#2232 – Sir Andy Murray

ENGLISH

Last week during a pre-tournament conference of the 2019 Australian Open, Andy Murray announced that this tournament would possibly his last ever; or even if it wouldn’t be, he wouldn’t play beyond Wimbledon this year. And as you know, Andy Murray is my favorite tennis player in the ATP. So understandably this announcement made me feel sad, though it was not like it was coming out of nowhere… 😭

***

Andy Murray in 2012

Andy Murray caught my attention about ten and a half years ago, when I watched his fourth round Wimbledon match against the higher-ranked (then) Richard Gasquet. Murray lost the first two sets, but then showed his tenacity and fight to win the last three sets. This fighting spirit mesmerized me and, since then, I became a fan…

And then as I followed him more, his game style “grew” on me. In general, I tend to like players with more aggresive game style but Andy Murray’s game is not aggresive. He is not the type of player who would try to overpower his opponent to win the match. I’d say he is more of a tactician with great touch, skill and instinct around the court. But later in his career he also instilled a bit of more power into his game (without changing the basics) by “buffing up” his body with more muscles.

Andy Murray in 2015

It was a bit “unfortunate” (depending on how you see this) that his peak was literally at the same era of Roger Federer, Rafael Nadal, and Novak Djokovic. These four men have dominated men’s tennis for about 15 years now, and thus are often referred to as the “Big Four”. Though undeniably, based on results, Andy Murray was “only” number four of the Big Four. Still, he won three grandslam titles (which IMO he would have won more had it not been a “Big Four” era) with eight runner-up finishes. Another impressive statistics was that he won the 2012 and 2016 men’s singles Gold Medal at the Olympics.

Off the court he is known as one of the bigger activist, especially for feminism and equality in tennis. He hired Amelie Mauresmo as a coach in 2014, which was historic (as this was the first time a top male player was being coached by a woman). He also proactively reminded people of a lot of the achievements of women tennis players. For instance, when being told that he was the first ever person to win two Gold medals in tennis at the Olympics, he casually reminded the interviewer that, at that time, Venus and Serena Williams had won four each .

Yesss Andy!! 😍

It felt a little bit ironic that things started to crumble following his amazing way to finish the 2016 season, where he literally won everything since the US Open that year, reached number 1 for the first time, and ended the year as number 1.

I have been fortunate enough to have watched three and a half of Andy Murray’s matches live. A second round French Open match against Jarkko Nieminen in 2012, a first round Rotterdam Open match against Édouard Roger-Vasselin in 2014, a half of a semifinals French Open match against Novak Djokovic in 2015 (This counted only as a half because I only watched the second half of the match after the match being suspended from the previous day due to darkness), and a French Open Final match against Novak Djokovic in 2016. He won the first two but lost the last one and a half, so my “record” is 2–1.5, haha 😆 .

Andy Murray was the runner-up of the 2016 French Open.

As a fans obviously I am very sad 😭, even though honestly this was also quite foreseeable given his performance after his comeback last season. So at least it wasn’t out of nowhere.

Well, all I can say is to wish the best of luck for the next part of your life, Sir Andy Murray! You will be missed on court!

Andy Murray

BAHASA INDONESIA

Minggu lalu di sebuah konferensi sebelum Australian Open 2019 dimulai, Andy Murray mengumumkan bahwa kemungkinan turnamen ini akan menjadi turnamen terakhirnya; jika pun tidak, ia tidak akan main lagi setelah Wimbledon tahun ini. Dan tahu kan, Andy Murray adalah petenis favoritku di ATP (tenis putra). Jadi jelas dong ya pengumuman ini membuatku merasa sedih, walaupun sebenarnya tidak mengagetkan juga sih… 😭

***

Andy Murray di tahun 2012

Andy Murray menarik perhatianku sekitar sepuluh setengah tahun yang lalu, ketika aku menonton pertandingan babak keempat Wimbledonnya melawan Richard Gasquet (yang waktu itu berperingkat lebih tinggi). Murray kalah di dua set pertama, tapi kemudian menunjukkan kegigihan dan mental bertempurnya untuk memenangi tiga set terakhir. Semangat bertempurnya ini sungguh mempesona bagiku dan, semenjak itu, langsung aku menjadi seorang fans…

Dengan semakin mengikuti kariernya, gaya permaiannya perlahan-lahan “mulai aku suka”. Secara umum, biasanya aku lebih suka gaya permainan agresif, padahal gaya permainannya Andy Murray itu tidak agresif. Ia bukanlah tipe pemain yang akan berusaha meng-overpower lawan dengan pukulan-pukulan super keras untuk menang. Ia lebih seperti seorang taktisi dengan touch, kemampuan, dan insting yang gemilang di lapangan. Tapi seiring perkembangan kariernya pun ia juga memasukkan unsur kekuatan ke dalam permainannya juga (tanpa mengubah dasarnya) dengan cara “membangun” otot badannya menjadi lebih besar.

