#2171 – Back in Europe!

ENGLISH

Yesterday afternoon, my KLM flight KL1234 landed at Schiphol Airport, marking the end of my amazing Big Three Oh Trip this year to New York and Washington, DC. The trip was, undoubtedly, really fun, especially that finally I got to visit the US Open, my third grandslam tournament. This means I am not three quarters of the way to complete my “career grandslam” (having visited all four grandslam tournaments in the world, haha 😛 ).

I visited my third unique grandslam tournament in 2018, the US Open.

But if I have to name one thing which stood the most in this trip, it was definitely the “drama”. I feel like this was definitely one of the (if not the) most dramatic trips I have ever taken. First of all, it is likely that you have heard/read of what happened at the US Open final. Yep, I was there … to witness the sequence of events unravelling in front of my eyes. And second of all, my checked-in luggage managed to get lost … TWICE (yep, not once, but twice! And prior to this trip, I had been really lucky to never experience once in my life! So what were the odds?). I will obviously get to these stories a little bit later. But anyways, this trip is definitely one I will not likely to forget, haha.

Anyway but other than that, New York was as amazing as I remembered it from two and a half years ago and Washington, D.C., while not as “overwhelmingly lively” as New York, had its own charm as well. Yep, in short, other than the dramas, this was a great trip!! Though, the weather was … not the best in both cities, haha 😆 . First of all, it was really humid, so it felt really hot (as in I kept sweating everytime I was outside) even when it was cloudy.

The NY weather, 40°C real feel at one point, and it was going to rain soon.

You know I “complained” about this year’s uncharacteristically hot Summer in Europe, clearly indicating that I am not a big fan (pun intended 😛 ) of hot weather. Though, this experience now makes me understand the occassional reference to New York’s hot summer in those movies/tv series 😛 . Having said that, at least in the weather department I still can say that I was really lucky as Hurricane Florence made a late change of course that was to get a little bit further away from where I was. Yeah, it could definitely have been worse. So perhaps actually I need to be grateful.

Anyway obviously I have not yet had the time to start writing about this amazing trip. I will get into the trip’s story a little bit later, though; so please bear with me 😛 . And also because right now, obviously I am still jetlagged thanks to the six hours timezone difference between the Netherlands and the East Coast 😛 . I hope my recovery from this jetlag won’t take too long this time around.

This is all I have for now. See you soon! 🙂

I turned … 30 in New York this year.

BAHASA INDONESIA

Kemarin siang, penerbangan KLM KL1234 mendarat di Bandara Schiphol, yang menandai akhir dari Perjalanan besar Tiga Nol-ku tahun ini ke New York dan Washington, DC. Perjalanannya, jelas banget, seruuu, apalagi aku juga berkesempatan menonton US Open kan, turnamen grandslam ketigaku. Ini berarti aku sudah tiga perempat jalan nih dalam upaya melengkapi prestasi “career grandslam” (telah mengunjungi kesemua empat turnamen grandslam di dunia, haha 😛 ).

Aku mengunjungi turnamen grandslam ketigaku, US Open, tahun ini.

Tapi kalau aku diminta untuk menyebutkan satu hal yang menonjol dari perjalanan ini, dengan mudah akan aku bilang “drama”-nya. Aku merasa perjalanan ini adalah salah satu perjalanan yang (kalau bukan yang) paling dramatis dari semua perjalanan yang pernah kujalani. Pertama-tama, kemungkinan besar kalian sudah tahu lah ya apa yang terjadi di finalnya US Open. Iya, aku berada di sana … dan menyaksikan rangkaian peristiwanya terjadi di depan mataku sendiri. Dan yang kedua, bisa-bisanya dong bagasiku hilang … DUA KALI (iya, bukan sekali aja, tapi dua kali! Padahal seumur hidup sebelum perjalanan ini aku (beruntung) tidak pernah mengalami kejadian ini. Ini gimana cerita peluangnya? Haha). Jelas cerita-cerita ini akan kutulis lebih mendalam lagi nanti. Tapi untuk saat ini, rasanya tidak mengherankan kalau kubilang sepertinya perjalanan ini aku selalu teringat bagiku, haha.

