#2300 – An Air Fryer Story

ENGLISH

I cannot believe that it was only recently that I learned of the existence of air fryer. For fellow clueless people, an air fryer is a cooking appliance that cooks by circulating hot air around the food using the convection mechanism.

You see, for months (if not years, haha), I have been tinkering with how to use even less oil when I cook. For the obvious reason, of course, health. Thus far, I have come up with the following strategies: to use very little oil (I never deep fry), only to use bio-organic sunflower oil, and to never recycle the oil that I use (Even though this is automatic anyway as I only use very little oil in the first place, haha).

And why can’t I just avoid oil altogether then? The answer is … well, it is difficult! Haha ๐Ÿ˜› . You see, I like tempeh, a traditional Indonesian soy product which has recently been popular in the Western world for having many health benefits. Btw, yes, one nice thing about living in the Netherlands is the abundance supply of Indonesian (and Asian) food. Even tempeh is available in regular supermarkets here, even though I always buy the product in the Asian stores as it is much cheaper there, haha ๐Ÿ˜› . Anyway, and of course tempeh is most delicious to be … fried, haha ๐Ÿ˜› .

And so it came to my realization that an air fryer is basically the answer to my big cooking question! I do not need oil to cook my tempeh anymore, along with the possibility to avoid oil altogether! Win-win! And so after asking for some feedbacks from some friends who had the experience with it, I decided that I would like to buy one and try it out myself! ๐Ÿ˜€

After some research, even the smallest air fryer would weigh like almost 5 kg. And so I decided that I would just buy it online and have it delivered to my apartment. And there turned out to be a mini drama with this delivery, haha.

The online store mentioned that the product would be delivered to the address I specified on the next day (Of course there were some terms and conditions for this, haha). And so I decided to order the product on a Friday, so they would deliver it on a Saturday where for sure I would be home. Along with the air fryer, I also ordered a power plug as for sure I would need one.ย Then it all seemingly went normal. I ordered the products, paid, and on Friday evening got a confirmation that a delivery was on the way for Saturday.

So I was waiting for the delivery excitingly on Saturday. And in the afternoon, the delivery guy came, but only with one small, light box which couldn’t definitely fit a 5 kg air fryer. As it turned out, it was the delivery of only the power plug! I then checked the delivery message I got the evening before, and indeed it was only the delivery of the power plug. I guess the air fryer was not in stock or something that the store couldn’t deliver it right away. So lesson learned here: always check the delivery email to set the right expectation! Haha ๐Ÿ˜† .

Then on Sunday, I got another delivery email. I checked the receipt, and indeed this time it was the air fryer, haha. At first they said it would be delivered on Tuesday afternoon, but as it turned out … they delivered it on Monday.

Well, of course it was during working hours so the delivery guy left it at one of my neighbours. So after I came back from work, I went to my neighbour’s place to pick it up, and yeay finally I now I had an air fryer! Haha ๐Ÿ˜›

And so far I really like it! It can cook tempeh perfectly well, and for the obvious reason it is on the “dry” side, which I actually like better anyway!

So do you also have an air fryer? If so, what do you cook with it? And how? I am now collecting ideas! ๐Ÿ˜€

An air fryer

BAHASA INDONESIA

Agak nggak percaya juga bahwa baru baru-baru ini aja dong ya aku baru tahu akan yang namanya air fryer. Kemana ajaaa? Hahaha ๐Ÿ˜† . Bagi yang sama-sama sepenanggungan nggak tahu barang apakah ini, air fryer adalah alat masak yang memasak dengan mengsirkulasikan udara panas di sekitar masakannya dengan menggunakan mekanisme konveksi (Ingat-ingat deh pelajaran IPA di SD).

