Miscellaneous · Thoughts

#1978 – A Couple of News From Sint Maarten

ENGLISH

In the last three months or so, there have been two big-ish news coming from Sint Maarten. Not good news though, unfortunately. Not too long a go, a woman was killed by the jet blast of an airplane taking off from runway 10 of Princess Juliana International Airport. And several weeks later, a beach goer threw a ball to a plane that was on final approach to the airport. “Fortunately”, the ball missed the plane so a potentially catastrophic accident was avoided.

As an avgeek, obviously Sint Maarten, by default, becomes one of my most favorite places in the entire planet. I am fortunate enough that I have been there last year and the full stories of my trip can be found in the following series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Sint Maarten
3. Part II: Sint Maarten
4. Part III: The Maho Beach
5. Part IV: Saint Martin
6. Part V: Back to the Netherlands

Yeah, I guess now I am still kind of in my nostalgia mood, haha 😛 .

Anyway, speaking of the jet blast, it is indeed dangerous. At the Maho beach, the famous beach by the tip of runway 10 of the airport, several of these warning boards are present, and the warning is in English:

The famous jet blast warning at SXM

Clearly, the warning is not just there for no reason. And it is because the danger is real. The following is a picture I took of the jet blast of a departing McDonnell Douglas MD83:

The jet blast of a McDonnell Douglas MD83

As you can see it was so strong that you could see the effect on the water.

Having said that, the jet blast is one big “attraction” of the beach. And the beach is pretty much the tourism “heart” of the entire island. To be honest, the beach was also my sole reason of going to Sint Maarten last year. Otherwise, I might have considered some other destinations for the trip. And honestly, I did “enjoy” experience the jet blast as well last year. And it was the cool one, as it was the jet blast of a departing KLM’s Boeing 747-400. And it was, indeed, very very strong!!

I had to hold myself tightly to the fence at the time; and so did many other people. Luckily, we were all fine. But a few days later, when my dad wanted to enjoy the jet blast as well, a tourist fell to the rock after being blown by the jet blast and got scratched so badly that he had to be taken to a hospital. He appeared to have underestimated the jet blast force. According to my dad, the guy just stood on the narrow concrete block by the road at the Maho Beach facing the center of the runway. Lying behind him, then, was the rock formation of the beach. And so when the jet blast hit him, he quickly lost his balance and fell towards the rock formation.

You see, I just want to say that: there are warning signs all across the beach meaning that there are real risks, so please proceed with caution and use your common sense when going there.

The jetblast of an MD 83; see what was happening to these people?

And as for the guy throwing the ball, well, I hope from now on people are more “aware” of the risks and potential consequences their actions can be for other people! Especially when people’s lives are on the line like this!

It would be a total shame if Maho Beach is closed for public. Though I doubt it will happen though as this beach, as I said, is the driving force of tourism, hence economy, of the island. But still…

An Air France’s Airbus A340-300 landing at Princess Juliana International Airport of Sint Maarten.

BAHASA INDONESIA

Sekitar tiga bulan belakangan ini, ada dua berita lumayan besar yang datang dari Sint Maarten. Sayangnya bukan berita baik sih. Belum lama ini, seorang wanita terbunuh oleh jet blast dari sebuah pesawat yang akan lepas landas dari landasan pacu 10 Bandara Internasional Princess Juliana. Dan beberapa minggu kemudian, seorang pengunjung pantai melempar sebuah bola ke sebuah pesawat yang sedang mendarat. “Untungnya”, bolanya meleset sehingga kecelakaan yang berpotensi parah banget terhindarkan.

Sebagai seorang avgeek, jelas Sint Maarten adalah salah satu tempat terfavoritku di planet ini. Beruntung aku sudah pernah kesana, yaitu tahun lalu, dimana cerita lengkapnya bisa dibaca di seri ini:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Sint Maarten
3. Part II: Sint Maarten
4. Part III: The Maho Beach
5. Part IV: Saint Martin
6. Part V: Back to the Netherlands

Iya nih, kayaknya sekarang aku masih terpengaruh mood nostalgia ya, haha 😛 .

