Awards and Blog Homeworks · General Life · Zilko's Life

#1055 – Weekend Story

ENGLISH

Another weekend has come to an end, and tomorrow morning I will have to get up early to have a short meeting with my thesis supervisor at 9.30 AM! She is leaving for three weeks for a vacation to Malaysia later on that day and so it is not possible to have a more later meeting, hahaha… ๐Ÿ˜›

Fixing Clogged Shower Drain

The past few days, the shower drain in my shower room was, somehow, clogged causing water to stagnate for quite a while before it was all drained. I didn’t have the time to fix it during the week because I was really occupied with my work in campus. So, the only time I could work on it, or at least take a look on it, was this weekend. However, there was one problem. I did not have screwdriver to open the drain, huahaha ๐Ÿ˜† . All this time, when I needed a screwdriver, I just borrowed it from my friend. But then I thought owning screwdrivers (yeah, plural; because there are two kinds of screwdrivers, + and – ) would come in very handy in some DIY emergency situation. So, I decided to look for screwdrivers first before fixing the drain…

My first try was IKEA as I thought they should sell screwdrivers. But then it turned out that looking for a screwdriver in a huge IKEA was like looking for a needle in a haystack. I did ask some of the employees but they seemed to mislead me (or they were not sure themselves, hmmm). Getting no result, I chose to leave IKEA and went to the centrum. Instead, there, I easily found screwdrivers at HEMA! Hahaha ๐Ÿ˜†

Btw, here is a nice thing of going to the centrum on a Saturday:

Free Cola for everyone!
Free Cola

Yes, they were giving away free Coca Cola, muahahaha ๐Ÿ˜† . Every week, this kind of free give-away thing is often held in the centrum. One time it can be a cola product, the other time it can be ice cream, the other time it can be orange juice, etc. Not bad, hahaha…

Long story short, after that, I went back home and opened the drain. I found out that the problem was quite more severe than I thought and I could not just simply take all the dirt out with hand (the pipe was small in diameter). Then, I found a tips from the internet that I could use a combination of salt and hot water. And by hot water, apparently it had to be really hot water (I had to boil it in the kitchen first), not just warm water from the water heater (I did try this before and it indeed didn’t seem to work). And it worked!!

Earth Hour

Last Saturday, one worldwide campaign was held: The Earth Hour where we were encouraged to turn off a light from 20:30 to 21:30 to reduce our consumption of electricity, in an awareness campaign for a greener Earth. I have been quite active in participating in this campaign since 2009, and of course this year was no exception :D. I decided to go walking around Delft as a light exercise during that time so that I could turn off all lights and electricity in my apartment without having to deal with it, hahaha.

Anyway, the main idea of this campaign is of course not just turning off lights once a year for one hour, but also to apply that in daily life by turning off unused/unnecessary lights/electricity. And of course I have been trying to apply that in my life, for example I never leave my apartment with any lights on and I only turn my shower room light just when I use it. Well, this kind of campaign will work if every individual has his/her own awareness to the issue and is willing to combat the issue by applying this action to his/her daily life. So it is, obviously, not only the “big guys”‘ problem…

April Fool

Anyway, today is April the 1st and many people know it as the April Fool day. And I was tricked today, hahaha. So, about two days ago there was an invitation on Facebook for TU Delft students to join a free “Anti-Gravity Experience” activity on campus next week. We had to register by sending an email to the organizer. And of course I was interested! I mean, it would be cool, you know, being in a room with no gravity in it! Though I quite wondered how they would simulate that, as the one way I know to simulate this is by zero-gravity aircraftย which, I knew, would cost a fortune. Actually, apart from that “how” question, I also sensed something weird when I was registering to the event. Firstly, the said they would co-organize the event with a Dutch company, but they did not specify which one. Quite strange, no? Secondly, the Facebook account of the event which hosted the event only had six friends. Thirdly, the email address we should send our registration to was based in gmail. I mean, if it were a formal cooperation event, it should be a company-based email or at least TU-Delft-based email, not a free email, right? But I ignored those four things because I thought maybe they indeed had a newer technology on how to actually simulate that zero gravity thing. And in the end, yes, the got me! Dammit April Fool!! hahahaha…

Award from Gamazoe

A few days ago Dhenok gave me this “Seratus Cinta Gamazoe” Award. Thank you so much Dhe, and congratulations for hitting the “sacred” 100 number. Good luck on everything, and keep blogging! ๐Ÿ™‚

BAHASA INDONESIA

Satu akhir pekan telah berakhir lagi, dan besok aku harus bangun pagi nih karena aku akan ada meeting singkat dengan pembimbing tesisku jam 9.30 pagi! Ia akan pergi liburan selama tiga minggu ke Malaysia gitu deh sorenya sehingga nggak mungkin gitu meeting-nya diadakan agak siangan dikit, hahaha… ๐Ÿ˜›

Membersihkan Pipa Shower yang Tersumbat

Beberapa hari belakangan ini, pipa pembuangan air di kamar mandiku agak tersumbat sehingga airnya itu menggenang dulu sebelum akhirnya terbuang. Selama seminggu lalu aku nggak sempat deh untuk membersihkannya karena aku sibuk dengan segala pekerjaan di kampus. Jadilah satu-satunya waktu dimana aku bisa membersihkannya, atau setidaknya memperhatikan masalahnya, ya akhir pekan ini. Namun, ada satu masalah. Aku kan nggak punya obeng buat membuka tutup salurannya itu ya, huahaha ๐Ÿ˜† . Selama ini, kalau aku membutuhkan obeng, aku selalu meminjam punya teman. Tapi kemudian aku berpikir bahwa memiliki dua obeng itu (ya, dua: karena obeng kan ada dua macam gitu ya, + dan -) cukup penting juga ketika aku berada dalam situasi mendesak yang DIY (do it yourself). Jadilah aku memutuskan untuk membeli obeng dulu sebelum membersihkan pipa saluran itu.

Tujuan pertamaku tentu adalah IKEA karena aku rasa seharusnya mereka menjual obeng dong. Tapi ternyata mencari sebuah obeng di IKEA yang gede banget itu beneran kayak mencari jarum di tumpukan jerami ya. Aku sudah bertanya segala ke beberapa karyawannya dan mereka sepertinya juga nggak yakin deh obengnya ada dimana, hmm. Nggak ada hasil, jadilah aku meninggalkan IKEA dan pergi ke centrum aja. Eh ternyata disana malah aku bisa menemukan obeng dengan mudah di HEMA! Hahaha ๐Ÿ˜†

Btw, inilah hal mengasyikkan kalau pergi ke centrum di suatu hari Sabtu:

Cola gratis buat semuanya yang lewat!
Cola gratisan

Ya, ada pembagian Coca Cola gratis gitu deh, muahahaha ๐Ÿ˜† . Setiap minggu, pembagian barang gratisan gini hampir selalu ada loh di centrum. Di satu waktu bisa berupa produk minuman bersoda, di waktu lain bisa berupa es krim, di waktu lain bisa berupa orange juice, dll. Lumayan lah ya, hahaha…

Singkat cerita, setelah itu, aku kembali ke rumah dan membuka pipanya. Ternyata permasalahannya lebih parah dari yang aku kira karena aku tidak bisa mengeluarkan semua kotoran yang menyumbatnya dengan tangan (pipanya kan kecil). Lalu, aku menemukan tips di internet bahwa aku bisa menggunakan kombinasi antara garam dan air yang panas. Dan maksudnya air panas itu adalah air yang beneran panas ya (aku harus merebusnya di dapur dulu), bukan sekedar air hangat yang dari pemanas air itu (aku sudah mencobanya sebelumnya dan memang gagal sih). Dan ini berhasil loh!!

Earth Hour

Sabtu kemarin, satu kampanye sedunia diadakan: Earth Hour, dimana kita diajak untuk mematikan lampu dari jam 20:30 sampai jam 21:30 untuk mengurangi pemakaian listrik kita, dalam sebuah kampanye kesadaran akan Bumi yang lebih hijau. Aku sudah cukup aktif dalam berpartisipasi di kampanye ini semenjak 2009, dan tentu saja tahun ini juga dong :D. Aku memutuskan untuk berjalan keliling Delft buat olahraga ringan selama satu jam tersebut sehingga aku bisa mematikan semua lampu dan listrik di apartemenku tanpa harus bergelap-gelapan di apartemen gitu kan ya, hahaha.

