#1736 – A Painting Exhibition in Riga

ENGLISH

Posts on the 2016 Baltic Spring Trip series:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic
3. Part III: Riga
4. Part IV: Helsinki
5. Part V: Tallinn
6. Part VI: Tallink and Finnair

***

I am not a big artsy person even though occassionally I do enjoy being pretentious and checking out some art exhibitions, especially when I am travelling. But I will never claim myself to be an expert on art, like, ever.

While I was in Riga during my 2016 Baltic Spring Trip (see Part III above), I went to the St. Peter’s Church to go to the top of the tower from where I got good birds’ eyes view of the Latvian capital. It happened that at that time in the main hall of the church, there was a small painting exhibition. As I was already there and I had some time to kill anyway, I decided to check the exhibition out as well.

I fully understand that in many ways, art is a very subjective matter. And here is my (very) subjective opinion of a couple of paintings that I saw in the exhibition.

I was fascinated by one painting. This one, btw:

Autumn by Andzela Lesite

Autumn by Andzela Lesite

To me the painting looked like a real macro photograph, except that it was not as it was a real painting by Andzela Lesite. The colors, the strokes, and everything else about the painting were perfect in my opinion. In two words, I was “super impressed”.

Then after I enjoyed the painting enough, I moved to literally the next painting on display. It was this one:

...

which, ehhhmmmm, in my extremely subjective opinion, looked awful, especially the painting being displayed next to the first painting. I mean … 😅😅😅.

Okay, I understand that maybe I just “don’t get it” 🙂 . But still…

The two paintings being displayed next to each other

The two paintings being displayed next to each other

😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅

So what do you think?

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2016 Baltic Spring Trip:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic
3. Part III: Riga
4. Part IV: Helsinki
5. Part V: Tallinn
6. Part VI: Tallink and Finnair

***

Aku bukanlah seseorang yang artsy walaupun memang kadang-kadang aku menikmati sok-sokan berkelas mengerti melihat-lihat pameran seni gitu sih, terutama ketika sedang jalan-jalan. Tetapi aku tidak pernah mengklaim diriku sebagai ahli seni, tidak akan pernah deh.

Ketika berada di Riga di perjalanan musim semi 2016ku ke Baltik (lihat Bagian III di atas), aku pergi ke Gereja Santo Petrus untuk naik ke puncak menaranya dimana aku disajikan pemandangan ibukota Latvia ini dari ketinggian. Nah, kebetulan pula waktu itu di ruangan utama gerejanya sedang berlangsung sebuah pameran lukisan. Karena toh aku sudah disana dan memang ada waktu, aku memutuskan untuk sekalian melihat-lihat pamerannya.

Aku paham banget bahwa yang namanya seni itu adalah sesuatu yang subyektif banget. Dan berikut ini opini (sangat amat) subyektifku mengenai dua lukisan yang aku lihat di pameran ini.

Jadi ceritanya aku terkagum-kagum sekali dengan sebuah lukisan di sana. Lukisan yang ini nih, btw:

Autumn by Andzela Lesite

Autumn karya Andzela Lesite

Untukku, lukisan ini nampak seperti hasil foto makro, kecuali bahwa ini bukanlah hasil foto makro karena ini adalah sebuah lukisan beneran karya Andzela Lesite. Permainan warna, garis-garisnya, dan semua dari lukisan ini keren banget lah menurutku. Dalam dua kata, aku “sangat terkesan” terhadap lukisan ini.

Nah, setelah selesai menikmati lukisan di atas ini, aku mengecek lukisan di sebelahnya; yang mana berpenampakan seperti ini:

...

Ehmmmm, menurut pendapatku yang sangat amat subyektif, ini lukisannya kok jelek banget ya, hahaha 😆 . Apalagi lukisan ini dipajang tepat di sebelah lukisan yang pertama di atas jadi kan … ya gitu deh 😅😅😅.

Oke, memang sih mungkin akunya saja yang memang “tidak memahami” lukisannya 🙂 . Ah, tapi kan…

The two paintings being displayed next to each other

Dua lukisan ini dipajang bersebelahan

😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅

Bagaimana menurut kalian?

#1716 – Choosing the Right Songs for Cardio

ENGLISH

Lately I have noticed something even more while I was doing cardio in the gym (well, before I already did but never really thought about it 😛 ).

