#1921 – Photo Tales (40)


This edition of Photo Tales is aviation related, haha 😛 .

Photo #88

easyJet and RyanAir at Rome – Fiumicino

While flying from Rome to Amsterdam for my Post-PhD Trip, I spotted these two birds side by side at Rome – Fiumicino Airport. Yep, the two airlines that, for better or for worse, revolutionized the (European) airlines industry, RyanAir and easyJet (And, to some degree, Southeast Asia too because easyJet inspired Tony Fernandes to make AirAsia as it is today).

While, arguably, they targetted different “market” from more traditional full-service airlines, their impact was so big that it forced those more established airlines to adjust. As one consequence, now, the ticket price of those so-called full service airlines also has become more affordable, in general. However, there is more to that, which brings us to the next photo…

Photo #89

A British Airways’ Boeing 767 at Schiphol

One flight I am super interested to try is British Airways’ Boeing 767 daily service between London and Amsterdam (especially after Garuda Indonesia stopped its Amsterdam – London Gatwick route last year), haha 😛 . I always find it fascinating to fly wide-body on a short-haul flight! Haha 😛 .

Anyway, but there are two things which make me hesitate to book a return trip with them (well, three if you consider the visa requirement 😛 ). First of all, British Airways is a member of OneWorld, while as you know I am more of a SkyTeam fans nowadays.

Secondly, as per earlier this year, British Airways stopped providing complimentary snack and drink in any of its short-haul flights. Instead, it now offers buy-on-board (BoB) stuffs, just a la an LCC. You see, clearly this is an (negative) effect of LCC on the full service airline. Well, given that British Airways’ CEO used to be the CEO of Vueling (a Spanish LCC), this was, somewhat, not really “out of nowhere”. But still, you see another “effect” of LCCs to mainline airlines?

Photo #90

An American Airlines’ Boeing 757 at Schiphol

Anyway, on a separate note, I spotted an American Airlines’ Boeing 757 at Schiphol this March. Yes, American Airlines, meaning the plane was used to fly North Atlantic; and, yes, a 757, a.k.a. a (long-ish) narrow-body plane! 😱

I don’t know about you. But to me, I much prefer to fly wide-body when flying medium to long-haul. My longest narrow-body flight was AeroMexico’s Boeing 737-700 flight from Boston to Mexico City (3,663 km). And it was in economy class without personal IFE! Lol 😆 . Anyway, so I certainly will avoid crossing the Atlantic from/to Amsterdam with American Airlines, then 😛 (Beside, they are OneWorld too 😛 ).


Edisi Photo Tales kali ini akan berkaitan dengan pesawat, haha 😛 .

Foto #88

easyJet dan RyanAir di Rome – Fiumicino

Ketika terbang dari Roma ke Amsterdam dalam perjalanan Pasca-Phdku, aku melihat dua burung besi ini parkir bersebelahan di Bandara Roma – Fiumicino. Iya, dua maskapai yang, baik secara positif maupun negatif, merevolusionsasi dunia penerbangan (Eropa), RyanAir dan easyJet (Dan, sedikit-banyak, Asia Tenggara juga karena easyJet menginspirasi Tony Fernandes untuk membuat AirAsia seperti sekarang ini).

Walaupun, di satu sisi, mereka menarget pasar yang berbeda dari maskapai-maskapai full service yang lebih tradisional, efeknya cukup terasa juga sehingga maskapai-maskapai yang sudah lebih lama ada tersebut harus menyesuaikan diri. Salah satu konsekuensinya, sekarang, harga tiket dari maskapai-maskapai full service tersebut juga menjadi relatif lebih murah secara umum. Namun, efeknya tidak hanya sebatas itu saja, yang membawa kita ke foto selanjutnya…

Foto #89

Sebuah Boeing 767nya British Airways di Schiphol

Satu rute penerbangan yang sangat ingin aku cobain adalah penerbangan hariannya British Airways dengan pesawat Boeing 767 di rute London – Amsterdam (terutama setelah Garuda Indonesia menutup rute Amsterdam – London Gatwick tahun lalu (masih belum bisa move on)), haha 😛 . Seru aja kan terbang dengan pesawat berbadan lebar di penerbangan jarak dekat! Haha 😛 .

