#2147 – Two Side Stories from My Geneva Trip

ENGLISH

Here are a couple of side stories from my weekend trip to Geneva at the end of June.

A medium rare steak and Instagram

Steak for dinner in Geneva.

The restaurant I went to for dinner only served one meal: steak; and as I mentioned, they cooked the steak really, really nicely! Anyway, so upon obviously being asked about how I would like the steak to be cooked, I said medium rare.

And here is the thing. This restaurant served this steak on a chafer with a mini fire lit underneath to keep the steak warm. And because of this, the sauce got a little bit “bubbly” and “smokey”, haha 😛 , like this:

Warm steak!

And I, as a true typical millennial (lol 😆 ), obviously took some photos first (and even some Boomerang video for an Instagram Story (and for the gif above), haha 🙈 ) before starting my dinner. I mean, this was super important, won’t you agree? 😛 The middle-aged waitress saw this and perhaps got a little bit confused. And so she told me, “Sir, if you don’t start eating your steak, it might turn well done!“. LOL!! 😆

Summer in Amsterdam

Anyway, last year I mentioned how crowded (with tourists) Amsterdam was in the summer. Obviously, this summer has been no different.

And on this trip, I especially felt the effect of this on another level. Obviously I took the train to get back to Amsterdam from Schiphol at the end of the trip. And the train I took was perhaps the most crowded train trip I had ever taken to/from Schiphol!! I mean, it was like this!!

Crowded airport train in the Summer

BAHASA INDONESIA

Berikut ini dua cerita sampingan dari perjalanan akhir pekanku ke Geneva di akhir bulan Juni yang lalu.

Steak medium rare dan Instagram

Steak untuk makan malam di Geneva.

Restoran tempatku makan malam hanya menyajikan satu jenis masakan saja: steak; dan seperti yang kubilang, mereka memasak satu jenis masakan ini dengan sangat amat enak! Anyway, jelas aku ditanya steak-nya ingin dimasak bagaimana, dan tentu aku minta medium rare.

Jadi begini ceritanya. Restoran ini menyajikan steak-nya di atas chafer gitu (Apa sih bahasa Indonesianya?) yang mana di bawahnya api kecil dinyalakan agar steak-nya tetap hangat. Dan karena api ini, bahkan sausnya pun sampai ada “buih” dan asap-asap-nya gitu, haha 😛 , kayak gini maksudnya:

Steak-nya hangat!

Dan jelas dong ya sebagai anak milenial sejati (haha 😆 ) aku foto-foto dulu (dan bahkan mengambil beberapa video Boomerang untuk InstaStory (dan gif di atas), haha 🙈) sebelum akhirnya mulai makan. Ini penting banget kan ya? 😛 . Pelayannya yang sudah setengah baya melihat ini dan mungkin sedikit bingung. Jadilah ia kemudian berkata “Pak, kalau nggak segera dimakan, nanti steak-nya bakal jadi well done loh!” Huahahaha 😆

Musim panas di Amsterdam

Anyway, tahun lalu aku sebutkan bagaimana ramainya Amsterdam (dengan turis) di musim panas. Jelas tahun ini juga begitu lah situasinya.

Dan di perjalanan ini, aku merasakan efek dari ini di level yang berbeda. Jelas dong aku naik kereta untuk kembali ke Amsterdam dari Schiphol di akhir dari perjalanan ini. Dan kereta yang aku naiki ini mungkin adalah perjalanan kereta dari bandara yang paling penuh dan ramai yang pernah kunaiki dari/ke Schiphol!! Maksudku, kayak gini nih:

Kereta bandara yang ramai banget di musim panas.

18 Comments Add yours

  1. deadyrizky says:

    THAT. WAS. ONE. NICE. STEAK!

  2. ardiantoyugo says:

    steaknya… enak kayaknya… 😆

    1. zilko says:

      Memang enak banget!

  3. fahrizinfa says:

    Jadi pengen makan steak ya ampunn XD keretanya penuh banget ya ituu, ga kebayang kalau lagi bawa banyak tas dan barang pasti pusing banget naik kereta yang penuh kaya gitu

    1. zilko says:

      Steak-nya memang enak! 😀

      Iya, Summer memang musimnya orang-orang pada travelling di Eropa. Jadilah kendaraan-kendaraan umum juga relatif lebih ramai dan penuh daripada biasanya.

  4. kutubuku says:

    Orang Asia nih kebanyakan foto2 klo makan soalnya wkwkw

    1. zilko says:

      Huahahaha 😆 . Kalau makan di luar wajib foto dulu kan sebelum makan 😛 .

  5. Hahahahha repot difoto dulu jadi mateng deh ya. Kayaknya aku bakal ubek2 informasi tentang Swiss dari blogmu deh Ko, it’d be my next destination.

    1. zilko says:

      Hahaha, masalahnya fotonya ribet (gak cuma sekali doang) supaya dapet hasil yang “maksimal”; jadilah bisa mateng beneran steak-nya 😛 . Hahaha, sippp!! Swiss memang indah banget negaranya!! (Cuma memang “mahal” sih, hahaha). Aku pun sebenarnya masih ingin menjelajahi negaranya lebih jauh, karena selama ini kebanyakan masih terlalu fokus di kota-kotanya aja. Padahal alamnya kan juga keren ya…

  6. yance says:

    wahh keliatannya enak banget steaknya…iya kalo aku yang makan sih udah pasti bakal jadi welldone…foto2nya banyak…hihihii

    1. zilko says:

      Iyaa, steak-nya memang enak!! 😀 Hahaha, kalau gitu mesennya jangan welldone ya. Soalnya kalau mesennya welldone ntar jadi gosong dong? 😛

  7. pinkuonna says:

    Dari beberapa minggu lalu pengen makan steak tapi belum kesampaian. Dan setelah membaca posting ini, jadi makin membulatkan niat untuk makan steak weekend besok. Semoga terlaksana 🙂

    1. zilko says:

      Hahaha, semoga terlaksana ya kalau begitu 😀 .

      1. pinkuonna says:

        Syukur sudah terlaksana tadi siang 😁😁😁

  8. niee says:

    hahahaha, bener juga ya ko, kelamaan pepotoan steaknya jadi matang sempurna.

    1. zilko says:

      Iya Niee, huahaha 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s