#2360 – A Sunny Winter Weekend in Milan

on

ENGLISH

Milan, Italy has kind of been an “anomaly” in my European traveling map. It is a big city not that far from the Netherlands with great access, yet in the nine plus years I have lived in Europe, I have only been there once, about nine years ago. It was perhaps because I did not exactly have a great impression of the city back then which made me elude this city as a destination since then. Though, to be fair, back thenย Milan was the last destination of my two-weeks 2010 year-end trip through Italy with a group of friends. We already felt quite tired by then and didn’t have a lot of time to spend in the city anyway; so this might likely play a big role on the impression.ย But I always knew that at one point I would need to give this city a “second chance”. So when I found a deal for a weekend trip in the middle of December, I figured, “why not”, haha.

The Alps on descent towards Malpensa Airport

I flew with KLM to Milan – Malpensa Airport (MXP) and came back with Air France from Milan – Linate Airport (LIN). And I can say that I much preferred Linate Airport due to its proximity to the city (Malpensa Airport is like 51 km away from Milan). Though, of course, the Linate terminal was smaller and its remote departure area felt very low-cost-ish.

The remote departure area at Linate Airport which felt very low-cost-ish

But nonetheless it was still a stylish airport because its hangar was … , well, Armani ๐Ÿ˜› . You know, not surprising I guess because Milan, haha ๐Ÿ˜› . Oh, and the Casa Alitalia Lounge at Linate Airport was great.

An Armani hangar at Linate Airport

Anyway, I was, for once, lucky with the weather on this trip. The weather was sunny all Saturday which made it really nice. Finally, though, as I felt like I had mostly been unlucky with the weather every time I went to Italy before! The streak had to stop eventually! Haha ๐Ÿ˜› .

Milan’s Duomo

The first destination I went to was, of course, the super-famous Milan’s Duomo (which I also visited in 2011). It was, not surprisingly, extremely crowded that Saturday. I thought of buying a ticket to enter the Duomo but the lines to buy the ticket and to enter the cathedral (yea, there were separate lines) were so long that I decided not to.

Very popular Duomo in Milan

Next to the Duomo was the Galleria Vittorio Emanuele II, Italy’s oldest shopping mall. It was, of course, very fitting and “very Milan”; even though it was also super crowded with tourists that it wasn’t comfortable to shop at, I guess, haha.

Galleria Vittorio Emanuele II in Milan

Tired with the crowd, from there I took the metro and went to Castello Sforzesco. As its name suggested, it was, well, a castle. It was also quite touristic though not as much as the Duomo area. It was much more comfortable. Though, there I found the Milan’s infamous “street scammers” to be more aggressive (Though on the other hand this was also a pleasant surprise at the Duomo). Thankfully I have become a much more experienced traveller than in 2010 so I knew this to expect and how to handle them, that was to just simply ignore them. Cold face and assertiveness helped too, haha ๐Ÿ˜› .

It was a beautiful day in Milan

I took a break at a cafe just outside the castle. It was the afternoon already, so way past my “coffee time”, but I still nonetheless ordered a coffee because … Italy! And I paired it with a spaghetti carbonara because … Italy! Haha ๐Ÿ˜› . Speaking of food, the night before I tried out a classic Milan dish: cotoletta alla milanese, that was a breaded veal cutlet. It was nice.

Spaghetti Carbonara and a coffee past my coffee time because Italy

Behind the castle was the Sempione Park, that was also quite nice. Though for tourists, perhaps the neighborhood of Brera would be more interesting, especially with all the buildings and architecture. It was also located basically next to the Sforzesco Castle.

An old tram in Brera

While researching for my 2010 year-end trip nine years ago, I learned that the original Leonardo da Vinci’s extremely famous “The Last Supper” painting was located in Milan. Back then we didn’t have the time for it so this time I thought I would like to see it. So a day before the trip (haha), I researched about this attraction only to find out that one would need to prebook a ticket for it and the tickets at the time had been sold out until mid-February ๐Ÿ™„.

Oh well, I guess this means that I still have a reason to go back to Milan sometime in the future, haha. Let’s just hope that it won’t take me another nine years before then ๐Ÿ˜› .

BAHASA INDONESIA

Milan, Italia adalah satu “anomali” di peta travelling-ku di Eropa. Sebuah kota besar tidak begitu jauh dari Belanda dengan akses yang mudah, tapi dalam sembilan tahun lebih aku tinggal di Eropa, aku baru pernah kesana satu kali saja, yaitu sekitar sembilan tahun yang lalu. Mungkin ini disebabkan kesanku yang kurang baik akan kotanya waktu itu sehingga membuatku menurunkan prioritas untuk kembali ke sana. Walaupun, kalau dipikir-pikir lagi sih, waktu itu Milan adalah tujuan terakhir dari perjalanan akhir pekan 2010 selama dua minggu di Italia dengan beberapa temanku. Waktu itu kami sudah capek ketika tiba di sana ditambah lagi tidak memiliki banyak waktu untuk menjelajahi kotanya; jadilah sepertinya ini memang memainkan pengaruh yang besar ya. Tetapi aku tahu bahwa cepat lambat akan tiba waktunya untukku memberikan “kesempatan kedua” bagi kotanya. Makanya ketika aku menemukan tiket promo untuk perjalanan akhir pekan di pertengahan Desember, kesempatannya aku ambil.

