General Life, Travelling

#2115 – A Camera and T-Shirt Incident

ENGLISH

I have mentioned that I forgot to bring my pocket camera on my weekend trip to Munich in April. On the brighter side, this allowed me to realize the value of a pocket camera in a trip of mine, which turned out to be quite great, haha 😆 . I felt like I couldn’t enjoy the trip as much as if I had had my camera with me.

Unfortunately, the camera wasn’t the only thing I forgot that weekend. After arriving at my apartment in Amsterdam, I realized that I left the t-shirt I wore on Saturday in Munich! This was weird because I checked my hotel room before leaving in the morning and I was sure I already had all my stuffs with me! Though, now that I think about it, perhaps the t-shirt also accidentally “fell out” when I took my sweater from my bag in the Air France/KLM Lounge at Munich Airport, hmmm. But either way, the end result was that I “lost” this t-shirt of mine.

One of my last selfies with the t-shirt

While the monetary value wasn’t that much, I actually liked the t-shirt as it fit my body and appearance well. And it was also quite new, as I bought it just this February in Bologna along with my “emergency” pants. But oh well …

***

I have been trying to find the cause of this, though. I know that as I age (I’m feeling sad just writing this sentence, lol 😆 ) I have become a little more forgetful than when I was younger. But the fact that two separate memory-related incidents happened so close to each other made me think of the possibility of a common cause, haha 😆 .

It happened that I took morning flights on both days, which required me to get up earlier than usual. And perhaps the combination with the tiredness from my work in the preceding full week led to me being more prone to incidents like this. Hmmm…

***

But anyway, it was what it was. If anything, it was actually good that it happened on one of my “smaller” trips. Plus, an incident like this actually reminded me that it could happen, which should make me not take it for granted on my future trips, hehe 🙂 .

BAHASA INDONESIA

Sudah kuceritakan bahwa aku lupa membawa kamera sakuku di perjalanan akhir pekanku ke Munich April kemarin. Sisi positifnya, ini membuatku menyadari nilai dari kamera sakuku di acara jalan-jalanku, yang mana ternyata amat bernilai, haha 😆 . Rasanya aku tidak bisa menikmati perjalanannya semaksimal apabila aku membawa kamera sakuku bersamaku.

Sayangnya, kameraku bukan lah satu-satunya yang aku lupakan di akhir pekan itu. Ketika tiba di apartemenku di Amsterdam, aku baru menyadari bahwa kaus yang aku pakai di hari Sabtu ketinggalan dong di Munich! Ini aneh soalnya aku mengecek kamar hotelku loh sebelum meninggalkannya pagi itu dan aku yakin aku sudah memasukkan semua barang-barangku ke dalam tas! Walaupun kalau dipikir-pikir lagi sekarang, mungkin kausnya tidak sengaja terjatuh ketika aku mengambil sweater dari tasku di lounge-nya Air France/KLM di Bandara Munich sih, hmmm. Ah, tapi intinya pada akhirnya aku “kehilangan” kausku ini.

Salah satu selfie terakhirku dengan kaus ini

Walaupun nilai moneter dari kausnya nggak seberapa, aku sebenarnya suka kausnya karena ukuran dan modelnya pas dan cocok untuk badanku. Dan kausnya masih terbilang baru juga karena aku baru membelinya Februari ini di Bologna bersamaan dengan celana “darurat”-ku. Ah, ya sudah lah ya …

***

Ceritanya aku sudah memikirkan kira-kira apa penyebab dari insiden ini. Aku tahu bahwa seiring bertambahnya usia (kok menulis kalimat ini bikin sedih ya, haha 😆 ) aku juga cenderung menjadi sedikit lebih pelupa daripada ketika masih muda belia dulu. Tapi fakta bahwa ada dua insiden yang berkaitan dengan ingatan yang terjadi berturut-turut membuatku curiga akan keberadaan faktor lain yang berperan di sini, haha 😆 .

Kebetulan dua penerbangan yang kuambil di dua hari itu adalah penerbangan pagi, yang mana membuatku harus bangun lebih pagi dari biasanya. Dan mungkin dikombinasikan dengan lelahnya aku dari kerjaanku di kantor satu minggu penuh sebelumnya membuatku lebih rentan akan insiden semacam ini ya. Hmmm…

***

Ya sudah lah. Toh sebenarnya masih mendingan sih kejadian ini terjadi di perjalanan “kecil”-ku saja. Apalagi, insiden seperti ini sebenarnya justru mengingatkanku bahwa ini bisa terjadi, yang mana membuatku lebih awas di perjalan-perjalanan mendatangku, haha 🙂 .

Advertisements
General Life, Zilko's Life

#2114 – A Weekend and A Monday

ENGLISH

My general theme for this weekend was … definitely some rest! Haha 😆 . Somehow I felt quite tired coming to this weekend, even though I only had a short week at work last week. But actually, the short week had something to do with the tiredness; as the week was “short” because I started it in Budapest for a long weekend trip, haha.

