#2068 – A Midweek Trip to Copenhagen

ENGLISH

At the end of January I went on a midweek trip to Copenhagen to attend the PhD defense and graduation of a friend of mine, which was one of the two trips I did that week! It is the time now for the story 😀

The transport

On this trip, I took Air France and KLM’s Amsterdam – Copenhagen – Paris – Amsterdam. The last two flights were regular comfortable Air France flights with an Airbus A318 (F-GUGM) and Airbus A321 (F-GTAJ) so I won’t get too much to it. The first KLM flight to Copenhagen was, however, interesting.

An Air France’s A318 reg F-GUGM at CPH
An Air France’s A321 reg F-GTAJ at AMS

Two days before the trip, I got an email from KLM saying that due to changes in the timetable, the flight to Copenhagen would be operated with a Transavia’s Boeing 737-800 but still with KLM service and staffed by KLM crews. In case you aren’t familiar, Transavia is KLM’s low cost carrier (LCC) subsidiary and there is no Europe business class or economy comfort seats on the plane. And so in Indonesia this would be like holding a Garuda Indonesia ticket but the flight, while still with Garuda’s level of service and crews, would be operated with a Citilink’s plane, haha.

KLM operated my KL1125 flight to Copenhagen today with this Transavia’s Boeing 737-800 reg PH-HZL.

Transavia’s PH-HZL was chosen for my flight today. The gate officers and flight attendants apologized for this change of plane. I settled onto my 4A seat which was a typical LCC seat: it felt quite crammed! Haha 😛 . Thankfully, everything else was pretty much as per KLM standard. They even put the KLM in-flight magazines in the seat pocket, much to my delight because I wasn’t impressed at all with Transavia’s in-flight magazine on my latest flight with them 1.5 years ago, haha. KLM’s usual sandwich and drink service were served on board. The flight landed at Copenhagen – Kastrup Airport on time.

KLM magazines and Transavia Safety Card

A Danish PhD defense and graduation

My main agenda in Copenhagen was my good friend’s PhD defense and graduation. It was also my first time attending such an event outside of the Netherlands and so I was also curious to see the difference.

The defense started with a public presentation for about 45 minutes in a lecture room. I think my friend was quite composed during the presentation, which was really good. Then, a professor told the audience that there would be a 5 minutes break before the Q&A session would start. This next session could potentially take up to 2 hours and he said something along the line as “If you want to leave the room, this is your chance“, or at least this was how the message was conveyed to me, haha.

Actually I would like to stay and see maybe a few questions, as this session was usually where the interesting discussion took place. However, with only one door at the front of the room, what if I needed to, say, go to the toilet or get something to drink? It could potentially took two hours, damn it! I certainly would not want to be in the awkward situation of “interrupting” a fierce PhD defense discussion session because I needed to pee, haha. And so in the end I decided to leave the room, and so did all the other audiences leaving my friend only with the professor and thesis defense committee in the room.

A PhD graduation reception in Denmark

I then helped her colleague prepare for the reception afterwards in a cool hang out hall in the university. The Q&A session took, apparently, about an hour. My friend came to the room with the professors who then promoted her as a Doctor. The reception then started; and it actually went quite long as my friend organized a dinner as well, also at the same place. I stayed there until about 8:30 PM before I decided to leave as I was so tired. It had been a long day when I got up at 3 AM that morning! Hahaha 😛 .

So yeah, in conclusion, a PhD defense and graduation in Denmark was very different from the Netherlands. You can read how mine was here last year. In the Netherlands, it was much more traditional with all the rules and procession while in Denmark, at least on the surface, it looked much more relaxed and casual (There was even no dress code). The committee also consisted of more people in the Netherlands, at least in TU Delft. I also found it interesting that the reception (and dinner) was more like a DIY kind of stuffs, whereas in the Netherlands it was more “formal” with a caterer organizing the reception!

Copenhagen

The colours of Copenhagen

Because my main agenda in Copenhagen was to attend the defense and graduation, I did not have much time to go around the city. But I had visited this beautiful city twice before so I did not really mind this to be honest, haha.

I was glad that I still got the time to enjoy another awesome brunch in Copenhagen, btw (Copenhagen is famous for the amazing brunch places throughout the city). A friend and I headed out to Kalaset nearby the Nørreport Station for brunch, which was highly rated in Yelp. Obviously I ordered the non-vegetarian (lol) brunch, which was really, really good!! 😀

An amazing brunch in Copenhagen

So yeah, the next time you head out to Copenhagen, don’t forget to have brunch! And also the smørrebrød, which unfortunately I did not have this time, hahaha.

