#2384 – 2020 Southeast Asia Spring Trip (Introduction)

ENGLISH

Posts in the 2020 Southeast Asia Spring Trip series:
1. Introduction
2. Part I: KLM Business Class Boeing 777-300ER Amsterdam to Jakarta
3. Part II: Yogyakarta
4. Part III: Singapore
5. Part IV: Travel Drama to Hanoi
6. Part V: Hanoi
7. Part VI: Ninh Binh
8. Part VII: Vietnam Airlines Business Class Airbus A350-900 Hanoi to Paris

Before COVID-19 was declared a global pandemic, I went to Southeast Asia for a little over two weeks. My main personal agenda was my dad’s one-year memorial; and because I would already be in Indonesia anyway, I made a plan to go around the region a little bit.

I flew a KLM’s Boeing 777-300ER to get to Jakarta (with a transit in Kuala Lumpur), in business class. This was my longest direct flight that I have taken in business class thus far, and I loved it! πŸ˜€

#iwokeuplikethis

I spent a night in Jakarta (well, at Soekarno-Hatta International Airport) before going to Yogyakarta. Yogyakarta was nice, as usual, where I got to spend time with my family and close friends. I attended the memorial; and I also got to renew my Indonesian driving license before it would expire later on this year, haha πŸ˜› .

Yogyakarta

After about a week in Yogyakarta, I continued my trip to Singapore where I stayed for two nights. My main agenda was definitely its newest attraction: Jewel, which indeed was super cool and very out of this world. The “upside” of the COVID-19 pandemic was that … Jewel wasn’t busy at all, which was a paradise for those who liked to take pictures! Haha πŸ˜† . Like, it took me many trials (and a lot of time) to get this selfie:

Jewel

but it wasn’t a problem because there wasn’t anyone else around, haha.

From Singapore, I went to Hanoi, Vietnam. And boy what a travel drama that I had to get through just to get to Hanoi! I booked a non-stop flight which got cancelled and so I was rebooked to the other non-stop flight, which eventually also got cancelled. I was then rebooked again to fly via Ho Chi Minh City with a 1 hour and 20 minutes transfer there, only for the flight to Ho Chi Minh to get delayed by two hours. Transfer at Ho Chi Minh City’s Tan Son Nhat Airport was also not a ‘breeze’ especially with the extra health screening. I missed my connection to Hanoi (obviously) but, somehow, I still made it to get rebooked to the last flight to Hanoi that evening! Wow!

A Vietnam Airlines’ Airbus A321-200 reg VN-A603 at Singapore Changi Airport

I stayed in the Old Quarter area of Hanoi. I found Hanoi to be … bustling with crazy traffic, haha. Well, not that much different from a typical smaller Indonesian city with narrow streets. Though according to my tour guide, Hanoi wasn’t as crowded this time around as it would normally be.

Hanoi’s Railway Street

Anyway as I had only allocated three full days in Vietnam, my original plan was to take a two-day one-night tour to the famous Halong Bay. I booked a tour via my hotel in my first morning there, but when I returned to the hotel later that evening, the receptionist told me that the tour had just been cancelled because Halong Bay was … closed due to COVID-19!

Trang An in Ninh Binh

And so after some discussion with the receptionist, I decided to take a two-day one-night tour to Ninh Binh instead, which actually was my Plan B all along following some suggestions from a friend prior to the trip. And Ninh Binh turned out to be … amazing indeed! Not only the view, but the air was also really fresh, making it such a nice short two-day one-night tour!

Hang Mua in Ninh Binh

And then it was time to go back to Europe. As there was no direct flight to the Netherlands, I flew via Paris. I took a Vietnam Airlines’ Airbus A350-900 flight to Paris in business class, which was my first time ever in reverse herringbone seat! Haha πŸ˜› . It was such a nice flight where I got solid rest.

Vietnam Airlines’ Airbus A350-900 reverse herringbone business class

I then connected to a regular KLM’s Paris-Amsterdam flight in Europe Business Class. Excitingly, the flight was operated with PH-BCL, which was the last Boeing 737-800 EVER produced by Boeing! From KLM side, this also meant I finally got to try their newest Boeing 737 seat too! πŸ˜€

The breakfast service on KLM’s 50 minutes Paris-Amsterdam flight in Europe Business Class

***

Yeah, overall it was such a great … and “memorable” trip given the COVID-19 situation. I would be lying if I said it didn’t “affect” my trip in any way, as it did, in many ways. I mean, the disease got declared as a global pandemic in the middle of my trip! But overall I still feel grateful and really, really lucky that, somehow, the timing that I chose for this trip “worked” for me with relatively (in the grand scheme of thing) minor inconvenience. I got to return to Europe following my original itinerary at the end, which allowed me to get back home without any trouble.