I have also been quite excited because this weekend, the main draw rounds of this year’s French Open has started! I enjoy this time, btw, when tennis matches (of big tournaments of importance and prestige) are played at “convenient” time for me who is based in Europe, haha 😆 . I mean, it is much less convenient to watch live matches being played in, say, New York for the US Open or Melbourne for the Australian Open with all those time zone differences with Europe, haha 😀 .

Though, too bad Venus Williams already lost in the first round of singles this year 😭

Anyway, this Monday was also quite unique to me as I had to work from home in the morning because I had to supervise the annual air exhaust maintenance of my apartment. It was actually supposed to happen about two weeks ago, btw. But I forgot to confirm the appointment in time because I was so busy and occupied with work. And so we had to reschedule and we agreed on this Monday, haha 😆 .

After the maintenance was done, I went to my office immediately. It was “nice” to go “this late”, though, because it made me miss the morning rush hour, especially on a Monday! Even though on the other hand the public transport frequency was also lower than during the morning rush, haha 😆 .

BAHASA INDONESIA

Tema utamaku akhir pekan kemarin ini adalah … jelas istirahat! Haha 😆 . Entah mengapa aku merasa capek ketika memasuki akhir pekan ini, walaupun sebenarnya minggu kerjaku kemarin adalah minggu yang pendek. Tapi sebenarnya justru karena merupakan minggu yang pendek itu sih aku merasa capek; karena minggunya “pendek” karena aku memulainya di Budapest untuk sebuah perjalanan long weekend, haha.

Aku juga lumayan excited akhir pekan kemarin karena ronde babak utama dari turnamen French Open tahun ini sudah dimulai! Aku menikmati waktu sekarang-sekarang ini, btw, ketika pertandingan-pertandingan tenis (dari turnamen besar dan bergengsi) dimainkan di waktu yang “enak” untukku yang berbasis di Eropa, haha 😆 . Maksudku, kan lebih nggak nyaman ya untuk menonton langsung pertandingan yang dimainkan di, misalnya, New York untuk US Open atau Melbourne untuk Australian Open dengan perbedaan waktunya dengan Eropa, haha 😀 .

Walaupun agak sebal dan sedih juga sih Venus Williams sudah kalah di babak pertama kompetisi tunggal tahun ini 😭

Anyway, hari Senin kemarin ini jugalah cukup unik untukku karena aku harus bekerja dari rumah di pagi hari karena aku mesti mengawasi perawatan tahunan exhaust udara apartemenku. Seharusnya perawatannya berlangsung dua mingguan yang lalu sih. Tapi aku lupa mengkonfirmasi jadwalnya karena pikiranku teralihkan dengan kesibukan di kantor. Jadilah kami harus menjadwalkan-ulang, dan kami setuju untuk dilakukan di hari Senin kemarin ini, haha 😆 .

Setelah perawatannya selesai, aku langsung berangkat ke kantor. “Asyik” juga berangkat “siang” begini, karena artinya aku jadi melewatkan rush hour pagi kan, apalagi di hari Senin! Walaupun di sisi lain frekuensi transportasi umumnya juga agak lebih jarang sih dibandingkan di waktu rush hour, haha 😆 .

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2113 – A Koningsdag 2018 Weekend in Switzerland (Part I: Luzern)

ENGLISH

Posts in the Koningsdag 2018 Weekend in Switzerland:
1. Introduction
2. Part I: Luzern
3. Part II: Zürich

Getting to Luzern

As there was no airport in Luzern, I had to fly to Zürich, the closest city with an international airport, and then took the train from there. As my flight was scheduled to leave at 3:15 PM, I left my office for the airport just after lunch. As usual, at Schiphol I waited at the KLM Crown Lounge.

A KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXZ at Schiphol

My flight today would be operated with a KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXZ. Upon boarding, the gate notified me that I got upgraded to Europe Business Class again! Yeay! :mrgreen: And so I settled onto my new 1F seat on board PH-BXZ.

Got upgraded to Europe Business Class!!

Boarding went efficiently today where all passengers (the flight was completely full, 100% in economy and seven of the eight Europe Business Class seats were taken), but Zürich Airport was very busy so we had to wait before getting the clearance for departure. Long story short, we departed not long after and the one hour flight to Zürich started.

Not long after take off, the early dinner service was provided, which was a delicious salmon salad with some side dishes. As for the drink, I obviusly asked for the sparkling wine and a glass of water, haha. The rest of the flight was a pleasant and uneventful flight. At 4:35 PM we landed at runway 14 of Zürich Airport.

The early dinner service on KLM’s Europe Business Class flight to Zürich

At the airport, I bought a one-way train ticket to Luzern costing CHF 30. There was no direct connection departing shortly so I decided to take an option with a 20 minutes transit at Zürich HB. Long story short, I arrived at Luzern at about 6:30 PM.

Luzern

A Luzern selfie

Luzern was a very pretty Swiss town, though rather petite in size, haha. I stayed for two nights there and felt like this was definitely a little bit too much for the town itself. However, there were several other interesting places nearby the city, like the Pilatus Railway, which I didn’t get the chance to visit because I didn’t have the time, haha.

