#2212 – Seven Tips for A Missing Luggage Incident

ENGLISH

While the two missing luggage incidents I had during my rather recent Big Three Oh Trip obviously were certainly not “enjoyable”, I actually gained, first-hand, a great deal of experience from them. Btw here are the main posts of this amazing late summer trip of mine:
1. Introduction
2. Part I: The Flights Drama
3. Part II: Premium Economy to New York
4. Part III: New York
5. Part IV: The 2018 US Open
6. Part V: New York Attractions
7. Part VI: Washington D.C.
8. Part VII: The National Mall
9. Part VIII: The Museums in D.C.
10. Part IX: Back to Europe

Anyway, and here I would like to write what I learned down so that I would not forget it in the future, as I feel like it would be beneficial for my future trips. And perhaps to you too 😛 . So without further ado, let’s get it started

1. Never pack essentials in your checked luggage

This old saying “prevention is better than cure” is so true. My rule of thumb: I need to be able to survive without the things I put in my luggage. And I use the word “survive” here in its quite strict sense; as in while not having clothes for the next day is inconvenient, there is a good chance I can buy some clothes in my destination.

Some toiletries from Delta for my missing luggage.

2. Consider a travel insurance

I was lucky that both Air France and Delta were great airlines (I claimed my clothing purchase in New York to Air France, which they fully reimbursed without making a fuss of it); but just in case it might be wise to consider purchasing a travel insurance. There are products out there that cover this kind of incident.

I went clothes shopping in New York, Air France paid 😛 .

3. Stay calm

As in anything, stay calm when you hit this “jackpot”. This kind of incident is not uncommon and many airlines would have their luggage lost and found counter/office at the arrival area. Go there and ask the officer, calmly, about the situation.

4. Don’t forget the Property Irregularity Report (PIR)

At the luggage lost and found counters, in both cases I had to fill a form, called the Property Irregularity Report (PIR). I had to provide information about the (delivery) address, contact information, and a description of the missing bag (colour, brand, hard/soft-case, etc). I got an electronic copy of this report that was sent to my email.

Having a PIR is important.

What is most important from the PIR is its number which acts as a reference for the case (As it is very likely you are not going to stay and wait at the airport to wait for your luggage to be found and delivered?). In my case this number was also useful when I submitted my clothing purchase claim to Air France.

5. Be patient

While Delta delivered my luggage really quickly, in about three hours since I landed at DCA, I got my luggage from Air France the morning two days after arriving in New York. Though, this was understandable given that my Delta flight was a domestic flight while my Air France flight was an intercontinental one from Europe; so it had to clear some checks (Customs) first too (The luggage officer at JFK explained this to me).

So it is important to be patient, haha. Even the form that I got from Air France mentioned that calling them would not make them able to provide any further information, haha. Basically, the information provided online was the most up-to-date one for the case.

Heck even Air France sent me this sms before I deplaned from the flight 😛 . Super up-to-date!!

6. (VERY important) Double, or even triple, check your information

Yep, a “profile” was created for my case which I could access online. This profile was created by the lost and found officer based on my filled PIR. And here, it is VERY important to double check the information put there!!

I avoided a disaster by spotting that my delivery address in New York was incorrect where one digit was missing from the number in the address! Thankfully I spotted this before delivery so I could fix it in time, because I don’t even want to imagine what would have happened had I not spotted it or been too late to realize!! 😱

No idea where my luggage would have ended up had I not spotted the mistake.

7. This is optional, but it might not be a bad idea to “trust” the system

The hotels staffs I talked to (As I asked them to retrieve my luggage for me) and also my cab driver from JFK to Manhattan (Well, he asked how I was so I naturally told him this drama, lol 😆 ) told me that this was not an uncommon incident. Even the hotels staffs told me they had often had to deal with similar requests from other guests, haha.

And so it might not be a bad idea to “trust” the system (Btw, this is not in contradiction with my point #6 above). As I mentioned in the Part I post of the trip, it was mentioned that my luggage would be delivered at any time before 3:45 AM, lol 😆 . I mean, obviously I wasn’t feeling like staying up all night waiting for my luggage. And so I decided to waive my signature requirement and asked them to deliver it to my hotel’s front desk, whom I of course informed about. The next morning, I asked the front desk and they informed me that indeed they had retrieved my luggage, safe and sound 😀 .

I asked them to leave my luggage at the hotel’s front desk.

