#2259 – 2018 Year End Trip (Part VIII: Air France/KLM JFK-CDG-AMS in Economy)


Posts in the 2018 Year End Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Miami
3. Part II: Miami
4. Part III: Miami Beach
5. Part IV: Getting to Austin
6. Part V: Austin
7. Part VI: Getting to New York
8. Part VII: New York
9. Part VIII: Back to Europe

To go back to Amsterdam, I took the exact same route as I did three years ago, as shown in the following map:

Flight route map today. Created with gcmap.com

Even though the routing was the same, I took different flights, though. From New York to Paris, I took Air France’s last flight of the day (AF9) with a Boeing 777-200ER, and then I transferred to KLM’s KL1234 from Paris to Amsterdam with a Boeing 737-800.

Rush hour in a New York subway

Anyway, to get to JFK, I chose the public transportation option, just like the previous summer. Though, I was, at first, surprised to see that the subway train was super crowded when I left New York. Then, I realized that it was because I was travelling during the peak afternoon rush hour! Lol ๐Ÿ˜† .

New York John F. Kennedy Airport Terminal 1

As I was flying Air France, I got off the JFK AirTrain at Terminal 1. I checked-in at an Air France desk, cleared security, and then went to the amazing Air France Lounge. The lounge had recently just undergone a renovation project. Now the second level was reserved only for business class passengers and so I had to stay on the first level this time around, haha.

The entrance to Air France’s Lounge at JFK Terminal 1

I arrived at the airport really early today. In fact, it was before the departure of two Air France flights that were scheduled before mine (one to Paris-Charles De Gaulle and one to Paris-Orly). One reason for this was actually what the lounge offerred: the complimentary spa treatment! Haha ๐Ÿ˜› . But unfortunately, the spa treatment wasn’t available (perhaps due to the renovation) and would only recommence in February. Darn!

The Air France Lounge at New York – JFK

Oh well, it was a nice (and spacious) lounge anyway so I didn’t mind. Plus, the warm food option was actually really good for a lounge catering! I especially liked the chicken with broccoli offering! And … there was a fridge filled with complimentary Haagen Dazs ice cream, with three flavours: coffee, strawberry, and vanilla. The drink selection was great too. So my opinion still stands, that I find Air France’s JFK Terminal 1 Lounge to be their best lounge in Northern America ๐Ÿ˜€ .

Broccoli chicken at the Air France Lounge

The flight today would use Gate 2, which literally was just next to the lounge, so it was super convenient! I could see that JFK was such a busy airport. When I arrived, the gate was occupied by a Lufthansa’s handsome Airbus A340-600. Then a Japan Airlines’ Boeing 777-300ER parked there, before my Air France’s Boeing 777-200ER reg F-GSPM could park there.

Air France’s Boeing 777-200ER reg F-GSPM at New York John F. Kennedy International Airport

Long story short, I boarded the plane and settled onto my 19L seat. Thankfully, this window seat had a window this time around, haha. It was a full flight in economy today (with 0 empty seat) so boarding took quite some time, but we still managed to depart on time. Once all passengers boarded, the purser actually came to my seat, welcomed me personally onboard, and asked me to let her and the team know if I needed anything ๐Ÿ˜€ .

Air France’s safety demo

We took off from runway 22L, and then turned around towards Paris. The weather wasn’t the best today, where we encountered quite a lengthy minor turbulence during take-off and climb for maybe about 15-20 minutes. After which, the seatbelt sign was finally turned off. The IFE of F-GSPM was the cool Air France Touch, which was actually great. My only frustration was whenever I added a song into my playlist, it added a lot of copies of the song (coming from different albums it seems) into it.

The dinner service on board Air France flight AF9 from New York to Paris

The flight attendants then went around distributing wet towels and the service menu card, and then followed it up with the dinner service. I wasn’t super hungry but curious what the dinner was, so I asked for the chicken option. It was quite good! The dinner service was followed by a warm drink service, which I asked for a warm tea.

I actually could manage to get about 1.5 hour of “sleep” on this flight. Not much, but still better than before where I literally stayed up for the duration of the flight. I don’t know, somehow I just felt so physically tired today, haha.

Good morning

About 1.5 hour before arrival, the light pre-landing snack service was distributed. It consisted of a yoghurt, a muffin, and orange juice. Well, of course with some drink options as well. And then, we landed smoothly at runway 27R of Paris-Charles De Gaulle Airport.

It was then the usual. I cleared the security and immigration check at Paris-CDG and waited for my connection at the Air France Lounge in Terminal 2F. My flight to Amsterdam today would be operated with KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXE named “Hawk”. The flight was another regular, pleasant short-haul flight with KLM so I won’t get to too much details.

