#2435 – A New Lockdown

ENGLISH

Starting from today, a hard lockdown is imposed in the Netherlands. This is due to the increasing trend of the number of COVID-19 infections in the past two weeks or so, despite the initial (premature) promising sign of the effect of the partial lockdown restrictions which has been in place since mid-October. This hard lockdown will last for, at least, five weeks; and thus covering the entirety of the Christmas and New Year holiday season!

This lockdown is indeed the hardest one since the second wave began here. On the restrictions themselves, it is a little bit difficult to compare to how they were during this spring’s intelligent lockdown. But the timing definitely makes this hard lockdown more difficult! The days are super short now (the winter solstice, the shortest day of the year, is just a week away) and the weather is generally gloomy and dark (though not as bad as October). If I thought being locked down was hard in the spring when the weather was nice but I couldn’t go out, well, I would like to say that at least the weather was nice back then which lifted up the mood, haha.

Non-essentials stores and businesses are closed with this hard lockdown, including hair dressers and gyms. I feel really lucky as I have just had a haircut about a week ago. And it so happened that I asked for a (very) short cut that the hairdresser actually asked if I was sure because it was winter. With this now I’m confident my hair can “survive” the five weeks of lockdown, haha.

On gyms, even before this lockdown I had tried to limit the number of times I went to the gym in the first place anyway. There were precautions indeed, including the maximum number of people allowed at one time; but still, it was indoor. That said, I still went for at least twice a week and, on average, thrice which I tried to do at the less popular time (based on my observation, haha).

That brings me to tennis which, thankfully, is still allowed during this hard lockdown, even though only under certain conditions (only singles play is allowed and we need to keep a distance of at least 1.5 meter from each other, which is basically the default anyway on tennis, haha). This makes this hard lockdown significantly different and ‘easier’ than the spring’s for me, exercise-wise, when tennis was also banned back then.

Anyway, the recent positive news of the vaccine development does provide a glimmer of hope. Let’s hope we will get a better control of this damn virus as soon as possible. And if for now, before the vaccine is approved (in the EU) and sufficiently distributed, we attempt to do that by means of this lockdown, let be it! Brighter days are coming ahead!

Dam Square in the time of coronavirus

ENGLISH

Mulai hari ini, lockdown keras mulai diberlakukan di Belanda. Ini disebabkan oleh tren infeksi COVID-19 yang kembali meningkat dua mingguan belakangan ini, padahal trennya sempat turun setelah diberlakukannya lockdown parsial semenjak pertengahan Oktober yang lalu. Lockdown keras ini akan berlangsung selama, minimal, lima minggu; yang mana artinya mencakup musim liburan Natal dan Tahun Baru!

Lockdown kali ini memang adalah yang terkeras semenjak gelombang kedua menghantam Belanda. Dari segi restriksi, agak sulit untuk membandingkan lebih keras yang mana dengan intelligent lockdown musim semi kemarin. Tapi dari segi timing jelas deh yang kali ini lebih berat! Siang hari kan sudah pendek banget yah sekarang (winter solstice, yaitu hari dimana siangnya paling pendek dalam satu tahun, tinggal seminggu lagi) dan cuacanya juga secara umum cukup gloomy dan gelap (walaupun mendingan sih dibandingkan Oktober). Jika dulu aku mengira di-lockdown di musim semi ketika cuacanya enak itu berat karena nggak bisa kemana-mana, yah, sekarang aku bisa bilang bahwa seenggaknya dulu kan cuacanya enak ya yang mana membantu banget untuk mengangkat mood, haha.

Pertokoan dan bisnis-bisnis non-esensial harus ditutup dengan diberlakukannya lockdown keras ini, termasuk salon dan gym. Aku merasa beruntung loh karena kebetulan banget aku baru saja potong rambut semingguan yang lalu. Kebetulan pula aku meminta untuk dipotong model pendek (banget) yang mana sampai-sampai tukang potong rambutnya bertanya apakah aku yakin dengan keputusan ini mengingat di sini sudah musim dingin. Tapi dengan begini, aku sih yakin rambutku “aman” lah selama lima minggu lockdown ke depan, haha.

