#2157 – A Short Weekend in Basel

ENGLISH

The flights

I took the triangular Amsterdam – Paris-CDG – Basel – Amsterdam routing for this trip. Overall, all three flights went pretty much smoothly, on-time, and pleasantly; as per the standard with Air France and KLM, haha.

An Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXP

Though, originally my Amsterdam – Paris-CDG flight was supposed to be operated by Air France with one of their Airbus A321-200. The Airbus A321s are my favorite in Air France’s intra-European fleet because of the amazing legroom of the two emergency rows! I already booked myself the 10A seat too, my most favorite one, for free thanks to my Platinum status. But then, I learned that a last-minute equipment change took place (this happened even after online check-in was opened) where instead, an Airbus A320-200 was deployed for this route. To be fair, Air France automatically reassigned me to a seat in the emergency rows on this new plane too. But the emergency row seats in their Airbus A320s are not as awesome as in their A321s. So I manually assigned myself another seat which was more to the front of the plane, haha.

Anyway, I was happy that finally I got the chance to enjoy the Air France Lounge at Terminal 2G. As I said last year, which also was my only previous time there, I liked this lounge much better than either two at Terminal 2F.

While not the most comfortable one (it felt really low-cost-ish), the colour of this departure pier of Terminal 2G looked pretty!

Speaking of lounge, I was actually super impressed with the SkyView Lounge at Basel Airport. For once, it was extremely spacious. It even had a mini indoor garden and a lot of natural light! There was also an outdoor smoking area terrace, which also doubled up as a spotting spot as it provided great view of the airport! There were also a lot of seats; and some by the windows were relaxing chairs where you could just lie down and relax. The downside of the lounge, though, was definitely the limited food and drink selection.

The amazing SkyView Lounge at EuroAirport Basel Mulhouse Freiburg

Basel

As I said, this was only my second time in Basel with the first one being about seven years ago. To be honest, Basel did not impress me that much during my first visit. So perhaps this explained why I had not been back there since then (except for the one time in 2012 when I used it for its airport, haha).

Back in Basel seven years later!

And this is why I am really glad I gave Basel another chance. While it felt like the city had not changed that much since my 2011 visit, somehow this time I found it much more beautiful than how I remembered it from seven years ago! Especially the old city part, where modern and old time lived together creating harmonious juxtaposition. And if you looked north along the river, you would see chimneys from the industrial side of the city. Sure it perhaps wasn’t the most standard definition of “beauty” from a city, but somehow I quite liked it! Haha 😛 .

The Tinguely Fountain in Basel

My flight arrived at Saturday evening there so I basically had only like half a day on Sunday to go around the city. And being close to the French border, naturally the French influence was also quite strong in the city where almost everything was closed today. Even, there were almost no people in some parts of the city. I only saw people in the touristic areas in the old town, perhaps mostly tourists like myself, haha.

Pretty Basel. See, no people! 😀

This Summer was a very warm hot Summer in Europe. And this was also indeed the case in Basel this weekend, somehow. And the “heat” there was different from the Netherlands, as in it made me sweat more easily. There was a fan in my hotel room which I turned on for my entire stay. It didn’t solve the dry heat problem, though it helped. But still, I was sweating even when I was doing nothing, haha. This was also the case on Sunday, where at one point I was craving for Starbucks’ cold brew due to the heat! And to make things more challenging, it wasn’t that easy to find a Starbucks! Lol 😆

This Starbucks’ Cold Brew tasted like an oasis

Though, one impression from seven years ago still stayed the same: Basel was expensive. Though, in fairness this was true for all Swiss cities, though, not just Basel, haha 😆 . While, thankfully, I can afford it much more than I was seven years ago, it still is something! Lol .

So yeah, all in all, I enjoyed my quick weekend in Basel this time around!

BAHASA INDONESIA

Penerbangan-penerbangannya

Aku mengambil rute segitiga Amsterdam – Paris-CDG – Basel – Amsterdam kali ini. Secara umum, ketiga penerbangannya berlangsung lancar, tepat waktu, dan nyaman; yah per standarnya Air France dan KLM gitu lah, haha.