BAHASA INDONESIA

Di akhir bulan Januari aku pergi dalam perjalanan singkat di tengah minggu ke Kopenhagen untuk menghadiri sidang dan wisuda PhD (S3)-nya seorang teman baikku, yang mana adalah satu dari dua perjalananku minggu itu! Nah, mari ceritanya kita mulai 😀

Transportasi

Di perjalanan ini, aku terbang dengan Air France dan KLM dengan rute Amsterdam – Copenhagen – Paris – Amsterdam. Dua penerbangan terakhir adalah penerbangan reguler Air France dengan sebuah Airbus A318 (F-GUGM) dan Airbus A321 (F-GTAJ) sehingga tidak akan banyak aku ceritakan di sini. Penerbangan pertama dengan KLM ke Kopenhagen, tapinya, cukup menarik.

A318nya Air France dengan rego F-GUGM di CPH
A321nya Air France dengan rego F-GUGM di AMS

Dua hari sebelum berangkat, aku mendapatkan email dari KLM yang menyebutkan bahwa karena perubahan jadwal, penerbanganku ke Kopenhagen akan dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-800 milik Transavia; tetapi masih akan diterbangkan dengan layanannya KLM oleh stafnya KLM. Jika pada nggak paham nih, Transavia adalah anak perusahaan low cost (LCC)-nya KLM dan pesawat-pesawatnya tidak dilengkapi dengan kursi kelas bisnis Eropa maupun economy comfort. Jadi jika di Indonesia kurang lebih ini seperti situasi dimana kita memiliki tiket Garuda Indonesia tetapi penerbangannya, walaupun tetap berlayanan sesuai standar dan oleh kru Garuda, dioperasikan dengan pesawatnya Citilink, haha.

KLM mengoperasikan penerbangan KL1125 ke Kopenhagen hari ini dengan Boeing 737-800 rego PH-HZL milik Transavia ini.

PH-HZL milik Transavia dipilih untuk penerbanganku hari ini. Petugas di bandara dan awak kabinnya memohon-maaf atas perubahan pesawat ini. Aku duduk di kursi 4A yang mana seperti standar kursi ala LCC: rasanya sempit! Haha 😛 . Untungnya, semua sisi lain dari penerbangan ini sesuai standarnya KLM sih. Bahkan mereka menyediakan majalahnya KLM loh di kursinya, yang mana membuatku senang karena aku sungguh tidak terkesan dengan majalahnya Transavia di penerbanganku terakhir dengan mereka 1,5 tahun sebelumnya, haha. Layanan sandwich dan minum-nya KLM disajikan di penerbangan ini. Penerbangannya tiba di Bandara Kastrup di Kopenhagen tepat waktu.

Majalah KLM dan kartu keselamatan Transavia

Sidang dan wisuda PhD (S3) di Denmark

Agenda utamaku di Kopenhagen adalah sidang dan wisuda PhD (S3)-nya temanku. Ini adalah kali pertama aku menghadiria cara semacam ini di luar Belanda nih jadi aku juga penasaran untuk melihat perbedaannya.

Sidang dimulai dengan presentasi terbuka selama sekitar 45 menit di sebuah ruang perkuliahan. Aku rasa temanku presentasi dengan cukup tenang hari ini, yang mana bagus banget ya. Setelahnya, salah seorang profesornya mengumumkan bahwa akan ada jeda selama 5 menit sebelum sesi tanya-jawab dimulai. Sesi berikutnya ini bisa memakan waktu sampai 2 jam dan profesornya kurang lebih berkata “Jika kalian mau meninggalkan ruangan ini, sekarang lah kesempatan kalian!“, atau setidaknya begitu deh kesan yang aku tangkap, haha.

Sebenarnya aku ingin tetap duduk dan menonton mungkin beberapa pertanyaannya, karena di sini lah dimana biasanya diskusi yang menarik berlangsung kan. Tetapi masalahnya hanya satu pintu di ruangan itu yang lokasinya berada di depan. Nah, bagaimana dong jika misalnya aku butuh untuk ke toilet atau mengambil minuman dari luar? Sesinya bisa memakan waktu hingga dua jam loh! Jelas dong ya aku nggak mau menarik perhatian di tengah-tengah diskusi sengit sidang PhD karena aku harus buang air kecil, haha. Jadilah pada akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan ruangannya saja, dan ternyata semua penonton lainnya juga demikian sehingga temanku sendirian bersama profesor dan komite sidangnya untuk sesi tanya jawab.

Resepsi wisuda S3 di Denmark

Aku kemudian membantu seorang kolega temanku mempersiapkan resepsi setelahnya di sebuah ruangan kongkow-kongkow di universitasnya. Sesi tanya jawabnya ternyata memakan waktu sekitar satu jam. Temanku datang ke ruangannya diikuti oleh profesornya yang kemudian mempromosikannya menjadi seorang Doktor. Resepsi kemudian dimulai; yang mana ternyata berlangsung lumayan lama karena temanku mengadakan acara makan malam pula, juga di tempat yang sama. Aku berada di sana hingga sekitar jam 8:30 malam, dimana aku sudah mulai ngantuk! Iya sih, hari ini adalah hari yang panjang karena paginya aku harus bangun jam 3 subuh! Hahaha 😛 .