So, to be honest my least favorite activity in the gym is the cardio, haha 😆 . But I know it is an important part of my workout regime so I always do it everytime I go there. And to keep myself pumped up for it, I listen to the music with my mp3 player while doing so.

And here I notice something: the choice of your songs matters a lot. Haha 😆 .

Not surprising, right? But I do think it is true though. Upbeat and full of spirit songs somehow give me extra boost of energy which I don’t know where it comes from 😛 . But it does. For instance, at the end of November I decided to put a few Digimon Adventure related songs (because I just watched Digimon Adventure Tri at that time 😛 ). I was already feeling so tired at one point while I was on the elliptical trainer; but then my mp3 player played Ayumi Miyazaki’s “Brave Heart”. And then I got pumped up again for the 4 minutes-ish duration of the song! Haha 😛 . It certainly wasn’t bad for a cardio training, at least for me 😛 .

On the other hand, slow and lazy songs do kill the cardio spirit, IMO. So I try to avoid them while doing cardio.

So, what are your favorite gym songs? Please share them with me!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Belakangan ini aku semakin menyadari sesuatu ketika sedang berlatih cardio di gym (sebelumnya sudah sadar juga sih cuma nggak terlalu aku gubris saja 😛 ).

Jadi, sejujurnya, aktivitas yang paling kurang aku suka ketika di gym adalah latihan cardio, haha 😆 . Tetapi aku tahu ini adalah bagian yang penting dari regim latihanku sehingga aku tetap selalu melakukannya ketika disana. Dan untuk membantu menyemangati diriku sendiri, aku mendenarkan musik dengan mp3 player-ku ketika latihan.

Dan disinilah aku menyadari sesuatu: pilihan lagu itu penting banget loh. Haha 😆 .

Nggak mengherankan ya? Tetapi aku kira ini benar sekali lho. Lagu-lagu yang upbeat dan penuh semangat juga memberikanku tambahan tenaga ekstra untuk berlatih yang entah darimana sih datangnya 😛 . Eh, tetapi bener lho. Misalnya saja, akhir November aku memutuskan untuk memasukkan beberapa lagu-lagunya Digimon Adventure (kan waktu itu aku baru aja nonton Digimon Adventure Tri 😛 ). Aku sudah merasa lelah banget suatu ketika sedang berlatih di mesin elliptical trainer; tetapi kemudian mp3 player-ku memainkan lagu “Brave Heart”-nya Ayumi Miyazaki. Dan jadilah aku merasa bertenaga lagi selama durasi 4 menit lagunya itu! Haha 😛 . Jelas ini lumayan lah ya untuk latihan cardio, setidaknya untukku sih 😛 .

Di sisi lain, lagu-lagu yang slow dan malas juga membunuh semangat cardio sih menurutku. Oleh karenanya aku menghindarinya ketika sedang latihan cardio.

Jadi, pada suka lagu-lagu apa nih ketika nge-gym?doong!!)

#1681 – “Friends” Is Back!!

ENGLISH

… sort of.

While browsing the internet last week, I came accross a topic which caught my attention big time: Friends reunion is happening!!

Okay, okay, CHILL people! Before you dance out of happiness like Chandler like this:

I am telling you now: it is probably not the kind of “reunion” you expect.

If you read most of those articles closer, you would know that by a “reunion”, they meant there is a plan to bring all the six main casts together in one room as a tribute to a senior TV producer, James Burrows. You see, the “reunion” will not even be about Friends.

Yeah, so there will be no new episodes nor shows of Friends. We will still not know how Ross, Rachel, Chandler, Monica, Phoebe, and Joey are doing now. Marta Kauffmann still stands by her ground of not producing a reunion show of Friends.

***

To me, this highlights the importance of actually reading the body of an article to not get misled by a tantalizing headline with the “right” buzzwords.

You see, if you just read a misleading headline, get excited, and spread the news (before actually understanding what the message/article is about), in a way you participate in the act of misleading the general public.

This post is a note to myself too, though.

When I clicked the “Add New Post” button in my blog dashboard a few minutes ago, I was under the spontaneous plan and spirit rush of writing a post about this “Reunion” episode of Friends, to help spread the news (hence the above headline; and I deliberately still decide to keep it as it is 😉 ).

