#2312 – Fandom in Sport

ENGLISH

Do you have a favorite sporting figure? Be it an athlete or a team?

As for me, I have not made it a secret that I am a tennis fans. And, moreover, I am a huge fans of both Venus and Serena Williams, two icons in the professional tennis world.

I made two last-minute weekend trips to Wimbledon in 2015 and 2017 to watch Serena and Venus Williams, respectively, play the finals. I took this picture on my first ever trip to Wimbledon in 2012 when they competed in the ladies’ doubles event that year.

As a fans, obviously I feel happy every time they win; and sad every time they lose. And I have noticed that the happiness and sadness level is a function of the tournament level. For instance, a victory in a grandslam brings me more “joy” than in a random low-level tournament in some random places (Not that Venus and Serena play a lot outside of the big(ger) tournaments these days, though). The converse also holds, whereas I find it easier to “deal” with a loss in a small tournament while a grandslam loss “stings” more. Especially in a grandslam final that I watch in person, haha…

Obviously I was sad when Venus lost in that 2017 Wimbledon final.

Also a few times already I have felt quite “nervous” before their matches; especially big important matches like grandslam semifinals, for instance. This is made “worse” when the grandslam is either the Australian Open or the US Open where the time difference makes the matches being played during ungodly hours in Europe, lol 😆 . I remember that once I had a bad insomnia because of this. If I am not mistaken it was the Serena vs Madison Keys match at the 2015 Australian Open semifinals. I knew I could not and should not watch the match (it was played at like 2 AM Dutch-time in the middle of the week) because I was supposed to go to work during the day. But I couldn’t really sleep because somehow my mind was really onto this big match, haha. So yeah, it was a “torture”.

Serena ended winning that match in 2015. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac

Thinking about this, isn’t this kind of fandom “weird”? I mean, I don’t win anything when they win, or lose anything when they lose. Well, of course other than joyfulness and disappointment in their respective cases. And this is over something that I cannot control (the outcome of the match). In the case of the insomnia incident above, if anything, I actually put myself in an unnecessary “trouble” with this fandom, didn’t it? As I would have had to survive through a full working day after not having a good night sleep because of it!

***

So, in your opinion, is it actually better to put some “distance” from any athletes or teams to avoid this level of “attachment”? But before answering this, I should also provide full(er) information about this side of fandom first. The feeling when they win a big title or trophy is really … elating, to say the least, and could actually improve my mood for a period of time (usually within a day 😛 ). Though unfortunately, the converse is also true. The feeling when they miss an oportunity with a loss could also be … , well, depressing and could also affect my mood for a period of time.

So, what do you think?

It felt REALLY good when Serena won the 2015 Wimbledon title hence completing her second Serena Slam; especially that I was there in person to be part of it!

BAHASA INDONESIA

Apakah kalian adalah seorang fans dari tokoh di dunia olahraga? Maksudnya seorang atlet atau tim gitu?

Untukku, bukan rahasia lagi bahwa aku adalah seorang fans dari olahraga tenis. Dan, lebih jauh lagi, adalah fans beratnya Venus dan Serena Williams, dua orang legenda di dunia tenis profesional.

Aku pergi dalam dua perjalanan akhir pekan dadakan ke Wimbledon di tahun 2015 dan 2017 untuk menonton Serena dan Venus Williams bermain di babak final tunggal putri. Foto ini aku ambil dari kunjungan pertamaku ke Wimbledon di tahun 2012 ketika duo bersaudari ini bermain ganda putri tahun itu.

Sebagai seorang fans, jelas aku merasa senang setiap kali mereka menang; dan juga sedih setiap kali mereka kalah. Dan aku amati level kesenangan dan kesedihannya ini adalah fungsi dari level turnamen yang dimainkan. Misalnya saja, kemenangan di sebuah grandslam memberikan lebih banyak kadar “kesenangan” daripada kemeangan di sebuah turnamen level rendahan random entah dimana (Walaupun sekarang-sekarang ini mah Venus dan Serena hampir tidak pernah bermain di luar turnamen-turnamen yang besar sih). Tapi yang sebaliknya juga berlaku, dimana lebih mudah untukku “move on” dari kekalahan di turnamen kecil sementara kekalahan di turnamen grandslam itu “sengatannya” lebih menyakitkan. Apalagi babak final grandslam yang aku tonton langsung ya, haha…

Tentu aku merasa sedih ketika Venus kalah di final Wimbledon 2017.

