#2181 – The Big Three Oh Trip (Part III: New York)


Posts in the Big Three Oh Trip series:
1. Introduction
2. Part I: The Flights Drama
3. Part II: Premium Economy to New York
4. Part III: New York
5. Part IV: The 2018 US Open
6. Part V: New York Attractions
7. Part VI: Washington D.C.
8. Part VII: The National Mall
9. Part VIII: The Museums in D.C.
10. Part IX: Back to Europe

As I mentioned in the Introduction post, one thing about New York that stood out was how “vibrant” the city was in terms of the people. I mean, there were people everywhere, at pretty much every time, and they were all moving with a fast pace. I know this could be overwhelming, but I loved being overwhelmed this way! Lol 😆 . And, if there was one place which could “symbolize” this side of New York, in my opinion it had to be Times Square! Lol 😆 . This was why despite obviously having been to Times Square in my previous trip to New York, I decided to come back; though also because back then I did not take a selfie, lol 😆 .

I got a selfie at Times Square this time around.

Though, too bad that the famous red stairs were closed during my visit.

New York was obviously a big city, and my favorite mode of transportation to get from one point to another in the other side of the city was the subway with its comprehensive network. Having said that, I also tried to optimize my schedule by grouping together attractions closeby to each other, so that I could walk from one to the other. I also really enjoyed walking around in New York. I found the buildings beautiful (and cool), and also the people “vibe” I mentioned above. It was just one of a kind feeling to be a part of the “New York crowd” on those streets, haha 😛 . At one point I even walked from the northern point of Central Park all the way to my hotel in Midtown East! Lol 😆 .

The street of New York

Though, of course this was okay to do only when the weather allowed. As referred to in many movies or tv-shows, the summer time in New York could be … really uncomfortable with all the humidity! I mean, at one point, here was the weather:

The weather in New York

Yep, it was cloudy YET the real feel temperature was 40°C 😵. Though, to be honest the cloud helped. Just a few hours before I took this screenshot, there was almost no cloud and the heat was just unbearable! At the time, I happened to be in the southern side of Central Park. I was only able to last for less than 15 minutes before I decided it was too much that I needed some shelter, lol 😆 .

I took this selfie in Central Park before I gave up the heat, lol 😆

But, thankfully New York was not in Europe, though, where most buildings there had air-conditioners, lol 😆 . So I could take shelters at some cafes or stores in Fifth Avenue, lol 😆 . Those cafes and stores, or just some open for public buildings actually, were basically oases under the scorching sun. Though in my case, I actually only saw the sun on my first day in New York because after that, it got really cloudy which, on the other hand, made taking good pictures more challenging as well, lol.

Anyway speaking of stores in Fifth Avenue, I actually did some shopping there! Actually I did not plan to shop on this trip, but I tried to make the most out of my missing luggage situation (read Part I). I would be able to claim my expenses on necessities, and this included clothing, to Air France because of the luggage situation. Shopping in New York and eventually I wouldn’t really pay for it, so why not? Lol 😆 .

I went shopping in Fifth Avenue

I also mentioned that I spent my 30th birthday in New York. Though, to be honest I did not really do anything special about it 😆 . Well, except that I went to the One World Observatory (in Part V) on my birthday but this was more because of scheduling convenience rather than a birthday occasion. Oh, but only one thing, though. I would like to continue my personal tradition of having a noodle dish on my birthday, lol 😆 . And so I had a beef pad thai for lunch. While it was good, for whatever reason it didn’t feel like “noodle enough” to me (mainly because the shape of the noodle did not look, thus feel, “noodle enough”, lol 😆 ). And so for dinner, I went to a fast food Chinese food restaurant and had a pan-fried noodle dish, haha 😆 .

My birthday noodle dish

Speaking of food, what I liked about New York was that you could find food from pretty much everywhere in the world (Though here I don’t say anything about the “easiness” to get one particular type of food. For example, it was super easy to find an Italian place pretty much anywhere; but much trickier to find, for instance, an Indonesian place 😀 ). Aside from those two noodle dishes, I had steak, chicken katsu, pasta, pork ramen, burger, pizza, etc there, lol 😆 . But the flipside of this is that … well, I am unable to tell what a “real” New Yorker food is…



Posting-posting dalam seri Perjalanan Besar Tiga Nol:
1. Introduction
2. Part I: The Flights Drama
3. Part II: Premium Economy to New York
4. Part III: New York
5. Part IV: The 2018 US Open
6. Part V: New York Attractions
7. Part VI: Washington D.C.
8. Part VII: The National Mall
9. Part VIII: The Museums in D.C.
10. Part IX: Back to Europe

Seperti yang kusebutkan di posting Pendahuluan, satu hal akan New York yang menonjol sekali adalah bagaimana “hidup” kotanya dalam hal orang-orangnya. Maksudku, kotanya ramai sekali dengan banyak orang dimana-mana, di setiap waktu, dan semuanya bergerak dengan kecepatan tinggi! Memang sih ini bisa terasa overwhelming, tapi aku malah menikmati perasaan overwhelmed seperti ini loh! Haha 😆 . Dan jika diharuskan menyebutkan satu tempat saja yang cocok untuk dijadikan simbol sisi ini dari New York, bagiku tempat ini adalah Times Square! Inilah mengapa walaupun sudah pernah ke Times Square di perjalananku yang lalu ke New York, aku memutuskan untuk kembali lagi; selain juga karena dulu aku belum sempat selfie di sana sih, huahaha 😆 .