Anyway, ngomongin jet blast, memang jet blast ini berbahaya sekali. Di Pantai Maho, pantai terkenal yang terletak tepat di sebelah ujung landasan pacu 10 bandaranya, beberapa papan peringatan seperti ini dipasang, dan peringatannya sendiri dituliskan dalam bahasa Inggris:

Papan peringatan jet blast di SXM yang terkenal banget

Jelas dong ya peringatannya diberikan bukan tanpa alasan. Ini karena risikonya nyata banget. Berikut ini foto yang kuambil dari jet blast-nya sebuah McDonnell Douglas MD83 yang akan lepas landas:

Jet blast-nya pesawat McDonnell Douglas MD83

Seperti yang bisa dilihat, efeknya kuat banget sampai-sampai tiupannya nampak di permukaan lautnya.

Walaupun begitu, jet blast ini adalah salah satu “atraksi” utama pantai ini. Sementara pantai ini bisa dibilang merupakan “jantung” dari turisme keseluruhan pulaunya. Sejujurnya, pantai ini adalah satu-satunya alasan aku pergi ke Sint Maarten tahun lalu. Tanpa itu, kemungkinan besar aku sudah akan memilih destinasi yang lain. Dan sejujurnya, aku juga ikut “menikmati” mengalami tiupan jet blast-nya juga tahun lalu. Dan jet blast-nya adalah yang “keren” karena merupakan jet blast dari sebuah pesawat Boeing 747-400nya KLM yang sedang lepas landas. Dan tiupannya itu beneran kencang banget loh!!

Aku harus berpegang erat ke pagarnya waktu itu; begitu pula banyak pengunjung lainnya. Untungnya, kami semua baik-baik saja. Namun beberapa hari kemudian, ketika papaku juga ingin mencoba jet blast-nya, seorang turis jatuh terdorong jet blast ke bagian batu-batu karang di pantainya sehingga ia terluka parah banget dan harus dibawa ke rumah sakit. Sepertinya ia meremehkan kekuatan jet blast-nya. Menurut cerita papaku, si orang ini justru malah berdiri di atas blok beton yang sempit di pinggir jalan di Pantai Maho dan menghadap ke landasan pacunya. Di belakangnya adalah batu-batu karang Pantai Maho. Jadilah ketika jet blast-nya menampik dirinya, ia langsung kehilangan keseimbangan dan terdorong ke belakang ke arah batu-batu tersebut.

Nah kan, aku jadi hanya ingin bilang: adanya beberapa papan larangan di keseluruhan pantai menunjukkan potensi risiko yang nyata, jadi tolong berhati-hati gitu dan gunakan akal sehat ketika pergi ke sana.

Jet blast dari sebuah MD83; lihat apa yang terjadi ke orang-orang ini kan?

Dan tentang orang yang melempar bola ke pesawat itu. Aduh, aku sih hanya berharap semua orang itu “paham” akan potensi risiko dan konsekuensi dari tindakannya terhadap orang lain ya! Apalagi yang bisa berurusan dengan nyawa begini!

Bakal sayang banget jika Pantai Maho harus ditutup. Tapi aku nggak yakin akan ditutup sih karena pantai ini, seperti yang kubilang, berperan sebagai roda turisme, yang mana artinya juga ekonomi, dari pulau ini. Tapi tetap aja lah ya…

Sebuah Airbus A340-300nya Air France mendarati di Bandara Internasional Princess Juliana di Sint Maarten.
Advertisements
EuroTrip · Miscellaneous · Photo Tales · Weekend Trip

#1969 – Photo Tales (43)

ENGLISH

The theme of this Photo Tales post is some side stories of my impulsive weekend trip in July 2017 to watch Venus Williams’ singles match at the final of Wimbledon. The main story of this series can be found at the following links:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Photo #95

Venus (Shave)

As I already mentioned above, Venus Williams was the reason of this impromptu trip to London. And so I found it funny when I saw these shaves by Gillette being marketted as “Venus” at the on-board store in the ferry boat I took from Hoek van Holland to Harwich. I felt like the universe “knew” and so this coincidence 😛 .

