Movie Review · Nostalgia

#1893 – Digimon Adventure Tri (4: Sōshitsu)

ENGLISH

Previous posts in the Digimon Adventure Tri series:
1. Digimon Adventure Tri (1: Saikai)
2. Digimon Adventure Tri (2: Ketsui)
3. Digimon Adventure Tri (3: Kokuhaku)

***

The fourth installment (of six) of Digimon Adventure Tri, Sōshitsu, was released at the end of February. And as a big fan of Digimon Adventure (read: season 1 only), naturally I was not going to miss it!

Well, except that I just watched it this Sunday because for whatever reason I forgot that it was released in February (instead, I thought it would be in Match!) 🙈.

But the most important matter is that now I have watched it! Haha 😆 . Anyway, I was quite excited when seeing the official poster because I saw my favorite Dark Masters there, Machinedramon! Yeay!! :mrgreen: The Dark Masters were my favorite villains in Digimon Adventure 1 (and so the Dark Masters arc was also my favorite of the entire series). So obviously I was curious what role would Machinedramon do here. Or whether or not this Machinedramon was related to the Machinedramon in Digimon Adventure 1 which Wargreymon should have killed (Even though indeed digimons reincarnate).

Digimon Adventure Tri 4 poster. Source: http://www.denofgeek.com/us/movies/digimon/259258/digimon-adventure-tri-movie-4-everything-you-need-to-know

*** Spoiler Alert!!! ***

Continuning from where we left off in Kokuhaku, the movie started with how the eight digi-destined attempted to reconnect with their partners, whom had lost their memory due to the Reboot. It was clear from the beginning that Sora and Biyomon would be the central characters in this movie as they had difficulties in reconnecting. It was understandable, though; as for Biyomon, she did not know Sora at all so it was not surprising that she created some distance.

It was also revealed that Himekawa and Nishijima were part of the original DigiDestined (consisted of five kids, shown as sillhouettes in the last episode of Digimon Adventure season 1). They were battling the Dark Masters at the time and had to sacrifice Megadramon, Himekawa’s partner, to defeat them. Because of this, Megadramon could not reincarnate into a new Digi-Egg. Years later, Himekawa was obsessed with reviving her partner (whose Rookie form was Tapirmon) and had a research on “rebooting” the Digital World. This way, there was a possibility that Tapirmon could be born again. Meanwhile, Nishijima was also warned of the involvement of someone named “Yggdrasil” who seemed to be the brain behind all of this mess.

Dark Gennai and Machinedramon

In the Digital World, the DigiDestined were attacked by Dark Gennai (Gennai that appeared to have been “infected” and now worked for Yggdrasil), who was controlling two members of the Dark Masters: Machinedramon and MetalSeadramon. Agumon and Gabumon were able to evolve to Wargreymon and MetalGarurumon and defeated MetalSeadramon. Meanwhile, Sora and Biyomon had reconnected and Biyomon mega-digivolved to Phoenixmon. Patamon also mega-digivolved to Seraphimon because it wanted to fight ( 😆 ), and so Tentomon to HerculesKabuterimon. The three defeated Machinedramon.

Phoenixmon vs Machinedramon

Meanwhile, Dark Gennai was able to get to Meiko and provoked Meicoomon to get angry to release the evil in it.

*** Spoiler Ends Here ***

I have to say this was my most favorite Tri movies so far! The story line became more clear. The motives and background of Himekawa and Nishijima were told. The mystery surrounding the villain appeared to have been (slowly) revealed as well, but not completely. And the actions were good!

Here is my favorite scene throughout, when Dark Gennai was attacking Joe and Gomamon attacked Dark Gennai with its “Fish Powers”:

Lol 😆

Okay, there were a few parts which I deemed unnecessary, though. For instance the splitting of the eight DigiDestined but literally nothing was happening during the split and an episode later they all reconcilled.

Another aspect I loved about the movie was the ending! FINALLY, they were using Ai Maeda’s “Keep On”, my favorite Digimon ending song of all time! 😍😍😍

So, overall I really LOVED this movie! And I cannot wait for the fifth one, Kyōsei (Symbiosis), that will be released later on this year!! 😍😍😍

BAHASA INDONESIA

Posting-posting sebelumnya dalam seri Digimon Adventure Tri:
1. Digimon Adventure Tri (1: Saikai)
2. Digimon Adventure Tri (2: Ketsui)
3. Digimon Adventure Tri (3: Kokuhaku)

***

Edisi keempat (dari enam) dari Digimon Adventure Tri, Sōshitsu, dirilis akhir Februari kemarin. Dan sebagai fans-nya Digimon Adventure (baca: cuma musim 1 aja sih), jelas dong aku tidak akan melewatkannya!

Eh, kecuali bahwa aku baru menontonnya hari Minggu kemarin ini sih. Entah mengapa aku bisa-bisanya lupa loh kalau bulan rilisnya adalah Februari (aku kira bulan Maret!). Fans macam apa ini … 🙈.

Eh, tetapi yang penting mah sekarang sudah nonton dong yaa! Haha 😆 . Ngomong-ngomong, aku merasa bersemangat banget ketika melihat poster resminya karena Dark Masters favoritku mejeng di sana, Machinedramon! Horee!! :mrgreen: Jadi ceritanya Dark Masters adalah tokoh jahat favoritku di Digimon Adventure 1 (dan jadilah memang alur cerita Dark Masters adalah bagian favoritku dari keseluruhan seri ini). Nah, jelas lah aku penasaran apa peran Machinedramon di sini. Atau juga apakah ini adalah Machinedramon yang sama dengan Machinedramon di Digimon Adventure 1 yang mana seharusnya sudah dibunuh oleh Wargreymon (Walaupun memang digimon bereinkarnasi sih).

Digimon Adventure Tri 4 poster. Source: http://www.denofgeek.com/us/movies/digimon/259258/digimon-adventure-tri-movie-4-everything-you-need-to-know

*** Spoiler dimulai di sini!!! ***

Melanjutkan dari akhir cerita di Kokuhaku, film ini dimulai dengan usaha kedelapan anak terpilih untuk berkenalan kembali dengan partnernya, yang sudah kehilangan ingatakn akibat “Reboot” di film ketiga. Sudah jelas dari awal bahwa Sora dan Biyomon akan menjadi karakter pusat dari film ini. Masuk akal sih; karena untuk Biyomon yang kehilangan ingatan kan ia sama sekali tidak mengenal Sora sehingga tidak mengherankan ketika ia menjaga jarak.

Juga diungkapkan bahwa ternyata Himekawa dan Nishijima adalah dua dari anak terpilih generasi pertama (terdiri atas lima orang, yang ditampilkan sebagai siluet di episode terakhir Digimon Adventure musim 1). Ketika itu mereka bertarung melawan Dark Masters dan harus mengorbankan Megadramon, pasangannya Himekawa, untuk mengalahkannya. Sebagai akibatnya, Megadramon tidak bisa bereinkarnasi kembali menjadi Digi-Egg. Bertahun-tahun kemudian, Himekawa terobsesi dengan menghidupkan-kembali pasangannya (yang mana bentuk Rookie-nya adalah Tapirmon) dan melakukan riset untuk “me-reboot” Dunia Digital. Dengan begini, ada kemungkinan Tapirmon bisa hidup lagi. Sementara itu, Nishijika diberi-tahu akan keterlibatan seseorang bernama “Yggdrasil” yang sepertinya adalah otak di balik semua kekacauan ini.

Dark Gennai dan Machinedramon

Di Dunia Digital, anak-anak terpilih diserang oleh Dark Gennai (Gennai yang nampaknya sudah “terinfeksi” dan kini bekerja untuk Yggdrasil), yang mengontrol dua anggota Dark Masters: Machinedramon and MetalSeadramon. Agumon dan Gabumon berhasil berevolusi menjadi Wargreymon dan MetalGarurumon untuk mengalahkan MetalSeadramon. Sementara itu, Sora dan Biyomon sudah akrab lagi dan Biyomon berdigivolve ke level meganya, Phoenixmon. Patamon juga berdigivolve ke level meganya, Seraphimon, karena ia pengen (haha 😆 ), dan juga Tentomon ke HerculesKabuterimon. Mereka mengalahkan Machinedramon.

Phoenixmon vs Machinedramon

Sementara itu, Dark Gennai berhasil mencapai Meiko dan memanas-manasi Meicoomon untuk marah untuk melepaskan kejahatan di dalam dirinya.

*** Spoiler Selesai ***

Harus kubilang film ini adalah film Tri favoritku sejuah ini! Jalan ceritanya lebih jelas. Motif dan latar belakangnya Himekawa dan Nishijima juga diceritakan. Misteri yang meliputi tokoh jahat juga (perlahan-lahan) mulai diungkapkan, walaupun belum semuanya. Dan aksinya juga keren lah!

Scene favoritku adalah yang ini, ketika Dark Gennai menyerang Joe dan Gomamon menyerang Dark Gennai dengan jurus “Fish Powers”-nya:

Huahahaha 😆

Memang ada beberapa bagian dari film yang menurutku nggak penting sih. Misalnya ketika anak-anak terpilihnya terpisahkan tetapi tidak ada yang terjadi ketika mereka terpisah itu dan toh satu episode kemudian mereka berkumpul lagi.

