#2417 – A Printer and A Toaster

on

ENGLISH

Earlier this month, I decided to buy a new printer and a toaster for home.

A printer

Ever since I moved to the Netherlands a decade ago, I haven’t felt the need to have my own printer at home (unlike in Indonesia prior to that). First of all, all this time it has been the 2010s where obviously more and more things have shifted towards their digital versions. In fact since 2015, most of my (European) trips have been paperless. Beside, I have access to printers at the university and at work which I could use in the event I need to print something.

However, the COVID-19 pandemic and the WFH setup alter this situation a little bit. Working from home means that I don’t have access to printers anymore so I would face a difficulty when I need something printed. And the COVID-19 pandemic doesn’t help as it actually increases the need to print in some situation, like Schiphol’s mandatory health declaration form which they don’t accept in digital form apparently πŸ™„. It is a little “sad” actually as it feels like we are moving “backwards”, haha.

A new printer

Nonetheless, it became clear to me that my need for a printer would increase, especially after WFH seemingly to stick around for a much longer period of time. So after more than ten years, I bought myself a new printer. It was more than that actually as it was also a scanner as well which made it really multifunctional. But one really cool thing about it was that it was wireless so I didn’t need to connect it with my laptop using cables like in the good ol’ days! Haha πŸ˜†

A toaster

As I mentioned before, one challenge with WFH has been the variety of things that I cook! Haha πŸ˜† . And so that’s why I decided to also get myself a new toaster! This way, at least I would have the option to make some toasts in the event that I want some toasts, the same with sandwiches!

A new toaster

***

So yeah, the combo of the pandemic and WFH does increase our living expenses for sure! πŸ˜›

BAHASA INDONESIA

Awal bulan ini, aku memutuskan untuk membeli sebuah printer dan sebuah toaster baru untuk rumahku.

Sebuah printer

Semenjak pindah ke Belanda satu dasawarsa yang lalu, aku tidak merasakan kebutuhan untuk memiliki printer sendiri di rumah (tidak seperti di Indonesia sebelum itu dulu). Pertama-tama, jelas lah ya ini sudah tahun 2010an dimana semakin banyak hal-hal yang beralih ke versi digital. Bahkan semenjak tahun 2015, sebagian besar perjalanan-perjalananku (di Eropa) sudah bebas kertas loh. Di samping itu, aku juga toh mendapatkan akses ke printer di universitas (dulu) atau di kantor yang mana bisa aku gunakan apabila aku berada dalam situasi dimana aku butuh untuk mencetak sesuatu.

Namun, pandemi COVID-19 dan setup WFH mengubah situasi ini sedikit. Bekerja dari rumah artinya aku tidak lagi memiliki akses mudah ke printer, jadi aku akan kesulitan apabila aku berada dalam situasi dimana aku butuh versi cetak dari sesuatu. Yang bikin tambah runyam, pandemi COVID-19 ini justru meningkatkan kebutuhan untuk mencetak sesuatu di beberapa situasi, misalnya formulir deklarasi kesehatan yang wajib dipegang di Bandara Schiphol yang mana versi digitalnya tidak diterima dong πŸ™„. Agak “sedih” sih ya karena rasanya kok kita malah “kemunduran” gitu, haha.

A new printer

Tapi intinya adalah, menjadi jelas untukku bahwa kebutuhanku akan printer akan naik, terutama setelah situasi WFH yang nampaknya akan berlangsung untuk periode waktu yang amat panjang. Jadilah setelah lebih dari sepuluh tahun, aku akhirnya membeli sebuah printer deh di sini. Lebih dari itu sih karena alatnya juga merupakan sebuah scanner jadi multifungsional gitu deh, yang artinya bisa aku gunakan kalau butuh fotokopi juga, haha. Tapi yang menurutku paling keren adalah alatnya ini wireless loh dimana aku tidak perlu untuk menghubungkannya dengan laptopku dengan menggunakan kabel seperti zaman dulu! Haha πŸ˜† .

Sebuah toaster

Seperti yang aku sebutkan yang lalu, satu tantangan dari WFH adalah varietas masakanku! Haha πŸ˜† . Oleh karenanya aku memutuskan untuk sekalian membeli pemanggang roti deh! Dengan begini, aku jadi memiliki pilihan untuk memanggang roti jika aku sedang ingin roti panggang, begitu pula dengan sandwich!

A new toaster

***

Jadi ya begitu deh, kombo pandemi dan WFH ini jelas banget membuat biaya hidup kita meningkat ya! πŸ˜›

4 Comments Add yours

  1. pinkuonna says:

    Ha..ha, jadi ingat aku pun udah lama ga punya printer. Dan kalau mau ngeprint, numpang di kantor atau ke toko yang melayani proses cetak dokumen. Eh, terus habis baca ini, langsung nyari-nyari referensi wireless printer di toko online πŸ˜€

    1. zilko says:

      Iya, sebenarnya zaman sekarang printer nggak terlalu dibutuhkan ya :P. Cuma ya lagi pandemi gini ternyata ada situasi tertentu yang mana agak repot juga kalau tidak punya printer πŸ˜€ .

  2. kutubuku says:

    Aku ngeprin biasanya nunut di kantor haha jadi ga pernah punya printer. Lagian printer itu sebenarnya murah tapi tintanya yang mahal, jadi males kan.

    Kalau toaster tentu barang yang keramat buat kami karna suami makan roti tiap pagi πŸ˜›

    1. zilko says:

      Iyaa, sama banget! Selama ini kalau pas butuh print sesuatu bisa nunut di kantor. Tapi lagi pandemi dan WFH gini kan, hahaha πŸ˜† . Iyaa tintanya memang yang mahal sebenarnya!

      Huahaha, pemakan roti sih memangnya ya orang sini jadi mesti lengkap peralatan pengolahan rotinya πŸ˜› .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s