But then, “luckily” I started to look for credible sources to confirm that this was, indeed, true. Strangely, I found nothing in Wikipedia (okay, Wikipedia is NOT a credible source (obviously) but usually we can start from there to look for one). As a result, I started actually reading those articles with those bombastic headlines more carefully. It turned out that some did clarify what was going on (mostly the better sites), while some did not (mostly the questionable sites).

***

The media is smart nowadays. Well, they have always been, of course, and they adapt with their current market. They put fancy headlines with the right keywords to attract people’s attention (hence, traffic) while the content may actually not what those headlines “imply”.

And in my opinion, as a “consumer”, it is important for us to not get carried away just by reading the headline of an article. We need to actually read (and be critical) of its content 🙂 . This becomes exponentially more important when we “share” the said article to our circle of network (via social media, mostly) because when we do, in my view, we have taken responsibility of the article. Therefore, if our acquintance (or whoever) feels misled by reading the article, it is a complete “irresponsible” act to just waive hands and say “Well I didn’t write the article as I just shared it”.

We cannot do that.

Be critical. Be responsible.

BAHASA INDONESIA

… kurang lebih.

Ketika browsing-browsing internet minggu lalu, aku melihat sebuah topik yang menarik perhatianku dengan amat sangat: Reuni Friends akan dibuat tahun ini loh!!

Oke, oke, TENANG DULU saudara dan saudari sekalian! Sebelum pada menari seperti Chandler saking senangnya kayak gini:

aku bilang dulu: yang dimaksud dengan reuni mungkin bukanlah “reuni” seperti yang kalian sangka.

Jika semua artikel itu dibaca dengan cermat, dengan “reuni”, yang mereka maksud adalah mempertemukan enam pemeran utamanya di dalam satu ruangan sebagai penghormatan terhadap salah satu produser acara TV senior, James Burrows. Nah kan, bahkan “reuninya” sendiri bukanlah tentang Friends.

Ya, jadi tidak akan ada episode atau acara baru tentang Friends. Kita masih tidak akan tahu bagaimana kehidupannya Ross, Rachel, Chandler, Monica, Phoebe, dan Joey sekarang. Marta Kauffmann masih bertahan pada pendapatnya untuk tidak memproduksi Friends versi reuni.

***

Untukku, ini menunjukkan betapa pentingnya membaca tubuh sebuah artikel agar kita tidak disesatkan oleh judul yang wah dengan buzzwords yang “tepat”.

Nah kan, jika kita hanya membaca judul sebuah artikel yang menyesatkan, excited karenanya, dan langsung menyebarkannya (sebelum memahami betul apa pesan dari artikel itu), di satu sisi kita turut berpartisipasi dalam menyesatkan khayalak umum.

Posting ini jugalah sebuah catatan penting untuk diriku sendiri sih.

Ketika aku mengeklik tombol “Add New Post” di dashboard blog ini beberapa menit yang lalu, saat itu aku sedang dalam pengaruh semangat spontan menulis sebuah posting tentang episode “Reuni”-nya Friends, bagi-bagi informasi gitu (makanya judul posting ini seperti di atas; dan sengaja aku memutuskan untuk tetap menggunakannya 😉 ).

Tetapi “untungnya”, aku mulai mencari sumber-sumber terpercaya untuk memastikan bahwa “berita” ini benar. Anehnya, aku tidak menemukan apa-apa di Wikipedia (oke, memang sih Wikipedia BUKAN sumber terpercaya (jelas lah) tetapi biasanya kita bisa mulai riset mencari sumber terpercaya tersebut dari sana). Sebagai akibatnya, aku mulai membaca lebih teliti artikel-artikel dengan judul bombastis tersebut. Sebagian memang mengklarifikasi apa yang mereka maksud (kebanyakan website yang memang kredibel) dan sebagian tidak lho (kebanyakan website ecek-ecek).

***

Media memang pintar sekali akhir-akhir ini. Eh, mereka mah sudah selalu pintar sih dari zaman dulu juga sih, dan mereka menyesuaikan diri juga dengan pasar masa kini. Mereka menggunakan judul yang keren untuk menarik perhatian orang (yang mana berarti traffic) padahal isinya belum tentu seperti apa yang “diimplikasikan” oleh judulnya.

