in Indonesia, it is not the Good Friday that is a public holiday but the Easter Monday (i.e. the Monday after). Good Friday is just an observance day and my office does not recognize this as an official public holiday, haha). So it is a nice opportunity for a trip somewhere!!

When looking at my 2017 calendar at the end of last year, I knew I wanted to make use of this Easter long weekend for a trip somewhere, too. However, given my now limited holiday allowance which I must save for some big travelling plans later on in the year, I could not make this trip a longer one like in 2015, when I went to Japan, or in 2016, when I went to the Baltic region.

Basically, I could only go in the long weekend itself, departing on Saturday and coming back on Monday. So I thought at least the flying part (Obviously I would want to involve some flying! 😛 ) should be of interesting routing. I browsed some possibilities, and in the end booked one!

So, this year, I went to:

Zurich

Yep, Zurich, haha. Well, I have been to Zurich once before, even though it was in 2011. So this was indeed a nice opportunity to come back there! 😀 Zurich was beautiful, just as I remembered it back from 2011! Though, unfortunately it was raining the entire time when I was there; and there was not so much going on either because it was Easter. It was also still, well, expensive! Haha 😝.

RIP my money💸💸💸💸💸

Anyway, about the interesting routing, here was it this long weekend:

The routing this long weekend. Created with gcmap.com

Haha, yep, I flew Amsterdam – Paris CDG – Zurich – Rome FCO – Amsterdam 😛 . There was a mini drama with the ticketing, though. Due to Alitalia’s schedule adjustment, I was originally “moved” to an evening Rome – Amsterdam flight resulting in almost seven hours transit in Rome – Fiumicino. Obviously I was not happy with it so I contacted the travel agency from where I bought my ticket. They were being super helpful and were able to move me to an afternoon flight, where my transit time was now less then two hours! Yeay 🙂 .

I also got the chance to fly this Alitalia CityLiner’s Embraer ERJ175 reg EI-RDG! A new airline and airplane type for my logbook!! 😍

I am actually not done yet with my move from Delft to Amsterdam. So a few weeks ago, when I got the confirmation that the apartment was mine and that April would be my “moving month”, I got a little bit unsure about this trip. However, this trip could actually act as a nice break in the middle of this stressful moving month! So I decided to still go with it.

Yeah, so that is all for now. Now I am already back in the Netherlands after spending a long weekend in Zurich 😀 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2017 Easter Long Weekend Trip:
1. Introduction
2. The Transport
3. Zürich

Akhir pekan Paskah adalah long weekend di Belanda (Walaupun, bedanya dari Indonesia, tanggal merahnya bukan lah di hari Jumat Agung melainkan di Senin Paskah (yaitu hari Senin setelahnya). Jumat Agung sendiri hanyalah berstatus hari observance sehingga kantorku tidak menganggapnya sebagai hari libur, haha). Jadi ini adalah kesempatan yang oke untuk jalan-jalan kemana gitu kan ya!!

Ketika melihat kalender tahun 2017ku akhir tahun lalu, aku tahu aku ingin memanfaatkan long weekend Paskah ini untuk pergi kemana gitu. Namun, karena jatah cutiku yang kini terbatas dan mesti aku tabung untuk rencana jalan-jalanku tahun ini nantinya, aku nggak bisa membuat perjalanan ini panjang seperti di thun 2015, ketika aku pergi ke Jepang, atau di tahun 2016, ketika aku pergi ke area Baltik.

Pada dasarnya, aku hanya bisa pergi di long weekend itu saja, berangkat di hari Sabtu dan pulang di hari Senin. Jadi aku merasa bahwa seenggaknya bagian terbangnya (Jelas dong aku maunya perjalanan ini melibatkan penerbangan juga! 😛 ) mesti dengan rute yang menarik. Aku mencari-cari beberapa kemungkinan, dan pada akhirnya mengambil salah satunya!