Boarding my KLM flight at Paris-CDG

As I have shared in the Introduction, on this flight I found out that KLM listed Austin as the first destination in theirย โ€œHot Five 2019โ€ listย to visit this year. I found it super funny because … I WAS coming back from Austin at the time (see Part V)! It felt very satisfying! Haha ๐Ÿ˜›

Austin in KLM

At 3:30 PM local time, we landed at runway 06. I deboarded the plane, got my luggage, and took the train back to Amsterdam. And here, my 2018 year end trip officially ended.



Posting-posting dalam seriย perjalanan akhir tahun 2018:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Miami
3. Part II: Miami
4. Part III: Miami Beach
5. Part IV: Getting to Austin
6. Part V: Austin
7. Part VI: Getting to New York
8. Part VII: New York
9. Part VIII: Back to Europe

Untuk pulang ke Amsterdam, aku mengambil rute yang sama persis seperti tiga tahun sebelumnya, seperti yang ditunjukkan peta berikut:

Rute penerbanganku hari ini. Dibuat dengan gcmap.com

Walaupun rutenya sama, aku mengambil penerbangan yang berbeda sih. Dari New York ke Paris, aku naik penerbangan terakhirnya Air France hari itu (AF9) dengan pesawat Boeing 777-200ER, dan kemudian dilanjutkan dengan penerbangannya KLM KL1234 dari Paris ke Amsterdam dengan pesawat Boeing 737-800.

Rush hour di sebuah subway-nya New York

Anyway, untuk pergi ke JFK, aku naik transportasi umum, sama seperti musim panas sebelumnya. Walaupun kali ini, awalnya aku terkejut karena kereta subway-nya ramai dan penuh sesak banget ketika aku berangkat dari New York. Dan aku baru sadar bahwa waktu itu memang adalah jam pulang kantor! Ya pantes aja rame lah ya! Huahaha ๐Ÿ˜† .

Terminal 1 Bandara Internasional John F. Kennedy di New York

Karena aku akan terbang dengan Air France, aku turun dari JFK Air Train di Terminal 1. Aku check-in di konternya Air France, melalui pemeriksaan sekuriti, dan langsung kemudian menuju lounge-nya Air France yang aku sudah tahu kece banget. Lounge-nya waktu itu baru saja selesai direnovasi. Kini lantai dua hanya diperuntukkan bagi penumpang kelas bisnis saja, dan jadilah aku cuma bisa stay di lantai satu saja kali ini, haha.

Pintu masuknya Lounge Air France di Terminal 1 Bandara JFK

Aku tiba di bandara ini awal banget sebenarnya. Bahkan sebelum keberangkatan dua penerbangan Air France yang dijadwalkan sebelum penerbanganku loh (satu ke Paris-Charles De Gaulle dan satu ke Paris-Orly). Satu alasannya adalah apa yang ditawarkan lounge-nya: spa treatmentย yang diberikan cuma-cuma! Haha ๐Ÿ˜› . Tapi sayangnya waktu itu spa treatment-nya sedang tidak ada (mungkin karena renovasinya) dan baru akan diberikan lagi per Februari ini. Sial!

Lounge Air France di New York – JFK

Ya sudah lah, toh lounge-nya juga oke (dan luas) banget kok jadi aku tidak masalah juga. Ditambah lagi, pilihan menu makanan hangatnya ternyata enak loh untuk ukuran lounge! Aku terutama suka ayam brokolinya! Dan … diseduakan juga satu kulkas berisi es krim Haagen Dazs, yang tersedia dalam tiga rasa: kopi, stroberi, dan vanila. Pilihan minumannya juga oke. Jadi pendapatku masih tetap sama, menurutku Lounge Air France di Terminal 1 JFK ini adalah lounge terbaiknya Air France di Amerika Utara ๐Ÿ˜€ .

Ayam brokoli di Lounge Air France

Penerbanganku hari ini akan diberangkatkan dari gerbang nomor 2, yang berlokasi persis di sebelah lounge-nya, jadi nyaman banget dong ya! Aku bisa lihat JFK memang adalah bandara yang sibuk. Ketika aku baru tiba, gerbangnya sedang dipakai oleh Airbus A340-600nya Lufthansa yang ganteng banget itu. Lalu sebuah Boeing 777-300ERnya Japan Airlines memakainya sebelum Boeing 777-200ERnya Air France bisa parkir di sana.