Ngomong-ngomong, ide kampanye ini tentu tidaklah sebatas mematikan lampu selama sejam sekali dalam setahun ya, tapi juga untuk menerapkan ide ini di kehidupan sehari-hari dengan mematikan lampu/listrik yang tidak dipakai. Dan tentu saja aku juga selalu berusaha untuk menerapkannya dalam kehidupanku, misalnya aku tidak pernah meninggalkan apartemenku dengan lampu yang menyala dan juga aku hanya menyalakan lampu di kamar mandi ketika aku menggunakannya. Ya, kampanye ini akan berhasil apabila setiap individu memiliki kesadaran akan permasalahan ini dan bersedia untuk terlibat aktif dengan menerapkannya. Jadi, ini, tentu saja, bukanlah hanya urusannya “orang-orang besar” aja ya…

April Mop

Anyway, hari ini adalah tanggal 1 April dan banyak orang mengenal hari ini sebagai hari April Mop. Dan aku dikerjain loh hari ini, sialan, hahaha. Jadi, sekitar dua hari yang lalu gitu ada undangan di Facebook untuk mahasiswa TU Delft untuk mengikuti acara “Anti-Gravity Experience” minggu depan. Kami harus mendaftar dengan mengirim email ke organizer acaranya. Dan tentu saja aku tertarik dong! Maksudku, keren kan, kalau kita bisa berada di dalam ruangan yang nggak ada gravitasinya gitu! Melayang gitu. Walau sebenarnya aku agak bertanya-tanya juga sih denganย bagaimana mereka akan menyimulasikannya, karena yang aku tahu sih satu cara untuk menyimulasikannya kan dengan menggunakan pesawat gravitasi nol, yang, aku tahu, mahal banget. Sebenarnya, di samping pertanyaan “bagaimana” itu, aku juga merasakan ada beberapa kejanggalan sih ketika aku mendaftar. Pertama, mereka bilang acara ini diadakan dengan bekerja-sama dengan sebuah perusahaan di Belanda, tapi nama perusahaannya nggak disebut. Aneh kan? Kedua, halaman event di Facebook ini juga diadakan oleh sebuah akun yang temannya hanya enam saja. Ketiga, kita harus mengirim pendaftaran ke alamat email yang berbasis di gmail. Maksudku, kalau acaranya memang formal, biasanya alamat emailnya ya alamat email yang berbasis di perusahaan itu, atau setidaknya berbasis di TU Delft, bukan berbasis di email gratisan gitu kan? Tapi entah kenapa aku mengabaikan hal-hal aneh tersebut karena siapa tahu mereka beneran menemukan teknologi baru ini kan. Dan akhirnya, aku dikerjain deh! Dasar April Mop sialan!! hahahaha…

Award dari Gamazoe

O iya, beberapa hari yang lalu Dhenok memberiku Award “Seratus Cinta Gamazoe”ย ini. Terima kasih ya Dhe, dan selamat telah mencapai angka “sakral” 100 itu. Sukses selalu, dan tetap semangat nge-blog ya! ๐Ÿ™‚

Awards and Blog Homeworks · Miscellaneous

#1021 – The Seven Shadow Award

ENGLISH

Apparently, I just got my second award in the past one week . This time, I got an award from Bebe called “The Seven Shadow Award“.

So, the awardees of this award are apparently seven bloggers who have continuously given support and appreciation to the awarder’s blog (I am not sure if such word exists ๐Ÿ˜› ). And I am so glad that apparently I have been one person who has given support and appreciation to someone else! It is always a nice and relieving feeling knowing such thing!! ๐Ÿ™‚

Anyway, now it is time for me to pass this award to seven other bloggers. Just like Bebe did there, because the easiest and simplest way to quantify the amount of support someone has given to my blog is through the number of comments he/she has recently left in this blog, I will also pick seven bloggers based on this criteria. For this, I am using the statistics WordPress provides in the Dashboard of my blog ๐Ÿ˜€ (so I don’t have to count it manually, thanks God! :P). And those bloggers are:

1. Arman
2. Niee
3. Bensdoing
4. Amela
5. Sulung
6. Ellalae
7. Ndutyke

Congratulations! ๐Ÿ˜› Anyway, not that I only appreciate these seven names that I put up there. Honestly, if I can, I want to give the award to ALL of you who have supported my blog vocally (via comments) or silently (as silent reader (if any ๐Ÿ˜› )). However, as this is the rule of the award (that sort of makes it “fun” in its own way), I can only pick seven names there. But you know, I really appreciate ALL OF YOU!! Thank you so much!!! ๐Ÿ™‚

BAHASA INDONESIA

Ternyata, aku baru saja mendapatkan award keduaku dalam seminggu belakangan ini ย ย . Kali ini, award-nya aku dapatkan dariย Bebeย dan award ini bernama “The Seven Shadow Award“.

Jadi, penerima award ini ternyata adalah tujuh blogger yang selalu memberikan apresiasi dan dukungan kepada blognya si pemberi award. Dan aku senang sekali ternyata telah menjadi seseorang yang telah selalu memberikan dukungan dan apresiasi kepada orang lain! Menyenangkan dan melegakan sekali mengetahui hal semacam ini!! ๐Ÿ™‚

Anyway, sekarang adalah saatnya untuk membagikan award ini ke tujuh blogger lain. Seperti yang dilakukan Bebe, karena cara termudah dan tersederhana untuk menguantifikasi jumlah dukungan yang telah seseorang berikan kepada blogku adalah melalui jumlah komen yang telah ia tinggalkan akhir-akhir ini disini, aku akan memilih tujuh blogger juga berdasarkan kriteria ini. Untuk ini, aku menggunakan statistik yang disediakan WordPress di Dashboard blogku yah ๐Ÿ˜€ (jadi aku untungnya nggak harus menghitungnya dengan manual, puji Tuhan! :P). Dan blogger-blogger tersebut adalah:

1.ย Arman
2.ย Niee
3.ย Bensdoing
4.ย Amela
5.ย Sulung
6.ย Ellalae
7.ย Ndutyke

Selamat ya! ๐Ÿ˜› Ngomong-ngomong, ini bukan berarti aku hanya menghargai tujuh nama yang aku tulis di atas loh. Jujur, kalau bisa, aku ingin memberikan award ini ke SEMUA yang telah mendukung blogku baik secara langsung (melalui komen) maupun secara diam-diam saja (sebagai silent reader (kalau ada sih :P)). Eh, beneran, ini bukan basa-basi loh! Tapi, berhubung aturannya award ini (yang membuat award-nya “asyik” dengan caranya sendiri sih) begini, jadilah aku harus memilih tujuh nama saja. Tapi tahu lah ya, aku menghargai SEMUANYA!! Terima kasih banyak ya!!! ๐Ÿ™‚

Awards and Blog Homeworks · Miscellaneous

#1018 – Award

ENGLISH

So, apparently I got an award from Ellalae. Thank you so much! I am so flattered! ๐Ÿ˜›

Anyway, so the recipient of this award should answer five questions for receiving it. So, here we go:

***

Favorite Teacher?

If I have to rate myself, I think I would say that I had always been a good student when I was in school, hahaha ๐Ÿ˜Ž . That is why it is quite hard for me to pinpoint one teacher as my favorite, as I (mostly) liked them all. They all had their own styles and strengths, along with their ‘weaknesses’. And I think I was quite good in adapting with each of their style; and so I could enjoy all lessons that they taught us (me and my schoolmates), hmmm.

But anyway, from all teachers, the one (kind) that I had most trouble “enjoying” his/her class was mostly gym teachers. I don’t know, I never quite excelled in gym class, maybe that was why, hahaha ๐Ÿ˜† . In the other hand, I got along quite well with maths teachers, while many of my friends hated them, hahaha ๐Ÿ˜† . You know, many students hated maths (and so automatically the teachers) in secondary school; but I was not one of them. Ah, maybe that is why I am studying and pursuing mathematics now. There had been signs for that since years ago, hahaha ๐Ÿ™‚

Favorite Food?