Photo #96

A new Oyster Card

Anyway, during a similar impromptu weekend trip to Wimbledon two years prior, where I witnessed Serena Williams completing her second Serena Slam, I accidentally lost the Oyster Card I bought five years ago. And because I will definitely go back to London, I decided to buy a new Oyster Card this time, pictured above. To be honest, I was a little bit disappointed that it looked more “plain” than the colorful one I bought five years ago, haha 😆 .

Photo #97

Yeay, electric plugs!

The last-minute nature of the trip meant higher risk of me forgetting something. And unfortunately, I did forget something this time: my adapter. You see, the UK uses a different plug type than the rest of Europe (So annoying, I know!). And so not bringing an adapter with me made my life a little bit more difficult there. But fortunately, the hotel I stayed in provided several different plug types, even a USB one, which I found extremely useful!! I was really glad I chose to stay at this hotel! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Tema posting Photo Tales kali ini adalah beberapa cerita sampingan dari perjalanan dadakanku di bulan Juli 2017 untuk menonton pertandingan tunggalnya Venus Williams di finalnya Wimbledon. Posting-posting utama dari seri ini bisa dibaca melalui tautan-tautan berikut:
1. Introduction
2. Part I: Getting to London and Back
3. Part II: Wimbledon 2017

Foto #95

Venus (Cukur)

Seperti yang kusebutkan di atas, Venus Williams adalah alasan aku pergi dalam perjalanan dadakan ke London ini. Makanya aku merasa lucu ketika melihat cukurnya Gillette yang dipasarkan dengan nama “Venus” ini di toko di dalam kapal ferry yang kunaiki dari Hoek van Holland ke Harwich. Aku merasa kok alam semesta ini “tahu” sehingga kebetulan ini terjadi, haha 😛 .

Foto #96

Oyster Card baru

Anyway, di perjalanan akhir pekan serupa ke Wimbledon dua tahun sebelumnya, dimana aku menyaksikan Serena Williams mencetak Serena Slam keduanya, tak sengaja kartu Oyster Card-ku yang kubeli lima tahun yang lalu hilang. Dan karena toh aku pasti akan kembali lagi ke London, aku memutuskan untuk membeli Oyster Card yang baru kali ini, yang kufoto di atas. Sejujurnya, aku sedikit kecewa soalnya disain Oyster Card ini nampak “biasa” banget alias terlalu polos gitu jika kubandingkan dengan yang berdisain warna-warni yang kubeli lima tahun lalu, haha 😆 .

Foto #97

Hore, colokan listrik!

Namanya perjalanan dadakan, artinya ada risiko lebih tinggi untukku kelupaan sesuatu. Dan sayangnya, aku beneran kelupaan sesuatu kali ini: adaptorku. Jadi ceritanya Inggris Raya itu kan menggunakan colokan yang modelnya berbeda dari semua negara Eropa lainnya gitu kan ya (Nyebelin memang!). Jadilah tidak membawa adaptor itu membuat hidupku agak sedikit lebih repot di sana, haha. Tetapi untungnya hotel tempatku menginap memiliki colokan listrik dengan beberapa tipe loh, bahkan ada colokan USB segala, yang mana sangat amat berguna untukku!! Aku lega banget deh aku memilih untuk menginap di hotel ini! Haha 😆 .

Miscellaneous · Photo Tales

#1958 – Photo Tales (42)

ENGLISH

The theme of this Photo Tales post is my latest experiments in the kitchen!

Photo #93

A duck fillet steak experiment

My long weekend trip to Lyon gave me a kitchen experiment inspiration for a duck fillet steak. At the time it hit me how I could never think about it as it appeared not very complicated!

While the cooking part was not that complicated, indeed; the grocery shopping part was, haha 😆 . It appeared to me that duck meat was not *that* popular here in the Netherlands. I mean, the supermarket sold it; but it was not as “visible” and “plenty” as the other types of meat. As I could not find it in my first attempt, I resorted to Google to find out that the supermarket only sold one “type” of duck fillet. It was boxed and was put in a special chiller for boxed stuffs, haha. It certainly made the meat look more “premium”, though, and this might partly explain the price, haha.