Jadi ceritanya, sudah berbulan-bulan (atau tahun ding, haha), aku berpikir bagaimana caranya untuk menggunakan lebih sedikit minyak ketika memasak. Alasannya jelas sih ya, demi kesehatan. Sejauh ini, aku telah mendapatkan strategi berikut: hanya menggunakan sedikit banget minyak saja (aku nggak pernah menggoreng (deep fry)), hanya menggunakan minyak bunga matahari yang bio-organik, dan hanya menggunakan minyaknya satu kali saja (Tapi ini otomatis sih karena dari awal kan aku hanya menggunakan sedikit minyak saja, haha).

Dan kok nggak sekalian menghindari minyak aja, kan lebih praktis? Jawabannya … adalah karena susah! Haha ๐Ÿ˜› . Jadi ceritanya kan aku suka makan tempe ya, sebuah produk yang memang akhir-akhir ini naik daun di Barat karena banyak manfaat kesehatannya. Btw, iya, enaknya tinggal di Belanda adalah banyak tersedianya makanan Indonesia (dan Asia). Bahkan tempe pun dijual di supermarket biasa loh di sini, walaupun aku belinya di toko Asia sih karena jauh lebih murah, huahaha ๐Ÿ˜› . Anyway, dan tentu saja tempe itu paling enak … digoreng, haha ๐Ÿ˜› .

Dan jadilah aku baru menyadari bahwa air fryer ini adalah jawaban dari pertanyaan memasak besarku! Aku tidak perlu minyak lagi untuk memasak tempe, ditambah lagi terbukanya jalan untuk menghindari minyak sama sekali! Skenario win-win banget! Dan jadilah setelah bertanya pengalaman beberapa temanku yang ada pengalaman dengannya, aku memutuskan bahwa aku akan membeli satu dan mencobanya sendiri! ๐Ÿ˜€

Setelah riset sana-sini, air fryer paling kecil yang bisa kutemukan adalah seberat 5 kg-an. Jadilah aku memutuskan aku akan membelinya online saja dan meminta pengiriman langsung ke apartemen (supaya nggak perlu repot-repot angkat barangnya sendiri, haha). Dan ternyata ada drama kecil deh dengan pengiriman ini, haha.

Tokonya menyebutkan bahwa barangnya akan dikirim ke alamat yang dituliskan di keesokan harinya (Tentu saja sih ini ada terms and conditions-nya, haha). Dan jadilah produknya aku pesan di hari Jumat, agar barangnya diantarkan di hari Sabtu dimana pasti aku ada di rumah kan ya. Bersamaan dengan air fryer-nya, sekalian aku membeli steker listrik karena memang aku membutuhkannya. Lalu semuanya berjalan seperti biasa. Barangnya aku pesan, aku bayar, dan di hari Jumat malam aku mendapatkan konfirmasi bahwa pengantaran untuk hari Sabtu sudah jalan.

Jelas di hari Sabtu aku menunggu barangnya dengan excited di rumah. Siangnya, kurirnya datang, tapi hanya dengan satu kotak kecil dan enteng, yang mana nggak mungkin isinya adalah air fryer seberat 5 kg. Dan benar aja, yang diantarkan cuma steker listriknya doang doong! Lalu baru lah konfirmasi pengantarannya aku cek yang mana memang ternyata hanya untuk steker listriknya saja. Aku duga stok air fryer-nya sedang kosong sehingga tidak bisa dikirimkan langsung. Lesson learned deh: selalu cek email pengantaran barang agar ekspektasi kita sesuai! Haha ๐Ÿ˜†

Lalu di hari Minggu, aku mendapatkan email pengantaran barang lagi. Kali ini aku cek, dan memang yang ini adalah pengiriman air fryer-nya, haha. Awalnya dibilang barangnya baru akan diantarkan di hari Selasa sore, tapi ternyata … di hari Senin sudah diantarkan.

Tentu saja barangnya diantarkan pas jam kerja, sehingga kurirnya menitipkannya di salah seorang tetanggaku. Jadilah setelah aku pulang kantor, aku pergi ke tempat tetanggaku untuk mengambilnya. Dan hore, akhirnya aku punya air fryer juga! Haha ๐Ÿ˜† .

