#2404 – Hello July, Hello Summer

ENGLISH

Now that it is July already, this means that we have officially entered Summer here in the Netherlands. And last week, we got the first “taste” of that where for three days in a row starting from Wednesday, the weather was categorized as “very warm” with temperature hovering around 30Β°C. Combined with the current work from home (WFH) setup, this made me revisit an old topic of debate I have had with myself every Summer: whether or not I should invest in a cooling device for my apartment, haha πŸ˜† .

Prior to this Summer based on my cost-benefit analysis (haha), my stance was that it was not worth it. You know, given that relatively speaking (within a year), there usually are just a number of days with really warm weather in the Netherlands. And chances are I would be more likely to be in my office (5 of 7 days) that is equipped with an air conditioning system when the temperature peaks in the afternoon. Plus, my apartment has good air flow anyway which certainly helps combating warm temperature a lot. I also recently learned that putting my window blinds down helped tremendously as they blocked the heat from coming in in the first place.

But of course the WFH setup changes the equation, by a lot. This summer, it would be very likely that I would be at home if a heatwave hit Amsterdam. And chances are (5 of 7 days), I would need to work when that (usually) happened in the afternoon. And good air flow alone wouldn’t be enough for that. And so earlier last week, I (finally) decided to make the investment! Haha πŸ˜›

I settled on a portable air cooler for this (that is not the same as an air conditioner, btw, as an air cooler is not as “strong” as an air conditioner (but is waay better than a regular fan, haha)). Luckily I came to this decision early enough so there were still quite some options left on the models, even though some were sold out already! 😱The timing was perfect too as I made the order on Monday and it was delivered on Wednesday morning, just before the first heat strike!

So yeah, I am happy enough with my new air cooler. I haven’t been using it at all this week as the temperature has gone back to the late teens here (which I like). But given that Summer has just started and the WFH situation, this feels like a smart investment to make this year! πŸ˜€

My new air cooler

BAHASA INDONESIA

Karena sudah bulan Juli, artinya resmi Belanda sudah memasuki musim panas. Dan minggu lalu, kami mendapatkan “rasa” pertama dari musim panas ini dimana selama tiga hari berturut-turut mulai hari Rabu, cuaca masuk ke kategori “sangat panas” dengan suhu udara berkisar di sekitar 30Β°C. Digabungkan dengan situasi work from home (WFH) saat ini, sebuah topik debat lama di setiap musim panas muncul kembali ke permukaan di dalam pikiranku, yaitu apakah perlu untuk aku berinvestasi di sebuah peralatan pendingin apartemen, haha πŸ˜† .

Sampai sebelum musim panas saat ini berdasarkan analisa cost-benefit (haha), posisiku adalah ini masih belum worth it. Ya secara dalam satu tahun aja paling cuma beberapa hari aja kan cuaca panas banget di Belanda. Apalagi kemungkinan besar aku akan berada di kantor (5 dari 7 hari) yang dilengkapi dengan sistem AC ketika suhu udaranya memuncak di siang/sore hari. Ditambah lagi, apartemenku memiliki aliran udara yang baik yang mana cukup membantu melawan cuaca panas. Juga, baru-baru ini aku baru tahu bahwa menurunkan/menutup tirai jendela juga membantu banget karena tirainya memblok panas untuk masuk duluan.

Tapi tentu saja situasi WFH ini mengubah semuanya ya. Musim panas kali ini, kemungkinan besar aku akan berada di rumah jika ada heatwave yang melanda Amsterdam. Dan kemungkinan besar (5 dari 7 hari), aku sedang perlu untuk bekerja di waktu itu ketika (biasanya) suhu panas terjadi di siang/sore hari. Dan aliran udara yang baik saja tentu tidak cukup untuk itu. Makanya minggu lalu, (akhirnya) aku memutuskan untuk membuat investasi ini! Haha πŸ˜›

Aku memilih sebuah air cooler portable untuk ini (ini beda dari AC gitu, dimana air cooler ini tidak “sekuat” AC (tapi jauuh lebih oke daripada kipas angin biasa, haha)). Beruntung aku sampai pada keputusan ini cukup awal sehingga masih ada banyak pilihan model yang bisa aku pilih-pilih, walaupun beberapa model sudah mulai sold out dong! 😱Timing-nya juga sempurna sekali dimana aku memesannya di hari Senin dan barangnya diantarkan Rabu pagi, pas sebelum panas pertama menyerang!

Jadi ya gitu deh, aku senang dengan air cooler baruku. Minggu ini aku belum menggunakannya sama sekali sih karena suhu udara sudah turun ke belasan tinggi lagi di sini (yang mana aku suka). Tapi mengingat musim panas baru saja dimulai dan situasi WFH, aku merasa ini adalah investasi yang bijak deh untuk tahun ini! πŸ˜€

9 Comments Add yours

  1. sepanjang hidup tinggal di jakarta yang panasnya ‘begitulah’ saya gak terbayang sama sekali di negeri 4 musim itu jika ada heatwave gitu. apakah benar-benar menyengat sekali sampai mau berendam saja di kolam untuk mendinginkan badan. Belanda pernah mencapai record berapa untuk hari terpanas?

    1. zilko says:

      Masalahnya dengan heatwave di Eropa bangunan-bangunannya (apalagi yang kuno-kuno) rata-rata tidak didisain untuk melawan udara panas plus jarang yang dilengkapi AC. Makanya ketika heatwave sengsara deh, jarang ada oasis yaitu bangunan ber-AC! πŸ˜€ Tahun lalu ketika musim panas mencapai 40 derajat di Belanda.

  2. kutubuku says:

    Memang sungguh sebuah investasi untuk memiliki kipas angin / cooler di Eropa pas global warming ini. Kami beli Dyson 2 tahun lalu dan sungguhlah kepake tiap summer.

    1. zilko says:

      Iya banget! Gara-gara global warming, investasi pendingin ruangan memang jadi worth it banget ya di sini.

  3. Mia says:

    duh aku kemaren suda buka-buka shopee cari berapa harga air cooler, ini Indonesia mulai musim kemaraau
    tapi pertimbanganku, serumah aku doang yang ga betah panas 🀣🀣

    1. zilko says:

      Hahaha kalau di Indo sih mendingan sekalian air conditioner aja deh, lebih mantap daripada air cooler πŸ˜› .

  4. niee says:

    Aku masih takjub gitu bahwa eropa gak banyak yang pake AC ya ko. 3 bulan musim panas kan lumayan lama, hahahaha. Tapi emang kalau kerja di luar emang gak terasa ya di rumah. Jadi WFHnya sampe kapan ko?

    1. zilko says:

      Iyaa Niee. Kalau Eropa Utara memang biarpun musim panas, “panas”-nya juga seringnya kan di kisaran di bawah 30C gitu jadi masih bisa lah tanpa AC. Cuma di hari-hari tertentu aja pas ada heatwave yang mana sengsara. Nah masalahnya global warming gini peluang heatwave-nya jadi naik sih tapinya, hahaha πŸ˜† . Ngeliat trennya WFH kayaknya bakal sampai akhir tahun Niee paling engga, hahaha πŸ˜†

      1. niee says:

        ooww. jadi beberapa hari aja gitu ya yang panas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s