#2378 – Business Class Drama and Ego

ENGLISH

On my way back to Europe from Toronto during my recent year-end trip, I decided to upgrade my long-haul flight from Toronto to Paris with Air France to business class. And here I got “the” experience of having to deal with another passengers’ “ego” when flying business class. Here is the story.

I arrived at Toronto Pearson International Airport quite early because I would like to check my luggage in (and I would like to relax at the airport and the lounge before the redeye flight too). So I went to the check-in desk where I encountered the drama.

Somehow the check-in counters were not opened yet at the time (which was quite late given that there was a KLM flight to Amsterdam that would depart earlier (FYI Air France and KLM share check-in counters given that these airlines are, “basically“, one company)). So I went to the area with business class/SkyPriority signages as this was roughly where the correct lines for me would be.

Then an Air France employee opened a rope creating a new queuing line and asked me to use it given that I had a business class ticket. At the front of the line, a guy who had been waiting in the adjacent line apparently was not happy about this and confronted me. He baselessly accused me of trying to cut the line and that these weren’t the lines for economy class passengers as economy class passengers should use the other line with very long queue πŸ™„πŸ™„πŸ™„.

I kept my cool, and said that he should complain to the Air France employee who let me in and not me. I also politely “asked” him if these were the lines and check-in counters for business class passengers because my ticket was in business class (I would like to implicitly say to him “Do you think you are the only one who could purchase a business class ticket?”Β πŸ™„)

Perhaps knowing that he had wrongly accused me, he told me that he had been waiting there for so long (the counters weren’t yet opened). I replied saying that of course he could use the counter first when it got opened, I didn’t mind at all. But then I also told him firmly that what was NOT nice was him accusing me of trying (1) to sneak into business class lines while only having an economy class ticket (I had a ticket in business class, plus Air France/KLM had SkyPriority for some economy class passengers as well) and (2) to cut the line when I was there only after an instruction from the Air France officer.

Perhaps seeing that I was standing my ground and not letting him bully me, he deflected the conversation by saying that the organization of the check-in area was a mess. No apology. At all. He was then “saved by the bell” when at this time one check-in counter opened and he walked up there with this luggagesΒ πŸ™„πŸ™„πŸ™„.

The guys spoke with a quite heavy French accent so I already prepared myself mentally (where I’d need tons of patience) for having to share the same flight with him to Paris. But thankfully he was apparently taking KLM’s flight to Amsterdam instead. Yeay!

I still saw him a couple of time throughout the airport that day. Of course I was behind him at he security check at the airport, where I gave him a firm look the whole time (generally I try to smile or make a “nice” face with strangers). I did the same when I saw him at the Air France/KLM Lounge later on, haha…

Jeez, the ego and attitude of some passengers πŸ™„πŸ™„πŸ™„…

BAHASA INDONESIA

Di perjalananku kembali ke Eropa dari Toronto untuk perjalanan akhir tahunku baru-baru ini, aku memutuskan untuk meng-upgrade penerbangan jarak jauhku dari Toronto ke Paris dengan Air France ke kelas bisnis. Dan kali ini aku mendapatkan pengalaman “itu” dimana aku harus menghadapi “ego” dari penumpang lain ketika terbang dengan kelas bisnis. Berikut ini ceritanya.

Aku tiba di Bandara Internasional Toronto Pearson lumayan awal karena aku ingin meng-check-in-kan bagasiku (sekalian aku mau bersantai-santai dulu di bandara dan lounge-nya sebelum penerbangan malam hari nantinya ini). Jadilah aku berjalan ke area check-in dimana aku mendapati drama ini.

Kebetulan waktu ini konter check-in-nya belum buka (yang mana memang agak telat dan aneh juga sih karena ada satu penerbangan KLM ke Amsterdam yang berangkat lebih awal (FYI, konter check-in Air France dan KLM jadi satu karena kedua maskapai ini, “pada dasarnya“, adalah satu perusahaan)). Jadilah aku berjalan ke area dimana papan kelas bisnis/SkyPriority berada karena seharusnya antrian yang benar untukku bakalan di sekitar-sekitar situ kan ya.