Satu aspek lain yang kusuka dari film ini adalah ending-nya! AKHIRNYA, mereka menggunakan “Keep On”-nya Ai Maeda, lagu penutup Digimon favoritku sepanjang masa! 😍😍😍

Yup, jadi secara keseluruhan aku SUKA banget film ini! Dan aku nggak sabar nih menunggu yang kelima, Kyōsei (Simbiosis), yang akan dirilis tahun ini juga!! 😍😍😍

Movie Review · Nostalgia

#1817 – Digimon Adventure Tri (3: Kokuhaku)

ENGLISH

Previous posts in the Digimon Adventure Tri series:
1. Digimon Adventure Tri (1: Saikai)
2. Digimon Adventure Tri (2: Ketsui)

***

I am a big fan of Digimon Adventure (read: season 1 only). So naturally I was super excited when last year I found out that there would be a new installment of Digimon Adventure, Digimon Adventure Tri, with the main casts being the original eight Digi-destined from season 1!

This installment is split into six series, taking a few months of break in between ( 😆 ). In November last year, the first series, Saikai (Reunion), was released and in March the second one, Ketsui (Determination), followed suit. At the end of September, finally the third series, Kokuhaku (Confession), was released.

Anyway, here is my take on it. Please be aware that from hereon, I might drop spoilers of this series here and there.

*** SPOILER STARTS HERE ***

The Plot

Some of the mysteries and questions raised in the first two movies were answered, though several new ones were actually introduced, lol 😆 . The (possible) reason for the disappearance of the characters from Digimon Adventure season 2 was that they actually vanished, for some mysterious reasons, along with other Digi-Destined all over the world. Though I actually wonder since the characters knew each other in season 2, wouldn’t they be, somehow, in contact so the original eight should have noticed of their disappearance?

It was also revealed that Meiko already knew about Meicoomon’s infection and actually Meicoomon was the source of the infection. However, that was pretty much what was “confessed” in this Confession series. The origin or the purpose of it, sadly, still remains a mystery up to now. Anyway, this caused Meiko to feel incredibly upset and acted annoyingly throughout the series.

The infected Patamon (thus Angemon) was one main story of this series
The infected Patamon (thus Angemon) was one main story of this series

The focus of this series was on Takeru and Koshiro. It turned out that Patamon was infected and at one point could not control himself and bit Takeru. Understandably Takeru could not reveal this to the other but then took Patamon home with him as a precautionary step. Koshiro worked super hard, to the point that he did not sleep for days, trying to solve the mystery. He could not get the answer he was looking for that he felt incredibly upset about it (Tbh that sounds a lot like a PhD research, lol 😆 ). In the end, he found the root of the problem, that the binary codes of the Digital World had been, somehow, rewritten with a different programming language that it caused distortions and the infections.

Meanwhile, Hikari got possessed by “Homeostasis”, who claimed to be the god of the Digital World. Homeostasis revealed that if the infection was not stopped, it could potentially destroy not only the Digital Worlds but also other worlds; the the effect on the real world was that there would be no electricity on Earth? One possible way to prevent that was to “reboot” the Digital World to reset it to how it was before the infection; pretty much like reinstalling a troubled computer. The catch, though, the memories of the Digimons would be lost; pretty much like any non-backed-up data during a computer reinstallment.

Meanwhile, a distortion occurred at Tokyo Big Sight (Yeay, been there last year! 😛 ) and Meicoomon appeared. The digimons tried to stop Meicoomon but they struggled; in fact, one by one they got infected. Consequently, Homeostasis triggered the “Reboot” option. Koshiro came up with a plan to back-up the data of the partner Digimons. Tentomon, the last uninfected Digimons, mega-digivolved to HerculesKabuterimon battling the other eight Digimons, but failed to back their data up in time. Then, the Reboot occurred.

HerculesKabuterimon
HerculesKabuterimon

After mourning for a week, the eight Digi-Destined decided to brave up and go to the (still unstabled) resetted Digital World to look for their Digimon partners. There, they briefly encountered a battle between Alphamon and a digimon called Jesmon, both Mega-level digimons. Thus raising the question, how could these two digimons be already in their Mega-level if the Digital World had just been rebooted? Anyway, not long after, they heard a whistle noise; which turned out to come from Tokomon. There, the eight Digi-Destined met their eight Digimon partners in their in-training levels, who have lost all their memories. They all started to get to know each other from scratch.

The series ended with a big cliff-hanger. Digimon Emperor (assumed to be Ken Ichijouji) was revealed to actually be young Gennai. He was overlooking the eight Digi-Destined from on top of a hill, where he was met by Himekawa.

*** SPOILER ENDS HERE ***

Overall, I am really happy with this third series; I think this is the best one of the three that have been released. One quote I really like from this series came from Tentomon, especially that I could totally relate to it 🙂

“Knowing nothing is just a chance to learn new things, right?”

Yes Tentomon, that is SO right!! Though of course in real life we also face the imminent real-world constraints like deadlines (to sufficiently know things) and stuffs, lol 😆 .

Tentomon's speech
Tentomon’s speech

Anyway, the main conflict of Digimon Tri is getting infused stronger in the story line, though only a little bit clearer. Which brings me up to the next point: pace. While the pace of Kokuhaku was faster than of Saikai or Ketsui, overall it still felt rather slow. Probably it was also due to the still a lot of unresolved mysteries and answers, haha 😆 . For instance, the cliff-hanger at the end. But I think that was actually supposed to be the purpose of a cliff-hanger, to raise more question and, thus, excitement for the next series 😆 .

However, I find the consequence of the unresolved infected Digimons (the real world would lose the electricity) to be, well, rather “lame”. I mean, I agree that it would have been a major catastrophe in modern life. How could we function without electricity (so no lamps, no telephone, no computer, no internet)? However, I think it would have been cooler had it been something “bigger” than that, haha 😆 . What could it be? Well, I am not sure myself, but I am not a writer of the series 😛 .

On the other hand, I like the twist where Koshiro’s plan to back-up the Digimon partners’ data failed; showing that not all plans would come through, even in a fiction 😆 . Another aspect which I like is that the end of the series where the Digi-Destined started a new adventure in the Digital World, with the intention of finding their Digimon partners and to get to know them from scratch. This is a good stepping stone to the next series.

Speaking of the next series, the fourth one, Soushitsu (Loss), is scheduled to be released in February 2017. Damn! Five more months to go! 😣

BAHASA INDONESIA

Posting-posting sebelumnya dalam seri Digimon Adventure Tri:
1. Digimon Adventure Tri (1: Saikai)
2. Digimon Adventure Tri (2: Ketsui)

***

Aku adalah seorang fans besarnya Digimon Adventure (baca: musim 1 aja sih). Jadi jelas dong aku bersemangat sekali ketika tahun lalu tahu bahwa akan ada musim baru dari Digimon Adventure, Digimon Adventure Tri, yang mana tokoh utamanya adalah delapan anak terpilih asli di musim 1!

Musim ini dibagi ke dalam enam seri, yang mana di antaranya memakan waktu sekian bulan ( 😆 ). Bulan November tahun lalu, seri pertama, Saikai (Reuni), dirilis dan Maret lalu yang kedua, Ketsui (Kebulatan Tekad), mengikutinya. Akhir September kemarin, akhirnya seri yang ketiga, Kokuhaku (Pengakuan), dirilis.

Berikut ini pendapatku tentangnya. Eh, berhati-hati ya karena mulai dari sini, mungkin aku akan menuliskan spoilers dari seri ini.

*** SPOILER MULAI DI SINI ***

Jalan Cerita

Beberapa misteri dan pertanyaan yang muncul di dua seri pertama terjawab di seri ini, tetapi beberapa misteri baru malah diperkenalkan dong, haha 😆 . Nah, (kemungkinan) penyebab tidak munculnya karakter dari Digimon Adventure musim 2 adalah karena mereka beneran menghilang, dengan alasan yang masih misteri, bersamaan dengan anak-anak terpilih lain di seluruh dunia. Walaupun aku penasaran sih karena karakter-karakternya kan kenal satu sama lain ya di musim 2, jadi mengapa kok mereka seakan-akan tidak sadar akan hilangnya karakter-karakter itu? Hmm

Diungkapkan juga bahwa Meiko sebenarnya sudah tahu bahwa Meicoomon terinfeksi dan sebenarnya Meicoomon lah sumber dari infeksi di dunia Digimon. Namun, hanya sebatas ini saja lah yang “diakui” Meiko di seri Pengakuan ini. Asal muasal atau tujuan dari infeksinya, sayangnya, masih merupakan misteri hingga sekarang. Nah, ini membuat Meiko sungguh merasa sedih dan bersalah dan kemudian bertingkah nyebelin banget satu seri ini.

The infected Patamon (thus Angemon) was one main story of this series
Patamon (jadi juga Angemon) yang terinfeksi adalah satu cerita seri ini

Fokus dari seri ini ada pada Takeru dan Koshiro. Ternyata, Patamon juga terinfeksi dan di satu waktu tak mampi mengontrol dirinya dan menggigit Takeru. Bisa dimaklumi, Takeru galau dan kemudian menyembunyikan kondisi ini dari yang lain tetapi kemudian mengajak Patamon pulang sebagai langkah jaga-jaga agar tidak menginfeksi digimon lainnya. Koshiro bekerja sangat keras, sampai-sampai dia tidak tidur beberapa hari, untuk memecahkan miserinya. Ia tidak bisa mendapatkan jawabannya dan ia sungguh merasa sedih dan kesal karenanya (Eh, kondisi begini mah mirip sekali kayak riset S3 deh, hahaha 😆 ). Pada akhirnya, ia menemukan akar permasalahannya, bahwa kode biner Dunia Digital telah, entah bagaimana, ditumpuk kode dengan bahasa pemrograman yang lain sehingga terjadilah kekacauan dan infeksi-infeksi itu.

