Miscellaneous, Photo Tales

#2138 – Photo Tales (48)

ENGLISH

Photo #104

A signage at Buda Castle in Budapest

I saw this signage at Buda Castle in Budapest. And then I noticed that one of the sign pointed to, presumably, an area in the castle where you would be able to find some (free) wifi! Haha 😆 . For this wifi area to, against all odds, made all the way to be in a signage just shows how important mobile internet is nowadays! 😀

Photo #105

Hello there, TU Delft!

Anyway, my KLM Cityhopper flight KL1304 from Toulouse landed at runway 18R of Schiphol Airport. That day to get to this runway, the flight path happened to pass Delft. I was also quite lucky that the weather was generally good that day! As a result, I got a clear view of Delft and, among others, also the TU Delft campus as pictured above!! 😀

It was quite cool to get this unique view, wasn’t it?

BAHASA INDONESIA

Foto #104

Sebuah papan petunjuk di Kastil Buda di Budapest

Aku melihat papan petunjuk ini di Kastil Buda di Budapest. Dan kemudian aku menyadari bahwa salah satu petunjuknya mengarah ke, apa yang aku asumsikan, area di kastilnya di mana kita bisa mendapatkan wifi (gratis)! Haha 😆 . Nah, untuk area wifi ini sampai bisa-bisanya masuk ke dalam papan petunjuk ini menunjukkan pentingnya mobile internet zaman sekarang kan ya! Haha 😀

Foto #105

Haloo, TU Delft!

Anyway, penerbangan KLM Cityhopper KL1304ku dari Toulouse mendarat di landasan pacu 18R Bandara Schiphol. Hari itu untuk mencapai landasan pacu ini, rute penerbangannya kebetulan melalui langit di atasnya Delft. Aku juga beruntung hari ini dimana cuacanya pas sedang cerah juga! Jadilah sebagai akibatnya aku bisa melihat kota Delft dengan jelas dari atas dan, salah satunya, kampus TU Delft seperti di foto di atas!! 😀

Keren juga ya bisa mendapatkan sudut pandang yang lumayan unik begini?

Advertisements
Miscellaneous, Photo Tales

#2120 – Photo Tales (47)

ENGLISH

The theme of this edition of Photo Tales post is new(-ish) things which I just bought recently.

Photo #102

A new mp3 player

On my way to Munich for a weekend trip back in April, I had a problem with my mp3 player which, at the time, I thought was the usual earphone problem (where suddenly one of the two speakers did not work anymore); as it had been awhile since the last time I bought the earphone. So at Schiphol I decided to buy a new earphone which, at first, appeared to fix the problem. And so my trip and life moved on as usual…

But then at one point in Munich, the same problem reappeared! I found it strange and highly unlikely that I just bought a defect earphone, which would lead to the conclusion that the problem was in the mp3 player itself, not the earphone. And so once I was back in the Netherlands, I decided to order online a new mp3 player, which was delivered to me the day after. This time, thankfully I was correct as this solved the problem.

As a side note, I was slightly annoyed that I just wasted a perfectly-fine earphone (and some money for a new one, which apparently I hadn’t yet needed at the time). But well, what could I do? Haha…

Photo #103

Two new airplane models, an Air France’s A320-200 F-GKXU and A380-800 F-HPJA

In May, I decided to add two new plane models to my collection. This time, I got myself an Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXU (which I have flown once last year) and an Air France’s Airbus A380-800 reg F-HPJA.

Initially, I was actually eyeing on the A320-200 model only. But then upon placing my order, I decided to add the (much more expensive) A380-800 model as well, haha 😆 . I am happy with both products 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Tema posting Photo Tales kali ini adalah barang-barang baru yang belum lama ini aku beli.

Foto #102

Sebuah mp3 player baru

Di perjalananku ke Munich untuk sebuah perjalanan akhir pekan April kemarin, aku mendapatkan masalah dengan mp3 playerku yang, waktu itu, aku kira adalah masalah earphone seperti biasanya (dimana salah satu speaker-nya tiba-tiba mati); karena memang sudah lumayan lama earphone ini aku beli. Jadilah di Schiphol aku membeli earphone baru yang, awalnya, nampak memecahkan masalah ini. Jadilah perjalanan dan hidupku move on seperti biasanya…

Tapi kemudian di Munich, masalah yang sama muncul kembali dong! Aku merasa aneh dan sepertinya nyaris mustahil bahwa earphone yang baru saja aku beli itu produk yang cacat, yang mana ini berarti kemungkinan besar masalahnya justru berada di mp3 player-nya itu sendiri, bukan di earphone-nya. Jadilah sekembalinya aku di Belanda, aku memutuskan untuk membeli online mp3 player yang baru, yang diantarkan sehari kemudian. Kali ini, untungnya diagnosaku benar karena masalahnya terpecahkan.