Anyway, tetapi ada dua hal yang masih membuatku ragu untuk membeli tiket pp dengan mereka (eh, tiga ding kalau persyaratan visa diikut-sertakan 😛 ). Pertama-tama, British Airways adalah anggota OneWorld sementara sekarang ini kan aku lebih suka SkyTeam.

Yang kedua, per awal tahun ini, British Airways tidak lagi memberikan layanan snack dan minuman gratis di penerbangan jarak dekat mereka. Dan sekarang, yang ditawarkan adalah produk-produk buy-on-board (BoB) gitu deh, a la penerbangan LCC lah. Nah kan, jelas ini adalah efek (negatif) dari LCC ke maskapai full service. Eh, tapi dengan mempertimbangkan CEOnya British Airways yang mana dulunya adalah CEOnya Vueling (sebuah maskapai LCCnya Spanyol), ini mungkin tidak terlalu mengherankan yah. Tetapi tetap aja lah, terlihat kan “efek”nya LCC di maskapai-maskapai besar lainnya?

Foto #90

Sebuah Boeing 757nya American Airlines di Schiphol

Anyway, mari kita berganti topik, aku melihat Boeing 757nya American Airlines di Schiphol bulan Maret ini. Iya loh, American Airlines, artinya pesawatnya dipakai untuk terbang menyebrangi Samudra Atlantik; dan, iya, Boeing 757, alias pesawat berbadan kecil (tapi agak panjangan)! 😱

Aku nggak tahu dengan kalian yah, tetapi untukku sih aku lebih suka terbang dengan pesawat berbadan lebar ketika terbang jarak menengah dan jauh. Penerbangan terjauhku dengan pesawat berbadan kecil adalah dengan Boeing 737-700nya AeroMexico dari Boston ke Mexico City (jaraknya 3.663 km). Dan penerbangan itu di kelas ekonomi dan tanpa IFE personal pula! Haha 😆 . Anyway, jelas deh aku akan menghindari terbang menyebrangi Samudra Atlantik dari/ke Amsterdam dengan American Airlines kalau begitu 😛 (Di samping itu, mereka juga anggota OneWorld sih 😛 ).

#1911 – Blogging for A Dozen Years


As of today, I have been blogging for twelve years!! Yes, twelve years ago today, I posted my first post in my Blogspot blog (which I “closed” in 2011 and “moved” here that year), and it has been going on until now since then 🙂 .

As I said last year, it becomes less and less surprising that I blog for this long. Clearly, I enjoy blogging a lot and so the longevity and consistency that follow.

Just like in the past a few years, I managed to write, on average, 3.5 posts per week this past one year and thus clocking in 182 posts. This brought the yearly average up to 159.25 posts, haha. I also achieved a blogging milestone this year. About a month ago, I posted my 1000th post here in WordPress!!

Unlike six years ago, where I decided to close my Blogspot blog after six years and moved to WordPress, this year (after six years in WordPress) I have no plan to do a similar action. I really enjoy and like WordPress as my blogging platform so I am sticking with it. So don’t worry, I am not going anywhere else! 🙂

Anyway, yeah, that is it for now. And cheers for the beginning of my 13th year of blogging!!


Per hari ini, aku sudah ngeblog selama dua belas tahun!! Ya, dua belas tahun yang lalu, aku mem-posting posting pertamaku di blog Blogspotku (yang kemudian aku “tutup” di tahun 2011 dan aku “pindah” ke sini enam tahun yang lalu), dan semenjak waktu itu aku ngeblog sampai sekarang 🙂 .

Seperti yang kubilang tahun lalu, sekarang sih menjadi semakin tidak mengejutkan bahwa aku ngeblog sedemikian lamanya. Jelas, aku amat menikmati blogging dan ini menjelaskan kelamaan dan kekonsistenanku.

Seperti beberapa tahun belakangan ini, aku menulis, rata-rata, 3,5 posting per minggu selama satu tahun ini dengan total 182 posting. Ini membuat rata-rata jumlah posting tahunanku naik menjadi 159,25, haha. Aku juga mencapai sebuah pencapaian ngeblog tahun ini. Sekitar satu bulan yang lalu, aku mem-posting posting ke-1000 di WordPress loh!!