Sementara itu, Hikari dirasuki oleh “Homeostasis”, yang mengklaim dirinya sebagai Tuhan dari Dunia Digital. Homeostasis menyebutkan bahwa jika infeksi tidak dihentikan, ini mungkin akan berakibat kepada hancurnya tidak hanya Dunia Digital tetapi juga dunia-dunia lainya; dan efeknya di dunia nyata adalah tidak akan ada listrik lagi (?). Satu cara untuk mencegah itu adalah dengan “me-reboot” Dunia Digital untuk me-reset-nya ke kondisi sebelum infeksi; yah, seperti langkah meng-install-ulang komputer yang bermasalah gitu deh. Hanya saja, jika begini maka memori-memori Digimon akan terhapus; sama lah seperti data-data yang tidak di-back-up ketika komputer di-install-ulang.

Sebuah distorsi muncul di Tokyo Big Sight (Hore, aku pernah kesana tahun lalu! 😛 ) dan Meicoomon muncul. Digimon-digimon berusaha menghentikan Meicoomon tetapi mereka kesulitan; bahkan satu per satu diinfeksi. Akibatnya, Homeostasis memulai proses “Reboot”. Koshiro kemudian menjalankan rencana B yaitu untuk mem-back-up data partner-partner Digimon mereka. Tentomon, digimon terakhir yang tidak terinfeksi, berdigivolusi-mega menjadi HerculesKabuterimon bertempur melawan delapan digimon lainnya, tetapi gagal untuk mem-back-up semua data mereka. Lalu, reboot-nya berlangsung.

HerculesKabuterimon
HerculesKabuterimon

Setelah bersedih selama seminggu, depan anak terpilih memutuskan untuk menguatkan-diri dan pergi kembali ke Dunia Digital yang baru saja di-reset (dan masih belum stabil) untuk mencari digimon pasangan mereka. Di sana, mereka kebetulan bertemu dengan Alphamon dan seekor digimon bernama Jesmon, keduanya digimon level Mega, yang sedang bertempur. Ini menimnulkan pertanyaan, kok bisa dua digimon itu sudah berada di level Mega jika Dunia Digital baru saja di-reset? Tak lama kemudian, mereka mendengar suara sempritan; yang mana ternyata datang dari Tokomon. Di sini, delapan anak terpilih bertemu dengan delapan digimon pasangan mereka yang masih berada di level in-training, yang sudah kehilangan semua ingatannya. Mereka kemudian berkenalan dan mulai dari nol lagi.

Seri ini berakhir dengan sebuah cliff-hanger besar. Kaisar Digimon (yang sebelumnya diasumsikan sebagai Ken Ichijouji) ternyata adalah Gennai muda. Ia memperhatikan delapan anak terpilih ini dari atas bukit, dimana ia bertemu Himekawa.

*** SPOILER SELESAI ***

Secara keseluruhan, aku suka banget dengan seri ketiga ini; aku rasa ini adalah seri terbaik dari tiga seri yang sudah keluar. Satu kutipan yang aku suka dari seri ini datang dari Tentomon, terutama karena aku paham banget dengannya 🙂

“Tidak mengetahui sesuatu adalah kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru, kan?”

Iyaa Tentomon, benar banget!! Hanya saja, masalahnya sih di dunia nyata kita kan juga menghadapi batasan-batasan nyata ya misalnya tenggat-waktu (untuk memahami sesuatu), dll, haha 😆

Tentomon's speech
Kutipannya Tentomon

Anyway, konflik utama seri Digimon Tri ini juga merasuk semakin kental di dalam jalan ceritanya, walaupun hanya sedikit lebih jelas. Ini membawaku ke poin selanjutnya: laju jalan cerita. Walaupun laju Kokuhaku ini lebih cepat daripada Saikai atau Ketsui, secara keseluruhan aku masih merasa lajunya terlalu lambat. Munkin ini disebabkan oleh masih banyaknya misteri dan pertanyaan yang belum terjawab ya, haha 😆 . Misalnya saja, adanya cliff-hanger di akhir seri ini. Tetapi kalau dipikir-pikir lagi sebenarnya ini lah tujuan dari cliff-hanger ya, untuk memunculkan pertanyaan dan, sehingga, rasa penasaran untuk menonton seri selanjutnya 😆 .

Namun, aku merasa konsekuensi dari infeksi digimon yang tidak terselesaikan (dunia nyata kehilangan listrik) kok agak “cupu” ya. Maksudku, aku setuju sekali sih, akan menjadi suatu bencana besar di kehidupan modern jika listrik tiba-tiba tidak ada. Bagaimana kita bisa hidup tanpa listrik coba (nggak ada lampu, nggak ada telepon, nggak ada komputer, nggak ada internet)? Aku rasa, akan lebih keren andaikata konsekuensinya “lebih besar” daripada itu, haha 😆 . Misalnya apa? Hmm, nggak tahu juga sih, tapi aku kan bukan penulis naskah cerita ini ya 😛 .

Di sisi lain, aku suka twist cerita dimana rencananya Koshiro untuk mem-back-up data digimon pasangan mereka gagal; menunjukkan bahwa tidak semua rencana selalu terlaksana, termasuk di dalam cerita fiksi, haha 😆 . Aspek lain ceritanya yang juga aku suka adalah bagian akhirnya dimana anak-anak terpilih kembali di Dunia Digital, dengan tujuan mencari partner digimon mereka dan berkenalan kembali dari awal. Ini adalah batu loncatan yang baik untuk seri selanjutnya.

Ngomongin seri selanjutnya, yang keempat, Soushitsu (Kehilangan), dijadwalkan dirilis bulan Februari 2017 nih. Sial! Masih lima bulan lagi! 😣

Nostalgia · Zilko's Life

#1773 – Pokémon Go

ENGLISH

This Saturday, finally Pokémon Go was officially released in the Dutch app store. Obviously I downloaded it!! Yeay!! 😀

A delay in the release was also experienced here in the Netherlands due to the unanticipated popularity the game received where the serve was overwhelmed with the amount of access. Of course there were a few tricks to, sort of, “bypass” it and still downloaded the game before the official release. I was tempted to do so but I told myself not to mainly for the sake of my PhD dissertation, haha 😆 . I said to myself I would only download it once it became official. Luckily: (1) It was a good decision so I had very good progress with my dissertation that week and (2) The official release wasn’t that far behind anyway so I still could be “up-to-date” with the game, haha 😆 .

Now, after playing it for a few days, what do I think about it?

Well, just one comment: I LOVE IT!!

***

You just have to love how fast technology advances these days, as it appears that the rate is more exponential rather than linear.

Fifteen years ago kids could “only” play Pokemon in a video game through a screen where they controlled their character through a remote control, navigating through a series of maps and scenarios catching Pokémons and battling some other characters. Now, they can do the same thing except that the series of maps are the real world and they control how they play with their smartphone where they can Pokémons practically everywhere in this planet, literally! 😮😮😮 I don’t know about you, but I think this is super awesome!!

A wild Psyduck appears (next to two real ducks) in Delft!
A wild Psyduck appears (next to two real ducks) in Delft!

In my opinion, this is like a “dream come true”, where you can “live” the life you could only imagine as a child inside the magic box with a screen.

***

In this game, I am very lucky that my office and my apartment are both located very near a PokeStop and a PokeGym, ahahahah 😆 . So I literally don’t need to travel far to get the items in the game. But the downside is that my “bag” becomes full quite quickly with all those items, lol 😆 . #Pokemonfirstworldproblem

Yeay many PokeStops nearby and a Gym!
Yeay many PokeStops nearby and a Gym!

Speaking of travelling far, this is also one aspect I like from the game where the users are encouraged to get out and actually do some physical activities (i.e. walking). So in a sense this game breaks the idea that playing a video game encourages people to be dormant and not exercise enough.

At first I was very (pleasantly) surprised with just how incredibly accurate the game was with the map! But then I realized it wasn’t that surprising anyway, haha 😆 .

***

As in literally everything in life, one needs to be careful and responsible with anything, including Pokémon Go. There are risks if one is not aware of them, like not being aware of the surrounding while playing the game.

A warning while logging-in
A warning while logging-in

However, to ban the game because of the potential risks is one of the stupidest idea one could ever have, ever. With the same logic, everyone should be banned from going to work because there might be risks that you get hit by a car/truck/bus/etc on your way to work; hence everyone should be banned from using the traffic which implied you could not go to work. Lol 😆

BAHASA INDONESIA

Hari Sabtu yang lalu ini, akhirnya Pokémon Go secara resmi diluncurkan di app store-nya Belanda. Jelas dong aku mengunduhnya!! Horee!! 😀

Waktu peluncuran game-nya di Belanda juga sempat ditunda karena kepopuleran game ini yang tidak terantisipasi sehingga server-nya mengalami overload yang luar biasa. Tentu saja ada beberapa trik disana-sini untuk “main lewat jalur belakang” sehingga game-nya tetap bisa diunduh sebelum resmi diluncurkan. Sebentar aku sempat tergoda tetapi aku bilang ke diriku sendiri untuk tidak melakukannya demi keselamatan nasib disertasi S3-ku, haha 😆 . Aku bilang ke diriku bahwa aku hanya akan mengunduhnya ketika game-nya sudah resmi diluncurkan. Untungnya: (1) Ini adalah keputusan yang baik dimana sebagai akibatnya progress disertasiku sangat cepat minggu lalu; dan (2) Peluncuran resminya toh tidak lama setelahnya sehingga aku tetap bisa “kekinian” dong ya dengan ikut memainkan game-nya, haha 😆 .