***

So yeah, that is what I learned from these experiences 🙂 . I hope this post will be a good reminder for my future trips; and hopefully is useful for you too 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Walaupun dua insiden kehilangan bagasi yang aku alami di Perjalanan Besar Tiga Nolku baru-baru ini jelas nggak “mengenakkan”, di sisi lain aku jadi mendapatkan pengalaman yang berharga juga loh darinya. Btw berikut ini posting-posting utama dari cerita perjalanan musim panasku kemarin yang seru tersebut:
1. Introduction
2. Part I: The Flights Drama
3. Part II: Premium Economy to New York
4. Part III: New York
5. Part IV: The 2018 US Open
6. Part V: New York Attractions
7. Part VI: Washington D.C.
8. Part VII: The National Mall
9. Part VIII: The Museums in D.C.
10. Part IX: Back to Europe

Anyway, di posting ini aku ingin menuliskan pengalaman-pengalaman itu agar aku sendiri tidak lupa, karena aku rasa ini bakal berguna banget untuk perjalanan-perjalanan mendatangku nanti. Sekaligus mungkin juga berguna untuk pembaca kan ya 😛 . Nah, mari langsung kita mulai saja…

1. Jangan memasukkan barang-barang super penting di dalam bagasi

Pepatah lama “mencegah lebih baik daripada mengobati” itu benar adanya. Aturan tangan kananku sih: Aku harus bisa survive tanpa barang-barang di dalam bagasiku. Dan pemaknaan kata “survive” di sini lumayan ketat ya; maksudnya walaupun tidak memiliki baju bersih untuk keesokan hari itu jelas tidak nyaman, tapi kemungkinan besar aku masih bisa membeli baju di tempat tujuanku kan.

Beberapa toiletries dari Delta yang kudapatkan karena bagasiku hilang.

2. Pertimbangkan juga asuransi perjalanan

Aku beruntung Air France dan Delta adalah maskapai yang oke punya (Pengeluaranku untuk membeli pakaian baru di New York aku klaimkan ke Air France, yang mana mereka ganti dengan sigap tanpa dipermasalahkan sama sekali); tapi untuk berjaga-jaga mungkin tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan membeli asuransi perjalanan. Ada kan produk yang meng-cover insiden semacam ini. *Eh, aku bukan sales asuransi ya*

Aku shopping di New York, yang bayar Air France  😛 .

3. Kalem

Seperti di situasi apa pun, penting untuk tetap kalem ketika kita mendapatkan situasi “zonk” ini. Insiden semacam ini bukanlah sesuatu yang jarang terjadi sehingga kebanyakan maskapai biasanya memiliki konter kehilangan bagasi di area kedatangan. Pergilah ke sana dan utarakan situasi ini ke petugas, lagi, dengan tenang tanpa perlu marah-marah.

4. Jangan lupa Property Irregularity Report (PIR)

Di kedua pengalamanku ini, di konter kehilangan bagasi aku diminta untuk mengisi formulir yang disebut Property Irregularity Report (PIR). Di formulir ini aku dimintai informasi mengenai alamat (pengiriman), informasi kontak, dan deskripsi bagasi yang hilang (warna, merk, casing keras/lunak, dsb). Aku kemudian mendapatkan kopi elektroniknya yang dikirimkan ke emailku.

Memiliki PIR itu penting sekali.

Yang paling penting dari PIR ini adalah nomornya yang berguna sebagai referensi kasus (Kan kemungkinannya kecil banget ya kita mau tinggal dan menunggu di bandara sampai bagasinya ditemukan dan diantarkan?). Dalam case-ku, nomor ini juga berguna sekali ketika aku memasukkan klaim pengeluaran pakaian ke Air France.

5. Sabar

Jika Delta mengantarkan bagasiku dengan sangat amat cepat, sekitar tiga jam saja semenjak aku mendarat di Bandara DCA, aku baru mendapatkan bagasiku dari Air France di pagi hari dua hari setelah aku tiba di New York. Ini masuk akal sih karena penerbangan Delta-ku ini kan penerbangan domestik sementara penerbangan Air France-ku adalah penerbangan antar benua dari Eropa; sehingga bagasinya harus melewati beberapa pemeriksaan (bea cukai) dulu kan (Petugas di Bandara JFK juga menjelaskan ini kepadaku).

Jadi penting sekali untuk sabar, haha. Bahkan di formulir yang kudapatkan dari Air France, disebutkan bahwa jika aku menelepon pun mereka tidak bisa memberikan informasi lebih jauh lagi, haha. Pada dasarnya, informasi yang dapat diakses melalui internet adalah informasi paling up-to-date dari case kita.

