EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#2029 – A Winter Weekend in London (Introduction)

ENGLISH

Posts in the A Winter Weekend in London mini series:
1. Introduction
2. Part I: London
3. Part II: The Long Way Home

As my Instagram followers (@azilko) have known, I went on a weekend trip this weekend. Yep, just literally a week after coming back from my November 2017 trip to Indonesia, I went on another trip! Haha 😛 Anyway, the destination this time was:

Piccadilly Circus in London

Yes, London, again!! Again as in this was my fourth time visiting London in the last six months or so, haha 😛 . Why London and, especially, “again”? Well, because why not, haha 😛 . I mean, I love London!

The main motivation behind this trip was my UK visa that is going to expire soon, so I feel like I need to go there on one more trip before it expires. About the destination, actually I was torn between London or Edinburgh. The flight to Edinburgh was cheaper but I found cheaper hotel in London. However, I had been to London three times already this year while my last trip to Edinburgh was more than five years ago. On the other hand, I loved London! Haha 😛

So after going back and forth between the two, in the end I chose London because I found a return flight with departure to London City Airport which in my previous trip there the plane did not land at my favorite runway 09. So I decided to take another chance, who knew I would be luckier this time! (What kind of reasoning is this?) Lol 🙈. Beside, I loved London so I knew I would enjoy this trip anyway.

I also got upgraded (again 😆) to Europe Business Class on my flight to London.

However, as my Instagram followers would also have known, not everything went as planned during the trip, especially on the Sunday part. During the weekend, it was snow storming very hard at Schiphol that a lot of flights got cancelled, including all of KLM’s flights to London on Sunday afternoon, including mine. At the time the Monday forecast was also not any good so the uncertainty was high. KLM, though, offered Amsterdam-bound passengers an alternative: that was to take a bus they arranged to travel that afternoon via land to Schiphol. While this certainly was a major inconvenience especially in comparison with the 1 hour flight from London to Amsterdam, at least this way we would arrive in Amsterdam by early morning on Monday (Though they estimated at around midnight).

When all flights to Amsterdam from London get cancelled due to heavy snow at Schiphol and KLM (the airline) arranges a bus service between the two as the best possible solution due to tomorrow's forecast that isn't any better. Funnily I don't think it is that bad because this actually means the fulfillment of a long forgotten bucket list item of mine that is to travel between the Netherlands and London with all possible means of public transport. Bus was the only one missing as I have (obviously) taken many flights, the Eurostar trains, and the ferry boat services! Lol #Zilkos2017WeekendTrip #travelexperience #selfie #Heathrow #HeathrowSelfie #London #England #travelling #travelwoes #winter #winterproblems #snowproblems #UK #🇬🇧 #✈️ #experience #bucketlist #thisislife #KL1010 #LHRAMS #KLM #frequentflyer #instaselfie #selfienation #thisiswhyitravel #instawinter #wintergram #HeathrowTerminal4 #instaHeathrow

A post shared by Aurelius Zilko (@azilko) on

I decided to take a spot in the bus. As I said in my Instagram post above, actually I did not think this was *all* bad, haha. At least this way I could cross that item from my bucket list and let’s hope I would never have to go through it again 😛 .

What would have happened if I did not take this offer, btw? Well, I actually know the answer to this question. During the bus trip, I got a notification that KLM had also rebooked me to the first available flight out of Heathrow to Schiphol that would be on a Tuesday morning, plus compensation to all extra costs (including accommodation and transportation) because of this. But then, of course, I would only arrive in Amsterdam just before noon on Tuesday; and this was, at the time, to assume there would be no prolonged effect of the snow storm on Tuesday morning…

Anyway, here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri singkat A Winter Weekend in London:
1. Introduction
2. Part I: London
3. Part II: The Long Way Home

Seperti yang followers Instagramku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan weekend kemarin ini. Iyaa, cuma seminggu aja setelah balik dari perjalanan November 2017ku ke Indonesia, aku jalan-jalan lagi doong! Haha 😛 Anyway, kali ini tujuannya adalah:

Piccadilly Circus di London

Iya, London, lagi!! Lagi karena ini adalah kali keempat aku mengunjungi London loh dalam enam bulan terakhir ini, haha 😛 . Mengapa London dan, terutama, kok “lagi” sih? Ya, kenapa tidak kan, haha 😛 . Kan aku suka banget dengan London!

Motivasi utamaku di balik perjalanan ini adalah visa UK-ku yang akan segera habis masa berlakunya, jadi rasanya aku perlu pergi dalam sebuah perjalanan kesana sekali lagi lah sebelum masa berlakunya habis. Untuk masalah tujuan, sebenarnya aku galau banget antara London atau Edinburgh. Tiket pesawat ke Edinburgh lebih murah tetapi aku menemukan hotel yang lebih murah di London. Namun, aku sudah ke London tiga kali sebelumnya tahun ini saja sementara perjalanan terakhirku ke Edinburgh adalah lebih dari lima tahun yang lalu. Tapi di sisi lain, kan aku suka banget dengan London ya! Haha 😛

Jadilah setelah galau berlarut-larut di antara keduanya, pada akhirnya aku memilih London soalnya aku menemukan tiket pp dengan keberangkatan ke Bandara London City dimana di perjalanan terakhirku kesana pesawatnya kan tidak mendarat di landasan pacu 09 yang merupakan favoritku itu kan ya. Jadilah aku memutuskan untuk mencoba peruntunganku lagi, siapa tahu kan aku lebih beruntung kali ini! (Alasan macam apa ini?) Huahaha 🙈. Di samping itu, toh aku suka banget dengan London yang mana berarti aku tahu pasti aku akan menikmati perjalanan ini.

Dan aku juga di-upgrade (lagi 😆) ke kelas bisnis Eropa di penerbanganku ke London loh!

Namun, seperti yang followers Instagramku ketahui, tidak semuanya berjalan sesuai rencana, terutama di hari Minggu. Akhir pekan kemarin, terjadi badai salju parah di Schiphol yang menyebabkan banyak sekali penerbangan dibatalkan, termasuk semua penerbangannya KLM ke London di Minggu siang, termasuk penerbanganku. Waktu itu, ramalan cuaca untuk hari Senin juga tidak begitu baik sehingga ketidak-pastiannya amat besar. KLM, tapinya, memberikan pilihan alternatif bagi penumpang mereka dengan tujuan akhir Amsterdam: yaitu untuk naik bus yang mereka charter untuk pergi ke Schiphol melalui jalur darat di sore harinya. Walaupun jelas ini sangat amat tidak nyaman jika dibandingkan dengan penerbangan 1 jam dari London ke Amsterdam, setidaknya dengan begini kita akan tiba di Amsterdam di hari Senin subuh (Walaupun perkiraan waktu tibanya adalah tengah malam sih).