Anyway, the main attraction of Luzern was the impossible-to-miss Kapellbrücke (the Chapel Bridge), a wooden pedestrian bridge crossing the Reuss River in the Altstadt Area of the city. The bridge was also connected to the Wasserturm (Water Tower) which apparently was once used as a prison and torture chamber 😅.

The Chapel Bridge and the Water Tower in Luzern

The Altstadt itself was also beautiful, as the buildings from the Medieval age were very well-preserved! The Kapellbrücke wasn’t the only wooden bridge in Luzern, btw. A bit further down the Reuss, there was the shorter Spreuerbrücke which was also a beautiful wooden bridge. This other bridge was located next to a dam on the river which also served as a recreational area. Oh btw, I was very lucky this weekend where the weather was amazing so many people took the chance to go out as well, hence the lively atmosphere!

Anyway, just like Zürich, Luzern was also quite hilly in the Altstadt. On top of one of the hills, btw, stood a Medieval fortification with several towers that were open for public (and were free of charge to visit). It was so well the effort to climb all the way up there, because the view was magnificent! Lake Luzern was visible with a backdrop of the amazing Alps Mountain. Incredible!!

Lake Luzern and the Alps in the background.

The Kapellbrücke and the Altstadt weren’t the only “tourist” destinations in the city. Das Löwendenkmal (the Lion Monument), a rock relief of a mortally-wounded lion, was also famous; and beautiful! You could really feel the mourn the sculptor would like to portray with it.

The Lion Monument in Luzern

Anyway, food-wise I was happy that I got the chance to have a raclette on this trip to Luzern! It didn’t look as I expected (As somehow I expected the waitress to pour the molten cheese to my plate in front of me; and the dish was served ready), but it tasted great!! 😀

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Akhir Pekan Koningsdag 2018 di Swiss:
1. Introduction
2. Part I: Luzern
3. Part II: Zürich

Menuju Luzern

Karena di Luzern tidak ada bandara, aku harus terbang ke Zürich, kota terdekat dengan bandara internasional, dan dari sana naik kereta menuju Luzern. Karena penerbanganku dijadwalkan berangkat jam 3:15 sore, aku berangkat dari kantor setelah makan siang. Seperti biasa, di Schiphol aku menunggu di Crown Lounge-nya KLM.

Sebuah Boeing 737-800 milik KLM rego PH-BXZ di Schiphol

Penerbanganku hari ini akan dioperasikan KLM dengan Boeing 737-800 rego PH-BXZ. Ketika boarding, gerbangnya memberi-tahuku bahwa aku di-upgrade ke Kelas Bisnis Eropa lagi dong! Hore! :mrgreen: Dan jadilah kemudian aku duduk di kursi 1F di dalam PH-BXZ.

Di-upgrade ke Kelas Bisnis Eropa!!

Boarding berlangsung efisien hari ini (dimana penerbangannya penuh, kelas ekonomi penuh 100% dan tujuh dari delapan kursi Kelas Bisnis Eropa terisi), tetapi Bandara Zürich amat sibuk sehingga kami harus menunggu sebentar sebelum diizinkan berangkat. Singkat cerita, kami berangkat tak lama kemudian dan penerbangan satu jam ke Zürich dimulai.

Tak lama setelah lepas landas, layanan makan sore ringan disajikan, yang mana berupa salad ikan salmon dan beberapa menu sampingan. Untuk minuman, jelas dong ya aku meminta sparkling wine dan segelas air putih, haha. Sisa perjalanannya berlangsung nyaman dan uneventful. Jam 4:35 sore, pesawat mendarat di landasan pacu 14 Bandara Zürich.

Layanan makan sore di Kelas Bisnis Eropa KLM KL1961 menuju Zürich

Di bandaranya, aku membeli tiket kereta satu arah ke Luzern seharga CHF30. Tidak ada layanan langsung yang akan segera diberangkatkan waktu itu sehingga aku memutuskan untuk memilih opsi dengan transit 20 menit di Zürich HB. Singkat cerita, aku akhirnya tiba di Luzern sekitar jam 6:30 sore.

Luzern

Selfie di Luzern

Luzern adalah kota kecil di Swiss yang kece banget, walaupun ukurannya tergolong kecil, haha. Aku menginap dua malam di sana dan rasanya waktu segini jelas terlalu panjang untuk kotanya saja. Namun, ada beberapa tempat yang juga menarik di sekitar kotanya, misalnya Pilatus Railway, yang mana tidak sempat aku kunjungi karena tidak sempat, haha.

Anyway, atraksi paling utama di Luzern adalah Kapellbrücke (Jembatan Kapel) yang nggak mungkin terlewatkan deh. Ini adalah sebuah jembatan kayu untuk pejalan-kaki menyeberangi Sungai Reuss di area Altstadt. Jembatannya juga terhubung dengan Wasserturm (Menara Air) yang mana ternyata dulu pernah digunakan sebagai penjara dan ruang penyiksaan 😅.