Anyway  tapi selain itu semua sih, New York keren dan asyik banget, sebagaimana yang kuingat darinya dua setengah tahun yang lalu dan Washington, D.C., walaupun tidak “sehidup rame banget” kayak New York, memiliki pesonanya sendiri. Jadi ya, secara singkatnya, selain bagian dramanya, perjalanan ini adalah perjalanan yang super seru!! Walau, cuacanya … lagi nggak oke di kedua kota ini, haha 😆 . Pertama-tama, udara di sana lembab banget, jadi ya rasanya selalu panas gitu (maksudnya aku selalu berkeringat ketika berada di luar ruangan) bahkan ketika cuacanya sedang mendung.

Cuaca di NY, real feel 40°C, dan nggak lama setelahnya akan hujan pula.

Ya tahu kan aku “komplain” akan cuaca yang panasnya sama sekali nggak biasa di Eropa tahun ini, yang mana menunjukkan aku anaknya memang nggak suka panas 😛 . Walaupun dengan pengalaman ini kini aku jadi bisa memahami referensi akan musim panas di New York yang panas banget di film-film/acara TV itu deh 😛 . Eh tapi walaupun begitu, di sisi cuaca sebenarnya masih bisa dibilang aku beruntung sekali lho karena Hurricane Florence tiba-tiba berbelok menjauhi area dimana aku berada. Iya, sebenarnya cuacanya bisa jadi lebih parah lagi deh. Jadi sepertinya justru sebaiknya aku bersyukur!

Anyway jelas saat ini aku masih belum berkesempatan untuk mulai menulis cerita perjalanan seru ini. Ini akan segera aku mulai kok; jadi tolong sabar ya 😛 . Dan juga karena sekarang aku masih jetlag nih akibat perbedaan waktu enam jam antara Belanda dan East Coast-nya Amerika 😛 . Mudah-mudahan aku cepat pulih dari jetlag kali ini.

Segini dulu ya untuk saat ini 🙂 .

Ulang-tahun ke-… 30-ku aku habiskan di New York.

 

Advertisements

17 Comments Add yours

  1. fiberti says:

    Ikut prihatin semoga dpt ganti yg lebih baik ya. Seru nonton Grandslam. Drama Serena Osaka bukan?

    1. zilko says:

      Iya drama yang itu 😀

      1. fiberti says:

        Jadi penasaran..lihat langsung kan. Itu jadi yg salah wasitnya atau mbakyu Serena-nya.

        1. zilko says:

          Huahaha, kayaknya sih aku nggak akan membahas benar/salahnya deh. Terlalu kontroversial dan masalahnya lebih kompleks daripada sekedar pertandingannya aja. Takutnya nanti posting-nya malah jadi ngalor-ngidul 😛 .

  2. cerita4musim says:

    Semoga ga kelamaan jetlaggednya ya, dipikir2 US ( at least NY & DC ) tuh deket sama kita ya tapi kl urusan jetlagged bisa parah bgt

    1. zilko says:

      Hahaha, iyaa. Aku pikir mungkin faktor geografis ya, kalau dibandingin dengan Indo kan sama tuh perbedaan waktunya (kalau winter time time sih), jadi jetlag-nya juga kurleb sama keparahannya. Padahal kalau ke Indo lebih jauh! Hahaha.

  3. Arman says:

    wah udah balik ya..
    iya kalo summer ke east coast panasnya ajubile… karena lembab banget…

    1. zilko says:

      Iya, lembabnya itu gila banget dah! Biarpun mendung, tetep juga keringetan! Hahaha 😆

  4. dani says:

    Gue bisa ngebayangin panasnya gimana tuh Ko. Penasaran sama cerita kehilangan bagasinya bisa sampe dua kali. Huehehe..

    1. zilko says:

      Iya, panas banget dah! Nggak ngapa-ngapain aja keringatan! Hahaha 😆 . Iyaa, ini sedang dipersiapkan posting-nya 😀 .

  5. niee says:

    iya neh. penasaran kenapa bisa ilang bagasinya. walaupun balik lagi ya. hahahaha

    1. zilko says:

      Hahaha, alasan operasional Niee penyebabnya 😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s