When all flights to Amsterdam from London get cancelled due to heavy snow at Schiphol and KLM (the airline) arranges a bus service between the two as the best possible solution due to tomorrow's forecast that isn't any better. Funnily I don't think it is that bad because this actually means the fulfillment of a long forgotten bucket list item of mine that is to travel between the Netherlands and London with all possible means of public transport. Bus was the only one missing as I have (obviously) taken many flights, the Eurostar trains, and the ferry boat services! Lol #Zilkos2017WeekendTrip #travelexperience #selfie #Heathrow #HeathrowSelfie #London #England #travelling #travelwoes #winter #winterproblems #snowproblems #UK #🇬🇧 #✈️ #experience #bucketlist #thisislife #KL1010 #LHRAMS #KLM #frequentflyer #instaselfie #selfienation #thisiswhyitravel #instawinter #wintergram #HeathrowTerminal4 #instaHeathrow

A post shared by Aurelius Zilko (@azilko) on

Aku memutuskan untuk mengambil pilihan busnya. Seperti yang kutulis di caption Instagramku di atas, sebenarnya waktu itu aku tidak merasa pilihan ini buruk-buruk banget loh, haha. Dengan begini, setidaknya aku bisa mencoret satu item bucket list-ku itu dan mari berharap aku tidak perlu menghadapinya lagi 😛 .

Nah, apakah yang akan terjadi andaikata aku tidak memilih pilihan bus ini, btw? Kebetulan aku juga tahu jawabannya. Ketika dalam perjalanan dengan bus itu, aku mendapatkan notifikasi dari KLM bahwa mereka sudah me-rebook-ku di penerbangan pertama yang tersedia dari Heathrow ke Schiphol, yaitu di hari Selasa pagi, termasuk kompensasi untuk semua biaya ekstranya (termasuk akomodasi dan transportasi) karena ini. Tetapi, tentu saja, dengan pilihan ini aku baru akan tiba di Amsterdam di hari Selasa siang; dan ini pun, waktu itu, harus dengan asumsi bahwa badai saljunya sudah berlalu di Selasa pagi…

Anyway, di atas adalah beberapa teasers dari perjalanan ini.

Advertisements
EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#2014 – A Weekend in Newcastle

ENGLISH

I went to Newcastle last week for a short weekend getaway. And here is the story of this trip.

Getting to/back from Newcastle

At first, I was wondering whether to take KLM’s morning flight (departure at around 9 AM) or its noon flight (departure at around 12 PM) to get to Newcastle. However, after some considerations, that was heavily influenced by me not wanting to get up too early on Saturday morning 😛 , I decided to take the latter. This flight was operated by a KLM Cityhopper’s Embraer 190 reg PH-EZS. Here is the landing video with PH-EZS at Newcastle International Airport:

For the returning flight, I took KLM’s last flight of the day that was operated by a Boeing 737-700 reg PH-BGN. This returning flight was delayed by around 40 minutes, though, apparently due to a technical problem with the original plane deployed for the flight to Newcastle from Amsterdam which prompted KLM to find a replacement aircraft. Anyway, both were pleasant regular short-haul flights with KLM.

A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGN named “Jan van Gent” at Newcastle International Airport

Newcastle upon Tyne

I guess the “upon Tyne” part of the city’s name is to distinguish this Newcastle from “other” Newcastles, haha 😆 . The name speaks for itself, though, the city, which also has a castle in it, lies on the bank of the River Tyne. This part of the city also happened to be my favorite part. You know, I like bridges and there are several cool bridges crossing the River Tyne in Newcastle, so it is a no brainer to me! Haha 😛 .

The “Tyne” part of Newcastle upon Tyne

But Newcastle is, of course, more than just the “Tyne part”. To the north of the river is the old town area with cool European-styled buildings and quite some numbers of monuments. To the south of the river is Gateshead, a separate town which I found to be more modern architecturally.

A Newcastle selfie

On my second day in the city I decided to make use of the £5 day-saver ticket which covered a very wide area of Newcastle and the surrounding, even to the Tynemouth and Sunderland area some 15-20 km away! Such a good deal if you ask me. For my route I decided to take the yellow line to the south of River Tyne to the village of South Shields. From there, I would cross the Tyne with a ferry crossing to the village of North Shields. I would then go to Tynemouth and after that back to Newcastle with the yellow line to the north of River Tyne. Such a fine plan, where everything also went smoothly! 🤓 Btw, of course my day-saver ticket also covered the seven minutes ferry crossing.

The mouth of River Tyne in Tynemouth

Btw, Tynemouth was another place in the area whose name was literal. This town was located by the North sea and literally at the mouth of River Tyne, hence the name, “Tynemouth”. Well, I guess whoever naming it wasn’t feeling that creative that day, haha 😛 . Anyway, Tynemouth turned out to be quite an interesting small town. There was a beautifully preserved castle by the sea and there was a weekend market going on every weekend at the Tynemouth metro station! I almost bought myself a painting at the market before I realized it would be quite some work to fit the painting into my backpack to bring it back to the Netherlands, haha…

Tynemouth Castle

Speaking of the food, unfortunately I did not have the opportunity to really explore it. I faced the same situation as I did in Cardiff back in September where it was pretty much almost impossible to get a seat at a popular restaurant without a reservation on a Saturday evening. So I ended up going to a world-themed restaurant inside a mall. Even then, the waitress warned me that they were so busy it might take some 40 minutes before my meal was ready. Actually I was still not that hungry at that point so this was actually perfectly fine for me as long as I could sit, haha. That evening I decided to order a lamb tagine with a Swedish cider which, a bit disappointingly, was served within 10 minutes only since I ordered, haha… . It was delicious!

A lamb tagine and a Swedish cider for dinner

Yeah, that was my short weekend trip to Newcastle. I did not go to any party in this party city so probably I still haven’t got the complete picture of the city, though. But overall it was still a fun weekend which I had in Newcastle anyway.

BAHASA INDONESIA

Aku pergi ke Newcastle akhir pekan minggu lalu untuk sebuah perjalanan singkat. Dan berikut ini ceritanya.

Pergi ke/kembali dari Newcastle

Awalnya, aku galau apakah aku akan terbang dengan penerbangan paginya KLM (keberangkatan jam 9an pagi) atau penerbangan tengah harinya (keberangkatan sekitar jam 12 siang) untuk pergi ke Newcastle. Namun, setelah beberapa pertimbangan, yang mana terutama adalah aku ogah bangun pagi-pagi amat di hari Sabtu 😛 , aku memutuskan untuk mengambil penerbangan yang kedua. Penerbangan ini dioperasikan dengan sebuah Embraer 190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZS. Berikut ini video pendaratannya PH-EZS di Bandara Internasional Newcastle:

Untuk penerbangan kembaliku, aku menaiki penerbangan terakhirnya KLM hari itu yang dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-700 rego PH-BGN. Penerbangan kembali ini terlambat sekitar 40an menit, btw, yang mana ternyata dikarenakan masalah teknis di pesawat yang aslinya dijadwalkan untuk terbang ke Newcastle dari Amsterdam sehingga KLM harus mencari pesawat pengganti. Anyway, keduanya adalah penerbangan jarak pendek yang nyaman dengan KLM.

Sebuah Boeing 737-700nya KLM rego PH-BGN bernama “Jan van Gent” di Bandara Internasional Newcastle

Newcastle upon Tyne

Aku duga bagian “upon Tyne” dari nama kota ini adalah untuk membedakannya dari Newcastle-Newcastle “lainnya”, haha 😆 . Maksud namanya mah jelas banget ya karena kotanya, yang mana di dalamnya juga terdapat sebuah kastil, terletak di pinggiran sungai Tyne. Kebetulan bagian ini dari kota ini jugalah favoritku. Ya gimana ya, aku kan memang suka jembatan dan ada beberapa jembatan keren yang membentang menyebrangi sungai Tyne di Newcastle, haha!