Jembatan Kapel dan Menara Air di Luzern

Altstadt-nya sendiri juga indah, dimana gedung-gedungnya yang dari abad pertengahan dirawat dengan baik! Oh iya, Kapellbrücke bukanlah satu-satunya jembatan kayu di Luzern, btw. Di sungai Reuss juga terdapat jembatan Spreuerbrücke yang lebih pendek dan juga merupakan jembatan kayu. Jembatan lain ini berlokasi di sebelah sebuah dam yang juga berfungsi sebagai area rekreasi. Oh iya, aku beruntung sekali akhir pekan ini dimana cuacanya sedang oke banget sehingga banyak orang yang memanfaatkannya dengan pergi ke luar. Sebagai akibatnya, atmosfer kotanya terasa hidup!

Anyway, seperti Zürich, Luzern jugalah berbukit-bukit di Altstadt-nya. Di salah satu bukitnya berdiri benteng dari abad pertengahan dengan beberapa menara yang dibuka untuk umum (dan tanpa dikenakan biaya masuk). Worth it banget deh memanjat ke puncak salah satu menaranya, karena pemandangannya kece banget! Danau Luzern terlihat jelas dengan latar belakang Pegunungan Alpen. Indah banget!!

Danau Luzern dan Pegunungan Alpen sebagai latar belakang.

Kapellbrücke dan Altstadt bukanlah satu-satunya atraksi “turis” di kota ini. Das Löwendenkmal (Monumen Singa), sebuah relief batu akan seekor singa yang nyaris mati karena terluka parah, juga terkenal; dan indah! Perasaan muram benar-benar terpancarkan dari karya seni ini!!

Monumen Singa di Luzern

Anyway, untuk urusan makanan aku senang aku mendapatkan kesempatan untuk makan raclette di perjalanan ke Luzern ini! Penampakan masakannya tidak seperti bayanganku sih food-wise (Entah bagaimana aku bayangkan pelayannya akan menuangkan keju yang sudah dilelehkan ke piring di depanku; sementara kenyataannya masakannya disajikan “sudah jadi”), tetapi yang penting mah rasanya enak ya!! 😀

North America Trip, TV Show, USA, Vacation

#2112 – American Idol and Love Yourself

ENGLISH

When I went to New York for my year end 2015 trip, I was glad to be able to watch an episode of American Idol before the show was cancelled. At the time, that 15th season had been announced as its last season. As a (formerly) fans of the show, certainly I was happy to still have the opportunity to watch it in America while the show was still on, haha. Btw, here are the main posts of that amazing year-end trip of mine:
1. Part I: Getting to North America
2. Part II: Boston
3. Part III: Getting to Mexico
4. Part IV: Oaxaca
5. Part V: A Mexican Wedding
6. Part VI: Huatulco and New Year
7. Part VII: Beaches of Huatulco
8. Part VIII: Back to USA
9. Part IX: Fifth Avenue, New York
10. Part X: More from New York
11. Part XI: Back to Europe

But then fast forward about a year later, it was announced that the show would be revived when ABC acquired its right and so the show didn’t really get “cancelled” after all, lol 😆 . I found it a little bit awkward when I had already been a little bit emotional at the time which, apparently, was only for nothing, lol 😆 .

ABC announced that the show would be back for its the 16th season in the 2017-2018 season and, funnily, somehow it coincided with my Spring Trip to the States earlier this year! Lol 😆 . Here are the main posts of this recent awesome trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to New Orleans
3. Part II: New Orleans
4. Part III: NOLA the Foodie Destination
5. Part IV: New Orleans to Chicago
6. Part V: Chicago the City
7. Part VI: The MCA, Skydeck, and the Food
8. Part VII: Back to Europe in Business Class

But just like in my New York trip in early January 2016, I happened to be in the States also during the audition episodes of the series, haha 😆 . And the coincidence did not stop here. I was in New Orleans at the time, and here is one of the auditions that was aired that day:

I mean, yep, the contestant chose a song that started with “There is a house in New Orleans“, while I was in New Orleans, LOL 😆 . I just can’t even!!

Anyway, this time I got a chance to watch two episodes actually. The first one was the last episode of the judges’ audition stage while the second one was the first part of the Hollywood stage. As usual, in the Hollywood stage the contestants had to perform in groups and sang a song of their choice.

And this Hollywood stage, btw, infatuated me with … a Justin Bieber song 🙈. I mean, OMG 😱😱😱😱😱! I never thought this would happen, but Justin Bieber’s “Love Yourself” was actually good! Haha 😆 . But as usual, when I liked a song I also looked for its covers, which usually are in plenty of supply in Youtube nowadays. And for this song, I found a cover which I really liked, even (much) more than the original. Unsurprisingly, though, it was a cover by the Postmodern Jukebox.

Haha 😆 . What do you think?

So yeah, that is the story of American Idol’s resurrection which succesfully intoxicate my brain with a Justin Bieber’s song, lol 😆 .

