#2032 – November 2017 Indonesia Trip (Part III: Yogyakarta)

ENGLISH

Posts in the November 2017 Indonesia Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Indonesia
3. Part II: Jakarta
4. Part III: Yogyakarta
5. Part IV: The Wedding
6. Part V: Solo
7. Part VI: Back to Europe

The Weather Situation

With the trip taking place in November, I knew that weather-wise it would not be ideal. This was definitely the case where I barely saw the sun during the almost two weeks there, haha. The upside of this, though, was that the temperature was generally cool during my entire stay there at roughly around 25ยฐC.

However, I certainly did not expect the situation occurring in the second week:

The “Cempaka” Cyclone

A cyclone (named “Cempaka”) was formed to the south of Java and caused bad weather in many parts of the island, including Yogyakarta *Insert Insta Story’s “Superzoom” feature here*.ย  It was pouring non-stop for days and caused a lot of troubles, including floods and landslides. Thankfully I was fine.

Activities and Places

Anyway, let’s move on to the more fun topics. I spent a lot of my time in Yogyakarta hanging out with my friends. We went to some malls, many restaurants, even I got to play tennis for an hour at UGM, haha.

Embung Tambakboyo

I also found out a new-ish place in Yogyakarta called Embung Tambakboyo. This was a small reservoir to the northeast of Yogyakarta where locals used for recreational activities. I saw a lot of people jogging there, which was certainly fun to do especially when the temperature wasn’t that hot. I would say this was a place more for the locals than for tourists; and I am not saying this in a negative light because I believe a good city should provide a place for recreational activities for its people too! ๐Ÿ™‚

Once we also planned to go to the currently “hip” Abhayagiri near Ratu Boko. However, we went there without a reservation and it happened that they were fully booked that day. Darn! As we were already there anyway, I decided to, at least, take a picture of the Prambanan Temple from the hill, haha ๐Ÿ˜› .

The Prambanan Temple

The Food

This time, somehow I did not really go “full throttle” on the culinary aspect, i.e. the food, haha. This is not to say that I wasn’t savouring myself into the wide range of delicious Indonesian cuisine; but rather I was properly managing my diet during a trip, haha. As a result of this, though, I did not gain a lot of weight after the trip! ๐Ÿ˜›

Crispy tofu at Raisin Resto

Anyway, I am not going to list what I had there. I will just post them in the gallery below and let the photos speak for themselves ๐Ÿ˜› .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri November 2017 Indonesia Trip:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Indonesia
3. Part II: Jakarta
4. Part III: Yogyakarta
5. Part IV: The Wedding
6. Part V: Solo
7. Part VI: Back to Europe

Situasi Cuaca

Karena perjalanannya mengambil waktu di bulan November, jelas dari awal aku sudah tahu sepertinya urusan cuaca tidak lah akan ideal. Dan memang ini lah yang beneran terjadi dimana aku hampir sama sekali nggak melihat yang namanya matahari di waktu hampir dua mingguku di sana, haha. Sisi positifnya dari ini adalah suhu udara yang terbilang sejuk di sepanjang waktuku di sana, yakni berkisar di suhu 25ยฐC.

Namun, jelas aku sama sekali tidak menyangka ini akan terjadi di minggu keduaku:

Siklon “Cempaka”

Sebuah siklon (yang bernama “Cempaka”) terbentuk di selatan pulau Jawa dan menyebabkan cuaca buruk di banyak tempat di pulaunya, termasuk Yogyakarta *Masukkan fitur “Superzoom”-nua Insta Story di sini*.ย  Waktu itu hujan super deras terus-menerus selama sekian hari yang menyebabkan banyak sekali masalah, termasuk banjir dan tanah longsor. Untungnya aku baik-baik saja sih.

Aktivitas dan Tempat-Tempatnya

Anyway, mari ngomongin topik yang lebih menyenangkan saja. Aku menghabiskan banyak waktuku di Yogyakarta bersama teman-temanku. Kami pergi ke beberapa mall, banyak restoran, dan bahkan aku sempat bermain tenis selama satu jam loh di UGM, haha.

Embung Tambakboyo

Aku juga baru tahu ada tempat lumayan baru di Yogyakarta yang disebut Embung Tambakboyo. Tempat ini adalah sebuah waduk kecil di timur laut Yogyakarta dimana warga setempat menggunakannya untuk berekreasi. Waktu itu aku lihat ada banyak orang yang jogging di sana, yang mana tentu memang nyaman dilakukan ketika cuacanya nggak panas. Aku bilang tempat ini lebih untuk warga setempat sih daripada turis; dan aku tidak bilang ini adalah hal buruk lho ya karena menurutku sebuah kota yang baik adalah kota yang menyediakan tempat rekreasi bagi warganya! ๐Ÿ™‚

Sekali waktu kami juga berencana pergi ke tempat yang lagi “kekinian”, yaitu Abhayagiri di dekat Ratu Boko. Namun, waktu itu kami pergi kesana tanpa membuat reservasi terlebih dahulu dan kebetulan hari itu tempatnya sudah fully booked dong. Sial! Tapi ya sudah lah, mau bagaimana lagi kan. Dan karena sudah jauh-jauh sampai di sana, aku memutuskan untuk, setidaknya, mengambil foto Candi Prambanan dari atas bukitnya, haha ๐Ÿ˜› .

