my apartment · Zilko's Life

#1952 – Apartment First World Problem

ENGLISH

Now that I live alone in my own apartment, obviously there are some practicality adjustments from when I still lived in Delft. Here was my previous housing situation in Delft: I rent a room in a house which I shared with three other housemates.

Far away

While my housemates and I shared the common areas (kitchen, bathroom, etc), obviously most of my stuffs were in my 16m2 room. And so if I needed anything, I did not need to walk that far to get it, haha.

But now that I live in my own apartment by myself, my stuffs are spread throughout the entire apartment! And so if I need some things, sometimes I have to walk quite far to get them; well, at least much further than back then in Delft! Lol πŸ˜†

Infrared stoves

My apartment is in a new building so that there is no gas supply. And so, instead of the common gas stoves, my apartment is equipped with infrared stoves (Btw, I never knew that infrared waves could be used to cook things priort to acquiring this apartment! Lol πŸ˜† ).

Anyway, I cooked with gas stoves for five years prior to moving to Amsterdam and I actually quite liked them. In my first two years in the Netherlands, though, I got induction stoves in my apartment. What I learned from that time is that I need to really regularly clean the glass surface to not let any residue crystalizes and hardens, because that would make it a nightmare to clean!!

So, yeah, now I must develop of cleaning my infrared stoves (which also have glass surface) regularly! Haha πŸ˜†

BAHASA INDONESIA

Dengan sekarang aku tinggal sendiri diΒ apartemen milikku, jelas ada beberapa penyesuaian dari ketika aku masih tinggal di Delft. Berikut ini situasi tempat tinggalku sebelumnya di Delft: aku menyewa satu kamar di sebuah rumah yang aku shared dengan tiga housemates lain.

Jauh

Walaupun housemates-ku dan aku jelas sama-sama menggunakan area umum di rumah itu (dapur, kamar mandi, dsb), jelas dong kebanyakan barangku berada di dalam kamarku yang berukuran sekitar 16m2. Jadi jika aku membutuhkan apa-apa, aku tidak perlu berjalan jauh untuknya, haha.

Nah, tapi sekarang dengan tinggal di apartemenku sendiri, barang-barangku jelas tersebar di seluruh penjuru apartemen! Jadi jika aku membutuhkan sesuatu, kadang aku harus berjalan jauh untuknya; yah, setidaknya lebih jauh daripada ketika di Delft! Haha πŸ˜†

Kompor infra-merah

Gedung apartemenku adalah bangunan baru yang tidak lagi tersambung dengan sistem suplai gas. Sebagai akibatnya, bukannya kompor gas yang mainstream itu, aku menggunakan kompor infra-merah di apartemenku (Btw, sebelum membeli apartemen ini, aku tidak pernah tahu loh bahwa gelombang infra-merah ternyata bisa digunakan untuk memasak! *Kemana ajaaa?* Hahaha πŸ˜† ).

Anyway, aku memasak dengan kompor gas selama lima tahun sebelum pindah ke Amsterdam dan aku menyukainya. Di dua tahun pertamaku di Belanda, apartemenku menggunakan kompor induksi sih. Yang aku pelajari dari waktu itu adalah aku harus membersihkan permukaan gelasnya itu secara rutin dan sering agar residu-residu kotorannya tidak mengeras. Ini karena kalau sudah mengeras, kotorannya jadi susah banget dibersihkan!!

Jadi iya nih, sekarang aku harus membiasakan untuk membersihkan kompor infra-merahku (yang memiliki permukaan gelas juga) secara rutin! Haha πŸ˜†

Advertisements

32 thoughts on “#1952 – Apartment First World Problem

  1. Hah? Infrared stoves? Kek macam mana itu ya, lol. Ga ada bayangan. Lgsg teringat HP jadul jaman kuliah yg even blm ada Blutut tp ada infrared nya, hahaha. Abis ini cari ah di YouTube…..

  2. Kompor infra merah itu yg listrik kan ya? Kita juga pake Kompor itu karena di kompleks kita juga udh gak ada gas. Baru tau kalo ada infra merah nya. Emang jd merah sih warna nya hahha…

  3. Iya tuh, bersihin kompor setelah dipakai, kan tinggal di lap aja toh.. hehe..
    OOT: Kamu tahu kejadian ada yang meninggal di airport Saint Martin gara2 kehempas pas nontonin pesawat take off?

    1. Haha tapi harus dilap setiap hari maksudnya, atau minimal sering-sering. Sekali malas, keraknya mengering dan susah dibersihin.

      Tahu doong. Memang berbahaya itu dan banyak peringatannya memang

        1. Iya tapi mesti harus membiasakan diri ngelap setiap habis pakai kan, haha. Kalau dulu sewaktu masih pakai kompor gas kan ngga perlu tiap hari juga gitu bersihinnya, hehehe πŸ˜€ .

          Oh iya ya korbannya orang NZ memang… . Sewaktu aku di sana juga ada korban sih tapi nggak sampai meninggal, tapi terluka cukup parah soalnya jatuh ke karang-karangnya itu akibat terdorong jet blast-nya.

          1. Hahaha.. iya, aku juga tiap kelar, dan udah gak panas langsung aku lap, males ngerjain keraknya juga Ko.. hehe..

            Aku sempat lihat video2 accident disana via Youtube, sadis emang yaaa kalau gak beneran pegangan, tapi tetap aja, adrenaline sih adrenaline, kalau dah modar, kan yah bye bye..

  4. kompornya sering dipakai nggak…?
    rasanya belum pernah cerita kamu masak2 deh Ko, seringnya makan di resto fine dining terus he.. he..

    1. Iyaa, lumayan buat nambah-nambah step count per-harinya, hahaha πŸ˜† . Samaa, aku juga baru tahu kalau ada yang infrared, selama ini aku kira induksi doang πŸ˜› .

  5. Kompor listrik kan itu? As in ceramic stove, bilangnya klo disini. Emang susah, dan lama panasnya. Aku dulu juga punya gas, I feel your pain. Sekarang mempertimbangkan untuk ganti induksi krn induksi lebih cepet panasnya. Klo soal bersihinnya sama aja kali ya.

    1. Iya kompor listrik. Ah masa sih induksi lebih cepat? Yang tempatku ini cepat banget kok panasnya bahkan lebih cepat daripada kompor gasku yang sebelumnya. Kalau induksi yang di apartemenku yang duluuu banget memang lama banget panasnya, hahaha πŸ˜† . Iya kalau masalah bersihin sih sama aja, mesti sering-sering dibersihin supaya nggak sampai mengerak. Kalau masih belum mengerak gampang banget memang πŸ˜› .

            1. Iya kalau panas warnanya merah! Hahaha πŸ˜† . Bisa jadi ya, soalnya bener yang ini cepet banget! Dulu pakai kompor gas bikin telur rebus aja lama bener. Nah sekarang ini cepet! Hahaha πŸ˜† .

            2. Hmm, berarti mungkin setelannya ya? Mungkin setelan komporku sekarang ini memang kuat (banget) sehingga biarpun heat transfernya nggak seefisien induksi tapi masih bisa cepet? Hmmm…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s