Anyway, I liked it! Though I am not sure if I am going to cook it that often, due to the higher proportion of fat (thanks, my nutrition app). Even though this might be because of the skin; in which case the fat would not be a problem if I just ignored the skin. But you know, ignoring a crispy skin on your plate in front of you sounds like a difficult thing to do, haha 😆 .

Photo #94

A high protein meal experiment

Speaking of the nutrition app, aside from reducing my consumption of fat, I am also trying to increase my consumption of protein. And this motivated this experiment to cook the pictured high protein meat, haha.

Lean red meat is obviously low in fat and is delicious for a steak, so that is a given. And then we all know that tempe (I know it is spelled “tempeh” in English but it just feels weird for me to type so. So I am typing it in the original Indonesian spelling here 😛 ) is rich in protein. And before I moved to Amsterdam, my ex-housemate told me about the existence of this “bimi” vegetables, which is a hybrid between brocolli and kailan and also has high amount of protein.

Surprisingly (or not?), the dish worked well!! 😀 For this one, though, I am sure I am cooking this more often (at least more often than the duck fillet dish 😛 ).

BAHASA INDONESIA

Tema dari posting Photo Tales kali ini adalah percobaanku akhir-akhir ini di dapur!

Foto #93

Percobaan steak filet bebek

Perjalanan akhir pekanku ke Lyon memberiku inspirasi untuk mencoba memasak steak filet bebek. Waktu itu, aku cukup heran mengapa aku tidak pernah kepikiran sebelumnya karena nampaknya masakan ini tidak begitu sulit untuk dibuat!

Walaupun memang bagian masakanya nggak begitu rumit; ternyata justru bagian belanjanya yang agak rumit, haha 😆 . Ternyata daging bebek itu nggak begitu populer di Belanda. Maksudku, memang sih dagingnya dijual di supermarket; tetapi nggak begitu “kelihatan” dan “banyak” seperti tipe-tipe daging lainnya gitu. Karena gagal menemukannya di usaha pertamaku untuk membelinya, aku meng-google-nya dan ternyata supermarketnya cuma menjual satu “jenis” filet bebek. Filet ini dibungkus dalam kotak dan ditaruh di satu chiller khusus bersama dengan daging-daging kotakan lainnya, haha. Memang sih ini membuat dagingnya nampak lebih “premium” dan mungkin ini sedikit menjelaskan harganya, haha.

Anyway, tapi aku suka! Walaupun aku nggak yakin sih aku akan sering-sering memasaknya karena tingginya kandungan lemak (thanks, app nutrisiku). Walaupun mungkin ini disebabkan oleh kulit bebeknya sih; yang mana jika demikian artinya tidak akan masalah jika kulitnya aku abaikan. Tapi tahu lah, susaaah untuk mengabaikan kulit crispy yang tersaji di piring di depan kita kan, hahaha 😆 .

Foto #94

Percobaan menu kaya protein

Ngomingin app nutrisi, di samping mengurangi konsumsi lemak, aku juga berusaha meningkatkan konsumsi protein. Dan ini memotivasiku untuk memasak makanan kaya protein di foto di atas, haha.

Daging merah rendah lemak jelas rendah kandungan lemaknya (menurut ngana? 😆 ) dan enak untuk dimasak steak. Dan kita tahu lah tempe itu kaya protein. Dan sebelum aku pindah ke Amsterdam, mantan housemate-ku memberi-tahuku mengenai keberadaan sayuran yang bernama “bimi”, yang merupakan hasil persilangan brokoli dan kailan dan memiliki kandungan protein yang tinggi.

Dan ternyata, aku juga suka masakan ini!! 😀 Nah, untuk yang ini, aku yakin aku akan memasaknya lebih sering sih (setidaknya lebih sering daripada steak bebek filet 😛 ).