Ah, there are a lot of food that I love; and the range of food that I like is so wide! From Eastern Asian delicacy (well, except for sushi and kimchi. I don’t know why but I just cannot enjoy sushi, hmmm) to Italian Food; from (some) Indonesian speciality to French cuisine. But maybe it is also worth to mention the type of food that I don’t like: I cannot eat spicy food!! Every time I eat something too spicy (for my standard), I will sweat (a lot) and I cannot enjoy my meal anymore. Coming from Indonesia, this might be a strange thing, but it is true! But still, having spent 21 years of my life in Indonesia, perhaps the environment had trained me with the level of spiciness though, hahaha ๐Ÿ˜† . My tolerance level for spiciness might be categorized as very low in Indonesia, but apparently for European standard, it is already quite high, huahahaha ๐Ÿ˜† .

Unforgettable Memory?

I have a lot of unforgettable memory; but one of the most unforgettable so far is probably when I got the news that I got this master scholarship in the Netherlands in early March 2010. It was such a dream comes true for me as this was what I had been wanting since I was a kid: to get an opportunity to study and live abroad. To make things sweeter, this news came just two days after my bachelor graduation from Unpar! ๐Ÿ™‚

I think it was a life-changing experience, and it might have been one turning point of my life ๐Ÿ™‚

First Love?

Ah, pass, hahaha ๐Ÿ™‚

Best Friend?

Most of my best friends are my closest friends from childhood I think, hahaha ๐Ÿ™‚ And now we are living in different part of the world, hmmm. Quite funny how life brings people to different places I guess.

***

Yup, now I am done with this award slash homework. And apparently, the rule says to reward three bloggers I know with this award. Okay, I decide not to stop it from spreading now, hahaha ๐Ÿ˜† , and so the lucky people are *drumroll playing* :

1. Dian
2. Ndutyke
3. Niee

So, congratulations for the award! ๐Ÿ˜€

BAHASA INDONESIA

Jadi, ternyata aku mendapatkan award dariย Ellalae. Terima kasih ya! Jadi tersanjung nih! ๐Ÿ˜›

Anyway, jadi ceritanya penerima award ini harus menjawab lima pertanyaan gitu. Jadi, mari kita mulai saja:

***

Guru Favorit?

Kalau aku harus menilai diriku sendiri, aku rasa waktu sekolah dulu aku adalah siswa yang baik loh, hahaha ๐Ÿ˜Ž . Makanya rasanya cukup sulit gitu ya untuk menunjuk satu guru sebagai favoritku, karena aku menyukai (hampir) semuanya sih. Kan mereka masing-masing memiliki gayanya dan kekuatannya sendiri, dan juga kelemahannya tentunya ya. Dan kayaknya aku cukup baik dalam beradaptasi dengan gayanya mereka masing-masing deh; jadilah aku bisa menikmati pelajaran yang mereka berikan kepada kami, hmmm.

Tapi, dari semua guru, satu macam guru yang paling sulit bagiku untuk “menikmati” kelasnya adalah guru olahraga. Nggak tahu kenapa sih, tapi mungkin karena aku jarang unggul aja gitu di pelajaran olahraga, hahaha ๐Ÿ˜† . Di sisi lain, aku cukup akrab dengan guru-guru matematikaku, padahal banyak temanku yang membenci mereka, hahaha ๐Ÿ˜† . Tahu lah, banyak siswa yang membenci matematika (jadi sekalian sama gurunya gitu) kan di SMP-SMA; dan aku bukanlah salah satu di antara mereka. Ah, mungkin inilah mengapa kok aku sekarang malah belajar dan mendalami matematika gitu ya. Ternyata sudah ada pertandanya dari dulu, hahaha ๐Ÿ™‚

Makanan Favorit?

Ah, ada banyak sekali macam makanan yang aku suka; dan range-nya luas juga loh! Dari masakan ala Asia Timur (ya, kecuali sushi dan kimchi ya. Entah kenapa aku nggak bisa deh menikmati yang namanya sushi, hmmm) sampai masakan Italia; dari (beberapa jenis) masakan Indonesia sampai hidangan Prancis. Ah, tapi mungkin perlu juga disebut bahwa aku nggak bisa makan yang namanya masakan pedas!!ย ย Tiap kali makan masakan yang terlalu pedas (untuk standarku ya), aku akan berkeringat banyak dan jadi nggak bisa menikmati makanannya deh. Ya, sebagai orang dari negara yang bernama Indonesia, ini mungkin hal yang aneh, tapi beneran loh! Tapi memang sih ya, karena tinggal di Indoensia selama 21 tahun, bagaimana pun juga lingkungannya sepertinya telah melatih lidahku terhadap level kepedasan, hahaha ๐Ÿ˜† . Level toleransiku terhadap pedas mungkin termasuk rendah sekali di Indonesia, tapi ternyata untuk standar Eropa, sudah lumayan tinggi loh, huahahaha ๐Ÿ˜† .

Pengalaman Tak Terlupakan?

Ada banyak banget pengalaman tak terlupakan; tapi mungkin satu yang paling tak terlupakan sejauh ini adalah ketika aku menerima berita bahwa aku mendapatkan beasiswa S2 di Belanda ini di awal Maret 2010.ย ย Benar-benar seperti mimpi yang dikabulkan deh karena ini kan adalah sesuatu yang sudah aku impikan semenjak kecil: mendapatkan kesempatan untuk belajar dan hidup di luar negeri. Manisnya lagi, berita ini datang dua hari saja setelah aku diwisuda sarjana di Unpar! ๐Ÿ™‚

Aku rasa ini adalah pengalaman yang merubah hidup, dan mungkin telah menjadi satu titik balik dalam hidupku ๐Ÿ™‚

First Love?

Ah, lewat ah, hahaha ๐Ÿ™‚

Best Friend?

Kebanyakan teman terbaikku adalah teman dekatku dari masa kecil deh kayaknya, hahaha ๐Ÿ™‚ Dan kini kami semua hidup di belahan dunia yang berbeda, hmmm. Lucu juga ya bagaimana kehidupan membawa masing-masing orang ke tempat yang berlainan.

***

Ya, akhirnya selesai juga nih award sekaligus PR ini. Dan ternyata, aturannya adalah aku juga harus menganugerahkanย award ini ke tiga blogger. Oke, aku lagi nggak mau menyetopnya untuk tersebar nih, hahaha ๐Ÿ˜† , jadilah aku sebar ke beberapa orang yang beruntung ya *bunyi genderang ditabuh* :

1.ย Dian
2.ย Ndutyke
3.ย Niee

Nah, selamat menikmati award-nya ya! ๐Ÿ˜€

About Myself · Awards and Blog Homeworks · Miscellaneous

#997 – Sebelas

note: due to its content, this entry will only be published exclusively in bahasa Indonesia (Indonesian). I apologize in advance for the inconvenience.

*

Jadi ceritanya aku mendapatkan PR tentang sebelas ini dari Sulung. Oke deh Lung, sesuai janjiku, PR ini sekarang aku kerjakan deh…

***

Di PR ini aku harus menjawab sebelas pertanyaan seperti yang telah ditentukan di posting-nya Sulung di atas. Nah, kesebelas pertanyaan, beserta jawabanku, aku jawab berikut ini ya:

Sebelas Tanda Tanya

1. Kapan saat terberat dalam hidup anda dan bagaimana anda melaluinya?

Untuk pertanyaan ini, jujur, aku merasa beruntung karena (seingatku sih) aku belum (dan mudah-mudahan tidak akan :P) pernah mengalami suatu masa yang aku kategorikan sebagai “berat” dalam hidup ini. Well, bukan berarti aku tidak pernah menghadapi masalah ya; bukan, tentu saja aku pernah menghadapi yang namanya masalah. Tapi aku selalu berusaha untuk “enjoy” dalam menghadapi semua itu. Mungkin inilah penyebab aku merasa belum pernah merasakan suatu masa yang aku sebut sebagai masa “berat” . ๐Ÿ™‚

Mungkin ada yang heran: nggak “berat” apa meninggalkan Indonesia untuk kemudian pindah ke tempat asing yang jaraknya puluhan ribu kilometer dari Indonesia? Hmm, gimana ya, sejak aku kecil (sejak SD), aku sudah ingin banget yang namanya bersekolah / kuliah di luar negeri. Makanya ketika aku mendapat kesempatan ini, perasaan bahagia dan excited di dalam diriku rasanya lebih mendominasi dari perasaan takut atau cemas, dsb. Malah, aku nggak ada perasaan takut atau cemas sama sekali lho waktu berangkat, hehehe.