Untuk gym, bahkan sebelum lockdown ini pun aku berusaha membatasi frekuensiku nge-gym. Memang sih ada tindakan-tindakan preventifnya, termasuk pembatasan banyak maksimal orang di dalam gym dalam satu waktu; tapi tetap aja kan aktivitasnya indoor. Ya tapi biarpun begitu, aku masih pergi setidaknya dua minggu sekali sih, seringnya tiga kali sebenarnya, haha. Namun ini aku sesuaikan dengan pergi di waktu-waktu yang, berdasarkan observasiku, kurang populer sehingga gym-nya pas relatif sepi, haha.

Ini membawaku ke tenis dimana, untungnya, olahraga ini masih diperbolehkan di lockdown keras ini, walaupun dengan kondisi-kondisi tertentu sih (hanya boleh bermain tunggal dan itu pun harus menjaga jarak minimal 1,5 meter antar pemain, yang mana untuk tenis mah ini sudah default-nya ya, haha). Kondisi ini membuat lockdown keras ini jauh berbeda dan ‘lebih mudah’ dibandingkan lockdown musim semi kemarin, dalam hal olahraga, dimana dulu tenis sama sekali dilarang juga.

Anyway, berita positif perkembangan vaksinnya memberikan secercah harapan memang. Mudah-mudahan saja kita segera dapat mengontrol virus sial ini secepat mungkin ya. Dan jika untuk saat ini, sebelum vaksinnya mendapatkan lampu hijau (di Uni Eropa) dan terdistribusikan cukup meluas, untuk mencapai itu kita butuh lockdown, ya mari aja deh! Hari-hari yang lebih “cerah” akan menyambut kita!    

16 Comments Add yours

  1. niee says:

    Aku juga baca berita belanda lockdown lagi ya ko. Aku secara pribadi seh sebenarnya pengen di Indonesia ada lockdown keras gini karena puncak indonesia gak pernah kelihatan gitu loh. Pengennya minimal ada penurunan jumlah kasus lah. Apalagi pas kan ini akhir tahun dimana kerjaan juga udah pada selesai dan anak sekolah lagi pada libur. Tapi kayaknya di Indonesia gak akan pernah diberlakukan lockdown deh.

    1. zilko says:

      Iya Niee, kalau menurutku susahnya di Indonesia jika lockdown adalah mitigasi dampaknya di bidang-bidang lainnya, terutama perekonomian. Di sini pun lumayan susah loh untuk mengatasi ininya. Pemerintah masih bisa memberikan semacam bantuan/subsidi tapi ya juga seberapa doang kan; tetap banyak yang kehilangan pekerjaan juga karena ini. Nah apalagi Indonesia yang ukurannya sebesar itu.

      1. niee says:

        iya ya ko. alasan pemerintah buat gak lockdown emang karena perekonomian ya. Tapi aku membayangkan kayak aussie sama NZ gitu loh ko, yang lockdown ketat di awal, terus dibuka tapi yg dari LN tetep gak diterima. Jadi perekonomian di dalam negeri tetap bisa jalan, wisata lokal juga bisa jalan.

        Tapi emang gak ngerti apa apa seh, sotoy aja gitu pengennya gimana, hahaha.

        1. zilko says:

          Iya Niee memang kompleks sih ya situasinya, nggak cukup untuk dilihat dari satu sisi/bidang aja. Soalnya semua bidang saling berhubungan satu sama lain kan, dimana kalau satu tindakan diterapkan di satu bidang, bidang-bidang lain juga bisa jadi ikut merasakan efeknya, hahaha.

    2. Gak lockdown saja, demo ada dimana2, apalagi benar2 di terapkan lockdown.. Pasukan Ijo Putih turun jalanan semua nanti hahaha..

      Tapi semoga wabah ini segera berakhir dan semua bisa beraktifitas kembali baik dengan ada nya vaksin juga.

      1. zilko says:

        Faktor sosial juga mesti dipertimbangkan ya, lockdown tapi kalau malah demo rame-rame dimana-mana kan malah membuat lockdown-nya toh jadi percuma, hahaha. Iya, semoga pandemi segera teratasi dan berlalu ya!

  2. kutubuku says:

    Stay safe ko. Di Denmark masih parsial lockdown, ini aja udah sedih gym tutup dan resto cuman takeaway.

    1. zilko says:

      Stay safe juga di sana! Iya nih gym tutup jadi mau nggak mau mesti olahraga outdoor ya, haha, sedih mana pas cuaca lagi dingin gini. Iya resto di sini juga cuma boleh takeaway atau delivery juga, sudah dua bulan begini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s