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Perjalanan Musim Semi 2020 ke Asia Tenggara:
1. Introduction
2. Part I: KLM Business Class Boeing 777-300ER Amsterdam to Jakarta
3. Part II: Yogyakarta
4. Part III: Singapore
5. Part IV: Travel Drama to Hanoi
6. Part V: Hanoi
7. Part VI: Ninh Binh
8. Part VII: Vietnam Airlines Business Class Airbus A350-900 Hanoi to Paris

Sebelum COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi global, aku pergi ke Asia Tenggara selama dua minggu lebih sedikit. Agenda utamaku adalah untuk menghadiri acara peringatan satu tahunnya papaku; dan karena toh aku akan berada di Indonesia, sekalian aku membuat rencana untuk berkeliling di Asia Tenggara.

Aku terbang dengan Boeing 777-300ERnya KLM untuk pergi ke Jakarta (dengan transit di Kuala Lumpur), di kelas bisnis. Ini adalah penerbangan langsung terpanjangku di kelas bisnis sejauh ini, dan aku sungguh menikmatinya banget! πŸ˜€

#iwokeuplikethis

Aku menginap selama satu malam di Jakarta (eh, di Bandara Soekarno-Hatta doang sih) sebelum pergi ke Yogyakarta. Yogyakarta, seperti biasanya, asyik dimana aku bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman dekatku. Aku menghadiri acara satu tahunnya papaku; dan juga sekalian memperpanjang SIM Indonesiaku yang akan habis masa berlakunya tahun ini, haha πŸ˜› . Kan sayang ya kalau SIMnya hangus!

Yogyakarta

Setelah semingguan di Yogyakarta, aku melanjutkan perjalananku ke Singapura dan menginap di sana selama dua malam. Agenda utamaku jelas adalah atraksi terbaru paling cetar di sana: Jewel, yang mana beneran super keren dan wow banget. “Sisi positif” dari pandemi COVID-19 ini adalah … Jewel sepi banget dong, yang mana surga dunia banget buat yang suka foto-foto! Haha πŸ˜† . Misalnya saja, butuh banyak jepretan untuk (dan banyak waktu juga) untukku mendapatkan selfie ini:

Jewel

Tapi jelas ini nggak masalah karena toh nggak ada orang lain juga kan, haha. Bebas deh.

Dari Singapura, aku terbang ke Hanoi, Vietnam. Dan wow, perjalanan dari Singapura ke Hanoi ini penuh drama banget! Ceritanya aku membeli tiket di penerbangan non-stop ke Hanoi yang mana kemudian dibatalkan sehingga aku dipindahkan ke penerbangan non-stop satunya, yang mana pada akhirnya juga ikut dibatalkan dong. Kemudian aku dipindahkan untuk terbang melalui Ho Chi Minh City dengan waktu transit 1 jam 20 menit, tapi kemudian penerbangan ke Ho Chi Minh City-nya delay dua jam. Transit di Bandara Tan Son Nhat pun cukup ribet terutama dikarenakan pemeriksaan kesehatan ekstra sebelum diizinkan masuk Vietnam. Jelas aku ditinggal penerbangan lanjutanku ke Hanoi tetapi, entah bagaimana, aku masih bisa meminta untuk dipindahkan ke penerbangan terakhir ke Hanoi malam itu! Wow banget!

Sebuah Airbus A321-200 reg VN-A603nya Vietnam Airlines di Bandara Changi

Aku menginap di area Old Quarter di Hanoi. Dan bagiku, Hanoi terasa … sibuk dengan lalu lintas yang semrawut, haha. Yaa kurang lebih mirip-mirip seperti kota kecil di Indonesia gitu dah dengan jalanan yang sempit. Walaupun menurut tour guide-ku, Hanoi kemarin ini sedang sepi sih tidak seperti biasanya.

Railway Street di Hanoi

Anyway karena aku hanya memiliki tiga hari penuh di Vietnam, rencana awalku adalah mengambil paket tur dua hari semalam ke Halong Bay yang terkenal banget itu kan. Jadilah aku mem-booking satu tur melalui hotelku di pagi pertamaku di sana. Tapi ketika aku pulang malamnya, resepsionisnya menginformasikan bahwa turnya baru saja dibatalkan karena Halong Bay-nya … ditutup akibat COVID-19 dong!

