#2342 – The (New) Yogyakarta International Airport

ENGLISH

One big infrastructure project that has been going on in the Yogyakarta region is the construction of a new international airport. First of all, the idea for a new airport has been there for like ages, mainly due to the limited expansion possibility of the long-serving Adisutjipto Airport. But as usual in Indonesia, this idea stayed only as idea for so long; and only in recent years that it eventually got picked up.

Adisutjipto Airport, Yogyakarta

The airport construction is reportedly almost finished and has actually operated (minimally and limitedly) for a few months now. As an avgeek, perhaps you would think that I would be excited about this and so would like to try it out as soon as possible, like during my recent short summer trip to Indonesia. But at its current form, actually I am not really, haha.

Why? One main reason, though: distance! The new airport is located far away from the city of Yogyakarta (though thankfully not as “bad” as the new Kertajati Airport that apparently is supposed to serve Bandung, lol πŸ˜† ); and as a follow-up to that, the transportation access isn’t yet “good” (This is also typical Indonesia). Once the railroad, airport train station, and highway are constructed, it should be much better, though. But not at the moment, IMO, at least for the residents of Yogyakarta or if the city is where the passengers are heading to. For them, Adisutjipto Airport is still much more convenient (despite its crowdedness).

Silk Air’s Boeing 737-800 reg 9V-MGF at Adisutjipto Airport

I was glad that the new airport hadn’t yet opened back in April this year when I was flying Silk Air from Yogyakarta to Singapore (at the time, the idea was to start the minimal operation in May with international flights, though eventually this did not materialize). And I was also glad most flights were still flying to Adisutjipto this summer so I had the options to still fly there instead πŸ˜€ .

But …

My Garuda Indonesia flight GA 208 from Jakarta this summer showed me why this new airport was actually needed. The flight departed on-time from Soekarno-Hatta International Airport, took off pretty much on-time, flew smoothly towards Yogyakarta (the weather was great for flying that day) … until we reached the Menoreh mountains to the west of the Yogyakarta region where we were put … on a holding pattern!

A view of somewhere in the Purworejo regency which I got so many times during holding pattern

A holding pattern is basically when your airplane is put on hold in a circling pattern before being given the permission to continue flying (in this case, to approach Adisutjipto Airport). And frequent flyers often flying to Yogyakarta would agree with me that flights holding like this is happening very frequently on flights about to land at Adisutjipto Airport (due to the combination of the rather small size of the airport, its popularity (the airport handles a lot of flights for its size), and also the dual-use with the military).

We were put on hold for a good … forty minutes before finally getting the permission to land! Here is how our flight path looked like that day just before landing …

Forty minutes holding pattern before landing at Adisutjipto Airport

Think of the wasted fuel (!) and time! And it was not just wasting the passengers’ time, but alsoΒ those who were picking up these passengers at the airport!

So yeah, in general I understand the importance of the new Yogyakarta International Airport (YIA), with all the limitations of Adisutjipto. So let’s hope that its connectivity issue with the city of Yogyakarta is going to be solved soon, and without any problems and delays too.

Have anyone here flown to/from YIA? What do you think of this new airport? I am actually quite curious about this new airport, haha …

The new Yogyakarta International Airport

ENGLISH

Satu proyek infrastruktur besar yang sedang berlangsung di area Yogyakarta adalah pembangunan bandara internasional baru. Pertama-tama, wacana bandara baru ini sudah ada luama banget deh, terutama dikarenakan keterbatasan ruang gerak untuk ekspansi Bandara Adisutjipto yang sudah lama digunakan. Tapi ya seperti biasa di Indonesia lah ya, wacana ini ya sebatas wacana aja untuk waktu yang lama banget; dan baru beberapa tahun belakangan ini wacananya mulai beneran tergarap.

Bandara Adisutjipt, Yogyakarta

Pembangunan bandara ini saat ini sudah hampir selesai dan sebenarnya bandaranya sudah dioperasikan (secara minimal dan terbatas) selama beberapa bulan. Sebagai avgeek, mungkin pada mengira aku akan excited dengan ini sehingga ingin mencoba bandara baru ini secepat mungkin, misalnya dalam perjalanan singkat musim panasku ke Indonesia belum lama ini. Tapi dengan kondisi bandaranya sekarang ini, aku malah tidak begitu excited dah, haha.

Mengapa? Satu alasan utama sih: jarak! Bandara baru ini berlokasi jauh banget dari kota Yogyakarta (walaupun tidak “separah” Bandara Kertajati yang direncanakan untuk melayani Bandung, haha πŸ˜† ); dan faktor sekundernya adalah akses transportasinya yang masih kurang “oke” (tipikal Indonesia sih ini). Begitu rel kereta api, stasiun bandara, dan jalan tolnya jadi, seharusnya akses tidak lagi menjadi kendala. Tapi untuk saat ini faktor ini masih merupakan masalah yang besar, menurutku, setidaknya bagi penduduk kota Yogyakarta atau yang tujuan kunjungannya adalah ke kota. Bagi mereka, Bandara Adisutjipto masih jauh lebih nyaman (walaupun memang ramai banget sih).