Dan sejauh ini aku suka! Air fryer-nya bisa memasak tempe dengan sempurna kok, dan jelas tempe hasil masakannya yang “kering” gitu, yang mana toh memang bagaimana aku suka tempe yang dimasak begini!

Apakah ada yang punya air fryer juga? Jika iya, pada menggunakannya untuk masak apa ini? Dan bagaimana cara memasaknya? Aku sedang mengumpulkan ide dan inspirasi nih! ๐Ÿ˜€

Advertisements

14 Comments Add yours

  1. ndu.t.yke says:

    Menarique ini kitchen gadget. Sayang harganya mahal sekali disini

    1. zilko says:

      Menarik banget Bu gadget satu ini memang. Di Indonesia memangnya berapaan Bu? Di sini juga macam-macam sih harganya. Tapi yang lower range nggak mahal kok.

      1. ndu.t.yke says:

        Skitar 1,6-1,8 juta yg merk Philips, Ko.

        1. zilko says:

          Di sini kemarin yang merk Philips paling murah aku lihat di kisaran 2,1an Bu kalo di-kurs-in. Ini aku beli merk lokal lainnya, jatuhnya di 1 jutaan, tapi ukuran yang kecil memang.

          1. ndu.t.yke says:

            Yep yep. Klo tinggal sendirian memang lbh enak ukurannya menyesuaikan ya Ko. With smaller size comes cheaper price, juga, kan? Wkwkwk….

            1. zilko says:

              Yoi Bu. Yang Philips kemarin ini paling kecil memang lebih gede sih ukurannya, hahaha ๐Ÿ˜€ .

  2. kutubuku says:

    Ingin banget beli, kemaren liat di supermarket yang merek Philips lagi diobral tapi gede banget amsiong, mana ada tempat di dapur.

    1. zilko says:

      Iya! Ini kemarin sebelum mutusin beli juga sudah mikir dulu mau ditaruh dimana. Untung tempatnya ada! Hahaha ๐Ÿ˜†

  3. Yance says:

    wah jadi kepikiran pengen beli juga…biar gak usah pake minyak…tapi sebagian besar makanan aku tuh digoreng2 gitu,macem pisang, bakwan…hahaha..

    1. zilko says:

      Justru itu kan, kalau banyak yang digoreng kan lumayan jadi berkurang banget minyaknya, hahaha. Aku belum pernah cobain untuk “goreng” yang pakai tepung gitu sih. Tapi in theory seharusnya sih bisa, hmmm.

  4. aggy87 says:

    Oh yesh the air fryer. My sister uses it in Singapore and it is practically her lifesaver since her stove is often unreliable (plus a miniscule kitchen that makes frying super hard). I’ve been eyeing on a Phillips one (it’s kind of on trend in Indonesia right now) but just checked that voltage is really high, very doubtful that it will work at home due to unstable electricity here.

    Have you ever tried frying things like bakwan? Does it work?

    1. zilko says:

      Indeed, so far I really like it Gy. Very practical too, as it allows me to multitask even more! The Philips one seems like the sweet spot indeed in terms of price and brand awareness! Hahaha ๐Ÿ˜› .

      No, I haven’t yet experimented on something more complex than “plain” tempe, haha. But it’s a good idea though, to try to fry something with flour. In theory, it should work, but I have never tried so I cannot say from experience, haha ๐Ÿ˜† .

  5. niee says:

    Aku juga bwru tahu air fryer pas lihat di IGS lo ko, hahahahaha. Penasaran kalau kayak gini tetep bisa goreng bakwan gitu gak ya? Jadi kita masukkan ke cetakan alumunium gitu, hahaha.

    Pengen beli deh (kapan-kapan) takut listriknya mahal, >.<

    1. zilko says:

      Huahaha aku belum pernah pakai untuk goreng yang pakai tepung Niee. Kapan-kapan eksperimen ah, hahaha ๐Ÿ˜†

Leave a Reply to ndu.t.yke Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s