#2030 – People Are Selfish

ENGLISH

Some time ago, I shared about the day where I encountered a tram disruption which caused me to be late for my haircut appointment and skip grocery shopping that day while I was running out of food at home thus forcing me to eat my emergency supply for dinner that evening. In short, I was really annoyed by the disruption that day.

Later I learned about the cause of the disruption. Apparently, not too long before, there was an accident involving a tram and a car. Some people got hurt that they had to be taken by the ambulance. Obviously the police was later involved in the scene as well.

Upon learning about this cause, I realized one thing: people are selfish.

***

In my opinion, selfishness is necessary for “survival”. At the very basic level, people have to think for themselves to “survive”. But how is taking care of yourself selfish? Well, because by definition then at the time you are prioritizing the need of yourself ahead of others, regardless of the well-being of others. This is why I don’t think the antithesis of selfishness in pure form exists. You can’t please or help everyone, i.e. “feeding” anybody else’s selfishness but yours.

***

My annoyed reaction to the tram delay above is an example of my selfishness. I was annoyed that the tram incident disrupted my grocery shopping plan and haircut appointment. While actually, this “discomfort” was minor in comparison to what the victims had to go through that day as a result of the accident (I don’t think the choices between to have your plan slightly ruined vs to have to be hospitalized is a difficult one to make).

Granted, though, that I didn’t know about the accident when I initially got annoyed. Having said that, while learning about the accident dramatically reduced the level of my annoyance, I felt like my annoyance didn’t get completely wiped out. When I got back home, I had nothing to eat except for my emergency supply (read: Indomie 😛 ). And I did not like that because I did not consider instant noodles to be a healthy food option to have for dinner. But at the time, I had no other choice (because I did not feel like ordering something as that would have required some more waiting before I could finally have my dinner). I had to accept and deal with it, a situation which appeared to nurture my annoyance.

***

Understanding that to some degree other people will act selfish, perhaps “towards us”, would help in many cases during the course of life, in my opinion. It certainly puts a lot of encounters in perspective. In some cases, I think this helps us to not take things too personally and hence avoiding the “negativity” or “grudges” to enter our mind or heart.

BAHASA INDONESIA

Beberapa waktu yang lalu, aku bercerita mengenai suatu hari dimana ada gangguan layanan tram yang menyebabkanku terlambat untuk appointment potong rambut di sebuah salon dan harus membatalkan rencana belanja grocery hari itu padahal di rumah aku sedang kehabisan stok makanan sehingga malamnya aku mau tidak mau hanya bisa memakan suplai makanan daruratku. Secara singkat, bisa dibilang aku merasa sebal dengan gangguan tramnya hari itu.

Beberapa saat setelah itu, aku baru tahu penyebab gangguannya. Ternyata, tidak lama sebelumnya, ada kecelakaan yang melibatkan sebuah tram dan sebuah mobil. Beberapa orang terluka karenanya dan harus dibawa ambulans ke rumah sakit. Jelas, polisi juga kemudian terlibat di tempat kejadian.

Ketika mengetahui penyebab ini, aku menyadari satu hal: manusia itu egois.

***

Menurutku, keegoisan itu penting loh untuk “kelangsungan-hidup” (survival). Pada dasarnya, manusia harus berpikir dan mengurusi dirinya sendiri untuk “bertahan hidup”. Nah, yang namanya memikirkan atau mengurusi diri sendiri kok egois? Ya karena ketika sedang memikirkan dan mengurusi diri sendiri, artinya kita sedang mementingkan kepentingan diri sendiri dan bukannya kepentingan orang lain kan? Inilah mengapa aku rasa antitesis dari keegoisan dalam bentuk murinya itu tidak ada. Kita tidak bisa selalu memikirkan dan menyenangkan semua orang, dengan kata lain “memberi-makan” keegoisan orang lain tetapi tidak terhadap diri sendiri.

***

Reaksi sebalku terhadap gangguan tram di atas dalam satu contoh keegoisanku. Aku sebal insiden tramnya mengganggu rencana belanja grocery dan appointment potong rambutku. Padahal, “ketidak-nyamanan” ini tidak ada apa-apanya lah ya dibandingin situasi yang harus dijalani korban kecelakaan hari itu (Jelas tidak sulit lah memilih antara menghadapi situasi rencana yang terkacaukan atau harus dilarikan ke rumah sakit).