Bagian “Tyne” dari Newcastle upon Tyne

Tetapi tentu saja Newcastle itu lebih dari sekedar “bagian Tyne”-nya saja. Di sisi utara sungainya terdapat area kota tua kece dengan bangunan-bangunan ala Eropa dan beberapa monumen. Di sisi selatan sungainya adalah Gateshead, sebuah kota terpisah yang mana bagiku nampak lebih modern secara arsitektur.

Newcastle selfie

Di hari keduaku di sana, aku memutuskan untuk menggunakan tiket harian £5 yang mencakup area yang luas di Newcastle dan sekitarnya, bahkan termasuk area Tynemouth dan Sunderland yang berjarak sekitar 15-20an km dari Newcastle! Lumayan deh menurutku. Untuk ruteku, aku memutuskan untuk menaiki metro jalur kuning di sisi selatan sungai Tyne menuju desa South Shields. Dari sana, aku akan menyeberangi sungai Tyne dengan kapal feri menuju desa North Shields. Kemudian aku akan pergi ke Tynemouth sebelum kembali ke Newcastle dengan metro jalur kuning di sisi utara sungai Tyne. Rencana yang oke banget dah, dan pas pula semua berlangsung lancar! 🤓 Btw, tentu saja tiket harian itu juga mencakup biaya penyeberangan dengan kapal ferinya.

Hilir sungai Tyne di Tynemouth

Btw, Tynemouth adalah satu tempat di daerah sana dengan nama yang literal juga. Kota kecil ini terletak di tepian Laut Utara dan berada tepat di hilir (mouth) sungai Tyne, makanya namanya “Tynemouth”. Aku duga sih siapa pun yang dulu menamainya lagi nggak kreatif kali ya hari itu, haha 😛 . Anyway, Tynemouth ternyata adalah kota kecil yang menarik lho. Ada kastil tua yang terawat dengan indah di tepian pantainya dan ada pasar akhir pekan setiap minggu di stasiun metro Tynemouth! Aku sendiri nyaris membeli sebuah lukisan sampai kemudian ingat gimana cara membawa lukisannya kembali ke Belanda dengan tas ranselku, haha…

Kastil Tynemouth

Ngomongin makanan, sayangnya aku tidak berkesempatan untuk banyak mencobanya. Aku menghadapi situasi yang sama seperti di Cardiff September lalu dimana nyaris mustahil untuk bisa mendapatkan kursi kosong di restoran yang populer di malam Minggu. Jadilah aku akhirnya makan di restoran bertemakan dunia di dalam sebuah mall. Walaupun begitu, pelayannya memperingatkanku lho bahwa mereka sedang sibuk sehingga bisa jadi pesananku baru siap 40 menit kemudian. Sebenarnya pas waktu itu aku juga belum lapar-lapar banget sih sehingga malah beneran dong ya selama aku bisa duduk, haha. Malam itu aku memutuskan untuk mencoba menu lamb tagine dan minum Swedish cider yang mana, sedikit mengecewakannya, disajikan dalam waktu 10an menit saja semenjak aku memesannya, haha… . Kalau masalah rasa sih enak!

Sebuah lamb tagine dan Swedish cider untuk makan malam.

Ya, itu lah cerita perjalanan akhir pekanku ke Newcastle. Aku tidak pergi ke party apa pun sih di kota party ini sehingga mungkin aku masih belum mendapatkan pengalaman komplit akan kota ini. Tetapi secara keseluruhan aku menikmati waktuku di Newcastle kok.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#2010 – A Weekend Story, Again

ENGLISH

Yep, as my Instagram followers (@azilko) have known, I went on another weekend trip this weekend! And the destination was Newcastle upon Tyne!! :mrgreen:

Newcastle has been a bit of a bittersweet destination for the travel planning stage this year. You know, because last September I decided to cancel my non-refundable return flight ticket there due to the lack of hotel room availability that weekend possibly because of a special event or something. Consequently, I felt a sense of “unfinished business” with this city, haha 😆 . And so in late September I was looking for another possibility to plan another weekend trip there. I found a reasonable return ticket with KLM for this weekend, and I decided to buy it; but of course after confirming that there was still good hotel room availability for the weekend! Haha 😛 .

A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGN at Newcastle International Airport

Anyway, Newcastle was, well, interesting, let’s put it this way. The old town area was quite beautiful (but so are other English cities), especially the part by the River Tyne with all the bridges. I didn’t go partying while I was there though, while the city was famous for this department. Nevertheless, I still quite enjoyed my time while I was there, which is the most important. And here are some teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Seperti yang followers Instagram-ku (@azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan lagi kemarin ini! Dan tujuannya adalah: Newcastle upon Tyne!! :mrgreen:

Jadi ceritanya Newcastle telah menjadi tujuan yang agak “pahit” begitu untuk tahap perencanaan jalan-jalanku tahun ini. Masih ingat kan, karena September kemarin aku memutuskan untuk membatalkan tiket pp non-refundable kesana akibat ketiadaan ketersediaan kamar hotel di akhir pekan ini yang mana sepertinya disebabkan oleh ada acara apa gitu. Sebagai akibatnya, aku jadi ada perasaan “penasaran yang belum tertuntaskan” gitu deh dengan kota ini, haha 😆 . Dan jadilah di akhir September aku mencari kemungkinan untuk mengadakan perjalanan akhir pekan kesana. Aku menemukan tiket pp yang oke dengan KLM di akhir pekan ini dan memutuskan untuk membelinya; tentu setelah memastikan bahwa ketersediaan kamar hotelnya masih bagus ya untuk kali ini! Haha 😛 .

Sebuah Boeing 737-700 rego PH-BGN milik KLM di Bandara Internasional Newcastle

Anyway, Newcastle itu ternyata, hmm, interesting, kita sebut begini saja ya. Bagian kota tuanya lumayan indah sih (tetapi mah kota-kota lain di Inggris juga begitu, haha), terutama bagian di sisi sungai Tyne dengan semua jembatannya itu. Aku nggak pergi partying di sana padahal kota ini kan terkenal untuk party-nya, haha. Toh walaupun begitu, aku masih lumayan menikmati waktuku di sana kok, yang mana ini adalah yang paling penting dong ya. Di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

Aviation · EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#2004 – AvGeek Weekend Trip #13 (AMS – CDG – MUC – AMS)

ENGLISH

Again, as my Instagram followers (@azilko) have known, I went on another AvGeek Weekend Trip this Saturday. Here is the routing this weekend:

AMS-CDG-MUC-AMS. Created with gcmap.com

This AvGeek Weekend Trip was actually quite a last-minute trip. And so I felt lucky to find an interesting routing with reasonably priced ticket, haha 😆 . Actually at the time, I was torn between an AvGeek Weekend Trip or a day city trip somewhere. But in the end I flipped the coin (well, not literally) and decided to go with the former, haha.