Boeing 737-800 rego 9V-MGFnya Silk Air di Bandara Adisutjipto

Makanya aku merasa lega bandara barunya belum dibuka April kemarin ketika aku akan terbang dengan Silk Air dari Yogyakarta ke Singapura (waktu itu ada wacana operasi minimal di bulan Mei akan dimulai dengan penerbangan internasional, yang mana pada akhirnya tidak jadi). Dan aku juga lega kebanyakan penerbangan masih terbang ke Adisutjipto musim panas ini sehingga aku bisa memilih untuk terbang kesana πŸ˜€ .

Tetapi …

Penerbangan Garuda Indonesia GA 208ku dari Jakarta musim panas ini menunjukkan mengapa bandara baru ini diperlukan. Penerbanganku berangkat tepat waktu dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, lepas landas tepat waktu juga, terbang dengan mulus ke Yogyakarta (cuaca oke banget untuk terbang hari itu) … hingga ketika penerbangan mencapai area Pegunungan Menoreh di barat Yogyakarta dimana pesawat diinstruksikan untuk … holding pattern!

Suatu tempat di Kabupaten Purworejo yang menjadi pemandangan jendelaku banyak kali sewaktu holding pattern

Holding pattern pada dasarnya adalah ketika pesawat kita “distop” diminta menunggu dengan berputar-putar saja di suatu titik sebelum diizinkan untuk terbang lebih lanjut (dalam hal ini, untuk turun menuju Bandara Adisutjipto). Dan yang sering terbang ke Yogyakarta tentu akan setuju bahwa holding beginian sering banget kejadian di penerbangan-penerbangan yang hendak mendarat di Bandara Adisutjipto (dikarenakan kombinasi dari ukuran bandaranya yang relatif kecil, keramaiannya (bandaranya memang meng-handle banyak sekali penerbangan untuk ukurannya), dan juga penggunaan bandaranya bersama dengan militer).

Hari itu kami holding selama … empat puluh menit dong sebelum akhirnya diberikan izin mendarat! Berikut ini rekam jejak penerbanganku sebelum mendarat hari itu …

Holding pattern selamat empat puluh menit sebelum mendarat di Bandara Adisutjipto

Coba deh bayangkan berapa banyak avtur (!) dan waktu yang terbuang karenanya! Dan tidak hanya waktu penumpang saja loh yang terbuang, tapi juga waktu penjemput kan!

Ya, secara umum memang aku paham banget pentingnya keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) baru ini, berkenaan dengan segala keterbatasannya Adisutjipto. Jadi mari kita berharap masalah konektivitas bandaranya dengan kota Yogyakarta akan segera diselesaikan, dengan relatif mulus tanpa masalah ataupun penundaan!

Apakah sudah ada yang pernah terbang ke/dari Bandara YIA? Menurut kalian bandara ini bagaimana sih? Penasaran nih sebenarnya, haha…

Bandara Internasional Yogyakarta baru

7 Comments Add yours

  1. ardiantoyugo says:

    YIA cuman 5 menit dari rumah… 🀣

    1. zilko says:

      Huahaha, asyik dong ya kalau gitu. Sekarang ke bandaranya dekat!! πŸ˜€

  2. Phebie says:

    Dulu berharap mendarat disini ealaa adisucipto lagi wkwk..

    1. zilko says:

      Huahaha, tipikal Indonesia ya rencana berubah-ubah melulu…

  3. fahrizinfa says:

    aku sampai sekarang males banget kalau harus naik pesawar via bandara kertajati, mendingan naik travel ke bandara soekarno hatta aja sekalian wkwkwkwk XD entah lah, jaraknya yang jauh dari pusat kota bandung tuh gak banget menurutku. Aku belum pernah mendarat di bandara adisucipto soalnya setiap ke Yogyakarta aku selalu menggunakan mobil. Sekalian ke Yogya ketika perjalanan mudik ke Surabaya hahaha. Kangen juga pengen ke Yogya dehh..

    1. zilko says:

      Iya Fahri, semenjak dulu uda ada wacana bandara ini (sewaktu aku masih di Bandung dulu, wacananya sudah ada), sudah terbayang bakal males banget kalau pergi ke/dari Bandung melalui Kertajati. Jaraknya nggak asyik banget ya kalau bandaranya mau dipergunakan untuk melayani kota Bandung. Benar, mendingan sekalian ke Soekarno-Hatta, pilihan penerbangannya toh juga lebih banyak! Adisutjipto ini mirip-mirip Husein gitu Fahri, bandara nggak terlalu besar dan lokasinya dekat dengan kota (Eh tapi masih lebih “dekat” Husein sih πŸ˜› ).

  4. niee says:

    Wah, ke Jogja dan Bandung makin gak nyaman lah ya. Tapi kalau ke Bandung aku berharap kereta semi cepatnya dari jakarta segera rampung seh, jadi mending naik kereta sekali daripada terbang tapi sampainya di Kertajati.

    Tapi emang dilema seh, bandara harus banget dibuat baru, tapi lahan di tengah kota udah gak ada, jadilah jauh jauh semua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s