Candi Prambanan

Makanannya

Kali ini, aku tidak terlalu “gas pol” dalam urusan kuliner, haha. Eh ini bukan berarti aku tidak memanjakan diriku dengan masakan Indonesia yang enak-enak itu ya; tetapi lebih ke aku mengatur apa yang aku makan dengan lebih bijaksana di dalam sebuah perjalanan, haha. Sebagai akibatnya, ya memang berat badanku nggak naik banyak setelah perjalanan ini! ๐Ÿ˜›

Tahu crispy di Raisin Resto

Anyway, aku tidak akan mendaftar apa saja yang kumakan selama aku di sana. Aku hanya akan mengunggah fotonya ke galeri di atas dan membiarkan foto-fotonya berbicara sendiri dah ๐Ÿ˜› .

24 Comments Add yours

  1. pinkuonna says:

    Foto kue lupisnya jadi bikin ingat udah lama gak makan lupis..Terus foto hokbennya juga bikin kepengen. Padahal mah setiap ke mal pasti makannya Hokben ๐Ÿ˜€

    1. zilko says:

      Lupisnya memang enak!! ๐Ÿ˜€ Kalau Hokben di sini aku nggak pernah nemu lho boks bento yang begitu. Minggu lalu ke London mampir di restoran fast food Jepang yang katanya jual bento aja, aku nggak lihat bento yang menarik! Hahaha…

      1. pinkuonna says:

        Mungkin kalau tempat bento di Belanda kurang keJepangan kali ya, Zilko ๐Ÿ™‚

        1. zilko says:

          Betul banget!! ๐Ÿ˜€ Secara umum masakan Jepang masih enakan yang di Indonesia, hahaha. Sebenarnya ada satu resto ramen di Amsterdam yang direkomendasiin kolega kantor yang orang Jepang nih, tapi belum sempat aku cobain, hahaha ๐Ÿ˜› .

  2. Arman says:

    tahu crispy nya menarik… jadi laper! ๐Ÿ˜€ *penggemar tahu*

    1. zilko says:

      Tahunya memang enak!! ๐Ÿ˜€

  3. Gara says:

    Syukurlah kalau keluarga tidak kenapa-napa dengan adanya siklon tropis itu. Saya dengar kabar dari teman yang di sana, konon hujannya bisa lebih dari 24 jam. Betapa ekstremnya cuaca ya. Hujannya betul-betul deras. Semoga fenomena ekstrem seperti itu agak jarang terjadinya. Kalau bisa ya tidak usah deh, hehe.
    Abhayagiri? Kalau saya tidak salah, di dalam sana juga ada situs cagar budaya. Entah prasasti atau lingga, saya lupa. Jadi dapat ide nih buat suatu hari nanti reservasi di sana! Kata teman-teman juga tempatnya lumayan bagus. Makanannya juga kabarnya enak-enak, hehe…

    1. zilko says:

      Iya Gara, bersyukur banget ngga apa-apa kemarin. Hujan derasnya bahkan lebih dari 24 jam Gara! Makanya banyak banjir dan tanah longsor kan karenanya. Mudah-mudahan sih begitu, tetapi karena perubahan iklim sepertinya risiko untuk cuaca ekstrim makin meninggi nih Gara >.< .

      Iya, lokasinya memang berada di dekat kompleks Candi Ratu Boko dan Candi Ijo, juga dekat dengan kompleks Candi Prambanan! Kalau kesana jangan lupa reservasi dulu Gara. Tempatnya jauh soalnya jadi untuk menghindari makan hati sudah jauh-jauh ke sana eh tempatnya lagi fully booked, hahaha…

      1. Gara says:

        Buset, lebih dari 24 jam? Berarti hujannya senantiasa setia. Ckck. Nggak heran banjirnya bisa setinggi itu, ya. Iya, saya baca berita juga menyiratkan hal demikian. Kita memang harus lebih waspada!

        Siap. Sepertinya terkenal sekali tempat makan itu, jadi harus banyak persiapan jika mau ke sana.

        1. zilko says:

          Iya hujannya deres banget dan lamaa Gara. Rasanya gak pernah deh aku mengalami hujan yang “separah” itu!

  4. cerita4musim says:

    Beuhhh postingan makanannya kan tuh bikin ilfeel hahahah

    iya Ko kl mudik bulan2 menjelang akhir tahun kacrut bgt cuacanya apalagi di Jawa, next time ke arah Indonesia Timur aja lebih ok, best time malah.

    1. zilko says:

      Hahaha, sama nih. Sekarang ngeliatin foto-fotonya lagi juga jadi mupeng sendiri ๐Ÿ˜› .

      Ahhh, ternyata ke Indonesia Timur malah oke ya kalau bulan-bulan begini? Sipp deh aku catat kalau begitu!! ๐Ÿ˜€

  5. yance says:

    wahh tahu crispy dan lopisnya bikin lapar nihh jadinya ko….pulang kampung harusnya makan semua makanan kesukaan yaa, aji mumpung

    1. zilko says:

      Iyaaa!! Hehehe ๐Ÿ˜€

    1. zilko says:

      Enak Non! Hehehe ๐Ÿ˜€

  6. niee says:

    tahunya seperti tekstur tahu singkawang.

    Etapi balik kampung emang waktunya makan-makan kan ya ko ๐Ÿ˜›

    1. zilko says:

      Huahaha iya Niee. Eh aku kayaknya belum pernah nyobain tahu singkawang nih, hmm ๐Ÿค”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s