Thoughts

#1972 – The Egg Contamination Scandal

ENGLISH

You might have heard of the egg contamination scandal in Europe from earlier this month. So several farms were closed in the Netherlands, Belgium, France, and Germany after it had been found out that the farms used fipronil, insectiside used to combat lice and banned in EU for use in the food industry.

And don’t worry, I am not going to talk about news or politics on this one, haha…

As for me, indeed I noticed a strange pattern at my office’s canteen for lunch. Starting from the first week of August or so, somehow the canteen didn’t serve boiled eggs. I found it weird because in the ten months of my time here, the canteen had always served boiled eggs. Always. But at the end of the day it was just boiled eggs matter so I didn’t think about it too much, haha.

And it started to make more sense when this news came out. If the eggs supply had been massively disturbed (even eggs (from the affected suppliers) were withdrawn from supermarkets), an obvious consequence of that would indeed be less egg-based dish to serve.

At home, I decided to throw away the remaining eggs I still had at that point. And I have been on egg abstinence for a short period of time. You know, just to be on the safe side, haha. Though, I am not sure how long this will go as eggs have been part of many people’s daily food consumption. So it will be hard to totally avoid egg-based product!

This makes me think, though, that it is extremely difficult to know everything about what you put into your body. You see, unless you produce everything you consume by yourself, which of course is close to impossibility, IMO, you would never know. Possibly the most convenient thing to do is to rely on the regulator and trust that they do their job properly. I mean, it feels like due to the impossibility I mentioned above, it is not worth my time and energy to dwell too much on this matter on our own, don’t you think?

Though, I am also curious. What would you do in this situation?

A possible solution: bio eggs? 🤔

BAHASA INDONESIA

Mungkin sudah pada dengar skandal kontaminasi telur yang lagi rame banget di Eropa awal bulan ini. Jadi ceritanya beberapa peternakan telur di Belanda, Belgia, Prancis, dan Jerman ditutup karena ditemukan bahwa fipronil, insektisida yang digunakan untuk melawan hama kutu (lice) dan penggunaannya dilarang di Uni Eropa di industri makanan, digunakan.

Tenang aja, aku nggak akan membahas berita ini atau pun sisi politiknya kok, haha…

Untukku, memang awalnya aku memperhatikan ada pola yang aneh di kantin kantorku untuk makan siang. Mulai sekitar awal Agustus gitu, entah mengapa kantinnya tidak lagi menyediakan telur rebus. Bagiku ini aneh karena selama sepuluh bulanan aku bekerja di sini, setiap hari kantinnya selalu menyediakan telur rebus gitu. Setiap hari. Tapi berhubung ini cuma masalah telur rebus doang sehingga ini tidak terlalu aku pikirkan lah ya, haha.

Dan semuanya menjadi semakin masuk akal ketika berita ini mencuat. Kalau memang pasokan telurnya terganggu banget (bahkan telur-telur (dari supplier-supplier yang terkena imbasnya) juga ditarik loh dari supermarket), konsekuensinya jelas akan terasa di penyediaan makanan yang berbasis telur kan ya.

Di rumah, aku memutuskan untuk langsung membuang telur-telur yang masih tersisa sampai waktu itu. Dan untuk sementara ini aku memutuskan untuk puasa telur dulu aja ah. Ya kan untuk jaga-jaga gitu, demi amannya kan, haha. Walaupun, nggak yakin juga sih ini bakal bertahan berapa lama karena bagaimana pun juga telur kan sudah menjadi bagian dari gaya konsumsi sehari-hari ya, haha. Jadi jelas sulit banget lah untuk sama sekali menghindari produk berbasis telur!

Tapi aku jadi kepikiran nih, bahwa sulit sekali untuk benar-benar mengetahui semuanya dan apa saja yang kita masukkan ke dalam tubuh kita. Kecuali kita benar-benar memproduksi sendiri semuanya, yang mana menurutku sih mustahil ya, kita tidak akan pernah seyakin itu. Mungkin keputusan yang paling nyaman dan logis ya mempercayakan ini kepada regulator bahwa mereka menjalankan tugas mereka dengan baik. Maksudku, rasanya akibat kemustahilan yang kusebutkan di atas, rasanya nggak worth it lah ya untuk menghabiskan waktu, energi, dan pikiran kita untuk khawatir akan permasalahan ini sendiri, iya nggak sih?