Tidak seperti enam tahun yang lalu, dimana aku memutuskan untuk menutup blog Blogspotku setelah enam tahun dan pindah ke WordPress, tahun ini (setelah enam tahun di WordPress) aku tidak memiliki rencana seperti itu kok. Aku benar-benar menikmati dan suka WordPress sebagai platform ngeblogku sehingga untuk saat ini aku akan tetap di sini. Jadi, tenang aja, aku tidak akan kemana-mana kok! 🙂

Anyway, ya, segini dulu ya untuk sekarang. Dan mari kita tos untuk permulaan tahun ke-13ku ngeblog!!

#1899 – Photo Tales (39)


Photo #86

A delicious Southern Italian dinner

Some weeks ago a friend of mine told me about this Italian restaurant ran by an Italian family in Rotterdam that was so good but only opened during the weekday. Quite strange, indeed. We joked that they had enough customers already that they did not feel the need to open their restaurants in the most popular time for people to go out and dine: the weekend, haha.

Finally, last Tuesday I got the chance to try it. And indeed it was good!! My friend and I decided to share a carpaccio as an appetizer to share, while for the main course I ordered a very delicious beef steak that was served with salad and, well, pasta!

Photo #87

Yeay it is Spring finally!

Finally, the past two weeks or so, Spring has come to full effect in the Netherlands!! Yeay for less layers of clothes to wear!! 😛


Foto #86

Makan malam ala Italia Selatan yang enak banget!

Beberapa minggu yang lalu seorang temanku memberi-tahuku mengenai restoran Italia yang dikelola oleh satu keluarga asal Italia di Rotterdam yang enak banget tetapi cuma buka di hari biasa (hari kerja/weekday) saja. Aneh ya. Kami sih bercanda sepertinya mereka sudah memiliki cukup pengunjung saking ramainya sehingga mereka merasa tidak perlu membuka restoran mereka di waktu populer orang-orang untuk keluar makan: akhir pekan, haha.

Nah, akhirnya hari Selasa minggu lalu aku berkesempatan mencobanya. Dan ternyata memang enak lho!! Aku dan temanku memesan carpaccio sebagai menu pembuka untuk dibagi dua. Untuk makanan utama, aku memesan steak yang memang enak dan disajikan dengan salad dan, tentu saja, pasta!

Foto #87

Hore akhirnya musim semi!

Akhirnya, dua minggu terakhir ini, musim semi sudah mulai menunjukkan tanda-tandanya di Belanda!! Horee nggak harus memakai berlapis-lapis pakaian lagi!! 😛


#1895 – My 1000th WordPress Post


A few weeks ago, I saw that I was already getting close to publishing 1000 posts here in this WordPress blog. I think this is quite an achievement so I would want to write a dedicated post for it, haha. And what post would be more appropriate than the actual 1000th post itself for this topic? Nothing, right? Haha 😛 . And this is the post.

Btw, the number you see in the title of every post here represents the post’s number in chronological order. This 1000th post is number 1895 because I wrote the first 895 posts in my Blogspot blog which has been closed since 2011. Almost six years ago, when I moved to this WordPress domain (notice that that post, which was my first post here, was number 896), I decided that I would keep the numbering.

These numbers mean that I have been way more active in this WordPress blog than I ever was in my Blogspot blog. It took me exactly six years to write 895 posts there, while in just under six years here, I have written 1000!

But this is not surprising, though. To be honest, I enjoy blogging even more now than I was during my time in Blogspot. This, obviously, manifests itself in the “outcome”, i.e. the posts.

Yeah, at this point, we will see when I will reach my 2000th post here! Haha 😆


Beberapa minggu yang lalu, kulihat bahwa aku semakin mendekati angka 1000 posting terpublikasi di blog WordPress ini. Aku rasa ini adalah sebuah bentuk pencapaian sehingga aku ingin menuliskan sesuatu tentangnya, haha. Dan posting apa yang lebih sesuai untuk topik ini daripada posting ke-1000 itu sendiri? Nggak ada kan? Haha 😛 . Dan posting ini adalah posting itu.