Andy Murray di tahun 2015

Agak “sial” (eh ini tergantung dari bagaimana hal ini dipandang sih) bahwa puncak performanya terjadi di era yang bersamaan dengan Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic. Keempat petenis ini telah mendominasi tenis putra selama 15an tahun belakangan sekarang, dan makanya sering disebut sebagai “Empat Besar”. Walaupun dengan tidak sulit bisa dibilang bahwa Andy Murray “hanya”-lah nomor empat dari Empat Besar ini berdasarkan prestasi. Walaupun begitu, ia telah menjuarai tiga titel grandslam (yang mana menurutku ia sudah akan menang lebih banyak andaikata tidak berada di era “Empat Besar”) dengan delapan kali menjadi runner-up. Satu statistik impresif lainnya adalah ia menjuarai medali emas di event tunggal putra di Olimpiade 2012 dan 2016.

Di luar lapangan ia juga dikenal sebagai salah satu aktivis, terutama dalam hal feminisme dan kesetaraan di tenis. Ia mengangkat Amelie Mauresmo menjadi pelatihnya di tahun 2014, sebuah pilihan yang bersejarah (kali pertama seorang petenis top putra dilatih oleh seorang wanita). Ia juga proaktif mengingatkan banyak orang untuk tidak melupakan prestasi-prestasi petenis putri. Misalnya saja, ketika dibilang bahwa ia adalah orang pertama yang memenangi dua medali emas di cabang tenis di Olimpiade, dengan santai ia mengingatkan pewawancaranya bahwa, pada waktu itu, Venus dan Serena Williams masing-masing telah memenangi empat medali emas Olimpiade.

Yesss Andy!! 😍

Rasanya agak ironis bahwa semua ini mulai terjadi setelah pencapaian mutakhirnya dalam mengakhiri musim tenis 2016, dimana ia memenangi semuanya semenjak US Open tahun ini, mencapai peringkat 1 dunia untuk pertama kalinya, dan mengakhiri tahun ini di peringkat 1.

Aku bisa dibilang cukup beruntung telah menonton tiga setengah pertandingannya Andy Murray secara langsung. Pertandingan babak kedua French Open melawan Jarkko Nieminen di tahun 2012, pertandingan babak pertama Rotterdam Open melawan Édouard Roger-Vasselin di tahun 2014, setengah pertandingan babak semifinal French Open melawan Novak Djokovic di tahun 2015 (Ini cuma terhitung setengah karena waktu itu aku hanya menonton paruh kedua pertandingannya setelah pertandingannya yang sebenarnya dimainkan di hari sebelumnya harus dihentikan sementara karena hari sudah gelap), dan babak final French Open melawan Novak Djokovic di tahun 2016. Ia memenangi dua pertandingan pertama sementara kalah di satu setengah terakhir, jadi “rekor”-ku 2–1,5 kan ya, haha 😆 .

Andy Murray adalah runner up French Open 2016.

Sebagai fans jelas aku merasa sedih 😭, walaupun sejujurnya ini tidak begitu mengagetkan berdasarkan performanya setelah berusaha comeback musim kemarin. Jadi setidaknya hal ini tidak terasa mendadak-mendadak banget lah.

Yah, aku hanya bilang good luck untuk bab berikutnya dari hidupmu, Sir Andy Murray! Kamu akan sangat dikangeni di lapangan!

Andy Murray
Advertisements

2 Comments Add yours

  1. niee says:

    wah, emang sedih bener tuh kalau olahragawan favorit kita pensiun. Suami aku juga ributin Liliana Natsir yang pensiun tahun ini juga 😀

    1. zilko says:

      Iya Niee! Walaupun paham alasannya, tapi tetap ya sediiih!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s