Tapi aku juga penasaran sih. Apa yang akan kalian lakukan dalam situasi ini?

Apakah telur yang bio adalah satu kandidat solusi? 🤔
Advertisements

33 thoughts on “#1972 – The Egg Contamination Scandal

  1. Kami dari dulu beli telur Biologisch Ko kalo ke AH dan seringnya beli telur langsung ke peternaknya karena rumah emang deket peternakan dan kebun. Jadi sambil beli sayuran di petani, juga sambil beli telur. Yg konsumsi telur sebenarnya suami, aku jarang banget. Ga terlalu suka.

    1. Biasanya aku belinya telur yang scharreleieren gitu soalnya aku kira oke lah kayak telur ayam kampung, haha. Tapi barusan kucek ternyata masih bagusan yang biologisch ya soalnya makanan ayamnya juga lebih ketat kalau biologisch, hmmm.

  2. Disini juga skandal tuh, “untung”nya telor yang dijual di supermarket produksi lokal, tapi telor yang dipake di katering, buat produksi pastry ataupun sandwich pake telor impor yang kemungkinan terkontaminasi. Untung aku nggak suka jajan begituan ya.

    Untuk telor aku selalu beli organik, dari dulu itu, karena tau kalau telor organik dari ayam yang nggak dikandang, dan yang jalan2 begitu. Aku sendiri ga makan daging ayam / poultry, tapi makan telor, jadi solusinya ya itu telor organik. Disini telor ayam kandang udah lama ga ada yang jual krn protes dari animal welfare organisation. Adanya semi organik sama full organik.

    1. Iyaa, nah berhubung itu peternakan yang terkena skandal ada di Belanda, jadi di Belanda kenanya lumayan parah deh, hahaha. Iyaa, untung aku juga jarang jajan begituan di sini, tapi agak was-was juga sama telur yang dipakai di kantor gimana, hahaha. Tapi katanya sih sebenarnya kalau dalam sehari mengonsumsi telurnya kurang dari 7 butir (gelo aja sehari makan 7 telur, hahaha 😆 ), risikonya kecil banget, hahaha…

      Selama ini biasanya aku beli telur “scharreleieren” (free-range eggs) gitu jadi awalnya kukira sama lah kayak telur ayam kampung. Tapi barusan kucek ternyata masih bagusan yang bio/organik ya soalnya makanan ayamnya juga lebih dijaga kalau bio/organik, hmmm. Kayaknya mulai sekarang mending switch ke yang organik aja deh, hahaha. Eh, apa mungkin free-range eggs ini semi-organik ya? Hmm

      1. Kalau disini free range semi organik Ko. Klo yg distempel organik itu yg makanannya organik seperti yg kamu bilang. Klo aku krn jarang makan daging (tapi aku makan telor banyak banget, tp ga sampe 7 sehari juga sih!) jadi diusahakan makan organik

        1. Ah, I see. Iya nih pelan-pelan aku switch ke organik kayaknya, sejauh ini sih kalau minyak-minyakan gitu sudah beli yang organik sejak lama, haha. Tapi kalau daging beda harganya banyaaak!! Hahaha 😆 .

            1. Hahaha, iya sih. Tapi susah mau avoid daging. Dulu sempet percobaan jadi vegetarian seminggu, yang ada mood jadi jelek, hahaha 😆 .

            2. Ah, I see. That is a good point indeed! Dulu percobaannya bener-bener full vegetarian soalnya (semuanya kumasak sendiri, hahaha). Kalau cuma dinner doang gitu mungkin masih oke ya. Kapan-kapan percobaan deh, hahaha. Tapi bisa jadi susah sih (pemakan daging anaknya, hahaha 😛 ).

