#2374 – One Year Ago

ENGLISH

Today one year ago was the toughest day I have had in my life. It was the day when my dad suddenly passed away. This is also the reason why I am currently in Indonesia because, as with the customs, we have the one-year memorial service. I had to miss the forty and a hundred days memorials last year (the biggest downside of living really far away), and so I did not want to miss this one.

In April last year I mentioned that I planned on writing more about this here, as part of my process to “let it go” and accept the situation. In reality, I have written nothing on this topic since then, haha 😆 . Like, nothing, zero posts. I could blame this on the generally lack of blogging motivation I have had anyway since then. But to be completely honest, it has been mainly because I have found this topic to be extremely difficult to write.

No, not because there has been a lack of topics or contents (Trust me, there were many!). It has rather been because the thought of realizing those topics into words feels … painful, and hence difficult, to do. Heck, to be honest even writing this post feels really, really difficult. At one point I actually had a thought of abandoning this as a draft and just putting it into the trash bin.

But thankfully blogging wasn’t the only way for me to deal with this. There was also time, which people say would “heal” anything (Though I don’t think the word “heal” fits here, but the context is still relevant). It has been one year, and in my own way, even without my blog, I have (slowly) tried to accept it and let it go…

BAHASA INDONESIA

Hari ini satu tahun yang lalu adalah salah satu hari terberat dalam hidupku. Itu adalah hari dimana papaku tiba-tiba meninggal dunia. Ini juga lah alasan mengapa saat ini aku berada di Indonesia karena, ya sebagaimana kebiasaan kan ya, ada peringatan satu-tahunan untuk papaku. Aku harus melewatkan peringatan 40 dan 100 harinya tahun lalu (sisi tidak enaknya tinggal jauh sekali), dan jadilah aku tahu bahwa aku tidak ingin melewatkan yang kali ini.

Di bulan April tahun lalu aku sebutkan bahwa aku berencana untuk menulis lebih banyak tentang topik ini di blog ini, sebagai bagian dari prosesku untuk mengikhlaskan dan menerima situasinya. Kenyataannya, semenjak waktu itu aku sama sekali tidak menuliskan apa-apa dong, haha 😆 . Iya, nol posting tentang ini. Paling gampang sih bisa-bisa saja aku menyalahkan motivasi ngeblog yang memang semenjak waktu itu menguap entah kemana. Tapi sejujurnya, ini juga dikarenakan aku merasa sulit sekali untuk menulis topik ini.

Bukan, bukan karena tidak ada topik atau bahan (Percaya deh, topik atau bahan mah sebenarnya banyak banget!). Tapi aku merasa bahwa proses mewujudkan topik-topik itu menjadi kata-kata terasa … sangat menyakitkan, makanya rasanya sulit. Bahkan ya menuliskan posting ini terasa sulit loh. Sempat terpikir untukku membatalkan posting ini sebagai draft dan membuangnya ke tempat sampah.

Tetapi untungnya blogging bukan lah satu-satunya cara untukku dalam menghadapi kondisi ini. Ada juga waktu, yang katanya bisa “menyembuhkan” segala hal kan (Walaupun bagiku kata “menyembuhkan” kurang cocok di sini, tapi konteksnya cukup relevan lah). Sudah satu tahun berlalu, dan dengan caraku sendiri, walaupun tidak dengan menggunakan blog, aku telah (dengan perlahan-lahan) berusaha menerimanya dan mengikhlaskannya…

8 Comments Add yours

  1. Puji says:

    Rasanya kehadiran nya tetap ada ya Ko. Sampai kapanpun.

  2. Ira says:

    letting go is never easy…..pelan-pelan…

    1. zilko says:

      Indeed! Ada prosesnya ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s