Sekarang, setelah game-nya kumainkan beberapa hari, apakah pendapatku tentangnya?

Satu aja: AKU SUKAAA!!

***

Yang namanya perkembangan tekonologi yang semakin hari semakin cepat itu keren banget yah, dimana nampaknya laju perkembangannya lebih eksponensial daripada linear.

Lima belas tahun yang lalu, seorang anak-anak “hanya bisa” memainkan Pokemon di video game melalui sebuah layar dan mengontrol karakter mereka dengan sebuah remote control, berpetualang melalui sederetan peta dan skenario untuk menangkap Pokemon dan bertarung melawan karakter-karakter di dalam permainannya. Sekarang, mereka bisa melakukan hal yang sama kecuali bahwa sederetan petanya diganti dengan dunia nyata dan mereka bisa mengontrol permainan melalui smartphone mereka dimana mereka bisa menangkap Pokemon di mana pun di planet ini, dalam artian yang sebenarnya! 😮😮😮 Aku nggak tahu ya pendapat kalian gimana, tetapi untukku, ini keren banget!!

A wild Psyduck appears (next to two real ducks) in Delft!
Seekor Psyduck liar muncul (di sebelahnya dua ekor bebek beneran) di Delft!

Menurutku, ini adalah “angan-angan yang menjadi nyata”, dimana seseorang bisa “hidup” dalam kehidupan yang dulunya cuma bisa dibayangkan saja di benak seorang anak kecil di dalam sebuah kotak ajaib dengan sebuah layar.

***

Dengan game ini, aku beruntung banget kantor dan apartemenku keduanya berlokasi di dekat sebuah PokeStop dan PokeGym, ahahahah 😆 . Sebagai akibatnya aku nggak perlu jalan jauh-jauh deh buat mendapatkan item-item di game ini. Tetapi nggak enaknya, “tas”-ku jadi cepet penuh deh dengan item-item tersebut #Pokemonfirstworldproblem

Yeay many PokeStops nearby and a Gym!
Hore ada banyak PokeStops di sekitarku dan juga gym!

Ngomongin jalan jauh-jauh, ini juga lah satu aspek yang kusuka dari permainan ini yang mendorong pemainnya untuk keluar dan beraktivitas fisik (baca: berjalan kaki) di luar. Jadi di satu sisi game ini merombak stereotip dimana bermain video game identik dengan duduk diam saja dan sama sekali tidak beraktivitas.

Awalnya aku juga terkejut dengan detailnya peta di game ini yang menurutku sangat akurat! Tetapi aku pikir-pikir lagi zaman sekarang ini mah nggak mengherankan ya, haha 😆 .

***

Seperti semua hal (dalam artian memang semuaa hal) di dunia ini, jelas seseorang harus bertanggung-jawab dan berhati-hati termasuk dalam memainkan Pokémon Go. Tentu saja yang namanya risiko itu selalu ada, terutama ketika tidak menyadari keadaan lingkungan sekitar ketika memainkan game-nya.

A warning while logging-in
Sebuah peringatan ketika log-in

Namun, ide untuk memblokir game ini karena potensi bahayanya adalah ide tertolol yang bisa dipikirkan oleh seseorang, tolol setolol-tololnya deh. Dengan logika yang sama, semua orang juga semestinya dilarang pergi ke kantor dong karena di jalanan kan ada risiko ditabrak mobil/truk/bus dll; sehingga seharusnya ada pelarangan penggunaan jalan raya bagi semua orang yang mana artinya semua orang tidak boleh pergi ke kantor. Hahaha 😆

Nostalgia · Rubric

#1735 – Nostalgia: Big Bad Beetleborgs

ENGLISH

Circa 1999, I was hooked on an action superheroes TV show called Big Bad Beetleborgs. I remember it was being aired at around 5:30 PM even though I don’t exactly remember the channel (though if my memory serves me right, the highest likelihood was Indosiar).

Anyway, to start this post, here is the opening:

Premise

The show started with three average kids (Drew, Jo, and Roland) entered a haunted house and accidentally released a friendly ghost who, in return of his release, offered to grant them a wish. Being “average” kids, they wanted to be “special”. And so they wished to become their favorite comic superheroes, Big Bad Beetleborgs. The ghost granted them their wish. But by doing so, the villains in the comic book was also brought to life. And then the story went as “expected”, where Drew, Jo, and Roland had to battle their also awakens enemies as Big Bad Beetleborgs.

My Thought

My favorite character was Drew because (to me) he had the coolest ability (telekinesis) and his Beetleborg color was blue, which was my favorite color. I also remember thinking that Flabber (the ghost) felt more like a clown than a ghost, lol 😆 . One unique feature about the show which an 11 year old me found really cool was the comic book aspect which was brought quite up front. Some of the scenes, though on TV, were made as if they were from some comic books pages 😛 .

However, one thing bugged me a lot. It was when there was a cast change for Jo in episode 39 (from Shannon Chandler to  Brittany Konarzewski). I felt like the storyline there was so weird and it was super strange to see a “different” Jo, haha 😆 .

The Effect

When I was a kid, I loved drawing and I channeled that by creating my own “comic books”. Yeah, I was such a nerd (and now this reminds me a lot of Ross Geller from Friends 😆 )

And at that time the storyline was very heavily influenced by this TV show, lol 😆 (Later on, I got hooked with Digimon Adventure and so I started a new story that was very heavily influenced by Digimon Adventure 😛 ).

Ah, I don’t know where those comic books are now… 😛

Anyway, so anyone else watched this show (almost) two decades ago? 🙂

Big Bad Beetleborgs. Source: http://www.amazon.com/Big-Bad-Beetleborgs-Season-Vol/dp/B00A429YOW
Big Bad Beetleborgs. Source: http://www.amazon.com/Big-Bad-Beetleborgs-Season-Vol/dp/B00A429YOW

BAHASA INDONESIA

Sekitar tahun 1999an, aku terobsesi banget dengan sebuah acara TV superhero yang berjudul Big Bad Beetleborgs. Aku ingat acaranya ditayangkan sekitar jam 5:30 sore walaupun aku nggak ingat pasti di saluran mana (tetapi kalau aku harus menebaknya sekarang, kalau tidak salah di Indosiar sih).

Anyway, untuk mengawali posting ini, ini nih pembukaan acaranya waktu itu:

Cerita

Acaranya dimulai dengan tiga anak-anak biasa (Drew, Jo, dan Roland) yang memasuki sebuah rumah berhantu dan tidak sengaja melepaskan seorang hantu yang ramah yang, sebagai imbal baliknya, akan mengabulkan satu keinginan mereka. Karena mereka hanya anak-anak yang “biasa aja”, mereka maunya jadi anak-anak yang “spesial” dong. Jadilah mereka meminta untuk dijadikan tokoh kartun superhero favorit mereka, Big Bad Beetleborgs. Hantunya mengabulkan keinginan mereka. Namun, dengan begini, artinya tokoh-tokoh jahat dari komiknya juga dijadikan kenyataan. Dan kemudian ceritanya bisa “ditebak” sih, dimana Drew, Jo, dan Roland harus bertarung melawan penjahat-penjahat ini sebagai Big Bad Beetleborgs.

Pendapatku

Karakter favoritku adalah Drew karena (menurutku) ia memiliki kemampuan yang paling keren (telekinesis) dan warna Beetleborg-nya biru, yang mana merupakan warna favoritku, haha. Aku juga ingat bahwa aku merasa Flabber (hantunya) lebih terasa seperti badut daripada hantu, hahaha 😆 . Satu fitur unik acara ini adalah aspek buku komik yang disajikan kental sekali. Beberapa adegannya, walaupun adegan sebuah acara TV, dibuat seakan-akan seperti adegan di buku komik 😛 .

Namun, ada satu hal yang menggangguku sekali. Ini adalah ketika pemerannya Jo diganti di episode 39 (dari Shannon Chandler ke Brittany Konarzewski). Aku merasa jalan ceritanya waktu itu aneh sekali, dan rasanya aneh aja melihat Jo-nya “berbeda”, haha 😆 .

Efek

Dulu ketika kecil, aku suka sekali menggambar dan kesukaanku ini aku salurkan dengan membuat “buku komik”-ku sendiri. Iya, dulu aku kok nerdy banget ya (dan sekarang ini malah jadi mengingatkanku akan Ross Geller dari Friends deh 😆 )

Dan waktu itu, cerita buku komiknya sangat amat terpengaruh jalan cerita Big Bad Beetleborgs ini, hahaha 😆 (Beberapa waktu kemudian, aku terobsesi dengan Digimon Adventure dan jadilah aku memulai buku komik baru yang mana jalan ceritanya amat terpengaruh oleh Digimon Adventure 😛 ).