      1. Whahaha…iya. 😳😳😳
        Kebiasaan makan gak ngitung dan ngecek kebutuhan niih…
        Lupa pelajaran SD.
        Makan itu sebaiknya 4 sehat 5 sempurna. 🙈🙈🙈🙈

  3. Wahh untungnya sih dirumah ku ga setiap hari makan telor, jadi kalo puasa telor untuk beberapa saat yah ga masalah. Bisa ganti yg lain ko…hehehe. kecuali untuk bikin kue, nah pusing deh…

    1. Iya, aku juga di rumah paling cuma telur rebus atau telur ceplok/dadar doang sih. Jadi beberapa waktu ngga makan telur juga nggak masalah sebenarnya, hahaha. Iyaaa, untungnya aku nggak pernah bikin kue! Hahaha 😀 .

    1. Iya kalau ditanam sendiri bakal lebih yakin lagi ya sama tingkat keorganikannya!! Iya nih untuk telur aku switch ke yang organik aja sekarang; menemani minyak-minyakan. Kalau sayuran masih campur-campur belinya, kadang organik kadang yang biasa, hahaha 😆 .

  4. Beberapa temanku disana seringnya konsumsi telur organik, Ko. Mungkin bisa jadi alternatif kamu juga. Btw disana ada istilah telur ayam kampung seperti di Indonesia? Kemarin ada berita kalau 90% telur ayam kampung di pasaran tidak asli karena katanya banyak peternak jual telur ayam arab sebagai telur ayam kampung disini.

    1. Iya, sekarang aku mempertimbangkan fully switch ke organik nih, hehehe 😀 . Ada kok, istilahnya scharreleieren (free-range eggs). Biasanya sebelum kejadian ini aku selalu beli telur yang model ini, kukira kalau ayam kampung (dibolehin jalan-jalan gitu) pasti oke lah ya. Tetapi aku baca-baca tetap lebih bagus yang organik kayaknya, hehehe 😀 . Wah, kurang ajar ya telur ayam kampungnya palsu begitu >.< .

      1. I see. Disini sepertinya belum ada yg organik, belum pernah nemu soalnya. Iya dipalsukan sampai segitunya, aku saja ga tahu bentuk telur ayam arab kayak gimana hahaha. Susah ya jaman sekarang, makin maju tapi makin banyak yang palsu 🙁

        1. Iya, gimana bedainnya ya. Kalau di sini sih aku percaya aja sama regulator, secara peternakan gitu pasti diawasi ketat kan (Bukan berarti nggak pernah kecolongan juga sih tapinya). Tapi sebagai konsumen ya kita bisa apa kan, hehe 😀 .

  5. Telur2nya jadi beracun gitu ya Ko? Ah iya sih, kecuali bisa produksi sendiri dari a sampai z semua yg makan.. Mending biarin aja lah pemerintah yg ngurusin. Kecuali kalo sudah ketahuan ya.. Macam dikantin tuh ada tempat sate yg ternyata kecapnya banyak kecoanya.. beneran kecoa..ketahuan krn ada satu karyawan videoin diem2.. Tapi emang ga diviralin.. Cuma krn dah tau jadi ga mau makan..Belum tentu yg lain ok juga sih, tapi karena belum liat lgsg ya telen2 aja lah. Makanya perlu berdoa sebelum makan.. 😀

    1. Iya Py jadi bahaya untuk tubuh. Tapi katanya risikonya kecil sih sebenarnya, asalkan konsumsinya gak banyak (definisinya: kurang dari 7 butir telur yang terkontaminasi per hari (gelo aja kan sehari makan 7 butir telur, ahahah 😆 )), seharusnya masih ga apa-apa. Katanya sih begitu, haha.

      Ah iya Py, yang aku suka di sini juga urusan kebersihan rumah makan/tempat yang jualan makanan juga dikontrol. Serem banget itu di kantinnya banyak kecoanya. Iya Py kalau udah tahu begitu mah mending dihindari aja ya!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s