BAHASA INDONESIA

Ketika aku pergi ke New York untuk perjalanan akhir tahun 2015ku, aku merasa senang masih bisa menonton satu episodenya American Idol sebelum acaranya berakhir. Waktu itu, sudah diumumkan bahwa musim ke-15 akan menjadi musim terakhirnya. Sebagai (dulunya) fans dari acara ini, jelas dong ya aku senang bisa mendapatkan menonton acaranya ketika sedang berada di Amerika, haha. Btw, berikut ini posting-posting yang berisi cerita perjalanan seru akhir tahunku dulu itu:
1. Part I: Getting to North America
2. Part II: Boston
3. Part III: Getting to Mexico
4. Part IV: Oaxaca
5. Part V: A Mexican Wedding
6. Part VI: Huatulco and New Year
7. Part VII: Beaches of Huatulco
8. Part VIII: Back to USA
9. Part IX: Fifth Avenue, New York
10. Part X: More from New York
11. Part XI: Back to Europe

Nah, fast forward sekitar satu tahun kemudian, ada berita bahwa acaranya akan dihidupkan kembali ketika ABC mendapatkan hak untuk acaranya sehingga American Idol nggak jadi “berakhir” deh, haha 😆 . Agak nyebelin juga ya karena aku sudah sempat agak mellow-mellow gimana gitu waktu itu yang mana eh ternyata acaranya batal berakhir, huahaha 😆 .

ABC mengumumkan bahwa acaranya akan kembali untuk musim ke-16 di periode tayang 2017-2018 dan, lucunya, ini pas bebarengan dengan perjalanan musim semiku ke Amerika awal tahun ini! Haha 😆 . Berikut ini posting-posting utama perjalananku yang seru baru-baru ini tersebut:
1. Introduction
2. Part I: Getting to New Orleans
3. Part II: New Orleans
4. Part III: NOLA the Foodie Destination
5. Part IV: New Orleans to Chicago
6. Part V: Chicago the City
7. Part VI: The MCA, Skydeck, and the Food
8. Part VII: Back to Europe in Business Class

Tapi sama seperti dulu ketika di New York di awal bulan Januari 2016, aku di Amerika kemarin sewaktu acaranya masih dalam tahap penayangan babak audisinya, haha 😆 . Dan kebetulannya masih belum berhenti di situ lho. Acaranya ditayangkan ketika aku berada di New Orleans waktu itu, dan berikut ini salah satu audisi yang ditayangkan di episode hari itu:

Iyaa, kontestannya memilih menyanyikan lagu yang dibuka dengan lirik “There is a house in New Orleans“, ketika aku lagi di New Orleans, huahaha 😆 . Kok bisa-bisanya ya!!

Ngomong-ngomong, kali ini aku mendapatkan kesempatan untuk menonton dua episode. Episode pertama adalah episode terakhir dari tahap audisi sementara yang kedua adalah bagian pertama dari tahap eliminasi di Hollywood. Seperti biasa, di tahap Hollywood kontestannya harus tampil dalam grup dan menyanyikan satu lagu yang mereka pilih sendiri.

Dan tahap Hollywood ini, btw, membuatku suka dengan … salah satu lagunya Justin Bieber dong 🙈. Ya ampun apa-apaan inii 😱😱😱😱😱! Nggak pernah aku sangka sebelumnya, tapi harus dibilang bahwa lagu “Love Yourself“-nya Justin Bieber itu memang enak ya! Haha 😆 . Tapi seperti biasa, ketika aku suka dengan sebuah lagu, aku juga suka mencari versi cover-nya gitu, yang mana sekarang mah banyak bertebaran di Youtube ya. Dan untuk lagu ini, aku menemukan satu cover yang aku suka banget, bahkan (jauh) lebih aku sukai daripada versi aslinya. Tak mengherankan, cover ini adalah milik Postmodern Jukebox.

Haha 😆 . Bagaimana menurut kalian?

Ya, jadi ya begitu deh cerita American Idol yang hidup kembali yang mana dengan sukses meracuniku dengan lagunya Justin Bieber, hahaha 😆 .

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2111 – A Long Weekend Story

ENGLISH

Posts in the Long Weekend in Budapest series:
1. Introduction
2. Part I: Buda of Budapest
3. Part II: The Flights Drama
4. Part III: Pest of Budapest

As my Instagram (@azilko) followers have known now, I went on a trip this weekend taking the advantage that it was a long weekend! 😀 This Monday was the Whit Monday (Pentecost Monday) which was a public holiday in the Netherlands. Btw, this was the last public holiday in this country this year until Christmas in late December!! 😣

In a way I have made it my goal this year to make my travels more “interesting”. One way to achieve this is by going to new places, preferably those destinations I have wanted to go to but haven’t got the opportunity. And this weekend, I went to one of those destinations: Budapest, in Hungary! 😀

Budapest selfie

I have heard and read many stories from people about how amazing Budapest was for travelling! Naturally this intrigues me a lot! 😀 But Budapest, somehow, hasn’t been the “easiest” destination for me because, as you know, I am very picky with my flights and its location that is quite far away from the Netherlands. Consequently, there are only “few” options for me because a regular weekend trip wouldn’t be enough time-wise, I feel. This means I would need to make use of a long weekend, but of course it is more difficult to find a good deal on flight tickets for a long weekend. I found a reasonable deal with Air France/KLM back in November last year (The ticket wasn’t super cheap per se, but it was reasonable for a long weekend) and decided to grab it, haha 😀 .