Btw, angka yang menjadi bagian dari setiap judul posting di blog ini menunjukkan nomor urut posting tersebut. Posting ke-1000 ini bernomor 1895 karena aku menulis 895 posting pertama di blog Blogspotku yang sudah kututup di tahun 2011. Hampir enam tahun yang lalu, ketika aku pindahan ke WordPress (perhatikan bahwa posting itu, yang merupakan posting pertama di sini, bernomor 896), aku memutuskan untuk meneruskan penomorannya.

Angka-angka ini berarti aku lebih aktif di WordPress ini daripada dulu ketika di Blogspot. Aku membutuhkan tepat enam tahun untuk menulis 895 posting di sana, sementara dalam kurang dari enam tahun di sini, aku sudah menulis 1000!

Ini nggak mengejutkan sih. Sejujurnya, aku lebih menikmati ngeblog sekarang ini loh daripada dulu ketika di Blogspot. Ini, jelas, kemudian nampak di “hasil”-nya, yaitu posting-posting tersebut.

Ya, sekarang sih, kita lihat saja deh kapan aku akan mencapai posting ke-2000ku di sini! Haha 😆

#1888 – Photo Tales (38)


Photo #84

Two movies

Two movies

Lastweek, within five days I went to the cinema twice!! Haha 😆 . I don’t recall if this had ever happened before since I moved to Europe, though 😛 .

Anyway, I watched John Wick: Chapter 2 and the recently-involved-in-an-Oscar-blunder Moonlight. As this is a Photo Tales post, I am not going to go to any details about these two. But I would just say that my low-ish expectation on John Wick 2 made me enjoyed the movie more while my rather high expectation on Moonlight made me feel a little bit underwhelmed, haha. A case of the right dose of expectation, eh? 😛

Photo #85

A four course Saturday dinner

A four course Saturday dinner

On Saturday, two friends and I decided to catch up and had dinner at Rotterdam! Haha 😀 . Earlier this week we found a good deal at Hangar 85 so we went there.

And it was really good! We had their four course meal package and the wine pairing to accompany it. It started with an amuse bite followed by a very delicious tataki beef appetizer accompanied by two glasses of rosé (I especially loved the tataki that nowadays I am a little bit obsessed with it in the kitchen!). The first main course was a delicious pork belly paired with a light red wine. The second main course was cod paired with white wine. A dessert closed out the dinner paired with red wine which I regretfully forgot the name because it was really tasty!). Haha 😛

Anyway, and of course, it was always nice to be able to catch up with some friends (but I have said this a lot here, I know 😛 ).


Foto #84

Two movies

Dua film

Minggu lalu, dalam lima hari aku nonton di bioskop dua kali loh!! Haha 😆 . Sejauh yang aku ingat, ini belum pernah terjadi deh semenjak aku pindah ke Eropa 😛 .

Anyway, aku menonton John Wick: Chapter 2 dan film yang baru-baru ini terlibat di blunder-nya Oscar Moonlight. Karena posting ini adalah posting Photo Tales, aku tidak akan menuliskan banyak detail mengenai dua film ini. Tetapi aku hanya ingin merangkum bahwa ekspektasiku yang nggak tinggi-tinggi amat untuk John Wick 2 malah membuatku menikmati film ini dengan lebih sementara ekspektasiku yang agak tinggi untuk Moonligh justru membuatku sedikit kecewa. Kasus klasik penetapan ekspektasi yang tepat ini ya? Haha 😛

Foto #85

A four course Saturday dinner

Makan malam four course di hari Sabtu

Sabtu kemarin, dua teman dan aku memutuskan untuk catch up dan makan malam bareng di Rotterdam! haha 😀 . Awal minggu ini kami kebetulan menemukan promo yang lumayan di Hangar 85 sehingga jadilah kami kesana.