Akhirnya selfie juga di Times Square kali ini

Walaupun, agak disayangkan sih tangga merahnya yang terkenal itu sedang ditutup ketika aku di sana.

New York adalah kota yang besar, dan mode transportasi favoritku untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang jauh di kotanya adalah subway yang jaringannya lumayan komprehensif. Walaupun begitu, aku juga berusaha mengoptimalkan jadwalku dengan menggabungkan tempat-tempat yang lokasinya berdekatan, sehingga aku bisa berjalan dari satu tempat ke yang lainnya. Aku suka sekali berjalan-kaki di New York. Bagiku, gedung-gedungnya nampak indah (dan keren), dan juga “aura” keramaian yang kusebutkan di atas amat asyik. Rasanya unik dan seru banget menjadi bagian dari “keramaian New York” di jalan-jalanannya! Di satu waktu bahkan aku berjalan-kaki dari ujung utara Central Park ke hotelku di area Midtown East loh! Haha 😆 .

Jalanan New York

Walaupun begitu, berjalan-kaki tentu enaknya dilakukan ketika cuacanya juga mendukung. Seperti yang banyak yang disinggung di film-film atau acara-acara tv, musim panas di New York itu … bisa menjadi sangat tidak nyaman karena cuacanya yang amat lembab! Maksudku, di satu waktu kemarin cuacanya kayak gini dong:

Cuaca di New York

Yep, walaupun sedang berawan, TETAPI real feel suhu udaranya adalah 40°C 😵. Eh, tapi ini awannya juga sudah membantu loh. Beberapa jam sebelum screenshot di atas aku ambil, langitnya cerah tanpa awan sehingga akibatnya panasnya sungguh tak tertahankan! Waktu itu, kebetulan aku sedang berada di bagian selatan Central Park. Aku hanya sanggup berada di sana selama kurang dari 15 menit saja sebelum akhirnya menyerah dan mencari perlindungan tempat yang teduh dan adem, haha 😆 .

Untungnya aku sempat mengambil selfie ini dulu di Central Park sebelum akhirnya menyerah, huahaha 😆 .

Tetapi, untungnya New York tidak berlokasi di benua Eropa sehingga kebanyakan gedungnya dilengkapi dengan AC gitu deh, haha 😆 . Jadilah aku memutuskan untuk mencari perlindungan di dalam kafe-kafe atau toko-toko di Fifth Avenue. Kafe-kafe dan toko-toko itu, atau pokoknya gedung-gedung yang dibuka untuk umum, benar-benar terasa seperti oasis di bawah teriknya sinar matahari New York. Walaupun di perjalananku ini, aku hanya melihat matahari di hari pertamaku saja sih karena setelahnya cuacanya selalu mendung yang, di sisi lain, malah membuat foto-foto jadi agak susah.

Anyway ngomongin pertokoan di Fifth Avenue, aku sempat shopping sedikit juga loh di sana! Sebenarnya aku tidak ada rencana untuk shopping sih di perjalanan ini, tapi aku memutuskan untuk berusaha mengambil sisi positif dari situasi bagasiku yang hilang (baca Bagian I). Jadi ceritanya aku akan bisa mengklaim pengeluaran untuk barang-barang penting, termasuk pakaian, ke Air France karena drama bagasi itu. Nah, shopping di New York yang mana pengeluarannya dibayarin, ya hayuk aja lah ya? Huahaha 😆 .

Aku shopping deh di Fifth Avenue

Juga aku sebutkan bahwa ulang tahun ke-30ku aku habiskan di New York. Sejujurnya, sebenarnya aku tidak merayakannya gimana-gimana juga sih. Eh, kecuali di hari ulang-tahunku itu aku pergi ke One World Observatory (ceritanya di Bagian V) tetapi ini lebih dikarenakan jadwalnya yang kebetulan pas aja sih, bukan khusus karena ulang-tahunku. Eh kecuali satu hal ding, dimana aku tetap ingin menjalankan tradisiku untuk makan mie di hari ulang-tahunku, hahaha 😆 . Dan jadilah aku memesan pad thai sapi untuk makan siang. Pad-thainya sebenarnya enak-enak aja, tetapi entah mengapa aku merasa seperti tidak makan “mie” gitu (terutama karena bentuk mie-nya yang nggak kayak mie, haha 😆 ). Jadilah untuk makan malam, aku pergi ke sebuah rumah makan fast food Chinese Food dan memesan ifumie (eh, apa tamie ya? 😛 ).