Jadi, tahun ini aku pergi ke:

Zurich

Iya, Zurich, haha. Yah, aku sudah pernah ke Zurich satu kali sih sebelumnya, walaupun waktu itu di tahun 2011. Jadi ini adalah kesemaptan yang oke untuk kembali lagi kesana kan ya! 😀 Zurich itu indah, ya sama lah seperti ingatanku dari perjalanan tahun 2011 itu! Walaupun sayangnya hujan dong di sepanjang waktuku di sana; dan juga suasananya cenderung sepi banget karena Paskah. Pun, apa-apanya juga masih aja mahal! Haha 😝.

RIP uangku💸💸💸💸💸

Anyway, mengenai rute yang menarik, berikut ini ruteku akhir pekan ini:

Ruteku long weekend ini. Dibuat dengan gcmap.com

Haha, iyaa, aku terbang Amsterdam – Paris CDG – Zurich – Roma FCO – Amsterdam 😛 . Ada drama kecil dengan tiketnya sih. Akibat perubahan jadwalnya Alitalia, awalnya aku “dipindahkan” ke penerbangan malam Roma – Amsterdam dengan waktu transit hampir tujuh jam di Bandara Roma – Fiumicino. Jelas dong aku tidak suka dengannya sehingga aku mengontak travel agency dari mana aku membeli tiketnya. Mereka membantu banget dan berhasil memindahkanku ke penerbangan di sore harinya, sehingga waktu transitku hanya kurang dari dua jam saja! Hore 🙂 .

Ditambah lagi, aku berkesempatan terbang dengan Alitalia CityLiner Embraer ERJ175 rego EI-RDG ini loh!! Maskapai dan tipe pesawat baru untuk logbook-ku! 😍

Oh iya, sebenarnya aku masih belum selesai sih dengan urusan pindahanku dari Delft ke Amsterdam. Jadilah beberapa minggu yang lalu, ketika aku mendapatkan konfirmasi bahwa apartemen ini adalah milikku dan April akan menjadi “bulan pindahan”, aku agak sedikit tidak yakin dengan perjalanan ini.  Namun, aku pikir-pikir justru perjalanan ini bisa menjadi istirahat di tengah bulan pindahan yang stressful ini kan ya! Jadilah aku memutuskan untuk tetap pergi.

Ya, jadi segini dulu deh. Sekarang aku sudah kembali lagi di Belanda setelah menghabiskan satu long weekend di Zurich 😀 .

#1906 – AvGeek Weekend Trip #7 (AMS – CDG – LYS – AMS)

ENGLISH

In mid-March, I went on another Avgeek Weekend Trip. At the time I wasn’t sure whether I would write the story or not. Well, as it turned out, I have decided that I would 😀 .

My routing this weekend. Created with gcmap.com

Posts in the AvGeek Weekend Trip series:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)
7. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–CDG–LYS–AMS)

***

While boarding for my Amsterdam-Paris flight AF1341 was on time, I felt a little bit anxious today because it took awhile to complete. You see, my connecting time in Paris was only 50 minutes and two years ago this short transit time backfired on me. At the time I missed my connecting flight in Paris due to delayed departure from Amsterdam (because of de-icing).

The first flight today was with this Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAD

Anyway, the flight today was operated with Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAD. And, as usual, it was a regular pleasant Amsterdam – Paris flight. As the last time, I felt like the complimentary snack service on board an Air France’s mainline short-haul European flight had decreased in quality a little bit.

The complimentary snack on board flight AF1341. The snack used to be better. This was like HOP!’s level of service last year.

Thank to the buffer time in the schedule, we only got in Paris 5 minutes late. It was not bad at all given that my connecting flight would depart from the same pier.

But then, as it turned out, my connecting Paris – Lyon flight AF7644 was delayed for about 1 hour due to technical problem! Lol 😆 . They had to find a replacement aircraft, which meant they would have to “downgrade” the flight from an A321 to an A320 that was smaller. Consequently, a few passengers were called in the gate, presumably because they needed to be moved to some other flights because of this downgrade. Thankfully, I wasn’t one of them.

Lunch at Air France’s Lounge at Paris-CDG

Anyway, I used this now extra time to have lunch at an Air France’s lounge. The lounge at the pier was closed due to some renovation work so I had to go to the lounge in the next pier. Due to capacity constraint, they did not let qualified passengers to invite guests into the lounge, which infuriated one guy in front of me.