Miscellaneous · Random Things

#1936 – Some Random Stories

ENGLISH

Struck By A Crow

The other day I was doing an evening jog for my cardio day in a park nearby my apartment when, all of a sudden, something struck the back of my head. And it was quite hard. Naturally, I screamed and tried to get rid of whatever that was (haha 😆 ); and then looked back to see what on earth was going on and who did that to me.

But I found nobody. There was noone behind me. But there was something alive there standing on the ground: an adult crow, haha 😆 . Yes, apparently I had just been struck by a crow! Lol 😆 .

Yeah, it was so weird and random how could happen. Obviously I had no idea why the crow hit me as I was not a crow whisperer. But thankfully I was fine and did not even get a single scratch out of it, haha 😆 .

Well, too bad I did not take a picture of the damn crow which I could have posted here, haha 😆

Candy Crush

Another totally random thought, here. An annoying mistake one could make while playing Candy Crush is to accidentally use the hard-earned gold bars for some purchases we do not intend to make. Unfortunately I have made this mistake multiple times 😣.

Speaking of Candy Crush, I am often annoyed lately by its loading problem. It frequently happens that my screen freezes while loading the game! Sometimes, it even gets stuck there and so I have to restart the game all over!

BAHASA INDONESIA

Diterjang burung gagak

Beberapa waktu yang lalu aku sedang jogging malam di hari cardio di sebuah taman di dekat apartemenku ketika, tiba-tiba, sesuatu menerjang kepala bagian belakangku. Terjangannya keras juga. Jadilah spontan aku berteriak dan berusaha menyingkirkan apa pun yang menerjangku (haha 😆 ); lalu kemudian aku membalikkan-badan untuk melihat apa sih yang baru saja terjadi dan siapa pelakunya.

Tetapi aku tidak melihat siapa-siapa. Tidak ada orang yang berdiri di belakangku. Hanya ada satu makhluk hidup (non-tanaman) yang berdiri di atas tanah di sana: seekor burung gagak dewasa, haha 😆 . Iya loh, ternyata aku baru saja diterjang seekor burung gagak! Haha 😆 .

Iya, memang sungguh aneh dan random banget kok ini bisa terjadi. Jelas aku tidak tahu mengapa burung gagaknya menerjangku karena aku kan bukan pawang burung gagak ya. Tetapi untungnya aku baik-baik saja dan tidak terluka sama sekali kok karenanya 😆 .

Yah, sayang sih aku lupa mengambil foto burung gagaknya. Padahal lumayan ya bisa dijadikan kenang-kenangan, haha 😆 .

Candy Crush

Satu pemikiran random lainnya nih. Sebuah kesalahan menyebalkan yang bisa dibuat seseorang ketika bermain Candy Crush adalah tidak-sengaja menggunakan batangan emas yang susah didapatkan itu untuk melakukan transaksi yang sebenarnya tidak ingin kita lakukan. Dan sayangnya, aku sudah membuat kesalahan ini beberapa kali dong 😣.

Ngomongin Candy Crush, sekarang ini aku sering merasa sebal dengan masalah loading-nya nih. Cukup sering terjadi dimana layar smartphone-ku frozen (bahasa Indonesianya apa sih?) ketika sedang membuka game-nya gitu! Terkadang, bahkan layarnya terjebak di sana dan aku harus mematikan dan menyalakan ulang game-nya loh!

Miscellaneous · Photo Tales

#1933 – Photo Tales (41)

ENGLISH

Photo #91

Perusahaan Ketjap Kudus in Den Haag

Some time ago when I was grocery shopping, I spotted the following sweet soysauce at one of the racks. Okay, you probably need to speak Indonesian to understand why I bothered to take the photo (because it was quite funny in some ways 😛 ).

You see, it was soysauce by “Perusahaan Ketjap Kudus” (translated as “Kudus Soysauce Factory”), implying the factory’s location in Kudus, Central Java. However, it was stated at the bottom of the label that the production was actually in Den Haag, the Netherlands. Yeah, so a factory of an Indonesian product with an Indonesian name but with production in the Netherlands, haha.