Bahkan Air France sudah mengirimiku sms ini sebelum aku turun dari pesawat! Up-to-date banget kan!!

6. (Penting BANGET) Cek informasimu dengan TELITI

Yep, sebuah “profil” dibuat untuk case-ku yang bisa aku akses melalui internet. Profil ini dibuatkan oleh petugas kehilangan bagasinya berdasarkan informasi yang aku isi di PIR. Dan di sini, penting SEKALI untuk mengecek informasi yang dimasukkan kesana!!

Aku berhasil mencegah terjadinya suatu musibah dengan menemukan satu kesalahan dari alamat pengirimanku di New York. Alamat yang dimasukkan petugasnya salah dong dimana satu digit “hilang” dari nomor di alamatnya! Beruntung banget aku cermat dan menemukan kesalahan ini sebelum pengiriman dilakukan sehingga aku bisa membenarkannya terlebih dulu. Ih, ogah banget deh membayangkan apa yang bakalan terjadi andaikata kesalahan ini tidak aku temukan tepat waktu!! 😱

Wedew, nggak tahu ya bakal kemana bagasiku andaikata aku tidak menemukan kesalahan alamatnya.

7. Ini pilihan sih, tapi mungkin bukan ide yang buruk untuk “mempercayai” sistemnya

Staf-staf hotel-hotelku yang aku beri tahu akan situasi ini (Karena aku meminta mereka untuk menerima bagasinya untukku) dan juga sopir taksiku dari JFK ke Manhattan (Habisnya mas sopirnya bertanya apa kabar sih jadilah aku curcol akan drama ini, huahaha 😆 ) berkata bahwa kejadian semacam ini bukanlah kejadian yang langka. Bahkan staf hotelnya bilang bahwa mereka sering mendapatkan permintaan yang serupa dari tamu-tamu lain, haha.

Aku jadi terpikir mungkin bukan ide yang buruk juga untuk “mempercayai” sistemnya (Btw, ini tidak bertentangan dengan apa yang kutuliskan di poin #6 di atas yah). Seperti yang aku sebutkan di posting Bagian I dari perjalanan itu, disebutkan bahwa bagasiku akan diantarkan ke hotel sebelum jam 3:45 subuh, lol 😆 . Jelas lah ya aku ogah begadang semalam menunggu bagasinya, apalagi tanpa kepastian jam berapa gitu. Jadilah aku memutuskan untuk menghapuskan keharusan adanya tanda-tanganku dan meminta mereka mengantarkannya ke front desk-nya hotel. Jelas front desk-nya juga aku informasikan akan ini. Keesokan paginya, aku bertanya ke front desk dan mereka bilang mereka sudah menerima bagasiku dengan aman dan selamat 😀 .

Aku meminta mereka untuk mengantarkan bagasiku ke front desk hotel.

***

Yep, ini lah yang aku pelajari dari pengalaman ini 🙂 . Mudah-mudahan posting ini menjadi pengingat untuk perjalanan-perjalanan mendatangku; dan mudah-mudahan juga berguna untuk kalian 🙂 .

18 Comments Add yours

  1. kutubuku says:

    Aku selalu punya travel insurance yang premium Zi, untung masalah2 kaya gini, juga kalau kita beli baju dan perlengkapan di tujuan, juga dicover sama travel insurancenya. Untung “baru” ngalamin sekali aja luggage telat, pas sampai Surabaya. Ya untungnya si dirumah sendiri, jadi ga terlalu parah. Dianterin sama SQ sorenya sama uang kompensasi, sama dapet kompensasi juga dari insurance sendiri.

    Kmaren pulkam pas kita balik ke Copenhagen, SUB-SIN pswtnya telat banget, jadi kita harus lari2 waktu di Changi untuk naik SIN-CPH. Udah kuatir ini kitanya aja mepet gini, biasanya bagasinya ga keangkut (kaya dulu yang di Surabaya itu juga asal mulanya karena delay jadi ga keangkut), eh ternyata pas nungguin di CPH keluar juga! Ternyata sempet buat petugas bagasinya untuk mindah ke flight ke CPH, padahal udah skeptis banget (karena banyak yang telat juga, dan banyak yang ke Narita dan Helsinki, yang ke CPH cm kita berdua).

    Emang ya, diapa2in travel insurance itu udah perlu, kesadaran pribadi

    1. zilko says:

      Iya, travel insurance itu memang berguna banget! At least bikin perasaan jadi lebih tenang ya!