Sebuah Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXP

Walaupun begitu, awalnya penerbangan Amsterdam – Paris-CDG seharusnya akan dioperasikan oleh Air France dengan salah satu Airbus A321-200nya. Airbus A321 adalah tipe yang paling aku suka dari armadanya intra-Eropanya Air France; terutama karena legroom yang lega banget di dua baris emergency-nya! Aku juga sudah memilih kursi 10A untuknya, yang merupakan favoritku, dengan tanpa biaya berkat status Platinumku. Tapi kemudian, ternyata ada perubahan operasi pesawat mendadak (perubahan ini terjadi bahkan setelah online check-in dibuka) dimana pesawatnya diganti dengan Airbus A320-200. To be fair, Air France otomatis juga memberiku kursi di barisan emergency di tipe pesawat yang baru ini. Tapi kan kursi emergency di Airbus A320nya nggak semantap yang di Airbus A321-nya. Jadilah kemudian aku memilih kursi lain yang berlokasi lebih di depan pesawat, haha.

Anyway, aku juga senang aku akhirnya bisa menikmati Lounge Air France di Terminal 2G lagi. Seperti yang aku bilang tahun lalu, yang merupakan kunjungan pertama dan satu-satunyaku ke sana, aku jauh lebih suka lounge ini daripada kedua lounge di Terminal 2F.

Walaupun gedungnya bukan lah gedung yang paling nyaman (terasa low-cost banget gitu deh), warna di gerbang keberangkatan Terminal 2G ini keren banget ya!

Ngomongin lounge, aku sangat terkesan dengan Lounge SkyView di Bandara Basel loh. Lounge-nya luas banget. Bahkan sampai ada taman indoor mini-nya di dalam dan banyaknya jendela juga membuat banyaknya cahaya alami yang masuk! Sukaa! Di dalamnya juga terdapat teras untuk area merokok outdoor yang juga sekaligus berfungsi sebagai tempat untuk melihat-lihat pemandangan bandara! Di dalam lounge-nya juga terdapat banyak kursi; ada pula beberapa kursi malas untuk selonjoran di dekat jendelanya dimana pengunjung bisa bersantai dan beristirahat. Kekurangan lounge-nya, tapinya, adalah pilihan makanan dan minumannya yang sangat terbatas.

SkyView Lounge di EuroAirport Basel Mulhouse Freiburg yang keren banget!

Basel

Seperti yang kubilang, ini baru lah kali keduaku pergi ke Basel setelah yang pertama sekitar tujuh tahun yang lalu. Sejujurnya, dulu Basel tidak begitu berkesan untukku. Jadilah mungkin ini lah penyebab mengapa kok lama aku tidak kembali ke sana (kecuali sekali di tahun 2012 sih dimana aku mampir di kotanya untuk menggunakan bandaranya saja, haha).

Kembali di Basel tujuh tahun kemudian!

Dan ini lah mengapa aku merasa senang aku memberikan kesempatan kedua bagi kota ini. Walaupun rasanya kotanya tidak banyak berubah dari tahun 2011, entah mengapa kali ini aku merasa kotanya lebih indah daripada ingatanku akannya tujuh tahun yang lalu! Terutama bagian kota tuanya deh, dimana waktu modern dan lawas hidup berdampingan sehingga menghasilkan jukstaposisi yang harmonis. Dan jika kita melihat ke arah utara sungainya, kita akan mendapati beberapa cerobong asap dari bagian industri dari kota ini. Memang sih mungkin ini bukan lah definisi standar dari “keindahan” suatu kota, tapi kok aku suka ya! Haha 😛 .

Air mancur Tinguely di Basel

Penerbanganku tiba di hari Sabtu malam sehingga aku hanya memiliki waktu setengah harian saja di hari Minggu untuk berkeliling. Dan karena dekat dengan perbatasan Prancis, tidak heran pengaruh Prancis juga kuat di kota ini dimana kebanyakan toko-toko pada tutup. Bahkan kotanya terasa sepi sekali dan tidak ada orang loh di beberapa bagiannya. Aku hanya melihat orang di area-area turistik kota tuanya, yang mana mungkin kebanyakan juga lah turis seperti diriku, haha.