Mie karena ulang-tahunku.

Ngomongin makanan, yang aku suka dari New York adalah kita bisa menemukan segala makanan dari seluruh penjuru dunia (Eh, dengan ini aku tidak berkata tentang “kemudahan” dalam menemukan satu jenis makanannya ya. Misalnya saja, gampang banget untuk menemukan restoran Italia dimana-mana di New York; tapi jauh lebih susah untuk menemukan, misalnya, rumah makan Indonesia di sana, hahaha 😀 ). Di samping dua menu mie itu, aku juga sempat membeli steak, chicken katsu, pasta, mie ramen, burger, pizza, dll 😆 . Tapi sisi lain dari ini adalah … hmm, aku tidak bisa nih untuk diminta menyebutkan makanan khasnya New York itu apa…



32 Comments Add yours

  1. yance says:

    envy bangettt ke New York….ramee banget yaaa Times Square nya itu…lucu juga ultah makannya ifumie ko.

    1. zilko says:

      Iya! Rame banget padahal kemarin itu sebenarnya lagi gerimis cuacanya, hahaha 😛 . Tapi New York dimana-mananya juga rame terus sih 😀 .

      Huahaha, iyaa, soalnya kemarin nemunya mie ya si ifumie itu sih. Dapat pad thai tapi mie-nya bentuknya gak kayak mie gitu jadi kurang “mantap” (tapi rasanya enak-enak aja sih sebenarnya 😛 ).

  2. alrisblog says:

    Hitung hitung perjalanan sebagai hadiah ultah diri sendiri ya, Zilko. Selamat ulang tahun.

    Suhu ditempat saya sekarang sampai 36 derajat celcius. Panas lumayan puuoolll…

    1. zilko says:

      Iya! Memang justifikasi perjalanan ini ya hadiah ulang tahun itu, hehehe. Trims!! 🙂

      Ahhhh, kebayang deh panasnya di sana!!

  3. fahrizinfa says:

    kalau travelling memang lebih enak kalau jalan kaki yaa, jadi lebih terasa feel kota dan penduduk asli disana 😀

    1. zilko says:

      Hahaha, jalan kaki enak kalau memang tempat tujuannya juga mendukung sih 😛 . Tapi iyaa, kalau mendukung, jalan kaki memang seru banget!

  4. Christa says:

    Makan Bagel gak Ko? Kayaknya kalo Bagel tuh berasa makanan NY banget gitu. Tapi ngga tau bener apa ngga, perasaan aku aja kali 😂

    1. zilko says:

      Ah, iya ya kemarin ini malah nggak kepikiran buat makan bagel. Padahal cocok ya buat brunch gitu 😀 . Tapi pernah sih di perjalananku ke NY yang dulu Chris, hahaha. Dan memang cocok banget buat brunch. Berasa “New York banget” gitu deh kayak di TV-TV, hahahaha 😛 .

  5. pinkuonna says:

    Baca bagian ini “Jadilah aku memutuskan untuk mencari perlindungan di dalam kafe-kafe atau toko-toko di Fifth Avenue” kok aku juga jadi ngebayangin suatu hari aku bisa ngopi ngopi cantik di Fifth Avenue deh ☺☺☺

    1. zilko says:

      Hahaha, amiin, asyik banget itu 😀 .

  6. niee says:

    Kota gede tapi bekas jajahan gitu emang gak ada makanan khas kali yak. Adapaun palingan makanan khas negara lain yang diberikan sedikit modifikasi. Ah, baca ceritanya aja udah berasa aura menyenangkannya NY!

    1. zilko says:

      Huahaha kalau menurutku memang juga karena kotanya dari awal merupakan tempat bertemunya orang-orang dari negara-negara dan kebiasaan makan yang berbeda-beda, jadilah “campur-campur” banget rasanya 😛 . NY memang seru banget Niee! 😀

  7. inlycampbell says:

    Salah satu bucketlist aku tuh, New Year Eve di Times Square.. Mudah2an suatu saat yaa.. Happy belated belated birthday yah, Ko.. 🙂

    1. zilko says:

      Ah iya aku juga belum pernah New Year’s Eve-an di Times Square, soalnya pasti seru yaa! Thanks!! 😀

      1. inlycampbell says:

        Iyaa, suka banget kalau lihat di tv tv gitu, walopun pasti tuh nongkrong disananya sudah seharian buat dapat posisi yang ok..

        1. zilko says:

          Huahaha, susah kayaknya mau nongkrong di Times Square. Bakal disuruh bergerak mulu kayaknya saking ramainya 😀

          1. inlycampbell says:

            Hahaha.. Benaran deh penasaran aku nya.. finger cross, one day, i will be there on NYE..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s