Ah, aku nggak tahu deh itu buku komiknya ada dimana sekarang… 😛

Anyway, jadi apakah ada yang menonton acara ini juga (nyaris) dua dekade yang lalu? 🙂

Movie Review · Nostalgia

#1708 – Digimon Adventure Tri (2: Ketsui)

ENGLISH

I was extremely excited last November when the newest series of Digimon Adventure, Digimon Adventure Tri, was released with the first movie: “Saikai” (“Reunion”). While I was (understandably) a little bit upset that I had to wait for four months before the second movie came out, suddenly as of today, those four months period is finally over!

Yesterday the second movie, “Ketsui” (“Determination”), was released!! And I have watched it!! :mrgreen:

Beware that I will write some spoilers next so if you do not want to get spoiled, please jump over to the next part after “Spoiler Ends Here“ 🙂 .

***SPOILER STARTS HERE***

Plot

After discovering the new DigiDestined, Meiko, at the end of “Saikai”, the eight original DigiDestined tried to get along with her so they invited her to their trip to a hot spring. Meanwhile in the DigiWorld, Orgemon got infected and Leomon tried to stop him from doing bad things. The DigiDestined and their Digimon partners got along with each other really well and had a lot of fun in the hot spring.

Back in Tokyo, the Orgemon appeared in a park where Mimi and Meiko were in. Seeing this as an opportunity to show the world that not all Digimons were bad, Mimi asked Palmon to digivolve to Togemon to fight Orgemon. In the process, however, while attacking Orgemon with “Chiku-Chiku Ban-Ban“, a news helicopter flew by too close to Togemon and crashed. This was certainly bad for the image of Digimon as now in the news, both Orgemon and Togemon were portrayed as evil creatures trying to destroy the Earth. Koshiro blamed Mimi for this and called her self-centered.

Mimi's personality caused her some conflicts
Mimi’s personality caused her some conflicts

Leomon came to the real world to tell the DigiDestined about the infection (Leomon called it “mutation”) that was going on in the DigiWorld. At school, Mimi got confronted by her schoolmates for being too selfish, but Meiko tried her best to cheer her up. Joe, on the other hand, was shown to battle the conflict he had in his mind. He was questioning why did he have to be a DigiDestined and so now he had to fight again but actually he did not want to. This turned out to be the reason why Joe had been absent in most of Digimon Tri so far.

Joe's inner conflict
Joe’s inner conflict

At their school’s fair, the Digimon Emperor (Ken Ichijouji, recall the fist arc of Digimon Adventure 2) kidnapped Meicoomon. Leomon, Palmon, and Gomamon were able to enter the portal to the DigiWorld before the Digimon Emperor sealed it; but luckily the DigiDestined and the other digimons could see what happened through Koshiro’s laptop. It was implied that the Digimon Emperor was behind this Digimon infection case but the reason remained unknown.

The Digimon Emperor was accompanied with an infected Imperialdramon who attacked Leomon, Palmon, and Gomamon. Palmon digivolved to Togemon, but of course the three of them were no challenge to the Mega-level Digimon. Hikari was able to make Joe see the light ( 😛 ) and convinced him to fight along, especially that Gomamon was currently fighting for his life.

Joe joined the group, and Gomamon digivolved to Ikkakumon. Then, Ikkakumon digivolved to Zudomon. And it did not stop! 😮😮😮 Zudomon digivolved further to Vikemon!! Yes, the Mega-form of Gomamon which had never appeared in Digimon Adventure before! 😍

Joe explained that he had fought through his darkness and so he was able to release that “power” which digivolved Gomamon staight to Vikemon. Mimi, then, also realized she had fought through the image of being self-centered, then she got more “power” within her. Togemon digivolved to Lilimon. Again, it did not stop there. Lilimon, digivolved further to Rosemon!! Yes, the Mega-form of Palmon which also had never appeared in Digimon Adventure before! 😍😍😍

Vikemon and Rosemon fighting an infected Imperialdramon
Vikemon and Rosemon fighting an infected Imperialdramon

Vikemon, Rosemon, and Leomon were able to kill Imperialdramon. The Digimon Emperor returned Meicoomon, gave an evil smile, and vanished. Upon returning to the real world, something was wrong with Meicoomon. She looked afraid even to Meiko, and when she saw Leomon, she saw the image of the infected Leomon, became hostile, and killed Leomon!

Meicoomon then entered the portal again, and here, the second movie finished.

***SPOILER ENDS HERE***

My Thought

Vikemon and Rosemon

First of all, my reaction for this second movie is: “YEEEESSSSSSSSSSSSSSSSSSS!!!!!!!

Vikemon!!
Vikemon!!

Here is the thing, unlike most people (perhaps), my favorite DigiDestined are actually Mimi and Joe. So that is why I enjoyed this second movie a lot because the focus was mostly on these two, just like episode 46-47 in Digimon Adventure 1.  Speaking of which, this movie also reminded me a lot of the mini story arc in those two episodes, where at that time Mimi and Joe met SaberLeomon (the ultimate form of Leomon) and Orgemon; and later on they had to fight MetalEtemon.

And so the coolest thing to me was, of course, the official appearance of Vikemon and Rosemon! I found it nice that the first two Digimon they chose to show the Mega-form (Agumon with his WarGreymon and Gabumon with his MetalGarurumon don’t count of course) were Gomamon and Palmon. If I had to guess, I would have thought they would go with Biyomon (Sora) and Tentomon (Koshiro) first before they went with Gomamon and Palmon, and the last two would be, as always, Gatomon (Hikari) and Patamon (Takeru).

Rosemon!!
Rosemon!!

Yes, with this movie, finally my 16 years of waiting to see my favorite digimon digivolving to its Mega form is officially over!! 😀

The Pace

Just like “Saikai”, “Ketsui” was split into four episodes. To be honest, the pace in “Ketsui” was very slow; even slower than in “Saikai” in my opinion. In the first three episodes, practically nothing was happening (there was almost no action (read: fighting scene) except for a brief battle between Togemon and the infected Orgemon). Even though, admittedly, the first three episodes contained more of the personal circumstances and emotional conflicts which some of the DigiDestined had, which seemed to be the main topic of Digimon Tri. Nonetheless, I felt like it still could have been done in a much faster fashion.

OMG Leomon
OMG Leomon

So if you are looking for the action, the battle, and the cool digivolution of Vikemon and Rosemon, don’t bother with the first three episodes. Just go immediately to the fourth! Haha 😆

The Conflict

I think I get it now, in my opinion the target market of Digimon Tri is exactly the same people as Digimon Adventure and Digimon Adventure 2 in 1999/2000. After 16 years, obviously we have matured. I feel like the characters face more realistic and mature conflicts than their adventure in Digimon Adventure or Adventure 2. This way, we feel even more emotionally connected to them. It is no longer only about the battles and cool digivolution, but also about the personal conflicts ones face as people living in a modern world.

I think this touch is actually really nice, in my opinion.

Next

A third movie is coming and so, unsurprisingly, “Ketsui” also ends with a cliffhanger. The third movie, “Kokuhaku” (“Confession”), is going to be released this coming summer. Daaaammn!! Now I have to wait for another three to four months!! 😒😢

BAHASA INDONESIA

Aku sangat amat excited November lalu  ketika seri terbaru dari Digimon Adventure, Digimon Adventure Tri, dirilis dengan film pertamanya: “Saikai” (“Reuni”). Waktu itu (wajar sih) aku merasa sedikit sebal karena aku harus menunggu empat bulan sebelum film keduanya dirilis, tetapi sekarang tiba-tiba sudah empat bulan aja loh semenjak waktu itu!

Kemarin, film keduanya, “Ketsui” (“Kebulatan Tekad”) dirilis loh!! Dan aku tentunya sudah nontooon!! :mrgreen:

Berikut ini aku akan menulis sebuah spoiler jadi jika tidak mau membaca bocoran ceritanya, silakan lompat langsung ke bagian setelah “Spoiler Selesai“ 🙂 .

***SPOILER DIMULAI***

Jalan Cerita

Setelah bertemu dengan anak terpilih yang baru, Meiko, di akhir “Saikai”, kedelapan anak terpilih lainnya mencoba berkenalan lebih jauh dengannya dan mengajaknya untuk piknik bersama di sebuah pemandian air panas. Sementara itu di dunia Digimon, Orgemon terinfeksi dan Leomon berusaha untuk mencegahnya melakukan hal-hal yang buruk. Anak-anak terpilih dan para digimonnya sendiri akrab satu sama lain dan bersuka-ria di pemandian air panas itu.

Kembali di Tokyo, Orgemon muncul di sebuah taman dimana kebetulan disana ada Mimi dan Meiko. Melihat situasi ini sebagai sebuah kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa tidak semua Digimon itu jahat, Mimi meminta Palmon untuk berdigivolusi menjadi Togemon untuk bertarung melawan Orgemon. Sayangnya, ketika Togemon sedang menyerang Orgemon dengan jurus “Chiku-Chiku Ban-Ban“, sebuah helikopter reporter berita terbang terlalu dekat dengan Togemon sehingga tidak sengaja terkena jurus Togemon dan kemudian jatuh. Ini jelas image yang buruk bagi Digimon karena sekarang di berita digambarkan bahwa Orgemon dan Togemon adalah makhluk jahat yang ingin menghancurkan dunia. Koshiro menyalahkan Mimi akan kejadian ini dan menyebut bahwa Mimi egois.