Dan masakannya enak-enak banget! Kami memesan paket menu four course dan paket wine pairing untuk menemaninya. Makan malam dimulai dengan amuse satu suapan dan diikuti dengan menu pembuka daging sapi tataki yang enak banget yang ditemani dengan dua gelas rosé (Aku suka banget tatakinya sampai-sampai sekarang aku cukup terobsesi (di dapur) dengannya nih!). Menu utama pertama adalah pork belly enak banget yang ditemani dengan anggur merah yang tidak terlalu berat. Menu utama kedua adalah ikan cod yang ditemani dengan anggur putih. Seporsi makanan penutup menutup makan malam ini yang ditemani dengan anggur merah yang enak banget yang mana aku menyesal banget lupa namanya apa (soalnya anggurnya enak banget!). Haha 😛 .

Dan, tentu saja, senang rasanya bertemu teman-teman lama (dan kalimat ini kayaknya sudah sering banget aku tuliskan di sini yah, haha 😛 ).

#1855 – Happy New Year from Indonesia!!




from Indonesia!!

First of all, I do wish the year 2017 will bring us all happiness and all the good things!

Anyway, the year 2016 has been another great year to me. More than that, actually, it has been a BIG year where I finished (sort-of) my PhD and made a big life decision to move to the industry. Yes, a lot of stuffs were going on in 2016.

I started the year in Huatulco, Mexico and now I am ending it in Yogyakarta, Indonesia. The two places being 13 timezones apart, it means that so far, the year 2016 was my shortest ever leap year at only 365 days and 11 hours! Interestingly, though, despite being a leap year, actually my 2016 was shorter than my 2015 where I spent 365 days, 11 hours, and 30 minutes in the entire year!! Haha 😆

Anyway, that is all I have for now! See you later!! 🙂




dari Indonesia!!

Pertama-tama, mudah-mudahan tahun 2017 ini akan menjadi tahun yang membawa kebahagiaan dan penuh dengan hal-hal baik ya!

Ngomong-ngomong, tahun 2016 adalah tahun yang baik untukku. Di atas itu, sebenarnya ini adalah tahun yang besar juga dimana aku (kurang lebih) menyelesaikan studi PhD/S3ku dan membuat keputusan kehidupan yang besar untuk berpindah-haluan ke dunia industri. Yup, ada banyak hal besar yang terjadi di tahun 2016.

Tahun itu aku mulai di Huatulco, Meksiko dan kini aku akhiri di Yogyakarta, Indonesia. Kedua tempat ini terpisahkan 13 zona waktu, yang mana artinya sejauh ini tahun 2016 adalah tahun kabisat terpendekku dengan panjang 365 hari dan 11 jam saja! Menariknya, walaupun tahun kabisat, sebenarnya tahun 2016ku lebih pendek daripada tahun 2015ku lho dimana aku menghabiskan 365 hari 11 jam 30 menit dalam satu tahun!! Haha 😆

Anyway, segini dulu deh yang bisa kuceritakan sekarang! Ciao!! 🙂

#1845 – Photo Tales (37)


It has really been awhile since my last Photo Tales post! So here is a new one!! 🙂


Photo #82

Working on a Sunday

Working on a Sunday

While technically my PhD contract at TU Delft has ended this August, I have been given the hospitality contract while not officially being employed by the university (I no longer receive salary from TU Delft). This is to facilitate me to get my PhD degree, eventually. This means that I still get to keep my TU Delft office for a little bit longer.

Meanwhile, since then I have been busy with the (long bureaucratic) process of graduating. My dissertation is ready (I literally finished it at the end of August) and is now being accessed by my seven dissertation committee members. I have received feedbacks from some of the committee, mostly minor “cosmetic” feedbacks. Even though “minor”, it still means I need to invest some time in assessing it and revise my dissertation if I agree with those feedbacks (I do not need to, btw; and for this reason I do not incorporate all of the feedbacks as I disagree with some of them 😛 ).

For this reason, today I went to the university to do some of this work, haha 😛 . There was one feedback that was rather “major”, though, and I fully understood why the committee thought so. I revised my dissertation accordingly, and the committee has told me that he is now satisfied with the change (Yeay luckily he checked his email on a Sunday afternoon so the response was immediate! 😀 ).

Photo #83

A jumping rope as a present from Sinterklaas

A jumping rope as a present from Sinterklaas

Speaking of my TU Delft office, I found that I got a present (from the Sinterklaas) in my mailbox. It was a jump-rope along with a note mentioning it was meant to improve the health of the TU Delft people. The note was cute though as it was in the form of a poem, haha 😆 .