Dan menurut pendapatku, sebagai “konsumen”, penting bagi kita untuk tidak terlahap begitu saja oleh judul dari sebuah artikel. Kita harus benar-benar membaca (dan kritis akan) isinya 🙂 . Ini menjadi amat jauh lebih penting lagi apabila kita memutuskan untuk “membagikan” artikel tersebut ke lingkaran network kita (biasanya sih via social media ya zaman sekarang mah) karena ketika kita melakukannya, di mataku, kita telah mengambil pertanggung-jawaban akan artikel tersebut. Oleh karenanya, jika kenalan kita (atau siapa pun) merasa disesatkan dengan membaca artikel yang kita bagikan itu, adalah sebuah tindakan yang amat “tidak bertanggung-jawab” jika kita hanya angkat tangan dan berlindung di balik “Ah, saya kan bukan penulis artikel itu dan saya cuma membagikannya aja”.

Oh, nggak bisa begitu ya.

Kita harus kritis. Kita juga harus bertanggung-jawab.

#1529 – An Art Exhibition

ENGLISH

I am no art expert, that is for sure. So obviously this means that I haven’t gone to many art exhibitions. Hell, I haven’t even been to a few , not saying ‘many‘, haha 😆 . I remember going to one in Salzburg when I was travelling to Austria for my summer trip in 2011. And I remember being confused inside the gallery, haha 😆 .

During my visit to the final of the ABN Amro World Tennis Tournament last February, I also paid a quick visit to an art gallery. How so? Well, in the arena of the tournament, there was a small booth which exhibited a few art works. And because obviously there were times where no match was going on, I walked around the arena. And at one point I decided to stop by and take a look, haha.

It was a very small booth, which accommodated just around six to seven pieces of work. Oh, and they were on sale btw. And to me, these ones were more understandable in the sense that I could understand why some people might be interested in purchasing them to decorate his/her own place/whatever. But still, I found the price to be quite stupefying. I mean, like this one:

An artwork

An artwork

cost €11,250!! 😯

Wow, haha 😆

An upside down selfie on one of the artwork

An upside down selfie on one of the artwork

BAHASA INDONESIA

Aku bukanlah seorang ahli seni, jelas lah ini. Jadi tentu saja ini berarti bahwa aku tidak banyak pergi ke pameran-pameran seni gitu deh. Yaa, sebenarnya sih sedikit aja belum pernah, jadi jangankan ‘banyak’ ya, haha 😆 . Aku ingat aku I mengunjungi satu di Salzburg ketika aku jalan-jalan ke Austria untuk liburan musim panas di tahun 2011. Dan aku ingat waktu itu aku merasa bingung dan heran gitu di dalam galerinya, haha 😆 .

Di kunjugnanku ke finalnya ABN Amro World Tennis Tournament bulan Februari lalu, aku juga mampir sebentar di sebuah galeri seni kecil. Lho, kok bisa? Yaa, jadi ceritanya di arena turnamennya itu ada sebuah booth kecil dimana disana dipajang beberapa seni hasil pekerjaan beberapa artis gitu. Dan jelas karena ada waktu dimana tidak ada pertandingan yang dimainkan, aku memanfaatkan waktu ini untuk jalan-jalan. Dan di satu waktu mampirlah aku disana dan melihat-lihat aja, haha.

Booth-nya sendiri berukuran amat kecil sih, hanya menampung sekitar enam sampai tujuh karya seni aja deh kalau nggak salah. Oh, dan karya seni tersebut juga dijual loh. Dan untukku, yang ini masih lebih mudah dipahami. Dalam artian aku mengerti mengapa beberapa orang tertarik untuk membelinya mungkin untuk menghias rumahnya atau apa lah gitu. Tapi tetap aja, aku masih merasa harganya itu kok mengagetkan sekali. Maksudku, misalnya untuk yang ini nih:

An artwork

Sebuah karya seni

harganya €11.250 loh. Alias sekitar Rp 160 juta!! 😯

Wow, haha 😆

#1232 – Exciting Days

ENGLISH

I have been feeling quite excited lately, somehow. Why? Well, I think there are a few reasons for that.

