#2395 – A Trip to Singapore in the Time of Coronavirus

ENGLISH

Posts in the 2020 Southeast Asia Spring Trip series:
1. Introduction
2. Part I: KLM Business Class Boeing 777-300ER Amsterdam to Jakarta
3. Part II: Yogyakarta
4. Part III: Singapore
5. Part IV: Travel Drama to Hanoi
6. Part V: Hanoi
7. Part VI: Ninh Binh
8. Part VII: Vietnam Airlines Business Class Airbus A350-900 Hanoi to Paris

To get to Singapore, I decided to fly Silk Air’s non-stop flight from Yogyakarta, which Sunday schedule was really convenient because it departed in late afternoon. My mom and grandma dropped me at Adisucipto Airport. I checked-in at the counter and requested for a window seat on the bulkhead row, which was still available, yay! πŸ˜€

I then cleared security and waited at the nice Coffee Bean counter, which I could get a cup of tea for literally Rp 1 with a credit card, haha πŸ˜› . Learning from last year’s experience, I didn’t buy any mineral water there as I knew after immigration and the second security check, the airport provided free mineral water refill, haha πŸ˜› .

Silk Air’s Boeing 737-800 reg 9V-MGB which would take me to Singapore as flight MI153

Anyway the flight today was operated with Silk Air’s Boeing 737-800 reg 9V-MGB. It wasn’t a busy flight but the load wasn’t that bad, in my opinion, at around 60% maybe. Btw the legroom on this Silk Air’s bulkhead row was amazing! Let’s compare it with the legroom of Garuda’s densified Boeing 737 bulkhead row here (on the right):

Silk Air’s Boeing 737-800 bulkhead seat legroom (9V-MGB)
Garuda’s densified Boeing 737-800 bulkhead seat legroom (PK-GFN)

Like, it certainly was visible, and the experience was also different, and noticeable!Β Anyway, it was overall a pleasant flight with Silk Air. A tasty meal service (chicken with rice) was served, and we landed on time at Singapore Changi Airport.

Bonjour, Singapour

Upon disembarkation at Changi, at the air bridge (so before we physically entered the terminal), there was a body temperature check with the temperature gun due to the COVID-19 situation. And in the terminal, they checked us again! Kudos to Singapore for these preventive measures! Though, the airport wasn’t busy at all today as the immigration counter was literally empty, like there was no line at all! Haha πŸ˜›

My main agenda in Singapore was to visit Jewel. Because I had been to Singapore multiple times before and with the COVID-19 situation, I decided to take it easy there and didn’t plan too much outside of my visit to Jewel.

Jewel

And Jewel was … SUPER IMPRESSIVE! Like, it was really beautiful and mesmerizing! The Rain Vortex was certainly the centerpiece of it, but what I also found amazing was actually the tropical “rain forest” garden surrounding it. Walking through it was so cool because … the entire thing was basically air-conditioned which made it actually comfortable (compared to, say, walking through a real rain forest on a hot, humid day)! Lol πŸ˜†

Jewel with its forest

The “upside” of the COVID-19 situation was that there was almost noone else in Jewel today. This was certainly good news for people who loved to take pictures, as you would now have all the freedom and time that you would need! Lol πŸ˜† . For instance, it took many, many takes for me before I got this selfie that I liked:

Finally I made it to Singapore’s Jewel

I had to time it well because I wanted to take the picture when a Skytrain passed. I needed many takes because, you know, well, sometimes I didn’t position correctly, or that my face was doing weird things when the camera clicked, you know all sort of ‘problems’, haha. But those didn’t matter because I had all the time that I needed. And this was something which I heard (and read) was impossible to do on a normal day, because there would be just so many people in Jewel!

Jewel’s Canopy Park

Another “upside” of the COVID-19 situation was that access to the Canopy Park at the top of Jewel was discounted by 100%! Haha πŸ˜› . And so of course I decided to go in! πŸ˜€

Jewel was surrounded by a shopping mall (typical in Asia, haha), and it was a nice mall which even had a Pokemon store!

Lapras and Pikachu!

The famous Shake Shack was also located in this mall. I heard normally one would need to queue for three hours to dine there. For this reason I decided to try it out when I went to New York half a year ago, haha. This time in Jewel, I would still need to queue but it wouldn’t be 3 hours (more about 20 minutes), so I figured why not. And it was good, and tasted similar to the one in USA.