Speaking of the poetic note, this was one of the verses:

Each jump is burning calories
You see, the more the better:
2000 jumps and I’m allowed
An extra chocolate letter!

Yes, apparently to burn one piece of a chocolate letter, we need to jump TWO THOUSAND times!! 9gagSHOCK

This present made sense, though. Four and three years ago, the Sinterklaas gave us chocolate letters as our present. Now, we got a jump rope to burn the calories from those chocolate, lol.

Lol, well, now I will think 2000 times first before deciding to bite an extra piece of chocolate, I guess 😅.


Sudah lama ya semenjak posting Photo Tales terakhirku! Ya sudah deh, berikut ini yang baru!! 🙂


Foto #82

Working on a Sunday

Bekerja di hari Minggu

Walaupun secara teknis kontrak PhD/S3-ku di TU Delft telah berakhir Agustus lalu, aku masih diberikan kontrak hospitality biarpun secara resmi aku tidak lagi dipekerjakan oleh universitas (aku tidak lagi menerima gaji dari TU Delft maksudnya). Kontrak ini diberikan untuk memfasilitasiku dalam mendapatkan gelar PhD, pada akhirnya. Ini artinya aku masih memiliki ruangan kantor di TU Delft deh sekarang.

Sementara itu, semenjak waktu itu aku telah disibukkan dengan proses (birokratis nan panjang) untuk lulus. Disertasiku sih sudah beres (yang mana baru beneran selesai di akhir bulan Agustus) dan sekarang ini sedang diperiksa oleh anggota komite disertasiku. Aku telah menerima masukan dari beberapa dari antara mereka, kebanyakan sih masukan “kosmetik” minor gitu sih. Walaupun “minor”, ini tetap saja berarti aku mesti menghabiskan waktu untuk mempelajarinya dan merivisi disertasiku jika aku setuju dengan masukan-masukan itu (Aku tidak harus setuju kok, btw; dan karena ini pula lah tidak semua masukannya aku masukkan ke disertasiku karena aku tidak setuju dengan sebagian di antaranya 😛 ).

Oleh karena alasan ini lah hari ini aku pergi ke universitas untuk melakukan pekerjaan ini, haha 😛 . Ada satu masukan yang cukup “major” sih, btw, dan aku sungguh mengerti mengapa anggota komite ini berpendapat demikian. Jadilah disertasiku sedikit aku revisi untuk menampung masukan ini, dan anggota komitenya kini puas dengan versi yang baru (Untungnya ia mengecek email-nya di hari Minggu siang sehingga aku bisa langsung mendapatkan responnya! 😀 ).

Foto #83

A jumping rope as a present from Sinterklaas

Sebuah lompat tali sebagai hadiah dari Sinterklas

Ngomongin kantor TU Delft-ku, aku baru tahu aku mendapatkan hadiah (dari Sinterklas) di kotak suratku loh ternyata. Hadiahnya berupa lompat tali beserta sebuah pesan yang intinya menyebutkan bahwa hadiah ini dipilih untuk meningkatkan kesehatan orang-orang TU Delft. Pesannya lucu juga karena dituliskan dalam bentuk puisi gitu, haha 😆 .

Ngomongin pesan puitisnya, berikut ini satu baitnya:

Each jump is burning calories
You see, the more the better:
2000 jumps and I’m allowed
An extra chocolate letter!

Iya dong, ternyata untuk membakar kalorinya satu potong cokelat (berbentuk) huruf, kita harus loncat-loncat sebanyak DUA RIBU kali!! 9gagSHOCK

Hadiah ini masuk akal sih sebenarnya. Kan empat dan tiga tahun yang lalu, Sinterklas memberikan cokelat (berbentuk) huruf sebagai hadiah. Nah, jadilah tahun ini hadiahnya adalah lompat tali untuk membakar kalori dari cokelat-cokelat itu kan, haha.

Ih, tapi sekarang aku akan berpikir 2000 kali dulu nih sebelum memutuskan untuk memakan satu potong ekstra cokelat! 😅.