Though, the deal was to return to Amsterdam via Paris (with a tight 40 minutes connection) on Tuesday (more on this later as things unraveled interestingly for this one), meaning I had to “extend” the long weekend by one day in Budapest. Yeah, I did take one day of my holiday allowances for a long weekend this year despite what I wrote two weeks ago, haha 😛 . But it would be well worth-it for Budapest, I felt, which made it acceptable 😛 .

Budapest is seriously pretty

Anyway, so how was Budapest? Indeed, Budapest was seriously really, really pretty! I was also especially lucky with the weather as well where it was pretty much sunny (only with few cloud) during my entire stay there. Plus, coming from Western Europe, everything also felt cheap! Hahaha 😆 .

Here are some photos as teasers:

 

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Long Weekend in Budapest:
1. Introduction
2. Part I: Buda of Budapest
3. Part II: The Flights Drama
4. Part III: Pest of Budapest

Seperti yang followers Instagram (@azilko)-ku ketahui, aku pergi dalam sebuah perjalanan akhir pekan kemarin ini karena adalah long weekend! 😀 Senin kemarin ini adalah Whit Monday (Pentekosta Senin) yang merupakan tanggal merah di Belanda. Btw, ini adalah tanggal merah terakhir di negara ini tahun ini sebelum Natal akhir Desember nanti dong!! 😣

Kurang lebih sudah kubulatkan tekad bahwa salah satu tujuanku tahun ini adalah membuat acara jalan-jalanku lebih “menarik”. Nah, satu cara untuk mencapainya adalah dengan pergi ke tempat-tempat baru, terutama tempat-tempat yang memang sudah ingin aku kunjungi tapi belum kesampaian. Dan akhir pekan kemarin ini, aku pergi ke salah satunya: Budapest di Hungaria! 😀

Budapest selfie

Aku sudah sering mendengar atau membaca banyak cerita dari orang-orang tentang kecenya Budapest untuk jalan-jalan! Ya jelas dong ya aku kan jadi penasaran! 😀 Tetapi Budapest sejauh ini menjadi tujuan yang “tidak mudah” untuk kukunjungi karena, tahu lah, aku kan picky banget ya untuk urusan penerbangannya dan juga lokasi kotanya yang mana lumayan jauh dari Belanda. Sebagai akibatnya, hanya ada “sedikit” pilihan untukku karena perjalanan akhir pekan biasa bakalan kurang panjang, aku rasa. Ini berarti aku harus memanfaatkan long weekend, tetapi tentu saja lebih sulit mendapatkan tiket promo di long weekend kan ya. Aku melihat ada deal yang oke lah dengan Air France/KLM di bulan November tahun lalu (Tiketnya nggak murah-murah banget sih, tapi oke lah dengan mempertimbangkan tanggalnya yang berada di long weekend) dan memutuskan untuk membelinya, haha 😀 .

Walaupun, untuk memanfaatkan deal ini aku harus kembali ke Amsterdam via Paris (dengan waktu transit yang ketat (40 menit)) di hari Selasa (Eh ada lanjutannya sih tentang ini, ceritanya kusimpan untuk nanti deh karena situasinya menarik), sehingga aku harus “memperpanjang” long weekend-ku selama satu hari di Budapest. Iya, akhirnya aku mengambil satu hari cuti untuk long weekend tahun biarpun aku menulis ini dua minggu yang lalu, haha 😛 . Tetapi karena tujuannya adalah Budapest, aku rasa bakal worth-it lah 😛 .

Budapest itu memang cantik banget

Anyway, jadi bagimana nih Budapest? Budapest memang beneran cantik banget! Aku juga beruntung terutama dengan urusan cuaca dimana cuacanya cerah (hanya sedikit awan) di keseluruhan masa tinggalku di sana. Ditambah lagi, datang dari Eropa Barat, apa-apa juga terasa murah! Huahaha 😆 .

Seperti biasa, di atas aku unggah beberapa foto sebagai teasers dari perjalanan ini.

EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#2110 – A Summery Spring in Munich

ENGLISH

I went on a short weekend trip to Munich in mid-April. As I have shared, I forgot to bring my pocket camera on the trip; which unintentionally turned the trip into an experiment for me to measure the “value” of a pocket camera during a trip of mine. As it turned out, it was very valuable because I noticed that I didn’t take as many pictures on the trip, and the trip was generally less enjoyable without my camera! Consequently, this post won’t have as many pictures as usual simply because I did not take enough for that.

Anyway, a bit uncharacteristically, I also took KLM’s direct return Amsterdam – Munich flights for this trip, i.e. without any transit! Both flights were operated by Boeing 737-800, PH-BCA named “Flamingo” on the way to Munich and PH-BXL named “Sperwere” on the way back to Amsterdam. Both were pleasant intra-European flights with KLM as usual and so there is not much too share.

A KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BCA

As I also had pretty much half a day in Munich this time, I decided to focus on the area which I had heard nice things about but didn’t yet visit on my first trip there two years ago. And the area was the famous Englischer Garten (The English Garden), a large park in the northeastern park of the city.

Mid-April and one layer of clothes in Munich. Say whaaatt?

It was supposed to be Spring in Western Europe, but the weather at the time was quite unique, where the it was really sunny and the temperature was hovering around the high 20s Centigrade. To be honest it felt more like Summer than Spring to me, a season which I preferred less, haha 😛 . Nonetheless, especially after a harsh and long Winter and the day being a Saturday, many people decided to take advantage of it by going to the garden. As a result, the Englischer Garten was so full of people, many of them were sunbathing, when I was there! Lol 😆 .

The English Garden in Munich when the weather was great

Anyway, I found the Englisher Garten to be beautiful, and it certainly made the city livable! It was also very big, but one needed not to worry because a lot of signages and maps were installed throughout the garden. Uniquely, and perhaps confusingly, one landmark of the garden was the Chinesischer Turm (the Chinese Tower). Yep, a “Chinese” tower in an “English” garden in Munich, “Germany”, haha 😆 .

A Chinese Tower in an English Garden in Germany

As you know, I am not the biggest fan of warm weather. While the weather today wasn’t very warm (I mean, it was nothing like the humid tropical condition on a sunny day!), it was still warm enough to make me feel a little bit uncomfortable outside. So after wandering in the Englischer Garten for about two hours, I decided to go back to the hotel to shower and rest.

Crispy knuckle of suckling pig

As for the food, of course I had local German cuisine on the two full meals I had there. For lunch, I had a turkey schnitzel, which was tasty with an ideal serving size (haha 😆 ). And for dinner, I had a rösche spanferkelhaxn, translated as crispy knuckle of suckling pig which was served with the Bavarian spitzkrout (sour cabbage) and kartoffelknödel (potato dumplings). While I liked the meat, just as before, I didn’t really enjoy the cabbage and potato, haha. It was overall very tasty, though 😀 .

BAHASA INDONESIA

Aku pergi dalam perjalanan akhir pekan singkat ke Munich di pertengahan April. Seperti yang sudah kubilang, aku lupa membawa kamera sakuku di perjalanan ini; yang mana justru tidak sengaja membuat perjalanan ini menjadi suatu percobaan bagiku untuk mengukur “nilai” dari kamera saku di perjalananku. Ternyata, kamera saku itu amat bernilai. Ini kuamati dari tidak-banyaknya foto yang aku ambil di perjalanan ini, dan perjalanannya sendiri agak lebih kurang asyik sih tanpa kamera! Sebagai akibatnya, tidak banyak foto yang aku unggah di posting ini karena ya memang tidak ada banyak foto yang aku ambil.

Anyway, agak tidak seperti biasanya, aku terbang langsung pp Amsterdam – Munich dengan KLM di perjalanan ini, alias tanpa transit! Keduanya dioperasikan dengan Boeing 737-800, PH-BCA dengan nama “Flamingo” di keberangkatan dan PH-BXL dengan nama “Sperwer” di kepulangan. Keduanya adalah penerbangan reguler dan nyaman intra-Eropa dengan KLM sehingga tak banyak yang mau kuceritakan di sini.

Sebuah Boeing 737-800nya KLM dengan rego PH-BCA

Karena aku hanya memiliki waktu setengah harian saja di Munich kali ini, aku memutuskan untuk fokus di area yang aku dengar cantik tapi belum sempat aku kunjungi di perjalananku dua tahun yang lalu. Dan area ini adalah Englischer Garten (Taman Inggris), sebuah taman besar dan terkenal di timur laut kotanya.

Mid-April and one layer of clothes in Munich. Say whaaatt?

Waktu itu seharusnya adalah Musim Semi di Eropa Barat, tapi cuaca waktu itu cukup unik, dimana matahari bersinar cerah dan temperaturnya berada di kisaran hampir 30 derajat. Sejujurnya rasanya lebih kayak Musim Panas daripada Musim Semi deh, sebuah musim yang lebih tidak aku sukai, haha 😛 . Walaupun begitu, waktu itu kan Eropa baru saja melewati Musim Dingin panjang dan keras ya, jadilah banyak orang yang memanfaatkan cuaca ini dengan pergi ke tamannya. Sebagai akibatnya, Englischer Garten rame banget waktu itu, dimana tentu banyak yang berjemur! Haha 😆 .

Taman Inggris di Munich ketika cuaca cerah

Anyway, Englischer Garten memang indah, dan membuat kotanya enak untuk dibuat hidup! Tamannya juga besar, tetapi pengunjung tidak perlu khawatir akan tersasar karena ada banyak petunjuk dan papan peta di seluruh tamannya. Uniknya, dan mungkin membingungkan, satu landmark terkenal di tamannya adalah Chinesischer Turm (Menara China). Iya, menara “China” di sebuah taman “Inggris” di Munich di “Jerman”, haha 😆 .

Chinesischer Turm di Taman Inggris di Jerman

Tentu sudah pada tahu bahwa aku bukanlah seorang fans dari cuaca panas, haha. Walaupun cuaca di Munich hari ini nggak panas yang gila banget (Maksudnya, nggak kayak cuaca lembab di daerah Tropis ketika matahari bersinar cerah!), tetapi cuacanya sudah cukup panas untuk membuatku merasa agak tidak nyaman berada di luar berlama-lama, haha. Jadilah setelah jalan-jalan di Englischer Garten selama sekitar dua jam-an, aku memutuskan kembali ke hotel untuk mandi dan beristirahat.

Crispy knuckle of suckling pig

Untuk urusan makanan, jelas dong aku menikmati masakan setempat di dua kali makanku di sana. Untuk makan siang, aku makan schnitzel daging kalkun, yang mana enak dan ukuran porsinya pun ideal (haha 😆 ). Untuk makan malam, aku makan rösche spanferkelhaxn, yang mana kurang lebih berarti lutut babi crispy yang disajikan dengan spitzkrout (kubis asam) ala Bavaria dan kartoffelknödel (kentang). Walaupun aku suka dagingnya, seperti dulu, aku juga masih kurang bisa menikmati kubis dan kentangnya, haha. Tapi secara keseluruhan enak sih D: .

General Life, working life, Zilko's Life

#2109 – This Week’s Story

ENGLISH

This week at work I have been … really busy! Yeah I have said something about this before as indeed this time of the year is pretty much the “busy season” in my office. But I felt like this was even more true this week! I mean, this was to the degree that I felt like I needed a weekend already … by Tuesday; and this was considering that we were just emerging from a “long” weekend at that point. Haha 😆

Though, perhaps pretty much starting the week with a drama played a role as well in this perception of mine, haha. But objectively, indeed this week was quite “unique” in the sense that there were more “varieties” in what I needed to do. I started to work on a new project this week, had several routine “mini” tasks that needed to be done, and also so many meetings and discussions over various topics. On top of that, I was scheduled to give a presentation too this Thursday! Haha 😆

Moving on to a non-work related topic, physically this week was also quite strange where for a few days, I had insomnia! Lol 😆 . Anyway, I was excited for my tennis lesson this week because my last lesson was … four weeks ago! Haha 😆 . You know, three weeks ago I went on a long weekend trip to Switzerland. There was no lesson two weeks ago because it was the “Tennis Camp” week. And last week was another “long” weekend in the Netherlands.

And so it had been almost one month of no tennis for me. Understandably because of the long recess and insomnia which led to me being quite tired already by the time the lesson started in the evening, my tennis game was so lethargic. Well, the windy condition didn’t help too, though I still won two of the three super tiebreaks we played at the end of the lesson, haha 😛 .

Yeah, this is all for today. Just a short post this time around 😛 .

BAHASA INDONESIA

DI kantor minggu aku … sibuk dah! Iya, ini sudah kusebutkan sih sebelumnya karena memang sekarang ini lagi musim sibuk di kantor. Tapi kok rasanya minggu ini lebih intense gitu! Maksudku, sibuknya ini sampai-sampai membuatku merasa aku butuh akhir pekan … di hari Selasa; dan ini dengan mempertimbangkan bahwa kita baru saja melewati sebuah “long” weekend kan ya waktu itu. Haha 😆

Walaupun, memang sih mungkin drama di awal minggu ini berperan dalam persepsiku ini juga, haha. Tapi sebenarnya sih, memang kok minggu ini “unik” dalam artian apa yang aku kerjakan di kantor “bermacam-macam” banget. Aku mulai mengerjakan proyek baru, di samping tugas-tugas “mini” tapi rutin yang perlu dikerjakan, dan juga banyaknya meeting dan diskusi tentang berbagai macam hal. Di atas itu semua, kok ya kebetulan aku dijadwalkan untuk memberikan sebuah presentasi di hari Kamis! Haha 😆

Anyway, mari kita berganti topik ke yang tidak berhubungan dengan urusan kantor. Secara fisik minggu ini juga cukup aneh dimana selama beberapa hari aku insomnia dong! Haha 😆 Oh iya, aku merasa excited dengan les tenisku minggu ini karena les terakhirku adalah … empat minggu yang lalu! Haha 😆 . Tahu kan, tiga minggu lalu aku pergi dalam sebuah perjalanan long weekend ke Swiss. Lalu dua minggu lalu lesnya libur karena adalah minggu “Tennis Camp”. Dan minggu lalu adalah “long” weekend lagi di Belanda.

Jadi ya gitu deh, nyaris sebulan lho aku hidup tanpa tenis! Yang mana jelas akibat dari absen yang berkepanjangan itu dan insomnianya yang membuat badanku merasa sudah capek ketika lesnya dimulai di malam hari, permainan tenisku parah banget deh. Yah, memang sih kondisinya yang waktu itu berangin juga tidak membantu, haha, walaupun aku masih memenangi dua dari tiga game “super tiebreak” yang dimainkan di akhir les, haha 😛 .

Ya segini dulu deh untuk sekarang. Kali ini pendek aja posting-nya, haha 😛 .