Memang sih, aku tidak mengetahui adanya kecelakaan ini ketika aku pertama-kali merasa sebal. Walaupun begitu, walaupun mengetahui penyebabnya jauh menurunkan tingkat kesebalanku, aku merasa kesebalanku tidak sama sekali hilang lho. Ketika aku kembali di rumah, aku tidak memiliki makanan apa-apa kecuali persediaan daruratku (baca: Indomie 😛 ). Dan aku tidak menyukai situasi ini karena bagiku mi instan itu bukanlah pilihan makanan yang sehat apalagi untuk makan malam. Tetapi waktu itu, aku tidak memiliki pilihan lain (karena aku juga ogah memesan delivery sesuatu karena aku harus menunggu lagi sebelum akhirnya bisa makan malam). Aku harus menerima situasi ini, situasi yang ternyata sedikit “menjaga” nyala kesebalanku.

***

Mengetahui bahwa sampai tingkat tertentu orang lain juga akan bertindak egois, mungkin “terhadap kita”, juga akan membantu banget dalam hidup, menurutku sih. Ini membantu dalam memahami suatu situasi. Dalam sebagian kasus, ini membantu kita untuk tidak terlalu memasukkan segalanya ke dalam hati sehingga mencegah pikiran “negatif” dan “kedongkolan” memenuhi pikiran dan hati.

Advertisements

12 Comments Add yours

  1. kutubuku says:

    I think it’s also selfish for people who chose to commit suicide by jumping onto train etc. It will give traumatic experience for the train driver, and also delays for many passengers. If they want to kill themselves, they could just do it at home – nenggak Baygon kek 😛

    1. zilko says:

      Hahaha, indeed! Tapi sepertinya ada korelasinya sih. Aku pernah dengar ada yang bilang mungkin mereka sengaja bunuh diri dengan cara begitu karena justru ingin membuat sebanyak mungkin orang ikut merasakan “penderitaan”-nya yang membuat dia bunuh diri, hahaha..

  2. ndu.t.yke says:

    Good points on the closing paragraph 🙂 I hope the Indomik was good, tho, LOL. If it’s not, maybe try changing to another brand like mie sedapp, hahaha. Bukan buzzer lhooo!

    1. zilko says:

      Huahaha. Indomie-nya lumayan Bu, walaupun gak sesedap (eh) yang di Indonesia, hahaha. Katanya karena kualitas “ekspor” jadi itu bahan-bahannya yang bikin “enak” dibatasi 😛 .

      1. ndu.t.yke says:

        Padahal merk Indomie itu perasaan, ga terlalu sedap lho. Pake acara dikurangi segala, LOL.

        1. zilko says:

          Huahaha, aku jadi penasaran Bu rasa Mie Sedaap yang di sini jadi gimana ya. Sebenarnya Mie Sedaap ada sih di toko Asia di sini, tapi nggak pernah kubeli, hahaha 😀

  3. shiq4 says:

    Ya yang namanya manusia pasti punya selfish pada diri masing-masing. Selama tingkat selfish-nya bukan yang merupakan tidak mengakibatkan tindakan merugikan orang lain sih masih wajar 😀

  4. niee says:

    Manusia itu emang semuanya egois. Tapi tergantung kadarnya aja. Apa terlalu egois sampai gak memperhatikan orang sekitar sama sekali. 😆

  5. Pypy says:

    Gw juga orangnya benernya egois..hahaha.. Ga mau kalau ada hal2 mengganggu langkah gw. Egoisnya tapi dijalan yg tepat ya. Makanya kalau ketemu orang orang menyebalkan di jalan tuh, yang suka nyerobot antrian lah, jalan ditengah dengan lambat padahal yg lagi mo buru2 tuh bawaan pen ajak berantem sekalian..hahahahaha…

    1. zilko says:

      Iya Py egois tapi masih dalam batas ya. Kalau melanggar batas mah keterlaluan banget dan jadu bener-bener mengganggu orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s