Sebagai catatan samping nih, agak sedikit sebal juga aku membuang earphone yang sebenarnya masih bagus (dan juga biaya yang kukeluarkan untuk yang baru itu sih, yang mana sebenarnya belum kubutuhkan waktu itu). Tapi ya sudah lah ya, haha…

Foto #103

Dua model pesawat baru, A320-200 F-GKXU dan A380-800 F-HPJAnya Air France

Di bulan Mei kemarin, aku memutuskan untuk membeli dua model pesawat baru untuk koleksiku. Kali ini, aku membeli Airbus A320-200 rego F-GKXU (yang sudah pernah kuterbangi satu kali tahun lalu) dan Airbus A380-800 rego F-HPJA. Keduanya milik Air France.

Awalnya, sebenarnya aku hanya berencana membeli model A320-200nya saja. Tapi ketika sedang memesan, aku memutuskan untuk menambahkan model A380-800nya (yang mana jauh lebih mahal) karena sudah sekalian, haha 😆 . Aku suka dengan kedua produknya kok 🙂 .

Miscellaneous, Photo Tales

#2077 – Photo Tales (45)

ENGLISH

It has really been awhile since my last Photo Tales post! And so I figure it is time for another one with three photos coming from the two trips I did within a week at the end of January/early of February.

Photo #100

Still deboarding while I was boarding my connecting flight

On my way back from Copenhagen to Amsterdam, I had quite a tight connection in Paris. My first flight from Copenhagen was slightly delayed while my connecting flight was scheduled to depart only 50 minutes after the arrival of my Copenhagen flight in the schedule. It was good that I sat in the front section so I was amongst the first passengers to get off the plane. I rushed and boarding had already started by the time I reached the gate.

It turned out that the gate of my connecting flight was the gate next to my first flight’s. And so I got the unique view in the photo above, where passengers were still deboarding my flight AF1851 from Copenhagen when I boarded my connecting flight AF1440 to Amsterdam! Lol 😆 .

Photo #101a and #101b

A bag on the tarmac

While waiting for the bus which would take me to the plane at Bologna Airport, a lorry of luggage bags passed and when it made a turn, a bag literally fell off of it! Unfortunately, the driver did not see this and so he kept driving to the plane. A few passengers and I who witnessed the incident looked into each other and were like:

Oops! I mean, it appeared that whoever had that bag would have a bad day… .

But then, thankfully an airport worker saw the bag and not long after, someone came and took the bag; presumably (and hopefully) to the flight where it belonged…

Baggage handling

Haha…

BAHASA INDONESIA

Sudah lumayan lama ya semenjak posting Photo Tales terakhirku! Dan jadilah aku rasa sekarang adalah waktunya untuk edisi baru dengan tiga foto dari dua perjalanan yang aku jalani dalam satu minggu di akhir Januari/awal Februari yang lalu.

Foto #100

Penumpang masih turun dari pesawat ketika aku sudah boarding penerbangan lanjutanku

Di perjalanan kembaliku dari Kopenhagen ke Amsterdam, aku memiliki waktu transit yang singkat banget di Paris. Kebetulan pula penerbangan pertamaku dari Kopenhagen sedikit terlambat padahal penerbangan lanjutanku dijadwalkan berangkat hanya 50 menit setelah jadwal ketibaan penerbangan pertamaku. Untungnya aku memilih untuk duduk di bagian depan pesawat sehingga aku bisa turun duluan. Aku kemudian buru-buru dan boarding penerbangan lanjutanku sudah dimulai ketika aku tiba di gate.

Ternyata gate penerbangan lanjutanku berada tepat di sebelah gate penerbangan pertamaku. Jadilah aku mendapatkan pemandangan unik seperti di foto di atas, dimana proses penurunan penumpang masih berlangsung di penerbangan AF1851ku dari Kopenhagen ketika aku sudah boarding penerbangan lanjutan AF1440ku ke Amsterdam! Haha 😆 .