Shake Shack burger in Singapore

I really took my time in Jewel where, I think, in total I spent close to five hours there, haha πŸ˜› . Not surprising though given that Jewel was my main agenda in Singapore this time around.

Because my flight to Vietnam would depart in the evening (originally I was supposed to fly just after noon, I will get to this in the next post), I had an extra half a day in Singapore. And so I decided to go to Orchard Road. I first went to Somerset to have brunch at my favorite noodles booth at a small Hawker Center for my favorite minced meat noodles, which I have always had in Singapore since my 2009 trip.

My favorite minced meat noodles in Singapore

And today, Orchard Road wasn’t like the Orchard Road that I normally saw. It was (relatively) really quiet with not a lot of people around. And this brought a little bit of an “eerie” feel to it. Crazy times!

Orchard Road in the time of coronavirus

From there, I went back to my hotel, took my luggage, and went to Changi Airport for my Vietnam Airlines flight to Vietnam.

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Perjalanan Musim Semi 2020 ke Asia Tenggara:
1. Introduction
2. Part I: KLM Business Class Boeing 777-300ER Amsterdam to Jakarta
3. Part II: Yogyakarta
4. Part III: Singapore
5. Part IV: Travel Drama to Hanoi
6. Part V: Hanoi
7. Part VI: Ninh Binh
8. Part VII: Vietnam Airlines Business Class Airbus A350-900 Hanoi to Paris

Untuk pergi ke Singapura, aku memilih untuk terbang dengan penerbangan non-stop-nya Silk Air dari Yogyakarta, yang mana jadwal hari Minggunya enak banget karena berangkat di sore hari. Mama dan omaku mengantarku ke Bandara Adisucipto. Aku check-in dan meminta kursi di barisan bulkhead (paling depan), yang mana masih tersedia, hore! πŸ˜€

Aku kemudian melalui pemeriksaan sekuriti dan menunggu penerbanganku di Coffee Bean di area keberangkatan, dengan memesan teh yang mana aku hanya perlu membayar Rp 1 saja dengan kartu kredit, haha πŸ˜› . Belajar dari pengalaman tahun lalu, aku tidak membeli air mineral di sana karena aku tahu setelah imigrasi dan pemeriksaan sekuriti kedua, bandaranya menyediakan air minum isi ulang, haha πŸ˜› .

Boeing 737-800 rego 9V-MGBnya Silk Air yang akan membawaku ke Singapura sebagai penerbangan MI153

Anyway penerbangan hari ini akan dioperasikan dengan Boeing 737-800 rego 9V-MGBnya Silk Air. Penerbangannya tidak penuh tapi tingkat keterisian-kursinya lumayan lah, menurutku, sekitar 60% mungkin. Btw, legroom di barisan bulkhead-nya Silk Air asyik banget loh! Mari kita bandingkan dengan legroom di pesawat Boeing 737nya Garuda yang sudah didensifikasi (foto kanan):

Legroom bulkhead Boeing 737-800nya Silk Air (9V-MGB)
Legroom bulkhead Boeing 737-800 “padat”-nya Garuda (PK-GFN)

Kelihatan banget kan bedanya, apalagi pengalaman duduknya deh, bedanya terasa sekali, banget! Anyway, secara keseluruhan ini adalah penerbangan yang nyaman dengan Silk Air. Layanan makanan yang enak (nasi ayam) disajikan, dan kami mendarat tepat waktu di Bandara Changi Singapura.

Bonjour, Singapour

Ketika turun dari pesawat di Changi, di gabaratanya (artinya sebelum penumpang secara fisik masuk ke gedung terminalnya), ada pemeriksaan temperatur tubuh dengan temperature gun berkenaan dengan situasi COVID-19. Dan di dalam gedung terminalnya, penumpang dicek lagi! Keren deh Singapura dengan segala tindakan preventifnya ini! Eh, Bandara Changi hari ini sepi sekali loh dimana konter imigrasinya benar-benar kosong, sama sekali tidak ada antrian! Haha πŸ˜›

Agenda utamaku di Singapura adalah untuk mengunjungi Jewel. Karena memang sudah ke Singapura beberapa kali sebelumnya dan mengingat situasi COVID-19, aku memutuskan untuk bersantai saja di sana dan tidak terlalu mengagendakan banyak di luar kunjunganku ke Jewel.

