PhD Life, Zilko's Life

#2134 – Earlier This Week in Delft

ENGLISH

I went to Delft earlier this week. Yeah, I mentioned some time ago that I hadn’t been back to Delft since the day I moved to Amsterdam. Finally, this statement is now no longer true! Haha ๐Ÿ˜›

Obviously I did not go there just because and without a reason, haha ๐Ÿ˜† . My PhD project consisted of two parts, each was handled by a PhD; one was myself, which I successfully defended earlier last year, and the other by another PhD candidate. And earlier this week, this other PhD candidate, who I obviously worked really closely during my PhD years, was defending her dissertation. And obviously I was not going miss it!!

Back in TU Delft this year

The defense was scheduled at 10 AM, which to me was really early because I had to get up a little bit earlier to make it! Haha ๐Ÿ˜† . You know, this short trip to Delft reminded me a lot of my commuting life when I just started my job in Amsterdam and still lived in Delft where I had to spend about at least three hours every day just to commute, haha ๐Ÿ˜† .

I felt quite a “strange” feeling when I arrived at Delft Station; as if I was drawn “back” to my previous stage of life in this little pretty town. Well, after all, I did spend 6.5 years there so feeling a little bit nostalgic was understandable, haha. Anyway, I took the bus to the university and went to the defense room in the Aula, which was the same room where I defended my dissertation last year.

The defense took place in this exact same room.

During the defense, I found it “funny” that there were some questions which would have been more appropriate to be directed at me than at her (As we were working on the same project but each of us had our own responsibilities and topics). But of course it was her defense so I couldn’t really say anything. But I felt like she handled those questions well, especially considering the mental roller coaster she must be riding during the moment. In the end, she successfully defended her dissertation and officially got her doctoral degree.

***

Me defending my dissertation last year; “against” a professor in statistics.

This particular PhD defense had deeper meaning than just the graduation of a PhD candidate to us involved in our research project. Symbolically, it also acted as the “closure” of the PhD research we started six years ago. We, and by “we” I mean not only me and my colleague, but also our professors and project supervisor, started this project together at almost the same time, and now everything is, finally, finished.

We all met together in Delft that day; well, except for my other supervisor who moved to Australia two years into my PhD, knowing that this perhaps would be the last occasion where we all met. And in my opinion this defense and graduation was the perfect setup for the closure!

The famous stairs photo (only for PhD graduates ๐Ÿ˜› )

BAHASA INDONESIA

Aku pergi ke Delft awal minggu ini. Iya, aku sebutkanย beberapa waktu yang laluย bahwa sudah lama juga aku tidak ke Delft, bahkan tidak pernah lagi semenjakย aku pindahan ke Amsterdam. Akhirnya, pernyataan ini tidak lagi benar! Haha ๐Ÿ˜›

Jelas dong ya aku pergi ke Delft juga bukan tanpa alasan, haha ๐Ÿ˜† . Proyek PhD (S3)-ku dulu terdiri dari dua bagian, masing-masing dipegang oleh satu kandidat PhD; satu aku pegang, yang mana sukses aku pertahankan dan aku lulus awal tahun lalu, dan yang satu lagi dipegang oleh seorang kandidat PhD lain. Dan awal minggu ini, kolegaku ini, yang mana aku jelas banyak bekerja bersamanya selama tahun-tahun PhDku dulu, akan menjalani sidang disertasinya. Dan jelas dong ya acara ini tidak akan aku lewatkan!!

Kembali di TU Delft tahun ini.

Sidangnya dijadwalkan jam 10 pagi, yang mana untukku pagi banget ini soalnya aku jadi harus bangun lebih pagi daripada biasanya! Haha ๐Ÿ˜† . Perjalanan ke Delft ini mengingatkanku akan kehidupan nglaju-kuย dulu ketika aku baru saja mulai bekerja di Amsterdam dan waktu itu masih tinggal di Delft; dimana setiap-harinya aku harus menghabiskan setidaknya tiga jam di jalan untuk nglaju, haha ๐Ÿ˜† .

Aku merasakan perasaan yang agak “aneh” ketika tiba di Stasiun Delft; rasanya seperti “ditarik kembali” ke stase hidupku sebelumnya di kota kecil yang cantik ini. Yah, namanya aja 6,5 tahun hidupku memang aku habiskan di sana sih ya jadi merasa nostalgia juga lah wajar, haha. Anyway, aku menaiki bus untuk pergi ke universitas dan kemudian berjalan ke ruang sidangnya di Aula, yang mana adalah ruangan yang sama dimana aku sidang tahun lalu.

Sidangnya mengambil tempat di ruangan yang sama.

Di waktu sidang, agak “lucu” juga rasanya dimana ada beberapa pertanyaan yang sebenarnya lebih pas untuk ditanyakan kepadaku daripada kolegaku (Karena kami kan bekerja di satu proyek yang sama tetapi masing-masing dari kami memiliki tanggung-jawab dan bidang/topiknya sendiri-sendiri). Ya tapi gimana juga, ini kan sidangnya kolegaku sehingga aku tidak bisa melakukan apa-apa juga. Tapi toh aku rasa ia meng-handle pertanyaan-pertanyaan ini dengan baik kok, apalagi dengan mempertimbangkan roller coaster mental yang waktu itu sedang ia naiki. Pada akhirnya, ia berhasil mempertahankan disertasinya sehingga ia resmi mendapatkan gelar doktoralnya.

***

Aku yang sedang mempertahankan disertasiku tahun lalu; “menghadapi” seorang profesor statistika.

Sidang PhD yang satu ini memiliki makna lebih mendalam daripada sekedar kelulusan seorang kandidat PhD bagi kami yang terlibat di proyek riset ini. Secara simbolis, sidang ini menandai “penutupan” dari riset PhD yang kami mulai enam tahun yang lalu. Kami, dan dengan “kami” maksudnya bukan hanya aku dan kolegaku ini saja, tetapi juga profesor-profesor kami dan juga supervisor proyeknya, memulai proyek ini bersama-sama hampir pada waktu yang bersamaan, dan sekarang semuanya, akhirnya, selesai.

Kami semua bertemu di Delft awal minggu ini; eh, kecuali pembimbingku yang satunya yang pindah ke Australiaย dua tahun setelah aku memulai PhDku, dan kami sadar bahwa mungkin ini adalah kali terakhir kami semua bertemu di acara yang sama. Dan bagiku, sidang dan kelulusan kolegaku ini adalah setting yang sempurna banget untuk penutupan ini!

Foto tangga khasnya TU Delft (untuk lulusan S3 aja)
Advertisements