#2270 – One Month

ENGLISH

It was exactly one month ago. Hearing the news shocked me to the core. It made my body to seem to forget to how to function. It changed my life. Yeah, my dad passed away one month ago.

Since then it has been quite a “weird” month. Well, objectively not in reality actually because life goes on as normal on this planet. However, it “feels” weird to me. It feels that my life has changed, unrevertably. One important constant which has always been there for me literally since I was born has gone. But I know that this is part of life. The reality of life. The circle of life. My dad taught me this when I was a kid.

So I fully understand that I need to accept it, and to let it go. Well, eventually, because the process is not easy. Everyone walks their own pace when facing situation like this. I need time.

***

I haven’t really written about it here in this blog. Even though I can partly “blame” it to my agenda in the past month where I have had to travel intercontinentally more than once; more of the reason is that actually I haven’t really felt like writing about it.

But that is not good. Since the beginning I have shaped this blog as a blog about my life. And this certainly is a life event, albeit the less joyful one. So in theory this should go into the blog. It seems that I have been in a bit of a denial that I haven’t really wanted to write about it. It feels that writing it down will make it “official”, which it “is” in reality.

Now that a month has passed, I feel that I am ready to write it down here. I know it will help me to accept this situation and let it go. This post is a start.

BAHASA INDONESIA

Kejadiannya tepat satu bulan yang lalu. Mendengar beritanya benar-benar mengguncang diriku sampai ke yang paling dalam. Rasanya waktu itu badanku seperti lupa bagaimana caranya untuk berfungsi. Kejadiannya mengubah hidupku. Ya, papaku meninggal satu bulan yang lalu.

Semenjak itu, sebulan terakhir ini telah menjadi bulan yang “aneh”. Hmm, sebenarnya tidak juga sih di dunia nyata karena kan kehidupan terus berlangsung seperti biasa ya di planet ini. Namun, “rasanya” aneh bagiku. Rasanya seperti hidupku tiba-tiba berubah, dan perubahannya tidak bisa dikembalikan. Satu konstan penting yang selalu ada di sana untukku semenjak aku lahir tidak lagi ada. Tapi aku tahu bahwa ini adalah bagian dari hidup. Kenyataan hidup gitu lah. Lingkaran kehidupan. Papaku mengajarkan ini kepadaku ketika aku masih kecil dulu.

Jadi aku paham bahwa aku harus bisa menerima, dan mengikhlaskan, situasinya. Yah, pada akhirnya, karena prosesnya tidak mudah. Setiap orang memiliki cara dan kecepatannya sendiri untuk menghadapi situasi semacam ini. Aku perlu waktu.

***

Sejauh ini aku belum terlalu menuliskannya di blog ini. Walaupun aku bisa setengahnya “menyalahkannya” ke agendaku sebulanan ini yang kebetulan lumayan sibuk dengan beberapa perjalanan antar-benua; alasan yang lebih kuat adalah aku tidak merasa begitu berminat untuk menuliskannya.

Tapi ini tidak baik. Semenjak awal kan blog ini telah aku bentuk sebagai blog tentang kehidupanku ya. Dan jelas kejadian ini adalah event kehidupan, walaupun yang tidak mengasyikkan. Sepertinya kok aku agak denial gitu dengan tidak berminat menuliskannya. Rasanya menuliskannya akan membuat kejadiannya “resmi”, yang mana padahal memang resmi kan kenyataannya.

Satu bulan sudah berlalu sekarang, dan rasanya aku sudah lebih siap untuk menuliskannya di sini. Aku tahu menuliskannya di sini juga akan membantuku untuk bisa menerima dan mengikhlaskan situasi ini. Jadilah aku mulai dengan posting ini.

Advertisements

22 Comments Add yours

  1. ndu.t.yke says:

    How’s your mom doing?

    1. zilko says:

      She is still trying to cope with it Bu.

      1. ndu.t.yke says:

        Man, I hope I can send her a hug 😦 😦

        1. zilko says:

          Thanks Bu! 😀

  2. My deepest condolences to you and your family on the passing of your father, may he rest in peace! :”(

  3. Phebie says:

    Everyone copes differently. Take your time.

    1. zilko says:

      Indeed, thanks!

  4. Turut berduka cita, Zilko. 🙏

    1. zilko says:

      Terima kasih 🙂

  5. Christa says:

    Praying that you and your family can heal nicely Ko.

  6. pinkuonna says:

    Sama pertanyaannya sama Tyka, how’s your mom doing?

    1. zilko says:

      Yaa, masih berusaha untuk menerima situasinya.

  7. fahrizinfa says:

    Take your time kak Zilko, Semangat terus kak Zilko, jangan lupa jaga kesehatan yaa

  8. Entah kenapa, luka karena kehilangan orang-orang terdekat, apalagi orang tua itu buat aku jadi luka yang tak pernah sepenuhnya sembuh. I am sending you love from Ireland xx

    1. zilko says:

      Betul banget, aku juga merasa begitu! Oleh karenanya aku ngerti bahwa sebaiknya fokusku bukanlah untuk menyembuhkan luka, tetapi untuk “menerima” keberadaan luka. Yaa, mirip seperti scar gitu lah, hahaha. Thanks a lot! 😀

  9. niee says:

    pasti terasa banget ya ko, apalagi kalau ada momen penting keluarga nanti, pasti keinget lagi. Semoga papanya tenang di sana ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s