Basel cantik kan, tapi lihat deh, sepi banget!

Musim panas ini juga lah musim panas yang amat panas banget di Eropa. Dan demikian juga di Basel di akhir pekan ini. Dan rasa “panas”-nya berbeda dari panas di Belanda, dimana panasnya lebih membuat berkeringat. Di kamar hotelku terdapat kipas angin yang akhirnya aku nyalakan terus sepanjang aku di sana, haha. Kipas anginnya tidak menyelesaikan masalah panasnya ini sih, tapi lumayan membantu dah. Tapi tetap saja, aku senantiasa berkeringat loh walaupun ketika aku tidak melakukan apa-apa, saking panasnya, haha. Begitu pula di hari Minggu, sampai-sampai aku ngidam cold brew-nya Starbucks saking panasnya! Dan sialnya, waktu itu susah loh untuk menemukan kedai Starbucks! Haha 😆 .

Cold Brew-nya Starbucks ini terasa seperti oasis di padang gurun dah

Walaupun begitu, ada satu kesan dari tujuh tahun lalu akan Basel yang tetap sama: Basel adalah kota yang mahal. Ya sebenarnya memang begini lah kota-kota di Swiss sih, nggak cuma Basel aja, haha 😆 . Walaupun, bersyukur banget, sekarang aku lebih mampu untuk ini daripada tujuh tahun yang lalu, tapi tetap aja terasa lah ya! Hahaha.

Jadi ya, secara umum, aku menikmati akhir pekan singkatku di Basel ini!

Advertisements

16 Comments Add yours

  1. ndu.t.yke says:

    Ini complimentary snack kok mevvah bgt. Emg standarnya kelas ekonomi di maskapai Air France dan KLM gitu yha?

    1. zilko says:

      Iya Bu 😀 . Lumayan banget, apalagi untuk ukuran maskapai Eropa.

  2. fahrizinfa says:

    Lounge SkyView di Bandara Basel enak banget pasti ya untuk santai-santai apalagi ada tamannya! Cold Brew nya starbucks memang terbaik, salah satu menu favorit ku kalau ke starbucks karena rasanya engga terlalu manis 😀

    1. zilko says:

      Iya, asyik banget lounge-nya luas dan nyaman, segar pula (sementara bagian non-lounge bandaranya begitu doang, beda banget dari lounge-nya, hahaha 😆 ). Iya, apalagi kalau panas, enak banget ya!

  3. niee says:

    Hotelnya gak ada AC ko?

    1. zilko says:

      Ngga ada ACnya Niee. Di Eropa memang gitu dah, lumayan banyak hotel yang gak pake AC, hahahaha 😆 .

      1. niee says:

        aduh. gak mau ke eropa musim panas deh. Aku anaknya AC-an. hahahaha

        1. zilko says:

          Betul Niee, kalau ke Eropa mendingan jangan pas pertengahan summer-nya, huahahaha 😆 . Di sini AC nggak “lazim” soalnya, jadi kalau pas sial dapat yang harinya panas … ya gitu deh 😛 .

          1. niee says:

            pas aku di korea kemaren aja ACnya aku idupin loh. Suhu diluar kalau malam bisa nol sampe minus padahal. Dan sebenarnya gak disaranin sama resepsionisnya. Tapi aku berasa panas aja kalau di dalam kamar. Ntar pas kebangun tengah malem kedinginan baru deh dimatiin. hahaha

            1. zilko says:

              Hahaha, padahal pas ke Korea kemarin pas sudah musim gugur kan ya Niee? 😛

            2. niee says:

              iya. musim gugur mau ke musim dingin. 😆

            3. zilko says:

              Dingin-nya AC tapi memang beda rasanya ya Niee 😛

  4. Pypy says:

    Hotel tapi kipas angin.. Hahahah.. Disini mah yg pake kipas angin guest house gitu yaa XD

    1. zilko says:

      Hahahaha, ya memang begitulah di Eropa Py. Apalagi kalau bangunannya yang bangunan lama!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s