Mimi's personality caused her some conflicts
Sifatnya Mimi menimbulkan konflik

Leomon kemudian datang ke dunia nyata dan menceritakan apa yang terjadi di dunia Digimon kepada anak-anak terpilih, terutama mengenai infeksi (Leomon menyebutnya sebagai “mutasi”) yang terjadi kepada beberapa digimon. Di sekolah, Mimi tidak disukai oleh teman-temannya yang menyebutnya egois, tetapi Meiko berusaha menenangkan dan menghiburnya. Joe, di sisi lain, ditampilkan sedang galau banget akan sebuah konflik di dalam pikirannya. Ia mempertanyakan mengapa ia harus menjadi salah satu anak terpilih dan harus bertarung lagi padahal ia sebenarnya tidak mau. Ini lah ternyata alasan mengapa Joe menghindar terus selama ini di Digimon Tri sejauh ini.

Joe's inner conflict
Konflik di dalam diri Joe

Di acara festival sekolah, Kaisar Digimon (Ken Ichijouji, ingat bagian pertama dari Digimon Adventure 2) menculik Meicoomon. Leomon, Palmon, dan Gomamon mengejarnya dan berhasil masuk ke dalam portal ke dunia Digimon sebelum Kaisar Digimon menutup portal itu; tetapi untungnya para anak-anak terpilih dan Digimon lainnya masih bisa memonitor apa yang terjadi melalui laptopnya Koshiro. Secara implisit digambarkan bahwa Kaisar Digimon adalah otak di balik infeksi Digimon ini tetapi motifnya masih belum diketahui.

Kaisar Digimon membawa sebuah Imperialdramon yang telah diinfeksi yang kemudian menyerang Leomon, Palmon, Dan Gomamon. Palmon berdigivolusi menjadi Togemon, tetapi jelas ketiganya sama sekali bukan tandingan Imperialdramon yang berlevel Mega. Hikari kemudian berhasil membuat Joe melihat titik terang ( 😛 ) dan meyakinkannya untuk mau bertarung lagi, terutama ketika Gomamon sendiri sedang mempertaruhkan nyawanya waktu itu.

Joe bergabung, dan Gomamon berdigivolusi menjadi Ikkakumon. Lalu, Ikkakumon berdigivolusi menjadi Zudomon. Dan masih belum berhenti loh! 😮😮😮 Zudomon berdigivolusi lebih jauh lagi menjadi Vikemon!! Iyaaa, level Meganya Gomamon yang sebelumnya sama sekali belum pernah muncul di Digimon Adventure! 😍

Joe menjelaskan bahwa ia merasa telah melewati sebuah “kegelapan” dan karena itu ia mendapatkan “kekuatan” yang membuat Gomamon berdigivolusi langsung menjadi Vikemon. Mimi kemudian menyadari ia telah melalui hal yang mirip dengan pandangan orang akan keegoisan dirinya, dan ia kemudian mendapatkan “kekuatan” juga. Togemon kemudian berdigivolusi menjadi Lilimon. Lagi, ini masih belum selesai. Lilimon berdigivolusi lebih jauh menjadi Rosemon!! Iyaaa, level Meganya Palmon yang juga belum pernah muncul di Digimon Adventure sebelumnya! 😍😍😍

Vikemon and Rosemon fighting an infected Imperialdramon
Vikemon dan Rosemon bertarung melawan Imperialdramon yang terinfeksi

Vikemon, Rosemon, dan Leomon berhasil membunuh Imperialdramon. Kaisar Digimon mengembalikan Meicoomon, kemudian tersenyum sadis, dan menghilang. Ketika kembali ke dunia nyata, ada yang salah dengan Meicoomon. Ia terlihat takut bahkan terhadap Meiko, dan ketika melihat Leomon, ia membayangkan Leomon yang terinfeksi, ia lalu menjadi liar dan Leomon ia bunuh!

Meicoomon lalu memasuki portal dunia Digimon dan disini, film kedua ini berakhir.

***SPOILER SELESAI***

Pendapatku

Vikemon dan Rosemon

Pertama-tama, reaksi utamaku akan film ini adalah: “YEEEESSSSSSSSSSSSSSSSSSS!!!!!!!

Vikemon!!
Vikemon!!

Begini ceritanya, tidak seperti kebanyakan orang lain (kayaknya sih, kan anti-mainstream ceritanya), karakter anak-anak terpilih favoritku adalah Mimi dan Joe, haha. Jadilah aku sungguh menikmati film kedua ini dimana fokusnya kebanyakan adalah di dua anak terpilih ini, sama seperti di episode 46-47 di Digimon Adventure 1. Ngomong-ngomong, aku jadi teringat bahwa film ini mirip deh dengan kedua episode itu, dimana waktu itu Mimi dan Joe bertemu dengan SaberLeomon (level Ultimate-nya Leomon) dan Orgemon; yang mana kemudian mereka harus bertarung melawan MetalEtemon.

Dan yang paling keren lagi bagiku adalah kemunculan resminya Vikemon dan Rosemon! Aku senang banget bahwa dua Digimon pertama yang dipilih untuk ditampilkan level Meganya (selain Agumon dengan WarGreymon dan Gabumon dengan MetalGarurumonnya tentunya ya maksudnya) adalah Gomamon dan Palmon! Jika sebelum ini aku harus menebak, aku akan menduga mereka bakalan menunjukkan Biyomon (Sora) dan Tentomon (Koshiro) dulu sebelum kemudian Gomamon dan Palmon, baru kemudian yang terakhir (seperti biasa), adalah Gatomon (Hikari) dan Patamon (Takeru).

Rosemon!!
Rosemon!!

Yup, melalui film ini, akhirnya penantian 16 tahunku (*nggak lebay*) untuk melihat digimon favoritku ber-digivolve ke level Meganya resmi berakhir sudah!! 😀

Laju Jalan Cerita

Seperti “Saikai”, “Ketsui” juga dibagi ke dalam empat episode. Sejujurnya, laju jalan cerita di “Ketsui” ini juga pelan banget; bahkan lebih pelan daripada di “Saikai” deh menurutku. Di tiga episode pertama, praktis nggak ada apa-apa yang terjadi (hampir nggak ada adegan action-nya (baca: adegan pertarungan) kecuali pertarungan singkat antara Orgemon dan Togemon). Walaupun begitu, memang sih tiga episode pertama ini merangkum kondisi personal dan konflik batin/emosional beberapa anak-anak terpilih, yang mana sepertinya memang merupakan fokus dari Digimon Tri ini. Toh walaupun begitu, menurutku ini masih bisa digambarkan dengan laju yang lebih cepat.

OMG Leomon
OMG Leomon

Jadi, jika kamu mencari adegan action, adegan pertarungan, atau digivolusinya Vikemon dan Rosemon, tiga episode pertamanya nggak usah ditonton deh. Langsung aja ke episode keempatnya! Haha 😆

Konflik

Aku rasa aku mengerti sekarang, menurutku pangsa pasar Digimon Tri ini adalah orang-orang yang sama seperti di Digimon Adventure dan Digimon Adventure 2 di tahun 1999/2000. Setelah 16 tahun, jelas dong ya kita sudah menjadi dewasa. Aku merasa karakter-karakternya juga bertambah dewasa dan lebih realistis gitu dengan permasalahan yang lebih kompleks daripada di Digimon Adventure atau Adventure 2. Ini tidak lagi sekedar pertarungan dan digivolusi yang keren, tetapi juga konflik batin yang juga sering dihadapi orang di dunia modern.

Aku rasa ini keren juga sih.

Selanjutnya

Film ketiga masih akan dirilis dan, nggak mengagetkan, “Ketsui” juga berakhir dengan sebuah cliffhanger. FIlm ketiganya, “Kokuhaku” (“Pengakuan”), akan dirilis musim panas ini. Siaaaal!! Artinya aku harus menunggu tiga sampai empat bulan lagi dong!! 😒😢

Movie Review · Nostalgia

#1654 – Digimon Adventure Tri (1: Saikai)

ENGLISH

Spending my Sunday morning watching DIgimon! It felt just like the year 2000 all over again!!
Spending my Sunday morning watching Digimon! It felt just like the year 2000 all over again!!

FINALLY the time has come!! This weekend, the newest film series of Digimon Adventure, a film which I have been waiting for for so long, Digimon Adventure Tri, was released!! The one reason that excited the most about this film is that, finally, the producers have decided to bring back the eight original Digi-destined (from Digimon Adventure 1) as the central characters!!

And how was it?

Okay, beware that the next section contains some spoilers so for those who do not want to get spoiled, please jump to the next section after  the “Spoiler Ends Here“.

Taichi and Agumon
Taichi and Agumon reunited
Reunion at the tarmac of HND
Reunion at the tarmac of HND

***SPOILER STARTS HERE***

Plot

The event of Digimon Adventure Tri took place six years after the original Digimon Adventure and three years after Digimon Adventure 2; which meant it was in the year of 2005. On a peaceful day in Tokyo, distortions on all electronic devices across Tokyo occurred and a Kuwagamon randomly appeared who destroyed the city. The Kuwagamon turned out to have got much stronger than the Kuwagamons in the original series. The six DigiDestined: Taichi, Yamato, Sora, Koushiro, Takeru, and Hikari fought three Kuwagamons at Haneda International Airport along with their digimon partners’ in their Champion form: Greymon, Garurumon, Birdramon, Kabuterimon, Angemon, and Tailmon. The six Champion-level digimons barely defeated Kuwagamons, a testament of how the digimons’ had got infected by some type of distortion which made them stronger but out of control.