Though, I might actually misunderstand its name, though. Instead of “Kudus” as a noun (thus, referring to the Central Javan region), it might actually be the adjective “kudus” (translation: “holy”). This would actually explain the phrase “selalu terpudji” (translation: “always commendable”) put below its name, haha 😆 .

Photo #92

Lamb shank at Mata Hari

Anyway, in the last week of May, a friend and I caught up in Amsterdam. And we decided to have dinner at a restaurant called “Mata Hari”, that was actually not an Indonesian restaurant, haha (“matahari” means “the sun” in Indonesian). It was actually a Mediterranean restaurant.

Thanks to Yelp, we chose this restaurant, because the food was really good! Plus, I found it to be quite fairly priced, especially considering its location (near the touristic area of Amsterdam, i.e. the infamous Red Light, haha 😛 ). Anyway, I decided to order a lamb shank and some french fries. The lamb shank and its salad was really good; though I regretted the french fries because I actually did not really need it as I got too full afterwards, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Foto #91

Perusahaan Ketjap Kudus di Den Haag

Beberapa waktu lalu ketika sedang belanja, aku melihat kecap manis ini di salah satu rak.

Nah lucu kan, kecap manis ini buatan “Perusahaan Ketjap Kudus”, yang menyiratkan lokasi pabriknya ada di Kudus, Jawa Tengah. Namun, di bagian bawah labelnya dituliskan bahwa produksinya di Den Haag, Belanda. Iya, pabrik sebuah komoditi Indonesia dengan nama Indonesia tetapi produksinya di Belanda, haha.

Eh, sebenarnya bisa saja aku salah mengerti sih. Bukannya “Kudus” yang merupakan kata benda (sehingga menunjukkan daerah di Jawa Tengah itu), bisa saja yang benar adalah kata sifat “kudus”. Ini justru menjelaskan frase “selalu terpudji” yang dicetak di bawah namanya itu kan, haha 😆 .

Foto #92

Lamb shank di Mata Hari

Anyway, di akhir bulan Mei, seorang teman dan aku catch up di Amsterdam. Dan kami memutuskan untuk makan di sebuah restoran yang namanya “Mata Hari”, yang mana bukan lah restoran Indonesia loh. Ternyata ini adalah restoran Mediterania, haha.

Berkat Yelp nih kami memilih restoran ini, dan untung soalnya makanannya enak! Plus, menurutku harganya juga oke lah terutama dengan mempertimbangkan lokasinya (di dekat area turistiknya Amsterdam, yaitu area Red Light yang “terkenal” itu, haha 😛 ). Anyway, aku memutuskan untuk memesan sebuah lamb shank dan french friesLamb shank berserta saladnya enak loh; walaupun aku sedikit menyesal memesan french fries-nya sih karena kebanyakan! Akibatnya aku kekenyangan deh setelahnya, haha 😆 .

Aviation · Miscellaneous · Photo Tales

#1921 – Photo Tales (40)

ENGLISH

This edition of Photo Tales is aviation related, haha 😛 .

Photo #88

easyJet and RyanAir at Rome – Fiumicino

While flying from Rome to Amsterdam for my Post-PhD Trip, I spotted these two birds side by side at Rome – Fiumicino Airport. Yep, the two airlines that, for better or for worse, revolutionized the (European) airlines industry, RyanAir and easyJet (And, to some degree, Southeast Asia too because easyJet inspired Tony Fernandes to make AirAsia as it is today).

While, arguably, they targetted different “market” from more traditional full-service airlines, their impact was so big that it forced those more established airlines to adjust. As one consequence, now, the ticket price of those so-called full service airlines also has become more affordable, in general. However, there is more to that, which brings us to the next photo…

Photo #89

A British Airways’ Boeing 767 at Schiphol

One flight I am super interested to try is British Airways’ Boeing 767 daily service between London and Amsterdam (especially after Garuda Indonesia stopped its Amsterdam – London Gatwick route last year), haha 😛 . I always find it fascinating to fly wide-body on a short-haul flight! Haha 😛 .

Anyway, but there are two things which make me hesitate to book a return trip with them (well, three if you consider the visa requirement 😛 ). First of all, British Airways is a member of OneWorld, while as you know I am more of a SkyTeam fans nowadays.