Nggak berat apa harus hidup sendiri dan mandiri di Belanda? Ah, enggak tuh. Malah aku enjoy-enjoy aja. Masalah hidup jauh dari orangtua: ah, sebelum ini juga aku sudah hidup jauh dari orangtua ketika aku berkuliah di Bandung. Jadi aku sudah terbiasa dengan hidup sendiri ini. Nah, ini jadi mengingatkanku: mungkin masa yang cukup berat adalah ketika aku pertama kali tinggal sendiri jauh dari orangtua, yaitu ketika aku baru pindah ke Bandung untuk berkuliah lima tahun yang lalu. Seperti yang sempat aku tuliskan disini, fase pertama waktu itu adalah fase terberat karena aku harus menyesuaikan diri dengan kehidupan yang berbeda. Tapi, sekali lagi, aku nggak merasakan fase itu berat-berat amat karena aku berusaha menikmatinya dan memang waktu itu ada beberapa teman yang juga berkuliah di Bandung.

Jadi ya gitu deh. Itulah mengapa aku merasa sejauh ini aku belum pernah merasakan yang namanya fase “berat” dalam hidupku ๐Ÿ™‚ .

2. Pada usia berapa anda mengalami jatuh cinta pertama kali dan kepada siapa (identitas boleh dirahasiakan)?

Masalah ini aku rahasiakan aja ah. Nggak mood buat mengumbarnya di blog *halah, apasih :P*

3. Pernahkah anda memakan masakan Padang selain rendang? Jika pernah, apa nama makanan tersebut?

Pernah dong. Tentunya: sate padang!! Ah, jadi ingin makan sate padang nih. Tapi di Belanda ini dimana nyarinya coba?? hahahaha. Ah, kau harus tanggung-jawab nih Lung :P.

4. Apa hobi/kebiasaan anda yang anda anggap biasa saja namun orang lain anggap aneh?

Seperti yang pernah aku singgung disini, aku rasa aku memiliki sedikit sifat OCD. Nah, kebiasaanku ini adalah: aku enggan banget memegang makanan (segala jenis makanan ya, termasuk roti) yang akan aku makan dengan tanganku sendiri! Kalau makan, sedapat mungkin aku akan berusaha menggunakan alat-alat yang ada (sendok, garpu, pisau, sendok teh, tusuk gigi, tisu, dll) supaya bisa memasukkan makanan ke mulutku ini tanpa harus menyentuh makanan itu dengan tanganku secara langsung. Kalau sudah terpaksa banget, baru deh aku menggunakan jari-jariku ini langsung untuk makan.

Tambahan:ย Keterpaksaan ini (memakai tangan) biasanya bisa dilakukan kalau aku berada di tempat yang nggak jauh dari wastafel / tempat cuci tangan gitu. Jadi aku tahu kalau setelah selesai bisa langsung mencuci tangan deh, hehehe ๐Ÿ™‚

Sewaktu SD, seorang temanku (Angga namanya) mengatakan bahwa aku ini gengsi tanganku kotor, hahaha. Ah, mungkin benar juga? ๐Ÿ˜† Tahun lalu ketika travelling ke Italia bersama beberapa temanku, mereka sampai menyemangatiku supaya aku mau makan dengan menggunakan tanganku langsung loh di restoran (padahal waktu itu cuma mau makan kentang goreng aja dan aku mengambil kentangnya dengan garpu, huahahaha ๐Ÿ˜† ).

5. Jika diberi kesempatan bertemu dengan seorang penulis, siapakah penulis yang ingin anda temui dan apa alasannya?

Satu penulis novel yang aku sukai adalah Dan Brown. Entah kenapa, aku selalu suka saja sama karya-karyanya (mungkin karena karyanya itu mengombinasikan antara ilmu pengetahuan dengan misteri mungkin ya). Hanya satu karyanya yang aku kurang suka: Digital Fortress; sementara lainnya aku suka.

6. Pernah baca majalah Bobo? Jika disuruh untuk memilih, karakter manakah yang akan anda pilih antara Bobo, Coreng, Upik, Bapak, Emak, dan Paman Gembul, disertai alasannya!

Kalau pernah atau tidak, jawabannya adalah pernah. Masalahnya, aku dulu nggak langganan majalah Bobo. Jadi, sekarang aku sudah lupa deh sama karakter-karakternya, hahahaha.

7. Apa film yang paling anda sukai dan apa alasannya?

Aku menyukai banyak film, bisa film action, film komedi, animasi, dsb (tapi bukan film drama atau horor/thriller yah :P). Hanya saja, kalau pertanyaannya adalah mengenai film yang paling bisa membuat kesan di dalam benakku, biasanya film-film tersebut adalah film dengan pesan dan cerita yang mendalam. Banyak lah film bagus di dunia ini, tapi yang sekaligus memiliki pesan mendalam, rasanya nggak sebanyak itu deh. Satu film yang sangat berkesan bagiku adalah film animasi Lion King dari Walt Disney yang dirilis tahun 1994. Waktu kecil, entah berapa kali aku menonton film ini ๐Ÿ™‚ . Mengapa aku sukai? Well, karena film ini sarat makna. Satu makna paling dalam yang aku kagumi dari film animasi ini adalah the circle of lifeย : lingkaran kehidupan. Aku masih ingat banget papaku dulu yang menjelaskan makna mendalam ini kepadaku (yang masih berumur belum ada 10 tahun :D); bagaimana kehidupan ini bak sebuah siklus. Ah, film ini memang film yang bagus banget ya.

8. Apa impian terbesar anda yang belum tercapai?

Ingin hidup mapan dan bahagia. Klise? Ah, enggak juga koq menurutku. Mengapa? Karena semakin bertambahnya usia *hoek, sok bijaksana nih ceritanya*, aku merasa apa yang aku sukai dan ingin lakukan itu terjawab semakin jelas. Jadi, pernyataan yang terlihat klise ini menjadi tidak klise karena ada arah real yang ingin aku tuju. Sebagian besar “jawaban” ini muncul beberapa bulan belakangan ini sih, ketika aku dengan intens-nya bertanya pada hatiku yang paling dalam dan memintanya menjawab dengan sejujurnya mengenai apa yang sebenarnya ingin aku lakukan. In a way, jawabannya mungkin terdengar sedikit idealis sih, tapi ya kita lihat saja deh nanti. Kapan-kapan mungkin aku akan menulis tentang ini dengan lebih detail deh, tapi bukan sekarang karena kini belumlah waktu yang tepat untuk menuliskannya. ๐Ÿ˜›

Anyway, jadi tujuan itu belum tercapai saat ini memang (ya iyalah), tapi aku sedang mengusahakan diriku untuk berjalan mengarah ke sana. Mohon doa dan dukungannya ya. ๐Ÿ™‚

9. Jika anda punya kemampuan melihat hal-hal gaib, apa yang akan anda lakukan?

Wah, serem banget dong ya kalau bisa melihat hal-hal gaib .

10. Deskripsikan diri anda dalam satu paragraf namun tidak lebih dari empat kalimat!ย (Wah, tanda seru nyempil satu)

Aku adalah seseorang yang (kini) berumur 23 tahun dan sedang hidup di Belanda. Seorang yang serius sekaligus bersemangat. Seorang yang introvert, cenderung pendiam, dan pemalu (terutama di lingkungan yang “asing”). Seorang yang suka bekerja keras tapi juga mengimbanginya dengan berusaha menikmati hidup dan bahagia *halah*.

11. Bagaimana pendapat anda tentang blog saya, Catatannya Sulung?

Blog “Catatannya Sulung” menurutku adalah blog yang bagus dan menarik banget. Gaya penulisannya runtut dan rapi banget (jelas lah ya, mahasiswa jurusan bahasa Indonesia gitu :P), tapi sekaligus tidak terlalu baku/kaku. Inilah yang menjadi kekuatan dari blog itu. Hebat kamu Lung, jago menulis. Lanjutkan! ๐Ÿ˜›

***

Yup, PR-nya sudah selesai ya Lung! ๐Ÿ˜€

Dan karena sepertinya PR ini sudah tersebar di dunia per-blog-an lumayan lama, jadinya aku stop sampai disini saja deh. Aku nggak akan menyebarkannya lagi *alasan nih, padahal juga lagi males untuk membuat 11 pertanyaan lagi, huahahaha ๐Ÿ˜† *.