Pegunungan Alpen sebagaimana terlihat ketika akan mendarat di Bandara Malpensa

Aku terbang dengan KLM ke Bandara Milan – Malpensa (MXP) dan kembali dengan Air France dari Bandara Milan – Linate (LIN). Dan aku bisa bilang bahwa aku lebih suka Bandara Linate karena lokasinya yang dekat dengan kotanya (Bandara Malpensa berjarak 51 km dari Milan). Walaupun, tentu saja, gedung terminalnya Bandara Linate lebih kecil ditambah lagi area keberangkatan remote-nya itu terasa low-cost banget.

Area keberangkatan remote Bandara Linate yang terasa amat low-cost

Toh walaupun begitu bandara ini tetap terasa bergaya banget karena hangarnya … itu Armani loh, haha ๐Ÿ˜› . Nggak mengherankan sih ya namanya aja Milan ๐Ÿ˜› . Oh, dan juga Lounge Casa Italia di Bandara Linate juga oke.

Hangar Armani di Bandara Linate

Anyway, aku, sekali-kali pada akhirnya, beruntung dalam hal cuaca di perjalanan ini. Matahari bersinar cerah di sepanjang hari Sabtu sehingga suasananya mengasyikkan. Pada akhirnya, karena rasanya sebelum ini aku selalu sial terus dengan yang namanya cuaca setiap kali jalan-jalan ke Italia sebelumnya! Tapi yang namanya rekor pasti pada akhirnya akan dipatahkan kan ya! Haha ๐Ÿ˜›

Duomo di Milan

Tujuan pertamaku, jelas, adalah Duomonya Milan yang terkenal banget itu (yang juga aku kunjungi di tahun 2011). Tidak mengherankan, Sabtu itu areanya super ramai banget. Aku sempat berkeinginan untuk membeli tiket masuk ke Duomonya tetapi antrian-antriannya untuk membeli tiket dan masuk ke katedralnya (iya, antriannya berbeda) panjang banget sehingga aku membatalkan keinginan ini.

Duomo di Milan rame banget. Bikin males kan ya antriannya kayak gini.

Tepat di sebelah Duomo adalah Galleria Vittorio Emanuele II, shopping mall tertua di Italia. Bangunan ini, tentu saja, cocok sekali dan “Milan banget”, walaupun memang ramai banget dengan turis sehingga untuk shopping kayaknya malah nggak nyaman ya, haha.

Galleria Vittorio Emanuele II diย  Milan

Capek dengan keramaiannya, aku memutuskan untuk naik metro dan pergi ke Castello Sforzesco. Sesuai namanya, ini adalah sebuah kastil. Tempat ini juga lumayan turistik sih tetapi tidak seramai areanya Duomo. Jadi lebih nyaman lah. Tapi, di sini “scammers jalanan”-nya Milan yang terkenal itu juga rasanya lebih agresif (Eh tapi di sisi lain ini adalah kejutan yang menyenangkan untuk Duomo sih). Untungnya aku kini sudah lebih berpengalaman dalam hal travelling daripada di tahun 2011 sehingga aku sudah tahu termasuk bagaimana untuk menghadapinya, yaitu dengan mengabaikannya saja. Raut muka dingin dan ketegasan juga membantu, haha ๐Ÿ˜› .

Sebuah hari yang mengasyikkan di Milan

Aku kemudian beristirahat sejenak di sebuah kafe di depan kastilnya. Sudah lewat tengah hari, yang berarti juga “jam kopi”-ku sudah lewat, tetapi toh aku tetap memesan segelas kopi karena … Italia! Dan aku memasangkannya dengan spaghetti carbonara karena … Italia! Haha ๐Ÿ˜› . Ngomongin makanan, semalam sebelumnya aku mencoba sebuah masakan khas Milan: cotoletta alla milanese. Rasanya enak juga.

Spaghetti Carbonara dan kopi selewat am kopiku karena Italia

Di balik kastilnya adalah Taman Sempione, yang mana juga indah. Tapi untuk turis, aku rasa area Brera lebih menarik deh, terutama untuk bangunan-bangunan dan arsitekturnya. Brera juga berlokasi dekat sekali dari Kastil Sforzesco.

Sebuah tram tua di Brera

Ketika melakukan riset untuk perjalanan akhir tahun 2010-ku dulu, aku baru tahu bahwa lukisan asli super terkenalnya Leonardo da Vinci, “The Last Supper”, berada di Milan. Tapi waktu itu kami tidak memiliki banyak waktu di Milan sehingga harus melewatkannya. Oleh karenanya untuk kali ini aku pikir aku ingin melihatnya. Jadilah satu hari sebelum perjalanannya (haha), aku merisetnya dan aku baru tahu bahwa ternyata kita mesti memesan tiket di depan dulu untuk mengunjunginya. Dan waktu itu tiketnya sudah habis terpesan hingga pertengahan Februari dong ๐Ÿ™„.

Yah, mungkin ini berarti aku masih memiliki alasan untuk kembali ke Milan lagi nanti ya, haha. Cuma memang mudah-mudahan aku tidak akan membutuhkan waktu sembilan tahun lagi sebelum itu ๐Ÿ˜› .

7 Comments Add yours

  1. Yance says:

    wahhh antrian Duomo nya rame banget yaa…bikin males…tapi keren sihh bangunannya

    1. zilko says:

      Iyaa, antriannya kayak gitu bikin males ya, hahaha ๐Ÿ˜†

  2. Wah Milan, semoga suatu saat bisa juga berkunjung kesana bersama keluarga ๐Ÿ˜…

  3. niee says:

    waah, lukisannya kok seterkenal itu ya, sampai dua bulan lebih udah sold out tiketnya

    1. zilko says:

      Iya Niee terkenal banget memangnya The Last Supper ini! Tapi ya gak nyangka juga sold out-nya sampe dua bulan begitu! Hahaha ๐Ÿ˜†

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s