#2434 – A Decade Anniversary Trip to Porto

ENGLISH

In mid-October2020, I took two days off and went on a long weekend trip to Porto, Portugal. This trip was quite special because it was a decade anniversary of my trip to Porto in mid-October 2010, which was my first abroad trip in Europe! What made it more fun was that I didn’t go to Porto again in between so it would be nice to compare the same city ten years apart (from my perspective)! Haha.

Back in Porto ten years later

Anyway, to get to Porto, unlike in 2010 where a friend and I flew to Lisbon with TAP Portugal and then took the high speed train to Porto, I flew directly to this city with KLM. I was supposed to fly with Air France via Paris on the way back but my Air France flight got cancelled. Initially I was rebooked to an Air France flight which would depart one day before my original itinerary 🙄. Obviously I wasn’t okay with this so I called the Platinum Line and the very helpful agent offered me a seat on the direct KLM flight, which I accepted 😀 .

I was rebooked to this KLM’s direct flight to Amsterdam on my way back

In short, both were regular, pleasant flights with KLM as usual. The load was light on my flight to Porto, but the returning leg was packed! KLM upgraded the flight from utilizing a Boeing 737-700 to the larger Boeing 737-800 and even then, it was still 97% full in economy and economy comfort; and 88% full in Europe business class! It was certainly the fullest flight I have taken since the lockdown. The lounge at Porto Airport was not operating, though. On board service-wise, KLM offered the same sandwich in economy (plus a small muffin, though) even though it was one of their longer European flights which in normal, pre-COVID time a small hot meal would have been served, like on their Madrid flights.

The complimentary snack service on KLM’s Amsterdam-Porto flight

Anyway, surprisingly, Porto did not change much as from how I remembered it ten years ago! Only that I felt like the people there (mainly in the service industry) spoke much better English than back then, thus making communication much easier!

Porto’s Ribeira Historical Center

Just like a decade ago, my favorite part of the city was the area surrounding the Instagrammable Dom Luís I Bridge. The bridge connected Porto and Vila Nova de Gaia, which were separated by the River Douro. On the Porto side was the beautiful and colorful Ribeira Historical Center whereas on the Vila Nova de Gaia side stood many of Porto’s famous Port wineries. Some rabelo boats, the area’s typical boats used for transporting Port wine, were anchored on the Vila Nova de Gaia side, which made the sight super beautiful! 😀

At the Vila Nova de Gaia side with the Dom Luís I Bridge and some rabelo boats.

Speaking of Port wine, my Porto trip a decade ago was where I was introduced to this sweet wine, which I now like! Haha 😛 . I was introduced to it through the several free wine tours which my friend and I joined at the Vila Nova de Gaia side (Yes we did some because why not, haha 😛 ). Originally I was thinking to relive this experience and joined some of the tours, but considering COVID-19, I decided to hold back because I would like to maximize my time outdoor as much as possible.

A Port wine winery in Porto

The architecture in Porto (and this region of Portugal, in general) is famous for its use of the beautiful Azilejos tiles on the wall (mostly blue and white but I saw some buildings with other colours as well, such as green and white). I was amazed by it a decade ago, and I was still awed by it on this trip; like by this Igreja de Santo Ildefonso in the city center:

The beautiful Igreja de Santo Ildefonso in Porto with the Azilejos tiles

The River Douro flows to the Atlantic Ocean and Porto is located not that far away from the ocean (about 7 km away). So on a day where the weather forecast was sunny, I hopped on a bus to get to this area, haha 😆 . The beaches there weren’t super beautiful or anything to be honest, but they served their purpose well where some could swim in certain areas or just relaxed. As for me, I walked down these beaches as well ten years ago, and this time it was fun to (literally) walk down my memory lane there, haha.

Failed attempt of a jumping photo at Matosinhos

What’s different between now and then is that my network has expanded and now I have a Portuguese friend who recommended a lot of restaurants and food for me to try, haha. My friend told me the existence of a local, Porto dish called francesinha as well as the best restaurant that served it in Porto! So obviously I gave it a try, and indeed it was very delicious! It was so unhealthy, though, haha, as the dish was basically a sandwich where the bread was covered with melted cheese and the fillings were steak, sausage, and bacon (yep, no veggies); all served with tomato and beer sauce. Yum! 😛

Francesinha in Porto

Yep, as you can tell, it was such a nice one decade anniversary trip to Porto. I am really glad that I was able to make it! Even though as always, a long weekend trip always feels too short, including this one. But at least I got a short break that I needed at that point. Oh and btw, I was lucky too because Porto stayed in zone “yellow” by the official Dutch travel advice the entire time that I was there. Because you know what, three days after the end of my trip, the Dutch government raised Porto’s status to zone “orange”! Phew! 