Jewel

Dan Jewel itu … SANGAT MENGESANKAN! Bener deh, cakep dan kece banget! Jelas banget Rain Vortex-nya itu adalah centerpiece darinya, tapi yang tidak kalah keren bagiku adalah taman “hutan hujan tropis” yang mengelilingnya. Berjalan melaluinya itu sangat menyenangkan karena … pada dasarnya atraksi ini kan indoor dan ber-AC ya jadi kan nyaman gitu (dibandingkan dengan berjalan-kaki melalui hutan tropis beneran di tengah hari yang panas dan lembab)! Hahaha πŸ˜†

Jewel dengan hutannya

“Sisi positif” dari situasi COVID-19 adalah tidak banyaknya orang yang berkunjung hari ini. Iya loh, Jewel beneran sepi banget. Ini adalah berita baik bagi yang suka foto-foto, haha, karena kan jadi bebas banget gitu ya! Haha πŸ˜† . Misalnya saja, aku perlu mengambil banyak foto untuk mendapatkan satu selfie yang hasilnya aku suka ini:

Akhirnya kesampaian untuk pergi ke Jewelnya Singapura!

Aku harus mengatur waktunya banget karena aku mau fotonya diambil ketika ada Skytrain yang lewat. Aku harus mengambil banyak foto karena, tahu lah ya, ada banyak faktor dimana terkadang posisi badanku kurang pas, atau mukaku sedang aneh banget ketika kameranya mengambil foto, dan lain macam sebagainya, haha. Tapi itu semua tidak masalah karena kan tidak ada orang lain di sana sehingga aku bisa bebas sesuka-hati, haha. Dan dengar-dengar ini adalah hal yang mustahil di hari-hari biasa karena keramaiannya Jewel!

Canopy Park di Jewel

Satu “sisi positif” dari situasi COVID-19 lainnya adalah tiket masuk Canopy Park di lantai paling atas Jewel sedang didiskon 100%! Haha πŸ˜› . Sebagai pecinta gratisan jelas dong ya aku masuk! πŸ˜€

Jewel dikelilingi oleh sebuah mall (ya sebagaimana bangunan-bangunan di Asia sih ya, haha). Dan ini adalah mall yang juga oke, yang mana juga memiliki toko Pokemon!

Lapras dan Pikachu!

Shake Shack yang hype abis itu juga berlokasi di mall ini. Dengar-dengar biasanya kita harus mengantri hingga tiga jam kalau mau makan di sana. Makanya aku memutuskan untuk mencobanya ketika aku pergi ke New York setengah tahun yang lalu, haha. Kali ini di Jewel aku masih harus mengantri sih, tetapi nggak tiga jam juga (cuma sekitar 20an menit saja), makanya aku memutuskan untuk makan di sana. Rasanya enak-enak saja sih, mirip lah sama yang di Amerika.

Burger Shake Shack di Singapura

Aku benar-benar menikmati waktuku di Jewel, dimana totalnya aku menghabiskan sekitar lima jam di sana, niat ya, haha πŸ˜› . Ya nggak mengherankan sih karena memang dari awal aku berniat ke Singapura untuk Jewel ini.

Karena penerbanganku ke Vietnam akan diberangkatkan di malam hari (awalnya seharusnya aku berangkat di siang hari, ini akan aku ceritakan di posting berikutnya), aku jadi memiliki waktu ekstra setengah hari di Singapura. Dan aku memutuskan untuk pergi ke Jalan Orchard. Aku pertama-tama pergi ke area Somerset dulu untuk brunch di kedai mi favoritku di sebuah hawker centre untuk minced meat noodles favoritku itu, yang selalu aku makan setiap kali aku ke Singapura semenjak perjalanan tahun 2009ku.

Minced meat noodles favoritku di Singapura

Dan hari ini Jalan Orchard tidak seperti Jalan Orchard yang biasanya loh. Jalannya sepi banget dan sama sekali tidak banyak orang di sana. Jadilah suasananya agak terasa “mengerikan” gitu. Benar-benar deh sekarang ini periode waktu yang gila ya!

Orchard Road di waktu coronavirus

Dari sana, aku kembali ke hotel untuk mengambil koperku, dan kemudian pergi ke Bandara Changi untuk penerbanganku dengan Vietnam Airlines ke Vietnam.

BERSAMBUNG…

2 Comments Add yours

  1. ndu.t.yke says:

    Zilko, aku sempet intip postingan IG mu waktu km di Sg. Sampe bengong2 baca cerita di IG mu bahwa Changi begitu sepi.

    1. zilko says:

      Iya Bu, Singapore sepi bener!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s