Awards and Blog Homeworks · Miscellaneous · The Past · Zilko's Life

#989 – My Time in Elementary School

ENGLISH

So, last weekย I got a homework from Nie. Well, maybe it is kinda out of date now as I am doing this homework just now (it is because I am busy btw * ๐Ÿ˜Ž *), but whatever. It is still a good way to have a nostalgia though.

***

The theme of this homework is “The Time of My Elementary School”. Well, it has not been that long since I graduated from Elementary School (ES), just like eleven years ago, huahaha ๐Ÿ˜† . I was going to Pangudi Luhur ES in Yogyakarta, from the year 1994 and I graduated in 2000. The school building was a two-story old building; with each floor being very tall (it was like 6 meter tall for one floor). The first floor was for the 1st to 4th graders, while the second floor was for the 5th and 6th graders. The location was quite strategic as it was very close to the ‘alun-alun utara’ (north square) in Yogyakarta. And because of this location, sometimes the gym class was held in the alun-alun. Well, I generally did not really like gym class, but those time in the alun-alun was definitely my favorite as we occasionally playedย roundersย there! hehe ๐Ÿ˜€

In ES, I was always one of the “big three” since I was in the first grade. Well, in most cases I was the number 2 though, and the difference with the number 1 was usually just our grade in gym class! hahaha ๐Ÿ˜† . He got an 8 and I got a 7! That was it!! Sometimes it kinda sucked. haha. Well, though in some other occasions I was able to be the number 1 though (I made up the loss in my gym grade by performing better in other classes).

Well, in my ES, there was only one teacher per class – though in the fifth and six grades we had “extra” teachers whom taught English and Social Science (during my fifth grade, and this teacher would eventually be our primary teacher in the sixth grade). Okay, let’s talk about two kind of teachers here:

*

1. Favorite Teacher

I had two favorite teachers: Bu (Mrs.) Ngadinah, my fourth grade teacher; and Pak (Mr.) Sardjono, my sixth grade teacher (and my Social Science teacher in my 5th grade).

I loved being taught by Bu Ngadinah because she was such a very patient and kind person especially to me. This is true, she was very patient and kind to all students. She never got mad; a complete opposite of our third grade teacher who was infamous for being fierce. That is why we (my classmates and I) were very glad when we passed the third grade and in the fourth grade we got Bu Ngadinah, hahaha. I still remember though, in Bu Ngadinah’s class, I got a 9.9 (out of 10) in the second trimester final exam for Social Science. In my ES, the final exam was quite difficult. Well, not difficult as in difficult to pass (getting at least a 6), but it was difficult to get good grades (in my standard: above 9.5, haha :P).

And since this event in the 4th grade, I think I got the image of being “the master of Social Science” during ES. Well, by Social Science, I mean I leaned more on the geography part; about history and the other thing, well, I also liked them, but my favorite part was definitely geography, haha. And it matched! Pak Sarjono taught Social Science in my fifth grade. And he became my favorite teacher :P. Pak Sardjono was also a nice and patient teacher, but much firmer than Bu Ngadinah whom was more motherly.

2. Killer Teacher

There were two teachers who were infamous for being killer who taught me in my ES: Bu Ngatilah, my third grade teacher; and Pak Pardi, my fifth grade teacher. Well, they were infamous for being killer just because they were very fierce. If a student was being bad, Pak Pardi would “jenggit”ย (pulling hair close to the ear, and it hurt as hell!) that student. But since I was a good student, I never had any trouble with both of them, hehe.

*

In my class, there were approximately 40 students. And this class was quite united. But yeah, still, it was mainly divided into two main groups though: boys versus girls. And in each group, there was another smaller groupings usually based on interest (like the group of boys who liked football, etc). It is a shame though that I have sort of lost contact with many of my ES friends ever since we graduated. Well, it is true that Facebook has been helping a lot in reuniting us in the virtual world, but so far there has been no opportunity for real reunion.

In ES, I never skipped class, come on, I was a good student, hahaha ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜Ž . The reason I did not go to school were usually either I was sick or I had to go out of town with my parents. I also never got into a fight. Well, come to think about it, I was truly a good student back then! hahaha :D. Umm, but it was true though that of course I was involved in some clashes with friends, we were still kids being together for six years after all,ย but we never got into physical fight. We were too smart for that.

Then, one thing many ES students liked was the allowance. However, my parents turned out to worry about the level of hygiene of the snacks or food sold in my school, and hence they did not give me (and my brother) the so-called allowance! Not a single rupiah! However, still, they brought us snack from home though. And actually, this snack I brought from home was way more elite than the snacks they had in school, as I usually brought bread ๐Ÿ˜Ž . And I was allowed to pick my own bread, and usually I picked the chocolate or cheesy one.

But still, an ES student did not really care with the food being elite or not. And so, I felt jealous with my friends whom got their own allowance to buy food/snacks they liked in the canteen in school. I understood well enough that my parents would not give me any money if I asked them (moreover if I whined for it, well, it would be even more impossible). But my desire to buy some snacks in school made me put on my thinking helmet to make my own money. Well, I will write about this in more detail next time :D. But the point is, I put my thinking helmet on and I ended up running my own business! ๐Ÿ˜Ž Well, it was (of course) just a small business, which turned out to be successful. ๐Ÿ˜Ž :mrgreen: From this business (during the “golden time”), I earned much more money than the average allowance my friends got, hahaha ๐Ÿ˜† . And because I made these money on my own, my parents could not prohibit me not to use the money; but I was, of course, already smart enough to pick hygienic snacks, hehe.

Anyway, the popular snack at that time was: Anak Mas! Beside that, there were also several other snacks like Gulai Ayam, etc. About toys, well, so far as I recall, I have never bought toy in ES. There was one though, and it was hermit crab! Yeah, it was that small animal with shell. When I was in the 5th-6th grade, this hermit crab was booming and popular in my school. One standard hermit crab cost like Rp 500 (if I recall correctly), and I remember I bought some of them in ES. And all of them died after several days, hehehe.

I do not remember my favorite shoes though. I think they were just standard black shoes, hehehe. About my bags, well, I had kiddies bag with cartoon figure on it. I do not remember which cartoon, but if I am not mistaken it was Dragon Ball; but I am not sure though. But one thing for sure is that it was a kiddies bag… ๐Ÿ˜€

***

Well, yeah, that is a little bit of my ES story. It turns out to be quite exciting though, writing a post while being nostalgic about one thing, hehehe. Now it is already the time to spread this homework. Hmm, I am not sure to whom I would like to throw this over as this has been going on here for quite a while. But I think I want to throw this to three other bloggers:ย Ndutyke the Teacher,ย Dian, andย Sherly, hehehe ๐Ÿ˜› Trust me, it is quite a good way to reminisce something nostalgic ๐Ÿ˜€

A hermit crab (kelomang)

note : picture was taken from here.

BAHASA INDONESIA

Jadi, ceritanya minggu lalu aku dapat lemparan PR ini dari Nie. Mungkin udah agak basi sih ya karena baru ngerjainnya sekarang (habis saya sibuk sih *sok sibuk ๐Ÿ˜Ž *), tapi biarlah, hehe. Lumayan buat nostalgia.

***

Tema PR ini adalah “Masa Sekolah Dasarku”. Ah, belum lama juga koq aku lulus dari SD, baru sekitar sebelas tahun yang lalu aja, huahaha ๐Ÿ˜† . Aku bersekolah di SD Pangudi Luhur di Yogyakarta, dari tahun 1994 dan lulus tahun 2000. Bangunan sekolahnya bangunan lama gitu; ada dua tingkat dan ruangannya itu tinggi banget (satu ruangan sekitar 6 meter kalau nggak salah). Lantai satu buat kelas 1 sampai kelas 4, dan lantai dua buat kelas 5 dan kelas 6. Lokasinya lumayan strategis karena berada di dekat alun-alun utara kota Yogyakarta. Dan karena lokasi itu, kadang pelajaran olahraganya diadakan di alun-alun. Yah, aku sebenarnya nggak suka pelajaran olahraga ya (secara umum), tapi yang di alun-alun ini aku suka karena kita sering main kasti disana!ย hehe ๐Ÿ˜€

Waktu di SD aku selalu masuk 3 besar kelas semenjak kelas 1 loh. Well, di beberapa kesempatan aku seringnya jadi nomer 2 sih, dan bedanya hanya 1 poin sama temanku yang sering nomor 1: nilai di pelajaran olahraga! hahaha ๐Ÿ˜† . Dia dapat 8 dan aku dapat 7! Itu aja!! Nyebelin gak tuh? haha. Walau di beberapa kesempatan aku bisa menjadi nomer 1 sih (di mata pelajaran lain aku dapat nilai lebih bagus).