Sudah beberapa kali juga aku merasa “deg-degan” sebelum pertandingan mereka; terutama pertandingan yang penting macam semifinalnya grandslam, misalnya. Ini jadi “lebih parah” lagi ketika grandslamnya adalah Australian Open atau US Open yang mana perbedaan waktu membuat pertandingan-pertandingannya dimainkan di jam yang sungguh tidak bersahabat di Eropa, haha 😆 . Aku ingat pernah sekali aku insomnia gara-gara ini loh. Kalau tidak salah waktu itu adalah pertandingan semifinal Australian Open tahun 2015 antara Serena melawan Madison Keys. Aku tahu aku tidak bisa dan sebaiknya memang tidak menonton pertandingannya (waktu itu pertandingannya dimainkan sekitar jam 2an subuh waktu Belanda gitu deh, di pertengahan minggu kerja) karena aku kan mesti ngantor ya keesokan harinya. Tapi aku malah tidak bisa tidur karena entah mengapa otakku kok penasaran dan deg-degan banget dengan pertandingan ini, haha. Iya, kayak “siksaan” gitu deh. Nonton salah, enggak nonton juga salah.

Serena pada akhirnya memenangi pertandingan di tahun 2015 itu sih. Photo credit: Clive Brunskill/Getty Images AsiaPac

Nah jadilah kalau dipikir-pikir, apa fandom ini tidak “aneh” ya? (Btw, bahasa Indonesianya fandom apa ya?) Maksudku, toh aku tidak mendapatkan apa-apa jika mereka menang, dan tidak kehilangan apa-apa kan jika mereka kalah. Eh, tentu saja di samping rasa senang dan kekecewaan yang datang tergantung dari hasil pertandingannya. Dan hasil pertandingan ini adalah sesuatu yang di luar kontrol kita. Bahkan di kasus insomnia yang kusebutkan di atas, aku sebenarnya malah menempatkan diriku untuk mendapatkan “masalah” yang tidak perlu akibat fandom ini kan? Karena aku jadi harus berjuang ekstra keras untuk melalui satu hari kerja penuh setelah semalam sebelumnya tidak tidur dengan nyenyak, karena fandom ini!

***

Jadi menurut kalian, apakah sebaiknya kita “memberi jarak” dari atlet-atlet atau tim-tim olahraga gitu untuk menghindari level “kedekatan emosional” yang segininya? Tapi sebelum pertanyaan ini dijawab, sebaiknya aku berikan informasi penuhnya dulu tentang fandom. Perasaan ketika mereka menang turnamen atau pencapaian yang besar itu sangat amat … menggembirakan, sedikitnya nih, dan bahkan bisa membuat mood-ku riang dan ceria loh selama beberapa waktu (biasanya sekitar satu harian sih, haha 😛 ). Walaupun sayangnya, yang sebaliknya juga berlaku. Perasaan ketika mereka kalah dan sehingga melewatkan satu kesempatan emas juga bisa … menyesakkan dan juga mempengaruhi mood-ku untuk beberapa waktu.

Nah, jadi bagaimana menurut kalian?

Rasanya senang BANGET ketika Serena menjuarai turnamen Wimbledon di tahun 2015 yang mana berarti sekaligus ia resmi melengkapi Serena Slam keduanya; terutama juga karena aku berada di sana untuk menyaksikan ini langsung!

7 Comments Add yours

  1. Phebie says:

    hmm..fandom bahasa gaulnya di indonesia bala-bala hahaha…j/k
    ya harus banyak-banyak mengingatkan diri saja bahwa diri kita hanya fans jelata..
    kalau perlu mengalihkannya dengan hubungan lain yang lebih sehat di dunia nyata..

    1. zilko says:

      Ah, bala-bala ya? Aku sama sekali ngga tahu dah 🤣. Iya banget!!

  2. Yance says:

    Fandom itu maksudnya fans berat gitu kali ya? Aku sih klo ngefans ke atlit, artis, siapapun misalnya, tapi biasa2 aja gak sampe berat2 bgt suka nya. Hahaha, suka pindah2 sih sukanya, tergantung musim..

    1. zilko says:

      Iya, kurang lebih begitu! Memang sebaiknya kadar ngefans-nya jangan berlebihan sih ya, hahaha 😆

  3. niee says:

    Kalau selama gak membuat kerugian yang berarti seh aku lihat sah-sah aja fandom gitu ko. Aku juga waktu itu pernah ngefans banget sama bola dan MU, musuh MU musuhku juga, huahahahahaha.

    Tapi karena ada hal lain jadi sekarang udah gak lagi sesering dulu nonton bola. tapi kadang kangen juga loh, haha

    1. zilko says:

      Iya Niee, tetep seru sih sebenarnya. Jadi lebih “terlibat” gitu ya kalau kita sampai ngefans dengan seorang pemain atau sama satu tim. Kalau menang ikut senang, kalau kalah ikut sedih dan kecewa. Hahaha 😆 .

      Tricky-nya ada di pengelolaannya ya Niee. Jangan sampai “perasaan” (senang karena menang, sedih/kecewa karena kalah)-nya sampai mempengaruhi diri kita. Tapi memang di sini ini susahnya 😛 . Ditambah lagi kalau pas pertandingannya di jam yang nggak cocok dengan zona waktu kita kan, hahaha 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s