#2215 – Flying Joon in Economy

ENGLISH

Background

Late last year, Air France announced the formation of their newest subsidiary, Joon, that was branded as the new generation of travel with Air France, targetted for millennials. It is well-known, though, that the real reason behind the formation of yet another airline under the Air France brand is the lower cost Air France has been seeking. But anyway, I am not getting into that serious stuffs here.

A Joon’s Airbus A321-200 reg F-GTAJ at Berlin-Tegel Airport

As an avgeek, obviously I have been quite interested to try out Joon for so long and to see how the experience is (and also for my logbook, lol). Its “quirky” marketing (targeting the millennials) also feeds my curiosity even more, haha. Initially I had a Joon itinerary this August from Berlin to Paris, but that plan unfortunately did not go well. But thankfully I got another planned itinerary this November, and this one went much better where I got to try fly this airline to Paris after a weekend in Barcelona! Yeay!

The Flight

My first flight with Joon was with this Airbus A320-200 F-GKXY

The Joon flight today would be operated with an Airbus A320-200 reg F-GKXY. Unfortunately the flight got severely delayed. I will write about this delay in a separate post.

Joon’s Airbus A320-200 F-GKXY cabin

Anyway, Joon’s cabin pretty much felt like Air France’s but with different “colors”. Joon’s dark blue color was prominent in the cabin. This color happened to be my favorite so it was no wonder that I liked the cabin, haha. They also put several large stickers on some of the overhead bin covers to indicate the rows of the seats underneath each bin. I actually quite liked this simple touch.

The cabin of Joon, notice the number 5 sticker on the overhead bin cover.

The seats were the same as those in Air France’s mainline Airbus A320 families. The newer version, though, that was actually quite comfortable thanks to the padding and had a USB port in the armrest.

The USB port in Joon’s armrest

After quite a long taxi at BCN, the flight took off via runway 25L at around sunset. So surely the view upon take off was amazing.

Joon’s left winglet

Air France saw Joon as a “laboratory” too. I guess one area they were experimenting on was the complimentary service on board. It adopted what I called the “hybrid” model, where only a few selections were complimentary and the rest was BoB (Buy On Board), a la a “true” LCC, in economy. On a short-haul flight, they only provided four choices of drink as complimentary: coffee, tea, orange juice, and mineral water.

The complimentary service selections on board Joon

While it was better than nothing, I felt like it was disappointing mainly because Joon’s flights were all marketed as Air France’s (They all had Air France’s flight numbers (AF …) and not Joon’s (JN … )). IMO, it kind of brought Air France’s level “down” to SAS or Finnair, which adopted the same model. Anyway, I already knew this since before the flight (I did my research, haha) so I wasn’t surprised and I already ate something more substantial at the lounge before the flight. Oh, and because the flights were marketed as Air France’s, all SkyPriority benefits were also valid on all Joon flights.

Complimentary orange juice

One thing that surprised me was that Joon actually offerred streamed IFE service! This was not (yet) even available on Air France’s mainline fleet so it was such a nice surprise! Haha 😀 . Its content was just okay, though. And as I said from my Air Europa experience, I didn’t really enjoy (yet) using my own device for IFE on a flight. But at least in this case, Joon actually provided a charger in the seat which would help in case one wanted to …

Joon’s streamed IFE

As of the cabin crews, I found them to be great! They were young (which was a big part on the lower cost), energetic, but still very professional!

Anyway, about one and a half our later, we landed at runway 08R of Paris-Charles De Gaulle Airport. There was no available gate at Terminal 2F so, for the first time on arrival at CDG to me, the plane parked at a remote stand! Haha 😛 .

Conclusion

So to sum up, I found Joon to be overall alright (for short-hauls). They pretty much felt like Air France except for the complimentary snack and drink service in economy, which was kindof disappointing (especially that the flight was marketed as an Air France flight). One thing they exceeded its mainline counterpart was the streamed IFE, but this situation should change soon anyway.

BAHASA INDONESIA

Latar Belakang

Di akhir tahun lalu, Air France mengumumkan pembentukan satu maskapai baru di bawah naungannya, Joon, yang dipasarkan sebagai sarana transportasi generasi terbaru dengan Air France, yang ditargetkan untuk generasi milenial. Tapi sudah menjadi rahasia publik bahwa alasan sebenarnya dibalik pembentukan satu maskapai lagi di bawah naungannya ini adalah upaya Air France untuk menekan cost operasionalnya. Ah tapi, aku tidak akan membicarakan urusan serius ini di posting ini.

Sebuah Airbus A321-200 rego F-GTAJnya Joon di Bandara Berlin-Tegel

Sebagai avgeek, jelas dong ya aku penasaran untuk mencoba Joon untuk merasakan bagaimana pengalaman terbang bersama mereka (plus untuk logbook-ku juga, haha). Strategi pemasaranannya yang agak “tidak biasa” (menarget generasi milenial) juga membuatku semakin penasaran, haha. Awalnya, aku memiliki rencana terbang dengan Joon Agustus lalu dari Berlin ke Paris, tetapi sayangnya rencana itu tidak berlangsung mulus. Tapi untungnya aku masih memiliki rencana lain di bulan November ini. Kali ini rencananya berlangsung lebih baik dimana akhirnya aku bisa juga merasakan terbang dengan maskapai ini. Aku terbang dengan mereka ke Paris setelah sebuah akhir pekan ke Barcelona! Hore!

