#2054 – A Year A Doctor

ENGLISH

This day last year, officially I got my PhD degree and so since then I have been entitled to use the title “Doctor”, haha 😛 .

Doctor Evil. Source: https://9gag.com/tag/evil

So how has this one year been in relation to this title? Well to be honest, it has been as how it was before my graduation in the sense that I did not “use” the title a lot, haha. I mean, life (even at work) is very casual here in the Netherlands where we don’t even use “Mr.” or “Mrs.” or the likes, let alone academic degree! Even at work we are all in first name basis, even when I address the CEO of my company 🙂 . This was also true in the university. I addressed the head of my research group, who was a professor, with his first name without his “Professor” title.

But an academic degree is much more than just adding some title into your name. What “in the inside” is what matter much more. As to me personally, I feel like this title has given me a sense of accomplishment, which instills self confidence. I can legitimately say that I did the (hard and long) process of obtaining the degree and succeeded. And hopefully along the way the process has shaped me into a better person, be it professionally or personally.

***

Anyway, today I am going to Copenhagen for, coincidentally, the PhD defense of a good friend of mine! Yeah, exactly a year after mine, my friend is going to get hers! It is quite funny how things unravel at times…

One year ago in Delft.

BAHASA INDONESIA

Tepat hari ini tahun lalu, resmi aku mendapatkan gelar PhD (S3)-ku dan semenjak itu aku berhak menggunakan titel “Doktor” di depan namaku, haha 😛 .

Doctor Evil. Sumber: https://9gag.com/tag/evil

Nah bagaimana nih setahun ini berkaitan dengan gelar ini? Ya sejujurnya sih, sama aja sih seperti sebelum kelulusanku dimana gelar ini tidak banyak “dipakai”, haha. Maksudku, di Belanda kan kehidupan itu (termasuk kehidupan di kantor) kasual ya dimana bahkan panggilan “Bapak” atau “Ibu” atau semacamnya itu tidak pernah digunakan, apalagi gelar akademik! Di kantor kami saling memanggil satu sama lain dengan nama depan loh, bahkan termasuk ketika aku memanggil CEO kantorku 🙂 . Situasi di universitas juga seperti ini. Aku memanggil kepala grup risetku, yang mana seorang profesor, dengan nama depan saja tanpa embel-embel titel “Profesor”-nya.

Tetapi gelar akademik itu kan lebih dari sekedar titel untuk ditempelkan ke nama kan ya. Yang “di dalam” lah yang jauh lebih penting. Untukku pribadi, aku merasa titel ini memberikanku rasa pencapaian, yang mana membangkitkan rasa percaya diri. Aku bisa kan bilang bahwa aku sudah melakukan dan melalui proses (berat dan panjang) untuk mendapatkan gelarnya dan berhasil. Dan mudah-mudahan proses itu telah membentukku menjadi pribadi yang lebih baik, baik itu secara profesional maupun secara personal.

***

Anyway, hari ini aku pergi ke Copenhagen untuk, kebetulan banget, sidang PhDnya seorang teman baikku! Iya lho, tepat satu tahun setelah sidangku, temanku akan mendapatkan gelar PhDnya! Terkadang kebetulan itu lucu banget ya…

Advertisements

15 Comments Add yours

  1. ndu.t.yke says:

    Aku jd ingat Doctor Ross Geller, qiqiqi

    1. zilko says:

      Huahaha, bangga banget sih ya dia sama gelarnya Bu 😛

      1. ndu.t.yke says:

        Rachel sampe sebel, hahaha

  2. niee says:

    iya. kalau panggilan itu gak penting. Yang penting perjuangannya 😁

    1. zilko says:

      Betul Niee, perjuangan yang membentuk “dalam”-nya kan ya yang penting 😀

  3. Pypy says:

    Emang beda budaya ya Ko.. Tapi bener, yang penting isinya 😀

    1. zilko says:

      Iya Py, beda budaya, hehehe 😀 .

  4. pinkuonna says:

    Jadi ingat dulu pas mau jadi sarjana..waktu itu sudah mulai ada pilihan skripsi dan non skripsi di jurusanku untuk jadi sarjana. Dan aku pilih skripsi yang makan waktu 2 semester biar berasa perjuangan jadi sarjananya 😊

    1. zilko says:

      Kalau ada perjuangannya justru menjadi lebih bermakna ya 🙂 .

  5. Kalau gak salah ada episode yang siapa nanya real doctor gak sih? Apa bapaknya Rachel ya?

    1. zilko says:

      Kalo nggak salah pernah ada episode dimana joke-nya Rachel mengejek Ross itu bukan “real” doctor gitu 😀 .

  6. alrisblog says:

    Beda negara beda budaya. Di negara kita seorang doktor juga seringnya dipanggil Bapak ditambah nama depannya saja.

    1. zilko says:

      Iya, hehehe 😀 . Di sini justru kalau pakai embel-embel (Bapak/Ibu/dll) justru jadi aneh dan awkward banget 🙂 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s