Secondly, as per earlier this year, British Airways stopped providing complimentary snack and drink in any of its short-haul flights. Instead, it now offers buy-on-board (BoB) stuffs, just a la an LCC. You see, clearly this is an (negative) effect of LCC on the full service airline. Well, given that British Airways’ CEO used to be the CEO of Vueling (a Spanish LCC), this was, somewhat, not really “out of nowhere”. But still, you see another “effect” of LCCs to mainline airlines?

Photo #90

An American Airlines’ Boeing 757 at Schiphol

Anyway, on a separate note, I spotted an American Airlines’ Boeing 757 at Schiphol this March. Yes, American Airlines, meaning the plane was used to fly North Atlantic; and, yes, a 757, a.k.a. a (long-ish) narrow-body plane! 😱

I don’t know about you. But to me, I much prefer to fly wide-body when flying medium to long-haul. My longest narrow-body flight was AeroMexico’s Boeing 737-700 flight from Boston to Mexico City (3,663 km). And it was in economy class without personal IFE! Lol 😆 . Anyway, so I certainly will avoid crossing the Atlantic from/to Amsterdam with American Airlines, then 😛 (Beside, they are OneWorld too 😛 ).

BAHASA INDONESIA

Edisi Photo Tales kali ini akan berkaitan dengan pesawat, haha 😛 .

Foto #88

easyJet dan RyanAir di Rome – Fiumicino

Ketika terbang dari Roma ke Amsterdam dalam perjalanan Pasca-Phdku, aku melihat dua burung besi ini parkir bersebelahan di Bandara Roma – Fiumicino. Iya, dua maskapai yang, baik secara positif maupun negatif, merevolusionsasi dunia penerbangan (Eropa), RyanAir dan easyJet (Dan, sedikit-banyak, Asia Tenggara juga karena easyJet menginspirasi Tony Fernandes untuk membuat AirAsia seperti sekarang ini).

Walaupun, di satu sisi, mereka menarget pasar yang berbeda dari maskapai-maskapai full service yang lebih tradisional, efeknya cukup terasa juga sehingga maskapai-maskapai yang sudah lebih lama ada tersebut harus menyesuaikan diri. Salah satu konsekuensinya, sekarang, harga tiket dari maskapai-maskapai full service tersebut juga menjadi relatif lebih murah secara umum. Namun, efeknya tidak hanya sebatas itu saja, yang membawa kita ke foto selanjutnya…

Foto #89

Sebuah Boeing 767nya British Airways di Schiphol

Satu rute penerbangan yang sangat ingin aku cobain adalah penerbangan hariannya British Airways dengan pesawat Boeing 767 di rute London – Amsterdam (terutama setelah Garuda Indonesia menutup rute Amsterdam – London Gatwick tahun lalu (masih belum bisa move on)), haha 😛 . Seru aja kan terbang dengan pesawat berbadan lebar di penerbangan jarak dekat! Haha 😛 .

Anyway, tetapi ada dua hal yang masih membuatku ragu untuk membeli tiket pp dengan mereka (eh, tiga ding kalau persyaratan visa diikut-sertakan 😛 ). Pertama-tama, British Airways adalah anggota OneWorld sementara sekarang ini kan aku lebih suka SkyTeam.

Yang kedua, per awal tahun ini, British Airways tidak lagi memberikan layanan snack dan minuman gratis di penerbangan jarak dekat mereka. Dan sekarang, yang ditawarkan adalah produk-produk buy-on-board (BoB) gitu deh, a la penerbangan LCC lah. Nah kan, jelas ini adalah efek (negatif) dari LCC ke maskapai full service. Eh, tapi dengan mempertimbangkan CEOnya British Airways yang mana dulunya adalah CEOnya Vueling (sebuah maskapai LCCnya Spanyol), ini mungkin tidak terlalu mengherankan yah. Tetapi tetap aja lah, terlihat kan “efek”nya LCC di maskapai-maskapai besar lainnya?