Foto #101a dan #101b

Koper di tarmac bandara

Ketika menunggu bus yang akan mengantarkanku ke pesawat di Bandara Bologna dijalankan, sebuah lori yang membawa tas-tas bagasi penumpang lewat. Ketika lorinya berbelok, sebuah koper tidak sengaja terjatuh dong! Sialnya, sopir lori tidak melihat kejadian ini sehingga ia terus berjalan ke pesawatnya. Beberapa penumpang lain dan aku yang menyaksikan insiden ini saling bertatap-mata satu sama lain dan ekspresi kami kurang lebih kayak gini:

Oops! Waktu itu sepertinya siapa pun pemilik tas itu akan menghadapi hari yang buruk ya…

Tetapi kemudian, untungnya ada seorang petugas bandara yang melihat koper ini. Tidak lama kemudian, ada seorang petugas yang mengambil kopernya. Aku asumsikan (mudah-mudahan benar demikian), kopernya kemudian diantarkan ke penerbangan yang seharusnya…

Penanganan tas

Haha…

Miscellaneous, Photo Tales

#2003 – Photo Tales (44)

ENGLISH

This edition of Photo Tales contains two side stories from my weekend trip to Cardiff last month.

Photo #98

Ticket fare: £0.00

I was very lucky on this trip. Apparently starting from July this year, as a way to encourage people to take public transportation in Wales for long-distance road travel, the Wales government provided 100% discount on eight routes in the weekend. Yep, 100% discount as in the bus ticket on those routes were made free! And the T9 service between Cardiff Airport and Cardiff city centre was one of them!!

This T9 service was certainly going to be my main mode of transportation to get to/from the airport anyway. And somehow the 100% discount was also applied on Saturday and Sunday, the two days I was going to use this service! Lol 😆 .

So yeay for me saving at least £10 with this! Not bad, haha 😆 . Btw, the airport was located quite far away from the city centre, though, where one way trip took around 30 minutes.

Photo #99

KLM Cityhopper’s Fokker 70 reg PH-KZU in Anthony Fokker special livery.

I was generally happy that I got to fly a Fokker 70 on this trip and I actually got PH-KZB for that, a Fokker 70 I had never flown before so I could add a new registration to my Flying log, haha.

However, deep down actually I was a little bit disappointed that it was not PH-KZU. You see, I had actually flown PH-KZU before, on my way back to Amsterdam from Belfast almost two years ago. However, this summer KLM decided to apply a special livery on PH-KZU to commemorate Anthony Fokker, a Blitar-born Dutchman who basically founded Fokker, a Dutch airplane manufacturer; as KLM was retiring all of their remaining Fokker 70s this October. So it would actually have been cool if I got the chance to fly it one more time with the special livery!

Too bad I didn’t. I wasn’t that disappointed though because I knew the chance was quite slim anyway at only 1/8 with 8 Fokker 70s still remained in service for KLM Cityhopper at the time.

However on my flight back to Amsterdam, my plane (an Embraer 175 reg PH-EXN) actually parked next to PH-KZU so at least I got the chance to snap a photo of it! Haha 😛 .

BAHASA INDONESIA

Tema dari Photo Tales kali ini adalah dua cerita sampingan dari perjalanan akhir pekanku ke Cardiff bulan lalu.

Foto #98

Harga tiket: £0.00

Aku beruntung sekali di perjalanan kali ini. Ternyata semenjak Juli tahun ini, untuk memacu masyarakat untuk menaiki kendaraan umum di Wales ketika bepergian jarak jauh dengan jalur darat, pemerintah Wales memberikan diskon 100% di delapan rute di akhir pekan. Iya, diskon 100% alias tiket bus di rute-rute itu digratiskan! Nah, ternyata rute T9 antara Bandara Cardiff dan pusat kota Cardiff adalah salah satunya!!

Rute T9 ini toh akan menjadi mode transportasi utamaku untuk bepergian dari/ke bandara kan ya.Dan entah bagaimana kok bisa-bisanya diskon 100% ini berlakunya juga di hari Sabtu dan Minggu, dua hari dimana aku akan menaiki layanan ini! Hahaha 😆 .

Hore, lumayan lah ya bisa menghemat setidaknya £10 dengan ini, haha 😆 . Btw, bandaranya berlokasi cukup jauh dari pusat kotanya, dimana perjalanan satu arah memakan waktu sekitar 30 menit.

Foto #99

Sebuah Fokker 70 milik KLM Cityhopper rego PH-KZU dengan livery spesial Anthony Fokker.

Secara umum aku senang sekali aku berkesempatan terbang dengan sebuah Fokker 70 di perjalanan ini dan malahan aku mendapat PH-KZB, sebuah Fokker 70 yang belum pernah aku terbangi sebelumnya sehingga aku bisa menambakan registrasi baru ke Flying logku, haha.

Namun, di dalam lubuk hati paling dalam sebenarnya aku sedikit kecewa pesawatnya bukan PH-KZU! Hmm, jadi sebenarnya aku sudah pernah terbang dengan PH-KZU sebelumnya, yaitu di perjalanan kembaliku ke Amsterdam dari Belfast hampir dua tahun yang lalu. Namun, musim panas ini KLM memutuskan untuk mengecat PH-KZU dengan livery spesial untuk menghormati Anthony Fokker, seorang Belanda kelahiran Blitar yang mendirikan cikal bakal pabrik pesawat Fokker; karena KLM akan memensiunkan semua Fokker 70nya bulan Oktober ini. Jadi kan bakalan keren ya kalau aku bisa terbang dengannya sekali lagi ketika pesawatnya bercat livery spesial ini!

Sayangnya ini tidak kejadian. Aku nggak kecewa-kecewa banget sih sebenarnya karena aku tahu toh kemungkinannya kecil sekali, hanya 1/8 kan karena waktu itu tersisa 8 Fokker 70 saja yang masih aktif digunakan KLM Cityhopper.

Namun di penerbanganku kembali ke Amsterdam, pesawatku (sebuah Embraer 175 rego PH-EXN) ternyata parkir di sebelah PH-KZU loh. Jadi lumayan lah ya setidaknya aku masih bisa memfotonya! Haha 😛 .

EuroTrip, Miscellaneous, Photo Tales, Weekend Trip

#1969 – Photo Tales (43)

ENGLISH

The theme of this Photo Tales post is some side stories of my impulsive weekend trip in July 2017 to watch Venus Williams’ singles match at the final of Wimbledon. The main story of this series can be found at the following links:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Photo #95

Venus (Shave)

As I already mentioned above, Venus Williams was the reason of this impromptu trip to London. And so I found it funny when I saw these shaves by Gillette being marketted as “Venus” at the on-board store in the ferry boat I took from Hoek van Holland to Harwich. I felt like the universe “knew” and so this coincidence 😛 .

Photo #96

A new Oyster Card

Anyway, during a similar impromptu weekend trip to Wimbledon two years prior, where I witnessed Serena Williams completing her second Serena Slam, I accidentally lost the Oyster Card I bought five years ago. And because I will definitely go back to London, I decided to buy a new Oyster Card this time, pictured above. To be honest, I was a little bit disappointed that it looked more “plain” than the colorful one I bought five years ago, haha 😆 .

Photo #97

Yeay, electric plugs!

The last-minute nature of the trip meant higher risk of me forgetting something. And unfortunately, I did forget something this time: my adapter. You see, the UK uses a different plug type than the rest of Europe (So annoying, I know!). And so not bringing an adapter with me made my life a little bit more difficult there. But fortunately, the hotel I stayed in provided several different plug types, even a USB one, which I found extremely useful!! I was really glad I chose to stay at this hotel! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Tema posting Photo Tales kali ini adalah beberapa cerita sampingan dari perjalanan dadakanku di bulan Juli 2017 untuk menonton pertandingan tunggalnya Venus Williams di finalnya Wimbledon. Posting-posting utama dari seri ini bisa dibaca melalui tautan-tautan berikut:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Foto #95

Venus (Cukur)

Seperti yang kusebutkan di atas, Venus Williams adalah alasan aku pergi dalam perjalanan dadakan ke London ini. Makanya aku merasa lucu ketika melihat cukurnya Gillette yang dipasarkan dengan nama “Venus” ini di toko di dalam kapal ferry yang kunaiki dari Hoek van Holland ke Harwich. Aku merasa kok alam semesta ini “tahu” sehingga kebetulan ini terjadi, haha 😛 .

Foto #96

Oyster Card baru

Anyway, di perjalanan akhir pekan serupa ke Wimbledon dua tahun sebelumnya, dimana aku menyaksikan Serena Williams mencetak Serena Slam keduanya, tak sengaja kartu Oyster Card-ku yang kubeli lima tahun yang lalu hilang. Dan karena toh aku pasti akan kembali lagi ke London, aku memutuskan untuk membeli Oyster Card yang baru kali ini, yang kufoto di atas. Sejujurnya, aku sedikit kecewa soalnya disain Oyster Card ini nampak “biasa” banget alias terlalu polos gitu jika kubandingkan dengan yang berdisain warna-warni yang kubeli lima tahun lalu, haha 😆 .

Foto #97

Hore, colokan listrik!

Namanya perjalanan dadakan, artinya ada risiko lebih tinggi untukku kelupaan sesuatu. Dan sayangnya, aku beneran kelupaan sesuatu kali ini: adaptorku. Jadi ceritanya Inggris Raya itu kan menggunakan colokan yang modelnya berbeda dari semua negara Eropa lainnya gitu kan ya (Nyebelin memang!). Jadilah tidak membawa adaptor itu membuat hidupku agak sedikit lebih repot di sana, haha. Tetapi untungnya hotel tempatku menginap memiliki colokan listrik dengan beberapa tipe loh, bahkan ada colokan USB segala, yang mana sangat amat berguna untukku!! Aku lega banget deh aku memilih untuk menginap di hotel ini! Haha 😆 .

Miscellaneous, Photo Tales

#1958 – Photo Tales (42)

ENGLISH

The theme of this Photo Tales post is my latest experiments in the kitchen!

Photo #93

A duck fillet steak experiment

My long weekend trip to Lyon gave me a kitchen experiment inspiration for a duck fillet steak. At the time it hit me how I could never think about it as it appeared not very complicated!

While the cooking part was not that complicated, indeed; the grocery shopping part was, haha 😆 . It appeared to me that duck meat was not *that* popular here in the Netherlands. I mean, the supermarket sold it; but it was not as “visible” and “plenty” as the other types of meat. As I could not find it in my first attempt, I resorted to Google to find out that the supermarket only sold one “type” of duck fillet. It was boxed and was put in a special chiller for boxed stuffs, haha. It certainly made the meat look more “premium”, though, and this might partly explain the price, haha.

Anyway, I liked it! Though I am not sure if I am going to cook it that often, due to the higher proportion of fat (thanks, my nutrition app). Even though this might be because of the skin; in which case the fat would not be a problem if I just ignored the skin. But you know, ignoring a crispy skin on your plate in front of you sounds like a difficult thing to do, haha 😆 .

Photo #94

A high protein meal experiment

Speaking of the nutrition app, aside from reducing my consumption of fat, I am also trying to increase my consumption of protein. And this motivated this experiment to cook the pictured high protein meat, haha.

Lean red meat is obviously low in fat and is delicious for a steak, so that is a given. And then we all know that tempe (I know it is spelled “tempeh” in English but it just feels weird for me to type so. So I am typing it in the original Indonesian spelling here 😛 ) is rich in protein. And before I moved to Amsterdam, my ex-housemate told me about the existence of this “bimi” vegetables, which is a hybrid between brocolli and kailan and also has high amount of protein.

Surprisingly (or not?), the dish worked well!! 😀 For this one, though, I am sure I am cooking this more often (at least more often than the duck fillet dish 😛 ).

BAHASA INDONESIA

Tema dari posting Photo Tales kali ini adalah percobaanku akhir-akhir ini di dapur!

Foto #93

Percobaan steak filet bebek

Perjalanan akhir pekanku ke Lyon memberiku inspirasi untuk mencoba memasak steak filet bebek. Waktu itu, aku cukup heran mengapa aku tidak pernah kepikiran sebelumnya karena nampaknya masakan ini tidak begitu sulit untuk dibuat!

Walaupun memang bagian masakanya nggak begitu rumit; ternyata justru bagian belanjanya yang agak rumit, haha 😆 . Ternyata daging bebek itu nggak begitu populer di Belanda. Maksudku, memang sih dagingnya dijual di supermarket; tetapi nggak begitu “kelihatan” dan “banyak” seperti tipe-tipe daging lainnya gitu. Karena gagal menemukannya di usaha pertamaku untuk membelinya, aku meng-google-nya dan ternyata supermarketnya cuma menjual satu “jenis” filet bebek. Filet ini dibungkus dalam kotak dan ditaruh di satu chiller khusus bersama dengan daging-daging kotakan lainnya, haha. Memang sih ini membuat dagingnya nampak lebih “premium” dan mungkin ini sedikit menjelaskan harganya, haha.

Anyway, tapi aku suka! Walaupun aku nggak yakin sih aku akan sering-sering memasaknya karena tingginya kandungan lemak (thanks, app nutrisiku). Walaupun mungkin ini disebabkan oleh kulit bebeknya sih; yang mana jika demikian artinya tidak akan masalah jika kulitnya aku abaikan. Tapi tahu lah, susaaah untuk mengabaikan kulit crispy yang tersaji di piring di depan kita kan, hahaha 😆 .