Mimi later came back from the US and joined the group while Joe was too busy dealing with his stressful exam. Meanwhile, Taichi started to grow a doubt whether physically fighting the evil infected digimons was the right thing to do after seeing all the damages they have caused. This caused an old-school friction between Taichi and Yamato to resurface again. The next day, a Mega-level digimon, known as Alphamon, appeared in Odaiba appearing to target Meicoomon, the digimon partner of a new girl in the DigiDestined’s school, Meiko. The seven digimons digivolved to their Champion form but were easily dismissed by Alphamon.

So, would Alphamon be successful in his attempt of targetting Meicoomon? Or were the DigiDestined, somehow, able to stop him? Find it out yourself! 😉

General Comment

So what did I think of this movie?

One word: excellent! Being staged six years since the event in Digimon Adventure 1, naturally all of the characters had grown up and faced some “teen-like” problems: like Joe complained that he was so busy he did not have time for his girlfriend (!), Sora, Mimi, and Hikari were chatting in a cafe over boys (😅), Taichi’s unsureness about what he liked to do, etc. Moreover, another aspect which I really liked was each character’s personality that was “preserved” and portrayed well throughout the film: Taichi’s courageous act, Yamato’s short fuse, Sora’s tendency to make everyone happy, Koushiro’s geeky-ness and shyness, Mimi’s cheerful, warm, and happy-go-lucky personality, and Joe’s seriousness. Takeru and Hikari were still, well, Takeru and Hikari; the younger siblings of Taichi and Yamato. I still find them to be the least interesting out of the eight; nothing has changed my opinion since Digimon Adventure 1, haha 😆 . Digimon Adventure Tri was, indeed, a continuation of Digimon Adventure 1 with the same characters! I do think the writers brought forward a great product in the end!

Now, I totally understand this quote by Taichi, especially in relation to my job now. This quote is extremely deep :) .
Now, I totally understand this quote by Taichi, especially in relation to my current job. This quote is extremely deep 🙂 .

Some might think that the story pace was quite slow. This was true. However, I do not think this mattered as much because most (?) viewers have also, well, grown up since Digimon Adventure was first aired in 1999 (2000-2001 in Indonesia), lol 😆 . I mean, 2000-2001 Zilko would have found this movie a little bit boring because of the pace for sure, but 2015 Zilko certainly does not. So in some sense, I think they catered the audiences really well with the pace and stories which they portrayed.

Nevertheless, indeed some aspects were a little bit disappointing to me. For instance, Joe’s lack of presence throughout the film. I know that he was portrayed to be extremely busy and depressed with his exam so he was away from the other seven DigiDestined. As a result, we did not see Gomamon in action, which meant no Ikkakumon in this movie. Given that they introduced new digivolve from Rookie to Champion-level sequence, this means that as of now, there is no official clip showing Gomamon digivolving to Ikkakumon. I just feel like Joe (and, thus, Gomamon) could have been involved more in the story arc.

***SPOILER ENDS HERE***

Nostalgic

It was certainly a very interesting feeling where I felt nostalgic while actually I was watching a film which I had never watched before! I almost had tears in my eyes when the opening, which was Kouji Wada’s “Butterfly”, was played:

I also watched the film on a Sunday morning, the same timeslot as 15 years ago when Indosiar aired Digimon Adventure on TV in Indonesia!! Maybe this added to that!! 🙂

And I felt even more nsotalgic (and happy) when my favorite Digimon-related soundtrack, Ayumi Miyazaki’s “Brave Heart”, was played during the battle!! Like this one:

It was just SO awesome!! 😀

Odaiba

Anyway, the event of this Digimon Adventure Tri film mostly took place in Odaiba, Tokyo. And you know, I did my own Digimon Adventure tour by visiting Odaiba while I was in Tokyo earlier this year! So it was super amazing that I saw the places that I visited were also featured in the movie!! Like this one for example inside the Palette Town in Odaiba:

and of course the super important Fuji TV Building:

Fuji TV Building
Me at Fuji TV Building this March

Next

The film released this weekend was the first film titled “Saikai” (“Reunion”). It ended with a cliffhanger and of course a second film, titled “Ketsui” (“Determination”), will follow. However, the annoying thing is that Ketsui will be released in, well, mid-March 2016!! Daaaammn!! So now I have to wait for another four months?? 😦

Nevertheless, I am still extremely happy that Digimon decided to do this!! It definitely is a huge present to me!! 🙂

So in conclusion, if I have to score this film, I will give it a 4.5 out of 5!

For now, I believe that the most proper way to close this post is with the closing sequence of Digimon Adventure Tri: Ai Maeda’s “I Wish”:

BAHASA INDONESIA

Spending my Sunday morning watching DIgimon! It felt just like the year 2000 all over again!!
Menghabiskan hari Minggu pagiku menonton Digimon! Rasanya seperti kembali ke tahun 2000 lagi!!

AKHIRNYA waktunya tiba juga!! Akhir pekan ini, film terbaru dari seri Digimon Adventure, sebuah film yang sudah lama aku tunggu-tunggu banget, Digimon Adventure Tri, dirilis!! Satu alasan terbesar aku excited banget dengan film ini adalah karena, pada akhirnya, produsernya memutuskan untuk membawa kembali delapan Anak Terpilih yang pertama/asli (dari Digimon Adventure 1) sebagai karakter utamanya!!

Bagaimanakah ceritanya?

Oke, berhati-hati ya, bagian selanjutnya akan mengandung banyak spoiler. Jadi bagi yang tidak ingin membaca spoiler, silakan meloncati bagian berikut dan langsung aja ke bagian setelahnya setelah tanda “Spoiler Selesai Disini“.

Taichi and Agumon
Taichi dan Agumon bertemu kembali
Reunion at the tarmac of HND
Reuni di Bandar Udara Int’l Haneda

***SPOILER DIMULAI DISINI***

Jalan Cerita

Cerita Digimon Adventure Tri adalah enam tahun setelah cerita awal Digimon Adventure dan tiga tahun setelah Digimon Adventure 2; yang mana artinya di tahun 2005. Di suatu hari yang damai di Tokyo, tiba-tiba ada gangguan yang muncul di semua alat elektronik di Tokyo dan seekor Kuwagamon tiba-tiba muncul dan menghancurkan kotanya. Kuwagamonnya ternyata sudah menjadi lebih kuat dariapda Kuwagamon-Kuwagamon yang muncul di seri awal dulu. Enam Anak Terpilih: Taichi, Yamato, Sora, Koushiro, Takeru, dan Hikari melawan tiga ekor Kuwagamon ini dengan pasangan digimon mereka di level Champion: Greymon, Garurumon, Birdramon, Kabuterimon, Angemon, dan Tailmon. Keenam digimon level Champion ini dengan susah payah akhirnya bisa mengalahkan Kuwagamon-Kuwagamon tersebut, sebuah penanda bahwa digimon-digimon ini telah terinfeksi sesuatu dari gangguan elektronik tersebut yang membuat mereka menjadi lebih kuat tetapi kehilangan kontrol diri.

Mimi kemudian pulang dari Amerika dan bergabung dengan yang lainnya sementara Joe disibukkan dengan ujiannya. Sementara itu, Taichi mulai ragu apakah tindakan mereka melawan digimon jahat dengan kekerasan adalah keputusan yang tepat setelah melihat kerusakan yang diakibatkannya. Ini membuat konflik lama di antara Taichi dan Yamato muncul kembali. Keesokan harinya, sebuah digimon level Mega, Alphamon, tiba-tiba muncul di Odaiba dan sepertinya mengincar Meicoomon, pasangan digimonnya Meiko, seorang anak baru di sekolahnya Anak Terpilih. Tujuh digimon berubah ke level Champion tetapi dengan mudah bisa dikalahkan oleh Alphamon.

Nah, apakah Alphamon berhasil menangkap Meicoomon? Atau para Anak Terpilih mampu menghentikannya? Cari tahu sendiri ya! 😉

Komentarku

Nah, bagaimanakah pendapatku akan filmnya?

Dua kata: keren abis!! Di-setting enam tahun semenjak Digimon Adventure 1, tentu saja semua karakternya sudah bertambah dewasa dan sekarang mulai mengalami yang namanya permasalahan anak-anak “ABG” gitu deh: Joe yang mengeluh saking sibuknya ia dengan ujian sampai-sampai ia tidak memiliki waktu pacaran (!), Sora, Mimi, dan Hikari nggosipin cowok di cafe (😅), ke-galau-annya Taichi tentang masa depannya dan ia mau masuk jurusan apa, dll. Lebih jauh lagi, satu aspek yang juga aku suka adalah kepribadian para karakternya yang masih “dijaga” dan ditampilkan dengan baik di sepanjang filmnya: keberaniannya Taichi, Yamato yang gampang marah, kecenderungannya Sora untuk mencoba membuat semua orang senang, Koushiro yang geeky dan pemalu banget, Mimi yang riang, hangat, dan happy go lucky, dan keseriusannya Joe. Takeru and Hikari sih, yah, masih seperti Takeru dan Hikaru yang dulu deh: adiknya Taichi dan Yamato. Bagiku mereka tetaplah dua karakter paling membosankan dari delapan Anak terpilih; pendapatku masih sama nih seperti sewaktu menonton Digimon Adventure 1 dulu, haha 😆 . Digimon Adventure Tri ternyata memanglah kelanjutan dari Digimon Adventure 1 dengan karakter yang sama! Aku benar-benar merasa bahwa penulis naskahnya sudah menghasilkan sebuah produk yang bagus banget!