Boeing 777-200ER rego F-GSPM-nya Air France di Bandara Internasional John F. Kennedy New York

Singkat cerita, aku naik pesawatnya dan duduk di kursi 19L. Beruntung, kursi jendelaku berjendela kali ini, haha. Kelas ekonomi penuh banget hari ini (tidak ada kursi yang kosong) sehingga boarding-nya cukup memakan waktu. Biarpun begitu, kami masih bisa berangkat tepat waktu.ย Setelah proses boarding selesai, purser penerbangannya menghampiriku, memberikan ucapan selamat datang untukku, dan bilang untuk tidak sungkan-sungkan memberi-tahunya atau timnya jika aku membutuhkan sesuatu ๐Ÿ˜€ .

Safety demo-nya Air France

Kami lepas landas dari landasan pacu 22L, dan kemudian berbelok menuju Paris. Cuaca hari ini sedang kurang oke, dimana pesawat mengalami turbulensi minor yang cukup panjang ketika take-off dan pendakian ke ketinggian jelajah selama mungkin sekitar 15-20 menit. Setelahnya, tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan. IFEnya F-GSPM sudah menggunakan Air France Touch, yang memang kusukai. Cuma satu hal sih yang agak menjengkelkan. Setiap kali aku menambahkan lagu ke playlist, terkadang ada sekian kopi dari lagunya yang tertambahkan (dari beberapa album yang berbeda sepertinya) ke dalamnya.

Layanan makan malam di Air France penerbangan AF9 dari New York ke Paris.

Awak kabin kemudian berkeliling membagikan handuk basah dan kartu menu layanannya, dan mengikutinya dengan layanan makan malam. Sebenarnya aku tidak begitu lapar sih tapi aku penasaran makan malamnya apa, dan aku meminta pilihan ayam. Lumayan enak kok. Makan malam diikuti dengan layanan minuman hangat, sehingga aku memesan teh hangat.

Aku bisa sedikit “tertidur” loh selama 1,5 jam-an di penerbangan ini. Nggak banyak memang, tapi agak mendingan dibandingkan yang lalu dimana aku sama sekali tidak tidur di sepanjang penerbangan. Nggak tahu deh, rasanya aku lebih capek aja gitu secara fisik kali ini, haha.


Sekitar 1,5 jam sebelum mendarat, layanan snack ringan sebelum ketibaan dibagikan. Layanan ini berisi yoghurt, muffin, dan jus jeruk. Oh, dan tentu ada pilihan minuman juga ya. Dan kemudian, kami mendarat mulus di landasan pacu 27R Bandara Charles De Gaulle di Paris.

Lalu seperti biasa. Aku melalui pemeriksaan sekuriti dan imigrasi di Paris-CDG dan menunggu penerbangan lanjutanku di Lounge Air France di Terminal 2F. Penerbanganku ke Amsterdam hari ini akan dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-800nya KLM rego PH-BXE yang bernama “Hawk”. Ini adalah penerbangan reguler jarak pendek yang nyaman dengan KLM seperti biasanya, makanya tidak akan kubahas lebih lanjut.

Boardingย penerbangan KLMku di Paris-CDG

Seperti yang sudah kuceritakan di Pendahuluan, di penerbangan ini aku baru tahu bahwa KLM mendaftarkan Austin tujuan pertama diย dafter “Hot Five 2019โ€untuk dikunjungi tahun ini. Aku merasa artikel ini lucu karena … kan aku SEDANG dalam perjalanan pulang dari Austin ini ya (baca Bagian V)! Rasanya … memuaskan sekali! Haha ๐Ÿ˜›

Austin di KLM

Jam 3:30 sore waktu setempat, kami mendarat di landasan pacu 06. Aku turun dari pesawat, mengambil bagasiku, dan naik kereta kembali ke Amsterdam. Dan di sini, perjalanan akhir tahun 2018ku resmi berakhir.


10 Comments Add yours

  1. Lihat foto-foto loungenya, jadi pengen masuk dan ngerasain makanannya ๐Ÿ˜€

    1. zilko says:

      Iya, lounge yang ini memang asyik banget ๐Ÿ˜€

  2. Phebie says:

    Yah yang penting bukan Max 8.

    1. zilko says:

      Iya. Untung saat ini belum ada rencana terbang dengan Max 8 (memang pesawatnya sedang di-grounded juga sih).

  3. yance says:

    ahhh, enak banget di lounge nya disediain hagen daz gitu…

    1. zilko says:

      Iya, lounge-nya memang mantap!

  4. niee says:

    Emang seru ya ko kalau bisa masuk lounge gitu. Biasanya aku ngemper aja gitu di bandara. hahaha

    1. zilko says:

      Iya apalagi kalo lounge-nya memang oke gitu Niee, hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s