Foto #90

Sebuah Boeing 757nya American Airlines di Schiphol

Anyway, mari kita berganti topik, aku melihat Boeing 757nya American Airlines di Schiphol bulan Maret ini. Iya loh, American Airlines, artinya pesawatnya dipakai untuk terbang menyebrangi Samudra Atlantik; dan, iya, Boeing 757, alias pesawat berbadan kecil (tapi agak panjangan)! 😱

Aku nggak tahu dengan kalian yah, tetapi untukku sih aku lebih suka terbang dengan pesawat berbadan lebar ketika terbang jarak menengah dan jauh. Penerbangan terjauhku dengan pesawat berbadan kecil adalah dengan Boeing 737-700nya AeroMexico dari Boston ke Mexico City (jaraknya 3.663 km). Dan penerbangan itu di kelas ekonomi dan tanpa IFE personal pula! Haha 😆 . Anyway, jelas deh aku akan menghindari terbang menyebrangi Samudra Atlantik dari/ke Amsterdam dengan American Airlines kalau begitu 😛 (Di samping itu, mereka juga anggota OneWorld sih 😛 ).

Celebration · Miscellaneous

#1911 – Blogging for A Dozen Years

ENGLISH

As of today, I have been blogging for twelve years!! Yes, twelve years ago today, I posted my first post in my Blogspot blog (which I “closed” in 2011 and “moved” here that year), and it has been going on until now since then 🙂 .

Source: http://www.flingerspartyshop.co.uk/party-accessories/birthday-badges/age-12-birthday-badge.fps007640

As I said last year, it becomes less and less surprising that I blog for this long. Clearly, I enjoy blogging a lot and so the longevity and consistency that follow.

Just like in the past a few years, I managed to write, on average, 3.5 posts per week this past one year and thus clocking in 182 posts. This brought the yearly average up to 159.25 posts, haha. I also achieved a blogging milestone this year. About a month ago, I posted my 1000th post here in WordPress!!

Unlike six years ago, where I decided to close my Blogspot blog after six years and moved to WordPress, this year (after six years in WordPress) I have no plan to do a similar action. I really enjoy and like WordPress as my blogging platform so I am sticking with it. So don’t worry, I am not going anywhere else! 🙂

Anyway, yeah, that is it for now. And cheers for the beginning of my 13th year of blogging!!

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu

BAHASA INDONESIA

Per hari ini, aku sudah ngeblog selama dua belas tahun!! Ya, dua belas tahun yang lalu, aku mem-posting posting pertamaku di blog Blogspotku (yang kemudian aku “tutup” di tahun 2011 dan aku “pindah” ke sini enam tahun yang lalu), dan semenjak waktu itu aku ngeblog sampai sekarang 🙂 .

Source: http://www.flingerspartyshop.co.uk/party-accessories/birthday-badges/age-12-birthday-badge.fps007640

Seperti yang kubilang tahun lalu, sekarang sih menjadi semakin tidak mengejutkan bahwa aku ngeblog sedemikian lamanya. Jelas, aku amat menikmati blogging dan ini menjelaskan kelamaan dan kekonsistenanku.

Seperti beberapa tahun belakangan ini, aku menulis, rata-rata, 3,5 posting per minggu selama satu tahun ini dengan total 182 posting. Ini membuat rata-rata jumlah posting tahunanku naik menjadi 159,25, haha. Aku juga mencapai sebuah pencapaian ngeblog tahun ini. Sekitar satu bulan yang lalu, aku mem-posting posting ke-1000 di WordPress loh!!

Tidak seperti enam tahun yang lalu, dimana aku memutuskan untuk menutup blog Blogspotku setelah enam tahun dan pindah ke WordPress, tahun ini (setelah enam tahun di WordPress) aku tidak memiliki rencana seperti itu kok. Aku benar-benar menikmati dan suka WordPress sebagai platform ngeblogku sehingga untuk saat ini aku akan tetap di sini. Jadi, tenang aja, aku tidak akan kemana-mana kok! 🙂

Anyway, ya, segini dulu ya untuk sekarang. Dan mari kita tos untuk permulaan tahun ke-13ku ngeblog!!

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu