EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2124 – A Long Weekend in Budapest (Part II: The Flights Drama)

ENGLISH

Posts in the Long Weekend in Budapest series:
1. Introduction
2. Part I: Buda of Budapest
3. Part II: The Flights Drama
4. Part III: Pest of Budapest

Between stories of Buda and Pest, let me share a couple of stories of what happened to and during my flights; which both turned out to be “unusual”, in a very different way.

A Barf Bag Story

A “unique” incident happened during my KL1977 flight to Budapest. First of all, let me warn you that this incident is “gross” so if you don’t feel like reading it, I recommend you to skip this section altogether. Proceed on your own risk, haha…

The incident took place on board this KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXY

At one point during the flight I was queuing for one of the two lavatories at the rear of the plane. Both cabins were occupied at the time and there were two ladies in the line in front of me. Then suddenly, a young guy stood up and briskly walked (it was almost “running” actually) towards the back of the plane, appearing to be “rushing”. For a split second I was a little bit annoyed because I thought he was intending to cut the lines but nonetheless I let him anyway; giving him the benefit of the doubt. This … turned out to be a great decision (for me) because …

literally after passing myself, he started to puke! Like, he was puking so bad that the puke sprayed over onto the lady at the front of the line (who then screamed out of shock) and onto the lower arm of the lady in front of me. I mean, WTF. Btw, it was a really “bad” puke, where he went on a few “rounds”. All of it, of course, spilled all over the floor of the rear galley because at the time both lavatories were occupied. As for myself, I was “safe”; and then I was asked to use the lavatory at the front of the plane.

When I came back to my seat, I checked if KLM provided a barf bag in each seat. And they did. So I was wondering why the guy did not use the barf bag instead. But perhaps it was his reflex to go to the toilet when feeling like puking or that perhaps he wasn’t aware of the barf bag … or both.

A KLM’s barf bag

The flight attendants were really professional, btw. Of course they had to wipe and clean the floor, which they did quickly; they also helped the guy and the unlucky lady who then (obviously) changed her clothes, and made sure that she, too, was alright.

Yeah, what an experience to witness!

A Delayed Flight Drama

Anyway, I mentioned in the Introduction post, here is the original routing of my flights for this trip:

To get back to Amsterdam, I was supposed to fly an Air France’s flight to Paris-CDG then transferred to KLM’s last Paris-CDG to Amsterdam that day, with only 40 minutes of transfer time. It was really tight, but doable.

The trip started smoothly as usual. I arrived a little bit early at the airport so the check-in desks were still closed. Nevertheless, I still could get my boarding pass via the self check-in machine. I then cleared security and went to the (small) lounge.

Then I noticed that my Air France flight to Paris would be delayed by 30 minutes. With only 40 minutes of transfer in Paris, of course I immediately understood that this was a signal of an upcoming problem; especially that I was transferring to Air France/KLM’s last flight to Amsterdam from Paris! I then asked the lounge agent who then informed me that there was no ticketing agent in the airside so I would need to get back to the check-in area in the landside to confirm my status. It would be very inconvenient, but I felt like this was the better alternative than just doing nothing and letting the situation unravel.

By the time I arrived at the check-in area (for the second time today), the delay had been extended to one hour.

The check-in desks were already opened at the time but the lines were uncharacteristically crowded, including the Priority line, haha. Anyway long story short I explained my situation to the check-in lady, who was nice and worked very efficiently. Fortunately, it was still in time for me to be transferred to KLM’s last direct flight back to Amsterdam today, and there were still quite some seats available! Of course Air France/KLM moved me to this direct flight free of charge; as otherwise they would likely need to provide me a big amount of compensation under the Flight Compensation Regulation 261 of the European Union Law, an amount that would have been a lot more than the ticket price I paid (i.e. I would have made a “profit” out of this trip, lol 😆 ).

Luckily it was still in time for me to get transferred to KLM’s last direct flight to Amsterdam with this Boeing 737-800 reg PH-BCA

So yeah, instead of flying the triangle AMS-BUD-CDG-AMS routing this long weekend, I ended up only flying the “efficient” AMS-BUD-AMS routing, haha. Btw, eventually the Air France flight to Paris was delayed for almost four hours, arriving at Paris-CDG only at 11:19 PM! If I had been taking that flight, I would have needed to stay overnight at Paris-CDG (which Air France/KLM would pay for, I assume) and, presumably, would have been transferred to one of Air France/KLM’s morning flights the next day to Amsterdam. Thankfully I was able to realize the upcoming of this problem and that I was being proactive in preventing it from unraveling in the first place!

Delayed AF1295

It would have been a huge inconvenience; and to be honest I am not sure if the compensation would have made up for it, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Long Weekend in Budapest:
1. Introduction
2. Part I: Buda of Budapest
3. Part II: The Flights Drama
4. Part III: Pest of Budapest

Di sela-sela cerita dari Buda dan Pest, aku isi dulu dengan dua cerita akan apa yang terjadi dengan dan dalam penerbangan-penerbanganku; yang mana keduanya adalah kejadian yang “tidak biasa”, dalam hal yang berbeda.

Cerita Kantong Mabuk Udara

Satu kejadian “unik” terjadi di penerbangan KL1977ku ke Budapest. Pertama-tama, aku peringatkan bahwa kejadian ini “menjijikkan” sehingga kalau ogah membaca beginian, bagian ini silakan dilewati saja. Jadi sudah pada paham risikonya ya, haha…

Kejadiannya mengambil tempat di dalam pesawat Boeing 737-800 rego PH-BXYnya KLM ini

Di satu waktu ketika sedang terbang aku mengantri untuk menggunakan satu dari dua toilet di bagian belakang pesawat. Kedua toiletnya sedang digunakan waktu itu dan ada dua ibu-ibu yang mengantri juga di depanku. Lalu tiba-tiba, seorang laki-laki muda berdiri dan berjalan cepat (nyaris “berlari” sih sebenarnya) ke bagian belakang pesawat, dan dia nampak terburu-buru. Untuk sepersekian detik aku merasa sebal karena kok kayaknya dia mau memotong antrian gitu tetapi pada akhirnya dia aku biarkan lewat; kan aku toh belum tahu motifnya apa kan ya. Ini … ternyata adalah keputusan yang bijak (untukku) karena …

begitu melewatiku, ia tiba-tiba muntah dong! Muntahnya parah banget dimana muntahannya keluar mengenai badan ibu-ibu yang mengantri paling depan (yang mana jelas teriak karena kaget dan syok) dan juga mengenai lengan bawah ibu-ibu di depanku. Maksudku, gila apa-apaan ini yang barusan terjadi! Btw, muntahannya “parah” karena keluarnya dalam beberapa “ronde” gitu. Semuanya, tentu saja, dikeluarkan di lorong bagian belakang pesawat karena waktu itu kedua toilet sedang dipakai. Untukku, aku sih “aman”; dan kemudian aku diminta untuk menggunakan toilet di bagian depan pesawat.

Ketika aku kembali di kursiku, aku mengecek apakah KLM menyediakan kantong mabuk udara di setiap kursi. Dan ternyata memang ada kok. Jadilah aku penasaran mengapa ya laki-lakinya itu tidak menggunakan kantongnya. Tapi mungkin refleks ya untuk pergi ke toilet ketika merasa ingin muntah, atau mungkin dia tidak menyadari keberadaan kantong ini, … atau mungkin keduanya.

Kantong mabuk udaranya KLM.

Pramugarinya profesional sekali, btw. Jelas mereka harus mengelap (atau mengepel?) dan membersihkan lantainya dari muntahan, yang mana mereka lakukan dengan cepat; mereka juga membantu laki-laki dan ibu-ibu yang sedang sial itu yang mana (jelas) harus ganti baju, dan memastikan pula bahwa ibu-ibu ini juga tidak apa-apa.

Iya, sebuah kejadian tidak biasa!

Drama Penerbangan Delay

Anyway, kusebutkan di bagian Introduction bahwa rute awal penerbanganku untuk perjalanan ini adalah sebagai berikut:

Untuk kembali ke Amsterdam, aku memiliki tiket untuk terbang dengan Air France ke Paris-CDG dan kemudian transfer ke penerbangan terakhir Paris-CDG ke Amsterdam-nya KLM hari itu, dengan waktu tranfer yang hanya 40 menit. Mepet banget sih memang, tapi masih bisa dan sempat kok.

Perjalanannya dimulai dengan mulus seperti biasa. Aku tiba di bandaranya agak kepagian sehingga konter check-in-nya masih tutup. Toh biarpun begitu, aku masih bisa mendapatkan boarding pass-ku dengan menggunakan mesin self check-in. Aku kemudian melalui pemeriksaan sekuriti dan menunggu di lounge (yang berukuran nggak terlalu besar).

Lalu aku lihat di layar penerbangan Air France-ku ke Paris akan terlambat 30 menit dong. Dengan waktu transfer yang hanya 40 menit di Paris, aku langsung jelas memahami bahwa ini adalah sebuah pertanda akan masalah besar yang bakalan segera datang; terutama karena aku akan transfer ke penerbangan terakhir-nya Air France/KLM ke Amsterdam dari Paris hari ini! Aku kemudian bertanya ke petugas lounge-nya yang memberi-tahuku bahwa sayangnya tidak ada petugas tiket di airside bandara sehingga aku harus pergi ke luar kembali ke area check-in di sisi landside untuk memastikan statusku. Bakal nggak nyaman dan repot sih, tapi aku merasa ini adalah alternatif yang lebih baik daripada diam saja dan pasrah.

Ketika aku tiba kembali di area check-in, delay-nya sudah memanjang menjadi satu jam.

Kali ini konter check-in-nya sudah ramai dan kebetulan pula tidak seperti biasanya antriannya panjang, termasuk di jalur prioritas. Singkat cerita, aku jelaskan situasiku ke petugas check-in-nya, yang sangat membantu dan bekerja dengan sungguh efisien. Beruntung sekali masih ada cukup waktu untukku dipindahkan ke penerbangan langsung terakhirnya KLM ke Amsterdam hari ini, dan pas pula masih ada lumayan banyak kursi yang tersedia! Jelas Air France/KLM memindahkanku ke penerbangan langsung ini dengan tanpa biaya sama sekali; karena jika tidak kemungkinan besar mereka harus memberikan kompensasi yang sangat besar untukku berdasarkan Regulasi Kompensasi Penerbangan 261 di bawah Hukum Uni Eropa, yang mana besarnya jauh lebih banyak daripada total harga tiket pp-ku (dengan kata lain, aku bisa malah mendapatkan “untung” nih dari perjalanan ini, haha 😆 ).

Untungnya masih ada cukup waktuku untukku dipindahkan ke penerbangan langsung terakhirnya KLM ke Amsterdam dengan Boeing 737-800 rego PH-BCA ini

Jadi ya, bukannya terbang dengan rute segitiga AMS-BUD-CDG-AMS akhir pekan ini, aku malah terbang di rute “efisien” AMS-BUD-AMS, haha. Btw, pada akhirnya penerbangan Air France ke Parisnya itu delay sekitar hampir empat jam dong, dan baru tiba di Paris-CDG jam 11:19 malam! Andaikata aku terbang dengannya, aku bakalan harus menginap ekstra semalam di Paris-CDG (yang mana aku duga biayanya juga akan ditanggung Air France/KLM) dan, aku asumsikan, akan dipindahkan ke salah satu penerbangan paginya Air France/KLM keesokan harinya ke Amsterdam. Beruntung sekali aku bisa menyadari masalah yang akan terjadi ini dan aku bertindak proaktif untuk mencegahnya terjadi!

AF1295 yang terlambat

Pastinya bakal tidak nyaman banget kan ya; dan sejujurnya aku nggak yakin sih kompensasinya bakalan worth it, haha 😆 .

Advertisements