BAHASA INDONESIA

Di pertengahan bulan Oktober 2020, aku mengambil dua hari cuti untuk pergi dalam sebuah perjalanan long weekend ke Porto, Portugal. Perjalanan ini spesial karena bertepatan dengan peringatan sepuluh tahun perjalananku ke Porto di pertengahan Oktober 2010, yang mana merupakan perjalanan luar negeriku pertama di Eropa! Yang membuatnya menjadi lebih seru lagi adalah aku tidak pergi ke Porto di antara dua perjalanan ini jadi rasanya seru ya bisa membandingkan suatu kota sepuluh tahun kemudian (dari perspektifku)! Haha. 

Kembali di Porto sepuluh tahun kemudian.

Anyway, untuk pergi ke Porto, tidak seperti di tahun 2010 dimana waktu itu aku dan seorang teman terbang ke Lisbon dengan maskapai TAP Portugal dan kemudian naik kereta super cepat ke Porto, kali ini aku terbang langsung dengan KLM. Seharusnya aku pulang dengan Air France melalui Paris tetapi penerbangan Air France-ku dibatalkan. Awalnya aku dipindahkan ke penerbangan Air France lain yang berangkat satu hari lebih cepat daripada jadwalku dong 🙄. Jelas aku berkeberatan dengan ini ya jadilah aku menelepon Platinum Line dan agennya yang helpful banget menawarkan kursi di penerbangan langsungnya KLM, yang mana aku iyakan 😀 . 

Aku dipindahkan ke penerbangan langsung KLM ke Amsterdam ini di perjalanan kepulangan

Singkat cerita, keduanya adalah penerbangan yang nyaman dengan KLM seperti biasanya. Pesawatnya tidak penuh di penerbangan ke Porto, tetapi di penerbangan kepulangannya penuh loh! KLM sampai harus meng-upgrade pesawatnya dari Boeing 737-700 ke tipe Boeing 737-800 yang lebih besar dan itu pun penuh 97% di kelas ekonomi dan economy comfort, dan 88% penuh di kelas bisnis Eropa. Yakin ini adalah penerbangan paling penuhku semenjak lockdown. Lounge di Bandara Porto ditutup, btw. Untuk servis di penerbangannya, KLM menyajikan sandwich yang sama di ekonomi (plus muffin kecil sih) walaupun ini adalah penerbangan Eropa-nya yang panjang yang mana di waktu normal, sebelum COVID, layanannya berupa makanan hangat, seperti di penerbangan rute Madrid.

Layanan snack di penerbangan KLM Amsterdam-Porto

Anyway, Porto cukup mengejutkanku karena kotanya tidak banyak berubah loh dari sebagaimana yang kuingat sepuluh tahun yang lalu! Hanya saja aku merasa sekarang ini orang-orangnya (terutama yang bekerja di industri servis/turisme) berbicara bahasa Inggris dengan lebih baik sih dibandingkan dulu, sehingga komunikasi terasa lebih mudah! 

Ribeira Historical Center di Porto

Seperti satu dekade yang lalu, bagian favoritku dari kotanya adalah area di sekitar Jembatan Dom Luís I yang Instagrammable banget. Jembatan ini menghubungkan Porto dan Vila Nova de Gaia, yang dipisahkan oleh Sungai Douro. Di sisi Porto terdapat Ribeira Historical Center yang indah dan berwarna-warni banget, sementara di sisi Vila Nova de Gaia terdapat banyak wineries anggur Port yang terkenal itu. Beberapa kapal rabelo, kapal tradisional dari daerah sana yang umum digunakan untuk mengangkut anggur Port, dilabuhkan di sisi Vila Nova de Gaia, yang membuat pemandangannya semakin kece! 😀

Sisi Vila Nova de Gaia dengan Jembatan Dom Luís I dan beberapa kapal rabelo.

Ngomongin anggur Port, perjalananku ke Porto sepuluh tahun yang lalu adalah yang mengenalkanku dengan anggur manis ini, yang mana sekarang aku juga suka! Haha 😛 . Aku dikenalkan melalui beberapa tur anggur gratisan yang aku dan temanku ikuti di beberapa wineries di sisi Vila Nova de Gaia (Iya, beberapa, soalnya mengapa tidak kan, gratisan pula, hahaha 😛 ). Awalnya terpikir untukku untuk mengulangi pengalaman ini dan mengikuti satu atau dua turnya, tapi dengan mempertimbangkan situasi COVID-19, aku memutuskan untuk membatalkan ide ini karena aku pikir lebih baik untuk memaksimalkan waktuku di luar ruangan kan ya. 