Friday, Payment Day

So yesterday was a payment day for me. Okay, it was not supposed to be a really big deal, but this particular payment day was a little bit more of a bigger deal than any other normal payment days. First of all, the May payment day is more special because one of the two annual bonuses is paid along with the May salary. So there is a regulation here that there are two bonuses per year: the “year-end bonus”, which is paid in December, and the “holiday pay”, which is paid in May. The amount is quite nice though, but the tax imposed to the bonuses is larger than to the normal salary 😥 . Nevertheless, overall it is still nice to have two bonuses per year 😀 .

Anyway, but still, I felt this particular payment day was more exciting than just because of the holiday bonus. You know, I have had several work-related expenses that I must pay myself (read: with my own money) in advance; like the UK visa application process, conference fee, a new bike, etc. Plus, I also have had expenses on my own, you know, for vacation and other stuffs. Yeah, all the work-related expenses will be reimbursed by the university, but until now I still haven’t got the reimbursement yet (it is actually part of the process though, that I have to wait until a certain time before the reimbursement is paid). So receiving a salary with a bonus is quite a nice thing to have for now, hahaha 😆 .

Roland Garros

Anyway, and of course another reason I am feeling excited these days is because of Roland Garros, the second grandslam tournament of the year, is going to start tomorrow (Sunday)! Yay!! 🙂 This further means that next week I am also going to Paris to watch this tournament! Double yay!!

It is quite sad though that Andy Murray has withdrawn from the men’s side. So I guess the men’s side will be a little bit more boring for me this year. But thinking of the bigger picture, I think it does not really matter because clay is never Murray’s best surface anyway. So it is better for him to heal his injury and be ready for Wimbledon, where he reached the final last year.

Overall Exciting

And I don’t know, lately I have been feeling exciting overall. I am not sure if it is the synergy of the aforementioned reasons that omits exponentially larger excitement level in me or if it is another factor. I don’t know. But whatever, hahaha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Akhir-akhir ini aku merasa bersemangat deh. Mengapa? Ya, rasanya ada beberapa alasan untuk itu.

Jumat, gajian

Jadi, kemarin adalah hari gajian bagiku. Oke, memang sih seharusnya hari seperti ini kan biasa aja ya, tapi hari gajian yang satu ini agak lebih bermakna bagiku daripada hari-hari gajian biasa lainnya. Pertama-tama, hari gajian di bulan Mei itu lebih spesial karena satu dari dua bonus tahunan itu dibayarkan bersamaan dengan gaji bulan Mei. Jadi disini ada aturan gitu dimana yang namanya bonus itu dibagikan dua kali per tahun: “bonus akhir tahun”, yang sesuai namanya jadi dibagikan bulan Desember, dan “bonus liburan”, yang dibagikan di bulan Mei. Jumlahnya lumayan juga lho, tapi besarnya pajak yang dikenakan ke bonus ini jauh lebih besar daripada yang dikenakan ke gaji biasa sih 😥 . Tapi bagaimanapun juga, secara keseluruhan masih tetap mengasyikkan lah ya mendapat dua bonus per tahun 😀 .

Anyway, tapi tetap saja, aku merasa hari gajian yang satu ini agak lebih mengasyikkan bukan hanya karena bonus liburannya. Tahu lah, akhir-akhir ini ada beberapa pengeluaran yang berkenaan dengan urusan kerjaan yang harus aku talangin dulu (baca: aku bayar dengan uangku dulu); seperti proses aplikasi visa UK, biaya konferensi, sepeda baru, dll. Plus, kan aku juga ada pengeluaran pribadi tentunya ya, kayak buat merencanakan acara jalan-jalan, dan lain-lain. Ya, memang sih pengeluaran yang berkenaan dengan urusan kerjaan nantinya juga akan diganti universitas, tapi sampai sekarang dananya masih belum cair nih (yang mana ini sebenarnya adalah bagian dari prosesnya sih, dimana aku harus menunggu sampai waktu yang ditentukan sebelum dananya cair). Jadi, menerima gaji beserta bonus adalah hal yang cukup menyenangkan untuk saat ini, hahaha 😆 .