When it was boarding time, I went to the gate. And for the first time ever, my flight would depart from a remote stand of Paris – Charles De Gaulle Airport!! 😍 So they had to take the passengers to the plane with buses, and we got to board via stairs! 😀

Second flight today with this Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXO. We gotta board via stairs!

The flight today would be operated with an Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXO. I was originally seated in seat 1A but I was asked to move to seat 1C because I had two toddlers and their mother sitting next to me, and the older toddler would need to sit in a window seat 😣. Anyway, it was another regular flight to Lyon.

At Lyon Airport, I checked-in for my flight back to Amsterdam. After passing security, I went to an Air France’s salon there. I just intended to ask whether the lounge after immigration still welcomed SkyTeam Elite Plus passengers (It did in August, see AvGeek Weekend Trip #4). Luckily I asked because apparently it did not anymore, even though the attendant did not seem to be really sure about it.

Artsy stuff at Lyon – St. Exupery Airport

I waited there a little bit, but then I was bored. You see, Air France’s lounge at Lyon Airport was really underwhelming (read AvGeek Weekend Trip #3). And so I decided to leave, pass the immigration, and try my luck at the lounge after that. It turned out the attendant was correct, the lounge no longer took SkyTeam Elite Plus passengers 😦 . As there was no way to go back to Air France’s lounge, I just waited at the departure hall.

Third flight today with this KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZB.

The flight back to Amsterdam would be operated with a KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZB. It went on time, really smooth, very efficient, and pleasant; just like any other typical KLM flight 🙂 . Just after 19:30, I was already back at Schiphol, haha 😆 .

I had dinner at the airport before heading back to Delft. And here, this short AvGeek Weekend Trip of mine ended 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Pertengahan Maret lalu, aku pergi dalam sebuah Avgeek Weekend Trip yang lain. Waktu itu aku nggak yakin apakah ceritanya akan kutulis atau tidak. Ternyata, aku ada waktu sekarang sehingga aku akan menceritakannya 😀 .

Ruteku akhir pekan ini. Kubuat dengan gcmap.com

Posting-posting dalam seri AvGeek Weekend Trip:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)
7. AvGeek Weekend Trip #7 (AMS–CDG–LYS–AMS)

***

Walaupun boarding penerbangan AF1341 Amsterdam-Parisku berlangsung tepat waktu, aku sedikit merasa was-was karena prosesnya berlangsung lama. Begini, waktu transitku di Paris hanya 50 menit saja dan dua tahun lalu waktu transit yang singkat ini membawa pengalaman buruk. Waktu itu, aku ketinggalan penerbangan koneksiku di Paris akibat terlambatnya keberangkatan dari Amsterdam (akibat de-icing).

Penerbangan pertama hari ini adalah dengan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAD ini

Anyway, penerbangan hari ini akan dioperasikan dengan Airbus A321-100nya Air France dengan rego F-GTAD.Dan, seperti biasa, ini adalah penerbangan yang nyaman dari Amsterdam ke Paris. Seperti yang lalu sih, aku merasa layanan snack di kelas ekonominya Air France di penerbangan jarak pendek intra-Eropa kok sedikit menurun ya kualitasnya.

Layanan snack di penerbangan AF1341. Snack-nya dulu lebih oke nih. Ini sih seperti level layanannya HOP! tahun lalu.

Untung akibat buffer time di jadwal, pesawat hanya terlambat 5 menit saja di Paris. Nggak masalah lah karena penerbangan lanjutanku kan dijadwalkan berangkat di pier yang sama.

Tetapi kemudian, ternyata penerbangan lanjutan AF7644 Paris – Lyonku terlambat 1 jam dong karena masalah teknis, haha 😆 . Mereka harus mencari pesawat pengganti, yang mana artinya pesawatnya harus di-“downgrade” dari A321 ke A320 yang lebih kecil. Sebagai akibatnya, ada beberapa penumpang yang dipanggil ke gerbang, aku duga sih mereka harus dipindahkan ke penerbangan lain karena downgrade ini. Untungnya, aku bukan lah salah satu dari mereka.

