#2080 – A Broken OV Chipkaart and A Popped Button

ENGLISH

Previously I shared a thought about how I felt disruptions appeared to more likely occur with bad timing rather than not.

And recently, this happened again! Not only once, but twice within the same week!!

A Broken OV-Chipkaart

My OV Chipkaart decided to break down one day before the start of my midweek trip to Copenhagen. I would need this card to travel within Amsterdam and to/from Schiphol; and you know I would have another upcoming trip to Bologna that weekend. I found it really annoying that the card chose to break down that week, not, say, the week before or after when I had no plan to travel that far out, haha πŸ˜† .

I immediately requested for a replacement online, but it would only arrive within three working days. And so I knewΒ at the very least I would have to deal with this situation during my two-day Copenhagen trip.

Anyway, in the end I received my new card by Thursday, and so it was all, thankfully, fixed by the time I went on my Bologna weekend trip, haha.

A Popped Button

But then, just when I arrived at Schiphol to start my Bologna weekend trip, my pants’ button decided to pop! Yeah, what a timing!! And to make things even worse, somehow I decided not to wear any belt for this trip.

As it was certainly very uncomfortable, I decided to buy a belt at Schiphol. But as I was rushing, I forgot to ask the shopkeeper to add one or two extra holes at the belt (For whatever reason I am in the skinny spectrum of the belt industry, I observe, which I find really weird as I feel like I am not that skinny, haha). While it kinda “worked”, it was still quite uncomfortable. And so in Bologna I decided to go to H&M and bought a new pair of pants.

“Emergency” shopping in Bologna

All in all, I think I managed the situation quite well; especially that for some time I got to avoid the potentially embarassing sight of my “opened” pants by covering it up with my jacket and coat, haha πŸ˜› . Well, then from this perspective the timing was still “okay” because it was winter time so I had my jacket and coat with me. Had it been in the summer, though…Β πŸ™ˆ

BAHASA INDONESIA

Beberapa waktu yang lalu aku membagikan pikiranΒ mengenai pengamatanku bahwa sepertinya yang namanya gangguan operasional, atau kesialan secara lebih luas, lebih mungkin terjadi ketika timing-nya tidak pas daripada di waktu-waktu lain.

Dan belum lama ini, ini terjadi lagi dong! Pun tidak hanya sekali, melainkan dua kali dalam minggu yang sama!

OV-Chipkaart yang rusak

Kartu OV-Chipkaart-ku memutuskan untuk rusak satu hari sebelum keberangkatanku di perjalanan tengah mingguku ke Kopenhagen. Aku akan membutuhkan kartu ini untuk bepergian di dalam Amsterdam dan ke/dari Schiphol; dan tahu lah di akhir minggu ini aku ada acara jalan-jalan lagi ke Bologna. Aku merasa sebal banget kartunya memutuskan untuk rusak di minggu itu, bukannya, misalnya kek, minggu sebelumnya atau setelahnya dimana aku tidak memiliki rencana untuk bepergian jauh, haha πŸ˜† .

Aku langsung meminta penggantian kartunya online sih, tetapi kartu penggantinya baru akan tiba dalam waktu tiga hari kerja. Dan jadilah aku paham bahwa setidaknya aku harus menghadapi situasi ini di perjalananku ke Kopenhagen.

Anyway, pada akhirnya aku mendapatkan kartu baruku di hari Kamis; jadi untungnya semuanya sudah pulih kembali ketika aku harus berangkat dalam perjalanan akhir pekan ke Bologna-ku, haha.

Kancing celana yang lepas

Tetapi kemudian, ketika aku baru saja tiba di Bandara Schiphol untuk memulai perjalanan akhir pekan ke Bologna-ku itu, kancing celanaku memutuskan untuk lepas dong! Iya, timing-nya kok begini banget ya!! Dan untuk membuat situasi menjadi lebih runyam, waktu itu aku memutuskan untuk tidak memakai sabuk di perjalanan kali ini.

Karena sangat tidak nyaman, aku memutuskan untuk membeli sabuk di Schiphol. Karena terburu-buru, aku lupa meminta penjaga tokonya untuk menambahkan satu atau dua lubang di sabuknya (Entah mengapa sepertinya aku tergolong dalam spektrum kurus di dunia industri persabukan, yang mana menurutku aneh karena menurutku aku tidak sekurus itu, haha). Walaupun sabuknya lumayan “membantu”, toh masih terasa tidak nyaman juga. Jadilah di Bologna aku memutuskan untuk mampir di H&M dan membeli celana baru.

Belanja “darurat” di Bologna

Secara keseluruhan, rasanya situasinya aku kendalikan dengan baik; terutama selama beberapa waktu aku berhasil menghindari situasi yang berpotensi memalukan sekali dimana pemandangan celanaku yang “terbuka” bisa aku tutupi dengan jaket dan mantelku, haha πŸ˜› . Yah, kalau dipikir-pikir dari segi ini timing-nya masih “oke” lah ya karena musim dingin sehingga aku memakai jaket dan mantel. Coba kalau musim panas!Β πŸ™ˆ

 

 

15 Comments Add yours

  1. nyonyasepatu says:

    H&M ini membantu bgt kalau ada baju yg rusak tiba2 haha

    1. zilko says:

      Penyelamat banget Non! Hahahaha πŸ˜†

  2. Puji says:

    Celananya udah tau kamu bakalan makan banyak di Bologna πŸ˜‹

    1. zilko says:

      Hahahahaha jadi kancingnya kabur duluan ya πŸ˜› .

  3. Kalau di Amerika tambah lubangnya 4 ! LOL

    1. zilko says:

      Huahaha, sabuknya panjang-panjang ya disana? πŸ˜›

      1. Haha…pinggangnya yg panjang2 LOL

        1. zilko says:

          Huahahaha πŸ˜†

  4. Christa says:

    Lumayan yaaa jadi sekalian belanjaa hehehe

    1. zilko says:

      Hahaha in a way begitu Chris πŸ˜› . Tapi tetep sebel juga rasanya πŸ˜€

  5. niee says:

    Jadi kalau weekendtrip cuma bawa satu celana ko? πŸ˜†

    1. zilko says:

      Iya Niee, satu aja cukup dah. Di Eropa kan bersih jadi celananya juga nggak gampang kotor, hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s