Penerbangannya

Penerbangan pertamaku dengan Joon adalah dengan Airbus A320-200 F-GKXY ini

Penerbangan Joon hari ini dioperasikan dengan pesawat Airbus A320-200 rego F-GKXY. Sayangnya penerbangan ini terkena delay parah banget. Urusan delay ini nanti akan kubahas di satu posting terpisah.

Kabin Airbus A320-200 F-GKXYnya Joon

Anyway, kabinnya Joon terasa kurang lebih sama seperti kabinnya Air France lah tetapi dengan “warna”-nya Joon. Warna biru tuanya Joon terasa kental di dalam kabinnya. Karena warna ini adalah salah satu warna favoritku, tidak mengherankan aku merasa suka dengan kabinnya, haha. Mereka juga memasang beberapa stiker besar di penutup tempat bagasi di atas kursi yang mengindikasikan nomor baris dari kursi-kursi di bawahnya. Menurutku ini touch kecil yang oke juga.

Kabinnya Joon. Perhatikan adanya stiker angka 5 di penutup tempat bagasi di atas kursi.

Kursi di pesawat ini sama dengan kursi di pesawat keluarga Airbus A320nya Air France. Tapi tipe yang baru sih, yang mana lumayan nyaman juga karena memiliki padding dan dilengkapi dengan colokan USB di armrest-nya.

Colokan USB di armrest-nya Joon

Setelah taxiing lumayan lama di BCN, pesawat kami lepas landas dari landasan pacu 25L di sekitar waktu matahari terbenam. Jadi jelas dong ya pemandangannya waktu itu kece banget.

Winglet kirinya Joon

Joon Air France pandang sebagai “laboratorium”-nya juga. Aku duga satu hal yang sedang mereka uji coba adalah layanan cuma-cuma di penerbangannya. Mereka mengadopsi jenis layanan yang kusebut sebagai jenis “hybrid”, dimana hanya beberapa pilihan saja yang cuma-cuma sementara sisanya berkonsep BoB (Buy On Board), kayak di penerbangan-penerbangan LCC gitu deh, di kelas ekonomi. Di penerbangan jarak pendek, yang disajikan cuma-cuma hanya empat pilihan minuman saja: kopi, teh, jus jeruk, dan air mineral.

Layanan cuma-cuma di dalam penerbangan Joon.

Walaupun mendingan dibanding sama sekali tidak ada, aku rasa ini cukup mengecewakan terutama karena semua penerbangan Joon dipasarkan sebagai penerbangan Air France (Semua penerbangannya menggunakan nomor/kodenya Air France (AF … ) dan bukan Joon (JN … )). Menurutku, ini “menurunkan” Air France ke levelnya  SAS atau Finnair, yang menggunakan model layanan yang sama. Anyway, aku sudah tahu ini sih semenjak sebelum terbang (jelas aku sudah riset dong ya, haha) sehingga aku tidak terlalu kaget dan aku sudah makan agak banyakan terlebih dahulu di lounge sebelum penerbangannya. Oh ya, karena dipasarkan sebagai penerbangannya Air France, fasilitas SkyPriority tentu juga valid di penerbangan Joon.

Jus jeruk cuma-cuma.

Satu hal yang mengagetkanku adalah Joon ternyata menyediakan layanan IFE yang di-streaming dong! Layanan ini bahkan belum tersedia di penerbangan utama dengan Air France sehingga ini adalah kejutan yang cukup baik! Haha 😀 . Kontennya biasa saja sih. Dan seperti yang kubilang dari pengalamanku dengan Air Europa, aku masih belum bisa merasakan enaknya IFE dengan menggunakan gadget-ku sendiri di sebuah penerbangan. Tapi dalam kasus ini, setidaknya Joon menyediakan colokan di setiap kursi itu sih yang mana bakal membantu banget apabila ada yang mau menggunakan IFEnya…

IFE di Joon yang di-streaming

Untuk awak kabinnya, menurutku mereka oke-oke! Masih muda-muda (yang merupakan satu alasan utama mengapa cost-nya lebih rendah), amat energetik, tapi juga profesional!

Anyway, sekitar satu setengah jam kemudian, pesawat mendarat di landasan pacu 08R Bandara Paris-Charles De Gaulle. Karena tidak ada gerbang yang tersedia di Terminal 2F, untuk pertama kalinya bagiku, pesawatnya parkir di sebuah tempat parkir remote di ketibaan di CDG! Haha 😛 .

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya, menurutku penerbangan dengan Joon oke-oke aja lah (untuk jarak dekat). Secara keseluruhan aura Air France-nya amat terasa kecuali dalam hal layanan makanan dan minuman di ekonomi, yang mana agak sedikit mengecewakan (terutama karena penerbangannya dipasarkan sebagai penerbangannya Air France). Satu hal yang mereka unggul adalah streaming IFE-nya, tapi situasi ini pun toh akan segera berubah.

Advertisements

8 Comments Add yours

  1. Guwe malah baru tahu ada penerbangan ini.

    1. zilko says:

      Hahaha, maskapai baru sih ini. Ekspansinya lumayan agresif (dengan cara take-over beberapa rutenya Air France). Tapi ada rumor baru-baru ini CEO barunya Air France/KLM kurang suka dengan model Joon ini dan katanya akan di-discontinue 😛 .

  2. pinkuonna says:

    Aku suka dgn warna interior di dalam pesawatnya. Kayaknya fresh gitu birunya ☺

    1. zilko says:

      Iya, aku juga suka! 😀

  3. niee says:

    Kalau bukan LCC rasanya fasilitasnya kurang banget ya ko

    1. zilko says:

      Iya Niee, kurang memang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s