Anyway, I flew two Air France flights this time, obviously on the two flights involving Paris in one of the ends, and a KLM flight from Munich to Amsterdam. The Air France flights were operated by an Airbus A321-200 reg F-GTAZ and an Airbus A318-100 reg F-GUGE, while the KLM flight was with a Boeing 737-700 reg PH-BGK.

The Air France KLM Lounge signage at Munich Airport Terminal 1

This was also my first time visiting the lounge at Munich Airport, btw; as the last time I flew out of Munich was to satisfy my curiosity by flying a Meridiana flight to Milan-Linate, haha. And btw, my Paris to Munich flight departed from a remote stand at Paris – Charles De Gaulle Airport; only my second ever remote-stand departure from the airport (the first time being this March on my way to Lyon).

As for AvGeek Weekend Trip #11, I will not write anything in details about this trip beyond this post. So here are the pictures from the trip:

BAHASA INDONESIA

Lagi, seperti yang followers Instagramku (di @azilko) ketahui, aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip Sabtu kemarin ini. Kali ini, rutenya seperti ini:

AMS-CDG-MUC-AMS. Dibuat dengan gcmap.com

AvGeek Weekend Trip kali ini bisa dikatakan perjalanan dadakan sebenarnya. Makanya aku merasa cukup beruntung masih bisa menemukan rute yang cukup menarik dengan harga tiket yang masih masuk akal lah, haha 😆 . Waktu itu, sebenarnya aku galau antara pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip atau perjalanan satu hari ke suatu kota gitu. Tetapi pada akhirnya aku melempar koin (nggak dalam artian sebenarnya sih) dan memutuskan untuk memilih yang pertama, haha.

Anyway, aku terbang dengan dua penerbangannya Air France kali ini, tentunya di dua penerbangan yang melibatkan Paris di salah satu asal/tujuannya, dan KLM dari Munich ke Amsterdam. Penerbangannya Air France dioperasikan dengan sebuah Airbus A321-200 rego F-GTAZ dan sebuah Airbus A318-100 rego F-GUGE, sementara penerbangannya KLM adalah dengan Boeing 737-700 rego PH-BGK.

Penanda Lounge Air France KLM di Bandara Munich Terminal 1

Ini juga adalah kali pertama aku mengunjungi lounge di Bandara Munich, btw; karena terakhir kali aku terbang dari Munich adalah untuk memenuhi rasa penasaranku dengan terbang dengan Meridiana ke Milan-Linate, haha. Dan btw, penerbangan Paris ke Munichku diberangkatkan dari tempat parkir remote di Bandara Charles De Gaulle loh; hanya kedua kalinya aku berangkat dari tempat parkir remote di bandara ini (kali pertama adalah Maret lalu di perjalananku ke Lyon).

Seperti AvGeek Weekend Trip #11, aku tidak akan menulis lebih detail tentang perjalanan ini di luar konteks posting ini. Jadi langsung saja di atas aku unggah foto-foto dari perjalanannya.

Aviation · EuroTrip · Trip Report · Vacation · Weekend Trip

#2001 – AvGeek Weekend Trip #12 (AMS – CDG – LHR – CDG – AMS)

ENGLISH

I went on an Avgeek Weekend Trip this weekend which was very interesting as it involved an Air France’s brand new (not even a month old) Boeing 787-9 Dreamliner. And here is the story of this fun weekend trip I just had.

The routing this weekend. Created with: gcmap.com

So as you know the routing this time was Amsterdam – Paris-CDG – London-Heathrow and back. And so I have decided to skip the Amsterdam – Paris-CDG vv part because I have flown this route so many times, haha. I would just go as far as saying that I flew an Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXL and a KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGW on these two flights.

An Air France’s Airbus A320-200 F-GKXL
A KLM’s Boeing 737-700 reg PH-BGW.

Paris – CDG, Terminal 2E Hall K

After arriving in Paris, I checked the transfer monitor and learned that my connecting flight to London would depart from Hall K of Terminal 2E. So I followed the signage to this hall, which was at the other side of Paris Charles De Gaulle Airport’s Terminal 2. I cleared immigration as well during this transfer, which was really a breeze because there was noone else, haha 😛 .

At Hall K, I immediately went to the Air France’s lounge there. I just realized that this was actually my first time at a non-Schengen Air France Lounge at Paris-CDG Airport! Haha 😛 . The lounge was really spacious, much more spacious than the two lounges at Terminal 2F, though the offering was pretty much the same.

Salon Air France at Terminal 2E Hall K

About an hour before departure, I left the lounge to look for the gate. Though I was travelling via Paris-CDG a lot, this was actually just my second time using its Hall K (the first time was when I was catching my Japan Airlines flight to Tokyo-Narita 2.5 years ago), so I wasn’t that familiar with this hall. The interior design of Paris – CDG Terminal 2E’s Hall K was really beautiful, btw. However, it was clearly not designed for avgeeks because it was very difficult to take pictures of the planes parked at this hall! Haha 😛

The beautiful Paris Charles De Gaulle Airport Terminal 2E Hall K

AF 1180 (CDG – LHR)


Flight: Air France AF1180
Equipment: Airbus A320-200 reg F-GKXJ with a Paris 2024 sticker
ATD: 19:24 CET (Runway 08L of CDG)
ATA: 19:14 BST (Runway 27R of LHR)

Anyway, my flight to London today would be operated with an Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXJ, which was plastered with a Paris 2024 sticker. F-GKXJ was actually parked at the gate next to the Air France Lounge and so I knew that this plane had been sitting there for quite some time. I guess due to the importance of its London-Heathrow route (London-Heathrow is considered as one of the most “premium” airports, in terms of the type of passengers it attracts, in the industry), Air France wouldn’t want to take the risk of any of its London-Heathrow flights being delayed; and so the long on-the-ground time.

An Air France’s Airbus A320-200 F-GKXJ with Paris 2024 sticker

Long story short, I boarded the plane and sat at my 6A seat in the first row of economy today. Not too long after, the push back began and the flight departed. We took off from runway 08L of Paris-CDG and headed northwest towards London. It was a short flight so the complimentary snack service was provided right away.

A flight to London-Heathrow wouldn’t be complete without the plane having to make a few turns above London before being allowed to land, haha. Unfortunately there was some cloud hanging above the city today so I couldn’t really see anything. Anyway, at 19:14 local time we landed at runway 27R of London-Heathrow Airport.

Landing at runway 27R of London-Heathrow

We had to taxi for quite a distance and time (due to the airport’s crowdedness), where I spotted a Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER being prepared for its non-stop flight back to Jakarta later tonight. And finally, we parked at a gate in Terminal 4 at the south part of the airport.

London-Heathrow

The last and only other time I was entering the UK via Heathrow was more than four years ago, haha. And I, sort of, forgot the possible inconvenience of entering London via this popular airport: a really long line at immigration!! The line was so long that I remembered the last time I encountered a line at least this “bad” was when I arrived in New York from Mexico City almost two years ago! While I wasn’t spending 90 minutes just for queuing this time (it was closer to 45 I think), it made me think that the next time I would travel to London, it would be better to arrive at London City Airport! Haha 😛

Rump steak for dinner

Anyway, I spent a night at a hotel nearby the airport today, where I also had my rump steak dinner.