Foto #94

Percobaan menu kaya protein

Ngomingin app nutrisi, di samping mengurangi konsumsi lemak, aku juga berusaha meningkatkan konsumsi protein. Dan ini memotivasiku untuk memasak makanan kaya protein di foto di atas, haha.

Daging merah rendah lemak jelas rendah kandungan lemaknya (menurut ngana? 😆 ) dan enak untuk dimasak steak. Dan kita tahu lah tempe itu kaya protein. Dan sebelum aku pindah ke Amsterdam, mantan housemate-ku memberi-tahuku mengenai keberadaan sayuran yang bernama “bimi”, yang merupakan hasil persilangan brokoli dan kailan dan memiliki kandungan protein yang tinggi.

Dan ternyata, aku juga suka masakan ini!! 😀 Nah, untuk yang ini, aku yakin aku akan memasaknya lebih sering sih (setidaknya lebih sering daripada steak bebek filet 😛 ).

Miscellaneous, Photo Tales

#1933 – Photo Tales (41)

ENGLISH

Photo #91

Perusahaan Ketjap Kudus in Den Haag

Some time ago when I was grocery shopping, I spotted the following sweet soysauce at one of the racks. Okay, you probably need to speak Indonesian to understand why I bothered to take the photo (because it was quite funny in some ways 😛 ).

You see, it was soysauce by “Perusahaan Ketjap Kudus” (translated as “Kudus Soysauce Factory”), implying the factory’s location in Kudus, Central Java. However, it was stated at the bottom of the label that the production was actually in Den Haag, the Netherlands. Yeah, so a factory of an Indonesian product with an Indonesian name but with production in the Netherlands, haha.

Though, I might actually misunderstand its name, though. Instead of “Kudus” as a noun (thus, referring to the Central Javan region), it might actually be the adjective “kudus” (translation: “holy”). This would actually explain the phrase “selalu terpudji” (translation: “always commendable”) put below its name, haha 😆 .

Photo #92

Lamb shank at Mata Hari

Anyway, in the last week of May, a friend and I caught up in Amsterdam. And we decided to have dinner at a restaurant called “Mata Hari”, that was actually not an Indonesian restaurant, haha (“matahari” means “the sun” in Indonesian). It was actually a Mediterranean restaurant.

Thanks to Yelp, we chose this restaurant, because the food was really good! Plus, I found it to be quite fairly priced, especially considering its location (near the touristic area of Amsterdam, i.e. the infamous Red Light, haha 😛 ). Anyway, I decided to order a lamb shank and some french fries. The lamb shank and its salad was really good; though I regretted the french fries because I actually did not really need it as I got too full afterwards, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Foto #91

Perusahaan Ketjap Kudus di Den Haag

Beberapa waktu lalu ketika sedang belanja, aku melihat kecap manis ini di salah satu rak.

Nah lucu kan, kecap manis ini buatan “Perusahaan Ketjap Kudus”, yang menyiratkan lokasi pabriknya ada di Kudus, Jawa Tengah. Namun, di bagian bawah labelnya dituliskan bahwa produksinya di Den Haag, Belanda. Iya, pabrik sebuah komoditi Indonesia dengan nama Indonesia tetapi produksinya di Belanda, haha.

Eh, sebenarnya bisa saja aku salah mengerti sih. Bukannya “Kudus” yang merupakan kata benda (sehingga menunjukkan daerah di Jawa Tengah itu), bisa saja yang benar adalah kata sifat “kudus”. Ini justru menjelaskan frase “selalu terpudji” yang dicetak di bawah namanya itu kan, haha 😆 .

Foto #92

Lamb shank di Mata Hari

Anyway, di akhir bulan Mei, seorang teman dan aku catch up di Amsterdam. Dan kami memutuskan untuk makan di sebuah restoran yang namanya “Mata Hari”, yang mana bukan lah restoran Indonesia loh. Ternyata ini adalah restoran Mediterania, haha.

Berkat Yelp nih kami memilih restoran ini, dan untung soalnya makanannya enak! Plus, menurutku harganya juga oke lah terutama dengan mempertimbangkan lokasinya (di dekat area turistiknya Amsterdam, yaitu area Red Light yang “terkenal” itu, haha 😛 ). Anyway, aku memutuskan untuk memesan sebuah lamb shank dan french friesLamb shank berserta saladnya enak loh; walaupun aku sedikit menyesal memesan french fries-nya sih karena kebanyakan! Akibatnya aku kekenyangan deh setelahnya, haha 😆 .