Makan siang di Lounge Air France di Paris-CDG

Anyway, waktu ekstra ini kumanfaatkan untuk makan siang di lounge-nya Air France. Lounge di pier-ku sedang ditutup karena sedang direnovasi sehingga aku harus pergi ke lounge di pier sebelah. Karena keterbatasan kapasitas, kali ini mereka tidak mengizinkan penumpang dengan akses ke lounge untuk membawa tamu ke dalam, yang mana membuat bapak-bapak di depanku marah besar.

Waktu naik pesawat, aku pergi ke gerbang. Dan untuk pertama-kalinya, penerbanganku akan diberangkatkan dari tempat parkir remote di bandara Paris – Charles De Gaulle!! 😍 Jadi mereka harus membawa penumpang dengan bus dan kami naik pesawat melalui tangga gitu deh! 😀

Penerbangan kedua hari ini dengan pesawat Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXO. Naik pesawatnya dengan tangga!

Penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXO. Awalnya aku diberikan kursi 1A tetapi aku kemudian dipindah ke kursi 1C karena dua batita dan ibunya yang duduk di sebelahku. Dan batita yang besar mesti duduk di kursi jendela gitu deh 😣. Anyway, penerbangannya sendiri adalah penerbangan reguler ke Lyon.

Di Bandara Lyon, aku check-in untuk penerbanganku ke Amsterdam. Setelah melewati sekuriti, aku pergi ke lounge-nya Air France. Aku hanya berniat untuk bertanya apakah lounge yang berlokasi setelah imigrasi masih menerima penumpang SkyTeam Elite Plus (Agustus lalu sih iya, baca AvGeek Weekend Trip #4). Untung aku bertanya karena ternyata tidak lagi demikian, walaupun petugasnya juga nampak kurang yakin sih.

Hiasan berseni di Bandara Lyon – St. Exupery

Aku menunggu di sana sebentar dan kemudian merasa bosan. Jadi lounge-nya Air France di bandara Lyon memang kurang oke gitu deh (baca AvGeek Weekend Trip #3). Jadilah aku memutuskan untuk keluar, melewati imigrasi, dan untung-untungan dengan lounge setelahnya. Ternyata petugasnya benar, lounge ini tidak lagi menerima penumpang SkyTeam Elite Plus 😦 . Karena tidak mungkin lagi kembali ke lounge-nya Air France, aku menunggu di gerbang keberangkatan saja.

Penerbangan ketiga hari ini dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZB.

Penerbangan kembali ke Amsterdam dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZB. Penerbangan ini tepat waktu, mulus, efisien, dan nyaman lah; sama seperti standar penerbangannya KLM lainnya 🙂 . Sekitar jam 7:30 malam, aku sudah kembali lagi di Schiphol, haha 😆 .

Aku makan malam di bandara sebelum pulang ke Delft. Dan di sini, perjalanan AvGeek Weekend Trip singkat ini berakhir 🙂 .

#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

#1894 – AvGeek Weekend Trip #6 (AMS – CDG, ORY – MRS – BOD – AMS)

ENGLISH

In mid-February, I did my first Avgeek Weekend Trip of 2017 to Marseille (via Paris on the outbound and via Bordeaux in the inbound 😛 ). At the time I wasn’t sure whether I would write the story or not. Well, as it turned out, I have decided that I would 😀 .

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com

The routing this time 😛 . Created with gcmap.com

***

Posts in the AvGeek Weekend Trip series:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)

AF 1341 (Amsterdam – Paris CDG)

AF Logo
Flight: Air France AF1341
Equipment: Airbus A321-200 reg F-GTAM
ATD: 11:42 CET (Runway 09 of AMS)
ATA: 12:30 CET (Runway 09L of CDG)

The weather in Amsterdam was not quite cooperative this morning. The fog was quite thick which limited Schiphol’s runways use for safety reason. Consequently, my 10:40 flight was delayed to 11:30. Luckily I spared quite a lot of transit time in Paris so I wasn’t worried at all. I just enjoyed my now extra time at KLM Crown Lounge, haha.