Nah, di SD-ku ini satu kelas ya diajar satu guru aja – walau di kelas 5 dan kelas 6 ada guru “tambahan” sih yang mengajar bahasa Inggris dan IPS (sewaktu aku kelas 5, dan beliau ini nantinya juga mengajar aku di kelas 6). Oke, mari kita bicarakan dua tipe guru disini:

*

1. Guru Favorit

Ada dua guru yang merupakan favoritku: Bu Ngadinah, beliau ini guru kelas 4-ku; dan Pak Sardjono, beliau guru kelas 6-ku (dan guru IPS-ku sewaktu kelas 5).

Aku senang diajar Bu Ngadinah karena beliau ini orangnya sabaar dan baiik banget terutama sama aku. Eh bener sih, beliau ini baik dan sabar ke semua murid. Nggak pernah marah gitu deh; beda sama guru kelas 3 kami yang terkenal galak. Makanya kami (aku dan teman-teman sekelas) merasa mendapat “berkat” ketika naik dari kelas 3 dan di kelas 4 dapat Bu Ngadinah, hahaha. Aku ingat banget, ketika diajar beliau, ulangan umum IPSku di Cawu (Caturwulan) 2 dapat 9,9 (dari skala 0-10) loh. Di SD-ku itu, ulangan umumnya itu sulit.ย Well, bukan sulit dalam artian sulit buat lulus (dapat 6) sih, tapi sulit buat dapat nilai bagus (dalam standard saya, yaitu di atas 9,5).

Dan kayaknya mulai di kelas 4 ini lah aku mendapat cap “jago IPS” deh di kelas semasa SD. Oh iya, yang dimaksud IPS disini lebih condong ke geografinya ya; kalau sejarah dan yang lainnya, well, suka juga sih, tapi aku lebih suka bagian geografinya gitu, haha. Dan cocok kan, Pak Sardjono ngajar IPS di kelas 5. Makanya beliau juga jadi guru favoritku :P. Pak Sarjono ini orangnya juga baik dan ramah, tetapi jauh lebih tegas daripada Bu Ngadinah yang cenderung keibuan.

2. Guru Killer

Ada dua guru yang terkenal killer yang mengajarku selama masa SD: Bu Ngatilah, guru kelas 3-ku; dan Pak Pardi, guru kelas 5-ku. Mereka terkenal killer karena galak aja sih. Kalau ada anak yang nakal, Pak Pardi men-jenggit anak itu (rambut di bagian deket telinga dijambak gitu deh. Sakit kan, haha). Dan karena sewaktu SD itu aku adalah anak yang baik, jadi aku nggak pernah bermasalah deh sama mereka, hehe.

*

Di satu kelasku ada sekitar 40 anak. Dan kelas kita ini lumayan kompak. Hanya saja memang terbagi dalam dua grup besar sih: grup cowok vs grup cewek. Dan di masing-masing grup ini ada pembagian lain grup-grup yang lebih kecil berdasarkan perbedaan kesukaan (misalnya grup cowok yang suka sepakbola, dsb). Sayang, setelah lulus kebanyakan aku lost contact sama banyak teman SDku. Walau Facebook cukup membantu mempertemukan kami di dunia maya (halah) sih, tapi sejauh ini belum ada kesempatan buat reuni gitu.

Waktu SD aku nggak pernah dong yang namanya bolos, plis deh, saya kan siswa teladan, hahaha ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜Ž . Kalau nggak masuk sekolah biasanya ya karena sakit atau harus ke luar kota nemenin orang tua gitu deh. Aku juga nggak pernah berantem. Well, ternyata memang anak yang baik ya saya, hahaha :D. Eh, tapi memang sih kadang bersengketa sama satu atau dua teman lainnya, namanya juga anak-anak yang sekelas selama enam tahun, tapi nggak pernah deh sampai yang namanya main fisik. Kami semua terlalu cerdas untuk itu.

Lalu, anak SD identik sama yang namanya jajan *iya gitu? hahaha ๐Ÿ˜† * . Hanya saja, sepertinya orangtua-ku mengkhawatirkan tingkat kehigienisan jajanan yang dijual di sekolah sehingga sewaktu SD aku (dan adikku)ย nggak dapat yang namanya uang jajan! Nggak sepeser rupiah pun! Hanya saja, mereka membawakanku bekal sih. Dan sebenarnya bekal yang dibawakan ini juga lebih elit daripada jajanan di sekolah, soalnya bekalnya biasanya roti gitu ๐Ÿ˜Ž . Dan aku dibebaskan memilih roti yang apa, biasanya sih aku memilih roti coklat atau keju gitu deh.

Hanya saja, yang namanya anak SD ya nggak peduli sama elit ato enggaknya dong ya. Alhasil, aku sering merasa iri sama teman yang memiliki uang jajan sehingga bebas membeli jajanan di kantin/warung di sekolah/sekitarnya. Aku tahu, kalau aku minta uang ke orangtua, mereka tetap nggak akan memberi uang jajan (apalagi kalau aku merengek, jah, gak akan dapat tuh). Hasrat pengen jajanku yang tinggi membuatku memutar otak untuk mencari uang sendiri. Ah, kapan-kapan aku tulis ini di posting tersendiri ah :D. Intinya sih, aku memutar otak dan berhasil mendapatkan uang sendiri dengan menjalankan bisnis! ๐Ÿ˜Ž Bisnis kecil-kecilan sih, yang ternyata sukses juga. ๐Ÿ˜Ž :mrgreen: Dari bisnis ini (ketika masa “jaya-jayanya”), aku dapat uang lebih banyak daripada rata-rata uang jajan temanku loh, hahaha ๐Ÿ˜† . Karena uang ini aku cari sendiri dengan cara yang halal, orangtuaku jadi nggak bisa “melarang” aku jajan deh, cuma aku juga sudah cukup pintar untuk memilih jajanan yang lumayan higienis gitu, hehe.

Anyway, jajanan favorit anak-anak waktu itu adalah: Anak Mas! Selain itu ada juga snack lain seperti Gulai Ayam, dll gitu seh. Kalau jajanan mainan, hmm, seingatku aku nggak pernah jajan mainan deh sewaktu SD. Ada sih satu, yaitu: kelomang! Itu loh, binatang kecil bercangkang. Sewaktu kelas 5-6, kelomang ini bisa-bisanya booming dan nge-trend gitu di sekolah. Satu kelomang standar gitu harganya sekitar Rp 500,- (kalau aku nggak salah ingat sih). Kalau nggak salah ingat aku beli beberapa kelomang semasa SD. Dan semuanya berakhir mati setelah beberapa hari, hehehe.

Mengenai pakaian, aku nggak ingat sepatu favoritku apa. Sepertinya sih sepatu standar warna hitam gitu deh, hehehe. Kalau tas, yang namanya anak SD sih ya, aku dulu suka memakai tas yang ada gambar kartunnya gitu. Aku lupa sih kartun apa, kalau nggak salah sih Dragon Ball gitu deh; tapi nggak ingat juga. Pokoknya ya tas anak kecil gitu lah… ๐Ÿ˜€

***

Ya, itulah sedikit cerita semasa SD saya. Lumayan seru juga menulis satu posting sambil bernostalgia, hehehe. Sekarang saatnya menyebarkan PR ini nih. Hmm, nggak tahu sih siapa aja yang belum dapat karena PR ini kan sudah lama banget gitu ya. Cuma aku mau lempar ke tiga orang ah: Ibu Guru Ndutyke, Dian, dan Sherly, hehehe ๐Ÿ˜› Lumayan lah buat bernostalgia ๐Ÿ˜€

Awards and Blog Homeworks · Miscellaneous

#905 – Things I Cannot Leave Home Without

ENGLISH

I got another homework from Mrs. Ndutyke, this time about things I cannot leave home without. Well, I will write it in two categories though: the ones I always bring, and the ones I bring when I have my bag with me.

