EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2151 – An Aborted Landing

ENGLISH

I went to Stuttgart for a weekend trip this July. And on my way there, I had an unusual yet exciting experience on my KLM Cityhopper flight.

My flight to Stuttgart was operated with this KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZH

The flight was operated with an Embraer ERJ190 reg PH-EZH. It was a smooth and pleasant flight, as per KLM standard. At the time as we were already descending on final approach to Stuttgart Airport, the captain already asked both cabin crews to take their seats. But then, I heard that the engines noise suddenly went louder, as if we were taking off instead of landing, and through the window I noticed that we were no longer descending but, instead, starting to climb. A second later, I realized that we just aborted our landing and were in the middle of a “go-around“!!

While going-around in Stuttgart!

Immediately one of the cabin crews confirmed this and calmly mentioned information would be provided as soon as possible. And once we reached the designated altitude, the captain made an announcement to inform us, the passengers, of what was going on. Apparently just before while descending to the airport, we were lining up behind another plane that was also landing. But then, this other plane slowed down too fast resulting in a too-close distance separating us and them. As a precaution and to be on the safe side, the Air Traffic Controller (ATC) instructed us to abort landing and go around. And so we went around, and about five minutes later we landed safely and smoothly at runway 25 of Stuttgart Airport. No drama. Btw here is a short Instagram Story clip of the announcement from the captain:

As to me, I was very, very excited about this because FINALLY, I was experiencing an aborted landing 😍! Hahaha 🙈. You know obviously as a self-proclaimed avgeek I had read (and seen, on documentaries and some Youtube videos) a lot about the standard and regular procedure of “go-around” but had (fortunately?) never had the real experience of one. I already experienced an “aborted take-off” eight years ago, btw, on a Wings Air’s flight IW1812 with their ATR 72-500 at Husein Sastranegara Airport in Bandung, Indonesia. And so naturally I was excited when finally I was having this unexpected experience!

I experienced an aborted take-off on board this Wings Air’s ATR72-500 reg PH-WFG eight years ago in Bandung, Indonesia.

Btw, I was not feeling afraid at all because I knew this was a completely standard procedure. On top of that, I knew that KLM trained all their crews really well (KLM is amongst the safest airlines to fly in the world). Plus, the great communication procedure from the crews, who sounded super calm (yet firm), also helped a lot. And so as a passenger, I understood what was going on and that we were in good hand.

Yeah, that was certainly exciting. And kudos to the great KLM Cityhopper crews!

Has anyone of you experienced an aborted landing before?

BAHASA INDONESIA

Aku pergi ke Stuttgart untuk sebuah perjalanan akhir pekan di bulan Juli kemarin. Dalam perjalanan kesana, aku mendapatkan pengalaman seru dan tidak biasa di penerbangan KLM Cityhopper-ku.

Penerbanganku ke Stuttgart dioperasikan dengan Embraer ERJ190 rego PH-EZH-nya KLM Cityhopper ini.

Penerbanganku ini dioperasikan dengan pesawat Embraer ERJ190 dengan rego PH-EZH. Penerbangannya sendiri adalah penerbangan yang mulus dan nyaman, per standarnya KLM. Waktu itu karena sudah akan segera mendarat di Bandara Stuttgart, pilotnya telah menginstruksikan kedua awak kabin untuk duduk. Tapi kemudian, aku mendengar suara kedua mesin pesawatnya bertambah keras seperti di-“gas pol”, seakan-akan kami sedang lepas landas dan bukannya mendarat, dan aku perhatikan melalui jendela kami tidak lagi turun tetapi malah naik. Sedetik kemudian, aku menyadari bahwa pendaratan baru saja dibatalkan (aborted-landing) dan kami sedang “go-around“!!

Pemandangan ketika go-around di Stuttgart!

Langsung salah satu awak kabinnya mengkonfirmasi ini dan dengan kalem berkata informasi akan diberikan secepat mungkin. Dan begitu pesawat mencapai ketinggian yang telah ditetapkan, pilot menginformasikan para penumpang mengenai apa yang sedang terjadi. Ternyata, ketika sedang turun untuk mendarat tadi kami berada di belakang sebuah pesawat lain yang juga sedang mendarat. Pesawat lain ini terlalu cepat mengerem sehingga jarak yang memisahkan pesawat kami dan pesawat lain ini menjadi terlalu dekat. Untuk berjaga-jaga, Air Traffic Controller (ATC) menginstruksikan pesawat kami untuk membatalkan pendaratan dan berputar (go-around). Jadilah kami berputar, dan sekitar lima menit kemudian mendarat dengan mulus dan selamat di Bandara Stuttgart. Nggak pakai drama-dramaan dah, haha. Btw berikut ini video InstaStory singkat pengumuman dari pilotnya:

Untukku, aku merasa sangat amat excited dong dengan ini karena AKHIRNYA, aku merasakan juga yang namanya aborted landing 😍! Hahaha 🙈. Tahu kan sebagai orang yang mengaku-aku avgeek jelas aku sudah sering membaca (dan melihat, di acara dokumenter dan beberapa video di Youtube) tentang prosedur keselamatan “go-around” yang standar dan biasa ini tetapi (untungnya?) aku belum pernah mengalaminya sendiri sebelum ini. Btw, aku sudah pernah mengalami yang namanya prosedur “aborted take-off” delapan tahun yang lalu, di penerbangan IW1812nya Wings Air dengan pesawat ATR 72-500 di Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Indonesia. Jadi jelas dong ya aku merasa excited ketika aku mengalami pengalaman yang tidak disangka-sangka ini!

Aku mengalami aborted take-off dengan pesawat ATR72-500nya Wings Air dengan rego PK-WFG ini delapan tahun yang lalu di Bandung, Indonesia.

Btw, aku sama sekali tidak merasa takut atau was-was ketika ini terjadi karena aku tahu ini adalah sebuah prosedur keselamatan standar. Apalagi krunya KLM kan juga selalu di-training dengan amat baik ya (KLM termasuk salah satu maskapai penerbangan paling aman di dunia). Plus prosedur komunikasi dari kru, yang terdengar amat kalem (tapi juga tegas) juga sangat membantu, dimana penumpang ikut paham akan situasi yang sedang terjadi dan yakin situasi ini sedang ditangani dengan baik.

Ya begitulah, sungguh exciting sekali. Dan tentu aplaus sekali lagi untuk krunya KLM Cityhopper!

Btw, apakah ada yang pernah mengalami aborted landing juga?

Advertisements

19 thoughts on “#2151 – An Aborted Landing”

    1. I was excited! Lol 😆 . Hahaha, don’t worry, this is a standard safety procedure. The pilots and the Air Traffic Controllers are trained for this! 😀

    1. Hmmm, kalau nggak diumumin malah bikin penumpangnya horor ya. Hahaha, delay memang yang paling sering terjadi ya 😀 . Di sini juga lumayan sering delay, tapi delay-nya biasanya cuma sekian menit gitu sih 😛 . Dan kalau delay-nya panjang banget, penumpang dilindungi oleh Regulasi Uni Eropa EU261 yang murah hati banget 😀 .

  1. Udah pernah 2x ngalamin ini Ko.. Duhh.. Dan yang terakhir itu barusan banget lho.. Yang pas mo landing di SoeTa abis mudik Lebaran.. Fufufu.. Berasa banget pesawatnya pas naik lagi, eh tau2 nukik buat muter.. ajib.. Jantung bermain..hahaha.. Dah baca doa aja dah tuh.. Beda ya Ko responnya kita XD

    1. Wuih, pas kejadiannya itu nggak ada pengumuman atau apa gitu Py dari pilotnya? Soalnya kalau ada pengumuman gini sebenarnya membantu menenangkan penumpang banget kan. Jadi penumpang tahu apa yang terjadi gitu. Dan dengar suara pilotnya yang “biasa aja” dengan situasi ini kan juga membantu untuk menenangkan, hehehe 😀 .

      1. TENTU TIDAKKK.. #capslockjebol..wkwk.. Main hajar aja, jadi ya tebak2 buah manggis si pilot lagi ngapain. Tinggal jantung mau copot..haha. Iya, kalo dikasih tau mah ok ya. Ckckck.

  2. aku malah jadi penasaran kepengen ngerasain aborted landing jugaa hahahah XD Kalau engga salah bandara Hussein Bandung itu salah satu bandara yang sulit untuk mendarat engga sih kalau engga salah kak Zilko?

    1. Hahaha, aborted landing seruu! 😀 Hmmm, aku dengar (tentang Bandara Husein) memang begitu dikarenakan Bandung yang memang dikelilingi pegunungan kan (dan otomatis angin gunungnya juga ada pengaruhnya). Tapi dari sependek pengamatan awamku, ada banyak bandara lain yang (menurutku) lebih challenging untuk mendarat daripada Bandara Husein sih… .

    1. Iya Niee, tetap bagaimana pun memang enak yang mulus-mulus aja ya. Tapi dengan begini at least tahu prosedur ini kan. Jadi jika (amit-amit) kejadian kan nggak perlu panik 😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s