Air France's Airbus A321-200 reg F-GTAM

A foggy morning at Schiphol and an Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAM

Anyway, today’s flight was operated with Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAM. It was a regular Air France’s Amsterdam-Paris flight so I wouldn’t get to too much details here. However, I did feel that the quality of the complimentary snack they served on the flight had been reduced, though.

Landing at runway 09L of Paris - Charles De Gaulle Airport

Landing at runway 09L of Paris – Charles De Gaulle Airport

Paris – Orly

Just like in my 4th AvGeek Weekend Trip, I had to change airports in Paris, haha. Thank to my Flying Blue Gold membership, I was entitled for free transfer between the two airports with Le Bus Direct (one way journey would have cost €21).

Salon Air France at Orly Airport

Salon Air France at Orly Airport

Unlike in my 4th AvGeek Weekend Trip, this time my flight was scheduled to depart from Hall 20 of Orly Airport. And there was an Air France lounge in this hall, yeay! Haha 😆 . Anyway, the lounge was descent, though the food selection could have been more substantial especially given that it was the after lunch-time period, in my opinion.

AF 6016 (Paris ORY – Marseille)

AF Logo
Flight: Air France AF6016
Equipment: Airbus A319-100 reg F-GPMF
ATD: 16:18 CET (Runway 08 of ORY)
ATA: 17:19 CET (Runway 31L of MRS)

My flight AF6016 departed on time today. It was operated with an Air France’s Airbus A319-100 reg F-GPMF. After boarding, I settled onto my 1F seat. It wasn’t a full flight today. In fact, the two seats next to me were empty, so it was really nice! Haha 😛

Taking off from runway 08 of Paris - Orly Airport

Taking off from runway 08 of Paris – Orly Airport

We took off from runway 08 of Paris – Orly Airport, and then made a southward turn towards Marseille. Again, it was a pleasant uneventful flight with Air France. A mini snack and drink service was provided about halfway through to Marseille. About an hour later, we landed at runway 31L of Marseille Provence Airport.

Marseille

As you know, just a week before, I also spent my weekend in Marseille. So it indeed felt quite “weird” for me to be back there this weekend, haha 😆 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

A beautiful sunny day in Marseille!!

Obviously there was not much difference; but the weather was much better this weekend. There was almost no cloud and on Sunday, the sun was shining and it was about 16°C!!

AF 7017 (Marseille – Bordeaux)

AF Logo
Flight: Air France AF7017
Equipment: Airbus A320-200 reg F-GXG
ATD: 15:15 CET (Runway 31R of MRS)
ATA: 16:04 CET (Runway 23 of BOD)

The lounge at Marseille Provence Airport was small but, in my opinion, provided really good service. I really loved it! 🙂

Air France's Airbus A320-200 reg F-GKXG

Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXG

Anyway, the flight today was operated by Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXG. Luckily, it departed on time (I had quite a tight connection time in Bordeaux). I settled onto my bulkhead 2A seat after boarding. Again, the domestic flight was not full this afternoon.

As before, this as another pleasant and uneventful flight with Air France. At 16:04, we landed at runway 23 of Bordeaux–Mérignac Airport. Here is the landing video:

Quick Transit in Bordeaux

My domestic flight from Marseille parked at Terminal B while my connecting international flight to Amsterdam was scheduled to depart from Terminal A at 17:00. So I was quite in a rush to move between the two terminals given my quite tight transit time. Having said that, I found our gate in Terminal B to be super convenient as it was basically next to the airport exit door! Lol 😆

KL 1318 (Bordeaux – Amsterdam)

KLM Cityhopper logo

Flight: KLM KL1318 operated by KLM Cityhopper
Equipment: Embraer ERJ190 reg PH-EZF
ATD: 17:07 CET (Runway 23 of BOD)
ATA: 18:46 CET (Runway 36C of AMS)

This flight to Amsterdam was quite a full flight with a lot of connecting passengers (out of Amsterdam). So no wonder the crew tried to leave Bordeaux as soon as possible given the headwind to Amsterdam we would face today.