Roland Garros

Anyway, dan tentu saja alasan lain aku merasa bersemangat akhir-akhir ini adalah karena Roland Garros, turnamen grandslam kedua tahun ini, akan dimulai besok (hari Minggu)! Yay!! 🙂 Dan ini juga berarti bahwa minggu depan aku akan pergi ke Paris untuk menonton turnamen ini! Double yay!!

Btw, agak sedih sih Andy Murray harus mundur dari sisi putra. Jadi sepertinya sisi putra akan menjadi agak membosankan deh bagiku tahun ini. Tapi melihat hal yang penting secara keseluruhan (“the bigger picture” maksudnya, ada yang tahu padanan istilahnya dalam bahasa Indonesia?? 😛 ), aku rasa ini bukanlah merupakan suatu masalah karena toh tanah liat bukanlah permukaan terbaiknya Murray. Jadi memang lebih baik dia beristirahat untuk menyembuhkan cederanya itu sehingga bisa siap untuk Wimbledon, dimana ia mencapai babak final tahun lalu.

Secara Keseluruhan Bersemangat

Dan nggak tahu sih, akhir-akhir aku memang merasa bersemangat aja secara keseluruhan. Nggak tahu deh apakah karena sinergi alasan yang aku tulis di atas itu menyebabkan level kebersemangatan yang jauh lebih besar secara eksponensial atau karena ada faktor lain. Nggak tahu dah. Whatever lah ya, hahaha 😆 .

#1230 – Long Weekend Story

ENGLISH

As I said before, last weekend was another long weekend here in the Netherlands. But unlike the previous weekends where the weather was nice enough to go outside, the following photo pretty much sums up how it was last weekend:

Gloomy day in Delft

Gloomy day in Delft

Yeah, it was so gloomy and cloudy all weekend long, hahaha 😆 . Well, Sunday was a bit better though as I had a chance to practice a bit of my (tennis) serve for about 45 minutes. Speaking of which, it had been awhile since the last time I had a more dedicated “session” to practice my serve. So it was quite nice, hahaha 😆 *as if I were a pro, lol* .

The Amazing Race 5

Because of the gloomy weather so I basically could not leave my apartment and just stayed there the whole time. And because I already finished most of the works I needed to do at that point, so that there was no need to “catch up” on anything 😀 . Besides, I don’t really like working at home anyway because at home I can’t be as efficient as I would like to be.

Anyway, so to spend the time I had during the weekend, I decided to do a marathon of The Amazing Race season 5. Yes, it is one of the older season of the Amazing Race that was aired like nine years ago in the US, huahaha 😆 . One reason why I chose this season over other seasons was simply because one of my all-time favorite teams on The Amazing Race, Charla and Mirna, originally raced in this season (they would later be called back to compete in the All-Stars Edition (season 11)).

IMO, season 5 is one of the nicest seasons of all. The contestants were overall very interesting, the drama and conflict was obviously there, and the destination was really good as well. And I think many destinations and tasks of this season became the inspiration for The Amazing Race Asia, as I noticed a lot of similarities, hahaha 😆 . And in the end I watched all 13 episodes in one weekend 😀 .

Watching this season of the show, which was made nine years ago, made me realize how the show has evolved and learned from itself how to make the twists much more interesting. First of all, now it is filmed in HD so the resolution is much better. Secondly, in season 5, the Yield twist was introduced for the first time and it was available at each leg of the race (but obviously most of them was not used). Now, the U-Turn twist (pretty much an equivalent of a Yield) is much more awesome and is only present in two legs of the race. And so on.

So it was definitely very interesting! 🙂

BAHASA INDONESIA

Seperti yang aku bilang sebelumnya, akhir pekan yang lalu adalah long weekend lagi di Belanda. Tapi tidak seperti beberapa akhir pekan sebelumnya dimana cuacanya enak untuk dibuat pergi keluar, foto berikut ini cukup mewakili suasana akhir pekan yang lalu ini:

Gloomy day in Delft

Gloomy day in Delft

Ya, cuacanya muram banget dan berawan gelap sepanjang akhir pekan, hahaha 😆 . Ya, hari Minggunya agak mendingan sih soalnya aku ada sedikit kesempatan untuk latihan serving (tenis) selama sekitar 45 menit. Ngomong-ngomong, udah lumayan lama juga loh semenjak terakhir kali aku memiliki “sesi” khusus untuk berlatih serving-ku. Jadi agak menyenangkan juga, hahaha 😆 *berlagak kayak pemain pro aja, lol* .

