working life, Zilko's Life

#2169 – Rambutan and Macaroon

ENGLISH

Buffet lunch is provided by my office for all employees (and visitors). While the lunch is not free per se, it is heavily subsidized where a small sum is subtracted from our monthly salary for it. I don’t think it is appropriate to disclose the number here, but let’s just say the daily number is so low that it is even much cheaper than a portion of french fries on the street of Amsterdam, haha. And the canteen provides wide variety of food: salad, main courses, sandwiches, soups, side dishes, bread, yoghurt, desserts, drinks (non-alcoholic obviously, lol πŸ˜† ), etc. And each of those also varies day by day! In short, the lunch package is such a great deal!! Haha πŸ˜†

Anyway, one day some time ago, in the fruit section the following was served:

Rambutan!!

Yep people, rambutan!Β  . What was so special about it? Well, let’s just say that some of my colleagues never ever saw rambutan in their life before (I don’t think rambutan grows here) and so they were reluctant to try, haha. But not me, of course πŸ˜› . It was nice as it had been years since the last time I ate rambutan, haha πŸ˜† .

***

Every morning, each canteen publishes the lunch menu for the day (We have several office buildings in Amsterdam and so we also have several canteens πŸ˜€ ). And one day, the canteen of “my building” mentioned that for dessert, they would serve macaroons. I was so happy as I expected these:

Roland Garros Macarons

or these:

Laduree macarons in Paris

or these:

Macarons in Lyon.

that afternoon 🀀. In anticipation for those, me health conscious mind asked me to prepare my “self control” so that I would not take too many! Haha πŸ˜† .

And then lunch time came, and what we got were these:

Macaroons

Look, I knew that for the price we paid for lunch we shouldn’t expect much, but those certainly did not look like macarons at all, haha πŸ˜† . I still took one, though, nonetheless; and it was actually good! But still, it certainly wasn’t a macaron, haha.

Then in the afternoon a colleague of mine shared the following infographic to straigten things up:

Macaroon, Macaron, and Macron. Source: Reddit.

It turned out that my canteen actually provided the right(-ish) thing: the coconut-based macaroOns, not the almond-based macarons! Lol πŸ˜† . So it was actually my own lack of knowledge that led me to the mini disappointment I had that afternoon as I did not come to the canteen with the right expectation πŸ˜† . Well, at least I learned something new that day! Haha πŸ˜› .

p.s: it wasn’t surprising that it was the “easy to make” macaroon that was served that day, instead of the “difficult to make” macaron, lol πŸ˜† .

BAHASA INDONESIA

Makan siang buffet disediakan kantorku untuk semua karyawannya (dan juga tamu). Walaupun makan siang ini nggak gratis, tetapi biayanya disubsidi banyak dimana sebuah besaran yang kecil dipotong dari gaji bersih kami setiap bulan. Blog ini bukan tempatnya lah untuk menyebutkan berapa besarannya, tapi bisa aku bilang besarnya itu kecil banget kok, bahkan per harinya lebih rendah daripada harga seporsi french fries yang dijual di jalanan Amsterdam, haha.Β Pun, kantinnya menyediakan berbagai macam makanan loh setiap harinya: salad, menu utama, sandwich, sup, makanan sampingan, roti-rotian, yoghurt, pencuci-mulut, minuman (non-alkohol pastinya lah ya, haha), dll. Intinya adalah, paket makan siang ini great deal banget lah!! Haha πŸ˜†

Anyway, suatu hari belum lama yang lalu di bagian buah-buahannya, buah berikut ini disajikan:

Rambutan!!

Iya dong, ada rambutan!! . Apa spesialnya memang? Hmm, begini deh, lumayan banyak loh kolegaku yang belum pernah melihat yang namanya rambutan seumur hidup mereka (Kayaknya rambutan kan memang nggak tumbuh di sini ya) dan jadilah juga mereka ogah dan ragu untuk mencobanya, haha. Tapi jelas aku tidak dong ya πŸ˜› . Asyik juga bisa makan rambutan, karena memang sudah bertahun-tahun juga sih semenjak terakhir kali aku makan buah ini, haha πŸ˜† .

***

Setiap pagi, setiap kantin mem-postingΒ menu makan siang yang mereka sajikan hari itu (Kami memiliki beberapa gedung kantor di Amsterdam sehingga kami juga memiliki beberapa kantin πŸ˜€ ). Dan suatu hari, kantin “gedungku” menyebutkan bahwa untuk pencuci-mulut, mereka akan menyediakan macaroons. Ah, jelas aku senang sekali dong ya, dan aku mulai bersiap-siap akan makan ini:

Macarons a la Roland Garros

atau ini:

Macarons-nya Laduree di Paris

atau ini:

Macarons di Lyon.

siang itu 🀀. Dan juga untuk persiapan untuknya, bagian otakku yang sadar kesehatan juga sudah mempersiapkan “kontrol diri” biar aku nggak mengambil kebanyakan! Haha πŸ˜† .

Kemudian waktu makan siang tiba, dan yang kami dapatkan adalah ini:

Macaroons

Hmm, aku tahu sih dengan harga yang kami bayar untuk makan siang, tentu ekspektasi kami juga harus kami kontrol, tapi yang di foto ini kan sama sekali berbeda dari yang namanya macarons kan ya! Haha πŸ˜† . Aku tetap mengambil satu sih; dan rasanya juga enak kok! Tapi ya memang ini bukanlah macaron, haha.

Kemudian di siang harinya, seorang kolegaku membagikan infografik berikut ini:

Macaroon, Macaron, dan Macron. Sumber: Reddit.

Ternyata, kantinku sebenarnya menyajikan pencuci mulut yang (lumayan) benar kok: macaroOnsΒ yang berbasis kelapa, yang mana memang berbeda dariΒ macaronsΒ yang berbasis almond! Hahaha πŸ˜† . Jadi sebenarnya sih ketidak-tahuanku saja yang membawaku pada kekecewaan kecil siang itu karena aku datang ke kantinnya tidak dengan ekspektasi yang tepat, haha πŸ˜† . Yah, setidaknya hari itu aku mendapatkan pengetahuan baru sih! Haha πŸ˜›

p.s: nggak mengherankan juga sih yang disajikan hari itu adalah macaroons yang “easy to make“, bukannya macarons yang “difficult to make“, haha πŸ˜† .

Advertisements

18 thoughts on “#2169 – Rambutan and Macaroon”

  1. Hahaha. Gue pernah lihat juga tuh meme-nya macaron dan Makron. LoL!
    Btw postinganmu ini sama ceritanya Mbak Eva bikin ngiri soal makanan di kantor dah. huhuhu.
    Di sini kan makan siang masih jadi porsi terbesar pengeluaran bulanan. 😦

    1. Hahaha iya. Ini beruntung kantorku nyediain fasilitas lunch yg ok gini. Di kantor2 lain biasanya ada kantin karyawan sih, tapi pilihan menunya kurang oke, hahahaha. Kalau di Belanda lunch mesti makan di luar mah … bisa jebol itu finansialnya, hahaha. Paling jadinya bakal bawa bekal sendiri πŸ˜›.

  2. Waaah so fancy having rambutans for dessert πŸ˜€ A lot of people make the macaroon and macaron mistake – I honestly wouldn’t mine having either of them haha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s