KLM Cityhopper's Embraer 190 reg PH-EZF

KLM Cityhopper’s Embraer 190 reg PH-EZF at Bordeaux Airport

Anyway, the flight would be operated with KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZF. Not long after settling in my seat 9A, we departed and took off from runway 23.

At around 17:30, the complimentary snack service (a wrap, which was quite nice) was distributed. Overall it was a pleasant flight with KLM, as usual. Btw, this flight also highlighted the noisiness of an Embraer ERJ190, hence enhancing further my take on ERJ190 vs CRJ1000, haha.

Sunset on board flight KL1318

Sunset on board flight KL1318

At 18:46, we landed at Schiphol Airport. The taxiing was quite long today, despite we were not landing in the Polderbaan, haha. We parked at the famous Fokker Farm and were taken by a bus to the airport terminal. I had my dinner at a restaurant at the airport before heading back to Delft with train.

BAHASA INDONESIA

Di pertengahan Februari, aku pergi dalam rangka Avgeek Weekend Trip pertama tahun 2017 ke Marseille (via Paris sewaktu berangkat dan via Bordeaux pulangnya, haha 😛 ). Waktu itu aku tidak yakin apakah aku akan menulis ceritanya atau tidak. Nah, ternyata, aku sudah memutuskan aku akan menuliskannya 😀 .

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com

Rute kali ini 😛 . Dibuat dengan gcmap.com

***

Posting-posting dalam seri AvGeek Weekend Trip:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)

AF 1341 (Amsterdam – Paris CDG)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF1341
Pesawat: Airbus A321-200 reg F-GTAM
ATD: 11:42 CET (Runway 09 of AMS)
ATA: 12:30 CET (Runway 09L of CDG)

Cuaca di Amsterdam sedang kurang bersahabat pagi ini. Kabutnya cukup tebal sehingga penggunaan landasan pacunya Schiphol jadi terbatas untuk alasan keamanan. Akibatnya, penerbangan jam 10:40ku jadi ditunda hingga jam 11:30. Untungnya, aku memiliki waktu transit yang lumayan lama sih di Paris sehingga aku tidak khawatir. Jadilah aku menikmati waktu ekstraku di KLM Crown Lounge ini, haha.

Air France's Airbus A321-200 reg F-GTAM

Pagi yang berkabut di Schiphol dan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAM

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAM. Ini adalah penerbangan regulernya Air France di rute Amsterdam-Paris sehingga aku tidak akan menuliskan banyak detail. Hanya saja, aku merasa bahwa kualitas snack yang dibagikan di penerbangan ini kok agak menurun yah, hmm.

Landing at runway 09L of Paris - Charles De Gaulle Airport

Mendarat di landasan pacu 09L Bandara Paris – Charles De Gaulle

Paris – Orly

Seperti di AvGeek Weekend Trip ke-4ku, aku harus berganti bandara di Paris, haha. Berkat keanggotaan Flying Blue Gold-ku, aku bisa mendapatkan transfer gratis di antara dua bandara ini dengan Le Bus Direct (tiket satu arahhnya dijual normal dengan harga €21).

Salon Air France at Orly Airport

Salon Air France di Bandara Orly

Tidak seperti di AvGeek Weekend Trip ke-4ku, kali ini penerbanganku dijadwalkan di Hall 20 Bandara Orly. Dan di sana ada lounge-nya Air France loh, hore! Haha 😆 . Lounge-nya cukup nyaman, walaupun pilihan makanannya terlalu ringan sih apalagi waktu itu kan setelah jam makan siang ya, menurutku loh.

AF 6016 (Paris ORY – Marseille)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF6016
Pesawat: Airbus A319-100 reg F-GPMF
ATD: 16:18 CET (Runway 08 of ORY)
ATA: 17:19 CET (Runway 31L of MRS)

Penerbangan AF6016ku berangkat tepat waktu. Airbus A319-100nya Air France dengan rego F-GPMF digunakan hari ini. Setelah naik pesawat, aku duduk di kursi 1F-ku. Penerbangan hari ini tidak penuh. Malahan, dua kursi di sebelahku kosong dong. Asyik ya! Haha 😛 .