The Amazing Race 5

Karena cuaca yang muram banget itu, pada dasarnya aku nggak bisa meninggalkan apartemen deh dan di rumah aja sepanjang waktu. Dan karena aku sudah menyelesaikan hampir semua pekerjaan yang harus sudah aku selesaikan sampai waktu itu, nggak ada perlunya bagiku untuk “nyicil” kerjaan 😀 . Di samping itu, aku juga nggak terlalu suka bekerja dari rumah sih karena di rumah aku tidak seefisien yang aku harapkan.

Anyway, untuk menghabiskan waktu di akhir pekan kemarin, aku memutuskan untuk maraton menonton The Amazing Race season 5. Ya, salah satu musim terlama dari The Amazing Race yang ditayangkan sekitar sembilan tahun yang lalu di Amerika, huahaha 😆 . Satu alasan mengapa aku memilih musim ini dan bukannya yang lain adalah karena salah satu tim yang paling aku suka di The Amazing Race, Charla dan Mirna, aslinya kan berkompetisi di musim ini (dan kemudian mereka diundang untuk berkompetisi lagi di Musim All-Stars (musim 11)).

Menurutku, musim 5 adalah salah satu musim yang terbaik deh. Kontestannya menarik-menarik, jelas ada beberapa drama dan konflik, dan destinasinya juga oke banget. Dan aku jadi merasa bahwa banya destinasi dan tugas-tugas di musim ini menjadi inspirasi untuk The Amazing Race Asia, karena aku mengamati ada banyak kesamaan, hahaha 😆 . Ya, dan pada akhirnya, aku menonton kesemua 13 episodenya dalam satu akhir pekan 😀 .

Menonton musim ini dari acara ini, yang dibuat sembilan tahun yang lalu, membuatku merasakan bagaimana acara ini telah berevolusi dan belajar dari pengalamannya sendiri untuk membuat acaranya semakin menarik. Pertama-tama, musim-musim yang terbaru kan disyuting dengan kamera HD ya sehingga resolusinya juga lebih keren. Kedua, di musim 5, Yield baru diperkenalkan untuk pertama kalinya dan ada di setiap babak di race-nya (tapi tentu saja kebanyakan nggak terpakai). Sekarang, U-Turn (yang mana kurang lebih ekuivalen-nya Yield lah) lebih keren dan hanya ada di dua babak saja di satu musim. Dan sebagainya.

Jadi ya memang menarik banget dah! 🙂

#1200 – Photocopymen

ENGLISH

People who (maybe) are often taken for granted in Indonesia are the photocopymen (or women). Students or undergraduate students or graduate students often use their service. From copying papers, copying notes or books, binding together reports, thesis, etc.

How about here in the Netherlands? Well, there is no such service (at least not that I know of). For example, for my Master thesis defense in August last year, I had to bind together five copies of my thesis, and yes, myself. There is even a big desk with plenty of stuffs on it for students to do this kind of thing themselves in my building.

Yeah, this post will be a short one. Actually I was about to post one last night but decided to not to as after some closer looks, I didn’t think the materials were publishable, hahaha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Mereka yang (mungkin) sering terlupakan di Indonesia adalah tukang fotokopi. Pelajar atau mahasiswa pasti banyak menggunakan jasa mereka. Mulai dari sekedar mengopi berkas-berkas, mengopi catatan atau buku, menjilid laporan atau skripsi, dll.

Bagaimanakah dengan di Belanda? Ya, nggak ada loh layanan semacam itu (atau setidaknya setahuku sih nggak ada ya). Contohnya, untuk sidang thesis S2-ku Agustus tahun lalu, aku harus menjilid lima kopi thesisku, dan ya, semuanya harus aku lakukan sendiri. Bahkan ada meja besar yang di atasnya penuh berisi alat-alat yang bisa digunakan para mahasiswa untuk melakukan hal-hal ini loh di gedungku.

Ya, ini adalah posting yang singkat deh. Sebenarnya semalam aku sudah nyaris mem-posting satu sih tapi akhirnya nggak jadi karena setelah dipikir-pikir materinya nggak mau aku publish buat umum, hahaha 😆 .