Category 1 : The ones I always bring (unless I forget :P)

(1) Cellphone : Even though here in the Netherlands my use of cellphone has diminished significantly, I still cannot leave home without it. Still, sometimes it is quite useful though, for example when I am taking a quite long train ride, I can use my phone to access Facebook and the internet ๐Ÿ™‚

(2) Wallet : Another obvious one ๐Ÿ˜€ I have my money, cards, ID there. Leaving home without wallet = nightmare!

(3) Keys : This one is quite tricky as sometimes I forget to bring my keys, even though this happens very rarely. The thing is, my apartment now has an automatic locked-door. It is like in some hotels, you know, where everytime you close the door, it automatically locks itself. That is why leaving home without keys is very problematic, hahaha… .

(4) Watch : It has kinda been a habit to me. Leaving home without watch will trigger a feeling that something is missing. But still, sometimes I do also forget to wear a watch ๐Ÿ™‚

(5) MP3 player and earphone : When I am going outside alone, it is relaxing to plug earphone in my ears and listen to some music. Somehow, it has become quite a habit I think, ever since I moved to Europe.

And of course

(6) Pocket Camera : This one gadget has become one of my must-brought items. I don’t know, I feel like bringing camera is important, as we do not know when something is happening around us, right? Maybe when I am out, something rare or important is happening and with my camera with me, I can capture that thing! Or when I am outside and I find something beautiful/interesting (which I do not expect before), I can take a picture of them.

Winter only:

(7) Gloves and Scarf : the reason is quite obvious, winter is freaking cold!! ๐Ÿ˜€

Category 2 : When I have my bag with me

(1) Bottle(s) of Water : The water sanitary system in the Netherlands is very good. Basically, we can drink water from tap or anything (unless there is a warning). The thing is, if we don’t bring our own bottle of water and we buy it in the supermarket/minimarket/vending machine, the price is really expensive (ranging from 1 euro to 2.5 euro for a 500 mL bottle)! So, everytime I go out and I have my bag, I always bring at least 1 bottle of water (unless I miss it :D). The perk of this action is that when I am running out of water, all I need to do is just to find a toilet or a galley to refill my bottle :D.

(2) Book(s)/Notebook : Usually, when I have to bring a bag, it means that I have a class or something. Of course it means that I have to bring my book/notebook. ๐Ÿ˜€

(3) Pens : I always prepare myself with at least a pen, just in case I have to write something down.

(4) Sunglasses : Well, with this weather, I always bring my sunglasses. When I am outdoor and it is sunny out there, it is more comfortable to wear sunglasses ๐Ÿ˜€ย Hmm, actually, this one lies somewhere between Category 1 and 2, as sometimes even though my bag is not with me, I still bring my sunglasses, haha.

(5) Tissue : Those who have hanged out a bit with me know that I have a little bit of mild OCD. Not a bad one though, just a really mild one as sometimes I feel extremely reluctant to touch food bare hand. So, I bring a tissue for just in case … :D.

(6) Umbrella : This thing is not always in my bag. But if I remember to bring it, I do bring it. Just like what and old Indonesian saying: “Sedia payung sebelum hujan.” (Bring an umbrella before it is raining).

Hmm, basically that is it! Quite a lot? Hmm, I don’t know, maybe, but I believe most of them are quite necessary and common, right? ๐Ÿ™‚

Category 1
My Pocket Camera
Category 2

BAHASA INDONESIA

Aku dapat PR lagi dariย Bu Guru Ndutyke, kali ini tentang barang-barang yang selalu aku bawa kalau ke luar rumah. Aku akan menulisnya dalam dua kategori, barang yang selalu aku bawa, dan barang yang selalu aku bawa kalau aku lagi membawa tas.

Kategori 1 :ย Barang yang selalu aku bawa (kecuali kalo lupa :P)

(1) Hape : Walau di Belanda ini penggunaan hp-ku sudah menurun secara signifikan, tapi masih saja deh nggak bisa pergi kalau nggak bawa hape. Tapi memang kadang-kadang masih berguna sih, misalnya ketika aku naik kereta yang agak jauhan dikit, kan aku bisa pake hapeku untuk mengakses Facebook atau internet ๐Ÿ™‚

(2) Dompet : Jelas lah ya ๐Ÿ˜€ Kan uang, kartu-kartu, dan kartu ID-ku ada disana semua. Keluar tanpa membawa dompet = mimpi buruk!

(3) Kunci-kunci : Ini nih yang agak menjebak soalnya kadang aku kelupaan membawa kunciku, walau terjadinya sangat jarang sekali sih. Masalahnya adalah, apartemenku ini memiliki kunci otomatis. Kaya di beberapa hotel gitu, dimana kalau kita menutup pintu, otomatis langsung terkunci. Makanya kalo lupa bawa kunci kan bisa berabe, hahaha… .

(4) Jam tangan : Ini kayanya sudah menjadi semacam kebiasaan deh. Kalo keluar rumah dan nggak memakai jam tangan itu akan menimbulkan perasaan seperti ada yang kurang. Walau kadang memang sih aku juga lupa memakai jam tangan ๐Ÿ™‚

(5) MP3 player dan earphone : Ketika aku keluar sendirian, rasanya lebih nyaman gitu memasang earphone di telinga sambil mendengarkan musik. Entah bagaimana, ini sepertinya sudah agak menjadi kebiasaan deh, semenjak aku pindah ke Eropa.

Dan tentu saja

(6) Kamera Saku : Ini adalah satu gadget yang sekarang sudah masuk dalam daftar harus-dibawa-ku. Nggak tahu sih, rasanya tuh membawa kamera itu penting juga, soalnya kan kita nggak tahu kapan hal-hal terjadi di sekitar kita kan? Mungkin aja ketika aku lagi keluar, eh ada hal yang jarang atau penting yang terjadi dan dengan kamera ada di tangan, aku bisa mengabadikannya! Atau ketika aku lagi ke luar dan tiba-tiba nemu sesuatu yang indah/menarik (yang tidak disangka sebelumnya), kan jadi bisa difoto tuh.

Musim dingin saja:

(7) Sarung tangan dan Syal : alasannya jelas lah ya, musim dingin itu dingin!! ๐Ÿ˜€

Kategori 2 :ย Ketika aku juga membawa tas

(1) Botol Air : Sistem penyulingan air di Belanda itu sudah bagus sekali. Pada dasarnya, kita bisa loh minum dari air keran atau mana pun (kecuali kalo ada peringatannya). Masalahnya, kalau kita nggak bawa botol sendiri dan kita akhirnya beli minum di supermarket/minimarket/mesin penjual minuman, harganya mahal juga (berkisar dari 1 euro sampe 2,5 euro untuk sebotol ukuran 500 mL)! Jadi, setiap kali aku keluar, aku setidaknya selalu membawa 1 botol air deh (kecuali kalau lupa :D). Keuntungan lainnya adalah, kalau kehabisan air, kan tinggal ke toilet ato cari dapur buat isi ulang air minum :D.

(2) Buku/Notes : Biasanya, kalau aku harus membawa tas, artinya aku akan ada kelas atau apa lah. Tentu ini artinya aku harus membawa buku/catatanku dong. ๐Ÿ˜€

(3) Pulpen : Aku selalu bersiap-siap dengan setidaknya satu pulpen deh, siapa tahu aku harus menulis sesuatu.

(4)ย Sunglassesย : Yah, dengan cuaca yang kaya gini, kalo keluar selalu bawaย sunglassesย deh. Soalnya kalo lagi di luar dan cuaca cerah, kan lebih nyaman kalo pakeย sunglasses,ย sekalian gayaย ๐Ÿ˜€ Hmm, yang satu ini sebenarnya ada di antara Kategori 1 dan 2 sih, soalnya kadang walau nggak bawa tas pun aku juga bawaย sunglasses, haha.

(5) Tisu : Mereka yang pernah jalan keluar denganku tahu deh kalau aku memiliki satu kasus kecil dan ringan dariย OCD. Nggak parah sih, cuma ringan saja koq soalnya rasanya aku merasa sangat tidak mau gitu untuk menyentuh makanan dengan tangan ini. Makanya deh, aku membawa tisu, siapa tahu dibutuhkan … :D.

(6) Payung : Ini nggak selalu ada di dalam tasku sih. Hanya, kalau aku nggak lupa, ya baru deh aku bawa. Kan seperti pepatah lama tuh:ย “Sedia payung sebelum hujan.”