      Itu transit di SIN-nya jatuhnya berapa lama jadinya setelah kena delay? Oke juga ya. Yang Air France kemarin ini memang bagasinya ketinggalan karena penerbangan Amsterdam-Parisku delay parah banget. Akunya lari-lari pindah terminal dan keburu ngejar penerbangannya, bagasiku yang engga, haha.

      1. kutubuku says:

        1 jam dari waktu landing sampe ke departing lagi, jadi total bersih buat lari2 paling sekitar 40 menit. Mana landing di terminal 3 paling ujung dan pesawat berikutnya di terminal 2 di ujung yang lain. Capek deh

        1. zilko says:

          Oooo, oke juga ya waktunya mepet segitu masih terkejar bagasinya! Mana lokasi pesawatnya dari ujung ke ujung kan! 😀

          1. kutubuku says:

            Iya, kita aja udah ngos2an nyampe gatenya, makanya aku udah pasrah ini bagasi ga bakal muncul, eh ternyata muncul

  2. fahrizinfa says:

    Tips nya bermanfaat banget untuk berjaga-jaga semisalnya nanti mau traveling 😀 barang-barang tertentu memang sebaiknya engga di letakan di koper utama ya jaga2 kalau hal yang engga diinginkan seperti koper hilang terjadi..

    1. zilko says:

      Sipp! 😀 Iya, barang-barang yang utama banget jangan dimasukin ke koper dah 😀 .

  3. nyonyasepatu says:

    emang travel insurance itu perlu banget ya, walau pas mau beli rasanya gimana gitu haha

    1. zilko says:

      Perlu banget Non! Iya, pas beli rasanya gimana gitu harus bayar preminya, hahaha 😀 .

    2. kutubuku says:

      Aku langganan soalnya non, bayarnya per tahun, kaya asuransi lainnya, jadi ngga “kerasa”. Lagian klo berdua dalam satu atap/alamat jadi ke cover dua2nya pake satu harga, jadi ga terlalu parah lah. Sempet juga si Richard pas di Surabaya tahun kmaren diare parah sampe masuk IGD juga untungnya punya asuransi

      1. nyonyasepatu says:

        AKu taon lalu pake juga Ev, kebetulan harganya gak terlalu mahal tapi ternyata taon lalu gak banyak traveling karena banyak yang cancel. Jadi sayang huhu. Yang kali ini aku beli per trip lagi deh, karena yang biasa aku pake harganya naik taon ini. Emang sih beruntung banget kalau ada apa2 pake asuransi ya. Apalagi yang lengkap sampe semua2nya dicover.

  4. adhyasahib says:

    moral of the story dari cerita diatas untuk saya pribadi adalah sebaiknya kalo naik pesawat harus nyari connecting flight dgn durasi waktu yg lebih lama” (supaya pas pesawat delay dari tempat pertama masih bisa terkejar pesawat berikutnya), tapi ya misal gak ada delay bosen nunggunya juga ya kalo transitnya lama gitu, serba salah😁

    1. zilko says:

      Bener banget, terutama kalau kita bawa bagasi! Hahaha, mendingan nunggu lama gitu kan ya daripada ketinggalan penerbangan lanjutan 😛 . Toh umumnya bandara-bandara zaman now kan menyediakan free wifi, jadi aman lah bisa internetan sambil menunggu 😛 .

  5. pinkuonna says:

    Sama kayak Adhya, buat aku pribadi moral of the storynya adalah kalau pakai connecting flight, cari yang durasinya lama..apalagi aku orangnya panikan. Gak kebayang kalau tiba tiba ada masalah, pasti aku jadi panik dan nangis bombay 😭😭😭

    1. zilko says:

      Iya, setidaknya pun dengan waktu koneksi lama gitu hati jadi tenang di sepanjang perjalanan ya 😀 .

  6. niee says:

    Aku gak kebayang deh klo kehilangan bagasi gini. Emang seh pasti bisa dibeli barangnya, tapi kalau sendirian masih ok lah. Lah klo bertiga gimana? Pengeluarannya makin besar pasti. Jadi emang penting ya asuransi itu. Kemaren pas ke aussie aku pake asuransi. Takut jauh banget soalnya. hahahaha

    1. zilko says:

      Iya Niee pengeluaran jadi besar, tapi at least kitanya masih bisa survive kan 😀 . Kalau myang di bagasinya itu obat-obatan penting misalnya, kan jadi berabe, hahaha 😛 . Tapi iya, paling aman memang kalau ada asuransi perjalanan 😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s