Trang An di Ninh Binh

Dan jadilah setelah diskusi dengan orang hotelnya, aku memutuskan untuk mengambil tur dua hari satu malam ke Ninh Binh, yang mana toh sebenarnya adalah Rencana B-ku dari awal sih setelah beberapa saran dari seorang teman. Dan Ninh Binh ini beneran keren banget loh! Nggak hanya pemandangannya, tetapi juga udaranya yang sungguh segar banget, sehingga tur dua hari satu malamnya menjadi sungguh berkesan bagiku!

Hang Mua di Ninh Binh

Dan kemudian tibalah saatnya untuk pulang ke Eropa. Karena tidak ada penerbangan langsung ke Belanda, aku terbang melalui Paris. Aku menaiki Airbus A350-900nya Vietnam Airlines ke Paris di kelas bisnis, yang mana adalah kali pertama aku duduk di kursi reverse herringbone! Haha πŸ˜› . Penerbangan ini adalah penerbangan yang juga asyik dimana aku bisa beristirahat dengan nyenyak.

Kelas bisnis pesawat Airbus A350-900nya Vietnam Airlines dengan kursi reverse herringbone

Aku kemudian transfer ke penerbangan Paris-Amsterdamnya KLM di kelas bisnis Eropa. Serunya, penerbangan ini dioperasikan dengan PH-BCL, yang mana merupakan pesawat Boeing 737-800 TERAKHIR yang diproduksi oleh Boeing! Dari sudut pandang KLM, ini juga berarti akhirnya aku berkesempatan mencoba jenis kursi terbarunya di pesawat Boeing 737! πŸ˜€

Layanan sarapan di penerbangan 50 menit Paris-Amsterdamnya KLM di kelas bisnis Eropa.

***

Ya begitu deh, secara keseluruhan ini adalah perjalanan yang mengasyikkan … dan juga “berkesan” karena situasi COVID-19. Aku berbohong jika aku bilang ini sama sekali tidak “berpengaruh” di perjalananku, karena kenyataannya ya berpengaruh, cukup besar pula pengaruhnya. Ya bagaimana, penyakit ini dideklarasikan sebagai pandemi global dong di tengah perjalananku! Tapi secara keseluruhan aku bersyukur dan merasa beruntung sekali dimana, entah bagaimana, timing yang aku pilih untuk perjalanan ini “pas” banget dengan hanya ketidak-nyamanan yang relatif kecil (ya kan kalau dilihat keseluruhannya). Aku masih bisa pulang ke Eropa dengan itinerary awalku pada akhirnya, sehingga aku bisa pulang ke rumah dengan tanpa masalah.

13 Comments Add yours

  1. nyonyasepatu says:

    Skr berasa bgt yaaa gak bs kemana2 tp gak boleh ngeluh hehe

    1. zilko says:

      Iya Non, padahal baru satu bulan ini balik tapi rasanya kayak sudah sekian bulan, hahahaha πŸ˜† . Mudah-mudahan masa ini segera berlalu ya…

  2. fahrizinfa says:

    Jewel tuh menarik banget yaa kak Zilko apalagi banyak tempat buat foto2 disanaa XD

    1. zilko says:

      Banget! πŸ˜€ Jewel beneran keren abis!

  3. Arman says:

    bagus ya pemandangannya di vietnam…
    walaupun drama pas mau kesana tapi jadi worth it ya…

    1. zilko says:

      Iyaa, pemandangannya Vietnam memang bagus-bagus! Bikin worth it jadinya! πŸ˜€

  4. Yance says:

    wahhh…timingnya pas bgt ya…sebelum dilockdown sana sini, dan Vietnam bagus2 ya…cuma pusing juga klo flight nya cancel sana sini. untung lah sampai rumah dengan tak banyak masalah ya ko

    1. zilko says:

      Iyaa, hoki banget timingnya bisa pas gitu. Iya sih tetap kena cancel dan delay, tapi seenggaknya masih tergolong minor soalnya masih bisa pergi kan ya. Iya, Vietnam bagus2 ternyata alamnya!

  5. niee says:

    Aku jadi pengen ke Vietnam kapan-kapan deh lihat postingan lo ko, hahaha

    1. zilko says:

      Vietnam oke menurutku Niee πŸ˜€ . Sayang kurang lama di sana kemarin ini sebenarnya, hahaha πŸ˜†

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s