Satu winery anggur Port di Porto

Arsitektur di Porto (dan daerah ini di Portugal secara umum) terkenal akan penggunaan tegel keramik Azilejos yang cakep banget di dinding (kebanyakan sih berwarna biru dan putih walaupun aku juga melihat beberapa gedung dengan warna lain sih, misalnya hijau dan putih). Aku terkesan dengannya sepuluh tahun yang lalu, dan sekarang pun masih; seperti misalnya yang dipasang di Igreja de Santo Ildefonso di pusat kotanya ini:

Igreja de Santo Ildefonso di Porto dengan tegel Azilejos yang cakep banget

Sungai Douro mengalir ke Samudera Atlantik dan Porto berlokasi tidak jauh dari muaranya (sekitar 7 km). Jadilah di satu hari dimana ramalan cuacanya cerah, aku menaiki bus untuk mengunjungi area ini, haha 😆 . Pantai-pantainya sebenarnya nggak bisa dibilang indah sih sejujurnya, tapi memang berfungsi dengan baik dimana pengunjung bisa berenang atau bersantai-santai gitu di pantainya. Untukku sendiri, sepuluh tahun yang lalu aku berjalan kaki menyusuri pantai-pantai ini, dan kali ini aku mengulanginya sambil bernostalgia, haha. 

Foto loncat yang gagal di Matosinhos

Satu hal yang berbeda dari sekarang dan sepuluh tahun yang lalu adalah network-ku yang sudah lebih luas, haha. Salah satu temanku yang merupakan orang Portugal merekomendasikan banyak restoran dan makanan untuk aku coba, haha. Dan kemudian aku diberi-tahu akan sebuah makanan yang bernama francesinha berikut restoran yang menyajikannya dengan paling enak di Porto! Jelas lah ya aku jadi penasaran dan aku cobain, dan beneran enak loh! Tapi nggak sehat sih, haha, karena makanannya pada dasarnya adalah sebuah sandwich dimana rotinya dibalut dengan keju cair dan berisi steak, sosis, dan bacon (iya, nggak ada sayurannya, haha); dan ini semua disajikan dengan saus yang terbuat dari tomat dan bir. Enak! 😛 

Francesinha di Porto

Yep, jelas ya ini adalah sebuah perjalanan ulang tahun satu dekade yang mengasyikkan di Porto. Aku lega aku bisa pergi! Walaupun seperti biasanya sih, sebuah perjalanan long weekend itu selalu terasa singkat ya, termasuk yang satu ini. Tapi setidaknya aku mendapakan istirahat sejenak yang memang aku butuhkan deh. Oh dan btw, aku beruntung sekali lho dimana Porto terus berada di zone “kuning” menurut travel advice resminya Belanda selama aku di sana. Beruntung karena tiga hari setelah aku pulang, pemerintah Belanda menaikkan statusnya Porto ke level “oranye”! Fiuh! 

11 Comments Add yours

  1. Yance says:

    nice city…yg tegel keramik itu terlihat artistik banget ya…ngebayangin rasanya francesinha….enak banget keliatannya

    1. zilko says:

      Iya tegel keramiknya memang membuat bangunan-bangunan di sana artistik dan khas! 😀 Francesinhanya enak! Tapi ya itu, berat rasanya ketika makan, hahaha 😆

  2. niee says:

    Jadi kalau bepergian yang menentukan zona itu dari belanda gitu ya ko, bukan dari negara asalnya?

    1. zilko says:

      Yang menentukan dua-duanya Niee dan memang ini yang bikin tricky untuk pergi-perginya (soalnya setiap negara punya aturan sendiri-sendiri). Yang restriksi negara tujuan penting untuk keberangkatannya, yang restriksi negara asal penting untuk pulangnya…

      1. niee says:

        oiya, belum tentu negara asal diterima juga di negara tujuan ya ko

        1. zilko says:

          Iya Niee, atau negara tujuannya punya persyaratan tertentu buat masuknya kan.

  3. Arman says:

    asik juga udah bisa jalan2 lagi ya ko…
    udah gak lockdown lagi ya disana?

    1. zilko says:

      Iya kemarin ini masih bisa cukup bebas jalan-jalannya, tapi ini barusan diumumin lockdown lagi nih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s