Hmm, dasarnya, itu aja sih! Banyakkah? Hmm, mungkin juga, nggak tahu deh, hanya saja aku rasa sih kebanyakan dari barang-barang di atas toh lumayan penting dan normal-normal saja kan? ๐Ÿ™‚

Awards and Blog Homeworks · Miscellaneous

#897 – A Tale About Me Blogging

ENGLISH

While now it is still around the time to talk about blogging (I just moved to WordPress yesterday), I think this is a prefect time to do a Blogging homework I got from a teacher last week ๐Ÿ™‚ Oh Gosh, I don’t remember the last time I got this kind of homework. It has been years!!

Put the picture of this award and answer the following questions :
1) How long have you been blogging?
2) When did the first time you blog?
3) What is your purpose in making your blog?
4) Who inspired you so that your blog becoming like it is now?
5) Send this award to the other four bloggers.

Okay, here we go:

1) How long have you been blogging? andย 2) When did the first time you blog? (I combine these two questions because these two are strongly correlated to another)

>> Actually I started blogging on March 25th, 2005. Wow, how could I still remember the date?!?!? Easy people, until probably five minutes ago I also did not remember this date, lol. I just remember that my first blog was my stupid Friendster blog. My first few entries were extremely short and I still had no idea about the concept of blogging, about what I wanted to write, etc. I just wrote anything that happened to me at around those time. Perhaps because of the lack of concept, I was not that active there.

One month later, a friend of mine suggested me to move to a new a blog, my old blog, where I ended up blogging there for six years. I have to say this blog was like a cocktail. Everything was there. Some TV shows I watched, my life, some thoughts, etc, I put them all in that blog. Being there loyally for six years, I guess I kinda really liked that old blog. Well, it was true, I did enjoy blogging there and hopefully I will also enjoy the same excitement of blogging here in my new blog.

So, how long have I been blogging? Well, do the math: sixย years! Six years! WOW! I cannot believe that! Six years is a lot!! ๐Ÿ˜›

3) What is your purpose in making your blog?

>> I guess, my (current) main purpose of blogging is to record my life. Good experience, bad experience, good luck, bad luck, some interesting stuffs, some boring stuffs, current thoughts, everything, name it! I want to record all of them here. I know in the future it will be very useful. Reminiscent is always a nice thing to do, right? And a blog definitely helps people to reminisce their life, because you cannot expect your brain to memorize every single event that happens in your life ๐Ÿ™‚ Even some stupid unnecessary events, they are just as worthy as big events to reminisce!

Just few minutes ago I read some of the old entries in my Friendster blog and it was like walking through a memory lane, reading about my life several years ago. Many of them were just stupid stories about what happened to me, like having many assignments and winning a table watch. But those stories succeeded to make me smile as the image and memory of them started to reappear in my mind. Kinda cool!

4) Who inspired you so that your blog becoming like it is now?

>> I don’t know. What I have done are just basically writing anything I had in my mind. I sort of just be myself when I am blogging. However, I have made many new good friends through blogging. I would say that these all friends sort of inspired me a lot ๐Ÿ™‚

5) Send this award to the other four bloggers.

>> Hmm, I would like to send this award to three bloggers who are still kinda active now:
* Dian
* Fun
* Ken
The remaining one, I leave it open wide. Anyone who wants to get this award, just take it ๐Ÿ™‚ You can see this as one writing material for your blog, maybe? ๐Ÿ™‚

BAHASA INDONESIA

Mumpung sekarang ini lagi masa-masanya untuk ngomongin tentang nge-blog (soalnya aku baru aja pindah ke WordPressย Sabtu kemarin ini), aku rasa sekarang ini waktu yang sempurna deh untuk ngerjain PR tentang blogging dariย seorang guruย minggu lalu ๐Ÿ™‚ Ya Tuhan, nggak inget deh kapan terakhir kali ngerjain PR-PRan semacam ini. Udah lama banget!!

Pasang gambar award ini dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut :
1) Sudah berapa lamakah kamu nge-blog?
2) Kapan kamu pertama kali nge-blog?
3) Apa tujuanmu nge-blog?
4) Siapa yang menginspirasi dirimu sehingga blog-mu menjadi seperti sekarang ini?
5) Kirimkan award ini ke empat bloggerย lain.

Oke deh, mulai jawab:

1) Sudah berapa lamakah kamu nge-blog? dan 2) ย Kapan kamu pertama kali nge-blog? (Aku jadiin satu soalnya dua pertanyaan ini kan berkaitan erat)

>> Sebenarnya aku mulai blogging pertama kali pada tanggal 25 Maret 2005. Wow, bagaimana aku bisa ingat tanggal semacam ini?!?!? Tenang, tenang Saudara-Saudara, sampai sekitar lima menit lalu juga aku nggak ingat koq tanggal ini, lol. Yang aku ingat itu blog pertamaku adalahย blog Friendsterku yang jelek ini. Beberapa posting pertama sangatlah pendek dan aku masih nggak tahu konsep nge-blog, konsep apa yang mau ditulis, dll. Aku hanya menulis apa yang terjadi padaku sekitar tanggal-tanggal itu. Mungkin karena kekurangan konsep, aku nggak terlalu aktif disana.

Satu bulan kemudian, seorang teman mengusulkan aku untuk pindah ke sebuah blog baru,ย blog lamaku ini, dimana akhirnya aku blogging disana selama enam tahun. Aku bilang blog ini tuh kaya cocktail gitu yah. Semuanya ada disana. Beberapa acara TV yang kutonton, kehidupanku, beberapa pemikiran, dll. Semuanya deh aku tulis disitu. Setia selama enam tahun disana, mungkin bisa dibilang aku cinta sama blog lamaku yah? Yah, bener juga sih, aku memang menikmati blogging disana dan mudah-mudahan aku juga akan menikmati blogging di blog baruku ini.

Jadi, aku sudah nge-blog berapa lama? Ya, tinggal dihitung aja deh: enam tahun! Enam tahun! WOW! Gila deh, enam tahun itu kan lama kan ya!! ๐Ÿ˜›

3) Apa tujuanmu nge-blog?

>> Aku rasa, tujuanku nge-blog (kini) adalah untuk merekam hidupku. Pengalaman baik, pengalaman buruk, keberuntungan, kesialan, hal-hal yang menarik, hal-hal yang membosankan, semuanya deh! Aku ingin merekam semuanya disini. Aku tahu ini akan berguna di masa depan. Mengenang masa lalu adalah kegiatan yang asik dilakukan kan? Dan sebuah blog tentu sangat membantu seseorang untuk mengenang kehidupannya, karena kita kan tidak bisa berharap otak kita akan mengingat setiap kejadian yang terjadi di hidup kita kan ๐Ÿ™‚ Bahkan kejadian-kejadian nggak penting juga sama berharganya lho sama kejadian-kejadian besar untuk diingat!

Baru beberapa menit yang lalu aku membaca posting-posting lama di blog Friendster-ku, dan rasanya tuh seperti berjalan di lorong memori, membaca kehidupanku beberapa tahun yang lalu. Banyak ceritanya tuh cerita nggak penting kaya aku lagi kebanjiran banyak tugas atau aku mendapat award sebuah jam duduk. Tapi cerita-cerita itu berhasil memunculkan senyum di bibirku loh seiring dengan bayangan dan memori tentang kejadian-kejadian itu mulai teringat kembali di ingatanku. Keren kan!

4) Siapa yang menginspirasi dirimu sehinggaย blog-mu menjadi seperti sekarang ini?

>> Wah, nggak tahu ya. Yang sudah aku lakukan sih pada dasarnya menulis apa yang ada dalam pikiranku koq. Yah, aku hanya menjadi diriku saja ketika blogging. Namun, memang benar bahwa aku sudah berteman dengan banyak teman melalui blog ini. Bisa dibilang teman-teman ini juga yang menginspirasiku ๐Ÿ™‚

5) Kirimkan award ini ke empatย bloggerย lain.

>> Hmm, aku mau ngirim award ini ke tiga blogger lain yang masih lumayan aktif ah:
* Dian
* Fun
* Ken
Satu posisi terakhir, aku biarkan terbuka deh. Siapa aja yang mau mendapat award ini, ambil saja ๐Ÿ™‚ Ya itung-itung sebagai materi untuk ditulis di blog lah ๐Ÿ™‚