Jadi kesimpulannya, sidang dan wisuda PhD (S3) di Denmark memang berbeda sekali dari Belanda. Sidang dan wisudaku tahun lalu bisa dibaca di sini. Di Belanda, acaranya lebih tradisional dengan segala peraturan dan prosesinya sementara di Denmark, setidaknya yang nampak di permukaan, sepertinya lebih santai dan kasual (Bahkan nggak ada dress code loh). Komite sidang di Belanda juga rasanya lebih besar, setidaknya di TU Delft yah. Bagiku juga menarik dimana resepsi (dan makan malam) dipersiapkan sendiri, sementara di Belanda acara ini lebih “formal” yang dikerjakan oleh badan katering!

Kopenhagen

Warna-warna Kopenhagen

Karena agenda utamaku di Kopenhagen adalah menghadiri sidang dan wisuda temanku, aku tidak memiliki banyak waktu untuk berkeliling kota. Tetapi aku sudah pernah mengunjungi kota cantik ini dua kali sebelumnya sih sehingga aku tidak mempermasalahkan ini, haha.

Tetapi aku lega aku masih sempat menikmati brunch yang enak banget di Kopenhagen (Kopenhagen ini terkenal dengan tempat-tempat brunch-nya yang enak-enak di seluruh penjuru kota). Aku dan seorang teman memutuskan untuk mampir di Kalaset di dekat Stasiun Nørreport untuk brunch, yang ber-rating tinggi di Yelp. Jelas aku memilih menu yang non-vegetarian (haha), yang mana beneran enak banget!! 😀

Brunch yang enak banget di Kopenhagen

Jadi, kalau ke Kopenhagen memang wajib banget deh brunch! Dan juga smørrebrød-nya, yang mana sayangnya tidak sempat aku makan kali ini, hahaha.

Advertisements

15 Comments Add yours

  1. kutubuku says:

    Kok komenku hilang… hmm Kalaset benernya biasa aja Zi, itu swedish cafe soalnya, ntar kapan2 kalau kamu kesini lagi aku ajak ke tempat2 brunch yang oke

    1. zilko says:

      Huahaha komennya malah muncul di postingan lain somehow 😀 . Ah, I see! Pantesan! Waktu itu sebenarnya udah cukup heran kenapa hiasannya pake bendera Swedia semua, hahahaha 😆 . Sipp!! 😀 Ini kemarin ke Kalaset soalnya reviewnya lumayan 😀

  2. niee says:

    lucu juga ya zil, dipindahkan gitu pesawatnya. Untung layanannya masih sama.

    1. zilko says:

      Iya Niee, lucu juga bisa dipindahin gitu. Iya, at least layanannya masih sama, walaupun kursinya sempit! Hahaha 😆 .

  3. Pypy says:

    Maksudnya dipersiapkan sendiri sama yang mo wisuda gitu Ko makan2nya?

    Btw, Ko, maaf oot.. Kapan lalu gw liat di fb foto yang bareng teman2mu.. Yang waktu itu nikah di Inda dah punya baby ya.. Kemarin nebak2 sih.. Hehe.. Mencoba mencerna ingatan masih ok engga 😀

    1. zilko says:

      Iya bener-bener dipersiapkan sendiri Py, termasuk peralatan makan dan minumnya segala. Plus nyucinya juga, hahaha 😆 .

      Iya Py mereka sudah punya baby. Barusan ini sih lahirannya, hehehe 😀 .

  4. Puji says:

    Zilko, kalo di Indonesia ya jaman sekarang. Wisuda dikirimin bunga papan. hehe

    1. zilko says:

      Huaaa, niat banget ya pakai papan bunga begitu!! Hahaha 😆 .

  5. temannya nggak grogi akhirnya hanya dia dan profesor sja di ruangan
    sementara para undangan keluar semua
    kalau aku sih bisa bikin jatuh semangatku he.. he..

    1. zilko says:

      Huahaha, sepertinya sih “standar”-nya di sana begitu, jarang yang tinggal di dalam ruangannya. Jadi aku duga sih ia sudah menyangka akan situasi ini 😀

  6. rizzaumami says:

    kemanapun tak pernah lepas dari pesawat dan makanan bang, ini bacanya gimana smørrebrød?

    1. zilko says:

      Hahaha, pastinya dong. Pronounce-nya susah (https://forvo.com/word/sm%C3%B8rrebr%C3%B8d/), hahahaha 😆 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s