Nah kemudian ada satu petugasnya Air France yang membuka tali dan jalur antrian baru dan memintaku untuk menggunakannya karena tiketku adalah di kelas bisnis. Di depan antrian ini, seorang bapak-bapak yang sudah menunggu terlebih dahulu (tapi di antrian sebelah) ternyata tidak senang dengan hal ini dan menegurku. Ia sembarangan menuduhku memotong antrian dan berkata bahwa dua antrian ini bukan untuk penumpang kelas ekonomi. Ia menambahkan bahwa penumpang kelas ekonomi harus menggunakan jalur lain yang mana antriannya lebih panjangΒ  πŸ™„πŸ™„πŸ™„.

Aku tetap berusaha tenang dong ya, dan bilang kalau mau komplain ya silakan ke petugas Air France-nya dong bukan ke aku. Dan sekalian aku dengan halus “bertanya” kepadanya jika antrian ini dan konter check-in di depan ini untuk penumpang kelas bisnis karena tiketku adalah tiket kelas bisnis (Aku ingin secara implisit menyindir “Memangnya loe doang yang bisa punya tiket kelas bisnis?” πŸ™„).

Mungkin sadar bahwa ia telah menuduh orang sembarangan, salah pula, ia berkata kepadaku bahwa ia sudah menunggu di sana lama (konternya masih belum dibuka). Aku bilang tentu saja aku tidak masalah dengan dia menggunakan konternya duluan karena memang ia yang datang duluan, aku tidak berkeberatan sama sekali. Tapi aku juga tambahkan bahwa yang TIDAK baik adalah ia dengan seenaknya menuduhku (1) mencuri-curi masuk ke antrian kelas bisnis dengan tiket kelas ekonomi (Tiketku di kelas bisnis kan ya, dan lagian Air France/KLM juga memiliki program SkyPriority untuk sebagian penumpang kelas ekonominya) dan (2) memotong antrian padahal aku di sana kan atas instruksi petugasnya Air France.

Mungkin ia melihat bahwa aku cukup tegas dalam membela diriku dan tidak akan membiarkan dirinya mem-bully aku, ia mengalihkan topik pembicaraan dengan berkata bahwa pengaturan area check-in-nya kacau balau banget. Tidak ada loh ya perkataan maaf. Sama sekali. Ia kemudian “diselamatkan oleh bunyi bel” dimana di waktu ini satu konter dibuka dan ia berjalan kesana dengan barang bawaannya πŸ™„πŸ™„πŸ™„.

Bapak-bapak ini berbicara dengan logat Prancis yang kental makanya aku mulai mempersiapkan mental (dimana aku harus stok kesabaran banyak) untuk terbang satu pesawat dengannya ke Paris. Eh untungnya dia ternyata terbang dengan KLM ke Amsterdam. Hore!

Tapi aku masih melihatnya beberapa kali di bandara di sepanjang sisa hari itu sih. Jelas aku berada di belakangnya di pemeriksaan sekuriti di bandara, yang mana mukaku sengaja aku buat keras lempeng setiap kali melihatnya (biasanya aku berusaha untuk senyum atau membuat muka yang “menyenangkan” gitu lah dengan orang yang tidak kenal). Aku memasang muka yang sama ketika aku melihatnya di Lounge Air France/KLM beberapa waktu kemudian, haha…

Ya ampun yaa, ego dan kelakukan beberapa penumpang πŸ™„πŸ™„πŸ™„…

3 Comments Add yours

  1. niee says:

    waahh, udah lama gak komen di blog lo ya ko, hahaha

    btw, aku juga kadang diperlakukan seperti itu loh, lihat muka lusuh ngejar anak dengan tas ribet seabrek2 biasanya dikategorikan gak mampu, mungkin kelihatan jarang naik pesawat. Beda sama mbak-mbak yang cuma nenteng tas tangan, hahaha.

    1. zilko says:

      Hahaha masih ada aja yang begitu ya Niee zaman sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s