The next morning, I checked out just before 7 AM to catch my 9:45 AM flight back to Paris. I already had my mobile boarding pass so I headed straight to security. The officer noticed the “Sky Priority” tag in my boarding pass and informed me that this allowed me to use the VIP security lane. Yeay! I didn’t have to queue with this lane and I cleared security in less than two minutes, haha.

The entrance to the SkyTeam Lounge at Heathrow

Once in the departure area, I looked for the SkyTeam Lounge at the airport. You see, London-Heathrow is not a SkyTeam airport but its importance means that a lot of SkyTeam airlines are using it. So to cater this, SkyTeam invests in a lounge at the airport’s Terminal 4, where most SkyTeam airlines fly to (Strangely, Garuda Indonesia operates from Terminal 3 despite it being a SkyTeam member).

The entrance to the lounge was quite small but the lounge itself was actually quite spacious, as it had two floors! I went to the upstairs area because the attendant told me breakfast was served there. The breakfast was actually quite decent with a selection of English or continental all you can eat breakfast. The design of the lounge itself was also really cool and looked so much better than the overall “outdated” feel of Terminal 4 of Heathrow, haha.

SkyTeam Lounge at Heathrow

AF 1681 (LHR-CDG)


Flight: Air France AF1681
Equipment: Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC
ATD: 10:22 BST (Runway 27R of LHR)
ATA: 12:07 BST (Runway 26L of CDG)

I was very excited when I saw in my Flightradar24 app that my flight today would be operated with F-HRBC, Air France’s newest Boeing 787-9 Dreamliner that wasn’t even one month old! Unfortunately, the flight used Gate 2 today which was a horrible gate at the terminal because it was impossible to take a good picture of the plane! Haha 😛

Long story short, I boarded F-HRBC and sat at seat 18K. This time, I sat in the regular economy cabin unlike my last trip with an Air France’s Dreamliner where I sat in the premium economy cabin. I deliberately chose not to “upgrade” myself for the small fee because I would like to compare the two cabins, haha.

The regular economy cabin of Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC

The regular economy cabin was actually quite comfortable with good seat pitch and Air France’s newest IFE (Air France Touch). After all passengers boarded, the flight departed and the very chic safety demo was played on the IFE.

Don’t forget to put on your safety belt as, aside from ensuring our safety, it also elegantly hightlights your waistline…

Anyway, a departure from London-Heathrow wouldn’t also be complete without experiencing its traffic jam for take-off, haha. The departure runway this morning was runway 27R so we had to taxi for quite some distance there, and we encountered quite a traffic jam as we were nearing the runway. This doesn’t happen that often at Schiphol or Paris-CDG, and reminded me of Soekarno-Hatta International Airport in Jakarta! Haha 😛 .

Traffic jam at Heathrow

Long story short, we finally took off and began our short hop to Paris-CDG. As in flight AF1180, the service began immediately after take-off. A Boeing 787-9 was a much bigger plane than an Airbus A320 so I could imagine the flight attendants must be feeling some kind of time pressure for the service, and they did a really great job! Overall it was a very pleasant and smooth flight with Air France’s F-HRBC. At 12:07 local time, we landed at runway 26R of Paris-CDG Airport.

Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC at Paris-CDG

The plane parked at Terminal 2E Hall L. Then I cleared security and immigration to transfer to Terminal 2F to catch my last flight of this trip back to Amsterdam with KLM.

BAHASA INDONESIA

Aku pergi dalam sebuah Avgeek Weekend Trip akhir pekan kemarin yang mana seru banget karena melibatkan sebuah Boeing 787-9 Dreamlinernya Air France yang baru banget (bahkan umurnya belum ada satu bulan). Dan berikut ini cerita dari akhir pekan seruku ini.

Rute akhir pekan ini. Dibuat dengan: gcmap.com

Rute kali ini adalah Amsterdam – Paris-CDG – London-Heathrow pp. Dan sudah kuputuskan aku tidak akan membahas penerbangan pp Amsterdam – Paris-CDGku karena aku sudah sering banget terbang di rute ini, haha. Cuma akan kusebutkan bahwa aku terbang dengan pesawat Airbus A320-200 rego F-GKXLnya Air France dan Boeing 737-700 rego PH-BGWnya KLM di dua penerbangan ini.

Sebuah Airbus A320-200 F-GKXLnya Air France
Sebuah Boeing 737-700 PH-BGWnya KLM.

Paris – CDG, Terminal 2E Hall K

Setelah tiba di Paris, aku mengecek monitor penerbangan transit dan aku diberi-tahu bahwa penerbangan lanjutanku ke London akan berangkat dari Hall K di Terminal 2E. Aku mengikuti petunjuk jalan ke arah sana, yang mana berada di sisi lain dari Terminal 2nya Bandara Charles De Gaulle. Aku melewati imigrasi ketika transit ini, yang mana berlangsung mulus banget karena nggak ada penumpang lain selain aku sehingga nggak perlu antri, haha 😛 .

Di Hall K, aku langsung pergi ke lounge-nya Air France di sana. Aku baru sadar bahwa ini adalah kali pertama aku mampir di sebuah lounge non-Schengennya Air France di Bandara Paris-CDG loh! Haha 😛 . Lounge-nya sendiri amat luas, lebih luas dari dua lounge-nya di Terminal 2F, walaupun layanannya sih kurang lebih sama lah.

Salon Air France di Terminal 2E Hall K

Sekitar satu jam sebelum waktu keberangkatan, aku meninggalkan lounge-nya menuju ke gate. Walaupun aku sering terbang melewati Bandara Paris-CDG, ini baru lah kali kedua aku menggunakan Hall K-nya (kali pertama adalah ketika aku menaiki penerbangan Japan Airlines ke Tokyo-Narita 2,5 tahun lalu), jadi aku kurang begitu familier dengan hall ini. Disain interior hall ini indah dan kece banget sebenarnya, btw. Namun, jelas disainnya tidak ramah untuk avgeek karena sulit sekali untuk bisa mendapatkan foto pesawat yang diparkir di hall ini dengan oke! Haha 😛

Terminal 2E Hall K Bandara Charles De Gaulle Paris yang indah dan kece banget.

AF 1180 (CDG – LHR)


Penerbangan: Air France AF1180
Pesawat: Airbus A320-200 reg F-GKXJ dengan stiker Paris 2024
ATD: 19:24 CET (Runway 08L of CDG)
ATA: 19:14 BST (Runway 27R of LHR)

Anyway, penerbanganku ke London hari ini dioperasikan dengan Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXJ, yang ditempeli stiker Paris 2024. F-GKXJ sebenarnya diparkir di gate di sebelah lounge-nya Air France jadi aku tahu bahwa pesawat ini sudah diparkir di sana lumayan lama. Aku kira karena pentingnya rute London-Heathrow (London-Heathrow banyak dipandang sebagai satu dari bandara yang “premium”, dari segi tipe penumpang yang bepergian ke sana, di industri penerbangan), Air France tidak mau ambil risiko yang bisa menyebabkan penerbangan-penerbangan ke London-Heathrow terlambat; makanya pesawatnya diparkir lama di darat.

Sebuah Airbus A320-200 F-GKXJnya Air France dengan stiker Paris 2024

Singkat cerita, aku menaiki pesawatnya dan duduk di kursi 6A di barisan pertama ekonomi hari ini. Tak lama setelahnya, pesawat didorong mundur dan berangkat. Kami lepas landas dari landasan pacu 08L Bandara Paris-CDG dan kemudian berbelok ke arah barat laut menuju London. Karena durasi penerbangannya yang singkat, layanan snack langsung disajikan.

Yang namanya penerbangan ke London-Heathrow tak akan lengkap tanpa yang namanya berputar-putar dulu di atas London sebelum diberikan izin mendarat, haha. Sayangnya, langit London berawan malam ini sehingga aku tidak bisa melihat apa-apa. Anyway, jam 19:14 waktu setempat kami mendarat di landasan pacu 27R Bandara Heathrow.

Mendarat di landasan pacu 27R Bandara London-Heathrow

Kami harus taxiing cukup jauh dengan waktu lumayan lama (soalnya bandaranya ramai banget), dimana aku bisa melihat sebuah Boeing 777-300ERnya Garuda Indonesia sedang disiapkan untuk penerbangan non-stopnya ke Jakarta malam itu. Dan akhirnya, pesawat diparkir di Terminal 4 di sisi selatan bandaranya.

London-Heathrow

Pertama dan terakhir kalinya aku masuk ke UK melalui Heathrow sebelum hari ini adalah lebih dari empat tahun yang lalu, haha. Jadilah aku lupa mengenai kemungkinan ketidak-nyamanannya masuk ke London melalui bandara ini: antrian imigrasi yang gila panjangnya!! Antriannya panjang banget sampai aku langsung teringat terakhir kali aku menghadapi antrian imigrasi yang “separah” ini adalah ketika aku tiba di New York dari Mexico City hampir dua tahun yang lalu! Walaupun memang sih aku tidak menghabiskan 90 menit untuk mengantri kali ini (sekitar 45an lah), ini membuatku berpikir bahwa untuk perjalananku ke London yang selanjutnya, mendingan aku terbang ke Bandara London City aja deh! haha 😛

Rump steak untuk makan malam

Anyway, aku menginap semalam di hotel di dekat bandara hari ini, dimana aku juga makan rump steak untuk makan malam.

Keesokan paginya, aku check-out sebelum jam 7 pagi untuk mengejar penerbangan jam 9:45ku ke Paris. Aku sudah memiliki mobile boarding pass sehingga aku langsung menuju ke area sekuriti. Petugasnya melihat label “Sky Priority” di boarding pass-ku dan memberi-tahuku bahwa dengannya aku bisa masuk melalui jalur pemeriksaan VIP. Hore! Di jalur ini aku nggak perlu ngantri dan melewati pemeriksaan sekuriti total dalam waktu kurang dari dua menit saja, haha.

Pintu masuk SkyTeam Lounge di Heathrow

Begitu di area keberangkatan, aku langsung mencari SkyTeam Lounge di terminal ini. London-Heathrow bukanlah bandara SkyTeam tetapi pentingnya bandara ini membuat maskapai-maskapai SkyTeam memiliki banyak penerbangan melalui bandara ini. Jadilah SkyTeam memutuskan untuk berinvestasi dengan membuka sebuah lounge di Terminal 4 bandara ini, dimana kebanyakan penerbangan SkyTeam diberangkatkan (Anehnya, Garuda Indonesia beroperasi di Terminal 3 padahal Garuda kan anggota SkyTeam juga).

Pintu masuk lounge ini cukup kecil tetapi lounge-nya sendiri luas loh, dua lantai pula! Aku naik ke lantai atas karena petugasnya memberi-tahuku bahwa sarapan disajikan di sana. Pilihan sarapannya sendiri cukup oke dimana ada sarapan ala Inggris atau kontinental dengan model all you can eat. Disain lounge-nya sendiri juga keren banget dan nampak jauh lebih modern daripada Terminal 4nya Heathrow yang terasa “usang”, haha.

SkyTeam Lounge di Heathrow

AF 1681 (LHR-CDG)


Penerbangan: Air France AF1681
Pesawat: Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC
ATD: 10:22 BST (Runway 27R of LHR)
ATA: 12:07 BST (Runway 26L of CDG)

Aku merasa bersemangat banget ketika aku lihat di app Flightradar24-ku bahwa penerbanganku akan dioperasikan dengan F-HRBC, Boeing 787-9 Dreamlinernya Air France yang paling baru yang umurnya bahkan belum ada satu bulan! Sayangnya, penerbangan hari ini menggunakan Gate 2 yang mana merupakan gate di terminal ini yang menyebalkan sekali karena tidak mungkin bagiku untuk bisa memfoto pesawatnya dengan sudut yang baik! haha 😛

Singkat cerita, aku menaiki F-HRBC dan duduk di kursi 18K. Kali ini, aku duduk di kabin ekonomi reguler, tidak seperti penerbanganku sebelumnya dengan Dreamlinernya Air France dimana aku duduk di kabin premium economy. Sengaja aku memilih untuk tidak meng-“upgrade” kursiku dengan biaya yang sebenarnya tidak terlalu mahal karena aku ingin membandingkan dua kabinnya, haha.

Kabin ekonomi reguler Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBCnya Air France

Kabin ekonomi regulernya ternyata cukup nyaman dengan seat pitch kursi yang oke dan IFE terbarunya Air France (Air France Touch). Setelah semua penumpang naik pesawat, kami berangkat dan video peragaan keselamatan yang chic banget itu dimainkan di layar IFEnya.

Jangan lupa memasang sabuk pengaman karena, selain untuk memastikan keselamatan Anda, sabuknya juga meng-highlight lingkar pinggang Anda dengan elegan…

Anyway, yang namanya keberangkatan dari London-Heathrow tak akan komplit tanpa mengalami yang namanya kemacetan sebelum lepas landas, haha. Landasan pacu keberangkatan pagi ini adalah landasan 27R sehingga kami harus taxiing lumayan jauh ke sana, dan di dekat landasannya ada kemacetan untuk menunggu giliran lepas landas. Ini hampir tidak pernah terjadi di Schiphol atau Paris-CDG, dan mengingatkan akan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta! Haha 😛 .

Kemacetan di Heathrow

Singkat cerita, kami akhirnya lepas landas dan memulai penerbangan singkat ke Paris-CDG. Seperti di penerbangan AF1180, layanan snack-nya langsung disajikan setelah lepas landas. Boeing 787-9 berukuran lebih besar daripada Airbus A320 sehingga aku paham tentu pramugari/a-nya diburu-buru waktu ya untuk layanan ini, dan mereka meng-handle-nya dengan baik! Secara umum penerbangan ini adalah penerbangan yang nyaman dan mulus dengan F-HRBCnya Air France. Jam 12:07 waktu setempat, kami mendarat di landasan pacu 26R Bandara Paris-CDG.

Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBCnya Air France di Paris-CDG

Pesawat diparkir di Hall L Terminal 2E. Lalu, aku melewati pemeriksaan sekuriti dan imigrasi ketika transit ke Terminal 2F untuk mengehjar penerbanganku kembali ke Amsterdam dengan KLM.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1999 – A Weekend Story

ENGLISH

This weekend, as my Instagram followers (@azilko), I went on another AvGeek Weekend Trip. Yep, just literally a week after the previous one, haha 😆 . Anyway, the routing this time was quite interesting, in my opinion:

The routing this weekend. Created with: gcmap.com

Yep, I was flying Amsterdam – Paris-CDG – London-Heathrow vv 😛 .

You see, ever since introducing AvGeek Weekend Trip last year, I have been wanting to do one with flights to the UK. And my UK visa that I got this summer was basically a green light to make this come true. Of course I was looking for some interesting flights, if possible. Too bad, Singapore Airlines had terminated their Munich – Mancesther fifth-freedom route (It would have been ideal!). Luckily for me, there was still one very intriguing flight to take.

As part of their crew familiarization with their brand new Boeing 787-9 Dreamliner, Air France launched two short-haul routes with this type from Paris. I took one this August on their domestic Lyon – Paris-CDG flight. But this was actually their second familiarization flight that they just introduced in late May. The first one, which they introduced in early February 2017, was a short-haul Paris-CDG – London-Heathrow route. And so I was aiming to fly with this one flight, haha 😆 .

Taking this Air France’s Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBC as flight AF1681 from London-Heathrow to Paris-Charles De Gaulle.

Luckily, I found a good return ticket this summer so I quickly booked it. Just like the Lyon one, the flight left London-Heathrow in the morning so I had to spend a night in London, which I did. What even was more awesome was that I got F-HRBC, Air France’s newest Boeing 787-9 that wasn’t even one month old!

Another lucky point was that the four flights I took on this trip were all operated by airplanes I had never flown before, i.e. four flights and four new registrations for my logbook! Yeay!! So overall, unsurprisingly, this was such a pleasant weekend for me. Here are a few teasers from the trip:

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan ini, seperti yang sudah diketahui followers Instagramku (@azilko), aku pergi dalam sebuah AvGeek Weekend Trip lagi loh. Iya, cuma seminggu aja setelah yang sebelumnya, haha 😆 . Ngomong-ngomong, rute kali ini cukup menarik loh menurutku:

Rute kali ini. Dibuat dengan: gcmap.com

Iyaa, aku terbang Amsterdam – Paris-CDG – London-Heathrow pp 😛 .

Jadi begini, semenjak memperkenalkan AvGeek Weekend Trip tahun lalu, aku sudah ingin banget untuk pergi dalam setidaknya satu perjalanan tipe ini ke Inggris Raya (UK). Dan visa UK yang kudapatkan musim panas kemarin adalah lampu hijau untuk itu. Tentu saja, sedapat mungkin aku mencari rute yang menarik dong ya. Sayang banget nih Singapore Airlines sudah menutup rute kebebasan-kelima Munich – Mancesther-nya (Padahal rute itu bakalan sempurna banget!). Untungnya bagiku, masih ada satu penerbangan lain yang juga menarik.

Dalam upaya familiarisasi krunya terhadap tipe pesawat baru Boeing 787-9 Dreamliner, Air France meluncurkan dua rute jarak-dekat dengan pesawat tipe ini dari Paris. Aku terbang dengan salah satunya Agustus lalu di rute domestik Lyon – Paris-CDG. Tetapi rute itu sebenarnya adalah rute familiarisasi kedua yang baru mereka perkenalkan akhir Mei lalu. Yang pertama, yang mulai diluncurkan Februari 2017, adalah rute jarak dekat Paris-CDG – London-Heathrow. Dan jadilah aku berusaha mencari tiket yang mencakup penerbangan ini, haha 😆 .

Menaiki Boeing 787-9 Dreamliner F-HRBCnya Air France ini dari London-Heathrow ke Paris-Charles De Gaulle.

Untungnya, aku menemukan tiket pp musim panas kemarin yang oke dan jadilah langsung aku beli. Seperti Lyon, penerbangannya berangkat dari London-Heathrow di pagi hari sehingga aku harus menginap semalam di London, yang mana memang kulakukan. Yang keren banget adalah aku mendapatkan F-HRBC dong untuk penerbangan ini, yang mana merupakan Boeing 787-9nya Air France yang paling baru yang umurnya bahkan belum ada satu bulan! Masih bau pabrik gitu lah, haha 😛 .

Satu poin keberuntunganku lainnya adalah empat penerbangan yang kunaiki di perjalanan ini semuanya dioperasikan dengan pesawat yang belum pernah kuterbangi sebelumnya loh. Dengan kata lain, empat penerbangan dan empat registrasi baru untuk logbook-ku! Hore!! Jadi secara keseluruhan, tak mengherankan, akhir pekan ini adalah akhir pekan yang seru banget untukku. Di atas aku unggah beberapa teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1997 – A Weekend in Cardiff

ENGLISH

Not too long ago I went on a weekend trip to Cardiff, a trip which “completed” my travel goal list of visiting all four countries in the United Kingdom, haha. And here is the story of that trip.

Cardiff selfie

Getting to/from Cardiff

I was flying direct to Cardiff Airport this time in both ways, partly due to non-stop flights being the only option with SkyTeam to get to Cardiff from Amsterdam, haha. The flights themselves were typical pleasant short-haul flights with KLM so there was not much to share here. The airplanes, however, were quite special.

The two flights I took were operated by two very “contrasting” airplane types: a Fokker 70 on the departure flight and an Embraer 175 on the returning flight. KLM Cityhopper is actually retiring all of its remaining Fokker 70s by the end of this month, including the 21.5 years old PH-KZB which took me to Cardiff, and is replacing them all with the much newer Embraer 175s, including the 4 months young PH-EXN which brought me back to Amsterdam!

A KLM Cityhopper’s 21.5 years old Fokker 70 reg PH-KZB at Cardiff
A KLM Cityhopper’s 4 months young Embraer 175 reg PH-EXN

Awesome, isn’t it? Even though, for sure I will miss those beautiful Fokker 70s even though the newer KLM’s Embraer 175s are super cool as well especially that they are equipped with the new winglets as well! Anyway, here is the landing video at runway 30 of Cardiff Airport with PH-KZB:

Oh how I will miss this beautiful view with the rear engine like this!!

Cardiff

One thing I noticed in Cardiff, the capital of Wales, was how proud the city was for being Welsh. Almost every signs were written in two languages (English and Welsh); and in this trip I learned that “Wales” was actually the “English” name of the country, which in Welsh was “Cymru”. To some degree this was probably similar to “Borneo” and “Kalimantan”, or “Celebes” and “Sulawesi”, haha. And they were particularly proud of their national symbol, which looked like this:

The Welsh Red Dragon

Well, certainly I understood them! Haha 😆

It was obvious that Cardiff was (or is) an industrial city; making it probably not the prettiest city ever. However, it was also obvious that the city had put efforts to make it look “nicer”, with the installement of a lot of art works (sculptures) here and there.

An art installment in Cardiff.

To me, there were two “parts” of Cardiff: the city centre and the Cardiff bay. I spent my entire first day in the city centre, where there were a lot of shops and a modern mall and was basically where the “pulse” of the city, I felt, ran. This was also the part of the city with more “historical” sites, like the Cardiff Castle. I found the entrance fee a bit too expensive so I did not feel like going in. Instead, I just went to the garden next to it and took some photos of the castle from there, haha 😛 .

Cardiff Castle

I visited the Cardiff bay on my second day, which felt more “modern” to me. Again, there were also quite many art installments in this part of the city. There was a sporting event going on in Cardiff bay while I was there, called the “Survival of the Fittest”. In short it was basically like a race with a lot of physical, but (looked) fun, challenges along the way. The concept was, in a way, similar to the famous tv-show Ninja Warriors.

One obstacle at the “Survival of the Fittest”

Cardiff was definitely a “lively” city, btw. On Saturday evening, it was extremely difficult for me to get a seat at a restaurant! At one restaurant, the waitress informed me that I would have to wait for three hours (!) before I could get a seat. Of course I bailed! Haha. That evening, eventually I settled at a Japanese restaurant having a chicken ramen. Well, it had been awhile since the last time I had ramen anyway so it was okay, haha 😛 .

A tasty buttermilk chicken

Speaking of food, I am afraid I didn’t really go on a culinary adventure there. Aside from the ramen, I had lunch at a Jamie’s Italian (As this was a choice which would never be wrong to me! Haha) and at The Dock, a restaurant in Cardiff Bay. I ordered a tasty buttermilk chicken with sweet potato chips and a dipping sauce. It was good!

So all in all, yeah, I enjoyed my time in Cardiff. It was definitely a nice way to “taste” what Wales was like. Though, for the next time, I would like to see more of what Wales could offer!

BAHASA INDONESIA

Belum lama lalu aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan ke Cardiff, sebuah perjalanan yang akhirnya “melengkapi” daftar travel goal-ku untuk pergi ke semua empat negara di Inggris Raya (United Kingdom). Dan berikut ini cerita dari perjalanannya.

Cardiff selfie

Pergi ke/kembali dari Cardiff

Aku menaiki penerbangan langsung ke Bandara Cardiff di kedua arah, setengahnya karena penerbangan non-stop adalah satu-satunya pilihan dengan SkyTeam untuk pergi ke sana dari Amsterdam, haha. Penerbangannya sendiri adalah dua penerbangan standar dengan KLM sehingga tidak banyak yang bisa kuceritakan sekarang. Pesawatnya, tapinya, cukup spesial untuk diceritakan.

Dua penerbangan yang kunaiki ini dioperasikan oleh dua tipe pesawat yang sangat “kontras” satu sama lain: Fokker 70 di penerbangan keberangkatan dan Embraer 175 di penerbangan kepulangan. Jadi ceritanya KLM Cityhopper akan memensiunkan semua pesawat Fokker 70nya di akhir bulan ini, termasuk PH-KZB yang sudah berumur 21,6 tahun yang membawaku ke Cardiff, dan menggantinya dengan pesawat generasi baru Embraer 175, termasuk dengan PH-EXN yang baru berumur 4 bulan yang membawaku pulang ke Amsterdam!

Sebuah Fokker 70-nya KLM Cityhopper yang berumur 21,5 tahun, PH-KZB
Sebuah Embraer 175-nya KLM Cityhopper yang berumur 4 bulan, PH-EXN

Keren kaaan? Walaupun iya sih aku jelas akan kangen dengan Fokker 70 yang kece itu walaupun Embraer 175nya KLM juga keren sih terutama karena dilengkapi dengan winglet generasi terbarunya! Ngomong-ngomong, berikut ini video pendaratannya di landasan pacu 30 Bandara Cardiff dengan PH-KZB:

Ah, aku jelas akan kangen dengan view yang melibatkan mesin belakang seperti ini!!

Cardiff

Satu hal yang aku perhatikan dari Cardiff, ibukotanya Wales, adalah kebanggaannya akan Wales. Hampir semua penanda dituliskan dalam dua bahasa (bahasa Inggris dan bahasa Wales); dan di perjalanan ini aku baru tahu dong bahwa “Wales” itu adalah nama “bahasa Inggris”-nya negara ini, yang mana dalam bahasa Wales disebut “Cymru”. Menurutku ini mirip dengan istilah “Borneo” dan “Kalimantan”, juga “Celebes” dan “Sulawesi”, haha. Dan mereka juga nampak bangga banget dengan simbol negaranya, yang mana berpenampakan kayak gini:

Naga Merahnya Wales

Yah, nggak mengherankan lah ya! Haha 😆

Nampak jelas bahwa Cardiff (dulunya) adalah kota industri; sehingga memang kotanya bukanlah kota yang paling indah gitu deh. Namun, nampak jelas pula bahwa kotanya telah berusaha untuk “mempercantik diri”, dengan memasang banyak karya-karya seni (patung-patung atau monumen gitu) dimana-mana.

Sebuah patung karya seni di Cardiff.

Untukku, ada dua “bagian” dari Cardiff: pusat kota dan Cardiff Bay. Aku menghabiskan hari pertamaku di pusat kota, dimana banyak terdapat pertokoan dan mall modern juga dan pada dasarnya merupakan tempat “denyut nadi” kota ini. Bagian ini juga lah bagian bersejarah dari kotanya, dimana, misalnya, Kastil Cardiff berlokasi. Aku merasa harga tiket masuknya agak terlalu mahal sehingga aku malas masuk waktu itu. Jadilah aku jalan-jalan di taman di sebelahnya dan foto-foto dari sana aja, haha 😛 .

Kastil Cardiff

Aku mengunjungi Cardiff Bay di hari keduaku, yang mana terasa lebih “modern” untukku. Lagi, ada banyak karya seni di sana. Waktu itu sedang ada acara olahraga yang belangsung, bernama “Survival of the Fittest”. Secara singkat ini adalah semacam perlombaan dengan rintangan-rintangan yang nampak physical gitu, tetapi (nampak) seru. Konsepnya, secara umum, mungkin mirip dengan acara tv Ninja Warriors yang terkenal itu.

Satu rintangan di “Survival of the Fittest”

Cardiff jelas adalah kota yang “hidup”, btw. Di hari Sabtu malam, susah banget untukku mendapatkan kursi kosong di restoran! Di satu restoran, pelayannya memberi-tahuku bahwa restorannya sudah penuh dan aku harus menunggu tiga jam (!) sampai ada kursi kosong. Ih ya jelas aku batal mampir lah ya, haha. Malam itu, akhirnya aku makan di sebuah restoran Jepang dan memesan ramen ayam. Yah, sudah lumayan lama juga sih semenjak aku makan ramen jadi oke lah, haha 😛 .

Seporsi buttermilk chicken yang enak.

Ngomongin makanannya, sayangnya aku tidak terlalu banyak berwisata-kuliner di sana. Selain ramen itu, aku makan siang di Jamie’s Italian (Pilihan ini nggak akan pernah salah untukku soalnya! Haha) dan The Dock, sebuah restoran di Cardiff Bay. Aku memesan ayam buttermilk dengan ubi (sweet potato) goreng dan saus. Enak!

Jadi secara keseluruhan, ya, aku menikmati waktuku di Cardiff. Perjalanan ini adalah perjalanan yang oke untuk “mencicipi” Wales. Untuk kali berikutnya, aku penasaran untuk melihat bagian lain dari Wales!