Now, I totally understand this quote by Taichi, especially in relation to my job now. This quote is extremely deep :) .
Sekarang, aku benar-benar memahami quote-nya Taichi ini, terutama berkaitan dengan pekerjaanku sekarang. Quote ini dalam banget maknanya 🙂 .

Beberapa penonton mungkin merasa laju ceritanya cukup lamban. Ini benar. Namun, aku rasa ini bukanlah masalah yang amat besar karena kebanyakan (?) penontonnya juga sudah bertumbuh besar semenjak Digimon Adventure pertama ditayangkan di tahun 1999 (2000-2001 sih di Indonesia), haha 😆 . Maksudku, Zilko tahun 2000-2001 akan merasa agak bosan dengan film ini karena lajunya yang lamban itu, tetapi Zilko tahun 2015 tidak. Jadi di satu sisi, aku rasa mereka juga menghasilkan suatu produk yang dicocokkan dengan karakter penontonnya dengan baik, baik itu dari segi laju dan ceritanya.

Toh walaupun begitu, memang ada beberapa aspek yang agak mengecewakan sih untukku. Misalnya adalah kekurang-terlibatannya Joe di film ini. Memang sih ia ditampilkan sedang sibuk  dan stress banget ujian sehingga ia tidak banyak hang out dengan ketujuh Anak Terpilih lainnya. Sebagai akibatnya, kita tidak melihat Gomamon beraksi, yang mana artinya Ikkakumon tidak ada dong di film ini. Di film dimana mereka memperkenalkan sequence  baru ketika ber-digivolve dari level Rookie ke Champion, ini artinya untuk sekarang tidak ada cuplikan baru resmi yang menayangkan perubahannya Gomamon menjadi Ikkakumon. Aku rasa sebenarnya Joe (dan, artinya, Gomamon) bisa dilibatkan lebih banyak di jalan ceritanya.

***SPOILER SELESAI DISINI***

Nostalgia

Jelas menarik sekali rasanya bahwa aku merasa nostalgia padahal sebenarnya aku menonton sebuah film baru yang belum pernah aku tonton sebelumnya! Mataku sampai sedikit berair loh ketika lagu pembukaannnya, “Butterfly”-nya Kouji Wada, dimainkan:

Kebetulan filmnya juga aku tonton di hari Minggu pagi sih, waktu yang sama seperti 15 tahun yang lalu ketika Indosiar menayangkannya di TV Indonesia!! Mungkin karena pengaruh ini juga ya!! 🙂

Dan bahkan lebih seru dan nostalgia lagi rasanya ketika soundtrack Digimon favoritku, “Brave Heart”-nya Ayumi Miyazaki, dimainkan di adegan pertarungan!! Misalnya sewaktu bagian ini nih:

SERU banget deh pokoknya!! 😀

Odaiba

Ngomong-ngomong, Digimon Adventure Tri ini juga mengambil tempat di Odaiba, Tokyo. Tahu kan, aku mengadakan tur Digimon Adventure-ku sendiri dengan mengunjungi Odaiba ketika aku berada di Tokyo awal tahun ini! Jadi seru banget rasanya melihat tempat-tempat yang aku kunjungi disana muncul juga di filmnya!! Misalnya temapt ini di dalamnya Palette Town di Odaiba:

dan tentu saja dong Gedung Fuji TV yang penting banget itu:

Fuji TV Building
Aku di depan Gedung TV Fuji Maret lalu

Selanjutnya

Film yang dirilis akhir pekan ini adalah film pertama yang diberi judul “Saikai” (“Reuni”). Filmnya berakhir dengan sebuah cliffhanger dan tentu saja film kedua, yang berjudul “Ketsui” (“Kebulatan Tekad”), akan menyusul. Masalahnya, masa Ketsui baru akan dirilis pertengahan Maret 2016 dong!! Arrrggghh!! Masa dong ya aku harus menunggu empat bulan lagi untuk tahu kelanjutannya?? 😦

Ah, walaupun begitu, aku masih merasa senang sekali Digimon memutuskan untuk membuat film ini!! Jelas rasanya ini adalah sebuah hadiah besar untukku! 🙂

Jadi kesimpulannya, apabila aku harus menilai film ini, aku akan memberikan nilai 4,5 dari skala 5!

Dan untuk sekarang, aku rasa cara paling tepat untuk menutup posting ini adalah dengan lagu penutupnya Digimon Adventure Tri: “I Wish”-nya Ai Maeda yah:

Nostalgia · Rubric

#1446 – Nostalgia: Dragon Ball

ENGLISH

It has been awhile since I posted something under this Nostalgia category apparently, haha. Anyway, I don’t have much time now so here we go 😀

***

One of the most coolest Japanese manga series when I was in Elementary School was, unsurprisingly, the Dragon Ball. Dragon Ball is a story about Songoku and his adventure revolving the Dragon Ball, a set of seven orange balls which summons a dragon that grants one wish. This series was so cool that even the anime, which took forever to complete btw, was also very popular. But in my friends circle, people were more crazy about the manga.

Anyway, so during my one month Indonesia trip in August this year, when I was at home, I decided to reread the entire manga series from volume 1 up to volume 42! You know, for a nostalgia kind of stuff. Btw, yes, I had a complete collection of the manga! Hahaha 😛 . Well, except that I missed volume 19 somehow. I am sure I had it but somehow it was lost. So probably a friend of mine or my brother’s borrowed it and failed to turn it back.

Which reminds me that, unsurprisingly probably, the first manga comic books that I got was also Dragon Ball. I got them as a present from my grandma’s sister when I was in the fifth grade. It was actually a little bit late in the sense that many other friends already got their own comic books since years before, haha. Btw, “a present” as in my grandma’s sister took me to Gramedia and let me choose any comic books that I wanted. And guess what? For some reason (I still don’t know or remember why), I randomly chose volume 14 and 18, haha 😆 . It was indeed quite a strange choice since I literally started reading it in the middle of the story and those two were not even consecutive! So there was a jump in the storyline! Hahaha :P.

Btw, those my first two comic books of mine are still intact at home ;).

My first two comic books: Dragon Ball volume 14 and 18.
My first two comic books: Dragon Ball volume 14 and 18.

BAHASA INDONESIA

Sudah lama juga ya semenjak terakhir kali aku menulis di kategori Nostalgia ini ternyata, haha. Anyway, karena aku tidak memiliki banyak waktu, langsung kita mulai saja ya 😀

***

Satu seri manga dari Jepang yang paling populer banget sewaktu aku masih SD adalah, tidak mengejutkan, Dragon Ball. Dragon Ball merupakan sebuah kisah tentang Songoku dan petualangannya yang melibatkan Dragon Ball, satu set bola naga yang terdiri dari tujuh bola oranye yang bisa mengeluarkan naga yang bisa mengabulkan satu permintaan. Saking ngehitsnya seri ini, sampai-sampai versi anime-nya, yang mana bertele-tele banget deh sebenarnya, juga populer. Tetapi di kalangan teman-temanku sih semuanya lebih terobsesi dengan manganya.

Nah, ketika aku berada di rumah dalam rangka liburan di Indonesia selama satu bulan Agustus tahun ini, aku memutuskan untuk membaca keseluruhan seri manga ini dari volume 1 sampai volume 42! Ya gitu deh, untuk bernostalgia. Btw, iya, koleksi mangaku lengkap loh! Hahaha 😛 . Eh, kecuali bahwa aku kehilangan volume 19-nya sih entah bagaimana. Aku yakin aku memiliki volume ini tetapi bukunya hilang. Mungkin ada temanku atau teman adikku yang dulu pinjam tetapi lupa mengembalikannya.

Yang mana aku jadi ingat nih, mungkin tidak mengejutkan, bahwa buku komik manga pertama yang aku dapatkan adalah Dragon Ball ini loh. Aku mendapatkannya sebagai hadiah dari adiknya omaku ketika aku berada di kelas 5 SD. Ini agak telat sih sebenarnya karena teman-temanku sudah memiliki buku komiknya sendiri semenjak bertahun-tahun sebelumnya, haha. Btw, yang kumaksud dengan “hadiah” adalah adiknya omaku membawaku ke Gramedia dan aku boleh memilih buku komik mana pun yang aku mau. Dan apa yang terjadi? Entah mengapa (aku masih tidak tahu dan tidak ingat mengapa), aku secara acak memilih volume 14 dan 18 dong, hahaha 😆 . Aneh banget kan, karena artinya aku mulai membacanya dari tengah-tengah cerita dan bahkan kedua buku itu tidak bersambungan! Jadi ada loncatan di jalan ceritanya gitu deh! Hahaha :P.

Btw, dua buku komik pertamaku itu masih ada di rumahku 😉 .