Taking off from runway 08 of Paris - Orly Airport

Lepas landas dari landasan pacu 08 Bandara Paris – Orly

Kami lepas landas dari landasan pacu 08 Bandara Paris – Orly, dan kemudian berbelok ke arah selatan menuju Marseille. Lagi, ini adalah penerbangan yang nyaman dan uneventful dengan Air France. Layanan snack mini dan minuman juga dibagikan di tengah perjalanan. Sekitar satu jam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 31L Bandara Marseille Provence.

Marseille

Seperti yang sudah pada tahu, seminggu sebelumnya juga aku menghabiskan akhir pekan di Marseille. Jadi memang “aneh” rasanya aku kembali lagi ke sana akhir pekan ini, haha 😆 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!

Hari yang indah dan cerah di Marseille!!

Jelas tidak ada banyak perbedaan; tetapi cuaca kali ini jauh lebih enak nih. Hampir tidak ada awan dan di hari Minggu, matahari bersinar cerah dengan suhu udara 16°C!!

AF 7017 (Marseille – Bordeaux)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF7017
Pesawat: Airbus A320-200 reg F-GXG
ATD: 15:15 CET (Runway 31R of MRS)
ATA: 16:04 CET (Runway 23 of BOD)

Lounge di Bandara Marseille Provence kecil tetapi, menurutku, layanannya oke banget loh. Aku sukaa! 🙂

Air France's Airbus A320-200 reg F-GKXG

Sebuah Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXG

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A320-200 reg F-GKXG milik Air France. Untungnya, penerbangannya tepat waktu (waktu transitku cukup ketat di Bordeaux). Aku duduk di kursi 2Aku setelah naik pesawat. Lagi, penerbangan domestik ini tidaklah penuh.

Seperti yang lalu, ini adalah penerbangan nyaman dan uneventful dengan Air France. Jam 16:04, kami mendarat di landasan pacu 23 Bandara Bordeaux–Mérignac. Berikut ini video pendaratannya:

Transit Kilat di Bordeaux

Penerbangan domestikku dari Marseille diparkir di Terminal B sementara penerbangan koneksi internasionalku dijadwalkan di Terminal A jam 5 sore. Jadilah aku agak terburu-buru untuk pindah terminal akibat waktu transitku yang mepet. Eh, walaupun begitu, aku merasa gerbangku di Terminal B itu nyaman banget loh karena pada dasarnya berada tepat di sebelahnya pintu keluar bandara! Haha 😆 .

KL 1318 (Bordeaux – Amsterdam)

KLM Cityhopper logo

Penerbangan: KLM KL1318 dioperasikan oleh KLM Cityhopper
Pesawat: Embraer ERJ190 reg PH-EZF
ATD: 17:07 CET (Runway 23 of BOD)
ATA: 18:46 CET (Runway 36C of AMS)

Penerbangan ke Amsterdam ini cukup penuh dan ada banyak penumpang transitnya (via Amsterdam). Jadi tidak heran krunya berusaha untuk berangkat dari Bordeaux secepat mungkin akibat headwind yang akan kami hadapi di perjalanan ke Amsterdam hari ini.

KLM Cityhopper's Embraer 190 reg PH-EZF

Embraer 190nya KLM Cityhopper rego PH-EZF di Bandara Bordeaux

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZF. Tak lama setelah duduk di kursi 9Aku, kami berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 23.

Sekitar jam 5:30 sore, layanan snack dibagikan (berupa sebuah wrap, yang mana cukup enak juga). Secara umum, ini adalah penerbangan yang nyaman dengan KLM, seperti biasanya. Btw, penerbangan ini juga menggaris-bawahi keberisikan Embraer ERJ190, sehingga memang mempertegas pendapatku akan ERJ190 vs CRJ1000, haha.

Sunset on board flight KL1318

Senja di penerbangan KL1318

Jam 18:46, kami mendarat di Bandara Schiphol. Taxiing-nya lumayan lama hari ini, padahal kami tidak mendarat di Polderbaan, haha. Kami parkir di Fokker Farm dan kemudian dibawa bus ke gedung terminal bandara. Aku makan malam di sebuah restoran di sana sebelum kembali ke Delft dengan kereta.